Pemikiran Muhammad Abduh

Muhammad bin Abduh bin Hasan dilahirkan di desa Mahallat Nashr, Al-Buhairoh, Mesir pada tahun 1849 M. Dia murid kesayangan Jamaluddin Al-Afghani. Dia wafat pada tahun 1905.

Aqal dan Wahyu

Menurut DR. M. Quraisy Syihab dalam Studi Kritis Tafsir Al-Manar terbitan Pustaka Hidayah tahun 1994 halaman 19, ada dua pemikiran pokok yang menjadi fokus utama pemikiran Muhammad Abduh, yaitu:

1. Membebaskan aqal fikiran dari belenggu-belenggu taqlid yang menghambat perkembangan pengetahuan agama sebagaimana haqnya salaful ummah, yakni memahami langsung dari sumber pokoknya, Al-Qur’an dan Hadits. [Wajarlah jika para pengikutnya beranggapan bahwa setiap orang boleh berijtihad, admin]

2. Memperbaiki gaya bahasa Arab, baik yang digunakan dalam percakapan resmi di kantor-kantor pemerintahan maupun dalam tulisan-tulisan di media massa. [Hal ini juga merupakan salah satu point yang ditekankan Hasan Al-Banna yang merupakan salah satu pengagum Muhammad Abduh dan Al-Manarnya, admin.]

Dua persoalan pokok itu muncul ketika ia meratapi perkembangan ummat Islam pada masanya. Sebagaimana dijelaskan Sayyid Qutub, kondisi ummat Islam saat itu dapat digambarkan sebagai, “suatu masyarakat yang beku, kaku, menutup rapat-rapat pintu ijtihad, mengabaikan peranan aqal dalam memahami syari’at Allah atau mengistimbatkan hukum-hukum, karena mereka telah merasa cukup dengan hasil karya para pendahulunya yang juga hidup dalam masa kebekuan aqal (jumud), serta yang berdasarkan khurafat-khurafat.” [Sayyid Qutub, Khasha’ish At-Tashawwur Al-Islam, hal. 19]

Lihatlah bagaimana Sayyid Qutub menilai para ulama shalih. Lihatlah bagaimana dia mengedepankan aqal dan mengajak ummat pada umumnya untuk berijtihad. Padahal tidak semua orang punya kapasitas sebagai mujtahid. Bahkan tidak semua ulama dan santri mencapai derajat mujtahid. Pemikiran keliru yang mengajak ummat untuk berijtihad atas nama kebebasan berfikir ini telah diterima sebagian pemuda yang umumnya lemah aqal. Dan tentu saja pemikiran menyimpang seperti ini sangatlah berbahaya dan menyesatkan.

Atas dasar kedua fokus fikirannya itu, Muhammad Abduh memberikan peranan yang sangat besar kepada aqal. Begitu besarnya peranan yang diberikan olehnya sehingga Harun Nasution menyimpulkan bahwa Muhammad Abduh memberi kekuatan yang lebih tinggi kepada aqal daripada Mu’tazilah. [Harun Nasution, Muhammad Abduh dan Teologi Rasional, UI Press, 1978, hlm. 57]

Menurut Muhammad Abduh, aqal dapat mengetahui hal-hal berikut ini:
1. Tuhan dan sifat-sifat-Nya.
2. Keberadaan hidup di akhirat.
3. Kebahagian jiwa di akhirat bergantung pada upaya mengenal Tuhan dan berbuat baik, sedangkan kesengsaraannya bergantung pada sikap tidak mengenal Tuhan dan melakukan perbuatan jahat.
4. Kewajiban manusia mengenal Tuhan.
5. Kewajiban manusia untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan jahat untuk kebahagiaan di akhirat.
6. Hukum-hukum mengenai kewajiban-kewajiban itu.

Dengan memperhatikan pandangan Muhammad Abduh tentang peranan aqal di atas, dapat diketahui pula bagaimana fungsi wahyu baginya. Baginya, wahyu adalah penolong (al-mu’in). Kata ini ia pergunakan untuk menjelaskan fungsi wahyu bagi aqal manusia. Wahyu, katanya, menolong aqal untuk mengetahui sifat dan keadaan kehidupan alam akhirat; mengatur kehidupan masyarakat atas dasar prinsip-prinsip umum yang dibawanya; menyempurnakan pengetahuan aqal tentang Tuhan dan sifat-sifat-Nya; dan mengetahui cara beribadah serta bersyukur kepada Tuhan. [Harun Nasution, Muhammad Abduh dan Teologi Rasional, UI Press, 1978, hlm. 58-61]

Dengan demikian, wahyu bagi Muhammad Abduh berfungsi sebagai konfirmasi, yaitu untuk menguatkan dan menyempurnakan pengetahuan aqal dan informasi. Lebih jauh, Muhammad Abduh memandang bahwa menggunakan aqal merupakan salah satu dasar Islam. Iman seseorang tidak sempurna kalau tidak didasarkan pada aqal. Islam, katanya, adalah agama yang pertama kali ‘mempersaudarakan’ antara aqal dan agama. Menurutnya, kepercayaan kepada eksistensi Tuhan juga berdasarkan aqal. Kemudian dia beranggapan bahwa wahyu yang dibawa Nabi tidak mungkin bertentangan dengan aqal. Kalau ternyata antara keduanya terdapat pertentangan, menurutnya, terdapat penyimpangan dalam tataran interpretasi, sehingga diperlukan interpretasi lain yang mendorong pada penyesuaian.

Kebebasan Manusia

Dalam paham Ahlus Sunnah, manusia bebas untuk memilih, namun Allah yang menciptakan/mewujudkan perbuatan manusia. Ada pun dalam paham Mu’tazilah dan Qodariyah, manusia bebas untuk memilih dan manusia pula yang mewujudkan perbuatannya. Lalu bagaimana dengan Muhammad Abduh? Apakah ia cenderung kepada Ahlus Sunnah, atau justeru cenderung kepada Mu’tazilah?

Bagi Muhamamd abduh, di samping mempunyai daya fikir, manusia juga mempunyai kebebasan memilih, yang merupakan sifat dasar alami yang ada dalam diri manusia. Kalau sifat dasar ini dihilangkan dari dirinya, maka ia bukan manusia lagi, tetapi makhluq lain. Manusia dengan aqalnya mampu mempertimbangkan akibat perbuatan yang dilakukannya, kemudian mengambil keputusan dengan kemauannya sendiri, dan selanjutnya mewujudkan perbuatannya itu dengan daya yang ada dalam dirinya. [Harun Nasution, Muhammad Abduh dan Teologi Rasional, UI Press, 1978, hlm. 65] Sungguh mirip paham mu’tazilah.

Karena yaqin akan kebebasan dan kemampuan manusia, Abduh melihat bahwa Tuhan tidak bersifat muthlaq. Tuhan telah membatasi kehendak muthlaq-Nya dengan memberi kebebasan dan kesanggupan (qudrah) kepada manusia dalam mewujudkan perbuatan-perbuatannya. Kehendak muthlaq Tuhan pun dibatasi oleh sunnatullah secara umum. Ia tidak mungkin menyimpang dari sunnatullah yang telah ditetapkan-Nya. Di dalamnya terkandung arti bahwa Tuhan dengan kemauan-Nya sendiri telah membatasi kehendak-Nya dengan sunnatullah yang diciptakan-Nya untuk mengatur alam ini. [Harun Nasution, Muhammad Abduh dan Teologi Rasional, UI Press, 1978, hlm. 75 dan 77]

Muhammad Abduh sefaham dengan Mu’tazilah yang beranggapan bahwa wajib bagi Tuhan untuk berbuat apa yang terbaik bagi manusia. [Harun Nasution, Muhammad Abduh dan Teologi Rasional, UI Press, 1978, hlm. 80]

(hotarticle.org)

Komentar

41 tanggapan untuk “Pemikiran Muhammad Abduh”

  1. Avatar dibyochemeng

    pemikiran yg membawa fitnah dan kehancuran

  2. Avatar ilham
    ilham

    uraian ini sangat bagus. akan teatapi, yang masih menjadi pertanyaan dalam benak saya adalah apakah M.abduh termasuk pengikut rasioanalisme?

    Dilihat dr caranya menafsirkan al-Quran dan hadits, ya, dia termasuk rasionalis. Begitu juga menurut pakar ilmu kalam

  3. Avatar hijaz
    hijaz

    Akh…..muhamad Abduh dan sayyid quthb adalah ulama dan mereka juga manusia….mereka juga banyak andil dalam perjuangan dakwah, jadi selain menulis tentang negatif beliau ya ditulis juga yang baik-baiknya biar fear…

    fear=Takut
    saya menulis ini agar orang2 yg mengetahui kebaikan m abduh tdk terkecoh oleh kebaikan2 tsb. Pernahkah Allah menceritakan kebaikan2 firaun yg memimpin mesir menuju kemajuan luar biasa? atau kebaikan namrudz yg memajukan babilon sedemikian rupa?

    1. Avatar Djoko Widodo
      Djoko Widodo

      lucu juga jaman sekarang mau nulis “fair” jadinya malah “fear”…

      1. Avatar Ummati

        Yo wis to mas, ndak usah dibikin masalah. itu hanya salah tulis kayaknya, sih?

  4. Avatar hijaz
    hijaz

    kalau memang mereka rasionalis ya gk papa lah….toh rujukan mereka juga quran dan sunnah…..dalam kitab Al-mughni ibnu qudamah juga menyampaikan pendapat-pendapat orang rasional…..

    Ndeso…. ndeso…
    dasar katro
    Mereka itu menjadikan aqal sebagai imam, dan Alquran sbg ma`mum.
    Ayat yg bertentangan dg aqal akan ditafsirkan sesuai aqal mereka yg katro
    Alhasil, mereka ga percaya akan adanya Isra Mi’raj secara jasad dan ruh. Dan banyak hal dari persoalan iman yg mereka tolak. alasannya… karena ga sesuai dg aqal mereka yg katro

    1. Avatar wonosobo
      wonosobo

      menjijikan sekali balasan admin nih!!
      kayaknya santri kampoang lu. Tipe Fanatisme kyai tua nih yang otaknya sudah mulai pikun,ini muridnya juga gini hasilnya,,,haaaahhh,,payah,,

      ‘alaykum salam
      semoga Allah memberi Anda hidayah dan kejernihan hati

  5. Avatar hijaz

    sepertinya tidak ada mereka mengatakan imam mereka adalah akal dan makmum mereka adalah Al-Quran…dan dari mana anda tahu juga bahwa mereka tidak percaya tentang isra miraj….jangan fitnah donk

    emang harus explisit ya? dari penafsiran mereka aja udah bisa keliatan bahwa mereka menjadikan aqal mereka sebagai imam bagi Al-Qur`an. Mereka juga tdk percaya bahwa Nabi Isra’ Mi’raj dg ruh dan jasad. Kalau kamu ga tahu soal itu, berarti kamu sebenarnya belum kenal siapa itu Muhammad Abduh. Makanya saya kasih tau kamu. Biar kamu ga terkecoh. Itulah Muhamamd Abduh. Jadi, tinggalkan dia!

    1. Avatar Muhammad Abduh
      Muhammad Abduh

      assalamu’alaikum
      sepertinya balasana dalam quote, adalah pemahaman sepihak, ayah saya memberi nama Muhammad Abduh kepada saya karena terinspirasi dari semangat ijtihad beliau untuk mereformasi konstruksi berpikir umat di masanya. kalo anda melompat pada kesimpulan akal dan quran sebagai imam dan makmum, mungkin anda perlu menelusuri lebih dalam lagi. kebesaran Islam hanya bisa dibangun oleh kekayaan intelektual dalam payung tauhid. Menggugat ini berarti menggugat keislaman. bagaimana anda menempatkan rahmatan lil alamin sementara pemikiran anda sangat eksklusif bahkan terhadap saudara seiman dan bersemangat dalam ijtihad..

      alaykum salam wr.wb.
      Memang sepihak, yaitu menurut pihak ASWAJA, bukan menurut pihak rasionalis. Apa yg dilakukan abduh adalah merusak kaidah yg telah ada sejak zaman Rasulullah. Ulil Abshar Abdalla juga mungkin akan setuju dg Anda bahwa syariat Islam ini memang perlu dire-embodiment. Misalnya berjilbab, menurut ijtihad Ulil, itu hanyalah budaya Arab. Di Indonesia, menutup aurat tidak harus dg berjilbab, krn aurat menurut orang Indonesia berbeda dg aurat menurut orang Arab. Tidur siang sblm zhuhur, itu bkn sunnah nabi. Itu hanya kebiasaan orang Arab. Ga bisa diterapkan di Indonesia. Itu menurut al-mujtahid al-mujaddid Ulil Abshar Abdalla. Tetapi ASWAJA tak dpt menerima pemahaman yg demikian. Kebiasaan Rasul tsb dpt diterapkan di Indonesia, bahkan telah diterapkan di Jepang supaya para pekerjanya tdk error.

      1. Avatar iwan
        iwan

        waahh…jangan sama’in orang yang berijtihad itu setara ulil Abshar Abdalla…lha si ulil itu cuman njeplaks bukan ijtihad…jadi kalo disamain or akibat dari pemahaman Moh.Abduh jadi seperti Ulil…wah bisa kacau dunk…

        ilmu m abduh blm smp k taraf mujtahid. Kalo dia sampai berijtihad, brarti dia asal njeplak.

  6. Avatar amang katra
    amang katra

    Ahhh….saya yakin penulis blog ini otaknya jauuuh sekali dibawah Muhammad Abduh.

    benar. Otak saya jauh di bawahnya. Tetapi saya tdk terlalu bodoh utk mengkultuskan dan taqlid thdp orang semacam MA

  7. Avatar Abu Musyaffa
    Abu Musyaffa

    Assalamu’alaikum,

    Ana tidak mengenal Muhammad Abduh dan ajarannya, tapi yang ana rasakan adalah akibat dari ijtihadnya yang serampangan terutama dalam fatwa yang berkaitan dengan sistem ekonomi ribawi… Sistem kapitalisme, jelas-jelas adalah sistem ribawi, tidaklah mungkin ada dalil quran ataupun sunnah yang bisa mengadaptasikan syariat kedalam sistem kapitalis, kecuali digunting sebagian syariat agar bisa mengikuti format kapitalisme… ijtihad itulah guntingnya….

    Sekarang, umat dibolehkan bayar zakat pake uang kertas, yang jelas2 riba, mana dalilnya???!! Apakah ini bisa dibenarkan atas alasan darurat??! Sekarang umat semakin terlilit dengan sistem kapitalis, karena fatwa2 mujtahid2 ini membuat umat tertipu, dan semakin terjerumus dalam hisapan kaum zionist….

    Selain ekonomi, dibidang politik, pembaharu2 itu juga bikin ijtihad sehingga kita bisa liat umat berpecah belah dalam wadah hizb yang gak jelas mau mbawa umat kemana?? Dalihnya meraih kekuasaan demi tegaknya dakwah, perasaan dulu Rasulullah gak cari kuasa dulu deh…. nganeh-nganehi aja…

    sekarang kan terbukti tuh, kader2 dari partai dakwah ikut-ikutan merumuskan undang-undang Anti Pornografi pornoaksi yang hakikatnya adalah bikin hukum baru tentang aurat…. padahal jelas2 AlQuran sudah kasih batasan aurat yang definitif…. ini kan meng-coupe wewenang al-Hakim (Allah SWT), waduh… berabe nih, umat mau dikemanain akidahnya jika asatiznya aja seperti itu???

    Sadarlah wahai orang2 beriman, ini zaman fitnah hati-hatilah dalam mengambil harokah, ikutilah alquran dan sunnah secara konsisten, niscaya kita akan selamat!

    Afwan…
    Abu Musyaffa

    1. Avatar ikrimah
      ikrimah

      silahkan jika anda tidak mau menggunakan ijtihad
      itu berarti anda mengurung diri pada konteks masa lalu dan tidak mampu beradaptasi dengan konteks kekinian
      Al-Qur’an itu abadi, jika menggunakan pemikiran saudara, maka ajaran Al-Qur’an tidak akan dapat digunakan dalam menjawab berbagai persoalan saat ini.
      kekuasaan itu perlu diraih, jika tidak, mau dibawah kemana negeri ini.
      soal UU pornografi itu wajib.
      agar aparat dapat membatasi orang dalam memperlihatkan auratnya apalagi daerah yg paling rahasia
      klo tidak ada UU, apakah anda mengharap Tuhan yg turun tangan langsung untuk menghentikan itu atau biar diakhirat saja Tuhan memberi balasan pada yg memperlihatkan aurat.
      sementara didunia, biarlah mereka memperlihatkan aurat

      Jadi Anda sudah sampai kepada taraf mujtahid? Sungguh bahaya pemikiran Muhammad Abduh.
      BTW, ijtihad itu untuk sesuatu yg tidak dijelaskan di Al-Qur`an dan hadits ‘kan? Kalau begitu, hasilnya bid’ah dong? Karena tidak ada di Al-Qur`an dan tidak ada di hadits.

      Kalau ijtihad itu boleh, maka biarkan kami dengan hasil ijtihad para ulama kami. Merayakan maulid Nabi dan sebagainya itu tidaklah sesat. Karena hal2 itu dapat dibenarkan melalui jalan ijtihad.
      Kalau Anda katakan semua itu sesat, pastilah itu dikarenakan Anda telah mengungkung aqal Anda dengan pendapat2 para syaikh Anda.

      Tetapi, kalau Anda mau berijtihad, maka Anda akan menemukan bahwa perkara2 tersebut sesungguhnya memiliki dalil dari Al-Qur`an dan hadits. Hanya saja, para syaikh Anda entah kurang ilmunya, entah menyembunyikan ilmu, entah mengikuti hawa nafsu.

  8. Avatar arif
    arif

    bagaimanapun muhammad abduh adalah salah satu pemikir dan tokoh pembaharuan dalam islam maka kita harus bisa mengambil nilai intelektualitas dari pemikiran-pemikiran muhammad abduh

    Orang JIL juga menganggap Ulil dmkn. Orang Wahhabi juga menganggap MAW dmkn. Tapi kami tidak. Kami bukan orang2 yg fanatik thdp orang2 nyeleneh.

  9. Avatar syfram
    syfram

    sesungguh nya ijtihad itu wajib bagi yg mampu, dan haram bagi yg tidak mampu tetapi taklid adalah simbol kebodohan dan kedunguan yg mem buat manusia malas untuk belajar dan tentunya juga tdk smua ijtihad itu benar , sebagai mana sabda nabi, 2 pahala jika ijtihad nya benar dan 1 pahala jika ijtihad nya salah, manusia itu harus belajar dan wajib

    Inilah bodohnya orang2 spt Anda. Jangan menafsirkan hadits sembarangan. Hadits tsb utk mujtahid. Adapun bg orang awam, ada hadits lain yg melarangnya berijtihad. Maka janganlah orang awam itu berijtihad. Benarnya tdk berpahala, salahnya adalah dosa yg menyeretnya ke neraka.

    1. Avatar Irma S
      Irma S

      wah mas,, kok membodoh-bodohi orang seperti itu. .beginikah akhlak muslim yang mengaku taklid pada ASWAJA. .??ckckckck. .

      Hehehe…
      ga enak ya dibilang bodoh?
      apalgi kalo dibilang ahli bid’ah, syirik, kafir.
      Itu tuh akhlaq orang yg bodoh, gampang memvonis golongan lain sebagai ahli neraka dsb.

  10. Avatar Krongthip Mahalakorn
    Krongthip Mahalakorn

    Assalamualaikom, untuk RENUNGAN
    Tertarik debgan nama Muhammad Abduh ni murid kesayangan Jamaluddin As Sayuti atau Jamaluddin
    Al Afghani seorang Parsi yang mengadapt nama Afghan supaya dia boleh masuk ke Mesir. Saya terbaca sebuah artikel dari Sunni News kalau tidak silap bahawa Jamaluddin Al Afghani ini ialah orang yang bertanggunjawab membawa masuk FREEMASON ke Mesir dan yang mengesahkan
    aktiviti Jamaluddin ini ialah Muhammad Abduh.
    Dulunya saya mengkagumi mereka sebagai pejuang tetapi rupanya talibarut.

    ‘Alaykum salam wr wb
    mungkin artikel seperti ini:
    http://artikelislami.wordpress.com/2009/04/14/jamaluddin-al-afghani/

    1. Avatar hassan
      hassan

      bagaimana hukum menembok, meninnggikan, dan memberi tulisan qubur menurut mdzhab syafi’i

      yang dilarang adalah membangun kuburan untuk disembah, itulah yg diharamkan oleh Rasul saw, namun membangun pemakaman selain dg maksud itu maka sepakat ulama merupakan hal yg makruh, tidak haram,
      Rasul saw melarang membangun / meninggikan kuburan untuk sesembahan sebagaimana Yahudi dan Nasrani.

      para Ulama membangun Makam Rasul saw, dibuat oleh Khalifah Ustman bin Affan ra, dan para Tabi;in dan Tabi’ Tabi’in tak merubuhkannya, demikian pula makam makam sahabat lainnya, St Khadijah di Ma’la dan banyak lagi, barulah setelah mazhab sesat pimpinan Ibn Abdulwahab muncul yg menghancurkan makam makam itu karena pemahaman mereka yg dangkal.
      namun hal yg lucu mereka tetap membiarkan Makam Rasul saw bahkan menghiasinya dengan ukiran emas dll yg hal tersebut merupakan perintah Raja Saudi Arabia, maka perintah Raja Mereka mengalahkan fatwa ulama mereka.

      disebutkan makruh diatas adalah membangunnya bagaikan rumah (Kubah besar) ditanah wakaf pekuburan, karena itu akan menyempitkan pekuburan yg lainnya, namun sebagian ulama memperbolehkannya bila yg wafat adalah ulama besar, dan dengan syarat tanah pekuburan itu miliknya, bukan wakaf, atau dg seizin pewakaf pertama.
      mengapa makam mereka boleh dibangun dengan Kubah seperti rumah?, sesekali bukan untuk memberikan tempat mulia untuk mereka, karena mereka sudah dalam keridhoan Allah dan kenikmatan Abadi, tak butuh dengan bangunan mewah dan kubah buatan manusia,
      namun kubah dan bangunan dibangun untuk nyamannya para peziarah, agar tidak kepanasan dan kehujanan, dan dapat tenang mengaji dan tidak menginjak2 pekuburan yg lain

  11. Avatar Imam Nugroho
    Imam Nugroho

    yang nulis blog ini, seorang taklid buta, hanya mengikuti “karuhunnya” ngaku2 ASWAJA, tapi penuh dengan bid’ah,,,,,,,,,,,,,

    benar, saya taqlid kpd para Imam ASWAJA. Dan bukan taqlid kpd Muhammad Abduh. Anda keberatan?

    1. Avatar heru
      heru

      BODO si ADMIN!!

      alaykum salam
      semoga Allah memberi Anda hidayah dan kejernihan hati

  12. Avatar Krongthip Mahalakorn
    Krongthip Mahalakorn

    Assalamualaikom,
    Sesungguhnya saya merasa dukacita dengan komentar Iman Nugroho yang mengatakan penulis blog taqlid buta, Rasanya saudara harus benar2 meneliti
    siapa Mohammad Abduh sebenarnya. Pembawaan Mohammad Abduh adalah mirip Mu’ tazilah. Ilmu. amal dan Iman itu tiga perkara yang berbeda. Yang terbaiknya Ilmu. amal dan iman itu selari iaitu menjurus satu haluan namun tidak kurangnya orang berilmu, tiada amal atau salah amalannya dan imannya menyeleweng. Perkara ini berlaku di provinsi saya. Seorang lulusan U. Azhar
    tetapi mengikut ajaran sesat,sedangkan dia sendiri seorang tenaga pengajar di sebuah Ma’ahad sebelum dia dipecat. Selepas itu dia mengisytiharkan dirinya keluar dari Islam. Begitu juga keadaanya dengan isterinya. Sebelum mereka berdua melanjutkan pelajaran ke Azhar mereka sudahpun terlibat dengan ajaran sesat( Yang teramat sesat). Ilmu yang diperolehi tidak dapat mengubah diri mereka lalu kekal dalam kesesatan. Perkara seperti ini juga mungkin boleh berlaku kepada sesiapa. Mohammad Abduh ialah seorang yang terlibat dengan kemasukkan Free Mason di Mesir. Free Mason ini di asaskan Yahudi tetapi mereka tidak mengikut Taurat tetapi mereka pengikut Azazil ( Lucifer). Merekalah di sebalik anti Christ dan Illumanati. Marilah kita sama2 menghayati Islam, sama2 mengamalkannya dan sama2 mempertahankan aqidah Islam.

  13. Avatar IKKAw
    IKKAw

    ya..siapapun boleh berpendapat, boleh menganalisis, boleh menyimpulkan “orang ini mu’tazillah”, atau “orang ini ASWAJA” orang ini fundamentalis..dsb. . tapi daripada saling curiga seperti ini lebih baik pandang sesuatu secara objektif, jangan merasa paling benar, ,paling “pasti masuk surga” selama berselisih pendapat dengan sesama muslim. . ., yang jelas kita sama sama menanti saja, karena mungkin di yaumil akhir nanti baru akan tampak siapa yang benar benar melaksanakan ajaran nabi, siapa yang sukanya curiga sesama muslim, siapa yang mengaku ahlussunnah tapi masih senantiasa berbuat bid’ah, dan siapa yang mendapat syafaat nabi.. waallau’alam. .

    wah… jangan ngerasa paling benar sendiri dong mbak Irma
    kok seenaknya ngatain orang lain yg tidak sependapat dg Anda sbg ahli bid’ah yg notabene adalah ahli neraka?

  14. Avatar hassan
    hassan

    bagaimana hukum mengadzankan mayyit saat hendak diqubur?

    adzan merupakan tadzkir, dan hukum asalnya adalah mustahab. Selama tak ada larangan beradzan di qubur, maka ia tidaklah haram.

    Sabda Rasulullah saw :
    ā€œSungguh sebesar besar
    kejahatan muslimin pada
    muslimin lainnya, adalah yg
    bertanya tentang hal yg tidak
    diharamkan atas muslimin,
    menjadi diharamkan atas
    mereka karena
    pertanyaannyaā€ (shahih
    Muslim hadits no.2358)

  15. Avatar Umur Pembelajar
    Umur Pembelajar

    Bismillahhirrahmanirrahim.
    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih dan sangat menarik artikel dan diskusi di halaman web ini menambah pengetahuan dan mudah”an membawa kebaikan untuk kita semua.

    Jika seseorang belum mengenal islam dan belajar agama dalam perjalanan umurnya yg masih muda beranjak dewasa. apa landasan mereka untuk mengetahui kebenaran dalam beragama melainkan dengan hidayah dari Allah SWT? dan jika mu’tazilah yg dimaksud diatas adalah ilmu, amal dan iman adalah tiga hal yg berbeda jika kita hubungan dgn ayat alquran yg pertama turun Al-Alaq sebagai alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yg tidak melampaui batas sesuai Alquran dan Hadist.
    Besar harapan saya untuk kita sesama muslim (manusia) / manusia (muslim) agar memperhatikan etika dan ketegasan kita(termasuk saya) dalam berdialog. semoga kita mereka semua tergolong orang” yg beruntung. Amin..

    Wassalam

  16. Avatar Azhar Muhammad Akbar

    assalamualaikum…. setiap orang punya keyakinan masing – masing, yang jelas mau kita mengikuti iimam mujtahid atau menggunakan akal kita sendiri tdika jadi masalah. asalkan tidak menyalahi alqur’an dan as-sunah. kita ikut imam mujtahid juga kalau bertentangan dengan al-qur’an dan As-sunnah tetat salah. begitu juga jika kita menggunakaan akal jika bertentangan tetap salah. mengikuti seseorang itu harus tahu alasannya.

    ‘Alaykum salam wr wb
    mengikuti imam mujtahid itu, jika pendapat beliau ternyata salah, maka beliau yg menanggung. Dan bagi mujtahid beneran, yaitu mujtahid yg ilmu dan syarat2nya terpenuhi, lalu mereka berijtihad dg benar2 menggunakan ilmunya, jika salah mendapat 1 pahala, jika benar mendapat 2 pahala.
    Adapun orang2 yg berijtihad tanpa ilmu yg memadai, jika benar, maka mendapat dosa, jika salah, siap2 menempati neraka.
    Begitulah menurut Qur`an dan Sunnah. Maka, orang awwam yg tidak mau bermadzhab itu telah menyelisihi Qur`an dan Hadits.
    Silahkan buka:
    http://artikelislami.wordpress.com/2011/09/18/bahaya-laa-madzhab-bagi-awwam/

    1. Avatar yasin
      yasin

      Assalamu’alaikum

      Pak admin,
      Kalau mengenai Pak Yusuf Qardhawi bgmna?
      Apakah beliau termasuk aswaja?
      trims.

      ‘Alaykum salam.
      Yusuf Qardhawi ini termasuk pada IM, artinya ia satu aliran dg Hassan al-Banna. Dan itu artinya, ia juga pengikut Muhammad Abduh.

  17. Avatar sudin
    sudin

    As Salamu ‘alaikum wr. wb.,

    saya rasa kita tempatkan sosok Muhammad Abduh, Sayyid Quthb, Hasan Al-Banna, Syeikh Yusuf Al-Qorodhowi sebagai seorang ulama atau minimal da’i , yg punya kontribusi kepada umat Islam, dan juga punya kekurangan dalam beberapa hal di area keilmuan agama Islam.

    Dan beliau-beliau tsb masih muslim, ada yg sudah meninggal dan ada yg masih hidup. Yg meninggal, tinggal menuai hasil yg sudah ditabur, semoga Allah ampuni dosanya, balas amal sholihnya. Yg masih hidup, didoakan agar mendapat hidayah utk memperbaiki kekurangan/kesalahannya.

    rasanya kurang elok menulis secara tendensius kekurangannya, sampai seolah terkesan bukan bagian dari mayoritas umat Islam.

    mohon maaf bila kurang berkenan.
    lebih baik salah menilai orang sebagai muslim atau mukmin, ketimbang salah menilai orang sebagai fasik, munafik, kafir.
    bahkan sikap ini lebih mirip komunitas Salafi…padahal kita menghindari dari meniru mereka.

    nanti kita lihat kelak siapa di antara kita yg bersalah, di hadapan hisab Allah.
    apalagi bila ternyata 4 orang yg kita kritik ini…justru diampuni dan mendapat rahmat Allah, sementara kita mendapat adzab Allah. Na’udzubillaah min dzaalik.

    Wassalam – Sudin

    ‘alaykum salam wa rahmatullahi wa barakatuh
    Terimakasih nasihatnya
    memang tidak elok membicarakan kekeliruan mereka
    sebaiknya kita tutupi saja kekeliruan mereka
    dan kita puji mereka
    sehingga orang2 mengira bhw mereka ini muslim yg lurus
    supaya orang2 juga mengikuti mereka, termasuk mengikuti kesalahan2 mereka
    sungguh nasihat yg bijaksana saudaraku

    wassalamu ‘alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh

    1. Avatar sudin
      sudin

      membicarakan kritik secara tendensius….bukan tidak boleh mengkritik.
      sadarkah gaya anda mirip dgn Salafi.
      lalu apa bedanya kita dengan Salafi bila begitu?
      1 koin beda sisi saja dong?!
      ingat adab!!!
      itu beda kita dengan Salafi.

      cara seperti ini, lebih buruk dari saat Allah menghakimi di hari kiamat kelak, karena disajikan sisi baik dan sisi buruk.
      dan membicarakan kritik, yg paling penting adalah bagaimana kita mengambil hikmah, dan menghindari terjebak ke dalam hal yang sama.

      pendekatan tasawuf lebih bijak ketimbang pendekatan jidal macam yg disajikan di sini.

      Anda menyamakan saya dg salafy yg tukang takfir? Apa saya melakukan takfir, atau itu cuma tuduhan Anda?

      Dan Anda sendiri bersikap tendensius. Anda berusaha menyamakan saya dg salafy.
      Coba Anda liat tulisan di atas. Apa itu pendapat saya semata? Saya hanya menukil. Silahkan nilai siapa itu M Abduh. Dan ambil hikmah dr tulisan itu. Ada pun penilaian saya telah jelas tertulis dan hikmahnya: hindari pemikiran laa madzhab bg orang awwam. Jika Anda punya penilaian dan hikmah lain, itu bukan tanggung jawab saya. Apa anda menerima paham laa madzhab?

      1. Avatar sudin
        sudin

        saya bukan salafy, bukan penganut paham laa madzhab.
        fiqih saya berpatokan kpd syafi’i, aqidah saya Asy’ariyah dan utk asma wa shifat memegang tafwidh, bukan itsbat ala salafi.

        mungkin anda merasa tidak tendensius, justru mengkritik saya tendensius. tapi dari penyajiannya, mirip dgn gaya bahasa salafy yg tdk berimbang.

        pada pembahasan penilaian tokoh, perbandingan madzhab, dsb…ulama kita sering menjabarkan kelebihan dan keburukan, penilaian dari berbagai sisi, dari berbagai pihak.

        tapi anda cuma menyajikan penilaian dari yg mengkritik saja.

        mirip dgn gaya salafy yg mengkritik Sayyid M. Alwi al-Maliki, mengkritik Habib Munzir, mengkritik Ustadz Arifin Ilham, mengkritik Habib dan Kyai serta Ustadz lainnya…cuma menampilkan sisi negatif, menukil pendapat yg mengkritik saja.

        tirulah Sayyid M. Alwi al-Maliki, menilai orang, mengkritik orang, memuji orang dgn hikmah dan adab.

        saya akhiri pembicaraan kita, karena kita banyak persamaan dlm fiqih dan aqidah, hanya berbeda/tdk sepakat dlm cara menilai orang, dan dlm adab mengkritik.

        Wassalam – Sudin

        jadi Anda masih kekeh bhw saya mirip salafy tukang takfir? Dimana saya mentakfir M Abduh?
        Anda sendiri hanya mengkritik saya sbg orang yg mirip salafy tukang takfir.

        Skrg perhatikan point 1 yg dinukil dr Quraisy Syihab. Apa itu negatif? Menurut siapa. Bg sebagian orang, itu positif. Jd saya menampilkan sisi positif sekaligus sisi negatifnya. Jika point 1 itu dianggap positif oleh sebagian orang, maka tugas saya di sini utk mengimbanginya dan mencoba meluruskan anggapan2 tsb yg dpt membahayakan orang awwam. Hal itu juga berlaku bg point2 lainnya yg dinukil.

        kemudian, ruh dari artikel itu adalah mewaspadai pemikiran M Abduh yg dpt membahayakn orang awwam. itu bukan artikel penilaian dan kritik.

        Jadi, tolong jangan membusukkan tujuan artikel. Artikel ini mengajak orang2 agar menghindari pemikiran2 M Abduh yg berbahaya. Pemikiran M Abduh bukanlah utk mereka yg tidak mempunyai filter. Buku2nya tidak disarankan bagi orang awwam.

        Anda malah sibuk bicara soal tendwnsius, sepihak, dsb. Anda sendiri sedang menilai saya sebagai orang yg tendensius dan mirip salafy tukang takfir. Apa itu tidak tendensius? Anda hanya menilai saya dan artikel ini dari sisi2 tsb. Padahal artikel ini bukan soal menilai orang, tetapi soal mewaspadai pemikiran berbahaya. Apa pemikiran Anda belum sampai ke sana? Apakah Anda hanya sampai kepada kesimpulan bahwa artikel ini hanyalah artikel ghibah murahan?

        Tidak ada kepentingan bagi saya utk menggunjing seseorang. Kepentingan saya adalah menjauhi ummat dari pemikiran2 berbahaya dan para penyebarnya.

        Orang akan sangat mudah menghindari Ulil Abshar Abdalla dan pemikirannya. Tetapi tetap saja, saya tidak merekomendasikan orang awwam utk membaca buku2nya. Walaupun sikap nyelenehnya dan fatwa2 liberalnya begitu terlihat, bukan berarti tidak ada dari perkataannya yg keliru yg sulit diketahui awwam.

        Kebebasan dalam berfikir seperti Ulil juga telah dilakukan lebih dulu oleh M Abduh, sehingga ia membolehkan bunga bank. Itu baru satu yg mudah dilihat. Dan banyak lagi pemikiran2 M Abduh yg keliru karena liberalitasnya dalam menafsirkan al-Qur`an dan hadits. Dan tidak semuanya dpt diketahui oleh umum. Maka menjauhkan mereka dari M Abduh dan pemikirannya perlu dilakukan. Sebagaimana kita akan menjauhkan anak2 kita dari pemikiran Ulil Abshar Abdalla.

        Apakah penilaian dan kritik Anda terhadap artikel ini lebih penting dari tujuan artikel ini? Seharusnya Anda memikirkan kepentingan orang banyak yg perlu utk diselamatkan daripada memikirkan kepentingan Anda dalam mengkritik artikel ini. Jadi, siapa yg berfikir secara sepihak dan tidak melihat berbagai sisi?
        ‘Alaykum salam

  18. Avatar dani raka
    dani raka

    sebelumnya maaf di beberapa quote anda menyebutkan bahwa Muh. Abduh bertaklid pdhal yg sering bertaqlid seperti Nahdliyin, padahal anda sendiri mengaku Ahli Sunnah Wal Jamaah yg memiliki arti pengikut sunah Rasulullah, pdhal anda sndiri sring menambahkan ajaran yg sdh di bawa oleh Rasulullah, masalah Adzan terhadap mayit yg di kubur apakah Rasulullah pernah melakukan itu?

    dimana saya katakan bhw M Abduh itu bertaqlid? Justeru dia itu sok ngerasa bhw dirinya sdh setara dg mujtahid muthlaq, pdhl sesungguhnya dia hanya pengikut hawa nafsunya, pelaku keharoman.

    Pengikut M Abduh itulah yg mengikuti / taqlid kpd pemikiran M Abduh. Saya taqlid, bnr, tetapi kpd yg pantas dan layak karena kapasitasnya memenuhi syarat mujtahid.

    Soal adzan di quburan, ketahuilah bhw mayyit itu lbh mendengar drpd Anda. Diharapkan bhw semua kalimat thayyibah yg diperdengarkan itu akan membantu si mayyit. Hal ini bahkan disetujui oleh ibnu taymiyyah yg membolehkan talqin di qubur. Anda mungkin menyelisihi ulama2 Ahlus Sunnah, tetapi apakah Anda juga akan menyelisihi ibnu taymiyyah?

  19. Avatar sudin
    sudin

    kalau tujuan anda sebagus ini….mestinya dijelaskan alur kerangka pemikiran anda ini, ditulis dgn lebih sistematis. karena menurut yg saya baca dan saya tangkap, juga beberapa pembaca lainnya…maksud tujuan dan gaya penulisan justru kurang berhubungan.

    apalagi dgn banyak memposting paparan Harun Nasution yg memang kurang tsiqoh dan amanah dlm pengajaran agama Islam, yg pemikirannya memang agak “nyeleneh”…justru makin membelokkan maksud dan tujuan penulisan dgn isi yg ditulis. Dan orang bisa salah tangkap karena yg disodorkan adalah memang “saksi” yg memang kurang kredible.

    maksud tujuan anda bagus sekali.
    saya minta maaf bila menyamakan gaya dgn salafy.
    tapi tetap saja kekurangan anda adalah tidak sistematis, dan menonjolkan narasumber yg memang justru bermasalah.

    ditambah lagi ada “switching/jumping”, dari Muhammad Abduh ke Sayyid Quthb. jadi kurang fokus.

    cobalah tengok karya Sayyid M. Alwi al-Maliki, Syeikh Yusuf al-Qorodhowi, karya Mu’allim KH M Syafi’i Hadzami…lihat sistematikanya, termasuk pd saat mengkritik pemikiran dsb. bagus, jelas, fokus, runut.

    mohon maaf sebelumnya, gaya penulisan dan tujuannya berbeda, mirip dgn gaya beberapa penulis radikal dari Salafi.
    karena saya sering baca buku/artikel dari Salafi, justru model nya mirip seperti ini.

    itu saja dari saya, mohon maaf bila kurang berkenan.
    masukan ini demi kebaikan kita bersama.
    dan ini amanah keilmuan di hadapan Allah swt.
    sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya.

    Akhukum fillaah,
    Wassalam – Sudin

    kalo soal sistematika, saya memang bodoh. Saya bukan orang berpendidikan spt anda apalagi spt kiyai dan ulama2 skaliber KH Syafi’i Hadzami dan Sayyid Muhammad al-Makki al-Maliki.
    Soal nararumber, justeru bagus menurut saya kalo dr orang yg sepemikiran.
    Soal sayyid quthub, itu selingan. Karena sepemikiran, tak ada salahnya dibahas juga pemikiran berbahayanya.

    Soal ruh artikel, para pembaca dapat menangkapnya dg baik, cuma orang spt Anda dan yg namanya Muhammad Abduh juga yg coba membelokkan.

    Karena anda paham sistematika, saya berharap bhw Anda menyumbangkan tulisan berimbang dan sistematis dlm hal ini.

    Wassalamu ‘alaykum

  20. Avatar sudin
    sudin

    hm….sepertinya susah memberikan masukan kpd anda.
    dilihat dari jawaban anda, memang sepertinya tidak ada ruang utk menerima masukan dari orang lain, terlebih bila yg berbeda jauh pola pikirnya dgn anda.

    apalagi menuduh orang lain membelokkan, menganggap semua pembaca membaca seperti yg anda inginkan dan anda pahami/maksudkan.

    sikap yg kurang bijak.

    lalu memberikan penilaian orang bukan dari penilai yg lebih obyektif atau netral, tapi dari pihak yg dianggap sama/sepihak/sepemikiran dgn yg dinilai…itu ibarat melihat mobil hitam dgn kacamata hitam…ya hitam semua. sulit utk melihat apa ada benda berwarna lain pada mobil tsb.

    kalau pemikiran anda dan gaya jawaban anda seperti ini….saya menyingkir saja. saya suka dgn intisari dan ilmu yg ditawarkan blog ini…tapi dgn gaya anda yg seperti ini, saya ucapkan wassalam.

    saya kenal dari rekan yg lain yg aktif di milis dan blog, Budi Suci….orangnya panasan, sekilas seperti anda…tapi kalau diajak bicara personal, jauh lemah lembut, dan bisa menangkap maksud pesan yg disampaikan.

    namun anda yg saya pikirnya tadinya seide dgn Budi Suci….ternyata jauh berbeda. tetapi tidak apa-apa, saya hanya menjalankan kewajiban saya selaku saudara seiman, utk memberikan taushiyah. urusan diterima, urusan salah paham…hanya kpd Allah saya serahkan semuanya. yg penting saya lepas dari tanggung jawab.

    saya bisa dapatkan ilmu dari siapa saja dan mana saja..termasuk anda. tapi sepertinya utk adab dan lapang dada, saya blm bisa belajar hal ini dari anda.

    last…ini benar-benar komentar terakhir dan pembicaraan terakhir…
    saya sampaikan hikmah dari Sayyidina Ali bin Abi Tholib ra wa kwh:
    “lihatlah apa yg dikatakan, jangan lihat siapa yg mengatakan.”
    “saya adalah hamba dari orang yang mengajarkan saya satu huruf saja.”

    Wassalam – Sudin

    hehehe
    tau apa Anda tentang saya dan bang Budhi Suci sehingga bisa bicara spt itu.
    Ini ruang publik. Personal apanya?

    Jika bicara tentang kekristenan, bicaralah dg menggunakan alkitab, bicara tentang wahhabi, gunakan kitab2 ibnu taymiyyah, muhammad al-utsaymin, dsb. Apa ini bs disebut memakai kacamata hitam utk melihat benda berwarna hitam?

    Saya memberi Anda kesempatan utk menyumbang tulisan berimbang ttg hal ini. Kenapa ditolak?
    šŸ™‚ ‘alaykum salam

  21. Avatar masrizal
    masrizal

    rewel kali si sudin ini. Dia itu paling mata2 yg menyamar. Infiltrasi saja kerjanya itu. Pembusukan itu. Tak tau apa makna obyektivitas dia rupanya. Waspada, admin, terhadap manusia2 macam dia.

    1. Avatar sudin
      sudin

      Mas Rizal, anda berburuk sangka dgn saya.

      Walloohi, saya bukan mata-mata , bukan mau infiltrasi, hanya ingin memberi saran/masukan dan kritikan yg menurut saya membangun.
      kalau saya salah, dan tidak berkenan, itu hak admin, dan saya mohon maaf bila menyinggung.

      tapi ternyata saya masuk ke tempat di mana orang banyak berburuk sangka. saya salah mau menimba ilmu dari blog ini.

      apa tidak mengaji QS Al-Hujurot?

      Mas Admin (saya blm tahu namanya), saya mau bantu kasih saran, atau kasih artikel..tetap saja sepertinya tdk bermanfaat, toh saya sudah dicap sebagai orang yg hendak membelokkan kebenaran, mata-mata , dan sebagainya.

      saya tidak tahu sikap anda semua, baik admin mau pun Mas Rizal dgn tasawuf. tapi rasanya tdk ada ruh/nuansa tasawuf dlm sikap anda berdua. saya merasakan hal yg sama dgn kalau saya mau menimba ilmu dari blog salafi. setali tiga uang.

      saya permisi, pamit, supaya tidak banyak perdebatan dan menumpuk dosa di antara kita.

      dan bila masih berprasangka yang tidak-tidak kpd saya, Wa Kafaa billaahi syahiidaa….

      Wassalam (silahkan dijawab salam saya bila masih merasa saya saudara seiman, seaqidah).

      iya mas Sudin, saya memang mirip dg salafy. Blog saya memang tdk pantas dijadikan t4 menimba ilmu. Semua citra buruk ada pd saya dan blog saya.
      Beda dg Anda. Masya Allah.. Saya sungguh beda dg Anda. Anda begitu sistematis, etika dan akhlaq Anda luhur. Cara Anda menilai saya sungguh tepat. Anda begitu sufistik. Saran anda tak layak ditolak dan disampaikan dg cara yg sangat etis. Saran anda lbh penting dr artikel saya diatas. Segala citra baik ada pd anda. Para pengunjung di sini layak mengikuti anda utk meninggalkan blog yg penuh citra buruk ini. ‘alaykum salam wahai orang berhati lembut

  22. Avatar masrizal
    masrizal

    mas sudin, apa Anda tdk merasa tendensius dan buruk sangka pd Admin? Anda mencitrakan Admin begitu buruknya dan blog ini anda tinggalkan dan Anda merasa salah masuk. Anda citrakan bhw admin sama buruknya dg salafy wahhabi. Segitu tidak sukanya kah Anda kpd Admin dan blog ini?

    Lalu Anda juga berkata bhw Harun Nasution tak layak dijadikan narasumber karena bermasalah. Apa ini berimbang? Segitu tidak sukanyakah Anda kpd Harun Nasution?

    Anda itu setali tiga uang dg komentator bernama Muhammad Abduh.

    Anda blm melangkah ke dunia tashawwuf, tetapi sudah merasa menyelaminya. Padahal dr komentar Anda dpt terlihat kedangkalan pemahaman Anda. Wassalamu ‘alaykum

  23. Avatar mamo cemani gombong

    mau mbahas tasawuf ????? …….kok nggak dari awal2 aja ya …

  24. Avatar masrizal
    masrizal

    sejak semula, dia hanya ingin meletakkan 4 tokoh kesayangannya sbg ulama.
    Dia tak paham apa2 soal tashawwuf, dia cuma yahanu saja. Sebenarnya dia ini setali tiga uang dg hijaz dan muhammad abduh.

    Sudin, coba antum buka ini: http://artikelislami.wordpress.com/2008/01/06/cita-cita-masyarakat/ dan ini: http://artikelislami.wordpress.com/2008/01/06/nilai-nilai-ilahiyah/
    seingat saya, saya pernah mendapatkan kuliah seperti itu. Dan seingat saya, itu adalah pemikiran sayyid quthub. Maka jelaslah bhw Admin ini tidak tendensius. Dia bs menerima pemikiran yg tdk membahayakan pemahaman orang awwam. Tetapi demi keselamatan pemahaman orang awwam, dia tdk merekomendasikan buku2 4 tokoh kesayangan Anda, karena dibutuhkan filter.

    Para sufi faham kenapa syaikh al-Hallaj dan syaikh Sitti Jenar dihukum mati. Itu demi orang awwam. Tetapi lihat yg dilakukan sudin. Dia malah membunuh karakter Admin demi mengukuhkan 4 ulama kesayangannya yg dpt membahayakan orang awwam.

    Sudin belum melangkah ke dalam tashawwuf, tapi merasa sudah menyelaminya.

    1. Avatar mamo cemani gombong

      sepakat mas Masrizal ………..salam kenal

  25. Avatar masrizal
    masrizal

    salam kenal juga mas mamo
    mas mamo paham nih kalo nama saya bkn rizal
    si sudin wawasannya kurang

Tinggalkan Balasan ke heru Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *