Blog

  • Dinasti Bush adalah Yahudi

    Masih ingat dengan tulisan “George W Bush Sudah Lahir di Tahun 1796″? Yang dimuat di rubrik ini pada 1 Juni 2007? Kala itu tertulis bahwa di tahun 1796 atau 20 tahun setelah The Founding Fathers Amerika Serikat menandatangani Deklarasi Kemerdekaan AS, moyang dari Presiden AS George Walker Bush dilahirkan. Dia bernama George Washington Bush. Sama-sama George W Bush.

    Michael Collins Piper, seorang kolumnis independen Amerika dan termasuk salah satu pengecam gerakan Zionisme, di dalam karyanya “Jerusalem Baru: Kuasa Zionis di Amerika” (edisi Malaysia diterbitkan Saba Islamic Media), mengutip penemuan Shalom Goldman, seorang Profesor Madya dalam kajian Ibrani dan Timur Tengah University Emory, yang mengatakan bahwa George Washington Bush merupakan moyang dari George Walker Bush.

    “George Washington Bush yang dilahirkan pada 12 Juni 1796 dan meninggal dunia ada 19 September 1859 merupakan seorang profesor dan penulis buku ‘The Life of Muhammad’, sebuah pertama terbitan Amerika yang menyerang Islam, ” demikian Goldman.

    Goldman yang juga berdarah Yahudi ini juga menegaskan bahwa Profesor Bush merupakan pelopor atau perintis lahirnya kelompok Zionis-Kristen Amerika yang sekarang menguasai Gedung Putih dan Pentagon. “Profesor Bush sangat akif mendukung Zionisme di Amerika dan berperan penting di dalam mengirimkan orang-orang Yahudi Diaspora ke Tanah Palestina, ” lanjutnya.

    Wikipedia menulis, “Selain sebagai akademisi dan penulis, Profesor Bush juga seorang sarjana Alkitab, penginjil, dan seorang kontroversial. Dia lulus dari Dartmouth College di tahun 1818 dan masuk Princeton Theological Seminary. Bush ditahbiskan di Salem Presbytery, Indiana, tahun 1825 dan menjadi pendeta di sebuah gereja Indianapolis, sebah gereja yang dipandang sangat liberal pada masanya. ” Dari tahun 1831 hingga 1847, Bush menjadi Professor dalam kajian Ibrani dan Timur Tengah di New York University.

    Di tahun 1845 Bush memperlihatkan dukungannya secara terang-terangan terhadap lobi Zionis di Amerika dengan berpindah gereja dan masuk ke dalam General Church of the New Jerusalem. Bush dengan cepat meraih popularitas dan dijadikan juru bicara gereja tersebut, termasuk di dalam majalah yang diterbitkan oleh gereja (New Church Review) dan The Hierophant, sebuah majalah yang sangat dokriner. Inilah sosok salah satu moyang dari Presiden Amerika George Walker Bush. Jadi, tidaklah mengherankan jika sikap dan kelakuan Presiden AS ini sangat pro-Zionisme dan sangat anti-Islam, karena moyangnya pun nsudah demikian.

    Itulah sekilas tentang moyang Dinasti Bush. Namun ternyata ada penemuan lain sekitar asal-muasal Dinasti Bush yang tak kalah penting untuk diketahui.

    Texe Marrs
    Texe Marrs, seorang peneliti masalah-masalah Illuminati dan Zionis berkewarganegaraan Amerika Serikat, dengan susah payah berusaha menelusuri jejak sejarah Dinasti Bush selama bertahun-tahun. Dalam penelusurannya, Marrz menemui banyak sekali data yang mengagetkan terkait salah satu dinasti berpengaruh di Amerika ini. Salah satunya seperti yang dituangkan dalam satu artikel berjudul “George W. Bush, Zionis Double Agent, American Traitor” (George W. Bush, Agen Ganda Zionis, Pengkhianat Amerika).

    Dalam artikel yang halamannya ditulisi sebagai “Exclusive Intelligence Examiner Report”, di awal artikelnya, Marrz mencantumkan dua kutipan: satu dari Hillaire Belloc dalam bukunya Cultural Warrs (Sept 2000) yang menyatakan, “Seseorang sudah bisa dicap anti-Semit jika mengatakan bahwa orang Yahudi itu adalah Yahudi” dan satunya lagi dari Injil Yohannes 20:19 yang berbunyi, “Then… When the doors were shut where the disciples were assembled for fear of the Jews, came Jesus and stood in the midst, and saith unto them, Peace be unto you. ”

    Dalam artikelnya, Marrs yang beragama Kristen ini menulis bahwa mantan Presiden AS George Herbert Bush dan juga puteranya, George Walker Bush, demikian pula Jebb Bush, adik kandung George Bush Junior yang menjadi Gubernur Florida, merupakan para pelayan dan pembantu kepentingan Zionisme. Marrs awalnya ingin mengetahui akar kekristenan Dinasti Bush, namun yang didapat sungguh mengejutkannya.

    Marrs mendapatkan sebuah dokumen yang dikeluarkan National Jewish Welfare Board, saat berlangsungnya perang revolusi Amerika Serikat melawan kolonialis Inggris, mencatat bahwa seluruh anggota Dinasti Bush ternyata berdarah Yahudi dan sengan sendirinya memeluk agama Yahudi. Mereka tercatat sebagai tentara dan juga pelaut Yahudi-Amerika. Ada yang bernama Mayor George Bush, Mayor Louis Bush, dan Mayor Solomon Bush. Nama-nama itu muncul di dokumen tersebut secara jelas. Dengan temuan ini, Marrs sangat yakin bahwa Dinasti Bush adalah sebuah dinasti Yahudi yang berpura-pura komit dengan kekristenannya guna mengelabui warga Amerika dan dunia pada umumnya.

    Hubungan antara Dinasti Bush dengan pusaran elit Zionis Amerika juga sangat dekat, sehingga Marrs tanpa ragu menyatakan bahwa Dinasti Bush merupakan sebuah kelompok elit dalam lingkaran pusat kelompok Illuminati Amerika. “Berkedok sebagai penganut Kristen fundamentalis, Bush sebenarnya bekerja sepenuhnya untuk kepentingan Zionis-Yahudi, ” tegas Marrs yang telah melakukan penelitian soal keluarga Bush selama enam tahun.

    Buku ‘Rahasia di Balik Penggalian Al-Aqsha’ (Abu Aiman, 2007) yang juga mengutip artikel dari Texe Marrs menulis, “Sewaktu terpilih sebagai Presiden AS, George W Bush langsung melantik staf pertamanya untuk Gedung Putih, Ari Fleischer. Dia adalah seorang Rabbi dari sekte radikal Yahudi Lubavitch. Kemudian Bush juga mempertahankan posisi Allan Grenspan, seorang bankir Yahudi, sebagai Komisaris Federal Reserve, dan juga mengangkat seorang Rabbi Yahudi, Dov Zackheim, sebagai pengawas keuangan Pentagon!”

    Lalu, Bush juga mengangkat Michael Chertoff sebagai ketua Dalam Negeri (Homeland Security). Padahal ia adalah ideolog Yahudi dan sangat benci kepada Kristen. Ayah Chertoff adalah seorang Rabbi dan tokoh radikal Yahudi di AS. Marrs bahkan menyamakan Chertoff sebagai Himmler-nya Amerika (Himmler merupakan ajudan Hitler yang sangat kejam).

    “Saya tegaskan, saya telah meneliti latar belakang Dinasti Bush, termasuk dari faksi Rothschild, tanpa keraguan sedikit pun saya tegaskan kepada Anda bahwa Dinasti Bush dan George Walker Bush memang benar adalah Yahudi tulen. Seorang Yahudi berdasarkan keturunan, seorang Yahudi berdasarkan keyakinan. Hanya saja, mereka menyembunyikan itu dari publik dan memakai kedok sebagai keluarga Kristen yang taat. ” (Rizki Ridyasmara/eramuslim)

  • MENGHADAPI FLU YANG MENGGANAS

    “Sekarang flu kok bandel, ya? Enggak sembuh-sembuh,” demikian keluhan orang akhir-akhir ini. Ditularkan lewat udara, penyakit influenza atau flu sebenarnya sudah dikenal orang sejak ratusan tahun lalu. Ketika muncul batuk-pilek, orang langsung tahu inilah gejala flu. Serangan yang lebih berat umumnya dibarengi demam (suhu naik sampai 38-40o C), sakit kepala, radang tenggorokan, lemas, mual, dan ngilu tulang. Masa inkubasi flu berlangsung 1-2 hari.

    Flu, pada dasarnya gampang diatasi. Setelah diberi obat penurun panas, obat batuk, antibiotika, serta istirahat cukup, kondisi tubuh biasanya akan kembali pulih.

    Mengapa penyakit flu mampu demikian “setia” menemani umat manusia sampai sekian lama? Bila ditengok sifat genetisnya, virus flu dikenal sebagai virus yang tidak stabil. Ia sering bermutasi akibat pertukaran gen. Sebab itu kita sering mendengar munculnya jenis flu-flu “baru” yang sulit sembuh, lebih parah gejalanya, bahkan sampai menelan banyak korban.

    Gara-gara unggas dan babi
    Ledakan flu pertama terjadi antara tahun 1889-1890. Namun wabah terhebat muncul di tahun 1918. Di seluruh dunia, korban berjatuhan sampai + 20 juta orang. Di AS saja, wabah ini merenggut 550.000 jiwa. Kemudian ia menyebar begitu cepat sampai ke bagian yang terpencil di Alaska, Samoa Barat di Pasifik Selatan, terus ke India dan di sana menewaskan 12,5 juta penduduk. Belum lagi di Eropa. Tak diketahui alasannya, satu-satunya benua yang terbebas dari ancaman virus flu saat itu hanyalah Australia.

    Manusia membutuhkan cukup banyak waktu untuk meneliti sebab musababnya, sehingga baru tahun 1930 penyebab flu hebat tersebut berhasil diidentifikasikan. Ternyata virus flu tersebut berasal dari babi, sehingga penyakit flunya dinamakan swine flu. Sumber penyebarannya dipercaya dari sebuah tanah pertanian di daerah Midwest (Barat-Tengah), AS, tempat orang beternak babi di tanah-tanah pertanian keluarga. Penasarannya dunia kedokteran terhadap flu superganas itu terbukti dengan masih berlangsungnya penelitian terhadap swine flu itu hingga kini.

    Misalnya saja, baru-baru ini Departemen Pertahanan AS menemukan contoh jaringan paru-paru seorang tentara AS berusia 21 tahun yang meninggal tahun 1918, hanya 5 hari setelah terserang flu. Contoh jaringan yang sudah sekitar 80 tahun tersimpan rapi di Washington ini diharapkan akan membantu manusia membuka tabir lebih dalam lagi tentang lika-liku penyebab flu babi tersebut.

    Menurut Jeffery K. Taubenberger MD.PhD., yang banyak meneliti penyakit pandemi, tipe virus flu di awal abad ini memang langka dan mematikan. Peneliti dari bagian Patologi Institut Angkatan Bersenjata AS ini juga menyimpulkan, tentara Amerika banyak berperan dalam menyebarkan suatu jenis penyakit flu ke Eropa, yang anehnya, kemudian dikenal sebagai flu Spanyol! Padahal di pengujung PD I itu tentara AS (yang sadar atau tidak sudah banyak terserang flu) dikirim ke Prancis, bukan ke Spanyol.

    Robert Webster MD dari RS anak St. Jude di Memphis, AS, mengemukakan hasil pengamatan yang amat menarik. Rupanya semua gen virus flu di dunia ini mempunyai tempat-tempat persinggahan sebelum sampai di tubuh manusia. Dari tubuh unggas aquatik (sering berhubungan dengan air) seperti bebek dan burung camar, virus ditularkan ke babi, lalu baru ke manusia.

    “Pada tubuh babi virus flu diubah gennya untuk kemudian dimunculkan kembali. Flu Hongkong dan flu Asia merupakan hasil proses penataan kembali ini,” kata Webster. Namun pendapat Webster ini masih banyak diperdebatkan, karena banyak ahli lain berpendapat swine flu ganas hanya akan muncul setiap 100 tahun.

    Lepas dari silang pendapat itu, Maret lalu ternak babi di Malaysia (khususnya di daerah Selangor) banyak yang mati terkena penyakit ensefalitis (radang selaput otak) Jepang. Sebelumnya, Oktober tahun lalu, virus penyebab ensefalitis ini pernah menyerang ternak babi di daerah Perak. Akhirnya pemerintah Malaysia menyarankan pembantaian terhadap ribuan ternak babi. Belum jelas virus apa yang menyerang babi tersebut. Yang jelas, penyakit ensefalitis memang bisa merupakan komplikasi penyakit flu, meski virus flu bukanlah satu-satunya kemungkinan penyebab penyakit selaput otak. Namun, mau tak mau orang jadi bertanya-tanya, mungkinkah virus yang menyerang para babi di Malaysia itu rumpun virus sejenis yang bermutasi?

    Mutasi gen
    Virus flu berasal dari beberapa rumpun myxovirus yang dikategorikan sebagai tipe A, B, dan C. Tipe A merupakan tipe penyebab flu utama, muncul dalam beberapa jenis rumpun, yang secara klinis dapat dibedakan berdasarkan tempat pertama kali ditemukan, laboratorium yang menemukan, serta kapan diperolehnya. Tipe A mempunyai subtipe protein H dan N. Kalau virus A paling sering menyerang manusia, tipe B dan C jarang menyerang manusia; kalaupun menyerang sifatnya ringan, dan tidak mewabah.

    Walaupun gejala infeksi antara tipe utama dengan yang lain hampir sama, secara antigen sama sekali berbeda, sehingga orang yang kebal terhadap tipe yang satu tidak berarti kebal terhadap tipe yang lain.

    Bentuk virus flu ada yang bulat, ada pula yang seperti kawat pijar. Inti virus terdiri atas bahan genetika RNA (ribose nucleic acid). RNA ini mengandung semua gen yang penting bagi virus untuk hidup dan berkembang. Setiap helai RNA berisi nukleoprotein.

    Salah satu subtipe A dikenal sebagai H2N2. Inilah flu Asia yang pertama muncul di Asia Timur, kemudian menyebar ke seluruh dunia. Epidemi ini dipercaya terjadi 2-3 tahun sekali. Subtipe lain ada yang disebut H1N1 dan H3N2.

    Virus flu yang menyebar di Indonesia pada umumnya virus H3N2. Berat ringannya serangan tergantung tingkat kekebalan seseorang. Sekitar Maret 1997, muncul virus flu tipe lain yakni subtipe H5N1 terkenal sebagai Avian flu alias flu burung. Flu ini telah membabat habis + 6.500 ekor unggas di Hongkong.

    Dua bulan kemudian, flu ganas tiba-tiba juga menyerang seorang anak laki-laki berusia 3 tahun di Kowloon, Hongkong. Bocah itu akhirnya meninggal. Setelah diteliti, ternyata penyebabnya adalah virus flu burung tipe H5N1 juga.

    Desember 1997 muncul lagi infeksi flu H5N1 pada manusia, dengan komplikasi berat seperti pneumonia dan ensefalitis (radang selaput otak), yang kalau tidak segera ditangani akan fatal. Keruan saja, pemerintah Hongkong akhirnya memutuskan pemberantasan besar-besaran dengan membunuh semua unggas yang dijualbelikan di pasaran. Suatu keputusan yang tentu tidak nyaman bagi para peternak.

    Kini yang perlu diwaspadai, apabila terjadi perkawinan antara virus flu burung (atau virus H5N1) dengan virus H3N2 yang memungkinkan lahirnya “supervirus” H5N2. Soalnya, H5 dari flu burung membawa sifat letalitas tinggi, sedangkan N2 mempunyai daya tular yang cepat!

    Menghantam supervirus
    Usaha pencegahan penyebaran flu ganas sebenarnya bisa dengan vaksinasi. Tapi rupanya cara ini secara umum belum diterapkan di Indonesia. Seorang penderita dengan diagnosa flu berat kini juga bisa menjalani tes di laboratorium khusus. Dengan mengambil usapan jaringan dari tenggorokan, lubang hidung bagian dalam atau tes darah, dapat diteliti dengan cepat antibodi penderita yang sedang dihinggapi virus flu. Cara ini dinamakan tes diagnostik kilat. Sayang, pemeriksaan seperti ini juga belum populer di Indonesia.

    Atas dukungan WHO, kini dikembangkan pula vaksin virus flu H5N2. Soalnya penderita 65 tahun keatas atau orang pengidap penyakit kronis seperti jantung, paru-paru, ginjal, diabetes anemia, bila terkena flu cenderung lebih berat penderitaannya dibandingkan yang lebih muda dan sehat. Sebab itu vaksin ini sangat disarankan di panti-panti wreda. Juga disarankan bagi anak-anak atau remaja yang sudah lama mendapatkan terapi aspirin dan mereka yang berisiko terjangkit sindrom Reye. Sindrom Reye adalah serangan mendadak berupa gangguan pernafasan dan pencernaan selama beberapa hari dan berakhir dengan pembengkakkan otak yang ditandai dengan kejang atau koma. Sindrom Reye adakalnya muncul sebagai komplikasi dari flu berat.

    Efek sampingan setelah mendapatkan vaksin flu, paling-paling hanya alergi. Itupun hanya terjadi pada beberapa orang yang sangat alergi terhadap telur. Soalnya virus yang digunakan dalam vaksin tersebut dikembangbiakkan dalam telur ayam.

    Hanya kurang dari 1/3 orang yang menerima vaksin merasakan sakit dan hanya 5-10% mendapatkan efek sampingan (kebanyakan pada anak-anak)seperti pusing atau sedikit demam seperti menderita flu ringan. Tapi ini pun hanya terjadi pada anak yang belum pernah terserang virus influenza sebelumnya.

    Menurut para ahli, vaksin yang diproduksi tahun 1940 s/d pertengahan 1960-an, menimbulkan efek sampingan karena tidak semurni vaksin buatan zaman sekarang. Oleh karena itu vaksin buatan zaman sekarang diharapkan tidak membawa efek sampingan.

    Efektivitas vaksin sangat tergantung pada tingkat kesamaan antara jenis virus dalam vaksin dengan virus yang sedang menyerang. Jenis vaksin harus ditentukan 9-10 bulan sebelum datangnya musim flu. Sulitnya, di negara tropis seperti Indonesia, flu datang di segala musim, sehingga lebih sulit. Berhubung virus flu terus bermutasi, kalau waktu pemberian vaksinnya tidak tepat, tentu akan mengurangi kemampuan penyerapan antibodi vaksin yang berguna untuk merintangi mutasi virus baru. Akibatnya efektivitas vaksin berkurang.

    Efektivitas vaksin juga bervariasi antara satu orang dengan orang lain. Pada para dewasa muda, efektivitas mencapai 70-90% dalam mencegah penyakit ini. Sedangkan pada lansia dan mereka dengan penyakit kronis, efektivitas vaksin berkurang, tapi paling tidak, akan mengurangi beratnya penderitaan, risiko komplikasi dan kematian.

    Penelitian menunjukkan, pada lansia, vaksin bisa mengurangi perawatan di rumah sakit sampai 70% dan kematian sampai 80%. Risiko mendapat pneumonia berkurang sampai 60%. Penting diingat, antibodi yang diproduksi tubuh dalam merespons vaksin setiap waktu menurun, umumnya satu tahun setelah vaksinasi. Juga mengingat virus suptipe berlainan bisa datang setiap waktu (akibat mutasi gen), maka disarankan vaksin diberikan 1x setiap tahun.

    Vaksin flu juga bisa diberikan pada wanita hamil pada trisemester kedua atau ketiga masa kehamilan selama musim flu.

    Kegunaan vaksinasi pada wanita hamil untuk mencegah komplikasi bila terkena flu. Vaksin flu juga diberikan kepada para ibu menyusui.

    Jaga jarak
    Pada umumnya memang agak sulit mencegah tertularnya penyakit flu terutama bila musim flu sedang melanda. Paling-paling sedapat mungkin menjauhi orang-orang yang sedang terkena flu. Dr. J. Widyaharsana, DE.F.A.C.B dari RS Pondok Indah, Jakarta, menyarankan, kalau kita bertemu dengan seorang penderita di ruang sempit, usahakan berpaling dari penderita. Ini untuk menghindari kita terkontaminasi mukosa hidung dan mata dari si penderita. Selain itu, meski kita dalam kondisi sehat, jangan pula terlalu sering menggosok-gosok hidung dan mata dengan jari-jari kita. Siapa tahu jari-jari kita telah melakukan kontak dengan penderita flu. Gunakan kertas tisu atau sering-seringlah mencuci tangan untuk menghindari penularan.

    Sedapat mungkin hindari hadir bersama-sama penderita flu dalam ruang tertutup/ber AC, misalnya dalam lift. Namun bila keadaan itu tak dapat dihindari, misalnya di ruang kantor atau dalam pesawat terbang, gunakan obat semprot hidung yang mengandung larutan NaCl-fisiologis.

    Banyak minum (sedikitnya 8 gelas air atau jus buah/hari) dapat pula membantu mencegah tertular flu. Vitamin E (200 IU/hari) juga membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin C juga berperan dalam mengurangi penderitaan akibat flu dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, asalkan tidak melebihi 500mg/hari. Penggunaan vitamin C secara berlebihan dapat menyebabkan diare dan meningkatkan asam lambung.

    (dari www.indomedia.com)

  • Homoseks, Lesbian, dan Bestialiti Menurut Islam

    ‘Ulama Fiqih telah sepakat atas keharaman homoseks dan penghukuman terhadap pelakunya dengan hukuman yang berat. Namun di antara ulama ada perbedaan pendapat dalam menentukan ukuran hukuman yang ditetapkan untuk menghukum pelakunya.

    Pendapat Pertama

    Para shahabat Rasul, Nashir, Qasim bin Ibrahim, dan Imam Syafi’i (dalam satu pendapat) mengatakan bahwa hadd terhadap pelaku homoseks adalah hukuman bunuh, meskipun pelaku tersebut masih jejaka (belum pernah menikah / bukan muhshon), baik yang aktif mau pun yang pasif.

    Diriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Barangsiapa yang kalian ketahui telah berbuat homoseks (perbuatan kaum Luth), maka bunuhlah kedua pelakunya. [HR. Al-Khamsah (Imam Hadits yang lima) kecuali Nasa’i]

    Diriwayatkan dari Ali bahwa ia pernah merajam orang yang berbuat homoseks. [Hadits ini dikeluarkan oleh Baihaqi]

    Imam Syafi’i mengatakan: “Berdasarkan ini, maka kita menggunakan rajam untuk menghukum orang yang berbuat homoseks, baik orang itu muhshon atau tidak.”

    Pendapat Kedua

    Sa’id bin Musayyab, Atha’ bin Abi Rabbah, Hasan, Qatadah, Nakha’i, Tsauri, Auza’i, Imam Yahya dan Imam Syafi’i (dalam pendapat yang lain), mengatakan bahwa pelaku homoseks harus dihadd sebagaimana hadd zina. Jika pelaku homoseks belum muhshon, maka dijatuhi hadd dera dan diasingkan/dibuang. Sedangkan pelaku homoseks yang muhshon dijatuhi hukum rajam.

    Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika seorang laki-laki ‘mendatangi’ laki-laki lain, maka keduanya termasuk orang yang berzina.”

    Pendapat Ketiga

    Abu Hanifah, Muayyad, Imam Syafi’i (dalam suatu pendapat) bahwa pelaku homoseks harus diberi sangsi, karena perbuatan tersebut bukanlah haqiqat zina. Maka hukum zina tak dapat diterapkan untuk menghukum pelaku homoseks.

    Lesbian

    Lesbian hukumnya haram menurut ijma’ (konsensus) para ‘ulama. Tentang hal ini ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, dan Imam Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki. Perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. Laki-laki tidak boleh ‘berkumpul dengan laki-laki lain dalam satu kain’. Perempuan tidak boleh ‘berkumpul dengan perempuan lain dalam satu kain’.”

    Pelaku Lesbian hanya diberi sangsi dan tidak dijatuhi hadd. Maka jelaslah bahwa perbuatan homoseks dan lesbian merupakan perbuatan yang haram.

    Bestialiti

    Bestialiti adalah bersetubuh dengan binatang. Para ulama telah sepakat atas keharaman bestialiti. Ada beberapa pendapat dalam menentukan hukuman atas orang yang bersetubuh dengan hewan.

    Diriwayatkan dari Jabir bin Zaid bahwa ia berkata: “Barangsiapa bersetubuh dengan hewan, maka ia harus dihadd.”

    Diriwayatkan dari Ali bahwa ia berkata: “Jika yang bersetubuh dengan hewan itu orang muhshon, maka ia harus dirajam.”

    Diriwayatkan dari Hasan bahwa bersetubuh dengan hewan itu sama dengan berzina.

    Dari Amr bin Abi Amr, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berkelamin dengan hewan, maka bunuhlah ia dan bunuh pula hewannya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi)

    Hewan tersebut dibunuh untuk menghindari hewan tersebut dari menurunkan anak yang mempunyai kelainan.

    (Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah Jil. IX, hal. 140)

  • Mamaha Rishi Narashangsa

    Dalam Kitab agama Hindu, yaitu Atharvaveda (Atarwaweda), terdapat nubuat:

    “Hai manusia, dengarlah ini dengan sungguh-sungguh, Narashasngsa (yang terpuji) akan dibangkitkan di antara manusia. Kami mengambil orang Kauram (emigran/muhajirin) itu dalam perlindungan kami dari 60.000 dan 90 musuh-musuh; yang kendaraannya adalah 20 unta dan 2 unta betina, memiliki 12 orang isteri, dan naik ke langit dengan kendaraan tercepat (Buroq)” (Atharvaveda kanda 20 saukata 127, mantra 1-2)

    Narashangsa berarti ‘yang terpuji’, ini sesuai dengan nama Ahmad atau Muhammad yang juga berarti ‘yang terpuji’. Kauram berarti emigran, yaitu orang yang meninggalkan negerinya sendiri, dalam bahasa Arab ‘Muhajirin’. Rasulullah dan para shahabat beliau berhijrah dari Makkah ke Madinah untuk menghindari serangan kaum kafir Makkah yang berjumlah 60.000 orang dengan 90 kepala sukunya. Para shahabat yang hijrah dari Makkah ke Madinah inilah yang disebut kaum Muhajirin atau orang Kauram. Kendaraan yang dipakai oleh Narashangsa (Muhammad Rasulullah saaw) untuk naik ke langit itu adalah Buroq, suatu hewan tunggangan dari surga.

    Pada mantra ketiga, kita dapat membaca:
    “Tuhan akan memberikan Mamaha Rishi seratus keping emas, sepuluh kalung, tiga ratus ekor kuda, dan sepuluh ribu ekor sapi.”

    Kata ‘Mamaha’ secara etimologi berasal dari bahasa Arab, yaitu ‘Muhammad’, jadi Narashangsa = Mamaha Rishi = Muhammad Ar-Rasul = Yang Terpuji Sang Utusan. Seratus keping emas itu maksudnya adalah Ash-habush Shuffah, para shahabat yang tinggal di pinggir Masjid Nabawi yang berjumlah sekitar 70-100 orang. ‘Sepuluh kalung’ maksudnya 10 orang shahabat yang selalu membantu Rasulullah dalam peperangan yang disebut Asyaro Mubasysyaro. ‘Tiga ratus ekor kuda’ maksudnya adalah Ahlul Badr, orang-orang yang menyertai Rasulullah dalam perang Badr, jumlahnya sekitar 313 orang. ‘Sepuluh ribu ekor sapi’ maksudnya adalah 10.000 shahabat yang ikut dalam Fathu Makkah, peristiwa penaklukan kota Makkah oleh Rasulullah tanpa peperangan.

    Pada mantra yang lain, kita juga dapat menemukan informasi tentang Muhammad Rasulullah saaw.

    “Mamaha adalah penunggang unta dari daerah padang pasir.” (Atharvaveda k20 s9 m31)
    “Mamaha terkenal dengan 10.000 pengikutnya (shahabatnya).” (Rigveda 5:27:1)
    “Pada masa Mamaha, himne baru (kitab baru) akan disusun, dan dibacakan selama kebaktian (sholat) sebagai pengganti Veda yaitu dalam Jamat dan Salat (Sholat Jum’at dan sholat berjama’ah?).” (Rigweda 1:109:2)

    Dalam Perjanjian Lama juga ada ayat yang terbaca:
    “Ia tampak dengan cahaya (Al-Qur`an) dari pegunungan Paran dan datang bersama sepuluh ribu orang yang kudus.” (Ulangan 33:2)

    Saat ini para penerjemah Kristen masih kebingungan untuk menerjemahkan ayat itu secara tepat. Semestinyalah ayat itu diterjemahkan seperti di atas. Tetapi lihat, bagaimana mereka menerjemahkan ayat itu menurut fikiran mereka yang kelam:

    Terjemahan Baru (TB): Berkatalah ia (Musa): “TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.

    Terjemahan Lama (TL): maka katanya: Bahwa Tuhan telah datang dari Torsina dan telah terbit bagi mereka itu dari Seir; kelihatanlah Ia dengan gemerlapan cahaya-Nya dari gunung Paran, lalu datang hampir dari bukit Kades; maka pada kanan-Nya adalah tiang api bagi mereka itu.

    Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) TUHAN datang dari Gunung Sinai; Ia terbit di atas Edom laksana matahari dan dari Gunung Paran Ia menyinari umat-Nya. Ia disertai sepuluh ribu malaikat; api menyala di sebelah kanan-Nya. (Terjemahan ini senada dengan Bahasa Inggris Sehari-hari / Today’s English Version dimana disitu disebut ‘Ten thousand angels’)

    King James Version (KJV): And he said, The LORD came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints: from his right hand went a fiery law for them. (Dan ia berkata, Tuhan datang dari Sinai, dan terbit dari Seir kepada mereka; ia bercahaya dari gunung Paran, dan ia datang dengan sepuluh ribu santo (orang suci): dari tangan kanannya meluncur suatu hukum berapi-api/pedas/tegas untuk mereka.)

    Contemporary English Version: The LORD came from Mount Sinai. From Edom, he gave light to his people, and his glory was shining from Mount Paran. Thousands of his warriors were with him, and fire was at his right hand. (Tuhan datang dari Gunung Sinai. Dari Edom, ia memberi cahaya kepada orang-orangnya, dan kemuliaannya bersinar dari Gunung Paran. Beribu-Ribu prajuritnya ada bersama dia, dan api ada di tangan kanannya.)

    KJV menyebut ‘orang kudus’ sedangkan CEV menyebut ‘prajurit’. Maka jelaslah bahwa yang dimaksudkan di sini adalah para shahabat Rasulullah. Sebab mereka juga biasa menyebut para pengikut Yesus dengan santo, seperti Santo Petrus, Santo Yohanes, dsb.

    Dan dalam Perjanjian Baru:
    Dan Henoch, keturunan Adam yang ketujuh, menubuatkan ini, katanya, “Sang Tuan (Sayyid) datang dengan sepuluh ribu santonya (shahabatnya)” (Yudas 1:14)

    Lebih jelas lagi, Kidung Agung telah menceritakan tentang warna kulit Rasulullah saaw.
    “Kekasihku adalah putih kemerah-merahan, pemimpin terkemuka di antara sepuluh ribu manusia. Bagaikan emas, emas murni, kepalanya, rambutnya mengombak, hitam seperti gagak. Matanya bagaikan merpati pada batang air, bermandi dalam susu, duduk pada kolam yang penu” (Kidung Agung 5:10-12)

    Dalam suatu riwayat yang bersumber dari Ali karamallahu wajhah radhiyallahu anhu, dikemukakan: Rambut Rasulullah saaw tidak keriting bergulung dan tidak pula lurus kaku, melainkan ikal berombak… Kulit Rasulullah saaw itu putih kemerah-merahan. Matanya hitam pekat dan bulu matanya lentik. Bahunya bidang. (Kitab Asy-Syamailul Muhammadiyah oleh Imam At-Tirmidzy bab Bentuk Tubuh Rasulullah hadits no. 6)

    Kidung Agung 5:10-12 itu jelas-jelas merupakan nubuat tentang Nabi Muhammad saaw, dan bukannya Yesus. Yesus itu berambut lurus dan tidak pernah memiliki pengikut hingga sepuluh ribu orang yang pergi bersamanya menuju suatu kota.

  • Kalky Avtar

    New Delhi, India. Seorang profesor bahasa dari Alahabad University India dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “Kalky Avtar” (Petunjuk Yang Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.

    Sang profesor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah saaw, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saaw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.

    Prof. Waid Barkash (penulis buku tersebut) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam kitab suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri Kalky Avtar (Kalki Awtar) sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Muhammad Rasulullah saaw.

    Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri Kalky Avtar, diantaranya bahw dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama Syanuyihkat dan ibunya bernama Sumaneb. Dalam bahasa Sansekerta, kata Syanuyihkat adalah paduan dua kata yaitu Syanu artinya Allah, sedangkan Yahkat artinya anak laki-laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut Abdun. Dengan demikian, kata “Syanuyihkat” berarti “Abdullah”. Sedangkan kata “Sumaneb” sepadan dengan “Aminah” dalam bahasa Arab, wanita yang terpelihara/terpercaya. Semua orang tahu bahwa ayahanda Rasulullah bernama Abdullah dan ibundanya bernama Aminah.

    Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya ke dalam sebuah gua untuk mengajarkan Kalky Avtar. Cerita ini sangat sesuai dengan kisah turunnya wahyu pertama kali kepada Rasulullah, dimana Allah telah mengutus Jibril ke gua Hiro untuk mengajarkan Rasulullah dalam mengucapkan wahyu pertama berupa 5 ayat pertama dari surat Al ‘Alaq.

    Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof. Barkash ialah kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Avtar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa Kalky Avtar mengelilingi tujuh lapis langit. Ini merupakan isyarat langsung mengenai Isra` Mi’raj dimana Rasulullah mengendarai Buroq.

    Dikutip dari bulletin Aktualita Dunia Islam.no. 58/II Pekan III/Februari 1998

  • Paraclete Bukanlah Roh Kudus

    Saya dapat memahami dan menerima dengan baik julukan Yesus Ruhullah (Ruh Allah), Muhammad Rosululloh (Muhammad Rasul Allah). Tetapi saya tidak dapat pernah memahami ataupun menerima bahwa roh atau rasul adalah oknum Tuhan.

    Sekarang kita akan melanjutkan dengan membuktikan dan membantah kekeliruan umat Kristen tentang Paraclete.

    Dalam artikel ini saya akan mencoba membuktikan bahwa Paraclete itu bukan Holy Ghost (Roh Kudus) sebagaimana diyakini Gereja Kristen, juga sama sekali tidak berarti “penghibur” atau “perantara”. Dalam artikel berikut, insya Allah, saya akan menunjukkan bahwa bukan “Paraclete” melainkan yang benar adalah “Periclyte” yang secara persis berarti “Ahmad” yang artinya adalah “yang paling terkenal, terpuji, dan termasyur”.

    Roh Kudus Digambarkan dalam Perjanjian Baru Sebagai suatu Kepribadian Yang Lain

    Suatu pemeriksaan yang seksama mengenai pasal-pasal berikut dalam Perjanjian Baru akan meyakinkan para pembaca bahwa Roh Kudus bukanlah oknum Tuhan dari Trinitas.

    Dalam Lukas 11:13 Roh Kudus dinyatakan sebagai “pemberian” Tuhan. Kontras antara “pemberian yang baik” yang diberikan oleh orang tua yang jahat dan Roh Kudus yang diberikan kepada orang beriman oleh Tuhan sama sekali meniadakan gagasan tentang suatu kepribadian dari Roh itu. Dapatkah kita secara sungguh-sungguh dan nyata-nyata menegaskan bahwa Yesus ketika ia membuat hal yang berlawanan diatas, bermaksud mengajarkan kepada pendengarnya bahwa “Tuhan Bapa” menghadiahkan “Tuhan Roh Kudus” kepada “anak-anak” duniawi-Nya ? Pernahkah ia menyinggung secara tidak langsung bahwa ia mempercayai oknum Tuhan ketiga Trinitas sebagai pemberian dari oknum Tuhan yang pertama Trinitas? Dapatkah kita percaya bahwa rasul mempercayai “pemberian” ini sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada makhluk hidup? Gagasan keyakinan itu membuat seorang muslim merasa ngeri!

    Dalam 1 Korintus 2:12 (Injil karangan Paulus), Roh Kudus digambarkan dalam jenis netral “Roh dari Tuhan”. Paulus dengan jelas menyatakan bahwa sebagaimana Roh yang berada dalam diri manusia membuat manusia tahu hal-hal yang ada didalam dirinya, begitu pula Roh Tuhan membuat seorang manusia tahu hal-hal yang bersifat Ilahiah (1 Korintus 2:11). Konsekuensinya, Roh Kudus disini bukanlah Tuhan melainkan suatu hasil, saluran, atau medium melalui mana Tuhan mengajarkan, dan mengilhami orang. Jadi itu semata-mata perbuatan Tuhan pada manusia. Pemberi ilham tidaklah langsung sang Roh melainkan Tuhan sendiri. Paulus jelas-jelas mengemukakan dalam ayat diatas bahwa jiwa manusia tidak dapat melihat kebenaran-kebenaran tentang Tuhan tetapi hanya melalui Roh, ilham, dan petunjuk-Nya.

    Dalam 1 Korintus 6:19 (Injil karangan Paulus)kita membaca bahwa hamba-hamba Tuhan yang shaleh disebut “Bait Roh Kudus yang mereka terima dari Tuhan”. Disini lagi-lagi Roh Tuhan tidak ditunjukkan sebagai suatu oknum (pribadi), melainkan kebajikan atau kuasa Tuhan. Tubuh dan jiwa seorang beriman dipersamakan dengan Bait yang diperuntukkan untuk menyembah Tuhan.

    Dalam Epistel kepada bangsa Romawi (karangan Paulus, kitab Roma 8:9), Roh ini yang “hidup” didalam orang beriman disebut secara bergantian “Roh Allah” dan “Roh Kristus”. Dalam ayat ini “Roh” berarti keyakinan dan agama Tuhan yang dibawakan oleh Yesus. Tentu saja, Roh ini tidak dapat diartikan sebagai Roh Kudus idaman umat Kristen, yakni yang ketiga dari tiga tuhan.

    Ucapan salam Injil, “Dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus”, seandainya asli dan benar-benar ditetapkan oleh Yesus, bisa saja secara sah diterima sebagai ungkapan keimanan sebelum berdirinya Islam secara resmi. Tuhan sebagai Pencipta adalah Bapak (dalam artian bukan biologis). Kaum Orientalis Kristen tahu bahwa kata Semit “Abb” atau “Abba” yang diterjemahkan sebagai “bapa”, berarti “orang yang melahirkan atau berbuah” (“ibba” =buah). Pengertian ini kata ini sudah cukup masuk akal dan penggunaannya cukup sah. Alkitab seringkali menggunakan sebutan “Bapa”. Tuhan dimanapun dalam alkitab, mengatakan “Israel adalah anakku yang pertama lahir”; dan ditempat lain dalam kitab Ayub, Tuhan dipanggil dengan sebutan “Bapak Hujan”. Namun dalam perkembangannya, istilah ini disalahgunakan oleh Paulus dan Gereja Trinitas. Namun tidak demikian dengan AL-Qur’an yang tidak menggunakan istilah ini.

    seorang Monoteisme Sejati akan memandang bahwa dogma Trinitas yang menyatakan bahwa Tuhan melahirkan anak, adalah suatu penghinaan besar. Lantas apakah ucapan salam pembaptisan Kristen ini adalah asli ataukah palsu? Saya percaya bahwa para penginjil tidak pernah mengesahkan penggunaannya dalam ritual, doa, atau ibadah lain apapun, selain dalam pembaptisan. Poin ini sangatlah penting.

    Yohanes telah meramalkan pembaptisan dengan Roh Kudus dan Api oleh nabi Muhammad, sebagaimana yang telah kita buktikan dalam pembahasan sebelumnya. Sang Pembaptisnya adalah Tuhan sendiri, dan perantaranya adalah Anak Manusia atau Barnasha menurut penglihatan Daniel, maka sangatlah benar dan sah menyebut dua nama itu sebagai sebab pertama dan kedua yang tepat guna, dan nama Roh Kudus pun, sebagai causa materialis dari Sibhghatullah. Sehingga kalau memang demikian halnya, maka sebutan Ilahiah “Bapa” sebelum disalahgunakan oleh Gereja, sudah tepat.

    Sebenarnya Sibghatullah adalah suatu kelahiran dari Kerajaan Tuhan, yakni Islam. Sang Pembaptis yang menyebabkan kelahiran kembali (regenerasi) ini adalah Tuhan. Mengenai nama kedua dalam ucapan salam Kristen, “Anak”, kita tidak mengetahui siapa atau apa “anak” ini? Anak siapa? Jika Tuhan dengan tepat disebut “Bapa”, maka kita heran dan penasaran, yang mana saja “anak-anak”-Nya yang banyak sekali (dalam banyak ayat alkitab) itu yang dimaksud dalam salam pembaptisan.
    Yesus mengajarkan kita untuk berdoa “Bapa kami yang ada di Surga”. Jika kita semua adalah anak-Nya dalam artian makhluk ciptaan-Nya, maka penyebutan kata “anak” dalam ucapan salam menjadi agak tidak berarti dan bahkan menggelikan. Kita tahu bahwa “Anak Manusia” atau Barnasha disebut sebanyak 83 kali dalam khotbah-khotbahnya Yesus.

    Al-Qur’an tidak pernah menyebut Yesus sebagai Anak Manusia, melainkan “Anak Maria (Maryam)”. Ia tidak bisa menyebut dirinya “Anak Manusia” karena ia adalah hanya “anak seorang perawan”. Tidak mungkin melepaskan diri dari kenyataan itu. Anda bisa menjadikan “anak Tuhan” sebagaimana dengan kebodohan yang Anda lakukan, tetapi Anda tidak bisa menjadikannya “Anak Manusia” kalau Anda tidak mempercayainya sebagai keturunan Yusuf Si Tukang Kayu (yang menurut Bible adalah suami Maria), kalau Anda tidak mempercayainya sebagai keturunan biologis Yusuf Si Tukang Kayu.

    Saya tidak tahu persis bagaimana, apakah melalui intuisi, ilham, atau mimpi, saya diajari dan diyakinkan bahwa nama kedua dalam ucapan salam itu adalh suatu interpolasi dari “Anak Manusia”, yang adalah Ahmad.

    Adapun mengenai Roh Kudus dalam ucapan salam, ia bukanlah roh oknum atau individu, melainkan wakil, kekuatan energi Tuhan dengan mana seorang manusia dilahirkan atau masuk kedalam agama yang benar dan pengetahuan yang benar tentang Tuhan.

    Sumber:
    “Menguak Misteri Muhammad SAW”, Benjamin Keldani, Sahara Publisher, Edisi Khusus Cetakan kesebelas Mei 2006.

    Prof. David Benjamin Keldani adalah seorang mantan pastur Katholik Roma sekte Uniate-Chaldean. Ujarnya: “Kepindahan saya ke Islam tak lain karena hidayah Allah. Tanpa bimbingan-Nya, semua pengetahuan, penelitian untuk menemukan kebenaran ini mungkin hanya akan membawa kepada kesesatan. Begitu saya mengakui keesaan mutlak Tuhan, maka nabi Muhammad SAW pun menjadi pola sikap dan perilaku saya.

    http://menguakmisterimuhammad.blogspot.com/2006/11/paraclete-bukanlah-roh-kudus.html

    Lihat juga:
    Telah Datang Roh Kebenaran

  • ADZAB DUNIA MEMANG ALAMIAH

    Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. [QS. Maryam: 89-93]

    Sebagian manusia menganggap gempa bumi, tsunami, banjir besar, angin puyuh, dsb hanya sebagai gejala alam semata, dan bukannya adzab atau teguran dari Allah. Karena memang adzab di dunia itu bersifat alamiah. Coba sebutkan adzab yang datang kepada kaum terdahulu dan para pemimpin mereka! Pastilah Anda dapati bahwa kebanyakan adzab dan teguran yang datang kepada mereka merupakan gejala alamiah seperti gempa bumi, angin puyuh, nyamuk, belalang, dan lain sebagainya. Mengapa demikian? Karena Alam ini selalu geram melihat manusia-manusia durhaka. Jika tidak ditahan oleh Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang, tentulah langit ini telah runtuh sejak manusia berkata bahwa Allah mempunyai putera. Tanpa seizin Allah, langit tidak berani untuk meruntuhkan dirinya di atas manusia. Tetapi pada saatnya nanti Allah mengizinkan langit dan apa yang ada padanya untuk runtuh menimpa manusia.

    Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh, dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh. [QS. Al-Insyiqaq: 1-5]

    Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya? Dan Dia menahan (benda-benda) langit (agar tidak) jatuh ke bumi, kecuali dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Mahapengasih lagi Mahapenyayang kepada manusia.[QS. Al-Hajj: 65]

    Adzab yang menimpa sebagian kaum itu adalah disebabkan Allah mengidzinkan alam untuk melakukan yang demikian. Alam hanya patuh kepada perintah dan peridzinan dari Allah. Alam tidak berani menimpakan keburukan kepada manusia tanpa idzin dari Allah. Bahkan peristiwa kiamat yang sangat alamiah itu pun adalah atas idzin dari Allah. Jika di akhir zaman nanti banyak bintang ataupun meteor besar yang menghujani bumi ini, hal itu adalah dengan idzin Allah. Memang peristiwa yang sangat alamiah. Tetapi alam tidak melakukan itu, melainkan dengan idzin dari Allah Yang Mahapengasih kepada manusia.

    Jadi, jangan melihat kejadian-kejadian di alam ini sebagai peristiwa alamiah semata. Jika Anda pernah mempelajari Kitab Shifat Dua Puluh yang disusun oleh Al-Habib Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya, maka Anda dapati di sana: “Maka patut bagi mu`min mu’taqad bahwa ia ingat kepada Allah Ta’ala pada tiap-tiap yang maujud adanya… Maka patut bagi mu`min mu’taqad bahwa ia melihat Perbuatan Allah Ta’ala jua atas tiap-tiap suatu kejadian.”

  • BENIH-BENIH MATERIALISME

    Dari Ubadah bin As-Somit ra katanya: Rasulullah saw telah bersabda, “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tiada Ilah yang haqiqi kecuali Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah hamba Allah dan utusan Allah dan bersaksi bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah, anak hambanya dan kalimah Allah, yaitu Nabi Isa as dijadikan oleh Allah tidak berbapa hanya dengan kalimah KUN yang berarti jadilah engkau maka jadilah dia, yang disampaikan kepada Maryam dan juga tiupan roh daripada-Nya, serta bersaksi bahawa balasan Syurga adalah pasti begitu juga balasan Neraka adalah pasti di mana Allah akan memasukkan mereka yang dikehendaki ke dalam Syurga melalui salah satu dari delapan pintu Syurga sebagaimana yang dikehendakinya. [HR. Bukhori, Muslim, Ahmad bin Hanbal]

    Pada saat ini banyak orang-orang yang telah terjangkit penyakit materialisme. Yaitu suatu paham yang meyakini bahwa dunia materi ini adalah alam nyata. Padahal dunia materi hanyalah alam fana, alam khayalan, alam maya, alam yang tidak real.

    Coba kita ingat-ingat perkataan kita di masa lalu! Mungkin ada di antara kita yang berkata, “Kita tahu bahwa kita akan menuju kampung akhirat, tapi realistis dong, kita juga ‘kan butuh makan!” Dalam kata-kata seperti ini mengandung makna tersembunyi kira-kira seperti ini: “Kita tahu bahwa para ulama itu berkata bahwa kita akan menuju kampung akhirat. Tapi kampung akhirat itu ‘kan nggak real. Jadi yang real aja deh! Kita hidup di dunia materi dan butuh makan.” Makna tersembunyi ini memang sangat tersembunyi hingga kita sendiri tidak menyadarinya. Kata-kata seperti ini disebarkan oleh para materialist yang kemudian beo-beo dari kalangan muslim ikut mengucapkannya tanpa menyadari makna tersembunyi dalam kata-kata berbahaya ini.

    Maka dari itu ketahuilah oleh kalian wahai saudaraku, bahwa alam akhirat itu lebih realistis dibandingkan alam dunia. Jika kalian begitu semangatnya dalam hal duniawi, maka sudah semestinya kalian lebih semangat lagi dalam hal-hal ukhrowi.

    Kita harus giat dalam mencari kehidupan akhirat. Walau pun demikian kita tidak boleh melupakan kehidupan di dunia. Tetapi ingat, kehidupan akhirat harus didahulukan, adapun kehidupan dunia kita cari dalam aturan yang sudah ditentukan oleh Allah. Jangan sampai gara-gara dunia, kita mengorbankan aqidah kita atau pun mengorbankan saudara kita sesama muslim.

    Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. [QS. Al-Qashash (28): 77]

    Ayat di atas adalah bagi orang-orang yang telah begitu semangat untuk mencari kehidupan akhirat hingga mereka hampir-hampir melupakan kehidupan dunia. Kalau pun mereka mencari harta, mereka mencarinya bukan untuk bermegah-megah. Akan tetapi untuk mendukung da’wah Muhammad Rasulullah saaw. Lihatlah Abu Bakar ra yang telah memberikan seluruh hartanya guna mendukung da’wah Rasul saaw. Lihatlah bagaimana Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf dan para shahabat lainnya yang mereka mencari harta guna mendukung da’wah Rasul.

    Bukan seperti kita yang begitu semangat untuk mencari kehidupan dunia hingga hampir-hampir melupakan kehidupan akhirat. Kita mencari harta untuk bermegah-megah tanpa mau peduli dengan da’wah Rasulullah saaw. Kehidupan akhirat hanya kita cari dengan shalat lima waktu, puasa Ramadhan, dan zakat fithrah. Sungguh menyedihkan keadaan kita ini.

    Apakah yang akan kita katakan di hadapan Rasul kelak ketika kita meminta syafaat beliau saaw? Apa yang kita bawa untuk menyenangkan hati beliau saaw?

    Aku hanya ingin mengingatkan diriku dan dirimu bahwa akhirat itu sangat-sangat realistis. Jika kita begitu semangat mengejar mimpi, mengapa kita kurang semangat mengejar kenyataan?

  • ISLAM X

    Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. [QS. Al-Maidah: 3]

    Islam adalah agama wahyu yang dapat diterima oleh aqal fikiran manusia. Dia lahir dari wahyu yang diturunkan Allah kepada para Nabi-Nya. Lalu Allah menamai agama itu dengan nama ‘Islam’.

    Tetapi kemudian sebagian manusia mencoba untuk menjadi Tuhan. Dia mengerahkan segenap fikirannya untuk melahirkan suatu sistem baru yang katanya mirip dengan sistem Islam, yang kemudian diberi nama depan ‘Islam’, dan nama belakangnya terserah kepada ‘Bapak’ yang melahirkan sistem itu. Sebut saja Islam Liberal, Islam Hadhari, dsb. Bahkan ada lagi yang mencoba membubuhi nama Islam di belakang nama sistem yang dilahirkan manusia, yaitu Demokrasi Islam atau pun Demokrasi Islami. Padahal kita tahu bahwa segala ajaran dari Allah tidak boleh dikotori dengan pendapat manusia yang didasari oleh hawa nafsu mereka. Sistem Islam sungguh bertolak belakang dengan sistem manusia yang destruktif.

    Islam Liberal

    Liberal memiliki pengertian kebebasan, bebas dari hukum Tuhan. Sebutkan satu negara liberal yang menggunakan hukum Tuhan! Pasti Anda tidak bisa menyebutkan, walau hanya satu saja. Sedangkan Islam memiliki makna tunduk patuh kepada Allah.

    Bisakah kedua sistem yang bertolak belakang ini disatukan? Tentu tidak! Islam Liberal hanyalah moto untuk menjadikan setiap muslim agar mengaku Islam dengan lisannya, tetapi mengaku liberal dalam kesehariannya. Islam Liberal hanyalah suatu program kerja untuk menjadikan ummat Islam ini sebagai manusia-manusia munafiq.

    Demokrasi Islami

    Demokrasi memiliki makna bahaw kekuatan itu di tangan rakyat, sedangkan pemimpin hanyalah wakil rakyat yang dipilih untuk mengelola kebutuhan rakyat sesuai dengan apa yang diinginkan rakyat. Sedangkan Islam memiliki makna bahwa kekuasaan itu di Tangan Alah. Adaun manusia hanyalah wakil Allah di muka bumi untuk mengelola bumi sesuai aturan dan hukum Allah.

    Islam dan Demokrasi tentu tidak bisa disatukan. Demokrasi Islami hanya istilah untuk mengecoh ummat Islam agar mereka mau menjalankan sistem Demokrasi, yang tentunya ciptaan manusia belaka. Mereka lupa bahwa kekuasaan dan hukum itu berada di Tangan Allah.

    Agama Di Sisi Allah

    Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. [QS. Ali Imran: 19]

    Jika Anda memang berani, cobalah Anda yakini ajaran-ajaran mereka itu dan amalkan. Tapi ingat bahwa suatu saat, Anda pasti mengalami kematian. Lalu Anda akan ditanya di alam barzakh, “Siapa Tuhanmu?” Bagaimana Anda bisa menjawab dengan benar jika Anda belum bertobat dari hukum dan ajaran manusia? Bagaimana Anda bisa mengaku bahwa Allah adalah Tuhan Anda, sedangkan Anda tidak menganggap Allah sebagai Tuhan Yang boleh mengatur Anda melalui ajaran Islam?

    Belum lagi ketika ditanya apa agama Anda? Apakah Anda akan bebas dari pukulan malaikat ketika Anda menjawab bahwa agama Anda adalah Islam Liberal?

    Dan ketika ditanya tentang Nabi Muhammad, dapatkah Anda menyebut nama yang mulya itu? Tentu tidak jika Anda mengikuti nabi-nabi palsu seperti Ulil Abshar Abdala, Azyumardi Azra, Dawam Rahardjo, Lia Aminuddin, Aminah Wadud, dlsb.

    Sekarang, tentu Anda tidak berani untuk mencari agama selain Islam ‘kan?

    Semoga Allah mematikan kita dalam Dinul Islam. Aamiin.

    Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. [QS. Huud: 113]

  • Memulyakan Nabi Muhammad SAAW

    (Allah berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”. [QS. Al-Hijr: 72]

    Dalam surat Al-‘Ashr, Allah bersumpah dengan berfirman: “Demi masa.” Masa yang mana? Masa di mana Nabi hidup di dunia. Orang Arab biasa bersumpah dengan umur seseorang. Di sini Allah bersumpah dengan umur Nabi Muhammad SAAW untuk memulyakan beliau. Demi umur Muhammad, demi masa di mana Muhammad hidup di dunia ini, sungguh manusia itu berada dalam kehancuran, kesesatan, dan kebinasaan, kecuali mereka yang beriman, beramal shalih, dan berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran. Periode di mana Muhammad Rasulullah SAAW hidup di dunia adalah periode puncak dari kehidupan manusia dan seluruh makhluq di alam semesta. Tidak ada masa seperti itu sebelumnya dan sesudahnya. Wajarlah jika Allah begitu memulyakan makhluq yang satu ini. Di pintu surga tidak ada nama makhluq tertulis kecuali nama Muhammad Rasulullah.

    KESOMBONGAN IBLIS

    Tapi sayang seribu sayang, di zaman ini ada orang yang enggan memulyakan Nabi, bahkan menuduh yang tidak-tidak kepada orang yang memulyakan Nabi.

    Dulu Allah telah menciptakan Azazil yang hanya mau menyembah dan memulyakan Allah. Tetapi ketika Allah menciptakan Adam dan menyuruh Azazil memulyakan Adam, Azazil menolaknya. Maka berubahlah namanya menjadi Iblis.

    Allah, apabila Dia mencintai seseorang, maka ia akan mengumumkannya kepada Jibril: “Wahai Jibril, sesungguhnya aku mencintai Fulan, maka cintailah Fulan.” Maka Jibril pun mencintainya dan mengumumkannya kepada penduduk langit. Maka penduduk langit pun mencintainya dan mengumumkannya kepada penduduk bumi. Dan tidak ada makhluq yang lebih Allah cintai melainkan Muhammad Rasulullah SAAW. Lalu mengapakah kita tidak mencintai dan memulyakan beliau? Padahal tidak sempurna iman seseorang hingga dia mencintai Nabi dengan kecintaan yang melebihi kecintaannya kepada dirinya, orangtuanya, anak-anaknya, dan dunia seisinya. Nabi Muhammad SAAW adalah Sayyidunnas, Tuan manusia di dunia dan di akhirat. Nabi itu lebih pantas untuk dicintai oleh mu`min.

    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri. [QS. Al-Ahzab: 6]

    ADAT ISTIADAT SHAHABAT

    Barangsiapa bertasyabbuh (menyerupai) terhadap suatu golongan, maka dia termasuk ke dalam golongan tersebut. Begitu pula orang yang ikut-ikutan upacara kaum Anshor ketika menyambut Rasulullah. Maka mereka adalah termasuk golongan kaum Anshor yang dimulyakan Nabi. Mengapa kita harus berdiri ketika mengucapkan “Thola’al Badru ‘alayna” sedangkan Nabinya tidak ada? Karena demikianlah kaum Anshor melakukan, dan kita adalah kaum yang ingin menyerupai mereka. Jika memang hal ini tidak bisa diterima, maka untuk apa kita bersalam kepada Nabi di dalam tahiyat akhir sedangkan Nabinya tidak ada? Sayangnya tidak sah shalat seseorang yang tidak bersalam kepada Nabi pada tahiyat akhir.

    Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. [QS. Yunus: 58]

    Allah menyuruh kita untuk bergembira atas karunia dan rahmat-Nya. Ketika kita menikah, kita disuruh untuk bergembira dan bersyukur dan merayakannya. Ketika anak kita lahir, kita disuruh untuk bergembira dan merayakannya serta bersyukur. Akan tetapi, apakah karunia dan rahmat Allah yang lebih pantas untuk disyukuri?

    Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. [QS. Al-Anbiya: 107]

    Adalah wajib untuk mensyukuri karunia dan rahmat yang terbesar ini. Rahmat yang Allah anugerahkan kepadaku dan kalian, yang dengannya aku dan kalian dapat mengenal keagungan ‘Laa ilaaha illallaah’. Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai beliau SAAW melebihi cintanya kepada dirinya sendiri.

    ACARA MAULID

    Mengadakan acara pembacaan riwayat hidup Muhammad Rasulullah SAAW adalah salah satu cara kita mengungkapkan kegembiraan kita atas karunia terbesar ini. Dengan acara-acara seperti ini memuncaklah keimanan kita dengan tersambungnya sanubari kita dengan sanubari sang idola SAAW. Sebagaimana Abu Hurairah dan para shahabat berkata kepada Nabi bahwa puncak keimanan mereka adalah ketika mereka ada di dekat Nabi SAAW. Sungguh berbeda antara shalat bersama Nabi dengan sholat tidak bersama Nabi. Sungguh berbeda puasa bersama Nabi dengan puasa tidak bersama Nabi. Begitulah para shahabat, keimanan mereka memuncak ketika mereka berada di dekat Nabi. Tetapi ketika mereka kembali kepada keluarga mereka, maka menurunlah keimanan mereka.

    MENABUH TABUHAN

    Menabuh tabuhan di dalam Masjid adalah dibolehkan pada saat walimah dan hari raya. Bagaimana kalau pada saat mengadakan acara maulid Nabi? Lebih boleh lagi. Sebab kegembiraan dalam kelahiran Nabi adalah kegembiraan yang melebihi kegembiraan saat walimah atau pun hari raya idul fitri. Sebagaimana dikatakan Abbas: “Ketika engkau lahir wahai Rasulullah, terang-benderanglah timur dan barat dengan cahayamu. Dan cahaya itu masih kami rasakan hingga saat ini.” Ini dapat dilihat dalam Al-Mustadrak fii Shahihain Imam Hakim. Tidakkah Anda merasakan cahaya Rasulullah memancar di sanubari Anda? Tidakkah Anda merasakan cahaya tauhid yang dibawa Rasulullah SAAW menerangi gelapnya sanubari Anda? Dan lihatlah bagaimana Sayyidina Abbas memuji beliau SAAW. Adakah itu perbuatan syirik? Jika itu perbuatan syirik niscaya Nabi SAAW yang langsung menegurnya. Tetapi Nabi SAAW justeru malah ridho dan mendo’akan Sayyidina Abbas.

    MAKRUH MEMBUNUH KATAK

    Ketika Nabi Ibrahim di masukkan ke dalam api besar, Allah berfirman kepada api besar itu agar menjadi sejuk bagi Nabi Ibrahim. Maka sejuklah api itu terhadap Nabi Ibrahim. Tetapi seekor katak yang melihat Nabi Ibrahim di masukkan ke dalam api besar itu, ia segera melompat-lompat ke sungai dan kemudian mengantungi air dalam mulutnya dan melompat-lompat ke arah api besar itu dan menyemburnya dengan air dalam mulutnya yang tidak seberapa. Sungguh perbuatan yang sia-sia. Tetapi Allah tidak menilai demikian. Disebabkan sikap satu katak ini yang memulyakan dan mencintai Nabi Ibrahim Khalilullah, maka seluruh katak di dunia ini diharamkan untuk dibunuh, dan sebagian pendapat mengatakan makruh dengan kemakruhan yang sangat. Bagaimankah bila kita memulyakan dan mencintai Nabi SAAW? Adakah ini disebut perbuatan syirik? Justeru inilah perbuatan yang sangat diridhoi Allah.

    KISAH POHON KURMA

    Disebabkan jama’ah telah bertambah banyak, maka Sayyidina Umar membuatkan mimbar yang tinggi untuk Nabi agar jamah yang di belakang dapat melihat wajah Nabi yang menenangkan. Maka ketika Nabi menggunakannya untuk pertama kali, belum lagi Nabi berkata, terdengarlah suatu jeritan yang menyayat hati hingga membuat para shahabat ikut merasakan kesedihan si sumber jeritan. Maka Nabi turun untuk mencari sumber jeritan itu. Ternyata jeritan itu bersumber dari batang pohon kurma yang biasa Nabi gunakan untuk bersandar di kala menyampaikan pengajaran kepada para shahabat. Pohon kurma itu begitu sedihnya ketika Nabi tidak lagi bersandar kepadanya. Kerinduan dan kesedihannya diketahui oleh Allah, dan dengan izin-Nya, suara batang pohon kurma itu pun dapat di dengar oleh mereka yang hadir dalam majelis itu. Maka Nabi menawarkan kepada batang pohon kurma itu dua pilihan, tetap disandari oleh Nabi di dunia ini, atau ditumbuhkan kembali di istana Nabi di surga. Maka pohon kurma itu pun memilih untuk ditumbuhkan kembali di istana Nabi di surga, di mana saat itu tidak ada tumbuhan dunia yang ditumbuhkan kembali, kecuali batang pohon kurma itu. Setelah memilih demikian, maka pohon kurma itu pun mati dan dikubur di bawah kaki tangga pertama dari mimbar Nabi SAAW. Betapa besar ni’mat yang diperoleh pecinta Nabi Muhammad SAAW, dapat hidup bersama Sang Tuan manusia di surga. Tidakkah Anda ingin bersama beliau SAAW?

    Sumber: Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa (pengasuh www.majelisrasulullah.org)

    Baca juga:
    Memuji Rasul
    Merayakan Maulidur Rasul SAAW