Diantara manusia yang baik hati, mungkin para penggosip adalah salah satunya. Bagaimana tidak? Setiap hari mereka menanggung dosa-dosa dari orang-orang disekitar mereka. Mereka melakukan hal itu dengan senang hati. Sehari saja mereka tidak melakukannya, akan terasa ada yang kurang dalam hidup mereka pada hari itu.
Mereka menanggung dosa-dosa orang lain tanpa meminta upah dari orang-orang yang mereka tolong. Betapa tulus mereka itu. Namun diantara ulama, ada juga yang kemudian memberi hadiah kepada mereka atas kebaikan mereka yang telah bersedia memikul dosa-dosa ulama tersebut.
Hmm… apa sebenarnya yang mereka cari dari pekerjaan berat ini? Memang mulya pekerjaan mereka. Tetapi sangat jarang manusia yang memuji pekerjaan mereka. Atau mungkin… di situlah letak kemulyaan mereka. Menolong orang lain dengan mengorbankan diri sendiri tanpa meminta upah dan tanpa mencari pujian. Sungguh pengorbanan yang tulus.
Mereka siap menggantikan Anda untuk memikul dosa-dosa Anda di hadapan Allah. Dan Anda tidak harus membalas kebaikan mereka. Karena mereka melakukan itu semua bukan untuk meminta balasan dari Anda. Adakah manusia yang setara kemulyaannya dengan mereka ini? Saya kira… tidak ada. Wallahu a’lam.
Tinggalkan Balasan