Rasa kesyukuran yang tulus akan muncul jika Anda merasa bahagia. Kebahagiaan akan Anda rasakan jika Anda merasa lebih beruntung. Anda akan merasa lebih beruntung jika Anda membandingkan keadaan Anda dengan orang-orang yang menurut Anda kurang beruntung. (lebih…)
Blog
-
Artikel Islami Gratis untuk Situs Anda
Anda bisa mengimport ratusan artikel gratis dari hotarticle.
Download file di bawah.
Ekstrak/Unzip.
Import ke situs Anda. (lebih…) -
Kunjungan Habib Umar Al-Hafizh 2008
Dengan segenap Puji bagi Maha Raja Tunggal Sekalian Alam Semesta, dan Limpahan Shalawat dan Salam atas Imam Tunggal yg terpilih memimpin di dunia dan di Akhirat, Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan Sahabat beliau, dan para penerusnya hingga akhir zaman. Merupakan Kabar yang menghangatkan Negara ini bahwa Guru Mulia ini akan kunjung kembali ke negeri kita, beliau adalah seorang ahli hadits yang mencapai derajat Al Hafidh, yaitu hafal lebih dari 100.000 (seratus ribu) hadits berikut sanad dan hukum matannya, dan beliau juga bergelar Al Musnid, yaitu orang yang mampu menyebutkan ribuan hadits dari dirinya hingga Rasulullah saw, yaitu yang banyak mengumpulkan sanad hadits, beliau juga digelari AL Mufassir, yaitu Ahli Tafsir Alqur’an yang mengetahui Asbabunnuzul ayat yang didukung dengan hadits-hadits shahih, beserta Asbabul wurudnya, diluar itu semua beliau adalah Ahlul Khusyu’, malam hari beliau adalah berduaan dengan Allah SWT. (lebih…) -
Ni’mat Islam
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali ‘Imran: 103)
Sebagian ummat Islam kurang mensyukuri ni’mat Islam. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran mereka akan besarnya ni’mat Islam. Sebagaimana ni’mat sehat hanya disadari oleh mereka yang sakit, ni’mat Islam juga lebih dirasakan oleh mereka yang sempat merasakan kehidupan sebagai non-Muslim.
Para mualaf memaknai ke-Islaman mereka sebagai terselamatkannya mereka dari adzab yang abadi. Maka, betapa bersyukurnya mereka ketika memeluk Islam. Mereka seperti orang yang berhasil selamat dari suatu kecelakaan lalu-lintas yang merenggut nyawa semua penumpang. Atau seperti orang yang batal naik suatu pesawat, dan beberapa jam kemudian dia mendengar bahwa pesawat yang hampir ia tumpangi itu meledak, dan tidak ada satu pun penumpangnya yang hidup.
Rasa syukur seperti inilah yang dirasakan Umar bin Khoththob. Ketika ia menyatakan ke-Islamannya kepada keluarganya, Abdullah bin Umar bin Khoththob berkata bahwa dirinya telah memeluk Islam sejak satu tahun yang lalu. Maka Umar bin Khoththob pun menjadi marah dan berkata, “Mengapa engkau menyembunyikan ke-Islamanmu dan menelantarkan ayahmu? Apakah engkau tega sekiranya aku mati dalam kekafiran? Apakah engkau meninggalkan ayahmu, wahai Ibnu Umar?”
Namun adakah kepedulian dan kesyukuran atas Islam yang seperti ini dalam diri ummat Islam di zaman ini? Sikap kita terhadap Islam seperti sikap orang yang jarang sakit terhadap ni’mat sehat. Mereka jarang sekali bersyukur dan tidak peduli akan tindakan mereka yang mungkin bisa merusak kesehatan. Sebagian ummat Islam kurang peduli dengan ajaran Islam dan apa-apa yang dapat merusak ke-Islamannya.
Akhil karim, mari kita syukuri ni’mat Islam dengan berda’wah! Sebarkanlah ajaran Islam ini kepada mereka yang belum atau kurang mengenal Islam, atau pun kurang peduli dengan ajaran Islam! Jika Anda pengelola situs, silahkan salin artikel kami dalam situs Anda, dan masukkan situs kami dalam daftar blogroll/link dalam situs Anda. Jika Anda menggunakan internet dari warung internet, settinglah majelisrasulullah.org atau hotarticle.org sebagai homepage Anda saat membuka IE atau firefox. Jika Anda bisa menyisihkan Rp. 5.000,- sebulan, perbanyaklah satu artikel untuk dibagikan di lingkungan RT Anda. Sungguh, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Dan itulah salah satu ciri orang bertaqwa.
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)
-
Ni’mat Islam
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali ‘Imran: 103) (lebih…)
-
Masyarakat Muslim Sejati
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah: 208) (lebih…)
-
SYARI’ (PEMBUAT SYARI’AT)
Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) Nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang Nama-nama itu. keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Yusuf: 40) (lebih…)
-
TEMPAT TIDUR RASULULLAH SAAW
Ummul Mu`minin, Aisyah ra. bercerita: “Sesungguhnya hamparan tempat tidur Rasulullah SAAW terdiri atas kulit binatang, sedang isinya adalah sabut korma.” (HR. At-Tarmidzi)
Muhammad Shadiq bin Baqir bercerita: Aisyah ditanya, “Apa yang menjadi hamparan tempat tidur Rasulullah SAAW di rumah Anda?” Ia menjawab, “Terbuat dari kulit binatang, sedangkan isinya sabut korma.”
Hafshah ditanya, “Apa yang menjadi hamparan tempat tidur Rasulullah SAAW?” Beliau menjawab, “Kain dari bulu yang kami lipat dua. Di atas itulah Rasulullah SAAW tidur. Pernah suatu malam aku berkata (dalam hati): ‘Sekiranya kain itu kulipat menjadi empat lapis, tentu akan lebih empuk baginya.’ Maka kain itu kulipat empat lapis. Manakala waktu shubuh, beliau SAW bersabda: ‘Apa yang kamu hamparkan sebagai tempat tidurku semalam?’ Aku menjawab: ‘Itu adalah hamparan tidur Anda juga, hanya saja aku lipat empat. Aku kira akan lebih empuk bagi Anda.’ Rasulullah SAW bersabda: ‘Kembalikan kepada asalnya! Sungguh, disebabkan empuknya, aku terhalang dari shalat di malam hari.’” (HR. At-Tarmidzi) -
Thaghut
Thaghut adalah ilah-ilah palsu, tuhan-tuhan bathil. Bentuk-bentuk thaghut itu bermacam-macam. Diantara thaghut-thaghut itu adalah:
Jin
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (QS. Al-Jin: 6) (lebih…)