Ukhuwah Hizbiyah

Saat ini, banyak pelajar dan pemuda yang dididik untuk menjadi eksklusif. Mereka ditarbiyah dalam kelompok-kelompok kecil yang menonjolkan ukhuwah hizbiyah. Mereka sulit berinteraksi dengan orang-orang di luar hizb mereka. Orang-orang di luar hizb mereka pun menjadi malas untuk bergaul dengan mereka yang memang sangat kaku.

Jika menjelang pemilu mereka membuat iklan bahwa mereka adalah partai gaul dan menerima semua golongan, itu hanya trik mereka untuk menutupi kesan eksklusif mereka dan merupakan usaha untuk menghapus catatan mereka
yang kerap membid’ahkan kelompok lain dan mengusir pengajian kelompok lain dari Masjid-Masjid yang mereka kelola. Tujuannya untuk mencari simpati dan suara dari orang-orang yang pernah mereka sakiti.

Guru kami pernah diusir ketika hendak mengadakan acara tabligh di Masjid yang mereka kelola. Namun ketika pimpinan mereka datang ke Masjid dan acara kami, Guru kami tak pernah mengusir mereka. Begitulah akhlaq Guru kami, bahkan terhadap kaum yang telah mengusirnya tanpa akhlaq.

Pernah diantara mereka memilah-milah orang dengan berkata, “Fulan itu ikhwah juga. Tetapi kalau si anu itu bukan ikhwah. Kalau fulanah, dia itu akhwat. Tetapi kalau si ani, dia bukan akhwat.” Bagi mereka, orang di luar hizb mereka bukanlah saudara mereka.

Pernah seorang dari mereka menjenguk anggota keluarganya yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Sesampainya di sana, ia menemukan bahwa pasien di sebelah keluarganya itu merupakan anggota hizb yang sama dengannya. Ketika dia sampai di rumah, dia pun mengajak ibunya agar besok juga menengok pasien di sebelah anggota keluarga tersebut dengan berkata, “Ummi, ternyata pasien yang di sebelah A itu juga saudara kita. Besok kita jenguk dia juga ya?”

Mengapa dia berkata seperti itu? Apakah karena pasien di sebelah A itu seorang Muslim? Tidak. Menjadi seorang Muslim itu belum cukup untuk dianggap sebagai saudara mereka. Tetapi jika Anda satu hizb dengan mereka, maka sebutan “ikhwah” baru pantas Anda dapatkan.

Komentar

One response to “Ukhuwah Hizbiyah”

  1. Avatar artikelmr

    Hizbul ‘Adalah ya…?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *