Agen Barat dan Kaum Penyempal

Bayangkan bahwa Anda adalah agen CIA bernama Michael yang ditugaskan untuk menyusup ke KGB. Namun Anda tidak ditugaskan untuk menyusup langsung, melainkan Anda ditugaskan merekerut seorang agen KGB yang bisa disetir demi kepentingan CIA dan Amerika.

Michael berhasil merekerut Abramovic, seorang agen KGB. Tugas Abramovic adalah membentuk kelompok di dalam KGB yang bekerja mengkritik prosedur-prosedur KGB yang telah baku agar diubah sesuai keinginan CIA.

Abramovic berhasil mendapatkan pengikut yang mendukung pemikirannya. Mengenai kevokalannya dalam menghina Amerika, jangan ditanya. Itu bagian dari instruksi yang diberikan Michael. Sebagai kaki-tangan CIA di KGB, adalah bodoh jika Abramovic membela Amerika. Jika demikian, mudahlah kedok Abramovic terbongkar. Menghina Amerika tak selalu menunjukkan bahwa seseorang itu adalah musuh Amerika.

Michael juga merekerut agen KGB lainnya untuk menguatkan kedudukan Abramovic. Agen tersebut direkerut untuk dijadikan tumbal. Agen yang bodoh. Dia mati demi uang.

Sergei, direkerut untuk mengajarkan hal yang lebih liberal dalam tubuh KGB. Sasaran empuk bagi kelompok Abramovic untuk dieliminasi. Setelah mengeliminasi kelompok Sergei, kelompok Abramovic semakin dikenal sebagai pembenci Amerika sejati. Padahal yang dibunuhnya adalah orang-orang KGB juga. Tidak ada kerugian yang ditanggung Amerika atau pun CIA.

Sukses membuat kelompok Abramovic di KGB, Michael ditugaskan merekerut agen di Timur Tengah. Direkerutlah pemuda bernama Ibnu Kirdun. Tugasnya mengubah tatanan syari’at Islam yang telah mapan.

Mulailah Ibnu Kirdun membuat kelompok gerakan yang mengkafirkan dan memvonis musyrik kepada mereka yang berziaroh ke makam Rasul SAW dan bertawassul di sana. Mulailah kelompok yang disebut Kirduniyah ini menjauhkan ummat Islam dari mencintai Rasul. Mencintai Rasul menjadi sekedar hiasan bibir semata tanpa boleh memuji Rasul. Memuji Rasul dianggapnya syirik. Bahkan kelompok ini telah menumpahkan banyak darah dari kaum Muslimin.

Disaat kedok Kirduniyah ini hampir terkuak, mulailah mereka memperlihatkan kebencian mereka kepada Amerika. Tetapi tak pernah mereka digerakkan untuk menumpahkan darah tentara Amerika.

Kelompok seperti Kirduniyah ini, memang ada pada kehidupan nyata. Kita tahu bahwa Ahmedi Nejad terlihat begitu vokal terhadap zionisme. Namun sejarah membuktikan bahwa Syi’ah itu hasil kerja agen zionis kuno, Abdullah bin Saba’.

Adapun kelompok-kelompok lain juga telah terkuak kedok mereka. Bukan hanya dari sejarah, tetapi juga dari agenda-agenda mereka yang terus merongrong kemapanan syari’at Islam yang telah berlaku sejak masa salafush shalih. Namun para agen ini menggunakan istilah salafush shalih untuk agenda-agenda licik mereka. Mereka menghapus sistem bermadzhab yang benar. Ketika surat-surat yang menunjukkan persekongkolan antara pemimpin mereka dengan para agen Eropa terkuak, para pakar barat pun berusaha keras untuk menutup-nutupi dengan mengatakan bahwa surat-surat itu palsu.

Di antara kelompok-kelompok itu ada yang sangat kelihatan wajah aslinya, ada pula yang tersamar dengan baik oleh kedok yang terlihat indah. Maka hindarilah mereka yang telah jelas wajah aslinya. Dan waspadalah terhadap mereka yang tersamar. Adapun mereka yang jelas wajah aslinya, sangat mudah bagi kita untuk memperingatkan masyarakat dari kelompok tersebut. Tidak sesulit memperingatkan masyarakat dari kelompok yang pandai menyamarkan diri. Mengaku ahlus sunnah, padahal mu’tazilah, khawarij, wahhabiyah. Maka dalam hal yang terakhir inilah kerja keras kami lebih ditujukan. Menguak kedok mereka hingga ke akar-akarnya itu penting, di samping menguak kekeliruan mereka dalam aqidah dan syari’ah. Namun ingat, mereka hanyalah boneka. Dalang sesungguhnya adalah Yahudi dan Nashoro. Maka penting pula menanggapi dan membuka kedok dan kekeliruan zionis dan missionaris.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *