Anak Allah

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:3-4)

Jika kita membuka kamus Alkitab dan mencari kata ‘Anak Allah’, akan kita dapati penjelasan: “Israel disebut anak Allah atau anak sulung Allah (Kej. 4:22-23; Hos. 11: 1). Demikian juga raja Israel, keturunan Daud (2Sam. 7:14; Mzm. 2:7). Tetapi kemudian terutama gelar untuk Yesus Kristus yang menyatakan bahwa Ia berasal dari Allah dan melakukan kehendak Bapa-Nya, sehingga Ia adalah orang kesayangan Allah.”

Maka jelaslah bahwa Anak Allah adalah istilah yang berarti ‘orang kesayangan Allah’. Maka Yesus tidak bisa disebut sebagai Tuhan hanya karena dia digelari Anak Allah. Allah tidak beristeri, tidak berputera, dan tidak pula diperanakkan. Karena Yesus diperanakkan, maka jelaslah bahwa Yesus bukanlah Allah.

Dalam Matius 4:3-4 juga dijelaskan bahwa Yesus hanyalah manusia biasa yang hidup dengan bergantung pada firman Allah, yaitu firman yang berbunyi: “Jadilah!”. Hal ini menjelaskan juga istilah dari gelar Yesus sebagai ‘Firman Tuhan’ atau ‘Kalimatullah’, yaitu bahwa Yesus diciptakan oleh Allah dengan firman-Nya: “Jadilah!” maka jadilah Yesus lahir tanpa ayah. Dan Allah bukanlah ayah Yesus. Dengan menyebut Allah sebagai ayah dari Yesus, itu sama saja dengan mengatakan bahwa Allah itulah yang telah menyetubuhi Maria hingga hamil. Ini adalah tuduhan yang sangat keji.