TUHAN ITU ESA

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada Tuhan beserta-Nya, masing-masing Tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, (QS. Al-Mu`minun: 91)

Suatu haqiqat yang tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya seluruh makhluq yang ada di langit dan di bumi semuanya adalah milik Allah. Maka tidak ada seorang pun atau sesuatu pun dari yang beraqal maupun yang tidak beraqal menyamai Allah, tidak pula Dia mempunyai putera.

Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak”. Maha suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya. Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” lalu jadilah ia. (QS. Al-Baqarah: 116-117)

Maka hanya Allah saja yang berhaq disembah dan ditaati secara muthlaq. Dia berhaq untuk sangat dipatuhi dan sangat dicintai. Ketundukan dan cinta yang sangat itulah yang kita namakan ibadah.

Inilah makna Laa ilaaha illallooh, tiada yang berhaq disembah kecuali Allah, atau tiada sesuatu yang berhaq menerima ketundukan dan cinta selain Allah. Hanya kepada-Nya semua makhluq pantas untuk tunduk dan sujud menyembah. Hanya hukum-Nya yang pantas untuk dijalankan.

Dialah yang pantas untuk dicintai dengan segala makna cinta. Dialah yang muthlaq kesempurnaan-Nya dan sesuatu yang sempurna tanpa cacat dan kelemahan itu pantas untuk dicintai. Dia adalah sumber dari segala keindahan. Keindahan itu wajar untuk dicintai, dan dicintai pula Sang Sumber Keindahan.

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, Maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (QS. An-Nahl: 53)

Kebaikan dan keni’matan senantiasa disenangi makhluq, maka dicintai pula Allah, yang dari Dia datanglah segala keni’matan.

Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Az-Zumar: 29)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *