Peradaban dan Aurat

Peradaban dunia juga berkaitan dengan cara menutup aurat. Kita melihat bahwa peradaban di bawah peradaban manusia tidak mengenal pakaian dan tak mengenal aurat. Kita juga mengetahui bahwa aurat dalam peradaban pedalaman, kebanyakan hanya sebatas daerah vital saja. Mereka cukup menutupi daerah tersebut untuk dianggap sopan. Namun dalam peradaban yang lebih tinggi, orang tidak cukup menutupi daerah vital untuk dianggap sopan dan beradab. Kebanyakan orang timur menjadikan seluruh tubuhnya kecuali kepala dan lengan sebagai daerah yang perlu ditutupi. Kita dapat melihat bahwa peradaban China atau Tiongkok telah mengenal peradaban tinggi sejak lama. Bahkan Nabi pernah bersabda agar ummatnya menuntut ilmu walau hingga ke negeri China. Banyaklah Muslim yang pergi dan bahkan menetap di China sejak masa Rasulullah SAW. Orang China, baik pria maupun wanita, saat itu telah mengenakan pakaian yang panjang bahkan berlapis jubah. Dan Islam ingin mendidik ummatnya untuk lebih beradab lagi.

Allah dan Rasul-Nya mengajarkan kepada Muslimah agar mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan. Dalam peradaban modern memang dipahami bahwa sinar ultra violet serta beberapa sinar lainnya dari matahari dapat merusak kulit, terutama kulit wanita yang memang berbeda dengan kulit pria. Sinar-sinar tersebut dapat merusak sel-sel kulit wanita, mempercepat penuaan kulit, bahkan menyebabkan kanker kulit. Peradaban modern mengakui bahwa wanita perlu berjemur selama 10 menit di pagi hari, tetapi itu hanya sebatas wajah dan telapak tangan.

Adapun yang dilakukan kebanyakan wanita barat di tepi pantai adalah suatu kekeliruan. Walau mereka menggunakan sun block cream atau krim tabir surya, namun mengenakan jilbab tetap lebih efektif. Dan sebenarnya tidak perlu lama-lama berjemur, cukup 10 menit. Dan tidak perlu seluruh tubuh yang dijemur, tetapi cukup wajah dan telapak tangan.

Cara berpakaian yang diajarkan Islam merupakan salah satu bentuk dari peradaban tinggi yang perlu diajarkan kepada seluruh ummat manusia. Karena di dalamnya terdapat solusi dari banyak permasalahan yang muncul belakangan ini, baik di bidang kesehatan maupun moral kemasyarakatan.

Para pemerhati anak tidak dapat memungkiri bahwa dekadensi akhlaq yang melanda bangsa ini merupakan akibat dari budaya rendah negeri barat yang ditiru oleh remaja kita. Stasiun televisi sebagai jembatan kebudayaan barat ke timur merupakan pihak yang perlu diperbaiki melalui undang-undang penyiaran. Jangan sampai demi kebebasan yang kebablasan kita mendapati putera-puteri bangsa ini sebagai manusia-manusia yang hilang jati dirinya sebagai manusia yang beradab.

Selama ini kita menganggap peradaban barat sebagai peradaban modern yang layak ditiru dan memandang sebelah mata kepada ajaran Islam. Padahal kenyataannya berbeda 180 derajat. Ajaran Islam memang layak ditiru seluruh ummat manusia, sedangkan meniru budaya yang bertentangan dengan Islam hanyalah perbuatan yang menyenangkan Iblis. Sedangkan Iblis merupakan musuh manusia yang menginginkan kebinasaan ummat manusia di dunia juga di akhirat.

Jilbab Gaul

‘Jilbab gaul’ merupakan jilbab yang menutupi kepala hanya hingga ke leher atau lebih sedikit dengan baju yang cenderung ngepres. Alhamdulillah, banyak wanita yang tadinya bertabarruj kini beralih ke jilbab gaul. Namun jangan berhenti sampai di sini. Hendaknya disempurnakan secara bertahap atau pun langsung kepada jilbab yang semestinya. Karena jilbab gaul masih memudahkan pria untuk membayangkan hal yang tidak semestinya dibayangkan.

Aurat dalam Agama Lain

Sungguh disayangkan, ajakan mulya untuk menuju peradaban tinggi ini malah disalah-pahami sebagian pihak. Hal ini dikarenakan ada pihak-pihak sekuler yang hanya mementingkan keuntungan duniawi semata dengan berlindung dibalik adat dan agama di luar Islam mencoba untuk membusukkan ajakan mulya ini. Mereka berkata bahwa ajakan menutup aurat dapat menyinggung penganut agama lain. Padahal yang benar, ajakan menutup aurat dapat mematikan usaha kotor mereka. Agama mana yang tersinggung dengan ajakan menutup aurat? Tidak ada.

Dalam Kristen, masuk ke Gereja tanpa menutup aurat adalah suatu penghinaan terhadap Gereja. Wanita yang ingin melakukan kebaktian di Gereja diajarkan oleh Alkitab agar mengenakan penutup kepala seperti yang dikenakan para biarawati. Jika wanita itu tidak mau, hendaknya ia mencukur rambutnya layaknya Biksuni dalam agama Buddha. Dalam agama Hindu yang juga berasal dari India, para wanita juga seharusnya mengenakan kerudung seperti wanita-wanita India dengan pakaian yang panjang.

Waktu Aurat

Termasuk peradaban tinggi yang ditawarkan Islam adalah ‘waktu aurat’. Ada tiga waktu dimana pria, bahkan dari keluarga, tidak boleh masuk ke kamar saudarinya. Karena di waktu-waktu tersebut mereka perlu melepaskan pakaian mereka untuk berganti pakaian atau sekedar untuk menyeka keringat.

Hal ini mengingatkan saya bahwa kita juga diajarkan agar tidak masuk ke ruang tengah tanpa seizin tuan rumah. Dan tuan rumah juga tidak dibenarkan membiarkan tamu laki-laki masuk ke ruangan yang mungkin saja di ruangan itu ada keluarganya yang wanita yang sedang tidak berjilbab. Mengajak masuk tamu ke ruang tengah dapat mengurangi gerak anggota keluarga yang wanita. Hal itu memaksanya untuk diam di kamarnya saja, kecuali ia berjilbab. Tetapi bagaimana jika tamu masuk ke ruang tengah ketika wanita tersebut sedang di kamarnya dan tidak mengetahui hal itu, lalu wanita itu keluar dan berpapasan dengan tamu pria itu sedang ia tidak berjilbab?

Memasukkan tamu pria ke ruang tengah bukanlah hal yang bijaksana. Sebagai tamu atau pun tuan rumah, hendaknya Anda memahami dan menjaga etika ini. Lindungi istri, puteri dan saudari Anda dengan menjalankan etika Islami yang mulya ini.

Islam sangat memulyakan dan melindungi wanita. Bahkan dalam kondisi dimana pria semakin sedikit dibandingkan wanita, Islam membolehkan pria untuk mengayomi lebih banyak wanita dengan cara berpolygami. Islam membebankan pria untuk melindungi dan memulyakan wanita, bukan sebaliknya mengeksploitasi mereka demi kemewahan duniawi. Sungguh keji para pria yang membiarkan istrinya bertabarruj demi harta dan kemewahan. Sungguh keji para pria yang membiarkan puterinya bertabarruj demi uang. Jika Anda pria sejati, bimbinglah wanita-wanita yang Anda kasihi untuk dapat menjaga diri mereka dari kerusakan akhlaq dan pergaulan. Bimbinglah mereka untuk memahami dan melaksanakan etika mulya yang Islam ajarkan demi kebaikan mereka dan ummat. Jika Anda pria sejati, maka lindungilah wanita, dan jangan eksploitasi tubuh mereka!

(hotarticle.org)

Komentar

One response to “Peradaban dan Aurat”

  1. Avatar ABU ALGHIFARI

    Benar !!! mari kita dukung bersama-sama RUU anti pornografi dan wahai . DPR !!! segera jadikan rancangan UU tersebut menjadi Undang-Undang !!!!
    Untuk apa ditunda-tunda, buat apa diperdebatkan Sedah jelas bahwa Tolok ukur kemajuan suatu bangsa adalah jika wanitaya pandai menjaga aurat dan rasa malunya!!!
    Selamatkan bangsa dan negeri ini dari kehancuran dengan segera membuat perundang-undangan tentang pornografi dan pornoaksi!! lindungi wanita Indonesia !!! lindungi anak-anak Indonesia !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *