Kategori: Iblis & Dajjal

  • Apa yang Diinginkan Zionist?

    Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan. [QS. Al-Baqarah: 79]

    Bani Israil bukan saja mengubah ayat-ayat Allah, tetapi juga terkadang menulis sesuatu yang bukan firman Allah lalu dikatakannya bahwa itu adalah dari Allah atau mereka katakan bahwa si pengarang mendapat ilham atau inspirasi dari Allah. Di antara ayat-ayat yang mencurigakan itu adalah yang terdapat pada kitab Amos.

    1:1 Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi.
    1:2 Berkatalah ia: “TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel.”
    1:3 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi,
    1:4 Aku akan melepas api ke dalam istana Hazael, sehingga puri Benhadad dimakan habis;
    1:5 Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir,” firman TUHAN.
    1:6 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom,
    1:7 Aku akan melepas api ke dalam tembok Gaza, sehingga purinya dimakan habis;
    1:8 Aku akan melenyapkan penduduk dari Asdod dan pemegang tongkat kerajaan dari Askelon; Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Ekron, sehingga binasalah sisa-sisa orang Filistin,” firman Tuhan ALLAH.
    1:9 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu bangsa seluruhnya kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan,
    1:10 Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis.”
    1:11 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya,
    1:12 Aku akan melepas api ke dalam Téman, sehingga puri Bozra dimakan habis.”
    1:13 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri,
    1:14 Aku akan menyalakan api di dalam tembok Raba, sehingga purinya dimakan habis, diiringi sorak-sorai pada waktu pertempuran, diiringi angin badai pada waktu puting beliung;
    1:15 dan raja mereka harus pergi sebagai orang buangan, ia bersama-sama dengan pembesar-pembesarnya,” firman TUHAN.

    Hadad adalah putera Ismail. Ben Hadad adalah keturunan Hadad. Edom adalah Esau, saudara Yaqub.
    Téman adalah putera Elifas bin Esau bin Ishaq. Bani Amon adalah keturunan Luth. Jadi bisa disimpulkan bahwa semua itu adalah non-Yahudi. Betapa berambisinya Zionist ini untuk melibas bangsa-bangsa non-Yahudi (Ghoyim/Gentile). Dan untuk itu mereka mengarang dan berdusta dengan menggunakan Nama Tuhan.

    Termasuk yang ingin mereka habisi adalah Filistin (Palestina). Mereka, dengan didasari kitab palsu mereka, tak akan melepaskan Palestina begitu saja. Demi ambisi dan dendam kesumat mereka terhadap Filistin, mereka berani berdusta dan membuat ayat-ayat palsu dan berkata bahwa ayat-ayat itu merupakan inspirasi dari Tuhan, padahal bukan.

    Mereka adalah serigala-serigala yang siap menerkam siapa pun di luar kelompok mereka. Protocols of Zion telah membuka segala kebejatan mereka. Mereka juga yang telah menyusupkan agen mereka ke tengah-tengah pengikut Nabi Isa dan melahirkan ajaran Kristen. Lihatlah keberhasilan mereka. Dengan bangganya orang-orang Kristen menganggap bahwa Kitab Amos ini adalah firman Tuhan. Mereka telah dibohongi Yahudi dengan telak. Bahkan ketika agen Yahudi berkata bahwa rencana bejat Yahudi untuk membunuh Nabi Isa adalah untuk menyelamatkan mereka, mereka pun percaya. Celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini inspirasi dari Allah” hanya untuk mendapatkan segala kekuasaan dan keni’matan duniawi semata. Celakalah mereka karena telah membeli dunia ini dengan akhirat!

    Jika Anda mempunyai segunung emas, lalu Anda menukar segunung emas itu dengan segenggam perak, apakah Anda beruntung ataukah Anda termasuk orang yang sangat-sangat merugi? Celakalah mereka karena ambisi mereka terhadap keuntungan yang sedikit berupa kehidupan duniawi yang sementara, hingga mereka tak memperdulikan keuntungan akhirat yang kekal selamanya. Demi keuntungan yang sedikit ini mereka telah berani berdusta dengan Nama Tuhan dan berbuat kejahatan yang nyata. Sungguh mereka telah sangat-sangat merugi dan celaka akibat perbuatan mereka sendiri.

  • Dagelan Natal

    Herbert W. Armstrong, kepala editor majalah Kristen “Plain Truth”, mengungkap kebenaran dibalik 25 Desember. Dia menjelaskan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Lalu siapa yang lahir pada tanggal 25 Desember? Hari Natal/Kelahiran siapa tanggal 25 Desember itu? Apakah pada 25 Desember memang patut diadakan perayaan atau justeru perayaan pada tanggal 25 Desember itu seharusnya ditinggalkan? Jika memang harus ditinggalkan, mengapa? Untuk menjawab semua itu, sebaiknya Anda download saja e-booknya agar lebih jelas.

    Download Terjemahan Dagelan Natal

  • What They Said About Salafy?

    There are many opinions about salafy. But when I try to search with google with keyword ‘salafy masonic’, I find many interesting articles. You can read them on these link:

    Throughout his forty-year career as a British intelligence agent, Jamal ud al Afghani was guided by two British Islamic and cult specialists, Wilfred Scawen Blunt and Edward G. Browne.[4] E. G. Browne was Britain’s’ leading Orientalist of the nineteenth century, and numbered among his protégés at Cambridge University’s Orientalist department Harry “Abdullah” St. John B. Philby, a British intelligence specialist behind the Wahhabi movement. Wilfred S. Blunt, another member of the British Orientalist school, was given the responsibility by the Scottish Rite Masons to organize the Persian and the Middle East lodges. Al Afghani was their primary agent. (Terrorism Illuminati)

    Instead, they hold to the claim that Salafism derived from the earliest centuries of Islam, from the time of the Salaf, meaning the earliest generations, and referring to the time before the development of the Math’habs. Contrary to their claims though, while it is true that the word “Salaf” refers to these early generations, the use of the term in this manner is a modern development.

    This deceptive interpretation of history is derived from Abdul Wahhab, who appeared in the mid-18th century. According to his memoirs, a British spy by the name of Hempher, was assigned to the Middle East in order to discover ways to undermine Islam, with the aim of advancing British control over the region. His mission eventually focussed on the support of Wahhab, and backing him through the Saudi family, through whom he preached the British’s destructive message of Islam. (Terrorism Illuminati)

    Livingstone goes into detail about how the Cabalists, operating through their control of Saudi Arabia, the Bank of England and British/American Imperialism, conspired to break up the Ottoman Empire and keep the Middle East backward. He also explains how they used a variety of cults like Wahhabism (1700’s) and Salafi (1900’s), and Masonic secret societies like the Muslim Brotherhood (Ikhwanul Muslimin, 1930’s) to divide Islam, create fanatical fundamentalism and foster terror in preparation for the coming “War of Civilizations.” (Save the Males)

    The Nazis were the result of a merging of the O.T.O of Crowley and the Thule Gesselschaft of Germany. It is presumably for this reason that Hitler, when he wished to create an arm of German Intelligence in Egypt, contact a leading Salafi and Freemason, named Hasan al Banna (IM founder). (Loftus, John. “Al Qaeda Terrorists Nazi Connection“)

  • Lucifer dan Yesus

    Yesus yang akan kita bicarakan di sini bukanlah Isa Al-Masih dalam pandangan Islam, tetapi Yesus dalam pandangan Kristian. Begitu pula dengan Lucifer. Lucifer di sini juga bukan Iblis dalam pandangan Islam yang berasal dari bangsa jin, tetapi dalam pandangan Kristian yang dianggap ‘malaikat yang terjatuh’.

    Seperti telah pernah kami bahas dalam artikel-artikel kami sebelumnya bahwa ajaran gnostik telah dimasukkan ke dalam Alkitab, sekarang kita juga akan membahas kembali mengenai hal semacam itu.

    Dalam bahasa latin, kata “Lucifer” berarti Pembawa Terang. Luci atau lux berarti cahaya atau terang, dan ferre berarti membawa. Kata “Lucifer” merupakan sebuah nama untuk Bintang Fajar atau Bintang Timur (Venus ketika muncul di waktu fajar). Lucifer juga digunakan Alkitab untuk menamai tokoh yang melawan YHWH, yang kemudian dikenal sebagai Iblis atau Setan.

    Lucifer merupakan salah satu anggota dari para malaikat tinggi yang biasa disebut sebagai ‘para allah’. Lucifer, dalam gnostikisme tidak dianggap sebagai musuh Bapa, tetapi musuh YHWH. Lucifer, sebagai Pembawa Terang, juga sering dilambangkan dengan Matahari, api, dan sebagainya. Seperti kita ketahui, banyak peradaban kuno yang menghadirkan tuhan mereka dalam bentuk matahari seperti Mesir Kuno dan Romawi Kuno. Banyak juga yang menghadirkan tuhan mereka dalam bentuk api seperti Persia Kuno atau Majus.

    Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. [Kejadian 1: 1-4]

    Kaum Gnostik yang telah mengubah Alkitab memaksudkan terang itu sebagai Lucifer, malaikat pembawa terang. Sedangkan gelap, yang pertama kali ada sebelum ada terang, itulah YHWH. Jadi, YHWH bukanlah Tuhan Yang Mahatinggi. YHWH bukanlah Tuhan Yang menciptakan alam semesta. YHWH dan Lucifer berfungsi sebagai penyeimbang. Namun YHWH ingin menguasai terang. Karena YHWH adalah yang pertama ada sebelum segala ciptaan, maka mudah sekali bagi YHWH untuk mengelabui para malaikat lainnya yang ada kemudian, termasuk Lucifer.

    Dalam gnostikisme, manusia tidak diciptakan oleh Ellohim, tetapi dijadikan oleh YHWH. YHWH ingin agar dunia dikuasai olehnya melalui manusia yang dibentuknya dari tanah liat. Kemudian manusia ini akan menguasai segala hewan darat, hewan air, unggas, dan segala tumbuhan, yang tadinya dikelola oleh Lucifer bersama para malaikatnya.

    Ketika dia mengetahui keinginan YHWH untuk menciptakan manusia, Lucifer tidak senang dan iri kepada manusia. Namun Lucifer tidak berani melawan YHWH yang dia sangka sebagai Tuhan Yang Mahatinggi.

    Pada perkembangannya, Lucifer melihat keganjilan dari YHWH. Lucifer melihat YHWH meminta korban bakaran dan juga darah yang harus dicipratkan ke sekeliling mezbah. Jika benar bahwa YHWH itu Tuhan Yang Mahatinggi, mengapa dia menginginkan makanan manusia dan darah ternak?

    Lucifer juga melihat banyak keganjilan lainnya dari YHWH. Maka, setelah berusaha keras, ia pun berhasil menemui malaikat Gabriel dan menceritakan segala kecurigaannya. Mereka berdiskusi hingga 21 hari lamanya. Akhirnya Gabriel percaya dengan penuturan Lucifer dan bersama-sama mencari Tuhan Yang Mahatinggi. Namun mereka tak kunjung menemukan Tuhan Yang Mahatinggi. Singkat cerita, Lucifer sadar bahwa dia adalah terang dan YHWH adalah gelap. Mereka saling berlawanan dan menyeimbangkan. Maka tidak boleh sampai terjadi bahwa yang satu meniadakan yang lain. Namun Lucifer ingin menyeimbangkan keadaan supaya jangan sampai YHWH menguasai sendiri. Jika itu terjadi, maka dunia menjadi tidak seimbang dalam kegelapan dan akhirnya hancur. Itulah yang disebut kiamat.

    Lucifer tidak dapat berdiam diri. Dia teringat dengan perkataan YHWH bahwa kelak akan lahir seorang putera dari seorang wanita muda yang diberi nama Imanuel. Maka ia pun menemui Gabriel dan mengemukakan rencananya untuk menjadi manusia melalui wanita muda tersebut. Maka mereka berdua menjalankan rencana tersebut untuk menjadikan Lucifer sebagai terang dunia. Agar YHWH tidak menguasai dunia dengan kegelapan.

    Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. [Yohanes 1:1-5]

    Pada mulanya, ketika gelap menguasai alam raya, Tuhan berfirman hingga jadilah terang. Terang yang Tuhan jadikan dengan firman itu hidup bersama para allah, terang itu adalah salah satu allah juga yang membawahi beberapa malaikat. Terang itu bercahaya dalam gelap, dan gelap tak dapat menguasainya. Kemudian dia menjadi terang manusia. Lucifer si Pembawa Terang tak dapat dikuasai YHWH dan telah menjadi manusia. Maka orang-orang Israel, kesayangan YHWH, berusaha untuk membunuh dia. Namun para pengikut Pembawa Terang terus mengajarkan ajarannya ke seluruh dunia. Dan hingga kini, lambang matahari akan mudah ditemukan di St. Peter Square, pada bangunan Gereja Vatikan, pada pakaian Paus dan atributnya serta pada tongkat yang biasa dipegangnya. Bahkan lambang salib juga diambil dari lambang sinar matahari atau dari Bintang Timur atau Bintang Fajar. Maka jelaslah bahwa Kristen bukanlah ajaran Nabi Isa, tetapi ajaran gnostik dan bidat yang bersumber pada pengkultusan Lucifer yang dianggap sebagai Pembawa Terang, si Bintang Timur, Bintang Fajar.

    Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” [Matius 2:1-2]

    Menurut Paulus dan sebagian Kristiani, mereka mengatakan bahwa Allah itu misteri, misteri itu adalah Yesus. Itulah Kristen yang menyembah allah yang tidak dikenal (karena misterius berarti tidak dikenal). Sedangkan Ilah yang disembah para Nabi adalah Ilah yang dikenal. Sebagian Kristiani juga sangat mendukung Israel sebagai ummat pilihan Tuhan. Padahal Israel saat ini sangat dikenal erat hubungannya dengan Freemason, suatu organisasi satanis yang sangat mengerikan. Akankah Tuhan Pencipta alam semesta tetap memilih bangsa sadis seperti Israel saat ini sebagai ummat pilihan? Memang benar bahwa bani Israel pernah menjadi ummat pilihan. Tetapi bani Israel telah sering membunuh para Nabi. Maka Tuhan berfirman kepada ummat Muhammad bahwa ummat Muhammad adalah sebaik-baik ummat, karena mereka meneruskan misi para Nabi untuk mengajak kepada Tauhid dan meninggalkan penyembahan kepada yang selain Allah Yang Esa.

    Jika ada seorang pemilik kebun, dia mempercayakan kepada para pekerja untuk mengelola kebun itu. Lalu diutuslah anak pemilik kebun untuk mengambil bagian dari hasil kebun itu. Namun para pekerja itu malah membunuhnya. Kira-kira apa yang akan dilakukan si pemilik kebun? Akan tetapkah ia biarkan para pekerja itu untuk mengusahakan kebunnya, atau ia serahkan kepada orang lain untuk dikelola?

  • Fleur-de-lis

    Fleur de lisFleur de Lis merupakan bahasa Prancis untuk bunga Lily. Lambang Fleur de Lis telah digunakan oleh banyak organisasi dan kerajaan di dunia ini. Termasuk organisasi yang menggunakan lambang Fleur de Lis adalah Knights Templar (Poor Knights of Christ) yang merupakan cikal bakal Freemason dan Kepanduan Dunia yang didirikan oleh Lord Baden Powell yang juga diduga sebagai masonic. (lebih…)

  • Fleur-de-lis

    Fleur de lisFleur de Lis merupakan bahasa Prancis untuk bunga Lily. Lambang Fleur de Lis telah digunakan oleh banyak organisasi dan kerajaan di dunia ini. Termasuk organisasi yang menggunakan lambang Fleur de Lis adalah Knights Templar (Poor Knights of Christ) yang merupakan cikal bakal Freemason dan Kepanduan Dunia yang didirikan oleh Lord Baden Powell yang juga diduga sebagai masonic.

    Perisai Charlemagne 1
    Perisai Charlemagne

    Charlemagne

    Charles yang Agung atau Karel Agung (bahasa Inggris dan Perancis: Charlemagne; bahasa Latin: Carolus Magnus atau Karolus Magnus; bahasa Jerman: Karl der Große) (742 atau 747 – 28 Januari 814), adalah raja kaum Frank dari 768 M sampai 814 M dan kaum Lombard dari 774 sampai 814. Ia dinobatkan sebagai Imperator Augustus di Roma pada hari natal tahun 800 oleh Paus Leo III, dan karenanya dianggap merupakan pendiri Kekaisaran Romawi Suci (dengan gelar Charles I atau Karl I atau Karel I). Melalui penaklukan dan pertahanan, ia mengukuhkan dan mengembangkan kekuasaannya hingga meliputi sebagian besar Eropa Barat. Ia sering dianggap merupakan bapak pendiri Perancis dan Jerman, bahkan kadang sebagai Bapak pendiri Eropa. Ia adalah kaisar pertama di Barat sejak runtuhnya Romawi.

    Beberapa Contoh Penggunaan Fleur-de-lis

    French 1376
    Lambang Angkatan Perang French sebelum 1376
    French stlh 1376
    Lambang Angkatan Perang French setelah 1376

    Edward 3rdLambang Angkatan Perang Edward III

    SkotlandiaScottish Royal Arms
    Pengawal Paus
    Lambang pada Pakaian Pengawal Paus Paulus VI

    Ksatria Biara
    Ksatria Biara (Knights Templar)

    Kepanduan
    Lambang Kepanduan Dunia

    Banyak lagi organisasi, negara, institusi yang menggunakan lambang yang identik dengan Freemason ini. Lambang ini bisa Anda temukan pada bendera negara Spanyol. Juga pada bendera New Orleans, Louisiana. Atau pada bendera Detroit, Michigan. Dan juga bendera St. Louis, Missouri. Bahkan salah satu partai di Indonesia, yang juga memiliki kepanduan sendiri, juga diduga menggunakan lambang hasil transformasi dari Fleur de lis yang kemudian menjadi dua bulan sabit dan satu tombak/perisai. Tombak/perisai tersebut kemudian berubah menjadi padi. Benarkah dugaan ini? Wallahu a’lam.

