Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. [QS. Al-Baqoroh: 255]
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. [QS. Al-Ikhlash]
Di dalam Islam, Tuhan itu Mahahidup dan tak pernah mati. Hidup Tuhan bukanlah pemberian dari yang lainnya dan tidak diciptakan oleh yang selain Dia. Dia tidak pernah mengalami kematian. Karena Tuhan itu Satu dan Tunggal. Kematian memerlukan dua hal untuk dipisahkan, jiwa dan raga. Tuhan tak dapat dipisah-pisah seperti itu oleh apa pun tidak pula oleh siapa pun.
Lukas 23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawaku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawanya.
1Yohanes 3:16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa ia telah menyerahkan nyawanya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
Di dalam Islam, Tuhan itu Tunggal dan bukan Tritunggal. Berbeda dengan kepercayaan Kristen dan Hindu. Tetapi konsepnya mirip dengan Kristen Unitarian. Islam mengakui Nabi Isa as sebagai seorang Rasul Allah. Beliau bukanlah tuhan di dalam Islam. Kristen Unitarian dapat menerima hal ini. Mereka juga menganggap bahwa Yesus adalah manusia, beliau bukan tuhan.
Apa yang kami katakan di sini bukanlah untuk menyerang iman Kristen. Tetapi kami ingin memperkenalkan apa yang Al-Qur`an katakan tentang Nabi Isa. Kami harap Anda semua paham.
Kemudian, di dalam Islam, Tuhan adalah awal dari segala sesuatu. Dia tidak dilahirkan dan tidak pula diciptakan. Dia tidak mati dan tidak mengalami kematian, itulah sebabnya Dia tidak membutuhkan untuk melahirkan seseorang. Tanpa melahirkan seseorang, Dia tetap dapat Ada untuk mengurus alam semesta. Dia berbeda dengan Nabi Adam yang perlu melahirkan seseorang untuk dapat tetap ‘ada’ dan melakukan tugasnya, mengurus bumi.
Tuhan itu Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Jika Anda melakukan dosa, Anda hanya perlu beristighfar (memohon kasih-sayang dan ampunan Allah). Ummat Islam tidak perlu mengorbankan sesuatu atau seseorang. Muslim mengorbankan hewan ternak seperti domba bukan disebabkan mereka telah melakukan dosa, mereka berkorban bukan untuk menebus dosa, bukan pula untuk menebus dosa asal. Tidak ada dosa asal dalam Islam. Semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Mereka melakukan qurban untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Tuhan itu Mahamandiri sementara yang selain-Nya bergantung kepada-Nya. Tuhan tidak memerlukan makhluq-Nya. Dia tidak memerlukan makanan, karena Tuhan adalah sumber kekuatan dan kehidupan. Dia tidak pernah tidur, tidak pula Dia mengantuk. Dia tidak pernah beristirahat. Dia selalu sibuk mengurus makhluq-Nya. Dia selalu mendengarkan keluhan dan permohonan makhluq-Nya.
Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, katanya: “Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
Tuhan tidak mempunyai tuhan lain untuk disembah dan dimintai tolong. Tuhan itu Mahakuasa. Wajah adalah simbol kehormatan. Tetapi di hadapan Tuhan, kita meletakkan wajah kita ke tanah. Ini merupakan simbol kerendahan dan kelemahan kita di hadapan Tuhan. Itulah sebabnya Nabi Isa bersujud.
Yohanes 14:28 Aku telah berkata kepadamu: “…sebab Bapa lebih besar dari pada aku.”
Tinggalkan Balasan