Kategori: Iblis & Dajjal

  • BUDDHISME DAN ATHEISME

    Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. Al-Jatsiyah: 23-24)

    Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim dan menjadikan ‘Ketuhanan Yang Mahaesa’ sebagai salah satu dasar negara ternyata sangat toleran kepada para pemeluk agama yang sesungguhnya bukanlah penganut ‘Ketuhanan Yang Mahaesa’. Bukan hanya terhadap Kristen, Katholik, dan Hindu, tetapi juga terhadap agama Buddha yang sesungguhnya berpaham atheis (tak bertuhan).

    Kebanyakan orang berfikir bahwa orang Buddha itu menyembah Buddha sebagaimana orang Kristen menyembah Yesus. Padahal tidak demikian. Dalam agama Buddha tidak ada sembah-menyembah. Buddha bukanlah sembahan, tetapi Guru yang mengajarkan bagaimana caranya keluar dari 31 alam dan lepas dari ruang dan waktu hingga berada di suatu alam yang disebut Nirvana.

    Dalam ajaran Buddha, alam itu terdiri dari 31 alam. Di bawah ini adalah alam-alam tersebut berikut batas waktunya.

    I. ALAM LINGKUP INDERA (11 alam)
    A. Alam menderita
    1. Neraka (tak tentu)
    2. Binatang (tak tentu)
    3. Setan Kelaparan (tak tentu)
    4. Raksasa (tak tentu)

    B. Alam Bahagia
    5. Manusia (+/- 75-100 th)
    6. Empat raja besar (500 ts)
    7. 33 Dewa (1.000 ts)
    8. Yama (2.000 ts)
    9. Tusita (4.000 ts)
    10. Bergembira dlm ciptaan makhluk lain (8.000 ts)
    11. Penguasa ciptaan para makhluk lain (16.000 ts)

    II. ALAM BENTUK (16 alam)
    A. Alam Jhana pertama
    12. Pengikut-pengikur Brahma (1/3 ak)
    13. Menteri-menteri Brahma (1/2 ak)
    14. Mahabrahma (1 ak)

    B. Alam Jhana kedua
    15. Cahaya terbatas (2 mk)
    16. Cahaya tak terukur (4 mk)
    17. Cahaya gemerlap (8 mk)

    C. Alam Jhana ketiga
    18. Keagungan terbatas (16 mk)
    19. Keagungan tak terukur (32 mk)
    20. Keagungan yang memancar (64 mk)

    D. Alam Jhana keempat
    21. Pahala besar (500 mk)
    22. Non persepsi (500 mk)
    23. Kediaman tak bergerak (1.000 mk)
    24. Kediaman Suci (2.000 mk)
    25. Kediaman Indah (4.000 mk)
    26. Kediaman Pandangan terang (8.000 mk)
    27. Kediaman murni tertinggi (16.000 mk)

    III. ALAM TANPA BENTUK (4 alam)
    28. Ruang tanpa batas (20.000 mk)
    29. Kesadaran tanpa batas (40.000 mk)
    30. Ketiadaan (60.000 mk)
    31. Bukan persepsi bukan pula non persepsi (84.000 mk)

    MK= MAHA KAPPA
    AK= ASANKHEYYA KAPPA
    TS= TAHUN SURGAWI

    Dalam Sutta 8 Jaya Manggala dijelaskan bahwa Mahabrahma kekuatanya sangat jauh melebihi matahari terbit sampai melebihi matahari terbenam, tetapi di atas Mahabrahma masih ada 17 alam yang lebih dahsyat lagi kekuatannya. Dan agama Buddha beranggapan bahwa Mahabrahma ini adalah alam yang biasa disebut oleh agama lain sebagai Tuhan. Jadi mereka beranggapan bahwa Tuhan itu sendiri adalah salah satu dari alam, dan bukan pencipta alam. Tentu anggapan ini adalah keliru dalam Islam. Rabb adalah Pencipta segala alam. Rabb bukanlah alam itu sendiri.

    Rabb, dalam pandangan Islam adalah Yang Menciptakan, Mengatur, dan Menguasai segala alam (makhluq). Rabbul ‘alamin dalam Islam adalah Allah. Tetapi dalam agama Buddha, segala alam itu ada dengan sendirinya tanpa diciptakan, sebagaimana diklaim juga oleh para evolusionist. Ajaran Buddha juga mengakui adanya evolusi alam. Namun berbeda dengan Darwinisme, Buddha tidak mengatakan bahwa manusia berasal dari kera yang berevolusi.

    Dari sini kita dapat melihat bahwa Buddhisme merupakan paham tanpa tuhan (atheisme). Dalam agama Buddha, alam ada dengan sendirinya tanpa diciptakan. Buddhisme juga menolak konsep taqdir. Karena dalam Buddhisme, manusia mendapat kebahagiaan atau pun penderitaan adalah disebabkan perbuatannya sendiri yang timbul dari kehendaknya sendiri, yang mereka sebut dengan Karma.

    Karena mereka menolak penciptaan, itu berarti bahwa alam ini ada tanpa awal. Alam ada tanpa diawali dengan ketiadaan. Maka alam juga tidak mempunyai akhir. Itu artinya, alam ini kekal. Maka Buddhisme juga menolak konsep kiamat.

    Dalam Buddhisme dikenal konsep ‘purnabhava’ atau kelahiran kembali. Dengan demikian, manusia yang mati dapat menghuni kembali alam yang kekal ini sebagai manusia atau sebagai makhluq lainnya. Sungguh, ini hanya merupakan konsep takhyul yang hanya ada dalam khayalan para atheis untuk menolak eksistensi Allah. Mereka hanyalah kaum yang mengikuti hawa nafsunya dan berkata bahwa mereka ada tanpa campur tangan Tuhan.

    Lihat juga:
    ‘Origin of Species’ dalam Buddhisme
    Siapakah Tuhan
    Sifat Salbiyah Tuhan

  • ‘Origin of Species’ dalam Buddhisme

    Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. Al-Jatsiyah: 23-24)

    Dalam Buddhisme, dunia, manusia, dan segala sesuatu itu ada dengan sendirinya tanpa diciptakan. Hal ini mempunyai kemiripan dengan klaim Darwin dan para pendukungnya. Darwin mempunyai suatu pandangan sendiri tentang asal-usul makhluq hidup yang dia tuangkan dalam bukunya ‘The Origin of Species’. Lalu bagaimana asal-usul makhluq hidup dalam ajaran Buddha?

    Menurut Buddhisme, manusia terlahir secara tersendiri ke dunia ini. Tetapi bentuknya sangat kecil dan bercahaya. Sedangkan dunia ini masih lunak seperti bubur, belum ada tanah.

    Dalam jangka waktu yang lama, makhluq-makhluq ini (calon manusia) terbang di atas bubur tersebut. Kemudian ada sebagian makhluq (yang terlihat lebih pintar) turun ke permukaan bubur dan mencicipi bubur tersebut. Setelah mencicipi, muncul sebuah kenikmatan atau rasa lezat (mulai belajar mengetahui rasa enak dan mulai belajar makan). Kemudian makhluq yang lainnya juga ikut mencicipi bubur tersebut.

    Dalam jangka waktu yang lama, hal tersebut terus terjadi, akhirnya lapisan bubur tersebut menjadi keras, dan tumbuh sejenis tumbuhan yang menghasilkan biji-bijian. Makhluq tersebut tidak makan sari tanah (bubur) tersebut lagi, melainkan biji-bijian yang dihasilkan oleh tanaman tersebut.

    Dalam jangka waktu yang lama, hal tersebut terus terjadi. Tetapi mulai ada sebagian dengan otaknya yang penuh ketamakan mulai menimbun bijian tersebut untuk dimakan bila diperlukan, yang sebelumnya mereka petik bila dibutuhkan.

    Hal tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, akhirnya tumbuhan tersebut tumbuh dan berbuah berdasarkan musimnya. Lalu mulai muncul tanam-tanaman yang lain. Ada yang berbuah dan ada yang tidak (evolusi tumbuh-tumbuhan sudah terjadi dizaman ini). Semua proses ini diperhatikah oleh seorang makhluq yang derajatnya sangat tinggi dari pada makhluq yang lain, dia duduk di alam ke 14 (Mahabrahma) memperhatikan (mungkin kurang lebih juga mengatur) proses yang terjadi untuk menbentuk alam 1 hingga 13.

    Hal ini tejadi dalam waktu yang lama. Karena terus makan dan makan lagi, akhirnya cahaya tubuh makhluq ini menjadi redup. Lambat laun, karena semakin tertimbunnya makanan di dalam tubuh karena semakin tamak dan terikat oleh keni’matan makanan, maka terjadilan proses pembuangan. Supaya bisa membuang, maka perlu adanya alat pengeluaran yakni anus, dan saluran kencing.

    Hal tersebut juga terjadi dalam waktu yang lama. Saluran kencing terbentuk dengan bentuk yang berbeda antara makhluq yang satu dengan yang lainnya. Ada yang diluar (laki-laki), ada yang di bagian dalam (wanita). Pada zaman ini mulai terbentuk apa yang disebut jenis kelamin.

    Hal tersebut dibiarkan dalam waktu yang lama. Kemudian pada suatu masa, ada sebagian makhluq yang mulai mengexplorasikan tubuhnya dengan tubuh yang lainnya dan disebabkan rasa ingin tahunya, terjadilah hubungan kelamin. Hal ini menimbulkan sensasi keni’matan yang kemudian diikuti oeh makhluq yang lainnya. Setelah terjadi hubungan kelamin terjadilah kelahiran. Siapa yang perlu dilahirkan, sedangkan semua makhluq berada di 31 alam ini. Di alam 15 – 31, hidup mereka sangat lama, jadi tidak mungkin menunggu mereka dilahirkan dialam ini. Maka terjadilah yang disebut ‘kematian’ yang dialami makhluq yang berada di alam ini. Kematian terjadi untuk mendukung proses adanya kelahiran.

    Semua dilahirkan menurut karmanya masing masing. Ada yang baik dan ada yang jahat. Yang jahat terlahir dengan fisik yang kurang sempurna seperti manusia, dan dijauhi oleh manusia, sehingga mereka berhubungan dengan sejenisnya. Mulailah terbentuk alam binatang.

    Mulailah makhluq yang di alam ke-14 (Mahabrahma) memasukkan orang berdasarkan karmanya ke alam surga (Alam Bahagia) ataupun neraka (Alam Menderita). Pada zaman ini mulai ada alam neraka, binatang, manusia, surga, dan lain-lain. Sehingga terbentuklah alam 1 hingga 14.

    Pada zaman awalnya makhluq ini sangat panjang umurnya. Diperkirakan umur mereka sekitar ratusan ribu tahun. Semakin lama, umur manusia semakin pendek. Kelak akan hanya mencapai umur 10 tahun dengan kesanggupan reproduksi pada umur sekitar 3 tahun.Kenapa hal ini terjadi? Karena ketamakan, kebodohan, kebencian yang merupakan dasar dari perbuatan jahat terus tumbuh dengan subur pada zaman ini. Manusia paling tamak diangap contoh yang baik. Manusia paling bengis diangap paling pintar.

    Tetapi pada zaman ketika umur manusia rata-rata 10 tahun, sebagian mulai sadar akan kekacauan ini. Jalan menuju kebaikan semakin banyak karena semuanya semakin sadar. Lalu dikuti oleh yang lainnya. Akhirnya manusia berbuat semakin baik.

    Hal ini berlangsung sangat lama, lama sekali. Proses perbaikan mulai terjadi. Alam binatang, neraka, hantu dan sebagainya menjadi kosong. Semua terlahir di alam manusia.
    Sedangkan yang di alam manusia juga semakin sadar. Makhluq yang disurga juga semakin sadar. Dan pada akhirnya semua makhluq tersebut terlahirkan ke alam 15 hingga 31. Sebagian yang lebih bijak atau tercerahkan/tersadarkan dilahirkan di alam 0 atau Nirvana).

    Pada proses ini, alam 1 hingga 14 menjadi kosong. Mahabrahma (Tuhan) juga akan tidak ada. Selesailah 1 Asankheyya Kappa.

    Semua mahluk di alam 15 hingga 31 ini pada suatu saat akan selesai masanya di alam masing-masing. Jadi akhirnya mereka akan terlahir kembali di alam manusia, sedangkan alam manusia belum ada. Jadi mulailah lagi cerita dari awal, yakni terciptanya sebuah makhluq bercahaya yang terbang di atas sari tanah yang berbentuk seperti bubur.

    Sedangkan mereka yang sudah menjadi arahat dan Buddha tetap di alam 0 atau Nirwana dan tidak lagi mengalami purnabhava (kelahiran kembali). Karena di alam 0 ini tidak ada waktu yang membatasi kehidupan mereka.

    Jadi mereka beranggapan bahwa mereka tidak diciptakan oleh Allah. Setelah mereka mati dan dilahirkan kembali sebagai makhluq di alam 15 hingga 31, tidak ada yang membinasakan mereka kecuali batas waktu hidup mereka di masing-masing alam tersebut. Konsep bathil para pengikut hawa nafsu ini digambarkan dengan tepat dalam Al-Qur`an surat Al-Jatsiyah ayat 23 hinga 24.

    Baca juga:
    Buddhisme dan Atheisme

    Cek juga dalam diskusi di http://asia.groups.yahoo.com/group/daunbodhiindonesia/ pada posting ke 304 hingga 361.

  • Ordo Rosicrucian (AMORC)

    Anda mungkin telah pernah membaca tentang Baphomet, Gereja Setan, Knight Templar, dan Ordo Illuminati yang semuanya berkaitan dengan Freemasonry. Salah satu ordo yang berkaitan juga adalah ordo Rosicrucian.

    Ordo Rosicrucian, AMORC, dikenal secara internasional disebabkan tradisinya dan sebutan aslinya, Ancient Mystical Order Rosae Crucis (Ordo Kebatinan Purba Salib Mawar), yang disingkat “AMORC.”

    Tidak ada konotasi religius yang berhubungan dengan lambang salib mawar ini. Salib yang secara simbolis melambangkan badan manusia dan bunga mawar melambangkan kesadaran individual yang membentang. Bersama-sama, mawar dan salib melambangkan pengalaman dan tantangan hidup yang bijaksana, menurut Rosicrucian.

    Dengan lambang dan nama tersebut, AMORC menghadirkan kelompok persaudaraan purba Rosicrucians, mengabadikan tradisi sejati pergerakan Rosicrucian dari masa purba ke zaman ini.

    Sejarah Ordo Rosicrucian, AMORC, mungkin dibagi menjadi dua penggolongan: menurut urutan waktu dan tradisional. Sejarah tradisional terdiri dari alegori kebatinan dan legenda yang telah dijaga selama berabad-abad dari mulut ke mulut. Ordo Rosicrucian menurut urutan waktu didasarkan pada tanggal spesifik dan fakta.

    Akar Rosicrucian di Dunia Purba

    Pergerakan Rosicrucian, berakar dari tradisi misteri, filosofi, dan dongeng dari Mesir kuno (kira-kira 1500 SM). Di zaman dahulu kata “misteri” yang disebut suatu pengetahuan khusus (gnosis), suatu kebijaksanaan rahasia.

    Beribu-ribu tahun yang lalu di Mesir Kuno dipilih sekolah atau badan yang dibentuk untuk menyelidiki misteri hidup dan belajar rahasia kebijaksanaan tersembunyi ini. Hanya para siswa yang tekun, yang menunjukkan keinginan besar terhadap pengetahuan dan memenuhi test tertentu saja yang pantas dipertimbangkan untuk dilantik ke dalam misteri ini.

    Para anggota pelajar pertama ordo ini bertemu di dalam ruangan yang dikucilkan di dalam kuil tua yang megah, sebagai calon, mereka dibaiat/diinisiasi ke dalam misteri tersebut. Studi kebatinan mereka kemudian mengasumsikan karakter yang lebih tertutup dan dipegang secara eksklusif di dalam kuil yang telah dibangun untuk tujuan tersebut. Bertentangan dengan pernyataan sejarawan, tradisi Rosicrucian menceritakan bahwa piramida Giza tidaklah dibangun sebagai pusara firaun, tetapi benar-benar merupakan tempat studi dan inisiasi kebatinan. Sekolah misteri, setelah berabad-abad, secara berangsur-angsur ditingkatkan menjadi pusat pembelajaran, menarik para pelajar dari seluruh dunia.

    Firaun Thutmose III, yang memerintah Mesir dari 1500 hingga 1447 SM, mengatur sekolah esoterik pertama yang mula-mula sekali menemukan metoda dan prinsip yang mirip dengan prinsip dan metoda Ordo Rosi­Crucian zaman ini, AMORC. Dekade Firaun selanjutnya, AMENHOTEP IV dibaiat/diinisiasi ke dalam sekolah rahasia. Firaun ini yang paling mendapatkan pencerahan -menurut Rosicrucian- yang sangat diilhami oleh misteri yang mengajarkan bahwa ia memberi suatu arah baru bagi filosofi dan agama Mesir. Ia mendirikan suatu agama yang mengakui Aton, sang cakra matahari, sebagai lambang tapak kaki dewa, pondasi bagi hidup itu sendiri, lambang cahaya, kebenaran, dan kesenangan, dan mengubah namanya menjadi Akhnaton untuk mencerminkan gagasan baru ini. Dan walaupun agama yang lebih awal didirikan kembali kemudiannya, gagasan kebatinannya ditanamkan ke dalam kesadaran manusia, dan nyala apinya tak pernah padam.

    Berabad-abad kemudian, ahli filsafat Yunani seperti Thales dan Pythagoras, ahli filsafat Roma Plotinus, dan yang lainnya, bepergian ke Mesir dan diinisiasi ke dalam sekolah misteri. Kemudian mereka membawa ajaran ini ke dunia barat. Pengalaman mereka adalah catatan pertama dari apa yang segera tumbuh dalam Ordo Rosicrucian. Nama Ordo, seperti yang sekarang dikenal, datang kemudian. Bagaimanapun, Ordo Rosicrucian selalu mengabadikan warisannya dari prinsip dan simbolisme masa lampau.

    Awal Permulaan Eropa

    Di masa Charlemagne (742-814), ahli filsafat Perancis Arnaud memperkenalkan pengajaran kebatinan ke Perancis, dan dari sana mereka menyebar ke Eropa Barat. Di seluruh Eropa pertengahan, pengetahuan kebatinan sering diletakkan di dalam simbolisme atau disembunyikan dan tersembunyi di dalam nyanyian cinta Troubadours, formula ahli alkimia, sistem simbolis yang dikenal sebagai Qabala, dan upacara Ordo Ksatriaan (Order of Knighthood).

    Ketika Renaissance muncul secara tiba-tiba di Eropa dengan suatu kilat dari minat baru di dalam ilmu pengetahuan, suatu penerbitan misterius dicetak pada abad ke-17 di Negara Jerman dan disebut Fama Fraternitatis, digembar-gemborkan suatu minat baru akan Rosicrucianism di seluruh Eropa. Fama memperkenalkan Kristen Rosenkreuz, suatu karakter dongengan yang dikatakan sudah menempuh perjalanan ke pusat pembelajaran di Timur Dekat dan yang mewujudkan penghidupan kembali minat akan studi rahasia dan pembelajaran kebatinan.

    Sebagai bagian dari pembaruan besar ini, Sir Francis Bacon (1561-1626), ahli filsafat Inggris, penulis esei, dan negarawan, mengarahkan Ordo Rosicrucian dan aktivitasnya baik di Inggris maupun Eropa.

    Menyebrangi Atlantik

    Di akhir abad 17, mengikuti suatu rencana yang diusulkan oleh Francis Bacon di dalam ‘The New Atlantis’, suatu koloni dari para pemimpin Rosicrucian yang diorganisir untuk menyebarkan ilmu pengetahuan Rosicrucian di Amerika. Di tahun 1694 mereka melakukan perjalanan yang membahayakan ke seberang Samudera Atlantik di dalam suatu kapal sewaan, Sarah Maria, di bawah pimpinan Johannes Kelpius, suhu agung dari suatu Lodge (Loji) Rosicrucian di Eropa. Berlabuh di Philadelphia, penduduk baru mendirikan perkampungan pertama mereka dan kemudian dipindahkan agak ke barat Pennsylvania ke Ephrata. Komunitas Rosicrucian mempunyai andil besar terhadap kultur Amerika di dalam bidang pencetakan, filosofi, ilmu pengetahuan dan seni. Benjamin Franklin, Thomas Jefferson, dan Thomas Paine telah dengan intim dihubungkan dengan masyarakat Rosicrucian. Sesungguhnya, banyak para Rosicrucian memainkan suatu peran penting dalam alkimia yang besar dan proses sosial mendorong ke arah pendirian suatu bangsa baru.

    Di tahun 1909, pelaku bisnis dan ahli filsafat Amerika, H. Spencer Lewis, bepergian ke Perancis, di mana ia diinisiasi ke dalam Ordo Rosicrucian dan bertanggung jawab atas aktifitas Rosicrucian di Amerika. Dengan H. Spencer Lewis sebagai presidennya, Ordo Rosicrucian, AMORC, disatukan di tahun 1915 di New York. Di tahun 1927, markas ordo tersebut dipindahkan ke San Jose, California, lokasi Taman Rosicrucian sekarang ini.

    Sepanjang sejarah, menurut klaim Rosicrucian, sejumlah orang terkemuka di bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi telah dihubungkan dengan pergerakan Rosicrucian, seperti Leonardo da Vinci (1452-1519), Cornelius Heinrich Agrippa (1486-1535), Paracelsus (1493-1541), François Rabelais (1494-1553), Theresa Avila (1515-1582), John of the Cross (1542-1591), Francis Bacon (1561-1626), Robert Fludd (1574-1637), Jacob Boehme (1575-1624), René Descartes (1596-1650), Blaise Pascal (1623-1662), Baruch Spinoza (1632-1677), Isaac Newton (1642-1727), Wilhelm Gottfried Leibnitz (1646-1716), Benjamin Franklin (1706-1790), Thomas Jefferson (1743-1826), Michael Faraday (1791-1867), Ella Wheeler Wilcox (1850-1919), Marie Corelli (1855-1924), Claude Debussy (1862-1918), Erik Satie (1866-1925), dan Edith Piaf (1916-1963).

    Warisan Rosicrucian saat ini terdiri dari suatu koleksi pengetahuan yang telah diwariskan dari Mesir Kuno ditambah filsafat Yunani Kuno, dan India. Apa yang mereka sebut sebagai ‘ilmu pengetahuan’, sebenarnya lebih cocok jika disebut mitos dan takhyul, atau mungkin mistik.
    Di dalam peradaban Yunani, Mesir, dan Romawi Kuno memang terdapat aliran misteri (école de mysterés) yang bertemu pada konteks suatu ilmu tertentu, gnosis, atau pengetahuan rahasia. Anggota dari aliran misteri ini diterima hanya setelah suatu periode kajian yang panjang dan berbagai upacara inisiasi. Di antara aneka aliran ini, yang dianggap paling awal adalah aliran “Osiris” yang didasarkan pada peristiwa seperti kelahiran, masa muda, pertarungan melawan kegelapan, kematian dan kebangkitan dari dewa ini. Tema-tema ini didramatisasi secara ritual di dalam berbagai upacara yang diselenggarakan oleh pendeta. Dengan cara ini berbagai ritual dan simbol yang ditampilkan jauh lebih efektif karena partisipasi aktual. Gnostikisme semacam ini diteruskan oleh Kristen dengan menganggap Yesus sebagai Putera Tuhan yang lahir, bertarung melawan kegelapan dan maut, dan mengalami kebangkitan, layaknya Horus putera Osiris. Bahkan Kristian merayakan hari-hari upacara pagan yang memperingati lahirnya Sol Invictus si dewa matahari pada tanggal 25 Desember.

    Di Indonesia, AMORC sempat membuat beberapa Lodge. Setelah diketahui kesesatannya, Presiden Sukarno melarang organisasi tersebut dan menutup semua lodge AMORC dan Vrimetselarij (Freemasonry). Tetapi kabarnya, saat ini masih ada bangunan-bangunan di Indonesia yang sering digunakan sebagai lodge secara sembunyi-sembunyi oleh para penyembah setan ini.

    Apakah AMORC ini masih ada?
    Silahkan cek di http://www.rosicrucian.org/about/mastery/mastery08history.html 
    https://rosicrucian.org/history

  • Pendiri Amerika Penganut Kabbalah

    Komentar Kristolog:
    Jangan berharap bhw dukungan Amerika Serikat kepada Yahudi akan mengendor. Karena, Amerika adalah sejatinya negara Yahudi tulen. seperti yg pernah dikoarkan oleh si terkutuk Ariel Sharon, “Jangan khawatir dengan Amerika Serikat. We have controlled US”.
    ———————————————–

    Dari seluruh negara yang ada di permukaan dunia, hanya Amerika Serikat yang lambang negaranya terdiri dari dua sisi dan masing-masing sisinya sarat mengandung simbol setan. Benarkah itu?

    Dasar filosofi suatu negara terletak pada Lambang atau Simbol negaranya. Di mana pun di dunia ini, maknanya selalu demikian.

    Amerika Serikat yang resmi berdiri pada tahun 1776, memiliki Lambang Negara yang cukup unik karena memiliki dua sisi. Satu sisi bergambar Burung Elang yang mengembangkan sayap dan kedua kakinya mencengkeram anak panah dan daun zaitun, sedangkan sisi lainnya bergambar piramida masonik.

    Di atas kepala burung elang tersebut, ada sekumpulan bintang yang membentuk susunan Bintang David.

    Bila dicermati, lambang negara Amerika Serikat ini dipenuhi dengan berbagai simbol yang seluruhnya mengarah kepada angka 13. Angka 13 sendiri sejak lama sudah dikenal dunia sebagai angka mistis yang sarat dengan pemujaan terhadap setan.

    Selain sebagai angka setan, 13 juga bisa dianggap menyimbolkan 13 suku Israel, di mana suku ke-13 adalah Suku Benjamin yang terbuang. Atau 13 juga menyiratkan banyaknya jumlah koloni Inggris di Amerika saat Inggris masih berkuasa di benua itu. Apa pun, angka 13 ternyata memang banyak terdapat di lambang negara adidaya tersebut. Inilah buktinya:

    Sisi Burung Elang, angka 13 terdapat di:
    • 13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David.
    • 13 garis di perisai atau tameng burung.
    • 13 daun zaitun di kaki kanan burung.
    • 13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.
    • 13 anak panah.
    • 13 bulu di ujung anak panah.
    • 13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.

    Sisi Piramida Masonik, angka 13 terdapat di:
    • 13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’
    • 13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’
    • 13 lapisan batu yang membentuk piramida.

    Selain itu, di sisi belakang lambang negara AS ini, jelas-jelas berbentuk Piramida Yahudi yang lebih popular diistilahkan dengan The All Seing Eyes Pyramid.

    Di dasar piramida terdapat angka Romawi yang jika diterjemahkan ke dalam tulisan latin memiliki makna 1776, tahun kemerdekaan negara AS. Lapisan batu yang membentuk piramida ada 13 lapis yang menyimbolkan ke-13 suku Yahudi.

    Di atas puncak piramida yang belum jadi, bertahta All Seing Eyes, mata Dewa Horus, salah satu Dewa Utama dalam kepercayaan paganisme dan Kabbalah.

    Tahun kemerdekaan Amerika Serikat memang tahun 1776 atau dalam tulisan Romawi MDCCLXXVI. Namun menurut banyak Simbolog, yakni para pakar ilmu simbol, angka Romawi tersebut sebenarnya mengandung kode tersembunyi yang merujuk pada angka satanisme yakni 666. Bagaimana membacanya?

    Menurut mereka, dalam nilai jumlah besar, kadangkala huruf ‘M’ tidak disertakan dan hanya merupakan ‘penghias’. Sebab itu yang tinggal hanya DCCLXXVI yaitu D = 500, C = 100, L = 50, X = 10, V = 5, dan I = 1.

    Mari kita hitung: DC = 600, LX=60, dan VI=6, jadi 666. Mark of the Beast atau dalam bahasa pakar Alkitab juga disebut sebagai The Evil Trinity, Trinitas Iblis!. Inilah Amerika Serikat. (Rz/eramuslim)

    Baca juga artikel:
    Pengubahan Taurat oleh Yahudi
    Yahudi dan Iblis

  • PENGUBAHAN TAURAT OLEH YAHUDI

    Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 78-79)

    Ada beberapa hal yang perlu dilihat dalam pengubahan Taurat oleh Yahudi. Di antaranya adalah bahwa kebanyakan Yahudi, di masa menjelang dan ketika Taurat diturunkan, adalah buta huruf. Mereka diperbudak oleh bangsa Mesir hingga tidak memiliki kesempatan untuk belajar baca-tulis. Mereka menjaga ajaran agama dengan tradisi lisan. Sayangnya, para pendeta Yahudi bukanlah orang-orang yang menjaga ajaran Tuhan yang haqiqi. Mereka lebih cenderung kepada ajaran pagan yang mereka tiru dari bangsa-bangsa non-Yahudi. Ketika Nabi Musa masih hidup saja, mereka sudah memperlihatkan kedurhakaannya, apalagi ketika Nabi Musa telah wafat. Sewaktu Nabi Musa meninggalkan mereka selama 40 hari 40 malam untuk beribadah di bukit Sinai, mereka malah membuat patung anak sapi dari emas.

    Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai pada suatu kaum yang tetap meyembah berhala mereka, Bani Israil berkata: “Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).” Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan).” Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. Al A’raaf: 138-139)

    Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (akan memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan (patung emas berbentuk) anak lembu (sebagai sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Baqarah: 51)

    Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: “Hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?.” Mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, maka kami telah melemparkannya, dan demikian pula Samiri melemparkannya”, kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa.” (QS. Thahaa: 86-88)

    Para pendeta yang lebih cenderung kepada agama pagan ini kemudian menyusupkan ajaran-ajaran berhala ke dalam Taurat setelah Nabi Musa wafat. Bani Israil yang tidak bisa baca-tulis percaya saja bahwa yang diajarkan para pendeta itu adalah berdasarkan Kitab Taurat yang asli. Padahal mereka belum pernah membaca Kitab Taurat yang asli. Sesungguhnya, apa yang mereka dengar dari para pendeta itu adalah Kitab Taurat yang telah dibumbui dengan dongeng dan mitos penyembah berhala. Lagi pula, bani Israil memang menyukai ajaran yang demikian. Ajaran para pendeta sangat sesuai dengan hawa nafsu mayoritas bani Israil.

    KABBALAH

    Arti kata Kaballah adalah “tradisi lisan”. Berbagai ensiklopedia dan kamus mendefinisikannya sebagai suatu cabang mistik agama Yahudi dan hanya dipahami sedikit orang. Menurut definisi ini, Kabbalah mempelajari arti tersembunyi dari Taurat dan naskah agama Yahudi. Tetapi, ketika kita mengkaji masalah ini lebih dekat, kita menemukan berbagai faktanya adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. Fakta-fakta ini membawa kita kepada kesimpulan bahwa Kabbalah adalah suatu sistem yang berakar kepada penyembahan dan pemujaan berhala; bahwa ia ada sebelum Taurat, dan menjadi tersebar luas bersama agama Yahudi setelah Taurat diturunkan.

    Ahli sejarah Prancis, Gougenot des Mousseaux, menjelaskan bahwa Kabbalah memang jauh lebih tua daripada agama Yahudi. Ahli sejarah Yahudi Fabre d’Olivet menyebutkan bahwa Kabbalah berasal dari Mesir Kuno. Menurut penulis ini, Kabbalah mengakar hingga ke Mesir Kuno. Kabbalah merupakan suatu tradisi yang dipelajari oleh sebagian pemimpin Bani Israil di Mesir Kuno, dan diteruskan sebagai tradisi dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi.

    Mesir Kuno dengan para fir’aunnya adalah salah satu peradaban tertua di dunia; juga yang paling penindas. Monumen-monumen megah yang masih tersisa dari Mesir Kuno — berbagai piramid, sphinx, dan obelisk — dibangun oleh ratusan ribu budak, yang bekerja hingga hampir mati, di bawah lecutan cambuk dan ancaman kelaparan. Para Fir’aun, penguasa absolut di Mesir, ingin direpresentasikan sebagai dewa dan disembah oleh manusia.

    Di dalam Al-Qur`an, di dalam kisah Musa, kita memperoleh informasi penting tentang sistem di Mesir. Ayat-ayat tersebut mengungkapkan bahwa terdapat dua titik fokus kekuatan di Mesir: Fir’aun dan dewan pembesarnya. Dewan ini memiliki pengaruh penting terhadap Fir’aun. Fir’aun sering berkonsultasi dengan mereka dan senantiasa mengikuti anjuran mereka. Ayat yang dikutip di bawah menunjukkan pengaruh dewan ini terhadap Fir’aun:

    Pemuka-pemuka kaum Fir’aun berkata: “Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negerimu”. (Fir’aun berkata): “Maka apakah yang kamu anjurkan?” Pemuka-pemuka itu menjawab: “Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir), supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai”. (QS. Al-A’raaf: 109-112)

    Patut diperhatikan bahwa perkataan tersebut diutarakan oleh suatu dewan yang menasihati Fir’aun, yang menghasutnya melawan Musa, dan merekomendasikan kepadanya metode-metode tertentu. Jika kita amati catatan sejarah Mesir, kita melihat bahwa dua komponen utama dewan ini adalah tentara dan pendeta.

    Tentara merupakan kekuatan militer utama dari rezim Fir’aun. Tetapi, kita mesti mengamati lebih dekat lagi peranan para pendeta. Para pendeta Mesir Kuno merupakan golongan yang disebutkan di dalam Al Quran sebagai ahli-ahli sihir. Mereka merepresentasikan sekte yang mendukung rezim. Mereka dipercayai memiliki kekuatan khusus dan menguasai pengetahuan rahasia. Dengan otoritas ini mereka mempengaruhi rakyat Mesir, dan mengukuhkan posisi mereka di dalam pemerintahan Fir’aun. Golongan ini, yang diketahui dari catatan sejarah Mesir sebagai “Para Pendeta Amon”, memusatkan perhatian mereka untuk mempraktikkan ilmu sihir dan memimpin sekte pagan mereka; selain itu, mereka juga mempelajari beragam ilmu pengetahuan seperti astronomi, matematika, dan geometri.

    Golongan pendeta ini adalah sebuah ordo tertutup yang memiliki (begitu yang mereka anggap) pengetahuan khusus. Ordo semacam ini biasanya dikenal sebagai organisasi esoterik. Di dalam majalah bernama Mason Dergisi (Jurnal Masonik), terbitan yang tersebar di antara pengikut, secara khusus disebutkan tentang pendeta-pendeta Mesir Kuno.

    Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). (QS. Al-Baqarah: 102)

    Dari ayat di atas kita dapat melihat bahwa bani Israil terus melakukan sihir hingga ke zaman setelah Nabi Sulaiman wafat. Mereka terus mempraktikkan ajaran Kabbalah dan terus-menerus menambahkan ayat-ayat setan ke dalamnya.

    Ajaran Kabbalah ini telah mempengaruhi ajaran Yahudi dan Taurat. Dan Taurat sebagai bagian dari Alkitab, tentunya juga telah menjerat pemeluknya ke dalam kesesatan. Maka tidak aneh jika Paus Benedict XVI justeru menghujat Nabi Muhammad saw, dan bukannya menghujat tentara Israel yang jelas-jelas penyembah Setan. Coba Anda lihat situs yang berisi simbol-simbol Masonic dengan mengklik ‘New World Order’ pada Blogroll. Ternyata, baik Masonic maupun Kristian, sesungguhnya mereka menyembah Dewa Matahari.

    Lihat juga artikel di bawah ini:
    Saint Peter Square: Kuil Dewa Matahari
    Yahudi dan Iblis

    (Dari buku ‘Ancaman Global Freemasonry’, karya Adnan Oktar yang lebih dikenal sebagai Harun Yahya)

  • Saul to Paul

    Dalam banyak hal diri Paulus memang misterius. Tapi dari hasil penelitian serius, Paulus ternyata adalah manusia rekayasa Romawi yang seluruh hidupnya dipakai untuk menghadapi kedatangan raja Israel yang dinubuatkan oleh nas-nas kitab suci itu (Mesias Yesus).  Dusta apapun menurut kata orang yang dia lakukan melalui pengajarannya, dia hanya mau menjadi apa adanya dirinya sesuai dengan kelahirannya yang direkayasa oleh para konspirator Romawi. Untuk konspirasinya itu Romawi melakukan 2 rencana besar: Rencana I, membunuh anak-anak 2 tahun ke bawah semacam yang dilakukan Firaun Mesir. Rencana II, antisipasi kalau-kalau Rencana I gagal seperti kejadian Musa (lolos), yaitu dengan merekayasa mesias tandingan untuk menghadapi secara pribadi mesias yang asli nantinya. Romawi juga memanfaatkan ini untuk melunakkan hati sebagian imam Israel, seolah-olah mereka akan mempersiapkan kebebasan untuk Israel.
    Tentunya mesias tandingan inilah yang dikondisikan sebagai mesias yang asli oleh konspiratornya, diterima seperti itu oleh mereka yang merasa dipersiapkan kebebasannya. Tampaknya pandangan itu terbentuk dengan baik karena tidak ada berita apapun tentang Yesus selama kurang lebih tiga puluh tahun. Apalagi perkembangan otak Paulus yang begitu luar biasa. Orang-orang yang mengetahui keadaan Paulus tidak akan ragu-ragu  mengatakan ‘orang ini pasti akan menjadi orang besar’.
    Nama lahir Paulus adalah Saulus. Paulus itu nama baptisnya. Ibunya suku Binyamin kalangan Farisi, kelompok yahudi yang terkenal ketat tradisi keyahudiannya tapi disebut oleh Yesus sendiri keturunan ular beludak, bapaknya seorang penguasa Romawi yang namanya dirahasiakan, sangat mungkin itu Raja Herodes yang pernah didatangi oleh orang-orang majusi itu.
    Romawi secara licik berpura-pura menjanjikan kebebasan bagi Israel. Mengajak para imam untuk mempersiapkan mesias yang dinubuatkan itu bersama-sama dengan Romawi sendiri.  Tapi menggunakan anak yang akan dilahirkan dari suatu ‘sandiwara’ yang diatur dengan sangat rapi oleh Romawi.
    Tampaknya bagi para konspiratornya, nama yang paling cocok untuk anak ini adalah Saulus (nama raja black list dalam sejarah Israel), supaya mentalitas yang dihasilkan nantinya tidak merugikan pihak Romawi. Akal-akalan ini tidak disadari oleh para imam. Maka dalam sandiwara itu mereka mendatangkan seorang wanita suku Binyamin (suku raja black list itu) untuk mengandung benih yang telah direncanakan, mungkin dengan ‘kecelakaan’ yang diatur sedemikian rupa. Maka ketika waktunya tiba, lahirlah anak rekayasa, ‘calon’ mesias Israel – Saulus! seperti nama raja yang kacau dalam sejarah Israel.
    Gombal itu pada akhirnya sedikit-banyak menyenangkan hati sebagian imam Israel karena merasa dipersiapkan kebebasan mereka (tentunya hanya imam-imam tertentu yang tahu akan persiapan tersebut). Siapa tahu yang terjadi nanti benar-benar seperti yang dijanjikan Romawi, yaitu Israel mendapatkan mesias seperti yang mereka harapkan. Imam-imam Israel itu betul-betul dikibuli habis-habisan oleh Romawi, itulah yang mereka tidak sadari.
    Sang ‘calon’ mesias diserahkan untuk dididik secara ketat dalam hal keagamaan dibawah pengawasan salah seorang imam terpandang bernama Gamaliel, tidak diserahkan kepada ibunya di Tarsus makanya ia tidak banyak dikenal, namun di belakang punggung Gamaliel, Romawi juga mempunyai planning sendiri tentang pendidikan Paulus, yaitu didoktrin secara halus agar suka membela Romawi dan senang pada kekuasaan. Tidak mungkin Romawi membiarkan Paulus berkembang tak terkontrol yang dapat merugikan mereka sendiri. Sangat kuat dugaan Paulus juga mendapat teman dekat, bahkan seorang saudara romawi sedarah, yaitu anak Raja Herodes sendiri yang diberi nama Herodes juga yang kemudian menjadi raja pengganti untuk Wilayah Galilea. Hal ini adalah untuk menciptakan ikatan batin sedemikian rupa kepada Romawi. Jika bapak asli Paulus adalah Raja Herodes yang pernah didatangi oleh orang-orang majusi itu, berarti Paulus memang mempunyai saudara romawi sedarah, yang juga bernama Herodes. Tapi hal ini tidak banyak diketahui orang untuk menjaga hal-hal tertentu.
    Pemberian nama Herodes terhadap anak raja Herodes berkaitan erat dengan konspirasi yang dibuat atas diri Paulus yang diberi nama lahir Saulus ini. Herodes adalah nama raja, Saulus juga nama raja, mesias itu juga adalah raja. Suatu perencanaan yang sangat nyata.
    Selain itu Paulus juga diberi kawan yang lain, yang kemudian menjadi guru agama yang dipandang aman oleh Romawi. Mungkin yang satu ini disetting untuk menjadi penengah antara Herodes dan Paulus apabila suatu hari nanti mereka sama-sama menjadi raja di tanah Yehuda, terlepas dari soal mesias yang asli. Betul-betul terapi psikologis yang luar biasa. Darah romawi dalam dirinya, adanya saudara romawi sedarahnya, didoktrin suka kekuasaan dengan dipahamkan sebagai mesias untuk Israel, diberi nama Saulus, – benar-benar suatu strategi yang luar biasa untuk menghadapi kedatangan ancaman terhadap Romawi – raja Israel – sekaligus untuk mengikat sang mesias rekayasa ini, supaya nantinya ia menjadi mesias yang tetap loyal kepada Romawi.
    Melalui perilaku teman setia dan saudara romawi sedarahnya, Herodes, yang tercatat membunuh bapaknya sendiri untuk mengambil-alih kekuasaan, sedikit banyak Paulus juga pasti mempunyai emosi yang tidak jauh, karena seseorang bisa dinilai dari kawan dekatnya! Bedanya, Paulus lebih mampu menahan diri, kelihatan lebih sabar dan bijaksana, karena ia mendapat pendidikan agama yang sangat ketat. Tetapi akhirnya nafsu kekuasaan itu tampak juga dengan jelas ketika ia begitu bernafsu memberantas pengikut-pengikut Yesus sampai keluar Yerusalem. Jelas sekali Paulus merasa amat terserang dengan munculnya mesias lain yang mendapat dukungan dari banyak orang Israel itu, baik di Yerusalem maupun di luar Yerusalem. Rencana Romawi dalam diri Paulus benar-benar berjalan sesuai harapan.
    Ia tidak rela membuang nama Saulusnya itu secara total disaat ia harus memilih nama baptis ketika ditarik kedalam jemaat. Padahal seharusnya dia tahu nama itu atau bunyi yang serupa dengan itu tidak etis dipakai oleh seorang Ibrani yang relijius, seorang yang calon Mesias Israel pula. Semua orang tahu Raja Saulus black list itu musuh Raja Daud, sedangkan mesias yang akan bangkit itu semua orang juga tahu akan disebut Anak Daud. Kombinasi settingan ibu dari Suku Benyamin, nama Saulus dari Suku Benyamin yang tercatat sebagai raja dalam sejarah, bentukan emosi yang dijejalkan kepadanya sejak kecil melalui nama itu, membuat Paulus tidak sanggup merubah total nama itu. Rencana Romawi berjalan mulus. Mungkin Paulus menghibur dirinya dengan bertekad mau memperbaiki nama baik Suku Benyamin dengan berjanji kecil-kecilan pada dirinya sendiri untuk tidak mengikuti langkah-langkah Raja Saulus black list itu, jika nanti ia benar-benar menjadi Mesias Israel.
    Settingan mentalitas dan struktur emosi yang sedemikian rupa itu membuat Paulus tidak sanggup untuk menjadi sekedar sebagai bawahan saja ketika dia ditarik ke dalam jemaat, apalagi levelnya secara hirarkis dalam jemaat hanyalah dibawah murid-murid. Ditambah dengan nalar mereka yang jauh ketinggalan dibandingkan Paulus. Untuk hal nalar Paulus memang ada diatas, tapi untuk masalah kerendahan hati murid-muridlah yang diatas.
    Walaupun Yesus sudah pergi meninggalkan Yerusalem saat dia masuk jemaat, tidak ada jalan buat Paulus menempati posisi yang lebih tinggi dari yang dia dapatkan saat itu, sangat berbeda dari apa yang selalu dikondisikan oleh para pendidiknya dan yang dia kira tentang dirinya selama ini. Ternyata, pengetahuan dan pengalaman Paulus tidak berlaku dalam jemaat Yesus. Ini membuat Paulus sesak dada, seolah-olah mendapat nasib yang tidak adil dari Tuhan. Berada dalam jemaat Tuhan yang sesungguhnya tentunya adalah segalanya bagi Paulus, tetapi berada disitu untuk menjadi ‘kambing congek’ nanti dulu bagi Paulus. Ternyata menjadi bagian dari jemaat Tuhan yang sesungguhnya tidak seseru yang dia bayangkan. Membosankan!
    Yesus sendiri membuat antisipasi yang cemerlang dengan tidak membaptisnya sendiri, dia hanya menyuruh orang yang levelnya bahkan dibawah murid-murid, supaya di masa mendatang dia nggak menyerobot tempat murid-murid yang sudah disetting oleh Yesus sendiri, dengan berkat dan pengesahan darinya yang diakui dan disaksikan oleh yang lain. Kalau memang Paulus bagi Yesus itu sepenting anggapan orang-orang Kristen, tidak mungkin Yesus tidak membaptisnya sendiri. Dan tidak benar itu tidak dilakukan oleh Yesus karena ia sudah  menjadi arwah.
    Ingat, Yesus pernah makan ikan goreng di hadapan Thomas sambil mengatakan dirinya bukan arwah tapi masih daging dan tulang. Tidak mungkin hadir hanya untuk makan ikan goreng di depan Thomas yang dikenal sebagai the doubting Thomas itu lebih urgen dari hadir untuk membaptis Saulus yang menurut pengakuan orang-orang Kristen akan menjadi andalan Yesus, melebihi dari murid-murid. Kalau Yesus yang membaptiskan, itu bukan hanya soal mengesahkan seseorang menjadi anggota jemaat, tetapi juga merupakan suatu pernyataan tentang nilai orang yang bersangkutan bagi Yesus, tapi jika ia berkhianat seperti Yudas Eskariot, maka semua nilai itu gugur. Ketika Yesus mengatakan yang dibawah ini, waktu itu Yudas Eskariot masih termasuk jemaat murid-murid Yesus

    Mat 19:28  >> Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.  

    Satu-satunya cara buat Paulus memuaskan kecenderungan hatinya itu adalah memisahkan diri dari jemaat. Bagaimana caranya? Tidak ada cara lain dari ia harus membuat ajaran lain!! Ketika dia mempunyai ajaran sendiri, tentu dia akan menjadi tuan dari semua orang yang bergabung kedalam ajaran tersebut (Ga 1:15-17). Dengan begitu dia bisa melejit melebihi posisi Petrus, bahkan bisa menempati posisi Yesus dan menuai hak-hak seorang mesias. Caranya? Merombak kembali perjanjian Yesus, atau membuat perjanjian lebih baru lagi  diatas perjanjian baru Yesus (Ga 2:9). Perjanjian Yesus itu justeru harus dianggap masih termasuk dalam Perjanjian Lama.
    Dalam rombak-konstruksi yang akan dia lakukan itu, tentu saja dia tidak boleh melupakan kejadian dirinya yang lahir diluar prosedur hukum yang wajar, diluar garis tradisi yang baik, kelahiran yang tidak mengenal hukum. Ingat ibunya orang Farisi Tarsus dari suku Benyamin dan ia mengakui mempunyai darah romawi (dari bapak yang tidak pernah jelas). Berkaitan dengan itu, maka ajaran itu adalah MEMBATALKAN HUKUM.
    Dengan pertimbangan kejadian dirinya sendiri itu, tidak mungkin ia menjadi mesias yang mengajarkan untuk menggenapkan hukum seperti yang dilakukan oleh Yesus. Hanya saja supaya mudah dalam menawan pengikut, nama Yesus harus tetap dibawa-bawa. Namun sebenarnya ketika dia menyebut nama Yesus, bukanlah Yesus yang dia maksudkan, tetapi pikiran terkutuknya sendiri yang telah meninggalkan jemaat Yesus (Roma 9:3). Di depan layar ia menampakkan membatalkan hukum itu hanya berkaitan dengan kegagalan Israel menerima rekonstruksi hukum Musa dan pengajaran para nabi melalui Yesus.
    Di kemudian hari ia membuat keputusan yang tampak sangat licik dan penuh putus asa, yaitu  mengambil-alih kemesiasan Yesus dengan memanfaatkan isu kematian Yesus di tiang yang menjadi persengketaan sepanjang sejarah itu. Ia mengatakan Yesus mati di tiang lalu bangkit hidup dalam dirinya. Kenapa dia harus menyatakan itu? Logikanya sederhana, harus ada kematian yang mematikan hukum dan penggenapannya untuk membenarkan kelahiran atau kejadian dirinya yang tidak mengenal hukum itu, dengan itu menjadi pengajar yang membatalkan hukum. Tapi dengan demikian secara otomatis ia menghapuskan segala sesuatu tentang Yesus dalam ingatannya, kecuali ‘kematian’ di tiang salib yang amat penting baginya.
    Terpaksa harus ada yesus-imajiner sebagai pelaku ‘yesus-setelah- kematian’ , yang mana tidak lain dan tidak bukan adalah pikirannya sendiri. Tentu tidaklah sulit untuk mengadakan imajiner. Dengan semua itu, maka terwujudlah cita-citanya menjadi mesias seperti yang ketahuinya pantas dia dapatkan selama ini!, padahal dia termasuk orang yang mengetahui dengan nyata bahwa Yesus tidak mati di tiang.
    Haruslah diketahui bahwa pertemuan di gurun itu adalah pertemuan langsung dengan Yesus dalam keadaan masih hidup, bukan pertemuan dengan arwah dalam wujud cahaya yang menyilaukan. Untuk melindungi ajaran kematian-kebangkita nnya yang secara dusta telah membebaskannya dari kepemimpinan Kefas itu, dan yang telah memungkinkan ia mengangkat dirinya menjadi rasul itu, maka ia harus menceritakan pertemuan di gurun itu dalam bahasa mitos supaya terkesan pertemuan itu pertemuan dengan Yesus arwah.

    Yang dia maksudkan dengan CAHAYA dalam pengakuannya tentang pertemuan itu  (Kis 9:3) tidak secara langsung ia maksudkan pada wujud fisik Yesus, tetapi lebih pada perkataan-perkataan Yesus yang bagaikan cahaya menyialaukan, karena dengan tangkas membuktikan dengan nas-nas kitab suci, bahwa orang yang diserahkan untuk dibunuh itu sama sekali tidak palsu seperti anggapan mereka semua, karena orang itu tidak mati di tiang salib seperti janji nas kitab suci. Jadi orang yang diserahkan itu benar-benar mesias yang asli yang ditunggu Israel. Disitu Paulus yang luas ilmu dan pengalaman itu tidak bisa berkutik.

    Menyamar sambil menjelaskan ketidakmatiannya seperti kepada Paulus itu, bukan hal yang pertama kali dilakukan oleh Yesus. Yang seperti itu pernah dilakukannya juga terhadap dua muridnya sendiri dalam perjalanan menuju Emaus, sebagai awal dari rangkaian misi-40-harinya membuat klarifikasi banwa dirinya tidak palsu, karena ia tidak mati di tiang. Dalam rangka menyatakan kepada semua murid-muridnya yang sempat terpengaruh oleh isu dan tidak mengerti rencana Tuhan itu, bahwa, sekali lagi, dirinya tidak palsu, karena ia tidak mati di tiang!! Itu aja pokoknya yang perlu mereka ketahui dan ingat-ingat, sebelum dia tarik dari tugas olehNya.
    Terhadap Paulus Yesus juga menyampaikan itu dalam penyamaran yang hati-hati, hingga kemudian dibukanyalah penyamarannya itu di hadapan Paulus setelah semuanya jelas, seperti yang juga ia lakukan kepada murid-muridnya sebelum itu.
    Hal itu membuat Paulus jatuh tersungkur gemetar, dan buta selama 3 hari. Itu bukan matanya yang buta, tapi ia kehilangan pengangan untuk sementara waktu. Dibahasakan secara mitos juga. Maksudnya ia tidak tahu harus meyakini yang mana. Tidak mudah untuk meyakini sesuatu dalam waktu sesingkat itu, sementara mengingkarinya tidaklah mungkin mengingat bukti-buktinya yang demikian nyata. Apa yang diketahuinya selama ini, bahwa orang yang dianggap palsu itu ternyata benar-benar utusan Allah, dan bahwa dirinya yang calon mesias untuk Israel, juga ternyata palsu belaka. Tentang Romawi, tentang imammat Israel, tentang kondisi keagamaan yang ada saat itu, semuanya palsu, jauh dari kebenaran yang didengarnya sendiri melalui mesias yang asli sepanjang perjalanan menuju Damsyik itu!!
    Mungkin juga saat itu ia sudah menangkap sekilas bahwa bisa jadi dirinya anti-kristus yang sudah diramalkan itu. Disamping itu, sebagai orang yang mendapat pengajaran agama yang teliti, ia dihajar habis-habisan oleh perasaan bersalah yang amat mendalam karena ia juga bertanggungjawab terhadap pemberantasan atas umat Allah termasuk atas tewasnya Stefanus, yaitu umat dari Tuhan yang selama ini ia sendiri amat agung-agungkan, Tuhan Abraham, Ishak dan Yakub. Siapa yang tidak akan jatuh tersungkur dalam kondisi seperti itu?

    Di kala Paulus sudah masuk jemaat, walaupun ia ikut serta mendukung pemberitaan yang dilakukan oleh murid-murid, terapi psikologi yang diterapkan oleh Romawi atas dirinya sejak kecil tetap bekerja dengan sangat baik sesuai harapan Romawi. Yaitu, ia relijius tapi haus kekuasaan, nggak jauh lah dari saudaranya Herodes yang membunuh bapaknya sendiri itu. Akibatnya ia juga tidak pernah bisa berlaku setia kepada Kefas dan murid-murid yang menjadi soko guru jemaat, sehingga ia dirasuki oleh pikiran-pikiran yang dari sudut pandang tertentu merupakan pikiran terkutuk, yaitu ingin memisahkan diri dari kebenaran. Itu ia akui sendiri dengan seolah-olah menunjukkan rasa prihatin atas terusirnya bangsanya dari Kerajaan Allah, yang mana akan digantikan oleh bangsa lain yang akan memetik buah dari kerajaan itu (Roma 9:3, Matius 21:43)

    Mengetahui kejadian dan kelahiran dirinya yang tidak sesuai prosedu hukum itu, Paulus menyadari dirinya memang dibangkitkan sebagai anti-kristus sejak dalam rahim ibunya, namun semuanya dia sampaikan dengan pernyataan yang harus diputar-balik sedemikian rupa supaya terlihat sebagai malaikat Kristus yang asli, untuk bisa menawan orang-orang ke dalam jemaat kematian-kebangkita nnya yang harus membatalkan hukum. Tidak ada istilah dusta bagi anti-kristus yang membatalkan hukum, dan memisahkan diri dari tubuh Kristus itu.
    Ga 1:15-17 >> 15  Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,  16  berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;  17  juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.  
    Yang bersemayam dalam dirinya itu bukanlah Yesus seperti yang ia propagandakan, melainkan roh Iblis yang dinyatakan kedalam dirinya lantaran ia tidak pernah bisa berlaku setia. Jemaat yang dibangunnya bukan kasih karunia untuk kemuliaan Tuhan seperti yang ia propagandakan, melainkan wujud ia menarik orang secara licik kedalam keterkutukan yang sama seperti dirinya dalam dusta yang tak perlu disesalkannya (Roma 7:3). Dia mengaku sebagai rasul untuk bukan-yahudi bukan karena ia dipilih untuk itu, tapi karena ia sudah putus asa mengharapkan karunia Allah melalui menghormati hukum Allah seperti yang diajarkan Yesus dan para nabi dengan beralasankan kelahirannya yang diluar prosedur hukum. Ia tidak sanggup melawan bentukannya.
    Tidaklah mungkin Tuhan mengajarkan menggenapkan hukum dan membatalkan hukum sekaligus. Dalam keadaan seperti itu, hanya mungkin apabila yang satu dari Tuhan sedangkan yang lainnya dari Iblis.
    Apakah yang menggenapkan hukum ataukah yang membatalkan hukum yang berasal dari Tuhan? Itu tidaklah terlalu sulit melacaknya, jika kita berlaku jujur ketika membuka Alkitab. 
    2 Petrus 3: 17 >> Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.  
    Terbukti akhirnya pengajaran Paulus yang ia propagandakan sebagai ajaran Yesus Nazareth itu tidak berpusat di Yerusalem – tempat di mana Yesus Nazareth masuk disertai pengikut-pengikutny a sambil mengendarai anak keledai, dimana ia disambut dengan pekikan “Hosana Anak Daud!!”, melainkan di Romawi, jauuuuhhh dari Yerusalem. Namun sebelum ia sempat menjadi Imam Besar dalam Kerajaan Romawi yang menjadi sasarannya, ia dibunuh oleh Romawi sendiri. Paulus diciptakan oleh Romawi, dan akhirnya dihancurkan kembali oleh Romawi.
    Ia sebenarnya tidak bekerja untuk Israel, sekalipun secara lisan ia mengaku begitu, jadi dusta apapun yang dilakukannya melalui membangun apa yang ia akui sebagai Kerajaan Israel itu tetap mempersembahkan kemuliaan kepada tuannya, yaitu Romawi dan tuhan orang Romawi. Orang-orang Israel yang dia maksudkan bukan lagi orang-orang Israel sendiri, melainkan orang-orang Romawi. Mereka itulah yang dia pandang sebagai anak-anak Abraham saat itu, yaitu anak-anak Abraham karena iman. Jadi Paulus hanyalah sesuatu yang memikat yang dipasang di tempat umum untuk menggoda orang-orang yang liwat.
  • PAULUS NABI PALSU

    Menurut Yesus, Nabi palsu itu ialah orang yang mengajarkan bahwa Yesus itu Tuhan, tetapi orang itu tidak pernah bertemu Yesus dan tidak dikenal oleh Yesus. Menurut Prof. Dr. C. Groenen OFM dan Harold Coward, orang yang mengajarkan bahwa Yesus itu Tuhan, tetapi orang itu tidak pernah bertemu Yesus dan tidak dikenal oleh Yesus ialah Saul atau Paulus si Farisi.

    Matius 7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

    Matius 7:21-23 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

    Lihatlah ayat ini wahai orang-orang Kristen yang sok ngaku-ngaku bisa membuat keajaiban dengan nama Yesus. Ternyata Yesus berkata bahwa kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Ajaranmu adalah ajaran orang Farisi, ajaran orang munafiq, ajaran Paulus si nabi palsu, Paulus si agen Farisi.

    Matius

    15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:

    15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

    15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

    15:10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:

    15:11 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”

    15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?”

    15:13 Jawab Yesus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.

    15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.”

    Paulus telah menghalangi orang dari Kerajaan Sorga dengan mengajak manusia untuk masuk ke dalam Kristen, suatu ajaran yang dia ciptakan di tahun 42 Masehi.

    Matius

    23:13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.

    23:14 [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.]

    23:15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.

    Paulus telah mengarungi lautan untuk mengajarkan ajaran sesatnya. Bahkan Paulus telah menentang pewaris da’wah Yesus. Pewaris da’wah Yesus itu antara lain adalah Petrus.

    Kisah Para Rasul

    20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.

    20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

    20:31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

    20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

    Matius

    16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

    16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

    Galatia 2:11 Tetapi waktu Kefas (Petrus) datang ke Antiokhia, aku (Paulus) berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.

  • SAINT PETER SQUARE: KUIL MATAHARI

    “Since the Satanist worship the Sex Act, he must have a symbol of the female organ, to go along with the male organ, the Obelisk. And, indeed, Satanist do have a symbol of the female organ the Circle. And, when a point is added to the middle of the circle, you have the complete sex act, the male being the point and the female being the circle” [‘Point Within A Circle’, Masonic Short Talk Bulletin, August, 1931, Vol. 9, No. 8, Reprinted July, 1990, p. 4

    (lebih…)

  • GEREJA SETAN SAAT INI

    Meskipun keberadaan para penyembah Setan telah diketahui selama bertahun-tahun, tak seorang pun muncul dan mengakui secara terbuka bahwa mereka adalah penganut Setanisme. Setanisme pertama kali menjadi gerakan yang terbuka dan teratur di tahun 1960-an di Amerika Serikat. Tanggal 30 April 1966, Gereja Setan dibentuk di California. Pendiri gereja aneh ini adalah seorang penganut Setanisme yang bernama Anton Szandor LaVey yang menyatakan dirinya sebagai pendeta tinggi. Dikenal sebagai Paus Hitam, LaVey menulis buku-buku tempat dia merumuskan pandangan-pandangannya mengenai Gereja Setan. Judul buku-buku itu menakutkan: “Kitab Suci Setan, Upacara Setanis, Penyihir Setanis, Buku Catatan Setan dan Setan Berbicara”. LaVey meninggal di tahun 1997. Diperkirakan bahwa Gereja Setan memiliki sekitar 10 ribu anggota di Amerika Utara, dan meskipun banyak menerima tuntutan hukum, kegiatan dan upacaranya terus berjalan. 

     

    SETANISME DAN MATERIALISME 

     

    Suatu ciri kaum Setanis masa kini adalah, mereka semua ateis (tidak mengakui Tuhan). Mereka juga sekaligus kaum materialis, artinya, mereka hanya percaya kepada keberadaan benda belaka. Mereka mengingkari adanya Tuhan dan semua makhluk gaib. Oleh karena itu, kaum Setanis tidak percaya kepada setan sebagai makhluk yang nyata. Meskipun disebut sebagai penyembah setan, mereka tidak mengakui adanya setan. Bagi kaum Setanis, setan hanyalah lambang yang menyatakan permusuhan mereka terhadap agama dan kekerasan hati mereka. Dalam sebuah tulisan yang berjudul “Pengantar Setanisme” yang diterbitkan Gereja Setan, dinyatakan bahwa para Setanis sebenarnya adalah ateis: 

    Setanisme adalah sebuah agama yang tak mengenal Tuhan, mirip seperti ajaran Budha. Tidak ada yang perlu ditakuti selain akibat tindakan kita. Kaum Setanis tidak percaya adanya Allah, malaikat, surga atau neraka, iblis, setan, ruh jahat, ruh baik, peri, atau makhluk gaib yang jahat. …Setanisme bersifat ateis …Otodeis: kami menyembah diri kami sendiri. …Setanisme adalah materialis … Setanisme adalah lawan agama. (Vexen Crabtree, “A Description of Satanisme”) 

    Singkatnya, ini adalah hasil filsafat kebendaan dan tak mengenal Tuhan yang telah tersebar sejak abad ke-19. Seperti filsafat ini, Setanisme menyandarkan diri pada teori yang dianggap ilmiah: Teori Evolusi Darwin.

     

    (Dari insight-magazine.com) 

     

  • GEREJA SETAN DAN BAPHOMET

    Setanisme secara singkat dapat diartikan sebagai penyembahan setan dan menjadikannya sebagai tuhan. Selain menolak Allah, semua agama dan nilai keagamaan, gerakan jahat ini memiliki ajaran melaksanakan hal-hal yang oleh agama dianggap berdosa. Setanisme juga menerima setan, lambang kejahatan, sebagai pemimpin dan pembimbing.  Kaum Setanis, yakni para pengikut ajaran setanisme, sudah ada dan melaksanakan kegiatan keji mereka di setiap tahap sejarah dan dalam setiap peradaban, dari Mesir kuno sampai Yunani kuno, serta sejak Abad Pertengahan sampai hari ini. Di antara abad ke-14 dan ke-16, para tukang sihir dan orang yang menolak agama sama-sama memuja setan. Setelah tahun 1880-an, di Prancis, Inggris, Jerman, dan sekaligus di berbagai negara lain di Eropa dan Amerika, Setanisme diatur dalam perkumpulan dan tersebar di kalangan orang yang mencari keyakinan dan agama lain.  Penyembahan setan terus berlanjut sejak abad ke-19, mula-mula sebagai Setanisme tradisional, lalu dalam aliran sesat yang lebih kecil yang merupakan pecahannya. Upacara kejam yang dilakukan oleh tilamg sihir dan orang-orang tak bertuhan, pengorbanan anak dan orang dewasa kepada setan, perayaan Misa Hitam dan upacara Setanisme tradisional lainnya telah diwariskan diam-diam secara turun temurun. 

    Lambang Setanisme tradisional yang terpenting adalah dewa Romawi kuno Baphomet. Pada waktu itu, Baphomet menjadi lambang bagi orang yang memuja setan. Para ahli sejarah yang menelusuri asal-usul sosok berkepala kambing ini telah menemukan beberapa petunjuk penting tentang kegiatan Setanis. Lambang Setanis terpenting kedua adalah pentagram, yaitu bintang bersegi lima di dalam lingkaran. Yang menarik, ada dua perkumpulan rahasia lainnya di samping para Setanis yang menggunakan Baphomet dan pentagram sebagai lambang. Yang pertama adalah perkumpulan Kesatria Biara Yerusalem (Knight Templars), yaitu perkumpulan yang dituduh oleh Gereja Katolik sebagai penyembah setan, dan dibubarkan pada tahun 1311. Perkumpulan lainnya adalah perkumpulan Mason yang telah bertahun-tahun lamanya menimbulkan rasa penasaran karena kerahasiaan dan upacaranya yang aneh. Banyak ahli sejarah, yang telah menyelidiki masalah itu, percaya bahwa terdapat hubungan antara Kesatria Biara Yerusalem dengan perkumpulan Mason. Menurut mereka, kedua kelompok itu saling melanjutkan satu sama lain. Sesudah Kesatria Biara Yerusalem dilarang oleh Gereja, perkumpulan itu melanjutkan keberadaannya secara rahasia dan akhirnya berubah menjadi paham Mason. Yang pasti tentang Freemasonry adalah, perkumpulan ini bersifat amat rahasia, punya susunan organisasi, dengan anggota di seluruh pelosok dunia. Uraian yang diberikan para ahli seperti Leo Taxil, yang pernah menjadi seorang Mason, namun telah keluar dari perkumpulan itu, mengatakan bahwa para Mason amat menghormati Baphomet dan melangsungkan upacara yang menyerupai tata-cara penyembahan setan. Kenyataan lain yang menimbulkan kecurigaan adalah bahwa banyak pengikut Setanisme yang kemudian menjadi anggota organisasi Masonis. 

    Kini, Setanisme telah meninggalkan upacara dan markasnya yang rahasia itu, untuk keluar ke jalan-jalan. Para Setanis bergiat di setiap negara untuk menyebarkan ajarannya dengan gigih dalam buku-buku, terbitan berkala, dan terutama di Internet dalam usaha mereka menarik anggota. Tak peduli di negara mana pun mereka berada, para Setanis menampilkan citra yang sama. Cara berpakaian, tata cara penyembahan, kesamaan surat yang mereka tinggalkan sebelum melakukan bunuh diri dan ciri lainnya menunjukkan bahwa Setanisme bukanlah gerakan biasa yang dipenuhi para penganggur, melainkan sebuah organisasi yang sengaja bersandar pada landasan pemikiran. (Dari insight-magazine.com)