Tawassul itu Syirik

Berikut adalah kutipan dari komentar dari ihsan:

assalamu’alaikum
samakah org2 yang memnta & memohon kepada Allah dengan kesungguhan agar diangkat kesulitan darinya, dengan orang yang bertawasul di kuburan para wali dan meminta kepada mereka…
perhatikanlah hal ini, kalau ini bukan syirik maka apa lagi akh???
apakah bukan termasuk kesyirikan orang yang mendatangi kuburan wali dan meminta kepada para wali….?
inilah inti dakwah dari syaikh ibnu abdilWahab, dia memerangi hal ini, “wamakaru makran kubbara,waqaalu laa tadzarunna alihatakum, wa latadzarunna wadda wala suwa’a wala yaghutsa wa nasra”(surahNuh)
tahukah anada apa itu makna ilah..?
tahukah anda apa itu latta, ‘uzza dan mannat yang disembah kafir quraisy dahulu…?
latta: kuburan seorang sholeh
‘uzza:pohon yang dikeramatkan
manat:berhala berupa patung yang besar
lantas ana tanyakan akh…? berapa banyak kuburan orang sholih yang dimintai syafaatnya sekarang
berapa banyak pohon2 yang dikeramatkan saat ini…?
pantaskah dikatakan syaikh sebagai takfiri (tukang mengkafirkan), padahal inilah dakwah yang dimana nabi nuh diutus di atasnya. perhatikanlah isis dari surat nuh
dan perhatikanlah perkataan orang musyrik ketika menyembah berhala2 mereka
“ma na’buduhum illa linuqarribunallaha zulfa” (tidak kami menyembah mereka kecuali untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya dengan Allah sedekat-dekatnya)
perhatikan dalil alquran ini..! mereka tidak meminta kepada berhala mereka, tapi meminta kepada Allah dengan perantara berhala mereka
sesungguhnya ana, selama mempelajari hadits2 yang berkenaan dengan kekafiran bukan untuk mengkafirkan seseorang, dan inilah yang kami yaqini, perlu pembahasan khusus untuk menunjuk hidung orang kalau dia itu musyrik
allahua’lam

‘Alaykum salam wr. wb.

Inilah akibat dari membaca Kitabut Tauhid li Muhammad bin Abdul Wahhab. Maka aku peringatkan kepada kalian agar kalian bertaubat dan tidak lagi membaca kitab yang didalamnya telah bercampur antara al-haq dengan al-bathil. Kalian tidak akan sanggup membedakan antara al-haq dan al-bathil yang terdapat dalam kitab tersebut sehingga kalian terperosok dalam al-bathil tanpa kalian sadari.

Tawassul dengan Nabi atau para wali itu meminta kepada Allah dengan wasilah, bukan meminta kepada Nabi atau para wali. Maka adalah fitnah jika Anda katakan bahwa kami ini meminta kepada mereka. Ingat, segala perkataan Anda akan dihisap… eh, maksudnya… dihisab :mrgreen: (bukankah kalian sering berkata seperti itu…?).

Bahwasanya Nabi SAAW pernah berdo’a dengan mengatakan, “Dengan haq Nabi-Mu dan Nabi-Nabi sebelum aku.” [HR. Imam Thabrani]

Lihatlah, Nabi Muhammad telah bertawassul dengan para nabi sebelum beliau yang jelas-jelas kebanyakan mereka telah wafat. Apakah Anda mau katakan bahwa nabi telah melakukan syirik? Saya tidak heran. Bahkan para pendahulu Anda (Salafuk) telah ada yang berani berkata kepada Nabi: “Wahai Muhammad, berbuatlah adil!”

Anda menghukumi tawassul dengan para wali itu sebagai syirik. Bukankah itu berarti Anda menghukumi pelakunya sebagai musyrik? Inilah ajaran takfir kalian.

Kemudian, manfaat itu datangnya dari Allah, bukan dari nabi. Jadi tak ada beda apakah Nabi itu masih hidup atau sudah wafat, kita tetap boleh bertawassul dengan Nabi, karena Nabi sendiri telah bertawassul dengan para Nabi yang telah wafat. Justeru jika ada yang beranggapan bahwa manfaat itu ada hanya ketika Nabi hidup dan hilanglah manfaatnya ketika beliau wafat, maka aqidahnya telah rusak karena beri’tiqad bahwa manfaat itu dari Rasul dan bukan dari Allah. Maka dari itu, perbaikilah aqidah kalian. Bertaubatlah dari kekeliruan kalian selagi masih ada waktu, selagi hayat masih dikandung badan, selagi matahari masih terbit dari timur.

Mengenai tawassul, sebaiknya Anda membaca artikel kami yang ini.

Komentar

8 tanggapan untuk “Tawassul itu Syirik”

  1. Avatar sam_tabla
    sam_tabla

    Begitulah Kaum Wahabi yg gemar menyalahkan pendpat orang2 terdahulu. No Wahabi.

  2. Avatar zaki
    zaki

    Dulu saya sekolah di sekolah Islam (SMU Al Irsyad Al Islamiyyah) dan guru saya mengatakan bahwa bertawasul itu boleh dg 3 syarat yaitu:

    1. Bertawasul dg asmaul husna
    2. Bertawasul dg amal sholeh
    3. Bertawasul dg orang sholeh yg masih hidup

    Saya yakin dg perkataan beliau (guru saya) memiliki dasar hukum yang kuat, karena saya tahu kapasitas beliau. Saya hanya lupa sumber yang digunakan.

    apakah kapasitas beliau melebihi para imam yg sanadnya bersambung hingga ke rasul? apakah kapasitasnya melebihi para imam yg hafal ratusan ribu hadits? apakah kapasitasnya melebihi nabi? bahkan nabi bertawassul dg nabi2 sebelum beliau. Mau kau katakan syirik perbuatan nabimu itu? jika nabi tlh melakukan syirik, lalu siapa yg tauhidnya bnr? muhammad b abd wahhab?

  3. Avatar Razifuddin
    Razifuddin

    kalau pake nalar’e kaum wahabi bertawasul itu syirik dan hanya bertawasul kepada orang sholeh yang masih hidup, terus apa gunanya ente-ente yang wahabi sholat jengkang-jengking tiap hari membaca shalawat yang merupakan tawassul kepada Kanjeng Nabi saw.

    Rasulillah saw. adalah se sholeh-sholehnya manusia
    dan sudah wafat 1400thn yll

    wabil khusus wahabiyyin apa itu musyrik…..?!?!

  4. Avatar sholikin
    sholikin

    eh….jangan asal ngomong kalau bertawassul itu syirik,emang kamu ambil referensi dari mana?tolong kamu ngaji dulu yang benar sering2lah membaca kitab kuning,hadist,alquran.

  5. Avatar bambangsmart

    Aduh..aduh..kang antum ini boleh berhujjah tp kepala tetap dingin ya sayang…okey skrng ana jg mau kasih pendapat ya. di dlm ajaran Syariat Islam bertawasul hanya boleh kepada 3 point saja yaitu :
    1. Bertawasul dg asmaul husna
    2. Bertawasul dg amal sholeh
    3. Bertawasul dg orang sholeh yg masih hidup
    ini sudah jelas bahwa kita di larang bertawasul kepada orang yg sdh meninggal dunia. ttg Bahwasanya Nabi SAAW pernah berdo’a dengan mengatakan, “Dengan haq Nabi-Mu dan Nabi-Nabi sebelum aku.” [HR. Imam Thabrani]. kalimat Nabi Muhammad ini maknanya bukan Tawasul tapi beliau menerangkan bahwa kita harus berbuat yg Haq seperti nabi2 sebelum nabi Muhammad, jadi intinya kita diperintah untuk meniru perbuatan nabi2 yg haq/dijamin kebenarannya.
    dan buat mas Razifudin antum jgn kliru memahami apa arti Tawasul dan apa arti bershalawat…..karena Shalawat itu artinya bukan Tawasul ya sayang…. tapi hanya ucapan salam kepada nabi Muhammad yg dilewatkan kepada Allah agar disampaikan kepada Nabi Muhammad, dan ini adalah konsep Allah yg diterangkan di dlm Al-Qur’an Surat Al Ahzab ayat 56. tolong di pahami ya karena kita adalah orang Islam yg cerdas dan jgn sekali-kali kita punya pendapat atau prinsip bahwa Shalawat itu berarti Bertawasul kepada Nabi Muhammad, ini yg bisa menyesatkan umat ya sayang……….

    Aduh….
    Gini ya sayang, tawassul dg Nabi itu boleh. Imam Ahmad, Syaikh ibnu Taymiyyah, Imam ibnu Katsir, mereka semua membolehkan tawassul dg Nabi. Mengatakan bahwa tawassul dg Nabi itu bid’ah dholalah, syirik dsb, sungguh hal itu bisa menyesatkan ummat ya sayang…
    be smart ya sayang…. :mrgreen:

  6. Avatar dianth

    Ingat peristiwa isra mi’raj, jadi ingat kisah nabi yang meminta tolong kepada nabi Musa tentang masalah rakaat sholat. Ternyata orang yang telah wafat mampu memberikan pertolongan dan manfaat buat orang yang masih hidup.

    Salam

  7. Avatar ahmada yazid hasouna a.k.a shofwan
    ahmada yazid hasouna a.k.a shofwan

    wkkk.
    sayang…sayangan…

    @bambangsmart
    maho detected.

    :mrgreen:

  8. Avatar krongthip Mahalakorn
    krongthip Mahalakorn

    Assalamualaikom,
    Aduh! Mengapa jumud sekali fikiran ikhwan Wahabbi. Tawassul ini hanyalah mengambil barokah dari orang2 yang pasti Allah kasih seperti para Rasul/ Nabi atau para wali. Samada orang itu mati/hidup status tawassulnya sama sahaja.Bermohon atau istighathah tetap pada Allah. Allah kan sudah berfirman ,” ALLAHUS SHOMAD ”
    Andai anda beriktiqad selain Allah boleh menbantu anda maka hukumnya ,syirik.

    Bagi pihak kita yang dipanggil makhluk ini tugasan kita ialah” berusaha dan berikhtiar” kemudian berserah dengan bersangka baik terhadap Allah.

    Tawassul juga suatu usaha dan ikhtiar supaya permohonan kita dimakbulkan Allah. Allah tidak pernah berkehendak kepada sesuatu @ makhluk sebaliknya kita makhluklah yang berkehendak kepada Allah.
    Kita bertawassul dengan nama Asma ul husna kerana ianya juga nama2 Allah yang Allah suka. Begitu juga dengan amal sholeh yang kita lakukan , Allah suka kerana Allah mahu kita beramal sholeh..

    Yang ditegah ialah memohon secara terus kepada simati seperti gini:-

    ” wahai ……………….kaulah saja yang dapat membantu ku, berikan aku kesaktian supaya aku bisa menakluk hati2 golongan ASWAJA supaya menjadi pengikutku” selepas itu diasapi dengan gaharu dan diadakan persembahan.- (telur ka atau pulut kuning ka, ayam ka) he.. he… he

    Juga tidak boleh kita berittiqad ubat dapat menyembuhkan kita, nasi mengenyangkan kita atau seumpamanya tanpa bersandarkan kepada
    Qudrat dan Iradat Allah.

    Maafin kerana uraianya seolah menurunkan martabat pemikiran antum ikhwan wahhabi, maksud tidak begitu hanya mahu dipermudah.

    Polemik sebegini sengaja ditimbulkan oleh Muhammad Abdul Wahab semata-mata untuk menunjukkan betapa luhurnya dia menentang kesesatan sedang dia tidak sedar bahawa dia menyesatkan.
    Akibatnya tinggalan sejarah banyak dimusnahkan. Rumah Nabi s.a.w.
    tidak diurus selayaknya kerana virus kebodohan/kesesatan menebal
    Harus juga di ingat bahawa Syaithan2 mempunyai tingkatan kapasiti yang berbeda. Assigmen juga berbeda ianya bergantung kepada
    subjek yang ia targeti. Kalau subjek itu tinggi amalannya maka Azazel
    akan mengutuskan kumpulan Syaithan2 yang juga tinggi kapasitinya.
    Sama2lah kita berwaspada sambil memohon rahmat Allah.

    Harap maaf andai komeentarku menimbulkan irritasi

    Waallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *