Ya Habibi Ya Sayyidi

Ya habibi, ya sayyidi
Wahai kekasihku, wahai tuanku
Nasabmu dibuang oleh Yahudi
Namun engkaulah batu penjuru

Wahai Nabi yang tinggi derajat
Cahayamu berkelana berabad-abad
Dari sulbi suci ke sulbi suci
Dari rahim suci ke rahim suci

Cahayamu menghias wajah Adam yang mulya
Juga pada Abdullah putera Shoyba
Terkandung dalam rahim Hawa
hingga lahir dari rahim Aminah
ketika ada kilauan seperti cahaya
nur dari sisi-Nya

Habibana wa Sayyidina
Dialah penakluk segala bangsa
Padamlah api majusi di hari lahirnya
Tanda runtuhnya Kisra Persia

Awan bergerak menaunginya
Pohon merunduk menghormatinya
Kagumlah Bukhaira pada Ahmada
Nabi yang mulya dari Arabia

Mereka meminta sebuah tanda
maka matahari dan bulan datang kepadanya
Terbelah pula bulan purnama
Bekasnya masih terlihat nyata

Syariatnya berlaku hingga akhir dunia
Mengajak ummat agar bertaqwa
Keselamatan dan kesejahteran dari Tuhannya
tercurah berlimpah bagi Ahmada

Tak malu duduk berama masakin
Dialah kekasihku Muhammadin
Sayyidul Anbiya’i wal Mursalin
Orang terpercaya berjuluk Al-Amin

Adam Ibrahim berkata, “Anakku”
Musa dan Harun berkata, “Saudaraku”
Daud Sulaiman berkata, “Tuanku”
Allah Ar-Rahman berfirman, “Rasul-Ku”

Wajahnya bagai bulan purnama
Bundar bercahaya sungguh mempesona
Giginya putih bagai mutiara
Keringatnya wangi tiada duanya

Putih bersih dan merah cerah kekasihku
menyolok mata di antara selaksa orang

Hitam bagai gagak rambut kekasihku
bagai kawanan domba yang turun bergelombang

Dia berhijrah bersama shahabatnya
Menuju negeri Bani Taima
seorang pangeran Ismail yang perkasa

Penduduk Taima menanti kedatangannya
Kapankah dia tiba?
Mereka menanti dengan setia
Berharap dan mengawasi dengan seksama

Hai penduduk tanah Taima, keluarlah
bawalah air kepada orang yang haus
berikan roti kepada orang pelarian dan sambutlah
Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang yang terhunus

Setelah satu periode masa kerja prajurit upahan
Tuan manusia bersama sepuluh ribu orang kudus
pergi menuju tanah kelahiran
Tunduk kepadanya kaum Quraisy
Tanpa darah, tanpa perlawanan
Tak ada dendam yang ingin ia tebus

Dengarlah hai manusia
Tuanmu telah berbicara
Diwariskannya Al-Qur`an dan Sunnah
Maka bergabunglah engkau bersama jama’ah

Komentar

5 responses to “Ya Habibi Ya Sayyidi”

  1. Avatar kok
    kok

    Ya habibi, ya sayyidi
    Wahai kekasihku, wahai tuanku
    Nasabmu dibuang oleh Yahudi
    Namun engkaulah batu penjuru
    Cahayamu menghias wajah Adam yang mulya
    Dialah kekasihku Muhammadin

    Perhatikanlah dengan cerdas kata2 diatas:

    1.Ya habibi, ya sayyidi
    Wahai kekasihku, wahai tuanku
    Dialah kekasihku Muhammadin

    Kalau mau jadi kekasihnya nabi(dapat syafaatnya nanti,itupun dng izin Allah) bukan dengan cara2 spt itu,sebab nabi sendiri tidak senang disanjung-sanjung,wong masih hidupnya saja beliau melarang para sahabatnya,ketika para sahabat berdiri dari duduk mrk saat Rasulullah datang kpd mrk,lantas nabi berkata:”jangan kalian lakukan kpdku sebagaimana mrk melakukan kepada Isa ibnu Maryam,duduk saja,tidak perlu seperti itu”,jadi hal yng jelas2 nabi tidak suka,kenapa kita semakin hari semakin gila melakukan hal spt itu,kalau dijaman sahabat mungkin bolehlah dibilang masih nyambung,tapi kalau kita sekarang ini,melakukan hal seperti itu,bukannya “jaka sembung bawa golok,enggak nyambung goblok”.
    Kalau kita mengaku mencintai nabi,maka peganglah sunnah2nya dengan teguh,jadi islam itu amatlah sederhana dan mudah,mau dapat syafaat nabi? jadilah pedagang yng jujur dlm timbangan,jadilah pegawai yng jujur,jadilah suami yng adil,jadilah pemimpin yng adil,jadilah…jadilah..spt apa yng nabi contohkan,cukup….seperti itu,emangnya nabi bisa dengar sanjungan kita?,ada keterangannya gak bahwa nabi bisa on-line sama kita sekarang ini,yng on-line terus itu hanya Allah,bukan siapapun,makanya al quran menerangkan,bahwa nanti di akherat meskipun ada orang2 yng bisa memberi syafaat kpd kita,itupun hrs dngn izin Allah dulu…! Nabi tidak punya hak prerogratif pada hari akherat nanti,beliau itu meskipun tahu tentang kita,itu dikarenakan di infokan oleh Allah..!,jadi focus kita harus tetap kepada Allah,bukan kepada Nabi,tugas beliau sudah selesai,14 abad yng lalu,sekarang tinggal keputusan Allah,mau apa tidak Allah memilih kita menjadi yng mndpt petunjuk atau disesatkanNya,bagaimana jika kita sdh dipilih Allah msk kpd gol yng mendapat petunjuk selanjutnya,ya….ikuti apa2 yng dicontohkan Allah pada diri Muhammad tadi..!,Maka jika kita cinta kpd nabi,pegang saja sunnahnya dengan keras dengan gigi2 geraham kamu,jangan dilepas,niscaya engkau akan mendapat syafaatnya atas izin Allah kelak di akherat.

    🙂 Subhanallah…
    Belumkah ustadz antum mengajarkan tentang memuji Rasul?
    Ataukah mereka sengaja menyembunyikan ajaran mulya ini?

    Hassan bin Tsabit ra selalu memuji Rasul saw didalam masjid Nabawiy, maka ketika ia sedang asyik bernasyid (nasyid, syair, qasidah, sama saja dalam bahasa arab yaitu puji-pujian pada Allah dan Rasul saw), ia sedang melantunkan syair puji-pujian pada Rasul saw, tiba-tiba Umar ra mendelikkan matanya kepada Hassan, maka berkatalah Hassan bin tsabit ra : “Aku sudah memuji beliau (saw) ditempat ini (masjid) dan saat itu ada yang lebih mulia dari engkau (Rasul saw melihatnya dan tidak melarang),” lalu berkata pula Hassan kepada Abu hurairah ra yang juga ada bersama mereka : “Demi Allah bukankah Rasul saw telah berdoa untukku : WAHAI ALLAH BANTULAH IA (hassan ketika membaca syair dihadapan Rasul saw) DENGAN JIBRIL?” Maka Abu Hurairah berkata : “Betul,” maka Umar ra pun tak lagi berani mengganggunya. (Shahih Bukhari hadits no.3040). riwayat yang sama pada Shahih Muslim hadits no.2485.

    Maka jelaslah sudah bahwa Rasul saw tidak melarang puji-pujian atas Allah dan Rasul Nya di masjid, bahkan diriwayatkan bahwa Rasul saw menaruh sebuah Mimbar khusus untuk Hassan bin Tsabit ra di Masjid, untuk ia membaca Syair memuji Allah dan Rasul saw (Mustadrak Alaa Shahihain hadits no.6058, 6059), dan ketika ada orang yg tak menyukai Hassan, maka marahlah Ummulmukminin Aisyah ra, seraya berkata : “Jangan kalian menghina Hassan, karena ia selalu memuji Rasulullah saw” (Mustadrak Alaa Shahihain hadits no.6063), berkata Imam Hakim bahwa ucapan ini shahih memenuhi syarat Shahih Bukhari dan Muslim.

    Silahkan baca: Memuji Rasul dan Memulyakan Nabi Muhammad SAAW

    2.Nasabmu dibuang oleh Yahudi
    “Innasyaa niaka huwal abtar”,begitu Allah berfirman di dlm al-kauttsar,memang Nasab nabi terputus,itu sudah menjadi kehendak Allah,lantaran semua anak lelaki beliau wafat semua,jadi bukan karena yahudi nasab beliau terputus,memangnya menurut anda,ada nasab dari mana lagi? wong Allah saja mengatakan jelas2 terputus..!

    Belajarlah lagi yaa akhi…
    Orang Yahudi telah membuang nasab nabi Muhammad dari garis keturunan Nabi Ibrahim. Mereka tidak menganggap bahwa Nabi Muhammad ini keturunan nabi Ibrahim karena nabi Ismail lahir dari Sitti Hajar yg merupakan budak Sitti Sarah.
    Dan orang2 Quraisy berkata, “Muhammad telah abtar”, maka Allah membantah dengan ayat ini, “Sesungguhnya yg membencimu itulah yg abtar”. Jika Anda beranggapan bahwa Nabi itu abtar, maka jelaslah bahwa Anda ini kurang ilmu sehingga mengikuti perkataan kafir Quraisy yg keji.

    3.Cahayamu menghias wajah Adam yang mulya
    Untuk yng ini anda harus buktikan keterangannya,bagaimana logikanya seorang Muhammad yng lahir ribuan tahun kemudian,kok bisa cahayanya menghias wajah Nabi Adam?
    Kalau yng anda maksud cahaya tersebut itu adalah kalimatuttauhid”laailahaillallah”,saya bisa terima,tapi kalau yng anda maksud bukan itu,tolong jelaskan dng rinci apa maksudnya? dalilnya apa?,sebab ini masalah ghaib,hanya Allah dan RasulNya yng sudah diberitahu saja yng mengerti,bagaimana anda bisa tahu?

    🙂 Pelajarilah hadits dan sirah wahai saudaraku….
    Tak pernah ‘kah Anda membaca sirah yg menggambarkan bagaimana seorang wanita mencegat Abdullah bin Shayba ketika beliau akan dibawa ke rumah Sitti Aminah? Wanita itu telah mengetahui bahwa pada wajah Abdullah itu terdapat cahaya yang menunjukkan bahwa dari sulbinya itu akan lahir nabi akhir zaman. Cahaya ini menghilang ketika Abdullah menikah dg Sitti Aminah. Menunjukkan bahwa Rasulullah telah berpindah dari sulbi Abdullah ke rahim Aminah, isterinya. Begitulah perjalanan beliau berabad-abad, dari sulbi Nabi Adam ke rahim Sitti Hawa, lalu ke sulbi-sulbi suci dan rahim2 suci selanjutnya.
    Ustadz2mu yg jahat, ataukah kamu yg kurang belajar dengan benar?

    wassalam

  2. Avatar abihasan
    abihasan

    Allahumma sholli wasallim wabaarik ‘alaihi wa ‘alaa aalih…

  3. Avatar pancay

    tuk…koko belug(tau binatang apa ya itu, tanya org asli bekasi soni,tp yg jelas cocok julukan itu buat loe)

    ente ribet amat orang nyanjung Nabi,giliran ustad loe,loe sanjung setinggi langit ampe ga turun2 tuh ustad lo,klo lo ga mau sholu ala Nabi udah ga usah ribet2 di ini blog,cari aje blog yg dangkal pemahamannya sama ama loe.biar ga nambah2 pemahaman loe.
    org2 macem loe nih bilang…
    kubur Nabi saw lah loe samain ama kuburan nenek moyang lo…jelas beda..
    Doa dpn makam Nabi lo bilang bid’ah giliran ngadep kandang kuda lo pada diem aje…
    Tahlil lah lo bid’ahin klo lo mau tau mati dulu sono,klo ude tau tar balik lagi….
    klo lo mati,sendiri di dlm kubur & rume lo sepi ga ada yg doain baru nyaho lo….
    Nabi saw lah loe bilang nasabnya terputus….loe tuh ama ustad loe yg ga nyambung…
    tar Akhir zaman Imam Mahdi tuh bernama Muhammad bin Abdullah Dzuriyyat Rosul saw nah klo loe bilang nasab Nabi putus OTAK lo taro di mane…??? ..Dengkul.
    Nabi saw:”Aku tidak meminta upah dari kalian tp hormatilah Itrah(keturunan) KU”
    klo gw baca komentar loe ga maju2 cara berfikir loe meski Admin ude jelasin panjang lebar….Dasar dangkal loe.
    Pake bawa2 majelis Rosulallah lah,makanye dateng dulu ke Majelis,,,apa aja yg diajarin di situ,,,,baru komentar,Nah..Majelis lo ngumpet2 kyk rapat sabotase..Dasar otak BEBEL…

  4. Avatar khalid
    khalid

    pada dasarnya Nabi agung Muhammad SAW tidak suka di sanjung atau di puji
    tetapi akhlak kita sebagai umat dimana jika seandainya tidak ada ingatan kita terhadap pribadi ROSULULLAH dan perjalanan RISALAH nya.
    sedangkan ALLAH JALLA JALALUH sendiri dengan segala kebesaranNYA memuji dan menyanjung KEKASIHNYA Muhammad.para sahabat pun selalu memuji Nabi bahkan ada yang menangis disaat memandang wajah Nabi..

  5. Avatar fadil anshari
    fadil anshari

    Rame juga ya ngomentarin shalawat nabi, sudahlah apa manfaatnya sih? yang nggak suka nggak papa tapi jangan emosional berani menyatakan bid’ah dan menularkannya kepada orang lain, simpan saja dalam hati demi ukhuwah. Dan bagi yang senang-seperti saya- janganlah juga menjadi panas kalo belum paham betul hakikat shalawat, lebih baik diam dan belajar. Bagiku Nabi adalah suritauladan dan kiblat dalam berahklaqul karimah. Secara pribadi rasululloh saw tentu tidak suka sanjungan, tidak suka diperlakukan lebih apalagi dikultuskan. Ini tentu saja sangat kita pahami karena rasululloh saw telah sampai pada kepribadian (akhlaq) yang tidak lagi memerlukan itu semua. Sanjungan, penghormatan dan semacamnya baginya tidak akan meninggikan derajat. Sebaliknya hujatan, penghinaan dan sejenisnya, tidak akan merendahkan derajad martabatnya, beliau saw sangat yaqin derajad dan martabat hanya ada disisi-Nya. Betapa rasululloh sangat bersedih, menangis, memohon ampunan di malam sunyi apabila mendapatkan sentilan dari Allah swt, tetapi hujatan, ftnah, cacian keji manusia tidak akan membuatnya menjadi kecil malah menguatkan pribadinya menjadi pribadi agung. Innalloha wamalaikatahu yushalluna alannabi, yaa ayyuhalladzi na’amanu shallu ‘alaihi wasallimu taslima

    alhamdulillah kita tdk pernah menyembah yg selain Allah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa alihi wa sallam memang layak disanjung dan Allah telah menyanjung beliau dg setinggi-tinggi sanjungan. maka tidak mengapa jika kita menyanjung beliau sebagaimana Allah telah menyanjung beliau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *