Blog

  • ISLAM MENGANUT GEOSENTRIS?

    Sebagian orang Kristen dan orang Salafy berfikir bahwa Islam menganut teori geosentris, di mana dikatakan bahwa Bumi adalah pusat tatasurya dan matahari mengelilingi Bumi. Hal ini disebabkan mereka telah salah tafsir terhadap Al-Qur`an disebabkan kebodohan mereka. Seperti kita ketahui bahwa orang-orang Salafy telah sering mengutarakan pandangan-pandangan sesat karena kebodohan mereka dalam memahami Al-Qur`an dan Hadits.

    Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-’Utsaimin, seorang Salafiyin yang gigih, mengatakan bahwa menurut Al-Qur`an, matahari itu berputar mengelilingi bumi. Di bawah ini adalah dalil-dalil yang digunakannya untuk mendukung pandangan kelirunya itu.

    1. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman tentang Nabi Ibrahim akan hujjah-nya terhadap orang-orang yang menentang Rabb, firman-Nya: “…sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia (matahari) dari barat…” (QS. Al-Baqoroh: 258).

    2. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman tentang Nabi Ibrohim: “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata:’Inilah Rabku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata:’Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan” (QS. Al-An’am: 78).

    3. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari arah gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu…” (QS. Al-Kahfi: 17).

    4. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiya’: 33).

    5. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat…” (QS. Al-A’rof: 54).

    6. Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5).

    7. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya…” (QS. Asy-Syams: 1-2).

    8. Allah Azza wa Jalla berfirman:”Dan suatu tanda (kekuasaan Allah Yang Maha Besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapn Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS. Yaasiin: 37-40).

    9. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar r.a dan matahari telah terbenam. Artinya:”Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi?” Dia (Abu Dzar) menjawab:’Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Beliau bersabda:”Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah Arsy, kemudian minta izin lalu diizinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu dia tidak diizinkan. Kemudian dikatakan kepadanya; Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya)” atau sebagaimana sabdanya).

    ISLAM TIDAK MENGANUT GEOSENTRIS

    Di bawah ini, kami akan mencoba menjelaskan, sesuai ilmu kami yang sedikit ini, bahwa Al-Qur`an tidaklah menganut teori geosentris.

    1. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman tentang Nabi Ibrahim akan hujjah-nya terhadap orang-orang yang menentang Rabb, firman-Nya: “…sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia (matahari) dari barat…” (QS. Al-Baqoroh: 258)

    2. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman tentang Nabi Ibrohim: “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata:’Inilah Rabku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata:’Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan” (QS. Al-An’am: 78).

    3. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari arah gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu…” (QS. Al-Kahfi: 17)

    Pada tiga ayat di atas, Allah sedang menceritakan tentang apa yang dikatakan Nabi Ibrahim. Dan nabi Ibrahim, seperti halnya kita, melihat matahari itu terbit dari Timur. Nabi Ibrahim tidak sedang berkata bahwa matahari itu mengelilingi Bumi. Nabi Ibrahim hanya berkata bahwa ia melihat matahari itu terbit dari Timur. Siapa yang melihat? Nabi Ibrahim. Salahkah Nabi Ibrahim jika berkata bahwa matahari terbit dari Timur? Tentu saja tidak. Kita juga biasa berkata bahwa matahari terbit dari Timur walau kita tahu bahwa matahari tidak mengelilingi Bumi. Adalah hal yang wajar jika Nabi Ibrahim berkata bahwa matahari terbit dari Timur walau beliau tahu bahwa matahari tidak mengelilingi Bumi.

    Sekali-sekali, pergilah Anda ke puncak yang tinggi, karena di sana, Anda akan dapat melihat matahari terbit dari kaki langit. Saya tidak sedang berbicara sebagai seorang ilmuwan di dalam seminar. Saya sedang berbincang-bincang dengan Anda, dan adalah wajar jika saya mengajak Anda untuk melihat matahari terbit dari kaki langit. Para sastrawan akan memahami bahwa perkataan saya ini tidak mengandung muatan ilmiah. Ini adalah perkataan yang wajar dalam pembicaraan sehari-hari. Seperti halnya orang-orang pergi ke pantai Sanur di sore hari untuk menyaksikan matahari terbenam ditelan lautan. Kata-kata tadi tentu dipahami para sastrawan. Hanya orang-orang bodoh yang menganggap perkataan itu sebagai perkataan seorang ilmuwan astronomi yang sedang mengajarkan ilmu astronomi.

    4. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiya’: 33)

    5. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat…” (QS. Al-A’rof: 54).

    6. Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5).

    Ayat-ayat itu tidak berkata bahwa bulan dan matahari sedang berkejar-kejaran, tetapi malam dan siang itulah yang silih berganti. Ini adalah kiasan. Jika kami berkata bahwa setiap manusia berlomba dengan waktu, apakah Anda berfikir bahwa ‘waktu’ itu adalah benda fisik yang bisa berlari dan berlomba dengan kita? Kita tahu bahwa siang dan malam itu terjadi sebagai akibat dari rotasi bumi.

    Adalah benar bahwa matahari itu beredar, tetapi matahari beredar mengelilingi pusat bima sakti, bukan mengelilingi bumi.

    7. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya…” (QS. Asy-Syams: 1-2).

    Dalam ayat di atas juga tidak mengandung pengertian bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Allah bersumpah demi matahari yang kita lihat memancarkan cahaya di pagi hari dan demi bulan yang muncul apabila malam. Sama sekali tidak ada petunjuk yang menyatakan bahwa matahari itu bergerak mengelilingi bumi.

    8. Allah Azza wa Jalla berfirman:”Dan suatu tanda (kekuasaan Allah Yang Maha Besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapn Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS. Yaasiin: 37-40).

    Sekali lagi ayat-ayat di atas tidak sedang mengajarkan pergerakan matahari, tetapi sedang mengajarkan hisab berdasarkan penglihatan kita atas dampak pergerakan bulan dan rotasi bumi serta pergerakan bumi mengelilingi matahari. Adapun matahari memang beredar mengelilingi suatu bintang sebagai pusat dari beberapa bintang seperti matahari.

    9. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar r.a dan matahari telah terbenam. Artinya:”Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi?” Dia (Abu Dzar) menjawab:’Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Beliau bersabda:”Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah Arsy, kemudian minta izin lalu diizinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu dia tidak diizinkan. Kemudian dikatakan kepadanya; Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya)” atau sebagaimana sabdanya).

    Hadits di atas tidak bisa kita pahami secara ilmiah. Tetapi mesti kita pahami secara sastra dan spiritual. Dalam hadits itu terkandung kiasan-kiasan yang bermanfaat bagi jiwa. Tidak ada muatan sains dalam hadits tersebut. Kita tidak bisa menafsirkan Al-Qur`an dan Hadits berdasarkan metode serampangan. Ada 15 disiplin ilmu yang harus dimiliki seseorang sebelum ia boleh menafsirkan Al-Qur`an. Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita terhadap ayat-ayat tersebut.

    Sekarang coba Anda lihat ayat dari Alkitab di bawah:
    Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!” Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. [Yosua 10:12-13]

    Apakah Anda mau memaksakan agar orang-orang mengakui bahwa ayat itu sedang mengajarkan teori geosentris? Akankah Anda berkata, “Jika Alkitab menganut heliosentris, mestinya ayat itu berbunyi: ‘Berhentilah hai bumi dari rotasimu!’ dan bukannya matahari yang disuruh berhenti bergerak.”?

    Ketahuilah, orang-orang Kristen terdahulu telah melakukan kesalahan dalam menafsirkan Alkitab hingga mereka menganut geosentris dan trinitas. Tetapi sekarang mereka mengakui heliosentris, namun belum berhenti dari trinitas.

    Kita tidak perlu mengikuti mereka dalam menafsirkan Al-Qur`an. Jangan sampai kita salah menafsirkan Al-Qur`an dan Hadits hingga kita tersesat.

    Setelah melihat kebodohan orang-orang Salafy dan ustadz-ustadz mereka, masihkah kita mengakui mereka sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah? Kita harus meluruskan pandangan keliru mereka. Mereka sering salah dalam menafsirkan Al-Qur`an dan Hadits. Hal itu bisa kita lihat contohnya di atas. Mereka juga sering salah dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur`an dan hadits mengenai Aqidah dan Syari’ah. Tidak ada jaminan bahwa Aqidah dan Syari’ah mereka itu sesuai dengan Aqidah dan Syari’ah yang diajarkan Nabi Muhammad SAAW. Mari kita luruskan mereka semampu kita!

  • Paus Matahari

    Musyrikin Babilonia memuja matahari sebagai dewa, dan musyikin Roma juga memuja matahari. Gereja Katolik Roma, dengan bantuan Konstantin, mengubah hari kebaktian dari hari Sabtu ke Minggu (Sunday = hari Matahari) dan biasanya menggunakan lambang dan gambaran matahari. Pada hari itu, para hakim dan semua penduduk kota dibiarkan beristirahat dalam rangka memulyakan matahari.

    Naskah kuno Justinianus mengatakan bahwa pada hari yang digunakn untuk memuliakan matahari, dibiarkanlah para hakim beristirahat, dan dibiarkan semua tempat kerja tertutup. Namun di negeri itu, orang-orang yang terlibat dalam pertanian boleh dengan bebas dan dengan sah melanjutkan pekerjaan mereka; sebab biasanya pada hari berikutnya itu tidak terlalu bagus untuk menanam anggur.

    Shamash TabletDi samping kiri ini adalah suatu tablet dari awal abad ke 9 SM yang melukiskan Dewa Matahari Babilonia, yang bernama Shamash, duduk di sisi kanan, memegang lencana kekuasaannya, sebuah tongkat dan cincin, dan raja dengan dua penjaga pada sisi kiri. Di tengah, pada suatu altar, adalah matahari dengan 4 sinar utama ditambah dengan sinar yang berombak kecil diantara sinar-sinar utama itu. Klik gambar tersebut, dan Anda akan masuk ke Musium Britania, di mana Anda dapat melihat dan membaca tulisan sekitar tablet ini yang melukiskan dewa matahari, Shamash.

    PalliumLambang tersebut nampak lagi pada Paus. Perhatikan salib hitam kecil pada bahunya (bandingkan juga dengan gambar di bawah), pada apa yang disebut Pallium: “Pallium modern adalah suatu pita melingkar selebar kira-kira dua inci, dikenakan di leher, dada, dan bahu, dan mempunyai dua pendant, satu tergantung di depan dan satu di belakang…. Ornamen pallium terdiri dari enam salib hitam kecil– di dada, di punggung, bahu kiri dan kanan, dan pada pendant yang di depan dan di belakang.”

    Di bawah pada sisi kiri adalah suatu batu Neo-Asyiria (stele/stela) bertanggal sekitar 824-811 SM, yang melukiskan Raja Shamshi-Adad V. Perhatikan kalung yang dikenakan Raja. Padanya terdapat apa yang saat ini disebut Salib Maltese. Dua ribu delapan ratus (2.800) tahun yang lalu, bentuk itu adalah simbol pemujaan matahari.

    Maltese CrossPope Pallium
    Dewasa ini, Paus memakai lambang yang serupa di sekitar leher dan dadanya, pada Pallium, yang mana Paus juga menganugerahkannya kepada uskup terpilih sebagai ornamen, dan ini juga dikenakan oleh uskup besar dan uskup sebagai lambang otoritas mereka, berasal dari kesatuan dengan Paus. Paus juga mempunyai suatu tongkat dan cincin otoritas, sungguh serupa dengan lukisan dewa matahari Shamash pada Tablet Babilonia yang ditunjukkan sebelumnya.

    Topi dan Pergelangan AsyurTiara dan Sarung Tangan Paus
    Perhatikan tangan Raja Asyur Nasir Pal II yang lebih rendah pada stele di atas. Pada pergelangan tangannya terdapat lambang pancaran matahari. Pada sisi kanan, pancaran matahari musyrik itu terdapat pada sarung tangan Sri Paus Yohanes XXIII.

    Lukisan raja pagan pada batu stela di atas, menunjukkan suatu potongan kain (lappet) menggantung dari belakang tutup kepala itu. Lappet ini juga terlihat pada tiara kepausan, seperti ditunjukkan pada gambar di atas.
    Lappet

    Dagon

    Topi Kepala IkanDagown, daw-gohn’; dewa ikan; Dagon, dewa orang Palestina kuno: Dagon. Dagon berarti “seekor ikan”. Dewa kesuburan Palestina kuno; dilambangkan dengan tangan dan wajah seorang laki-laki dan ekor ikan

    Bentuk seperti ikan adalah suatu lambang kesuksesan, dan sepertinya diadopsi oleh suku bangsa yang berlayar di laut di dalam menggambarkan dewa mereka. Roma, yang dapat menaklukkan laut dengan mudah, mengadopsi agama misteri dari orang Palestina. Di sini kita melihat ukiran dan diagram pendeta Dagon dan topi kepala ikan mereka di samping gambar Sri Paus dengan topi kepala ikan yang sama. Ukiran pada sisi kiri menunjukkan pendeta Dagon yang mencipratkan air suci.

    MonstranIni adalah Sri Paus Yohanes Paulus II yang memegang apa yang disebut Monstran atau Ostensorium. Gereja Katolik Roma mengakui Monstran sebagai pancaran matahari.

    Naga GregoriusPaus Gregorius XIII mengusulkan penanggalan Gregorian melalui Gereja Katholik/ Konstantin dalam perintah keempat mengenai hari sabat yang diubah menjadi hari Minggu. Cukup menarik, sedikitnya dua Paus menggunakan ular naga pada perisai mereka dan salah satunya, secara kebetulan adalah Sri Paus Gregorius XIII.

    (Gambar di kanan melukiskan lambang Gregorius XIII. Ini dapat ditemukan di atas pintu galeri peta, di Vatican.)

    Naga Gregory

    Kitab Wahyu pasal 13

    13:1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
    13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
    13:3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
    13:4 Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: “Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?”
    13:5 Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
    13:6 Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

    Wahyu 17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.

    Wahyu 18:3 karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.”

    Kepausan adalah lembaga pengkhianatan kepada Allah Yang Maha Esa. Mereka berpura-pura membawa manusia kepada agama yang benar, padahal mereka adalah srigala-srigala yang menyesatkan manusia dari jalan Allah yang lurus. Para pemimpin dunia telah meminum ajaran bathil si pengkhianat demi kekuasaan dan kekayaan duniawi.

    KardinalScarlet

    Kepausan merupakan lembaga yang dibangun para masonic. Mereka adalah tukang batu yang telah menolak untuk mengakui Ismail sebagai keturunan Nabi Ibrahim, yang darinya lahirlah batu penjuru, Nabi Muhammad SAW. Kepausan telah dengan arogan menghina manusia kudus pilihan Allah, Nabi Muhammad SAW.

    Sebagian orang mungkin menyangkal artikel ini. Mereka berkata bahwa ini hanyalah tipuan klasik. Tetapi mereka tidak bisa membuktikan tuduhan mereka itu. Mereka juga tidak bisa menyanggah tulisan ini dengan alasan yang dapat diterima. Fakta-fakta yang ditampilkan dalam tulisan ini baru sebagian kecil dari bukti kesesatan Kristen. Ketika digabungkan dengan fakta-fakta lainnya, akan terlihat jelas gambaran utuh dari kesesatan Kristen itu, hingga mereka tidak punya pilihan lain, kecuali mengakui kesesatan Kristen.

    Akhirnya, tidak ada keselamatan di luar Islam. Tidak ada agama yang diakui Allah, kecuali Islam. Masuklah ke dalam Islam, maka Anda terselamatkan dari para pengkhianat Allah.

    Artikel luar tentang ini:
    http://www.geocities.com/Athens/Parthenon/5862/sunpope.html

  • Nabi Muhammad Perantara Kita

    Semua alam semesta akan fana dan sungguh Yang Maha sempurna tetap abadi. Beruntunglah jiwa yang mencintai Yang Maha sempurna. Telah Allah jadikan alam semesta ini sedikit mengenalkan keindahan Allah kepada kita, mengenalkan kesempurnaan Allah, mengundang kecintaan kita kepada Allah, menghantarkan kerinduan kita kepada Allah. Sehingga ketika kita melihat bulan purnama yang indah, ingatlah kepada Yang Maha Menciptakan yang paling indah. Ketika kita melihat bintang-bintang yang terang benderang dilangit, ingatlah yang menciptakan hal itu dari ketiadaan, dan keindahannya… Allah…

    Jadilah setiap nafas kita menghantarkan kita kepada keindahan Allah, Allah menciptakan suatu makhluk yang juga menghantar kita kepada mahabbatullah yaitu Sayyidina Muhammad saw yang dengan melihat wajah beliau saw sampailah kita kepada khusyu, yang dengan mengikuti gerak-gerik dan tuntunan beliau saw sampailah kita kepada kesempurnaan iman.

    Beliau saw adalah manusia sempurna yang diciptakan oleh Allah sebagai lambang kesempurnaan Allah, untuk menghantarkan kita kepada kecintaan kepada Allah, untuk menghantarkan kita kepada kerinduan kepada Allah. Allah jadikan alam semesta ini cermin dan lambang keindahanNya, dan Allah jadikan satu makhluk yang paling cepat menghantar kita kepada keridhaan Allah Sayyidina Muhammad saw.

    Namun masih muncul pertanyaan : “Seandainya kita bisa cinta kepada Allah dengan ingat kepada Nabi Muhammad saw bukankah itu syirik?”. Padahal jika kita melihat bulan purnama lalu kita rindu kepada Allah, jadilah bulan purnama itu yang menjadi perantara antara cinta kita dengan Allah. Ketika kita melihat kenikmatan yang datang kepada kita barangkali berupa anak keturunan atau berupa harta atau berupa kedudukan atau berupa hal-hal yang bersifat duniawi bila itu menghantarkan cinta kita kepada Allah jadilah ia perantara menuju kecintaan kita kepada Allah. Demikian Allah jadikan sedemikian banyak perantara di alam semesta untuk menghantarkan kita kehadiratNya. Dan Allah ciptakan perantara yang terindah kepada-Nya, yaitu Sayyidina Muhammad saw.

    (majelisrasulullah.org)

    Buka juga:
    Dia Dalam Dirimu

  • Mereka Mencaci yang Terpuji

    Rasul saw bersabda, “Apakah kalian tidak takjub dan heran melihat Allah membalikkan caci-maki kaum Quraisy?” (Shahih Bukhari)

    Al Imam Al Hafidz Ibn Hajar Al Asqalaniy di dalam kitabnya Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan makna hadits ini. Di zaman itu, dari bencinya orang-orang Quraisy terhadap Sang Nabi, sehingga beliau sudah diubah namanya bukan lagi Muhammad (Muhammad adalah orang yg banyak dipuji/terpuji), tetapi dipanggil “Mudzammam” yaitu orang yang selalu dicaci maki dan dihina.

    Demikian gelar Sang Nabi daripada orang-orang kuffar Quraisy, dan gelar itu sudah menjadi ucapan setiap orang-orang kuffar hingga mereka tidak lagi menamakan beliau ini Muhammad tapi selalu menamakannya Mudzammam, orang yang selalu dicaci, orang yang banyak dihina, orang yang sangat terhina. Maka Rasul saw melihat wajah-wajah para sahabat bersedih dengan gelar yang ditaruhkan kepada orang yang dicintai Allah ini. Maka seyogyanya kalian lihat mereka itu mencaci bukan mencaci Muhammad tetapi mencaci Mudzammam, (diantara cacian orang Qureisy) : Allah melaknat Mudzammam, Allah memuntahkan kemarahanNya kepada Mudzammam, Allah mencelakakan Mudzammam, mereka tidak menyebut Muhammad tetapi mereka menyebut Mudzammam. Maksudnya: “Caciannya bukan kepadaku, Aku Muhammad.”

    Nama “Muhammad” artinya nama yang selalu dipuji dan yang banyak padanya sifat-sifat yang terpuji. Dan beliaulah saw memang orang yang paling berhak menyandang nama Muhammad. Orang yang paling banyak dipuji dan orang yang berkumpul padanya sifat-sifat yang terpuji. Memang orang yang paling banyak dipuji seluruh langit dan bumi adalah Nabiyuna Muhammad saw. Dimuliakan dan dicintai di langit dan bumi, tujuh lapis langitpun diperintah oleh Allah untuk gembira dengan kedatangan Sang Nabi.

    Sebagaimana diriwayatkan didalam Shahihain Bukhari dan Muslim ketika Rasul saw Mi’raj ke langit dan malaikat menjawab, “Semulia-mulia yang datang telah datang”, ucapan ini di setiap langit sampai ke langit yang ketujuh. Disambut dan dimuliakan oleh penduduk langit dari kalangan malaikat. Tentunya disambut dan dicintai oleh jiwa mukminin-mukminat dan para Nabi karena beliau juga teriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ketika malam Isra’ wal Mi’raj disambut oleh para Nabi. Mereka memuji Sang Nabi “Marhaban Yaa Akhi Shalih wa waladun shalih………..” disambut oleh Nabi Adam as “Selamat datang wahai saudaraku yang shaleh, wahai anakku yang shaleh”. Demikian para Nabi terus menyambut beliau saw hingga semua Nabi diperintah oleh Allah menyambut Rasulullah Muhammad saw, beruntunglah jiwa yang mencintai Nabi Muhammad saw karena cinta kita kepada Sang Nabi, lambang cinta kita kepada Allah.

    Kita lihat bagaimana para sahabat mencintai Sang Nabi, hadits ini juga melambangkan kepada kita bahwa manusia yang paling mulia ini juga banyak dicaci, banyak dihina, Hadits ini menghibur semua orang-orang yang dicaci dan dihina bahwa ada satu orang yang digelari Mudzammam, orang yang paling banyak dicaci dan paling banyak dihina dan ialah manusia yang paling terpuji Muhammad Rasulullah. Jangan sampai diantara kita merasa hina dan sedih kalau orang menghina kita, ada orang yang paling mulia justru digelari orang yang paling banyak dicaci. Demikian indahnya hadits ini menenangkan orang-orang yang terhina dan tercaci, menenangkan orang yang terdzalimi dan ditindas dan beliau saw berkata “Mereka mencaci Mudzammam, sedangkan aku Muhammad” karena beliau saw dipuji oleh orang-orang dari mukminin-mukminat, para Nabi, para malaikat dan Allah. Allah memuji beliau saw : “sungguh kau (wahai Muhammad saw) berada pada akhlak yang agung”, padahal “Azhim” adalah salah satu dari sifat-sifat Allah. Bukan Sang Nabi memiliki sifat Allah, bukan itu maksudnya. Maksudnya Allah ingin memuliakan derajat Sang Nabi sedemikian tingginya.

    Alangkah mulianya hadits ini ketika dibaca oleh orang-orang yang terhina dan orang-orang yang difitnah dan dicaci, dia akan ingat bahwa manusia yang paling terpujipun digelari orang yang paling banyak dihina shallallahuwassallama wabarik alaihi.

    (majelisrasulullah.org)

  • Firman Tuhankah Alkitab?

    Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. [QS. An-Nahl (16): 68]

    Wahyu dalam ayat di atas bermakna ilham/inspirasi. Allah mengilhamkan kepada segenap makhluq-Nya akan apa yang mesti mereka perbuat. Allah juga yang telah memberi ilham/inspirasi kepada para pelukis, penulis, filsuf, dan semua manusia. Namun, kepada manusia, Allah berikan dua jalan, dua macam ilham yang bisa mereka pilih.

    Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. [QS. Al-Balad (90): 10]
    Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. [QS. Asy-Syams (91): 8]

    Allah mengilhamkan kefasikan kepada manusia melalui syaithan dan mengilhamkan ketaqwaan kepada manusia melalui malaikat-Nya. Hal ini juga mestinya diakui oleh orang-orang Kristen ketika mereka membaca dua ayat berikut:

    Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.” (II Samuel 24: 1)
    Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel. (I Tawarikh 21:1)

    Siapakah yang telah mengilhamkan kepada Daud agar melawan orang Israel dan menyuruh Yoab untuk menghitung jumlah mereka? Tuhan atau Iblis? Tentu mereka akan menjawab bahwa dua ayat itu dapat dikompromikan. Tuhan memang menginspirasikan kepada Daud melalui setan.

    Maka jelaslah bahwa inspirasi yang datang kepada manusia itu bisa melaui malaikat, bisa pula melalui setan. Lalu apa hubungannya dengan pertanyaan utama kita kali ini? Apa hubungannya dengan “Firman Tuhankah Alkitab”?

    Orang-orang Kristen mengakui bahwa “Alkitab itu diberikan melalui ilham Allah sebagaimana Rohkudus bekerja di dalam orang-orang yang dipilih, menyatakan kepada mereka pikiran Allah dan memampukan mereka untuk menggunakan kata-kata yang tepat untuk mengkomunikasikan kebenaran Allah tanpa kesalahan. Ilham (inspirasi) berasal dari kata latin yang artinya “bernafas dalam” atau “ke dalam” (in dan spiro) dan dari kata Yunani yang artinya “nafas Allah” (Theopneustos) (lihat kembali definisi wahyu). Allah menaruh Rohkudus ke dalam para penulis Alkitab dan melalui Dia, membimbing mereka di dalam menuliskan Alkitab, maka “inspirasi” dapat didefinisikan sebagai proses melalui mana Allah menghembuskan Roh-Nya ke dalam manusia untuk memampukan mereka untuk menerima dan mengkomunikasikan kebenaran Ilahi tanpa kesalahan. Alkitab adalah Allah berbicara!”

    Melihat pengakuan mereka tentang Alkitab, kita tidak bisa mengatakan bahwa Alkitab adalah Injil yang Allah turunkan kepada Nabi Isa. Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa dan Alkitab adalah dua hal yang berbeda. Maka kita harus beriman kepada Injil yang Allah turunkan kepada Nabi Isa tetapi kita tidak boleh beriman kepada Alkitab.

    Kemudian kita dapat menyimpulkan dari definisi mereka bahwa Alkitab bukanlah Firman Allah kepada Nabi Isa melalui malaikat Jibril. Alkitab hanyalah karangan manusia yang mereka akui mendapat inspirasi. Saya tekankan di sini, bahwa para pengarang itu hanya mendapat inspirasi, bukan Firman Tuhan. Inspirasi ini bisa melaui malaikat, bisa pula melalui setan. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Tidak ada satu orang Kristen pun yang dapat mengatakan secara gamblang bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan yang Allah sampaikan kepada Nabi Isa. Mereka hanya berani berputar-putar dan berkata bahwa Alkitab itu adalah tulisan orang-orang terdahulu yang mendapat inspirasi. Anda tentu tahu bahwa buku-buku novel juga merupakan tulisan orang-orang yang mendapat inspirasi. Alkitab, dalam definisi ini, hanya bisa disejajarkan dengan buku-buku novel seperti Harry Potter, Sherlock Holmes, DaVinci’s Code, dsb. Mungkin ada fakta-fakta di dalam Alkitab, tetapi juga ada berjuta kebohongan di dalamnya.

    Dengan definisi seperti di atas, tidak ada seorang pun yang boleh memastikan bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Firman Tuhan yang kita maksud di sini tentunya adalah wahyu dari Allah yang disampaikan kepada para Nabi untuk membimbing manusia. Sedangkan Alkitab bukanlah dalam definisi tersebut, karena para pengarang Alkitab bukanlah para Nabi.

    Lalu mungkin ada yang berkata, “Katakanlah bahwa para pengarang Perjanjian Baru bukanlah para Nabi. Tetapi bukankah para pengarang Perjanjian Lama adalah para Nabi?” Tidak ada yang dapat memastikan bahwa Pentateuch adalah Firman Tuhan kepada Musa, bahwa kitab Yesaya adalah Firman Tuhan kepada Yesaya. Pada faktanya, Perjanjian Lama yang tercantum dalam Alkitab saat ini baru ditulis ulang setelah ratusan tahun kitab-kitab asli para nabi tersebut menghilang. Perjanjian Lama ditulis oleh generasi yang kesekian berdasarkan ingatan semata. Berbeda dengan Al-Qur`an yang ditulis oleh generasi yang pernah bertemu dengan Rasulullah SAW berdasarkan hafalan dan catatan yang shahih disaksikan oleh para shahabat yang terpercaya. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru tidak bisa memenuhi syarat-syarat ini. Tidak ada satu kitab pun dari Perjanjian Baru yang ditulis oleh murid langsung dari Nabi Isa.

    Roh Kudus

    Menjadi pertanyaan di benak kita, jika Roh Kudus itu Tuhan, bagaimana ia bisa diletakkan pada manusia biasa? Tuhan meletakkan Diri-Nya sendiri pada sesuatu? Pernyataan mereka tentang hal ini justeru membatalkan ketuhanan Roh Kudus itu sendiri.

    Kemudian, tidak ada yang bisa menjamin bahwa para pengarang Alkitab itu dibimbing oleh Roh Kudus dan tak pernah salah. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa para penerjemah Alkitab itu tidak akan melakukan kesalahan dalam menerjemahkan Alkitab dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Terjemah Alkitab di Indonesia saja sudah mengalami 3 kali penerjemahan untuk Perjanjian Baru, yaitu Terjemahan Lama, Terjemahan Baru dan Terjemahan Baru Kedua. Mengapa? Karena ada kata-kata yang dirasa kurang cocok dengan teks yang mereka anggap asli, atau ada sumber teks yang dianggap lebih asli dari sumber teks sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus tidak membimbing mereka. Jika Roh Kudus memang membimbing mereka, tentu Roh Kudus akan membimbing mereka kepada teks asli sejak awalnya dan membimbing mereka untuk menterjemahkan ayat-ayat itu secara tepat sehingga tidak ada ummat yang membaca Alkitab palsu selama 30 tahun. Intinya, Anda tidak bisa mengatakan bahwa Alkitab dalam bahasa Indonesia itu suci dari kesalahan. Alkitab dalam bahasa Indonesia itu bukanlah kitab suci. Begitu juga KJV, dan Alkitab-Alkitab dalam terjemahan lain. Lalu bagaimana dengan Alkitab dalam bahasa Yunani?

    Kami ingatkan, seasli apa pun Alkitab, Alkitab tetaplah bukan Firman Tuhan. Karena dia bukanlah wahyu yang Allah sampaikan kepada para nabi-Nya, melainkan karya tulis manusia biasa dengan gaya bahasa manusia biasa. Dan dalam menulis suatu karya tulis, baik fiksi mau pun non-fiksi, setiap penulis memerlukan inspirasi. Menyebut para pengarang Alkitab sebagai orang-orang yang mendapat inspirasi, tidak membuatnya menjadi suci. Ditambah lagi, tidak ada terjemahan yang benar-benar tepat. Jika Anda benar-benar membaca sejarah Alkitab, tentu Anda akan mengerti bahwa Alkitab jelas bukan Firman Tuhan.

    Lihat juga:
    Wahyu

  • Mel Gibson Seorang Masonic?

    Masihud Dajjal Si Mata SatuTahun 2003, film The Passion of Jesus (Penderitaan Yesus) diputar. Billy Graham memuji film yang memuat adegan sadisme tersebut. Apa kiranya yang menyebabkan film tersebut mendapat pujian dari seorang zionis-kristen seperti Billy Graham?

    Terdapat banyak simbol-simbol masonik sepanjang film tersebut. Diantara simbol yang menarik adalah simbol yang menggunakan sosok Yesus itu sendiri. Di Getsemani, Yesus (Yudas/seseorang yang telah diserupakan dengan Yesus) ditinju prajurit tepat di mata kanannya. Hal itu menyebabkan mata kanannya menjadi bengap hingga mengatup. Setelah itu, Yesus melihat hanya dengan satu mata, yaitu mata kirinya. Satu mata, merupakan lambang freemason yang sudah dikenal masyarakat. Dari sabda Rasulullah, dan ini tidak terdapat di dalam Alkitab, kita mengetahui bahwa Dajjal (Al-Masih Ad-Dajjal) itu bermata satu. Al-Masih palsu itu buta mata kanannnya.

    Mungkin inilah salah satu sebab mengapa Billy Graham memuji film tersebut. Karena film tersebut merupakan kampanye dari simbol-simbol setan. Lalu mengapa Paus Yohanes Paulus II juga memuji film tersebut? Adakah dia seorang zionis? Adakah dia seorang masonic? Baca artikel tentang Paus Yohanes Paulus II.

    Artikel luar tentang hal ini:
    http://www.cuttingedge.org/news/n1898.cfm
    http://www.telegraph.co.uk/arts/main.jhtml?xml=/arts/2004/03/26/bfpass26.xml

  • Kunjungan Habib Umar Al-Hafizh 2008 (NEW)

    Dengan segenap Puji bagi Maha Raja Tunggal Sekalian Alam Semesta, dan Limpahan Shalawat dan Salam atas Imam Tunggal yg terpilih memimpin di dunia dan di Akhirat, Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan Sahabat beliau, dan para penerusnya hingga akhir zaman. Merupakan Kabar yang menghangatkan Negara ini bahwa Guru Mulia ini akan kunjung kembali ke negeri kita, beliau adalah seorang ahli hadits yang mencapai derajat Al Hafidh, yaitu hafal lebih dari 100.000 (seratus ribu) hadits berikut sanad dan hukum matannya, dan beliau juga bergelar Al Musnid, yaitu orang yang mampu menyebutkan ribuan hadits dari dirinya hingga Rasulullah saw, yaitu yang banyak mengumpulkan sanad hadits, beliau juga digelari AL Mufassir, yaitu Ahli Tafsir Alqur’an yang mengetahui Asbabunnuzul ayat yang didukung dengan hadits-hadits shahih, beserta Asbabul wurudnya, diluar itu semua beliau adalah Ahlul Khusyu’, malam hari beliau adalah berduaan dengan Allah SWT.

    Pernah seorang tamu tetap bersikeras hingga tengah malam duduk dengan beliau, lalu beliau izin untuk shalat malam, namun tamu berkata : “Saya menunggu Anda”, maka Guru Mulia mengangguk. Beliau tidak keluar hingga Shalat Subuh. Maka tamu itu berkata : “Habibana, Antum meninggalkan saya hingga subuh?”, beliau berkata : “Maafkan saya, Aku bertamu kepada Yang Mahatunggal, dan jika aku bertamu pada-Nya maka aku lupa pada semua selain-Nya”.

    Demikian malam-malam beliau, dan siang hari beliau adalah Khidmah pada ummat. Tahun 1994 adalah kunjungan pertama beliau ke Indonesia. Seorang Da’i muda yang telah mendunia ini pun mengadakan kesepakatan dengan para Ulama dan Habaib di Indonesia untuk mengabulkan permintaan mereka dalam menerima siswa-siswa dari Indonesia untuk dibimbing oleh beliau di Yaman, tepatnya di kota Tarim, Hadramaut. Habib Munzir dan rombongan calon santri beliau berangkat. Tahun 1998, Habib Munzir bersama angkatan pertama kembali ke Indonesia, dan setiap tahunnya, alumni Ma’had Darulmustafa bimbingan beliau yang baru berdiri pada tahun 1997 ini terus menghujani Nusantara, termasuk Malaysia, Singapura, demikian pula Srilangka, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan masih banyak murid murid beliau yang berduyun-duyun dari pelbagai negara menimba ilmu dari Guru Kelembutan ini dan kembali membawa keharuman Risalah Muhammad saw.

    Selamat datang Wahai Guru Mulia pembawa semilir kelembutan.. betapa cahaya kelembutan telah kau tebarkan di sanubari ratusan muridmu di Mancanegara, dan muridmu pun telah pula membina dan memimpin ribuan bahkan puluhan ribu muslimin di belahan bumi barat dan timur, kedatanganmu adalah pelipur lara dan pelibur kesedihan bagi perjuangan murid-muridmu yang siang malam jatuh bangun memperjuangkan dakwah sang Nabi saw.

    Sebagaimana para Ulama dan Habaib angkatan-angkatan abad ke 18 dan yang sebelumnya hingga zaman wali songo di abad abad sebelumnya berasal dari Kota Tarim, Hadramaut, Yaman, atau dari Indonesia yang menimba ilmu disana, dan kembali ke Indonesia sebagai da’i-da’i pewaris tugas sang Nabi saw untuk berdakwah dengan kelembutan dan kasih sayang kepada penduduk bumi. Sembilan makam para wali itu (yang kesemuanya dari Hadramaut Yaman Selatan) sebagai saksi abadi bahwa mereka ini (para da’i dari Hadramaut Yaman Selatan) mendatangi negeri ini karena tugas mulia yang mereka telah diizinkan Allah SWT untuk memangkunya, sebagai penyeru kepada Keluhuran yang Abadi, demikian pula makam-makam orang shalih di belahan Nusantara, yang juga bertebaran di Jakarta seperti wilayah Luar Batang, Kwitang, Alhawi Condet, Kalibata dan masih banyak lagi, bagaikan Monumen Lambang perjuangan para penegak Risalah yang sebagian besar mereka itu menimba ilmu dari Hadramaut Yaman, sebagaimana sabda Nabi saw : “Iman adalah Yaman”, dan sabda Nabi saw : “Wahai Allah berkahilah penduduk Yaman dan Penduduk Syam”, dan berkata Imam Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarh Shahih Bukhari bahwa Kaum Anshar sebagai Ahlul Madinah adalah berasal dari Yaman.

    Maka pada hari Rabu 16 Januari 2008 Guru Mulia ini akan menginjakkan kakinya di Bumi Jakarta, Mereka adalah pembawa Panji Tauhid, dengan limpahan kemuliaan Allah swt saat mereka hidup dan Allah swt masih menunjukkan bahkan setelah mereka wafat, bahwa mereka adalah pembawa Rahmat bagi sekalian Alam, penerus tugas sang Nabi saw, sebagaimana makam seorang dari mereka di Aceh, yg banjir Tsunami dengan kekuatan jutaan ton dengan kecepatan rata rata 300km/jam dan tingginya di sebagian wilayah mencapai 30 meter, namun banjir itu menyingkir dan terbelah di makam tersebut, sama halnya dengan beberapa masjid di propinsi tersebut, membuktikan bahwa Allah memuliakan tubuh-tubuh para Da’i pembawa Risalah, mereka menjadi benteng terhadap musibah bagi masyarakatnya walaupun mereka telah wafat.

    Kedatangan Da’i besar ini pun bagai Pelangi Nan Indah yang muncul setelah guyuran hujan di negara ini. Tahun 1994 beliau menerima 30 siswa WNI untuk dibimbing ilmu syariah Islamiyyah, dan kesemuanya menyaksikan bahwa Guru yg satu ini sangat luar biasa dalam ketaatan, sangat indah perangainya, penyantun, berakhlak mulia, berbudi luhur, dan sangat berkasih sayang pada murid muridnya bagaikan pada anak anaknya.

    Agenda utama kunjungan beliau adalah perayaan haul Al Imam Fakhrulwujud Abubakar bin Salim rahimahullah, tepatnya pada pukul 09.00 wib hari Ahad 20 Januari 2008, bertempat di Jalan Rawa Kemiri Grogol Selatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Insya Allah pada Senin Malam 4 Februari 2008, beliau akan berkunjung dan menghadiri Majelis salah seorang muridnya, Hamba Allah yang penuh kelembutan dan sangat ta’zhim kepada Sang Guru, Habib Munzir bin Fuad Almusawa, yaitu di Masjid Raya Almunawar, Pancoran Jakarta Selatan. Hadirin diperkirakan akan mencapai 40.000 (empat puluh ribu) orang. So, don’t miss it!

  • Kerinduan

    Aku bukanlah siapa-siapa
    Tak ada raja yang mengenalku
    Tak pula rakyat jelata menghormatiku

    Aku hanyalah makhluq hina
    Terasing dan terbuang

    Tak seorang mencintaiku
    Semua manusia tak ‘ku hiraukan

    Tak ada yang menghendaki diriku
    Tak pula yang merinduku

    Dalam kesendirian dan keterasingan ‘ku tersadar
    Ada yang tengah memperhatikan
    bahkan merindukanku

    Dia selalu menghendaki kehadiranku
    bahkan ketika aku mengabaikan keberadaannya

    Dia terlalu mulya untuk ‘ku harapkan
    Namun sekarang aku percaya
    Dia memang merindukanku

    Hanya dia yang menghendaki hadirku
    Hanya dia yang s’lalu sabar
    atas segala jahilku

    Dalam setiap alpaku
    Hanya dia yang selalu merindukanku

    Sahabat, sadarkah Anda, dalam setiap kedurhakaan kita selalu tersimpan kerinduan Allah? Mungkin kita bertanya, apakah Allah tidak menghendaki kedekatan kita sehingga membiarkan kita jatuh dalam kenistaan. Namun ternyata itu salah. Allah selalu mengundang hamba-hamba-Nya yang terperosok dalam kehinaan dosa. Betapa besar kasih-sayang Allah. Bahkan Dia masih menghendaki kehadiran kita dalam istana kemulyaan-Nya setelah semua kedurhakaan yang kita perbuat.

  • Kengerian Yaumul Hisab

    Seandainya Anda dilarang ayah Anda untuk menggunakan suatu komputer untuk sementara. Kemudian Anda tidak sabar, sehingga Anda menggunakannya juga. Lalu secara tidak sengaja, Anda telah merusak system dan beberapa program serta menghapus permanen suatu proyek yang sedang dikerjakan ayah Anda. Bagaimana perasaan Anda saat itu?

    Mungkin Anda berfikir bagaimana cara memperbaiki system dan programnya dan merecover data yang terhapus. Setelah yakin bahwa Anda tidak bisa melakukannya, tentu Anda mulai berfikir bagaimana caranya untuk meminta maaf kepada ayah Anda atas kesalahan Anda tersebut. Anda akan mulai berfikir bagaimana Anda mempertanggung-jawabkan perbuatan Anda yang telah berani menggunakan komputer selama masa pelarangan. Anda tentu mulai membayangkan kengerian disaat harus menghadap ayah Anda nanti.

    Sungguh, kengerian hari pertanggung-jawaban lebih dahsyat dari kengerian di atas. Kelak, kita semua harus pergi menghadap Allah Yang Mahatahu. Apa yang akan kita katakan? Apa alasan yang akan kita berikan? Pada hari itu, kita tidak bisa lagi memberi alasan untuk menghindar dari hukuman atas kejahatan kita.

    Kesempatan kita untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah adalah saat ini. Dengan banyak beribadah, beristighfar, bertaubat, memohon ampun, bershalawat, mengharapkan syafaat dari Rasul, serta mengemis cinta dan keridhoan-Nya.

    Wahai Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang, jadikanlah kami sebagai penghuni surga-Mu yang tertinggi bersama Muhammad Rasulullah SAAW tanpa dihisab. Aamiin.

  • AGAMA TRIPARTITE

    Beberapa agama Tripartite di dunia ini memiliki kesamaan konsep ketuhanan. Coba lihat nama tuhan-tuhan berikut.

    YESUS, Tuhan dalam agama Kristen, lahir dari perawan Maria, lahir tanggal 25 Desember, disebut Anak Tuhan, Punya 12 murid, Mesiah yg ditunggu, mengajarkan cinta kasih, disalib untuk menebus dosa, bangkit sebagai Tuhan setelah dikubur 3 hari, prima causa dunia, akan datang lagi kedunia, meramalkan kedatangan Nabi akhir jaman.

    MITHRA, Tuhan bangsa Persia, lahir dari seorang perawan, lahir tanggal 25 Desember, disebut Anak Tuhan, punya 12 murid, perantara yang ditunggu, mengajarkan kedamaian, disalib, bangkit sbg Tuhan setelah beberapa hari dikubur, Anak Tunggal Tuhan, akan datang lagi menjelang akhir dunia, meramalkan kedatangan seorang penyelamat dunia.

    HORUS, Anak Tuhan bangsa Mesir, lahir dari perawan Isis, lahir tanggal 27 atau 29 Desember (Plutarchi), disebut Anak Tuhan, penebus dosa yg ditunggu, mengajarkan kedamaian & cinta kasih, disalib, hidup kembali setelah mati dua hari tiga malam, bayangan Tuhan didunia, akan datang kedunia lagi, meramalkan kedatangan mahkota segala nabi.

    BAACHUS, Tuhan bangsa Yunani, lahir dari perawan Demeter, lahir tanggal 25 Desember, anak Dewa Yupiter, penebus dosa, datang untuk. membimbing bangsanya, disalib, bangkit, Alfa & Omega, Akan datang lagi ke dunia, meramalkan kedatangan seorang yang mulia.

    KRISHNA, Tuhan agama Hindu, lahir dari perawan Dewaki, lahir di bulan Desember, Anak Dewa Wisnu, punya banyak murid, Anak Dewa Wisnu yg dijanjikan, mengajarkan keadilan, kebaikan dan kitab Weda, disalib, bersemayam Nirguna, bangkit dari kematian, inkarnasi dari dewa Wisnu, akan datang lagi menjelang akhir dunia, meramalkan kedatangan Mamah / Muhammad.

    BUDHA, pendiri Budhisme, lahir dari wanita Mayadewa, lahir bulan Desember, Anak Mahasasmita, penebus dosa, ajaran cinta kasih dan kitab Tripitaka, mati menebus dosa, bersemayam di Nirwana, bangkit dari kematian, Alpha & Omega alam semesta, datang lagi kedunia untuk. mendirikan kerajaan Dewa, meramalkan kedatangan seorang yang paling mulia.

    ZOROASTER, pendiri Zoroasterianisme, lahir dari seorang perawan, lahir tanggal 25 Desember, disebut Anak Tuhan, Pelita Tuhan yg dijanjikan, ajaran kedamaian & Kitab Zend Avesta, mati menebus dosa, bangkit menjadi Tuhan, Akan datang ke dunia lagi, meramalkan kedatangan Mohmend di Bekkah.

    Masihud Dajjal Si Mata SatuDajjal dipercaya akan lahir di bulan Desember, atau di akhir Desember, atau pada tanggal 25 Desember. Maka setiap datang seorang nabi atau rasul membawa ajaran Tauhid dan mengabarkan tentang datangnya nabi akhir zaman, si jahat berusaha membelokkan ajaran itu dengan menyebut sang nabi sebagai Tuhan atau anak Tuhan yang lahir pada tanggal 25 Desember. Hal ini dimaksudkan agar ketika Dajjal lahir, maka orang-orang percaya bahwa ia adalah sang Messiah atau dia adalah Anak Tuhan atau ia adalah Tuhan yang pernah turun sebagai Yesus, atau Horus, Mithra, Baachus, Krishna, Budha, Zoroaster, dsb. Pada faktanya, Yesus lahir pada bulan Ilul di musim panas, dan beliau tidak disalib atau pun bangkit setelah dikubur selama 3 hari 3 malam. Semua konsep ketuhanan tripartite ini hanyalah isapan jempol, karangan yang dibuat-buat, ajaran para penyembah setan dan berhala.