KELAHIRAN MARIA PUTERI IMRAN
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Abraham dan keluarga Imran melebihi segala umat di masa mereka masing-masing. Suatu ketika istri Imran berkata: “O Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau putera yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat di Bait Allah. Karena itu terimalah nazar itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: “O Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maria dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada pemeliharaan Engkau daripada setan yang terkutuk.” Maka Tuhannya menerimanya sebagai nazar dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakharia pemeliharanya. Setiap Zakharia masuk untuk menemui Maria di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakharia berkata: “O Maria dari mana kamu memperoleh makanan ini?” Maria menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.(1)
BERITA KELAHIRAN YOHANES PUTERA ZAKHARIA
Di mihrab Zakharia mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “O Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. Kemudian Malaikat Gabriel memanggil Zakharia, sedang ia tengah berdiri melakukan solat di mihrab katanya: “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran seorang putramu Yohanes, yang membenarkan kalimat yang datang dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri dari hawa nafsu dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.” Zakharia berkata: “O Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul?” Berfirman Allah: “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya”. Berkata Zakharia: “Berilah aku suatu tanda bahwa istriku telah mengandung”. Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah Nama Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”.(2)
KELAHIRAN YESUS PUTERA MARIA
Suatu ketika Malaikat Gabriel berkata: “O Maria, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). O Maria, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. O Maria, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan dengan kalimat yang datang daripada-Nya, namanya Yesus Mesiah putra Maria, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah, dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh.”
Maria berkata: “O Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.” Allah berfirman dengan perantaraan Gabriel: “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.
Lalu kata Malaikat itu lagi, “Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Alkitab, Hikmah(3), Torat dan Injil. Dan sebagai Rasul kepada Bani Israel yang berkata kepada mereka: “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda berupa mukjizat dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda kebenaran kerasulanku bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. Dan aku datang kepadamu meluruskan Torat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda mukjizat dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”.(4)
Maka Maria mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini”.
Maka Maria membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maria, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”, maka Maria menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?” Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) solat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.
Itulah Isa putra Maria, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.(5)
MASALAH SEPUTAR KELAHIRAN YESUS
Benarkah Yesus Lahir pada 25 Desember?
Pada abad IV, rakyat Romawi masih beragama polytheisme paganisme (musyrik). Hal ini menyebabkan bangsa Romawi tidak bersatu. Diantara dewa-dewa itu adalah dewa matahari. Dan mereka merayakan hari lahir dewa matahari pada tanggal 25 Desember (awal musim di mana siang lebih panjang dari malam). Mereka merayakannya dengan berpesta, berfoya-foya, meminum arak, dan segala hal yang melalaikan.
Murid Paulus memperkenalkan agama Katholik kepada Kaisar Konstantin. Kemudian pada tahun 325 M. Kaisar Konstantin mengadakan Konsili untuk melantik Yesus sebagai Tuhan. Hal ini dilakukan untuk menyatukan bangsa Romawi. Bangsa Romawi khawatir kalau mereka menerima keyakinan tersebut menyebabkan acara perayaan tanggal 25 Desember ditiadakan. Kaisar menangkap kekhawatiran bangsa Romawi. Kemudian mengatakan bahwa perayaan tanggal 25 Desember tetap diadakan, sebab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember. Lalu Bangsa Romawi berfikir, jika demikian berarti Yesus adalah putra dewa matahari. Kaisar Konstantin pun membenarkan hal tersebut. Maka kita melihat pada gambar Yesus terdapat lingkaran terang di belakang kepalanya.
Di dalam Alkitab dikatakan bahwa Yesus lahir pada malam hari di saat bintang gemerlapan dan gembala menggembalakan dombanya. Ini menandakan bahwa Yesus lahir bukan pada musim salju, tetapi di musim kering/panas (menggembalakan domba di malam hari pada musim salju adalah hal yang bodoh). Artinya Yesus lahir bukan pada bulan Desember. Dalam kitab Yahudi dikatakan bahwa Yesus lahir pada bulan Ilul (Juli-Agustus).
Dimanakah Yesus Lahir?
Yesus lahir di Betlehem, Palestina. Di sana tidak ada pohon cemara dapat tumbuh, yang ada adalah pohon Kurma. Lalu apa hubungannya Natal dengan pohon cemara?
Pada masa Imperium Romawi sudah kuat kembali, mereka ingin memperluas wilayahnya ke Jerman. Maka Roma mengirim para Pastur dari ordo Jesuit untuk menyelidiki agama orang Jerman. Ternyata orang Jerman menyembah dewa pohon cemara. Kemudian para Pastur itu menyebarkan agama ke Jerman dengan mengatakan bahwa Yesus lahir di bawah pohon cemara. Lalu orang Jerman berfikir bahwa Yesus adalah anak dewa cemara. Maka mereka pun menerima agama Katholik dan merayakan Natal dengan adanya hiasan pohon cemara.
Bolehkah Merayakan Natal?
Pada tahun 1740 M, Pendeta Danhover dari Strassburg yang mengherankan adanya hari raya Natal, menulis bahwa itu merupakan perkara-perkara kecil yang menyibukkan waktu-waktu manusia sebagai ganti kesibukan untuk mengkaji firman-firman Tuhan. Dia mempertanyakan, “Saya tidak tahu dari mana datangnya kebiasaan ini? Itu merupakan kebiasaan anak-anak kecil.†Kemudian perlu diketahui bahwa Pastur Ketua Dyunisius Junior, tidak merayakan peringatan-peringatan ini.
Jadi, peringatan Natal bukanlah peringatan yang berasal dari keyakinan yang benar. Ini adalah peringatan yang diada-adakan. Ini adalah keyakinan yang tidak memiliki dasar dan argumen yang benar. Ini hanyalah mitos. Ini adalah takhyul (pengkhayalan), khurafat, bidat. Peringatan Natal dan segala yang berhubungan dengannya –pohon cemara, St. Klaus- adalah mitos belaka. Mirip dengan keyakinan Charles Darwin terhadap teori evolusi yang sampai saat ini tidak terbukti kebenarannya.
YESUS DIKHITAN
Ketika genaplah delapan hari sesuai dengan hukum Allah, sebagaimana tertulis dalam kitab Musa, mereka bopong anak itu dan membawanya ke rumah ibadat untuk mengkhitankannya. Dan begitulah mereka sunatkan anak itu, lalu memberinya nama Yesus, sebagaimana Malaikat utusan Allah telah mengatakan lebih dahulu, sebelum ia dikandung ibunya.(6)
(1) Alquran 3: 33-37
(2) Alquran 3: 38-41
(3) Menurut sebagian pendapat mengatakan bahwa yang dimaksud Alkitab di sini adalah Alquran. Dan yang dimaksud Hikmah adalah perkataan dan ajaran Muhammad. Sebab kelak Yesus akan diangkat ke langit dan akan dikembalikan ke bumi menjelang akhir zaman. Lihatlah tentang Yesus yang berdoa di Bukit Zaitun untuk memohon perlindungan Allah dari makar para pejabat agama.
(4) Alquran 3: 42-51; Lukas 1: 28-38
(5) Alquran 19: 22-36
(6) Lukas 2: 21; Barnabas Psl. 5.