  • Kemunculan Dajjal

    Sabda Rasulullah saw :
    “Tiada akan datang hari kiamat hingga dimunculkan dajjjal-dajjal pendusta, sekitar tiga puluh jumlahnya, kesemuanya mengaku sebagai utusan Allah, dan hingga tercabutnya ilmu, dan kerap kalinya gempa bumi, dan semakin dekatnya waktu, dan munculnya fitnah-fitnah, dan banyaknya pembunuhan, dan kemudian berlimpahnya harta pada kalian.” (Shahih Bukhari) (lebih…)

  • Kemunculan Dajjal

    Sabda Rasulullah saw :
    “Tiada akan datang hari kiamat hingga dimunculkan dajjjal-dajjal pendusta, sekitar tiga puluh jumlahnya, kesemuanya mengaku sebagai utusan Allah, dan hingga tercabutnya ilmu, dan kerap kalinya gempa bumi, dan semakin dekatnya waktu, dan munculnya fitnah-fitnah, dan banyaknya pembunuhan, dan kemudian berlimpahnya harta pada kalian.” (Shahih Bukhari)

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Limpahan puji kehadirat Allah Swt Yang Maha Luhur,Yang Maha Bercahaya Menerangi alam semesta dengan cahaya rahmat-Nya yang fana dan yang abadi. Cahaya rahmat-Nya yang fana menerangi seluruh alam semesta, cahaya rahmat-Nya yang kekal dan abadi menerangi wajah muslimin dan muslimat dengan kalimat tauhid. Menerangi jiwa mereka dengan ketaatan dan menerangi hari-hari mereka dengan pengampunan.

    Maha suci Allah SWT Yang Maha Luhur, Maha Abadi, Maha Sempurna dan Maha Memiliki Kesempurnaan Maha Memiliki Kebahagiaan, Maha Memiliki Kesejahteraan, Maha Membagi-bagikan kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Beruntunglah mereka yang semakin dekat kepada Allah SWT, maka mereka semakin dekat kepada Sang Pemilik Kebahagiaan. Mereka semakin berhak mendapatkan kesejahteraan, mereka semakin berhak mendapatkan kemudahan, mereka selalu dimanjakan oleh Allah SWT di dunia, di barzakh dan di Yaumal Qiyamah.

    Demikian keadaan hamba-hamba Allah SWT. Mereka melewati cobaan dan musibah. Maka setelah cobaan dan musibah, akan datang kebahagiaan berlipat ganda yang membuat mereka lupa akan musibahnya. Jika datang musibah lainnya, Allah SWT akan gantikan dengan kebahagiaan yang lebih besar yang membuat mereka lupa lagi dengan musibahnya yang lalu. Inilah kehidupan mereka di dunia dan lebih-lebih lagi kehidupan mereka di akhirat, yaitu kebahagiaan yang tiada akan pernah ada akhirnya.

    Hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah,
    rahasia rahmat Ilahi ini tumpah ruah dengan kebangkitan Nabi kita, idola kita, kekasih kita Sayyidina Muhammad SAW yang mana bulan Sya’ban yang mulia ini merupakan salah satu daripada bentuk rahmat-Nya yang menuntun kita kepada cinta kita kepada Sayyidina Muhammad SAW. Karena di bulan inilah turunnya firman Allah SWT, “Innallaha wa malaikatahu yusholluna ‘alan Nabiy.” Sungguh Allah dan para malaikat melimpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Lalu Allah SWT menyeru kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk selalu bershalawat dan bersalam kepada Sang Nabi SAW.

    Adakah kebanggaan yang lebih besar daripada langsung disebut oleh Allah bahwa sungguh Allah dan para malaikat melimpahkan shalawat kepada beliau? Betapa bercahayanya wajah Sang Nabi SAW yang diterangi oleh cahaya shalawat dari Allah SWT dan para malaikat. Betapa terang-benderangnya jiwa beliau, betapa indah dan mulianya derajat beliau yang sedemikian dahsyatnya dimuliakan oleh Allah Swt dan “seseorang itu bersama dengan orang yang dia cintai.”

    Sang Nabi SAW yang diberi kemuliaan oleh Allah SWT membukakan pintu-pintu bagi umat-Nya untuk ingin dekat dengan Allah SWT, ingin sampai kepada kemuliaan, ingin sampai kepada keluhuran, terbukalah bagi mereka pintu cinta, pintu ittiba dan bagi merekalah terbuka pintu rahasia untuk kedekatan ke hadirat Allah SWT dan Rasul SAW yaitu dengan mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya. Kekurangan-kekurangan yang muncul dari perbuatan mereka tidak menjadikan cinta dan rindu mereka kepada Allah SWT dan Rasul SAW itu tidak diakui atau tertolak.

    Demikian indahnya cinta dan rindu kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
    Berbeda dengan cinta dan rindu kepada sesama makhluk. Jika ada kekurangan dari cinta dan rindunya, sedemikian pula cinta dan rindunya akan sirna dan tertolak hanya gara-gara barangkali ada satu atau dua kesalahan. Namun cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, walau terdapat kekurangan dari yang mengaku cinta, tetap cintanya itu diterima.

    Dan berbeda pula dengan Sang Nabi untuk Rabbul alamin, Sayyidina Muhammad SAW, yang cinta dari batu sekalipun masih diterima oleh beliau. Cinta dari gunung pun masih diterima oleh beliau sebagaimana riwayat Shahih Bukhari bahwa Rasul SAW bersabda, “Ini gunung Uhud mencintaiku dan aku mencintai gunung Uhud.” Tentunya gunung pun diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk mencintai Nabi Muhammad SAW, butiran-butiran kerikil dan batu itu pun diberi kesempatan oleh Allah untuk mencintai Sang Nabi. Demikian pula batang pohon kurma, demikian pula dengan kota di Madinah dan semua hewan dan makhluk-Nya diberi kesempatan untuk mengidolakan dan mencintai Sang Nabi dan Sang Nabi menjawab cinta mereka seraya bersabda “dan akupun mencintai gunung uhud”.

    Ya Rasulullah, ini hanyalah gumpalan batu yang tidak bermakna untukmu. Tetapi ketika dia mencintai beliau SAW, seindah-indahnya makhluk Allah, makhluk yang paling ramah, makhluk yang paling indah budi pekertinya, makhluk yang tidak mau mengecewakan perasaan siapapun, maka gumpalan batu inipun diterima cintanya oleh Rasul SAW dan dijawab oleh Rasul Saw “dan kami pun mencintai gunung uhud”.

    Diriwayatkan pula di dalam Shahih Bukhari yang sering kita dengar, ketika batang pohon kurma ditinggal oleh Sang Nabi yang biasa bersandar padanya disaat berkhutbah maka saat itu batang pohon kurma itu menjerit dengan jeritan yang menyayat hati. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari bahwa jeritan dan tangisan pohon kurma itu terdengar bagaikan jeritan sang bayi yang ditinggal oleh ibunya dan Sang Nabi turun dari mimbar, mendatangi pohon kurma itu dan memeluknya. Batang pohon itu dipeluk oleh semulya-mulya makhluq. Setelah itu tangisnya pun mereda bagaikan bayi ketika dipeluk oleh ibunya dan tersendat-sendat. Terisak-isak menahan tangis karena telah ditenangkan oleh Rasul sampai perlahan-lahan suara tangisnya semakin pelan dan terdiam. Bagaikan bayi yang kehilangan ibunya dan dipeluk dan didekap oleh ibunya sampai masih terisak-isak, sesaat kemudian tangisnya terdiam.

    Demikian keadaan batang pohon kurma, cinta dan tangisnya karena Nabiyyuna Muhammad SAW berpisah dengannya. Biasanya Sang Nabi bersandar padanya setiap khutbah, sekali waktu beliau berpisah maka batang pohon kurma itu menangis. Dan Sang Nabi, wahai yang demikian indah dicipta oleh Allah sebagai raufurrahiim, tidak pula mengecewakan daripada batang pohon kurma yang mencintainya, beliau turun dan memeluk batang pohon kurma itu dan menenangkannya.

    Al Imam Ibn Hajar meriwayatkan salah satu hadits shahih menukil di dalam Fathul Baari bahwa Rasul berkata, “Seandainya aku tidak menenangkannya, ia akan terus menjerit hingga yaumil qiyamah.” Tangisnya didengar oleh jumlah shahabat yang mutawatir, lebih dari 80 sahabat yang mendengar jerita dan tangis batang pohon kurma ini.

    Demikian hadirin-hadirat, indahnya alam semesta mencintai Sayyidina Muhammad SAW. Demikian kemesraan mereka kepada Sang Nabi. Demikian pula seekor hewan besar di Madinah Al Munawwarah, sebagaimana diriwayatkan di dalam Sirah Ibn Hisyam ketika unta terbesar di Madinah mengamuk. Kita memahami, unta itu kalau berdiri perutnya lebih tinggi dari kepala kita, itu unta biasa. Bagaimana kalau unta besar? 1400 tahun yang silam di Madinah Al Munawwarah, unta ini mengamuk dan tidak diketahui sebabnya. Para sahabat menjebaknya di dalam salah satu kandang besar, lantas ketika Rasul SAW dikabari dan beliau mendatangi lalu berkata, “Bukakan pintu yang menjebaknya ini.” Lalu dikatakan kepada Rasul, “Ya Rasulullah dia ini sedang dalam keadaan mengamuk dan sedang marah, mulutnya yang berbusa dan matanya yang merah ini bias membunuh siapa saja dan jangan-jangan dia mencelakaiku.” Rasul SAW berkata, “Bukakan, bukakan. Biarkan ia mengetahui bahwa aku Rasulullah.” Maka ketika dibukakan pintu itu, unta melihat wajah Muhammad SAW. Maka unta itu berlari tertunduk-tunduk menciumi kaki Nabi Muhammad Saw. Yang demikian buas dan marahnya, ketika melihat wajah terindah ini, seindah-indahnya wajah yang paling berhak dicintai, ternyata unta ini memiliki kecintaan, kemuliaan dan kerinduan kepada Sang Nabi seraya berlari mendekat tertunduk-tunduk kepalanya dan mencium kaki Sang Nabi lantas ia mendekatkan wajah dan mulutnya ke telinga Sang Nabi, maka Rasul SAW mendekatkannya. Kemudian Rasul SAW berkata, “Siapa pemilik unta ini?” Salah seorang sahabat Anshar berkata, “Aku ya Rasulullah!” Lalu Rasul berkata kepada shahabat tersebut, “Ia mengadu kepadaku bahwa ia mengamuk karena terlalu banyak disuruh bekerja dan sedikit diberi makan.” Unta ini mengadu kepada Rasulullah SAW.

    Inilah hewan dan tumbuhan yang sangat mencintai Sang Nabi. Lebih-lebih cintanya para sahabat Muhajirin dan Anshar ra kepada Sang Rasul SAW. Sebagaimana riwayat Sirah Ibn Hisyam ketika salah seorang wanita dari bani dinar, ketika kembali Sang Nabi dari perang uhud, mendengar kabar suaminya wafat, kakaknya wafat, anaknya wafat, ayahnya wafat, semua keluarga ibu ini wafat dalam syahid di perang uhud. Dikabarkan kepadanya, “Ayahmu wafat, anakmu wafat, kakakmu wafat, suamimu wafat.” Tinggallah ia sebatang kara. Ibu ini bertanya, “Bagaimana keadaan Rasulullah?” Dijawab, “Rasulullah sehat wal afiah.” Ibu ini datang melihat bagaimana keadaan Sang Nabi dan barangkali juga ingin mengadu kesedihannya, sebatang kara ditinggal semua keluarganya yang wafat di perang uhud. Namun ketika melihat wajah Sang Nabi, ibu itu mengangkat suara di tengah para sahabat, “Semua musibah, asalkan kau baik dan sehat wal afiah, semua musibah adalah kecil di hadapanku ya Rasulullah.” Biarpun ayah, suami, anak, kakak dan seluruh keluarga wafat, asalkan kau baik dan sehat wal afiah. Demikian cintanya seorang wanita Anshar kepada Nabi Muhammad SAW.

    Juga diriwayatkan ketika seorang shahabat ditangkap dan ia sampai dibawa oleh Abu Sofyan sebelum Abu Sofyan masuk Islam maka berkata Abu Sofyan, “Wahai kamu, kini Muhammad sedang tenang-tenang di rumah bersama keluarganya, dan sebentar lagi istrimu jadi janda dan anakmu jadi yatim. Ayo, mau kau tukar posisimu dengan Muhammad saat ini?” Maka ia berkata, “Demi Allah, kalau seandainya aku harus wafat dan selesai seluruh permasalahanku ini, aku dibunuh dan dikuliti itu jauh lebih kupilih dari sebutir duri menusuk kaki Rasulullah Saw.” Demikian cintanya mereka kepada Nabiyyuna wa Syafiuna Muhammad SAW.

    Hadirin-hadirat, keberkahan itu tidak sirna. Dan sampailh kita di bulan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Mengingat peristiwa-peristiwa agung di Madinah Al Munawwarah dan Rasul SAW menjadikan keberkahan berlanjut dan Allah memberi keberkahan pada Sang Nabi tidak hanya di saat beliau hidup, tetapi bekas-bekas peninggalan beliau diabadikan oleh Allah SWT keberkahannya.
    Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ketika di Madinah Al Munawwarah, Rasulullah SAW bersabda, “Kelak di akhir zaman akan muncul dajjal yang akan terus menyerang semua pihak dan semua tempat sampai ia di Madinah Al Munawwah dan dajjal tidak bisa masuk ke Madinah Al Munawwarah.”

    Sampai di sini Rasul SAW berkata, “Maka akan berguncang Madinah dengan 3 kali gempa.” Madinah tidak pernah gempa. Sepanjang Rasul SAW masuk ke Madinah Al Munawwarah di hari hijrah sampai akhir zaman, Madinah tidak pernah gempa, terkecuali saat itu, saat datangnya dajjal ke depan Madinah Al Munawwarah. Disaat itu Madinah gempa dengan 3 kali guncangan, maka keluarlah semua orang kafir dan munafiq. Maka berkata Imam Ibn Hajar di dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari bahwa di saat itu semua Rasul mengatakan munafik, fasiq, kafir, semua keluar dari Madinah kecuali orang-orang mukhlisin, orang-orang yang mencintai Rasul SAW tidak bergeming dari Madinah Al Munawwarah. Sebagaimana kita ketahui, sampai saat ini banyak orang musyrik, fasiq, ada di Madinah dan mereka akan keluar di saat guncangan 3 kali sehingga mereka keluar diikuti dajjal, kata Sang Nabi SAW. Rasul Saw berkata, “Di saat itulah Dajjal membawa pasukannya mengepung Madinah Al Munawwarah.”

    Imam Ibn Hajar menukil salah satu hadits dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari dengan sanad yang shahih bahwa Rasul Saw menjelaskan dajjal itu berkata, “Itu Masjid Muhammad, itu Masjid Nabawiy yang harus kita kuasai. Itu masjid Muhammad.” Dari kejauhan Dajjal sudah menunjuknya. Kubah hijau Masjid Rasul SAW telah ditunjuk oleh Dajjal dan berkata, “Itu Masjid Muhammad, itu Masjid Muhammad, kita harus sampai kesana.”
    Lantas Rasul Saw bersabda sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, “Disaat itu Madinah mempunyai 7 pintu.” Siapa yang memberi beliau pengetahuan Madinah modern seperti sekarang ini yang mempunyai 7 pintu. Beliau berkata 7 pintu Madinah Al Munawwarah dan disetiap pintunya dijaga oleh 2 malaikat sehingga Dajjal tidak bisa masuk ke dalamnya.

    Kita bisa lihat bagaimana keberkahan bekas tempat injakan Sayyidina Muhammad SAW menjadi benteng terkuat yang tidak bisa ditembus oleh Dajjal. Demikian hadirin-hadirat, Dajjal yang demikian hebat kekuatannya, bisa berbuat apa saja, menurunkan hujan, membawa kemiskinan, membawa kekayaan dan menguasai seluruh permukaan bumi, namun ia terbentur di Makkah, Madinah dan Masjid Al Aqso. Ketiga tempat ini tidak bisa disentuh oleh Dajjal. Dajjal tidak bisa masuk ke Masjidil Haram, tidak bisa masuk ke Masjidil Al Aqso dan tidak bisa masuk ke Madinah Al Munawwarah. Tempat-tempat bekas injakan kaki Muhammad Rasulullah SAW. Maka tempat lahir beliau di Makkah, tempat wafat beliau di Madinah, tempat beliau Isra’ Mi’raj di Masjid Al Aqso. Kalau seandainya bumi bekas pijakan beliau seperti ini, bagaimana jiwa yang mencintai Sayyidina Muhammad, umat Muhammad SAW. Sebagaimana aku dan kalian yang gembira di majelis ini dengan shalawat dan salam kepada Nabiyyuna Muhammad Saw dan tiada pernah bosan kita untuk selalu berdzikir dan bershalawat mendengarkan hadits-hadits Nabiyyuna wa Syafiuna Muhammad SAW.

    Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari sebagimana hadits yang baru saja kita baca tadi, Rasul SAW berkata, “Tidak akan datang hari kiamat,” maksudnya salah satu tanda dari hari kiamat yaitu, “sampai munculnya 30 dajjal,” dajjal -dajjal pendusta, kira-kira jumlahnya 30. Maksudnya jumlahnya bisa lebih atau kurang dari 30. Disini menunjukkan ada ikhtilaf mengenai jumlah dajjal-dajjal yang akan datang ke muka bumi. Tadi apa ciri-ciri mereka? Semuanya itu mengaku Nabi, itu ciri dajjal-dajjal pendusta. Itu kalau kita hitung jumlahnya, kata Rasul SAW, kira-kira 30. Demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Kita sudah lihat sekarang, walaupun kita belum menghitungnya, di Indonesia sudah sedemikian banyaknya, ada juga di India, Pakistan, Yordan, Saudi dan dimanapun banyak yang mulai mengaku sebagai Nabi. Dan ini tanda-tanda hari kiamat, kata Sang Nabi. Dan mereka digelari dajjal-dajjal pendusta. Yang dimaksud bukanlah Dajjal yang paling besar yang kelak muncul di akhir zaman.

    Mengawali kebangkitan Sayyidina ‘Isa bin Maryam as dan di saat itu mulai tercabutlah ilmu, di saat itu ilmu mulai sirna, ulama mulai wafat. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari yang sering kita dengar bahwa Allah itu akan menghilangkan ilmu tidak dengan mencabutnya dari hati para ulama akan tetapi Allah akan menghilangkan ilmu dengan mewafatkan ulama, peringatan bagi kita untuk membangkitkan generasi para ulama lagi. Agar apa? Agar Allah menjauhkan kita dari bala dan musibah dengan sirnanya ulama. Karena apa? Kalau ulama tidak ada, Rasul SAW berkata “sampai ulama tidak tersisa.” Lalu apa? Maka mereka mulai mengambil para imam, para guru yang tidak mengerti ilmu, mereka ditanya, ditanya tidak mampu menjawab melainkan berfatwa semaunya. Apa-apa yang sunnah dibilang bid’ah, yang baik dibilang musyrik, ibadah dibilang syirik, doa-doa dilarang, ziarah dilarang. Karena apa? Karena memang tidak memiliki ilmu. Bukan karena kesalahan mereka, karena kesempitan ilmu mengenai syariah dan hadits. Mereka memberikan fatwa tanpa ilmu, ilmunya sedikit, maka tidak bisa memberikan fatwa yang benar, fatwanya salah. Mereka sesat dan menyesatkan. Demikian makna dalam kalimat ini.
    Akan muncul waktu dimana kurangnya ulama, sedikitnya ulama. Ilmu mulai sirna, sirna, dan sirna.

    Minggu yang lalu kita berbicara tentang keutamaan para muhadditsin dan tentunya kita memahami tidak semua muhaddits itu menulis hadits-haditsnya, jadi yang tersisa sekarang ini tidak mencapai 10% dari hadits yang ada saat itu. Imam Ahmad bin Hanbal sudah kita kenal beliau hafal 1 juta hadits dengan sanad dan hukum matannya. Tetapi imam Ahmad hanya sempat menulis 20.000 hadits saja. 980.000 hadits itu sirna dengan wafatnya Imam Ahmad bin Hanbal. Ada para murid-muridnya yang menghafal tentunya. Dimasa itu, menghafal lebih ditekankan daripada menulis hadits.

    Kalau di masa sekarang, orang punya ilmu menulis buku, di zaman itu tidak menulis kecuali kalau ada permintaan. Ada permintaan orang dari jauh minta seratus sanad hadist. Ditulis, kirim kesana seratus sanad hadits. Ada lagi yang meminta fatwa seribu hadits tentang shalat. Tulis hadits dan sanadnya, lalu dikirim kesana. Tetapi mereka tidak menulis semua hadits yang mereka kumpulkan. Karena apa? Di masa itu hafalan yang diandalkan, karena belum ada percetakan. Kalau zaman sekarang, kita mau bawa ke seluruh dunia, cukup di internet sudah sampai ke seluruh dunia dakwahnya. Tulis semua yang kita ketahui, tulis hadits, AlQuran, ayat, fatwa semua akan bermanfaat.
    Di masa itu tidak ada percetakan, ditulis apa gunanya? Siapa yang mau membaca 1 buku. Saat ini, kalau kita tulis maka dicetak 1 rim, 10 rim, yang baca banyak. Zaman itu lebih efektif mengajar dengan hafalan. Karena apa? Karena tidak ada percetakan. Siapa yang memperbanyak buku itu? Tidak ada foto copy, tidak ada koran, tidak ada telepon, tidak ada internet, yang ada murid datang pada guru, itu saja. Bisa begitu tadi adalah belajar dan mempelajari, yaitu murid mendatangi guru, diajarkan hadits, pulang dan kira-kira begitu. Datang lagi dan sampai munculnya masa di mana mulai sirna hadits.

    Sehingga kalau sekarang ini kita kumpulkan semua hadits, hanya mencapai kurang sedikit dari 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya. Kalau dikumpulkan kurang dari 100.000 hadits. Jadi kalau ada Al Hafidh di masa sekarang, seperti Guru Mulia kita Al Hafidh Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidh, beliau itu hafal lebih dari 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya, beliau mengambil juga bukan hanya dari musnid-musnid yang ada seperti Musnad Imam Ahmad bin Hambal, Musnad Imam Hakim, Imam Bukhari. Tetapi beliau juga mempunyai sanad-sanad hadits yang sampai kepada beliau riwayat sanad daripada yang diluar jumhur muhadditsin. Jadi bisa mencapai lebih dari 100.000 hadits dan beliau sampai ke derajat Al Hafidh. Dan tinggal beberapa orang saja di dunia ini yang sampai ke derajat Al Hafidh dalam ilmu hadits.

    Sekarang Ma’had Darul Musthofa mempunyai peraturan baru. Pesantren beliau itu yang masuk kesana syaratnya hafal Alquran dan hafal 2.000 hadits. Demikian salah satu syarat bagi mereka yang mau belajar bersama beliau. Karena barangkali beliau sudah melihat dan sudah waktunya menumpahkan tugasnya ilmu hadits yang beliau miliki, yang selama ini barangkali terpendam karena keterbatasan kemampuan dari orang-orang yang belajar kepada beliau. Sekarang beliau sudah buka yaitu syarat masuk Darul Musthofa hafal 2.000 hadits dan hafal Alquranulkarim, baru bisa masuk menjadi murid beliau untuk diturunkan keluasan ilmu hadits yang beliau miliki. Semoga Allah memakmurkan pesantren ini dan Allah panjangkan usia beliau dan semoga Allah SWT memakmurkan dunia ini dengan para ahli hadits dan para ulama.

    Tidak terjadi kiamat hingga muncul banyaknya gempa bumi, kata Rasul SAW. Sudah mulai sirna para ulama. Ini sudah kita lihat. Penghafal hadits kita tinggal sedikit. Jadi zaman sekarang, kalau ada orang yang berfatwa lalu dikatakanlah, “Ini haditsnya dhaif.” Sebentar-sebentar Anda katakan haditsnya Imam Syafii ini haditsnya dhaif. Anda tahu berapa hadits? Ini hadits kalau dikumpulkan sekarang tidak sampai 100.000 hadits. Zaman dahulu orang bicara tentang sholat, ia punya ribuan hadits. Imam Bukhari di dalam kitab Tadzkiratul Huffazh, didatangi oleh muridnya dan berkata, “Wahai imam aku menyusup ke satu wilayah. Di sana aku di uji tentang hadits-hadits sholat.” Ayo haditsnya wudhu apa, bagaimana haditsnya i’tidal, bagaimana haditsnya sujud, itu didaerah sana. Imam Bukhari berubah wajahnya, marah beliau. “Tidak pantas kau masuk Masjid di uji seperti itu. Kalau aku masuk ke situ, akan aku keluarkan 10.000 hadits shahih tentang sholat saja.” 10.000 hadits shahih tentang sholat saja beserta sanad dan hukum matannya. Ini keadaan mereka di masa itu. Imam Bukhari jauh setelah Imam Syafii.

    Sebagaimana saya sampaikan minggu yang lalu Imam Syafii sudah jadi Imam, barulah Imam Bukhari lahir. Imam Syafii lahir tahun 150 H, usia 12 tahun sudah mencapai ke derajat Al Hafizh dan Imam Bukhari lahir tahun 194 H. Jadi Imam Syafii sudah 44 tahun, Imam Bukhari baru lahir. Ini Imam Bukhari seperti itu, bagaimana Imam Syafii? Jadi tentunya para ulama dan hujjatul Islam berhati-hati. Kalau Imam Syafi’i sudah bilang seperti ini, pasti dibelakangnya terhimpun sekian ribu hadits yang tidak sempat beliau sampaikan, diantaranya pembacaan doa nisfu Sya’ban. Pembacaan Yasin 3X itu yang menyarankan adalah Imam Syafi’i. Beliau tidak akan mengada-ada. Kalau beliau mengada-ada, sudah ratusan Al Hafizh dan pakar hadits yang menentang adat-istiadatnya ini di masa lalu. Niscaya mereka telah berkata, “Imam Syafi’i bikin hal yang bid’ah, ngapain baca Yasin 3X di malam nisfu Sya’ban?” Tetapi nyatanya mereka malah ikut baca. Kalau ikut baca berarti pasti ada riwayat tsiqahnya, akan tetapi mungkin dari sekian juta hadits hanya kurang dari 100.000 hadits yang ada di masa sekarang ini. Sudah terhapus haditsnya, tetapi cukup fatwa Imam Syafi’i sebagai hujjah untuk diikuti oleh para imam dan para hujjatul Islam yang lainnya. Ini mereka yang mengerti ilmu hadits dan mustholahul hadits. Yang tidak, maka berkata, “Ya… kalau tidak ada hadits shahihnya tidak usah diikuti.” Tentunya tidak demikian, lihat fatwa dan guru-guru yang bersanad sampai kepada para imam, sampai kepada Rasulullah SAW.

    Kiamat tidak terjadi hingga muncul gempa di mana-mana. Imam Ibn Hajar Al Asqalani menjelaskan bahwa gempa ini sudah ada sejak dari zaman Nabi Adam as, tetapi yang dimaksud Rasul di sini, gempa itu makin banyak dan dahsyat. Di zaman sekarang ini banyak gempa yang dahsyat, muncul tsunami, gempa dahsyat di wilayah Muslimin. Salah satu bentuk dari tanda-tanda munculnya akhir zaman.

    Dan selanjutnya adalah semakin terasa dekatnya waktu. Baru kemarin Idul Fitri sekarang sudah mendekat malam 1 Ramadhan. Demikian cepatnya waktu berputar. Rasanya baru kemarin selesai sekolah, sekarang sudah mau menikah. Demikian cepatnya, waktu tidak terasa di akhir zaman. Imam Ibn Hajar juga menukil bahwa yang dimaksud diantaranya adalah usia yang semakin singkat. Dimasa Rasul, umur 60 tahunan sekarang hanya 30 tahunan saja usia manusia. Dan muncul fitnah-fitnah, hal yang kecil jadi fitnah, hal yang tidak berarti jadi fitnah, hanya masalah gerakan jari sedikit saja (sms) ribuan orang yang memusuhinya. Hanya karena jari kecil saja bisa menyebabkan fitnah yang besar. Membuat orang bunuh satu sama lain, saling pecah silaturahmi. Demikian hadirin-hadirat, hanya masalah kecil bisa menjadi fitnah yang besar.

    Dan juga mulai banyak terjadi pembunuhan, di sini pembunuhan di sana pembunuhan. Anak membunuh ayahnya, ayah membunuh anaknya. Terus terjadi pembunuhan. Hal yang mustahil terjadi puluhan tahun yang lalu, sekarang terjadi. Belum pernah ada yang namanya anak mau menyiksa dan membunuh ibunya. Sekarang mulai muncul seperti itu dan semakin banyak.

    Dan setelah semua itu terjadi, Rasul Saw berkata, “dan akan datang waktunya nanti Allah munculkan kemakmuran.” Maka kalian lihat nantinya di akhir zaman setelah ini muncul, gempa bumi dan lain sebagainya, muncullah keluasan dan kemakmuran. Ini sabda Nabiyyuna Muhammad SAW. Ini sudah muncul pada kita, kekurangan ulama sudah mulai muncul, gempa bumi, fitnah dan zaman yang semakin cepat, muncul orang yang mengaku Nabi. Ini semua sudah muncul, tinggal menagih janji Sang Nabi akan muncul segala kemakmuran pada Muslimin. Maka kalian ini akan dilimpahi kemakmuran, kata Rasul SAW. Ini terusan haditsnya riwayat Shahih Bukhari, sampai nanti tidak ada lagi orang yang menerima sedekah, semua orang cukup, semua orang kaya-raya.

    Mustahilkah? Kalau sekarang mustahil, tapi di masa itu, tidaklah mustahil. Di zaman Nabiyullah Adam as ada orang usianya mencapai ribuan tahun. Barangkali mustahil ada orang usia 63 tahun sudah lanjut usia. Tetapi sekarang, usia 63 tahun sudah lanjut usia. Di masa yang dijanjikan itu Allah bukakan harta yang luas dan kemakmuran bagi Muslimin.

    Guru kita Al Hafizh Al Musnid Al Habib Umar bin Hafizh menjelaskan makna hadits ini bahwa Allah akan membuat orang-orang yang baik jadi kaya-raya, orang-orang yang mencintai da’wah menjadi kaya-raya, dengan cara seperti itu orang-orang susah akan kembali kepada mereka, orang-orang non-Muslim akan diberikan kemiskinan oleh Allah, hancur usahanya, rusak dari apa-apa yang menjadi perdagangannya. Allah berikan keberkahan kepada apa yang diusahakan Muslim yang baik, dan juga keberhasilan. Perdagangannya maju terus dibantu oleh Allah SWT dan di saat itulah harta dan kekayaan dipegang oleh orang-orang yang baik. Orang-orang yang sholeh diberi kekayaan oleh Allah SWT. Maka tentunya di saat seperti itu kaum Muslimin yang susah akan dimodali, mereka dibantu karena orang baik akan mereka bantu. Kalau orang kaya tapi kikir, ia mau kaya sendiri tidak mau berbagi dengan orang lain maka Allah jadikan saat itu adalah orang yang baik yang kaya-raya. Orang yang baik yang kaya-raya membantu yang lain yang di luar Islam yang perdagangannya jatuh. Non-Muslim itu akan ikut bisnis dengan dia, datang pada dia, ikut dengan dia jadi maju. Dan usaha orang-orang non-muslim yang hancur, mereka akan kembali kepada Islam.

    Demikianlah keadaan Muslimin di masa itu dan tidak ada orang-orang yang susah. Pertama-pertama kecukupan, yang kedua sudah cukup, diriwayatkan dari hadits yang tsiqah oleh Imam Tirmidzi ada 1 orang membawa kantung besar berisi dinar dan berkata, “Kau mau menerima sedekah? Tidak adakah satupun yang mau terima?” Ada 1 orang mau terima dan berkata, “Sini aku terima.” Setelah ia terima, ia berkata, “Subhanallah, orang lain tidak ada yang mau terima, tetapi aku menerimanya, ini aku kembalikan.” Orang itu tidak mau, kemudian ia menaruh harta emas dan 1000 dinar dalam kantung yang besar meninggalkannya di jalan, dan ia pun pergi. Demikian luasnya keadaan orang-orang saat itu. Riwayat Shahih Bukhari. Rasul SAW bersabda, “Bersedekahlah kalian! Akan datang satu masa dimana sedekah tidak akan lagi diterima oleh semua orang karena semua orang sudah berkecukupan.”

    Demikian dahsyatnya. Kita berfikir, tampaknya ini mustahil. Namun tentunya kita ingat bahwa beliau ini adalah waliyullah, tidak berbicara dari hawa nafsunya; dan hal itu akan datang. Bencana itu akan datang, fitnah akan datang, yang mengaku Nabi telah datang, gempa bumi telah datang. Maka ini tanda-tanda akan segera munculnya kemakmuran pada Muslimin-Muslimat.

    Kita bermunajat kepada Allah SWT, semoga Allah memakmurkan dan menyegerakan kedatangan kemakmuran Muslimin-Muslimat. Ya Rahman Ya Rahim, bukakan keberkahan bagi kami. Limpahkan cahaya keluasan bagi kami, zhahiran wa bathinan, dunia dan akhirat, majukan da’wah Muslimin. Ramaikan panggung-panggung dzikir dan shalawat. Ya Rahman Ya Rahim, jadikanlah kami ini orang-orang yang pertama membenahi keadaan masyarakat kami. Ya Rahman Ya Rahim, jadikanlah harta dan kekuasaan pada orang-orang yang baik dan kaum Muslimin, dan jadikanlah kehancuran dan kesempitan bagi mereka-mereka yang memusuhi Muslimin. Ya Rahman Ya Rahim, kami mengadukan keadaan hati kami ini. Rabbiy, benahi keadaan diri kami hingga kami bermanfaat bagi masyarakat kami. Ya Rahman Ya Rahim.

    Faqulu jami’an: Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah.

    Majelis kita semakin luas dan malam selasa semakin besar. Insya Allah semakin makmur dan semakin banyak Muslimin-Muslimat yang mengambil faedah. Dan ternyata tidak cukup sampai di sini, Allah makmurkan lagi majelis-majelis lainnya. Majelis tahunan kini sudah semakin dekat dan semakin banyak. Dan di bulan Ramadhan, kita tidak akan berhenti memakmurkan wilayah Jakarta ini dengan majelis-majelis dzikir. Insya Allah di malam 17 Ramadhan akan mengadakan Tabligh Akbar dan peringatan Badr Kubro sekaligus malam Nuzulul Qur’an yang Insya Allah bertempat di Monumen Nasional (Monas). Kemarin ada sedikit kendala. Sudah ada perizinan di Monas. Ternyata Monas dipenuhi oleh kemah-kemah para tentara dan juga persenjataan untuk peringatan acara 17 Agustus. Jadi tidak etis kalau seandainya jamaah kumpul jadi satu dengan kemah-kemah para tentara. Tentunya kita tidak nyaman. Maka kita dipindahkan ke Lapangan Banteng. Tapi untuk malam 17 Ramadhan telah disepakati, Insya Allah. Dan juga di bulan Ramadhan kita akan mengadakan acara besar-besaran di wilayah Ancol, tempat-tempat maksiat akan kita terangi dengan Nama Allah.

    Wa shallallahu wa sallam wa barik ‘ala Nabiyina Muhammadin wa ‘ala alihi washohbihi wassallam.
    Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

    Wassalamu ’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

    (majelisrasulullah.org)

  • Ayah Bunda Nabi Di Neraka?

    Ada-ada saja kelompok pemuda yang lemah aqal di zaman ini. Betapa teganya mereka berbicara yang tidak-tidak tentang ibunda dan ayahanda baginda Nabi Muhammad SAAW. Mereka berkata bahwa ayah-bunda Nabi masuk neraka. Sungguh tuduhan yang menyakiti hati sang Nabi pilihan. Untuk itu, Guru kita Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa telah memberikan penjelasan yang dapat Anda baca di sini.

  • Ayah Bunda Nabi Di Neraka?

    Dalam banyak hadits teriwayatkan ketika ditanyakan pada nabi saw:
    “Apa yg kau perbuat untuk pamanmu abu thalib? Dahulu ia melindungimu, dan marah demi membelamu..,” maka Rasul saw bersabda : “Dia di pantai api neraka, kalau bukan karena aku, niscaya ia di dasar neraka yg terdalam” (Shahih Bukhari hadits no.3670, 5855, Shahih Muslim hadits no.209)

    Berkata Al Hafizh Al Imam Ibn Hajar Al Atsqalaniy: “Berkata Imam Baihaqi di dalam penjelasan riwayat masalah Abu Thali : ‘Tiada makna pengingkaran karena telah shahihnya riwayat ini, dan bentuknya menurutku bahwa syafaat pada kafir terhalang sebagaimana sampainya kabar yang jelas dan benar, bahwa tiada yang bisa memberi syafaaat pada kafir seorangpun, namun ini adalah makna umum bagi semua kafir, dan boleh saja ada kekhususan darinya bagi siapa yang telah dikuatkan kekhususan baginya (Rasul saw).

    Berkata sebagian mereka yang berpendapat bahwa balasan orang kafir daripada siksa adalah atas kekufurannya dan maksiatnya, maka boleh saja Allah mengurangkan sebagian dari siksa orang kafir, demi menenangkan hati sang Nabi saw pemberi syafaat, bukan karena pahala bagi orang kafir, karena pahalanya telah hapus karena kematiannya.’” (Fathul Baari Al masyhur Juz 11 hal 431).

    Perhatikan ucapan Imam : “demi menenangkan hati sang nabi saw pemberi syafaat,” lalu bagaimana lagi dengan ayah bunda Nabi saw…???

    Juga diriwayatkan bahwa Abbas bin Abdulmuttalib melihat Abu Lahab dalam mimpinya, dan Abbas bertanya padanya : “Bagaimana keadaanmu?” Abu lahab menjawab : “Di neraka, cuma diringankan siksaku setiap Senin karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.4813, Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits no.13701, syi’bul iman no.281, fathul baari Almasyhur juz 11 hal 431).

    Walaupun kafir terjahat ini dibantai di alam barzakh, namun tentunya Allah berhak menambah siksanya atau menguranginya menurut kehendak Allah swt, maka Allah menguranginya setiap hari senin karena telah gembira dengan kelahiran Rasul saw dengan membebaskan budaknya.

    Walaupun mimpi tak dapat dijadikan hujjah untuk memecahkan hukum syariah, namun mimpi dapat dijadikan hujjah sebagai manakib, sejarah dan lainnya, misalnya mimpi orang kafir atas kebangkitan Nabi saw, atau pun mimpi Pendeta Buhaira atas kebangkitan Rasul saw, maka tentunya hal itu dijadikan hujjah atas kebangkitan Nabi saw, demikian pula mimpi Ibunda Rasul saw yang Allah ilhamkan untuk memberi beliau saw nama “Muhammad”, tentunya mustahil nama Muhammad itu datang dari bibir musyrik. Itulah mimpi yang benar.

    Maka para Imam diatas yang meriwayatkan hal itu tentunya menjadi hujjah bagi kita bahwa hal itu benar adanya, karena diakui oleh para Imam dan mereka tak mengingkarinya, bahkan berkata Imam Ibn Hajar dan Imam Assuyuthiy: “Perlu pertimbangan untuk memungkiri itu karena telah diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.”

    Karena memang shahih Bukhari adalah kitab hadits tertinggi dan terkuat dari semua kitab hadits, dan Imam Bukhari digelari Sayyidul Muhadditsin (Raja para Ahli Hadits), gelar ini dikatakan oleh Imam Muslim yang ta’jub ketika melihat Imam Bukhari dapat menjawab dengan mudah permasalahan yang tak bisa dipecahkan olehnya, maka berkata Imam Muslim: “Izinkan aku mencium kedua kakimu wahai Guru para Guru Ahli Hadits, wahai Raja para ahli hadits, wahai penyembuh hadits dari ilatnya..!”

    Dengan penjelasan diatas, bila Abu Thalib yang hidup di masa Nabi dapat syafaat Rasul saw hingga teringankan siksanya, dan bahkan Raja semua kafir yaitu Abu lahab bahkan mendapat keringanan siksanya karena pernah membebaskan budaknya yaitu Tsuwaibah karena gembiranya menyambut kelahiran Nabi SAW, maka bagaimana lagi ayah bunda Rasul saw, yang melahirkan Nabi saw, dan mereka tak sempat hidup di masa kebangkitan Risalah Nabi saw dan tak sempat kufur atau pun menolak ajaran Rasul saw?

    Demikian pendapat sebagian ulama bahwa ayah dan ibu Nabi SAW bebas dari kemusyrikan dan neraka, karena wafat sebelum kebangkitan Risalah, dan tak ada pula nash yg menjelaskan mereka menyembah berhala. Diantara Ulama yg berpendapat bahwa ayah bunda Nabi bukan musyrik adalah :
    Hujjatul Islam Al Imam Syafii dan sebagian besar ulama syafii, Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Qurtubi, Al Hafidh Al Imam Assakhawiy, Al hafidh Al Muhaddits Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthi yg mengarang sebuah buku khusus tentang keselamatan ayah bunda nabi saw, Al hafidh Al Imam Ibn Syaahin, Al Hafidh Al Imam Abubakar Al baghdadiy, Al hafidh Al Imam Attabari, Al hafidh Al Imam Addaruquthniy, dan masih banyak lagi yang lainnya.

    Satu hal yang buruk pada jiwa para wahhabi, adalah mengumpat Nabi saw dg pembahasan ini. Naudzubillah dari jiwa busuk yang mengumpat Rasulullah saw, menuduh bunda Nabi kafir musyrik. Lalu bagaimana bila hal ini tak benar? Sungguh kekufuran akan berbalik kepada mereka.

    Saudaraku, beribu maaf, misalkan seseorang bernama Amir tak jelas apakah ayah ibunya muslim atau kafir. Lalu Zeyd menukil 100 cara untuk menjelaskan pada orang banyak bahwa ayah dan ibunya Amir adalah musyrik dan kafir. Bukankah berarti Zeyd memusuhi Amir? Bukankah ini umpatan terburuk? Bukankah jelas-jelas Zeyd mengumpat Amir? Bukankah berarti ia musuh besar Amir?

    Mereka berkata : “Kami taqlid kepada para Mujtahid.” Ketahuilah, taqlid kepada para mujtahid membutuhkan sanad, bukan taqlid kepada buku.

    Dan pendapat yang shahih dalam madzhab Syafi’i bahwa ayah bunda Nabi saw selamat karena tergolong ahlul fithrah, karena tak ada bukti bahwa mereka menyembah berhala.

    Mengenai hadits : “Ayahku dan ayahmu di Neraka” (HR. Shahih Muslim)

    Kalimat “Abiy” dalam ucapan Nabi saw diatas tak bisa diterjemahkan mutlak sebagai ayah kandung, sebagaimana firman Allah SWT : “Berkata Ya’kub ketika akan wafat kepada putra-putranya : ‘apa yg akan kalian sembah setelah wafatku nanti?’ Mereka menjawab : ‘Kami menyembah Tuhanmu, dan Tuhan ayah-ayahmu yaitu Ibrahim, dan Ismail dan Ishaq… (QS. Al-Baqarah 133)

    Jelas sudah bahwa ayah dari Ya’qub hanyalah Ishaq, sedangkan Ibrahim adalah kakeknya, dan Ismail adalah paman Ya’qub. Namun mereka mengatakan : ‘ayah-ayahmu’ namun bermakna : ‘ayahmu, kakekmu, dan pamanmu’. Karena dalam kaidah Arabiyyah sering terjadi ucapan ayah, adalah untuk paman.

    Bila siksa, keringanan dan ampunan adalah urusan Allah, dan Allah meringankan Abu lahab, dan meringankan Abu Thalib, maka lebih-lebih ayah bunda Nabi saw.

    Berkata Al Hafizh Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthi dalam kitabnya Masalikul Hunafaa’ fi Abaway Musthofa, bahwa riwayat hadits shahih Muslim itu diriwayatkan oleh Hammad, dan ia adalah Muttaham (tertuduh), dan Imam Muslim tidak meriwayatkan hadits lain darinya kecuali ini. Dan riwayat hadits itu (ayahku dan ayahmu di neraka) adalah hadits riwayat Hammad sendiri, dan Hammad dianggap sebagai orang yang lemah hafalannya, dan ia terkelompok dalam orang yang hadits-hadistnya banyak diingkari, karena lemah hafalannya dan Imam Bukhari tidak menerima Hammad, dan tak mengeluarkan satu hadits pun darinya.

    Dan Imam Muslim tak punya riwayat lain dari Hammad kecuali dari Tsabit ra dari riwayat ini, dan telah berbeda riwayat lain dari Muammar yang juga dari Tsabit ra dari Anas ra dengan tidak menyebut lafazh : ‘ayahku dan ayahmu di neraka,’ tetapi dikatakan padanya “Bila kau lewat di kubur orang-orang kafir, fabassyirhu binnaar”, dan riwayat ini Atsbat (lebih kuat) haytsu riwayat (dari segi riwayatnya), karena Muammar jauh lebih kuat dari Hammad, sungguh Hammad telah dijelaskan bahwa ia lemah dalam hafalannya dan pada hadits haditsnya banyak yang terkena pengingkaran.

    Berkata Al-Hafizh Al-Imam Nawawi : “Ketika khabar ahad bertentangan dengan Nash Alqur’an atau ijma’, maka wajib ditinggalkan zhohirnya” (Syarh Muhadzab Juz 4 hal 342)

    Berkata Al Hafizh Al Imam Ibn Hajar Al Atsqalaniy yang menyampaikan ucapan Al Kirmaniy bahwa yang menjadi ketentuannya adalah “Khabar Ahad adalah hanya pada amal perbuatan, bukan pada I’tiqadiyyah” (Fathul Baari Almasyhur Juz 13 hal 231)

    Berkata Al hafizh Al Imam Assuyuthiy bahwa Hadits Shahih bila dihadapkan pada Hadits lain yang lebih kuat maka wajib penakwilannya dan dimajukanlah darinya dalil yang lebih kuat sebagaimana hal itu merupakan ketetapan dalam Ushul (Masaalikul Hunafa fii Abaway Mustofa hal 66)

    Berkata Imam Al Hafizh Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy bahwa hadits riwayat Muslim abii wa abaaka finnaar (ayahku dan ayahmu di neraka), dan tidak diizinkannya nabi saw untuk beristighfar bagi ibunya telah MANSUKH dengan firman Allah swt : “Dan kami tak akan menyiksa suatu kaum sebelum kami membangkitkan Rasul” (QS. Al-Isra 15). [Rujuk Masaalikul Hunafa fii Abaway Musthofa hal. 68 dan Addarajul Muniifah fii Abaway Musthofa hal. 5 yang juga oleh beliau]

    Dikeluarkan oleh Ibnu Majjah dari Ibrahim bin Sa’ad dari Zuhri dari Salim dari ayahnya yang berkata: Datanglah seorang dusun kepada Nabi SAW, dan berkata, “Yaa Rasulullah! Inna abi kaana yasilur-raha wa kaana wa kaana… fa aina huwa?” Qaala, “Finnaar.” Qaala: Fa ka-annahu wajada min dzalik. Faqaala: “Yaa rasulullah! Fa aina abuuk?” Faqaala SAW haistu marorta fi qabr kafir, fa bassyirhu binnaar, fa aslama a’rabiy ba’d. faqaala law qad kallafani rasulullah saw taba’an, ma marortu bi qabr kafir illa bassyartuhu binnar.

    Maka jelaslah bahwa Imam Muslim dan Imam Nawawi mengambil riwayat ini bukan bermaksud menuduh ayah kandung nabi saw kafir, namun sebagai penjelas bahwa paman-paman nabi saw ada banyak yang dalam kekufuran, karena menolak risalah Nabi saw, termasuk Abu Lahab. Bahkan Abu Thalib pun dalam riwayat shahih Bukhari bahwa ia di Neraka.

    Berkata Al Hafizh Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy:
    Dikatakan oleh Al Qadhiy Abu Bakar Al A’raabiy bahwa orang yang mengatakan ayah bunda Nabi di neraka, mereka (yang berkata seperti itu) di laknat oleh Allah SWT, karena Allah SWT telah berfirman : “Sungguh mereka yang menyakiti dan mengganggu Allah dan Nabi-Nya, mereka dilaknat Allah di dunia dan akhirat, dan dijanjikan bagi mereka azab yang menghinakan.” (QS. Al-Ahzab: 57)

    Berkata Qadhiy Abu Bakar, “Tiadalah hal yg lebih menyakiti Nabi SAW ketika dikatakan bahwa ayahnya berada di neraka, dan sungguh telah bersabda Nabi saw : ‘Janganlah kalian menyakiti yang hidup karena sebab yang telah wafat.’ (Masalikul Hunafa’ hal. 75 li Imam Suyuti)

    Adakah satu ucapan Imam Nawawi yang mengatakan bahwa Abdullah bin Abdul Muththalib dan Aminah adalah musyrik penyembah berhala? Tidak ada. Bahkan Nabi SAW sendiri menjelaskan bahwa ayah-ayahnya adalah suci, sebagaimana sabda beliau saw :
    “Aku Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muttalib, bin Hasyim, bin Abdu Manaf, bin Qushay, bin Kilaab, bin Murrah, bin Ka’b bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nadhar bin Kinaanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudharr bin Nizaar. Tiadalah terpisah manusia menjadi dua kelompok (nasab) kecuali aku berada diantara yg terbaik dari keduanya. Maka aku lahir dari ayah ibuku dan tidaklah aku terkenai oleh ajaran jahiliyah, dan aku terlahirkan dari nikah (yang sah), tidaklah aku dilahirkan dari orang jahat sejak Adam sampai berakhir pada ayah dan ibuku. Maka aku adalah pemilik nasab yang terbaik diantara kalian, dan sebaik-baik ayah nasab.” (Ditakhrij oleh Imam Baihaqi dalam Dalailun Nubuwwah dan Imam Hakim dari Anas ra).

    Hadits ini diriwayatkan pula oleh Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya Juz 2 halaman 404. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabari dalam tafsirnya Juz 11 halaman 76.

    Juga sabda Nabi saw : “Aku Nabi yang tak berdusta, aku adalah putra Abdul Muththalib.” (Shahih Bukhari hadits no.2709, 2719, 2772, Shahih Muslim hadits no. 1776. Hadits ini diriwayatkan pula oleh Imam Nawawi dalam syarh Shahih Muslim.)

    Bila Abdul Muttolib kafir, maka adakah nabi akan membanggakan kakeknya yang kafir dalam peperangan? Dan Anda lihat pula dalam hadits ini bahwa putera bermakna cucu.

    Tentunya mengenai hal ini telah jelas. Bahkan paman Nabi SAW pun disyafa’ati oleh Rasul SAW. Demikian pula Abu Lahab sebagaimana riwayat Shahih Bukhari. Dan makna ayah dalam hadits itu adalah paman.

    Demikian pula ucapan Nabi saw kepada Sa’ad bin Abi Waqqash ra di peperangan Uhud ketika Nabi saw melihat seorang kafir membakar seorang Muslim, maka Rasul saw berkata pada Sa’ad : “Panah dia, jaminan keselamatanmu adalah ayah dan ibuku!” Maka Sa’ad bin Abi Waqqash ra berkata dengan gembira : “Rasul saw mengumpulkan aku dengan nama ayah ibunya!” (Shahih Bukhari hadits no.3442 Bab Manaqib Zubair bin Awam. Riwayat yang sama pada Shahih Bukhari hadits no. 3446 Bab Manaqib Sa’ad bin Abi Waqqash. Riwayat yang sama pada Shahih Bukhari hadits no. 3750 Bab Maghaziy. Riwayat yang sama pada Shahih Bukhari hadits no. 3751 Bab Maghaziy)

    Jelas sudah, mustahil Rasul saw menjadikan dua orang musyrik untuk disatukan dengan Sa’ad bin Abi Waqqash ra, dan mustahil pula Sa’ad ra berbangga-bangga namanya digandengkan dengan dua orang musyrik.

    Kita lihat bagaimana saat-saat kelahiran Nabi saw.. :
    Berkata Utsman bin Abil Ash Ats-Tsaqafiy dari ibunya yang menjadi pembantu Aminah bunda Nabi saw, ketika ibunda Nabi saw mulai saat-saat melahirkan, ia (ibu Utsman) melihat bintang-bintang mendekat hingga ia takut berjatuhan di atas kepalanya. Lalu ia melihat cahaya terang-benderang keluar dari Bunda Nabi saw hingga membuat terang-benderangnya kamar dan rumah. (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)

    Riwayat shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw saat melahirkan Nabi saw melihat cahaya yang terang-benderang hingga pandangannya menembus dan melihat istana-istana Romawi. Inikah wanita musyrik, kafir…?

    Sabda Nabi saw : “Bila berkata seseorang kepada saudaranya wahai kafir, maka akan terkena pada salah satu dari mereka.” (Shahih Bukhari hadits no.5754)

    Dan pembahasan ini saya tutup bagi yang membantah namun tak bisa menyebutkan sanadnya kepada para Muhaddits, karena mereka yang tak memiliki sanad kepada para Imam itu maka hujjahnya Maqtu’, sanadnya terputus, dan fatwanya tidak diakui dalam syariah Islam, maka ketika dua pendapat berselisih, yang lebih tsiqah dan kuat adalah yang mempunyai sanad kepada para Imam tersebut.

    Wallahu a’lam

    (Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa)