Kemana Perginya Si Babi?

Berkat kemajuan teknologi, kehidupan manusia semakin praktis. Misalnya, teknologi pangan terapan mampu menciptakan bahan pangan yang praktis, mudah, dan enak dengan berbagai variasinya. Namun, untuk mendapatkannya, kadang–kadang diperlukan bahan penolong yang memiliki sifat khusus. Untuk membuat tekstur gel misalnya, diperlukan bahan tambahan berupa gelatin.

Gelatin adalah salah satu bentuk protein yang mampu memberikan tekstur kenyal. Sifat ini banyak dibutuhkan dalam pembuatan berbagai bahan makanan, seperti kembang gula, agar–agar, permen karet, dan makanan berbentuk gel lainnya. Sayangnya, bahan baku pembuatan gelatin yang paling murah, mudah dan bagus sampai saat ini adalah limbah babi potong, apakah tulangnya ataupun kulitnya.

Disebabkan teknologi pembuatan gelatin pertama kali muncul di Barat, maka bahan baku babi tidak jadi soal. Bahkan secara ekonomi, bahan babi memberikan banyak keuntungan, sebab murah, mudah didapat, dan suplaynya kontinyu. Masalahnya menjadi lain, ketika bahan–bahan tersebut mulai masuk ke negri–negri muslim seperti Indonesia. Masyarakat muslim tidak akan membiarkan babi tersebut dicampur dalam makanan mereka. Namun disebabkan bahan ini telah diolah sedemikian rupa, mengakibatkan ummat Islam kurang menyadari bahwa yang dikunyah tidap hari adalah bahan yang mungkin diharamkan oleh syari’at Islam.

Hampir seluruh bagian dalam tubuh babi merupakan pilihan terbaik sebagai bahan tambahan. Untuk apa sajakah babi digunakan? Download presentasi singkat di bawah.

Kemana Perginya Si Babi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *