Gog adalah salah satu keturunan Magog. Gog dan Magog memiliki keturunan yang membentuk suku yang cukup besar. Dalam dialek Arab disebut sebagai Yajuj dan Majuj (tanpa hamzah) atau Ya`juj dan Ma`juj (dengan hamzah). Ya`juj dan Ma`juj merupakan keturunan Yafits (Yafet) bin Nuh.
Dari Samurah bin Jundub ra, Rasulullah saaw bersabda, “Putera Nuh ada tiga, yaitu Sam, Ham, dan Yafits.†(HR. Ahmad dan Hakim)
Kalangan sejarawan mengatakan bahwa putera Nuh ada tiga, yaitu Sam bapak orang Arab dan Persia; Ham bapak orang Habsyi/Ethiopia, Negro, dan Naubah; danYafits bapak orang Turki, Slavia, Ya`juj dan Ma`juj. Ibnu Abdul Barr menyebutkan ijma’ ulama bahwa Ya`juj dan Ma`juj adalah putera Yafits bin Nuh. Imam Nawawi berkata, “Pendapat ini menurut mayoritas ulama.â€
Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka. Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras. (Kejadian 10:1-2)
Pemilik Dua Tanduk
Dzul Qornain berarti ‘yang memiliki dua tanduk’, maksudnya yang memiliki dua kerajaan atau dua kekuasaan, yaitu kerajaan di timur dan di barat. Menurut sebagian pendapat, Dzul Qornain adalah Alexander dari Macedonia. Namun menurut pendapat lain, Dzul Qornain adalah Raja Qurusy (Koresh) dari Persia. Raja Qurusy berpegang pada agama yang benar, yaitu agama Zeradsyat yang masih tauhid; yang kemudian agama tersebut berubah menjadi agama Majusi yang menyembah api.
Pada masa Dzul Qornain, Ya`juj dan Ma`juj ‘dipenjarakan’ pada sebuah bukit. Dzul Qornain membuat dinding dari lempengan besi yang dilas dengan tembaga.
Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu).” Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu.” Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. (QS. Al-Kahfi: 94-97)
Namun demikian, jika hari yang dijanjikan telah tiba, dinding itu akan roboh dan mereka keluar untuk membinasakan manusia.
Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.” (QS. Al-Kahfi: 98)
Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (QS. Al-Anbiya`: 96)
Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. (Wahyu 20:7-8) Namun Allah menolong orang-orang beriman dan membinasakan Ya`juj dan Ma`juj. Allah mengirimkan ulat yang keluar dari tengkuk-tengkuk Ya`juj dan Ma`juj dan mereka semua binasa.
Dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Sa’id Al-Khudry diriwayatkan bahwa kelak benteng Ya`juj dan Ma`juj akan terbuka, lalu mereka keluar dan membuat kerusakan di muka bumi. Nabi Isa as dan kaum muslimin berlindung di benteng-benteng. (Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa Isa berlindung bersama sekelompok kaum muslimin di Palestina di suatu daerah bernama Babul Lud atau Pintu Lud). Ya`juj dan Ma`juj melewati lahan pertanian kaum muslimin. Setiap melewati sungai, mereka meminum airnya hingga kering, hingga kelompok setelhanya yang melewati sungai tersebut berkata, “Sungguh dahulu sungai ini ada airnya.†Ketika tidak ada seorang pun penduduk bumi yang tersisa kecuali yang berlindung di benteng kota, salah seorang dari mereka berkata, “Penduduk bumi telah kita binasakan, tinggal penduduk langit.†Lalu dia mengayunkan tombaknya, lalu dilemparkan ke langit, tetapi kembali kepadanya dengan berlumuran darah, sebagai tanda bala bencana. Secara tiba-tiba Allah mengirimkan ulat di pundak-pundak mereka seperti gerakan belalang yang keluar dari kepompong. Ya`juj dan Ma`juj mati seketika. Lalu kaum muslimin mengirim seseorang untuk melihat keluar benteng. Lalu orang itu berseru, “Wahai kaum muslimin, bergembiralah! Sesungguhnya Allah telah membinasakan musuh kalian.†(HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Hakim) At-Turmudzi berkata bahwa Isa dan kaum muslimin berdoa kepada Allah dan Dia mengirimkan burug seperti leher unta, lalu burung itu membawa bangkai Ya`juj dan Ma`juj dan melemparkannya ke Mahbal. Lalu Allah menurunkan air hujan sehingga tak satu rumah pun yang tertutup debu dan kapas. Lalu kaum muslimin menyalakan api dari uang dinar, anak panah, dan busur panah selama tujuh tahun.
Zaid bin Aslam berkata, “Kaum muslimin memanfaatkan uang logam dan anak panah mereka selama bertahun-tahun.†(HR. Nu’aim bin Hamad dalam kitab Al-Fitan) Dan engkau, anak manusia, bernubuatlah melawan Gog dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, hai Gog raja agung negeri Mesekh dan Tubal dan Aku akan menarik dan menuntun engkau dan Aku akan mendatangkan engkau dari utara sekali dan membawa engkau ke gunung-gunung Israel. Aku akan memukul tangan kirimu sehingga busurmu jatuh dan membuat panah-panahmu berjatuhan dari tangan kananmu. Di atas gunung-gunung Israel engkau akan rebah dengan seluruh bala tentaramu beserta bangsa-bangsa yang menyertai engkau; dan engkau akan Kuberikan kepada burung-burung buas dari segala jenis dan kepada binatang-binatang buas menjadi makanannya… Dan yang diam di kota-kota Israel akan keluar dan menyalakan api serta membakar semua perlengkapan senjata Gog, yaitu perisai kecil dan besar, busur dan panah, tongkat pemukul dan tombak, dan mereka membakarnya selama tujuh tahun. Mereka tidak akan mengambil kayu dari hutan belukar atau membelah kayu api di hutan-hutan, sebab mereka akan menyalakan api itu dengan perlengkapan senjata itu. Mereka akan merampas orang-orang yang merampas mereka dan menjarah orang-orang yang menjarah mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH. (Yehezkiel 39:1-4,9-10) Perlu diketahui juga bahwa dalam Alkitab, anak manusia bisa berarti manusia, bisa berarti nabi atau orang pilihan, terkadang juga mengacu pada Nabi Isa as, dan terkadang mengacu pada Nabi Muhammad saaw.
Tinggalkan Balasan ke Daniel Batalkan balasan