Penulis: adminSN

  • Hadits Taqdir

    Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra katanya: Rasulullah saw, seorang yang benar serta dipercayai bersabda: “Kejadian seseorang itu dikumpulkan di dalam perut ibunya selama empat puluh hari. Ketika genap empat puluh hari kedua terbentuklah segumpal darah beku. Ketika genap empat puluh hari kali ketiga bertukar pula menjadi segumpal daging. Kemudian Allah SWT mengutuskan malaikat untuk meniupkan roh serta memerintahkan supaya menulis empat perkara yaitu ditentukan rezeki, tempo kematian, amalan serta nasibnya apakah mendapat kecelakaan atau kebahagiaan. Maha suci Allah SWT di mana tiada tuhan selainNya. Seandainya seseorang itu melakukan amalan sebagaimana yang dilakukan oleh penghuni Syurga sehinggalah kehidupannya hanya tinggal sehasta dari tempo kematiannya, tetapi disebabkan ketentuan taqdir niscaya dia akan bertukar dengan melakukan amalan sebagaimana yang dilakukan oleh penghuni Neraka sehinggalah dia memasukinya. Begitu juga dengan mereka yang melakukan amalan ahli Neraka, tetapi disebabkan oleh ketentuan taqdir niscaya dia akan bertukar dengan melakukan amalan sebagaimana yang dilakukan oleh penghuni Syurga sehinggalah dia memasukinya. [HR. Bukhori dan Muslim]

    Timbullah pertanyaan di benak kita: “Bukankah dalam Al-Qur’an semua perbuatan baik dan buruk dicatat walau perbuatan sebesar biji zarah, dan perbuatan tersebut akan tetap dapat balasan dari ALLAH SWT?”

    Saudara-saudariku yang kumuliakan, hadits tersebut sebenarnya menjelaskan besarnya kekuatan hati. Banyak orang yang beramal baik tetapi hatinya jahat, mengkufurkan orang Islam, mencaci para wali Allah, mencaci para shalihin, melarang orang bertabarruk atau bertawassul pada nabi dan shalihin, atau mencaci sahabat Nabi saw. Kelihatannya amal mereka baik, banyak qiyamullail, banyak puasa, banyak menghafal Alqur`an, banyak berinfak sedekah, membangun Masjid, dsb. Bahkan caci maki merekapun dianggap orang awam adalah kebenaran, karena mereka berkedok membasmi kebathilan, yaitu dengan memusyrikkan orang ziarah dsb.

    Mereka yang seperti itulah yang akan Allah balikkan hatinya di saat hampir wafat hingga mati dalam su`ul khatimah. Allah SWT telah berfirman dalam hadits Qudsiy riwayat Shahih Bukhari : “Barangsiapa memusuhi wali-waliKu maka kuumumkan perang padanya”.

    Jika Allah sudah mengumumkan perang padanya, sudah bisa dipastikan ia akan mati dalam kekufuran dan su’ul khatimah. Sebaliknya ada orang yang banyak bermaksiat misalnya, namun ia sangat cinta pada shalihin, cinta pada Allah, cinta pada Rasul, namun ia masih terus terjebak dosa-dosa, maka Allah SWT akan balikkan keadaannya di wafatnya dalam keadaan husnul khatimah. Allah berikan padanya hidayah dan keinginan bertobat. Allah SWT berikan dan penuhi hatinya dengan penyesalan atas semua dosa, lalu ia menangis, bersujud, merintih pada Allah, dan wafat dalam keadaan itu.

    Sebagaimana hadits Nabi SAW riwayat shahih Bukhari: ketika Abu Dzar ra bertanya pada Rasul saw : “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan suatu kaum yang mencintai kaum lainnya tetapi ia tak mampu menyusul seperti amal shalih mereka?” Rasul saw menjawab : “Engkau akan bersama orang yang engkau cintai wahai Abu Dzar!” Anas bin malik ra berkata ketika mendegar hadits ini, “Sungguh aku sangat gembira, karena aku bisa bersama Rasul SAW, aku mencintai Rasul SAW, Abubakar dan Umar, walau aku tak mampu menyusul dengan amal mereka” (Shahih Bukhari)

    Wallahu a’lam
    (majelisrasulullah.org)

  • Dinding Pembatas Antara Dua Laut

    “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

    Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia. (lebih…)

  • Dinding Pembatas Antara Dua Laut

    “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

    Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia.

    Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

    Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

    Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laayabghiyaan…” Artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

    Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” Artinya “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

    Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.

    Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

    Subhanallah… Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda:

    “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”

    Wallahu a’lam.

  • KPI: 10 Tayangan Bermasalah

    Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menetapkan sepuluh tayangan siaran TV bermasalah dan meminta publik untuk mewaspadainya. Tayangan-tayangan tersebut mencakup sinetron serial, variety show, dan tayangan anak.

    (lebih…)

  • KPI: 10 Tayangan Bermasalah

    Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menetapkan sepuluh tayangan siaran TV bermasalah dan meminta publik untuk mewaspadainya. Tayangan-tayangan tersebut mencakup sinetron serial, variety show, dan tayangan anak.

    Adapun tayangan-tayangan yang bermasalah tersebut adalah, Cinta Bunga (SCTV), Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI), Extravaganza (Trans TV), Jelita (RCTI), Mask Rider Blade (ANTV), Mister Bego (ANTV), Namaku Mentari (RCTI), Rubiah (TPI), Si Entong (TPI), dan Super Seleb Show (Indosiar).

    Penetapan ini didasarkan atas hasil evaluasi tim panelis yang diketuai oleh Prof. Dr. Arief Rahman, wakil ketua Dedy Nur Hidayat Ph.D, dan anggota Dr. Seto Mulyadi, Dra. Nina Armando MSi, Bobby Guntarto, MA, dan Ir. Razaini Taher serta dibantu oleh 11 orang analis.

    Menurut anggota KPI Pusat bidang isi siaran, Yazirwan Uyun, dasar pertimbangan dianalisanya tiga jenis acara tersebut adalah laporan pengaduan tayangan bermasalah yang paling banyak menurut masyarakat ke KPI. Dan, tayangan-tayangan yang dianalisa oleh KPI yakni periode antara tanggal 1 sampai tanggal 13 April 2008.

    “Jumlah tayangan yang ada pada periode tersebut ada 198 tayangan atau episode dari 75 judul dan ditayangkan oleh 9 stasiun TV yaitu Indosiar, SCTV, TPI, RCTI, Global TV, ANTV, TVRI, Trans TV dan Trans 7,” ujar Uyun ketika mengumumkan tayangan-tayangan bermasalah tersebut di hadapan para wartawan dan undangan di kantor KPI Pusat, Jumat (9/5).

    Dalam kesempatan itu, Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja menerangkan, suatu tayangan dinilai bermasalah apabila mengandung unsur kekerasan (fisik, sosial, dan psikologis) baik dalam bentuk tindakan verbal maupun non verbal, pelecehan terhadap kelompok masyarakat maupun individual, penganiayaan terhadap anak serta tidak sesuai dengan norma-norma kesopanan dan kesusilaan.

    Sementara itu, mewakili tim panelis, Nina Armando menjelaskan, hasil dari evaluasi secara umum tim panelis menyimpulkan bahwa banyak acara yang tidak mencantumkan klasifikasi acara sesuai usia khalayak. Kemudian, banyak acara non-anak ditayangkan pada jam anak-anak biasa menonton. “Banyak juga acara yang tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan,” ungkapnya.

    Selain itu, kata Nina Armando, dari hasil eveluasi terdapat banyak tayangan menampilkan aksi kekerasan. Aksi kekerasan tersebut ditampilkan sebagai komedi dan juga terdapat penampilan kekerasan terhadap anak. Adapun yang terakhir, kata Nina, banyak tayangan menampilkan kata-kata kasar, merendahkan, melecehkan orang lain dan sebagian besar aksi tersebut ditampilkan sebagai komedi.

    Dalam kesempatan itu, Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja juga menyatakan, akan terus memantau secara periodik tayangan-tayangan TV bermasalah tersebut dan berjanji akan memberikan sanksi, apabila stasiun TV tidak melakukan perbaikan terhadap acara tersebut. (kpi.go.id)

  • Ayat-Ayat Fitna Quraish Shihab

    Jakarta – Masih ingat film Fitna yang menggegerkan itu? Minggu ( 4/5/2008 ) ini, ada sebuah buku berjudul “Ayat-Ayat Fitna, Sekelumit Keadaban Islam di Tengah Purbasangka” diluncurkan. Buku itu karya Quraish Shihab dan tentu saja isinya tidak mendeskreditkan Islam. Sebanyak 40 ribu buku tersebut dibagikan secara gratis.

    (lebih…)

  • Ayat Ayat Fitna Quraish Shihab

    Jakarta – Masih ingat film Fitna yang menggegerkan itu? Minggu ( 4/5/2008 ) ini, ada sebuah buku berjudul “Ayat-Ayat Fitna, Sekelumit Keadaban Islam di Tengah Purbasangka” diluncurkan. Buku itu karya Quraish Shihab dan tentu saja isinya tidak mendeskreditkan Islam. Sebanyak 40 ribu buku tersebut dibagikan secara gratis.

    Quraish Shihab menjelaskan, Ayat Ayat Fitna berusaha meluruskan kesalahpahaman dari ayat-ayat yang dipakai dalil untuk teror yang menggambarkan umat islam itu kejam seperti yang dipakai oleh film Fitna.

    “Jadi ada lima ayat Alquran yang digunakan untuk mendeskreditkan Islam. Padahal isinya sangat bertolak belakang. Justru ajaran Islam ini sangat-sangat damai dan mengajak umatnya untuk memiliki hubungan harmonis dengan pemeluk agama apapun,” kata Direktur Pusat Studi Al Quran itu.

    Kenapa judulnya kok ayat-ayat fitna? “Ya karena ini berbicara tentang ayat-ayat Alquran yang dijadikan bahan fitnah,” jelas Quraish saat jumpa pers di masjid Sunda Kelapa, Jakarta .

    Buku setebal 98 halaman tersebut disebarkan serempak di enam lokasi di Jakarta . Jika anda ingin mendapatkannya, datang saja ke Masjid Agung Sunda Kelapa, Masjid Agung Al Azhar, Masjid Raya Pondok Indah, Masjid At Tin, Masjid dan Pesantren At Taqwa, Masjid Imam Bonjol, Dewwan Dakwah Indonesia dan Jakarta Islamic Center. Buku ini juga bisa didapatkan dalam versi e-book
    dengan diunduh dari www.lenterahati. com. Anda juga bisa mengunduhnya langsung di sini.

    Quraish Shihab mempersilakan pihak manapun untuk menggandakan bukunya. Namun ia mengingatkan agar buku tersebut tidak dijualbelikan. “Untuk apa diperjual belikan? Kalau diberikan gratis untungnya lebih banyak daripada diperjual belikan. Memang tertunda keuntungan itu tapi akan berlipat ganda di hari kemudian,” kata Quraish.

  • Sayyid Ahmad Zaini Dahlan

    Semalam aku [abu zahrah] bersembang di warung kopi dengan seorang kenalan yang aku kenali dari sebuah forum di internet. Kebetulan beliau tinggal berhampiran dengan rumahku. Dalam perbualan tersebut beliau meminta aku untuk menulis mengenai seorang ulama yang bernama Sayyid Ahmad Zaini Dahlan [gambar sebelah]. Katanya beliau mengetahui nama ulama ini melalui penulisan yang dibaca sahaja, terutama apabila menyentuh pertembungan antara kaum Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan Wahabi, tetapi tidak mengenali siapakah sebenarnya ulama ini. Aku sekadar mendiamkan diri, tak berani janji takut tidak terkotakan. Maka bila kembali kerumah aku cuba mencari bahan mengenai ulama tersohor ini, demi untuk tidak menghampakan kenalan baruku itu. Tulisan ini sebagai hadiah untuk beliau walaupun agak sukar bagiku. Namun aku bersyukur sahabatku Ustaz Abu Muhammad, rupanya telah menulis mengenai ulama ini sebelumnya diblog beliau Bahrus Shofa. Alhamdulillah, memudahkan aku. Lalu aku kumpul dan susun semula tulisan tersebut dengan sedikit penambahan. [Sidi Abu Muhammad .. izinkan hamba ya] Semoga ianya memberi manfaat kepada para pembaca. (lebih…)

  • Sayyid Ahmad Zaini Dahlan

    Semalam aku [abu zahrah] bersembang di warung kopi dengan seorang kenalan yang aku kenali dari sebuah forum di internet. Kebetulan beliau tinggal berhampiran dengan rumahku. Dalam perbualan tersebut beliau meminta aku untuk menulis mengenai seorang ulama yang bernama Sayyid Ahmad Zaini Dahlan [gambar sebelah]. Katanya beliau mengetahui nama ulama ini melalui penulisan yang dibaca sahaja, terutama apabila menyentuh pertembungan antara kaum Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan Wahabi, tetapi tidak mengenali siapakah sebenarnya ulama ini. Aku sekadar mendiamkan diri, tak berani janji takut tidak terkotakan. Maka bila kembali kerumah aku cuba mencari bahan mengenai ulama tersohor ini, demi untuk tidak menghampakan kenalan baruku itu. Tulisan ini sebagai hadiah untuk beliau walaupun agak sukar bagiku. Namun aku bersyukur sahabatku Ustaz Abu Muhammad, rupanya telah menulis mengenai ulama ini sebelumnya diblog beliau Bahrus Shofa. Alhamdulillah, memudahkan aku. Lalu aku kumpul dan susun semula tulisan tersebut dengan sedikit penambahan. [Sidi Abu Muhammad .. izinkan hamba ya] Semoga ianya memberi manfaat kepada para pembaca.

    Di kalangan penuntut ilmu dipondok atau pesantren, nama Sayyid Ahmad Zaini Dahlan sudah tidak asing lagi. Namanya harum dan masyhur dikalangan mereka kerana sebahagian besar daripada sanad keilmuan para ulama Nusantara (Malaysia, Indonesia dan Fathoni) bersambung kepada ulama besar ini. Dan di kalangan para ulama ianya sangat terkenal sebagai ulama seorang pembela Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam pertembungan dengan Wahabi. Ulama besar ini amat dimusuhi oleh puak Wahabi atau kaum muda[h]. Maka banyak fitnah yang ditaburkan terhadap ulama besar ini agar orang-orang yang jahil macam kita menjauhinya.

    Ulama besar inilah yang telah memberi perlindungan kepada Syaikh Rahmatullah bin Khalilurrahman al-Kiranawi al-Hindi al-Utsmani (lahir 1226H/1811M, riwayat lain lahir Jumadil Awwal 1233H/9 Mac 1818M, wafat malam Jumaat, 22 Ramadan 1308H/2 Mei 1891M) ketika diburu oleh penjajah British bahkan memperkenalkan kepada pemerintah Makkah. Seterusnya memberi laluan untuk Syeikh Rahmatullah membuka Madrasah Shaulatiyah.
    Sayyid Ahmad Zaini Dahlan adalah merupakan seorang Syeikhul Islam, Mufti Haramain dan Pembela Ahlus Sunnah Wal Jama`ah. Berasal dari titihan yang mulia, ahlul bait Rasulullah melalui susur-galur Sayyiduna Hasan, cucu kesayangan Rasulullah. Berdasarkan kepada kitab “Taajul-A’raas”, juzuk 2, mukasurat 702 karya al-Imam al-’Allaamah al-Bahr al-Fahhamah al-Habib ‘Ali bin Husain bin Muhammad bin Husain bin Ja’faar al-’Aththaas. Nasabnya adalah seperti berikut:-

    Al-Imam al-Ajal wal-Bahrul Akmal Faridu ‘Ashrihi wa Aawaanihi Syeikhul-Ilm wa Haamilu liwaaihi wa Hafidzu Haditsin Nabi s.a.w. wa Kawakibu Sama-ihi, Ka’batul Muriidin wa Murabbis Saalikiin asy-Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan bin Ahmad Dahlan bin ‘Utsman Dahlan bin Ni’matUllah bin ‘Abdur Rahman bin Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Athoya bin Faaris bin Musthofa bin Muhammad bin Ahmad bin Zaini bin Qaadir bin ‘Abdul Wahhaab bin Muhammad bin ‘Abdur Razzaaq bin ‘Ali bin Ahmad bin Ahmad (Mutsanna) bin Muhammad bin Zakariyya bin Yahya bin Muhammad bin Abi ‘Abdillah bin al-Hasan bin Sayyidina ‘Abdul Qaadir al-Jilani, Sulthanul Awliya` bin Abi Sholeh Musa bin Janki Dausat Haq bin Yahya az-Zaahid bin Muhammad bin Daud bin Muusa al-Juun bin ‘Abdullah al-Mahd bin al-Hasan al-Mutsanna bin al-Hasan as-Sibth bin Sayyidinal-Imam ‘Ali & Sayyidatina Fathimah al-Batuul.

    Menurut riwayat, Sayyid Ahmad Zaini Dahlan lahir di Makkah pada 1232H/1816M. Selesai menimba ilmu di kota kelahirannya, ia lantas dilantik menjadi mufti Mazhab Syafi‘i, merangkap Syeikh al-Haram iaitu “pangkat” ulama tertinggi yang mengajar di Masjid al-Haram yang diangkat oleh Syeikh al-Islam yang berkedudukan di Istanbul, Turki.

    Beliau sangat masyhur, dan daripada kemasyhuran inilah maka beliau diberi pelbagai gelaran dan julukan antaranya al-Imam al-Ajal (Imam pada waktunya), Bahrul Akmal (Lautan Kesempurnaan), Faridu ‘Ashrihi wa Aawaanihi (Ketunggalan masa dan waktunya), Syeikhul-Ilm wa Haamilu liwaaihi (Syeikh Ilmu dan Pembawa benderanya) Hafidzu Haditsin Nabi – Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam – wa Kawakibu Sama-ihi (Penghafal Hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Bintang-bintang langitnya), Ka’batul Muriidin wa Murabbis Saalikiin (Tumpuan para murid dan Pendidik para salik).

    Murid beliau Sayyidi Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi [gambar atas – kanan] dalam “Nafahatur Rahman” antara lain menulis:-

    “Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan hafal al-Qur`an dengan baik dan menguasai 7 cara bacaan Qur`an (7 qiraah). Beliau juga hafal kitab “asy-Syaathibiyyah” dan “al-Jazariyyah”, dua kitab yang sangat bermanfaat bagi pelajar yang hendak mempelajari qiraah 7. Kerana cinta dan perhatiannya pada al-Qur`an, beliau memerintahkan sejumlah qari untuk mengajar ilmu ini, beliau khuatir ilmu ini akan hilang jika tidak diajar terus.”

    Murid-muridnya
    Diantara ulama-ulama Nusantara yang pernah berguru dengan ulama besar ini ialah:-

    • Kiyai Nawawi Banten
    • Kiyai Muhammad bin Abdullah as-Shuhaimi
    • Syeikh Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathoni menurut satu riwayat
    • Kiyai Muhammad Saleh Darat
    • Syeikh Ahmad Khatib bin Abdul Latif bin Abdullah al-Minankabawi
    • Sayyid Utsman Betawi
    • Tuan Hussin Kedah
    • Syeikh Ahmad Yunus Lingga,
    • Sayyid Abdullah az-Zawawi, Mufti Syafiiyyah, Mekah,
    • Datuk Hj Ahmad Ulama Brunei,
    • Tok Wan Din, nama yang sebenar ialah Syeikh Wan Muhammad Zainal Abidin al-Fathoni,
    • Syeikh Abdul Qadir al-Fathoni (Tok Bendang Daya II),
    • Syeikh Abdul Hamid Kudus,
    • Kiyai Muhammad Khalil al-Maduri,
    • Haji Utsman bin Abdullah al-Minankabawi, Imam, Khatib dan Kadi Kuala Lumpur yang pertama,
    • Syeikh Arsyad Thawil al-Bantani,
    • Syeikh Muhammad al-Fathoni bin Syeikh ‘Abdul Qadir bin ‘Abdur Rahman bin ‘Utsman al-Fathoni
    • Tuan Kisa-i’ Minankabawi [atau namanya Syeikh Muhammad Amrullah Tuanku Abdullah Saleh. Beliau inilah yang melahirkan dua orang tokoh besar di dunia Melayu. Yang seorang ialah anak beliau sendiri, Dr. Syeikh Haji Abdul Karim Amrullah. Dan yang seorang lagi ialah cucu beliau, Syeikh Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)]
    • Saiyid Abdur Rahman al-Aidrus (Tok Ku Paloh)
    • Syeikh Utsman Sarawak [gambar bawah – kanan]
    • Syeikh Abdul Wahab Rokan dan ramai lagi.


    Selain itu ramai ulama di Nusantara yang bersambung sanad keilmuan mereka kepada murid kepada Sayyid Ahmad Zaini Dahlan iaitu Sayyid Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi dan Syeikh Ahmad al-Fathoni. Bahkan Syeikh Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathoni juga merupakan murid kepada Sayyid Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi. Dan murid kepada Syeikh Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathoni yang bertebaran di seluruh pelusuk Nusantara sangatlah banyaknya.

    Karangan

    Sayyid Ahmad Zaini Dahlan adalah seorang ulama yang produktif Selain melahirkan para ulama beliau beliau juga menghasilkan karangan amatlah banyaknya antaranya adalah:-

    1. al-Futuhatul Islamiyyah;
    2. Tarikh Duwalul Islamiyyah;
    3. Khulasatul Kalam fi Umuri Baladil Haram;
    4. al-Fathul Mubin fi Fadhoil Khulafa ar-Rasyidin;
    5. ad-Durarus Saniyyah fi raddi ‘alal Wahhabiyyah;
    6. Asnal Matholib fi Najati Abi Tholib;
    7. Tanbihul Ghafilin Mukhtasar Minhajul ‘Abidin;
    8. Hasyiah Matan Samarqandi;
    9. Risalah al-Isti`araat;
    10. Risalah I’raab Ja-a Zaidun;
    11. Risalah al-Bayyinaat;
    12. Risalah fi Fadhoilis Sholah;
    13. Shirathun Nabawiyyah;
    14. Mukhtasor Jiddan, Syarah Ajrumiyyah;
    15. Fathul Jawad al-Mannan;
    16. al-Fawaiduz Zainiyyah Syarah Alfiyyah as-Sayuthi;
    17. Manhalul ‘Athsyaan;




    Setelah menaburkan jasanya di Makkah, Saiyyid Ahmad bin Zaini Dahlan al-Hasani berangkat ke kota Madinah, kerana suasana di kota Makkah kurang aman dan beliau wafat di kota Madinah pada 1304H/1886M dan dimakamkan disana. Semoga Allah sentiasa mengasihi dan merahmati Sayyid Ahmad Zaini Dahlan al-Hasani.


    Peringatan!!!!Berhati-hatilah wahai saudaraku dengan fitnah yang ditaburkan oleh puak Wahabi keatas al-‘Allamah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Janganlah ditelan terus akan dakyah mereka itu. Mereka menuduh al-‘Allamah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan sebagai tukang buat fitnah, rafidhi dan lain-lain lagi. Allahu Allah. Itu adalah merupakan jarum halus musuh untuk menghancurkan kebenaran. Tujuan mereka menabur fitnah keatas al-‘Allamah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan adalah semata-mata untuk meruntuhkan sanad keilmuan dan pengetahuan sebenar para ulama kita bahkan ulama seluruh dunia, agar kebathilan mereka [Wahabi] diterima. Allahu Allah … apakah tergamak kita mengatakan para ulama kita seperti Syeikh Ahmad al-Fathoni, Syeikh Nawawi al-Banteni, Syeikh Utsman Sarawak, Syeikh Abdul Wahab Rokan, Syeikh Abdul Qadir al-Fathoni dan lain-lainnya itu berguru kepada seorang tukang fitnah? Ingatlah dan renung dalam hati sanubari kita, apa jasa Muhammad bin Abdul Wahhab dengan kita atau dengan nenek datuk kita berbanding dengan Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dan para ulama kita terdahulu. Sedangkan anjing lagi tahu mengenang jasa, apakan lagi kita manusia. Fikirkanlah. Cukuplah kukatakan kepada puak Wahabi dan pencinta mereka, bahwasanya anjing yang menyalak bukit, takkan runtuh bukit!
    Katakan TIDAK kepada Wahabi.

    Sekian.
    Salam hormat dari abu zahrah.
    Cintailah ulama’ kita
    (al-fanshuri)

  • Embriologi dalam Al-Qur`an

    Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah (alaqah), lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging(mudhghah), dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (QS. Al-Mu`minuun 23: 12-14)

    (lebih…)