Mari Bersatu!

Rasul bersabda, “Ummatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya masuk neraka kecuali satu golongan.” Ditanyakan kepada beliau: “Siapakah mereka (yang satu golongan itu), wahai Rasul Allah?” Beliau menjawab: “Orang-orang yang mengikutiku dan para sahabatku.” [HR Abu Dawud, At-Tirmizi, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darami dan Al-Hakim]

Wahai ummat Islam, marilah kita bersatu dalam jama’ah Rasul dan para shahabatnya! Dan tinggalkanlah aliran-aliran yang memisahkan diri dari jama’ah ini! Tinggalkanlah jama’ah-jama’ah ahli bid’ah! Tinggalkanlah jama’ah-jama’ah yang berbeda dengan para ulama-ulama terdahulu yang shalih!

Siapakah jama’ah-jama’ah ahli bid’ah itu? Mereka yang menolak manhaj salafush sholih, itulah para ahlul bid’ah. Bagaimanakah ciri-ciri mereka menurut ulama-ulama kita? Diantaranya, mereka itu:

1. Menolak adanya bid’ah hasanah. Padahal para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui adanya bid’ah hasanah. [1]

2. Mengharamkan perayaan Maulidur Rasul. Padahal para Muhaddits pun merayakannya.[2] Bahkan Shahabat pun bermaulid.[3] Bahkan Rasul sendiri melakukannya.[4]

3. Mengharamkan tawassul dengan Nabi.[5]

4. Mengharamkan mengirim hadiah pahala untuk mayit.[6]

Dalam Majmu’ fatawa juz 24 hal.306 ibnu Taymiyyah menyatakan, “Para imam telah sepakat bahwa mayit bisa mendapat manfaat dari hadiah orang lain. Ini termasuk hal yang pasti diketahui dalam agama islam dan telah ditunjukkan dengan dalil kitab, sunnah dan ijma’ (konsensus ulama’). Barang siapa menentang hal tersebut maka ia termasuk ahli bid’ah”.

5. Mengharamkan tabarruk.[7]

6. Mengharamkan mencium tangan ulama shalih.[8]

7. Mengharamkan dzikir berjama’ah.[9]

Padahal, kita semua maklum bahwa membaca takbir di Masjid secara berjama’ah dan mengangkat suara pada malam hari raya adalah sunnah.

8. Mengharamkan ziarah ke makam Rasulullah SAW.

Dalam qasidah Nuniyyah (bait ke 4058 ) Ibnul Qayyim menyatakan bahwa ziarah ke makanm Nabi SAW adalah salah satu ibadah yang paling utama, tulisnya “Diantara amalan yang paling utama adalah ziarah ini. Kelak menghasilkan pahala melimpah di timbangan amal pada hari kiamat”. Sebelumnya ia mengajarkan tata cara ziarah (bait ke 4046-4057). Diantaranya, peziarah hendaklah memulai dengan sholat dua rakaat di masjid Nabawi. Lalu memasuki makam dengan sikap penuh hormat dan ta’zhiim, tertunduk diliputi kewibawaan sang Nabi. Bahkan ia menggambarkan pengagungan tersebut dengan kalimat “Kita menuju makam Nabi SAW yang mulia sekalipun harus berjalan dengan kelopak mata” (bait 4048).

9. Menolak untuk bermadzhab.[10]

Jika Anda menemukan hal-hal itu dalam kelompok Anda, maka berhati-hatilah! Karena mungkin saja kelompok Anda itu adalah kelompok ahlul bid’ah.

Sebenarnya, ummat Islam pun telah berpecah-belah sejak dahulu, dan tepatlah apa yang diberitakan oleh Rasulullah SAW yang bersifat ash-shadiqul-amin. Rasulullah, ketika ditanya oleh shahabt, “Siapakah golongan yang selamat dari neraka?” Beliau menjawab, “Mereka adalah golongan yang menuruti langkahku dan langkah para shahabatku.” Selanjutnya beliau berpesan pula, “Apabila terjadi suatu perselisihan, maka hendaklah kamu senantiasa berpihak kepada golongan yang terbanyak dari kaum Muslimin.”

Alhamdulillah, sejak dahulu hingga sekarang, para ahlis sunnah wal jama’ah inilah yang merupakan golongan terbanyak dari kaum Muslimin. Tak pelak lagi, bahwa mereka itulah golongan yang selamat. Karena mereka itu senantiasa berpegang teguh kepada petunjuk Al-Qur’an dan petunjuk Rasulullah SAW. Mereka senantiasa mengikuti ajaran yang dibawa oleh para salafush sholih dari golongan para shahabat dan tabi’in radhiyallahu ‘anhum.

Komentar

31 tanggapan untuk “Mari Bersatu!”

  1. Avatar ABUNIZ
    ABUNIZ

    kriteria ahli bid’ah yg anda tulis sangat emosional. Bid’ah adalah membuat hal yg baru dlm ibadah, apa mrk membuat membuat amalan yg baru? mrk jg punya hujjah dari quran & sunah atas pendapatnya. Jadi apakah mrk ahli bid’ah?

  2. Avatar artikelislami
    artikelislami

    Amalan itu bukan hanya amalan anggota badan. Amalan hati dan amalan fikiran juga merupakan amalan. Berfikir bahwa ‘tawassul dengan Nabi’ sebagai bid’ah dholalah merupakan amalan fikiran. Meyaqini bahwa ‘tawassul dengan Nabi’ adalah bid’ah dholalah merupakan amalan hati. Maka amalan mereka ini adalah bid’ah, bahkan lebih berbahaya daripada bid’ah dalam ibadah lahir.

    Kalau soal dalil, kami juga punya dalil yang kuat. Tetapi, apakah itu membuat mereka berhenti menyebut kami ahli bid’ah?

    Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda menganggap bahwa ‘tawassul dengan Nabi’ itu amalan bid’ah?

  3. Avatar ABUNIZ
    ABUNIZ

    Kalau mereka -yang anda sebut ahli bid’ah- punya dalil dan anda pun mendasarkan alasan anda dengan dalil sedang dalilnya sama-sama dari qur’an dan sunah, maka pembicaraan ini masuk dalam ruang lingkup khilafiah dan yang diperlukan adalah kelapangan hati yang menghargai setiap hujah yang disampaikan dan tidak untuk tidak saling memaksakan pendapat dan saling memberi julukan yang tidak pada tempatnya. Begitulah contoh yang diberikan oleh para salafushsholeh. Dengan begitu judul artikel “Mari Bersatu” ini insyaAllah akan terwujud.

  4. Avatar artikelislami
    artikelislami

    Dalilnya memang benar dari Al-Qur`an dan Sunnah. Tetapi jika mereka menafsirkannya dengan cara yang salah, maka lahirlah pemikiran yang salah. Pemikiran yang salah dan menyimpang itu yang kami coba untuk luruskan.

    Anda tahu ‘kan Syia’ah, Mu’tazilah, Khawarij, Jabbariyah, Qadariyah, mereka juga punya dalil dari Al-Qur`an dan Sunnah. Tetapi lihat bagaimana cara mereka menafsirkannya.

    Kami sebenarnya bisa menerima keebradaan mereka, selama mereka tidak mempengaruhi pemuda-pemuda kami dalam pemikiran menyimpang mereka. Apakah Anda rela jika keluarga Anda ada yang dipengaruhi Ahmadiyah misalnya? Sama, akmi juga tidak rela jika keluarga dan sahabat kami dipengaruhi oleh orang-orang menyimpang. Walau demikian, kami tidak ingin anarkis. Kami hanya ingin meluruskan melalui tulisan dan argumen. Jika Anda merasa terseinggung, kami mohon maaf. Terkadang, kebenaran memang pahit.

    Ketahuilah bahwa para pengarang Salafy juga memberi julukan kepada kami ini sebagai Ahlul Ahwa, Ahlul Bid’ah, dsb. Jadi menurut Anda, hal itu tidak sesuai dengan Salafush Shalih? Jika demikian, kritiklah mereka terlebih dahulu hingga mereka berhenti menyebut kami ini sebagai Ahlul Ahwa dsb. Bisa?

    Kami mengajak Anda bersatu dalam jama’ah Rasulullah dan Shahabatnya bukan bersatu dalam jama’ah menyimpang. Apakah orang yang menafikan sunnah-sunnah Rasul bisa disebut sebagai bagian dari jam’ah Rasul? Mereka telah keluar dari jama’ah mulya ini.

    Bagaimana pendapat Anda tentang orang Salafy yg berkata bahwa matahari itu mengelilingi bumi? Apakah Anda setuju dengannya?

  5. Avatar ABUNIZ
    ABUNIZ

    Yg perlu anda tahu bhw saya bukan termasuk kelompok yg menyebut dirinya salafi bahkan harakah kami pun kena hujat mrk, kita senasib kan? Tapi secara tdk langsung anda juga menyebut saya ahli bid’ah krn bbrp kriteria ahli bid’ah yg anda sebut sebagiannya ada pd diri saya pdhal anda bukan kelompok salafi bukan? Saya punya hujjah atas pendapat saya tersebut. Saya tdk menyebut ahli bid’ah pd: org yg adzan jumat sekali saja pdhal khalifah Usman melakukan 2 kali atau org yg berqunut tiap shalat subuh spt pendapat imam Syafi’i atau yg meluruskan lengan sehabis i’tidal spt pendapat syaikh Nashirudin Albani krn saya tahu mereka punya pemahaman yg beda dgn saya. Dlm hal yg pokok (aqidah) kita memang hrs mencontoh para salaful ummah, bukan aqidahnya ahmadiyah, rafidhah, mu’tazilah, khawarij dll yg telah disepakati sesat oleh jumhur ulama. Yg sebaiknya anda lakukan adalah memetakan masalah, mana yg bid’ah & mana yg khilafiyah, mana perkara yg pokok & mana yg cabang (maaf bukan menggurui lho, saya juga masih nyantri kok), jadi argumennya kuat & tdk terkesan emosional. Memang diperlukan ilmu dien dan pemahaman yg mendalam serta kedewasaan dlm berpikir yg maqom spt ini memang sulit utk dicapai tapi
    kita dpt mencontoh perilaku para salaful ummah dlm menghadapi perbedaan pendapat atau menangkal serangan penyebar aqidah yg sesat. Tdk ada ketersinggungan dlm diri saya krn saya tahu anda hanya berargumen dlm meng’counter’ serangan kelompok yg kadang melampaui batas dlm menuduh harakah lain tanpa ber’tabayun’ lebih dulu. Tentang matahari mengelilingi bumi itu juga bukan masalah aqidah yg tentunya pendapat tsb bisa benar atau salah, bantahannya pun sdh ada dlm sebuah majalah
    islam yg bersambung dlm lebih dari 10 edisi, silakan membacanya. wallahu a’lam

  6. Avatar artikelislami
    artikelislami

    Kalau boleh kami tahu, Anda ini PKS,HT atau apa? Tapi Anda tidak harus menjawab ini jika Anda keberatan. Maaf.

    Saya katakan: “mungkin saja kelompok Anda itu adalah kelompok ahlul bid’ah“. Sekali lagi maaf, kalau tidak keberatan, kriteria mana yg ada pada diri Anda?

    Memang masalah geosentris itu bukan masalah aqidah. Tetapi dari masalah geosentris itu kita dapat melihat bagaimana cara Salafy dalam menafsirkan Al-Qur`an dan Hadits. Saya hanya bertanya apa pendapat Anda, tidak menuduh Anda.

    Jika khilafiyah, memang tidak bisa dijadikan patokan. Tetapi mengenai tawassul dg Nabi, bolehnya menghadiahkan pahala bacaan bagi mayit, tabarruk, bolehnya berdzikir secara berjama’ah, bolehnya mencium tangan ulama shalih, bolehnya bermaulid, itu merupakan hal yang disepakati. Mengharamkan yang sunnah atau yg halal, itulah yang kami maksud dg salah satu perbuatan bid’ah.

  7. Avatar artikelislami
    artikelislami

    Mungkin supaya lebih tepat, kata-katanya kami ganti saja dengan kata-kata mengharamkan.

  8. Avatar ABUNIZ
    ABUNIZ

    Alhamdulillah saya senang ‘sharing’ dgn anda, cuma sayang kebiasaan silaturahim ini blm mjd kebiasaan para tokoh/pimpinan haroki di Indonesia, atau mungkin saya yg ketinggalan informasi ya. Siapa saya? yang jelas adalah saudara seiman anda yg berusaha utk ishlah dgn berhusnuzhon dgn muslimin yg lain sampai jelas kesesatannya. Kami -bukan hanya saya- menurut anda ahli bid’ah? terserah penilaian anda, saya sdh bahas ini seblmnya. Kelompok salafi juga menuduh kami spt itu bahkan lebih dari itu, spt anda juga disebut ahli bid’ah oleh mrk. Lalu siapa ahli bid’ah yg sebenarnya? jadi bingung nich…Padahal kami juga anti bid’ah. Inilah yg disukai musuh-musuh islam, musuh kita, juga yg dimusuhi oleh kelompok salafi.
    Salah satu permintaan rasulullah yg tdk dikabulkan ALLAH adalah bersatunya umat islam, krn itu islam membolehkan ijtihad, sbgmn para shahabat & ulama ahlussunah berijtihad shg timbul 4 madzhab besar. Dan yg hrs kita pegang adalah: bersepakat dlm perkara yg pokok (aqidah) & berlapang dada dlm perkara yg termasuk cabang. InsyaALLAH itulah yg mjd perekat mu’minin & mempersempit jalan musuh islam memecah belah umat islam, wallahu a’lam.

  9. Avatar artikelislami
    artikelislami

    Maaf, saya tidak katakan bahwa Anda itu pasti ahli bid’ah. Tetapi saya katakan ‘mungkin’. Baca paragraf terakhir dari artikel.

    Anda punya blog dimana saya bisa mempelajari pendapat Anda?

  10. Avatar ABUNIZ
    ABUNIZ

    Blog, sayang sekali saya blm punya. Mungkin bbrp komentar saya yg lalu bisa sedikit mewakili pendapat saya. Mari jalin ukhuwah, tebarkan da’wah & bentengi islam dgn jihad fii sabilillah. Wassalamu’alaikum

  11. Avatar Budi suci
    Budi suci

    maaf nimbrung nih..

    masalahnya bukan khilafiyah, ini masalah haq dan batil, bagaimana yg batil bisa diterima jadi khilafiyah,

    hanya orang tolol yg tak tahu hadits saja kok dipercaya dan disamakan dg fatwa para imam yg sudah jelas..

    mereka mensyarah hadits berdasarkan ilmu yg jelas, keluasan ilmu yg melaut, bukan nukil nukil seperti wahabi kupret ahli bid’ah ini..

    bisanya cuma nukil di internet.. lalu berfatwa..,

    kalau saya telaah ucapan Abnormis.. eh.. abuniz ini, sama semua wahabi seperti anda, ngakunya bukan wahabi tapi membela wahabi..

    kenapa?, karena kalau kalah debat maka buru buru cuci tangan dengan dalih gue bukan wahabi..

    jangan munafik mas..

  12. Avatar Budi suci
    Budi suci

    ngga ada ukhuwwah sama ahlul bid’ah..!,

    perangi sampai tidak ada lagi kebatilan dimuka bumi, enak aja borok mau didiemin..

    perangi dengan dalil dan hujjah, orang jelas jelas salah kok..

  13. Avatar Jaisy01

    yah, kalau mau jadi pengikut ulama salaf, yah yang bener mas. Jangan sepotong-sepotong akhirnya mengikuti ulama syalaf. 😀

  14. Avatar artikelislami
    artikelislami

    Klik di sini, dan lihat, siapa yg syalaf dan siapa yg benel?

  15. Avatar bayu imantoro
    bayu imantoro

    Menurut saya Mas Budi Suci terlalu berlebihan.
    Kalau saya baca, Abuniz itu lagi nyari kebenaran. Bingung dia. Baik sangka aja.
    Saya juga, dan kita semua sedang mencari al Haq.
    Kesannya Mas Budi jadi kayaknya taklid pada pendapat Imam/Ulamanya aja.

    Saya mau tanya pada pengelola blog ini atau siapapun yang mau menjawab,,

    Saya pernah ikut majelis rasulullah sekali. Ada acara melantunkan puji-pujian dengan suara keras-keras,teriak-teriak, menabuh gendang keras-keras, terus berdiri baca sebuah kitab, trus maju mundur, duduk lagi. Semua dilakukan dalam masjid. Hingga ketika Habib Munzir Al Musawa datang, semua berebut mencium tangan beliau dan menyambut beliau (menurut saya) dengan berlebih-lebihan layaknya menyambut Nabi. Ritual seremoni ini menurut saya terlalu panjang lebar, menghabiskan energi, dan tidak menentramkan hati saya. Bahkan pernah seorang Ustadz saya tanya, katanya kita berbeda dengan para habib, karena para habib turunan Rasulullah saw dan selainnya adalah manusia biasa.

    Yang mau saya tanyakan adalah:

    1. Benarkah acara majelis rasulullah seperti itu dibenarkan secara syariat? Isi tausyiah Habib Munzir sangat bagus dan saya suka, tapi saya tidak suka dengan ritual seremoni yang saya ceritakan diatas. Karena sampai detik ini, ilmu dan dalil yang sampai kepada saya, ritual seperti itu bukan warisan Nabi dan para Sahabat. Sebab saya pernah baca hadits shohih yang melarang berkeras-keras suara dalam masjid,apalagi majelis ini bukan untuk menyambut Rasulullah, tapi “hanya” seorang manusia yang juga tak luput dari kesalahan. Bukankah Dzat yang kita puji tidak tuli? Sehingga kita harus berkeras-keras bersuara?

    Admin:
    Memang benar bahwa sebagian kami berebutan mencium tangan beliu untuk tabarruk[1] kepada ahlul bait dan ulama shalih serta luapan cinta kami kepada beliau. Setelah beliau hadir, barulah kami dipimpin beliau untuk membaca kitab riwayat kelahiran nabi Muhammad yg juga telah dilakukan oleh para ulama shalih kita sebelumnya [2].

    Mengangkat suara dalam Masjid, selama itu bukan untuk hal yg sia2 adalah dibolehkan. Bukankah seseorang beradzan itu mengangkat saura di dalam Masjid? Bukankah orang berceramah dalam Masjid itu tentunya mengangkat suara? Saya juga pernah hadir sebagai pembicara dalam suatu acara (yg diorganize kader PKS) yg dihadiri pula oleh Ust. Igo Ilham (yg juga sebagai pembicara saat itu), dan di dalam Masjid (yg diurus oleh kader PKS) itu dilantunkanlah nasyid2 berbahasa Indonesia dan Inggris. Menzhahirkan lafazh dzikir itu dibolehkan. Bukankah jika kita berdzikir dalam suatu majelis dzikir, maka Allah akan menyebut nama kita di hadapan para malaikat yg mulya? Bukankah Nabi disuruh Allah untuk ikut duduk bersama para shahabat yg tengah berdzikir? Bukankah para shahabat itu menzhahirkan lafazh dzikir mereka hingga didengar Nabi SAW? Apakah Anda tidak pernah hadir di Masjid atau Musholla ketika malam takbiran? Bukankah para jama’ah hajji bertalbiyah dengan mengangkat suara?

    Mengenai menabuh hadrah (dan bukan gendang) silahkan klik di sini. Majelis tersebut dan pembacaan riwayat Maulid bukanlah untuk menyambut kedatangan Habib Munzir. Justeru pembacaan itu dilakukan dipimpin oleh Habib Munzir sendiri. Adapun qashidah yg dilantunkan sebelum Habib Munzir datang itu adalah untuk menghibur jama’ah sambil menanti kehadiran Habib Munzir.

    2. Benarkah kita berbeda dengan keturunan Rasulullah saw?

    Admin : Tentu saja berbeda. Dalam darah keturunan Rasulullah mengalir darah Rasulullah yg berkah. Mereka telah didoakan oleh Rasulullah dan Nabi Ibrahim.

    Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau. (QS. Al-Baqarah: 128 )

    Bukankah kalau turunan Rasul berbuat syirik, berbuat zina, minum khamr, dia juga akan masuk neraka?

    Admin: Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim”.(QS. Al-Baqarah: 124)

    Bukankah mereka juga tidak terpelihara dari kesalahan, kecuali mungkin Ali ra, Hasan, dan Husain yang kerap disebut Rasulullah sebagai ahlul jannah.

    Admin: Saudaraku, ahlulbait dan keturunan Rasul saw, (termasuk Ali ra, Hasan, dan Husain) tidak ma’shum, bisa fasiq, bisa zholim, bahkan yg non-muslim pun ada.

    Bukankah yang membedakan setiap manusia itu hanya derajat ketaqwaannya? Bukankah cukup kita agungkan keluarga Rasulullah dalam setiap tasyahud yang kita lakukan? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad…?

    Admin: Shalawat tidak dibatasi dalam shalat saja. Dengan disyari’atkannya shalawat dalam sholat menjadi dalil mulyanya shalawat. Dan shalawat ini boleh dibaca di luar shalat.

    Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam keluarga dan kerabatku”. (QS. Asy-Syura: 23)

    Terimakasih.
    Afwan kalau ada salah.

    Admin: Afwan

    Jazakumullahu khairan.

    Admin: Yahdikumullah

  16. Avatar Jaisy01

    Kekekek LUCU sekali, Mas ini gimana! Kayaknya masalah tawashul yah! Kok nggak disediakan komentarnya? HAHAHAHA 😀

    Kalau hanya argumen-argumen kayak gitu sih, sudah sejak lama dimentahkan, Mas..mas! Ee… ini mas atau mbak yah?

    Apalagi sok bangets, ngritikin Yusuf Qaradhawi. Eh bentar mas, Kapasitas mas itu sebagai apa? Kok PD banget mentahkan argumentasi “Ketua Ulama Internasional”. Padahal Argumentasinya nggak ada dalil yang cocok BLAS… KEKEKEKEK

    Bener2 bagus and lucu. Terima kasih. Anda telah membuat saya tertawa. Ups, maaf saya bukan menertawakan anda. Tapi saya tertawa (kok ada yah orang PDnya tinggi banget).

    BTW. Silakan kita sama2 belajar. Ngikutin Ulama salaf! Jangan asal aja. 😀

    Apakah ketika KH. Ali Yafie, Din Syamsudin, KH. Ma’ruf Amin, dan ulama lainnya di Indonesia ini menjabat sebagai ketua MUI itu berarti mereka lebih alim daripada ulama2 lainnya di Indonesia? Yusuf Qordhowi menjabat sebagai ketua organisasi, bukan berarti beliau lebih alim dan tak terbantahkan. Apakah Yusuf Qardhawi punya sanad ilmu yg bersambung kepada Rasulullah SAW? Apakah kapasitas beliau lebih tinggi dari para ulama terdahulu yg membolehkan tawassul dg Nabi?
    Apa argumen Anda dalam mengharamkan tawassul dg Nabi?

  17. Avatar bayu imantoro
    bayu imantoro

    Barakallahu fik

    Syukran akhi.

    Salamu’alaikum…

    Semoga Allah senantiasa menunjukkan kepada kita sebenar-benarnya Al Haq.

  18. Avatar bayu imantoro
    bayu imantoro

    Oiya afwan ada yang kelupaan.

    Akhi, jujur sampai sejauh ini ana masih tidak nyaman dengan majelis rasulullah atau majelis dzikir semacamnya seperti nurul mustofa misalnya. Akhirnya ana sejauh ini masih rutin mengaji pada salafy dan tarbiyah. Karena ana menemukan ketentraman disana. Mereka punya dalil dan hujjah yang bisa meyakinkan ana. Minimal hingga detik ini.

    Disamping sebab-sebab yang ana utarakan dalam pertanyaan terdahulu diatas, ada beberapa sebab lain yang mungkin bisa antum klarifikasi:

    1. Setiap ada acara kemana-mana pakai motor ga pake helm. Pernah ana tanya, kata mereka, polisi aja ga sanggup menahan kami. Jadi semacam ada arogansi pada diri mereka. Pencitraan buruk pada diri kaum muslimin. Maka orang awam pun akan berkata: “Lihat itu kaum muslimin tak pakai helm rame-rame. Menunjukkan arogansinya.” Apa tidak dinasehati jamaah antum ini?

    Mereka berasal dari berbagai macam latar pendidikan. Sebagian kami juga ada kok yg pakai helm ketika convoy. Lagi pula, kami tetap rapih dalam convoy. Sebenarnya kordinator convoy sudah memberitahukan agar menggunakan helm. Jika mereka tidak menggunakan helm, itu bukan sikap resmi Majelis Rasulullah. Saya juga agak kurang nyaman dg tindakan sebagian kaum Muslimin yg sok2an mengajak melakukan kekerasan thdp bule2 di bali. Saya juga agak kurang nyaman dg tindakan sebagian kaum Muslimin yg sok2an melakukan pemboman di Indonesia. Apa akibatnya? Mereka menuding bahwa Muslimin itu teroris.

    2. Foto Habib dipajang gede-gede dimana-mana. Jadi kesannya ada pengkultusan individu. Padahal khan yang terpelihara hanya Rasulullah saw.

    Benar, foto Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa memang sempat dipajang dimana-mana oleh beberapa partai politik ketika PILKADA kemarin. Tidak ketinggalan, PKS juga ikut memajang foto beliau bersama Pak Adang.

    3. Dalam majelis yang pernah saya ikuti, ramai-ramai jamaah sebelum tiba Habib, kita baca sebuah kitab sambil berdiri menghadap kiblat mengumandangkan apa ya? sholawat?
    Sungguh mirip dengan peribadatan kaum nasrani. Mereka di gereja berdiri baca kitab dan bernyanyi-nyanyi. Apa ini bukan tasyabuh/menyerupai peribadatan kaum kafir?

    Sebelum Habib tiba? Oh ya, terkadang Habib datang agak telat karena beliau juga mengadakan tabligh di tempat lain. Jadi pembacaan riwayat itu dilakukan bukan dengan dipimpin Habib. Dalam membaca rawi maulid memang begitu. Pertama kita membaca shalawat. Lalu membaca beberapa ayat Al-Qur`an seperti Al-Fath: 1-4, At-Taubah: 128-129, dan Al-Ahzab: 56. Lalu membaca hadits/riwayat mengenai kelahiran Rasul, nasab dan keutamaan beliau. Semua itu dibaca sambil duduk. Barulah ketika akan membaca “Ya Nabi salam ‘alayka….” mereka berdiri, ini disebut mahalul qiyam. Dan ini adalah tindakan meniru-niru para shahabat ketika menyambut kekasih mereka, Rasulullah SAW. Di sinilah terkadang seseorang tidak dapat menahan air mata. Jiwa mereka seakan melayang ke 14 abad yg silam. Terbayang oleh mereka kehidupan para shahabat ketika mereka hidup berdampingan dengan sang kekasih SAAW. Terbayang kegembiraan kaum Anshor ketika menyambut kedatangan Muhammad Al-Musthofa yg kelahirannya ditandai dengan kegoncangan di istana-istana imperium pagan. Terbayang bahwa diri-diri mereka hampir saja terjatuh ke dalam neraka, namun Allah menyelamatkan mereka dengan kelahiran anak yatim yg agung ini.

    Pembacaan Maulid/Rawi dan segala kaifiatnya itu bagaikan pertunjukkan drama dimana kita berperan sebagai para shahabat yang sedang menyambut kekasih mereka saaw; bagaikan napak tilas kehidupan para shahabat ketika mereka hidup berdampingan dengan sang kekasih saaw. Kita memang tidak hidup sezaman dengan Rasulullah saaw, tetapi kita dapat merasakan bahwa Rasulullah saaw selalu mendampingi kehidupan kita. Spirit seperti inilah yang dicoba untuk dibangkitkan oleh ulama, yaitu kehidupan ummat yang selalu merasakan kehadiran Rasulullah saaw. Spirit yang timbul dari pancaran jiwa Muhammad Rasulullah saaw. Rasa seperti ini tidak dapat dipahami, kecuali oleh mereka yang selalu merindukan pertemuan dengan kekasih mereka, Muhammad Rasulullah saaw.

    Itu untuk sementara.
    Syukran jazakallah.

    Barokallohu fikum

  19. Avatar bayu imantoro
    bayu imantoro

    Nambah lagi akh, boleh khan?
    hehe. Afwan.

    1. Bagaimana pandangan antum dan majelis rasulullah terhadap meminta-minta kepada kuburan orang sholeh yang sudah mati? Contohnya mereka mendatangai kuburan-kuburan para wali dan berdoa: “Ya fulan mohonkan ampun atas dosaku kepada Rabb, ya fulan mintalah kepada Allah mudahkanlah urusanku”, dsb. Atau justru meminta kepada orang soleh itu. “Ya fulan aku ingin naik kelas, ya fulan aku ingin ujian lulus, ya Fulan buatlah agar daganganku laris,” dsb.
    Apakah artikel “tawassul” dalam situs majelis rasulullah yang ditulis sendiri oleh Habib Al Musawa adalah jawaban atas pertanyaan ana ini? Kalau itu jawabannya berarti sudah cukup.

    Pendapat Habib Munzir: Ketahuilah bahwa tawassul bukanlah meminta kekuatan orang mati atau yang hidup, tetapi berperantara kepada keshalihan seseorang, atau kedekatan derajatnya kepada Allah swt, sesekali bukanlah manfaat dari manusia, tetapi dari Allah, yang telah memilih orang tersebut hingga ia menjadi shalih, hidup atau mati tak membatasi Kudrat ilahi atau membatasi kemampuan Allah, karena ketakwaan mereka dan kedekatan mereka kepada Allah tetap abadi walau mereka telah wafat.

    tawassul kepada shalihin dan ulama yg telah wafat diperbolehkan, demikian sebagian besar ulama berpendapat, dan memang kita bukan bertawassul mengandalkan kehidupannya atau kematiannya, tapi bertawassul pada kemuliaan derajatnya disisi Allah swt, karena kemuliaan derajat di sisi Allah itu abadi, dan tidak terikat pada kehidupan dan kematiannya.

    Adapula pendapat mengatakan tawassul hanya boleh pada yg hidup, pendapat ini ditentang dengan riwayat shahih berikut : “telah datang kepada utsman bin hanif ra seorang yg mengadukan bahwa Utsman bin Affan ra tak memperhatikan kebutuhannya, maka berkatalah Utsman bin Hanif ra : “berwudulah, lalu shalat lah dua rakaat di masjid, lalu berdoalah dg doa : “: “Wahai Allah, Aku meminta kepada Mu, dan Menghadap kepada Mu, Demi Nabi Mu Nabi Muhammad, Nabi Pembawa Kasih Sayang, Wahai Muhammad, Sungguh aku menghadap demi dirimu (Muhammad saw), kepada Tuhanku dalam hajatku ini, maka kau kabulkan hajatku, wahai Allah jadikanlah ia memberi syafaat hajatku untukku” (doa yg sama dg riwayat diatas)”, nanti selepas kau lakukan itu maka ikutlah dg ku kesuatu tempat.

    Maka orang itupun melakukannya lalu utsman bin hanif ra mengajaknya keluar masjid dan menuju rumah Utsman bin Affan ra, lalu orang itu masuk dan sebelum ia berkata apa apa Utsman bin Affan lebih dulu bertanya padanya : “apa hajatmu?”, orang itu menyebutkan hajatnya maka Utsman bin Affan ra memberinya. Dan orang itu keluar menemui Ustman bin Hanif ra dan berkata : “kau bicara apa pada utsman bin affan sampai ia segera mengabulkan hajatku ya..??”, maka berkata Utsman bin hanif ra : “aku tak bicara apa2 pada Utsman bin Affan ra tentangmu, Cuma aku menyaksikan Rasul saw mengajarkan doa itu pada orang buta dan sembuh”. (Majmu’ zawaid Juz 2 hal 279).

    Rasul saw memperbolehkan Istighatsah, sebagaimana hadits beliau saw : “Sungguh matahari mendekat dihari kiamat hingga keringat sampai setengah telinga, dan sementara mereka dalam keadaan itu mereka ber istighatsah (memanggil nama untuk minta tolong) kepada Adam, lalu mereka beristighatsah kepada Musa, Isa, dan kesemuanya tak mampu berbuat apa apa, lalu mereka beristighatsah kepada Muhammad saw” (Shahih Bukhari hadits no.1405), juga banyak terdapat hadits serupa pada Shahih Muslim hadits no.194, shahih Bukhari hadits no.3162, 3182, 4435, dan banyak lagi hadist2 shahih yg rasul saw menunjukkan ummat manusia ber istighatsah pada para nabi dan rasul, bahkan Riwayat shahih Bukhari dijelaskan bahwa mereka berkata pada Adam, Wahai Adam, sungguh engkau adalah ayah dari semua manusai.. dst.. dst…dan Adam as berkata : “Diriku..diriku.., pergilah pada selainku.., hingga akhirnya mereka ber Istighatsah memanggil manggil Muhammad saw, dan Nabi saw sendiri yg menceritakan ini, dan menunjukkan beliau tak mengharamkan Istighatsah.
    Rasul saw menceritakan bahwa mereka memanggil manggil nama makhluk…, untuk minta diselamatkan..

    Sabda Rasulullah saw : “aku melewati Musa (as) dimalam aku di Isra kan di Katsibil Ahmar dan Musa berdiri di kuburnya dan ia shalat” (Shahih Muslim Bab Fadhail), bahkan firman Allah swt : “Janganlah kalian menyangka orang yg terbunuh dijalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup dan diberi rizki oleh Allah” (Al Imran-169),

    saya perjelas lagi bahwa berdoa di kuburan pun adalah sunnah Rasulullah saw, beliau saw bersalam dan berdoa di Pekuburan Baqi’, dan berkali kali beliau saw melakukannya, demikian diriwayatkan dalam shahihain Bukhari dan Muslim, dan beliau saw bersabda : “Dulu aku pernah melarang kalian menziarahi kuburan, maka sekarang ziarahlah”. (Shahih Muslim hadits no.977 dan 1977)

    Dan Rasulullah saw memerintahkan kita untuk mengucapkan salam untuk ahli kubur dengan ucapan “Assalaamu alaikum Ahliddiyaar minalmu’minin walmuslimin, wa Innaa Insya Allah Lalaahiquun, As’alullah lana wa lakumul’aafiah..” (Salam sejahtera atas kalian wahai penduduk penduduk dari Mukminin dan Muslimin, Semoga kasih sayang Allah atas yg terdahulu dan yang akan datang, dan Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian, Aku memohon kepada Allah untukku dan kalian Afiah ) (Shahih Muslim hadits no 974, 975, 976). Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah saw bersalam pada Ahli Kubur dan mengajak mereka berbincang-bincang dengan ucapan “Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian”.

    Rasul saw berbicara kepada yg mati sebagaimana selepas perang Badr, Rasul saw mengunjungi mayat mayat orang kafir, lalu Rasulullah saw berkata : “wahai Abu Jahal bin Hisyam, wahai Umayyah bin Khalf, wahai ‘Utbah bin Rabi’, wahai syaibah bin rabi’ah, bukankah kalian telah dapatkan apa yg dijanjikan Allah pada kalian…?!, sungguh aku telah menemukan janji tuhanku benar..!”, maka berkatalah Umar bin Khattab ra : “wahai rasulullah.., kau berbicara pada bangkai, dan bagaimana mereka mendengar ucapanmu?”, Rasul saw menjawab : “Demi (Allah) Yang diriku dalam genggamannya, engkau tak lebih mendengar dari mereka (engkau dan mereka sama sama mendengarku), akan tetapi mereka tak mampu menjawab” (shahih Muslim hadits no.6498).

    Makna ayat : “Sungguh Engkau tak akan didengar oleh yg telah mati”.
    Berkata Imam Qurtubi dalam tafsirnya makna ayat ini bahwa yg dimaksud orang yg telah mati adalah orang kafir yg telah mati hatinya dg kekufuran, dan Imam Qurtubi menukil hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasul saw berbicara dengan orang mati dari kafir Quraisy yg terbunuh di perang Badr. (Tafsir Qurtubi Juz 13 hal 232).

    Berkata Imam Attabari rahimahullah dalam tafsirnya bahwa makna ayat itu : bahwa engkaua wahai Muhammad tak akan bisa memberikan kefahaman kepada orang yg telah dikunci Allah untuk tak memahami (Tafsir Imam Attabari Juz 20 hal 12, Juz 21 hal 55, )

    Berkata Imam Ibn katsir rahimahullah dalam tafsirnya : “walaupun ada perbedaan pendapat tentang makna ucapan Rasul saw pada mayat mayat orang kafir pada peristiwa Badr, namun yg paling shahih diantara pendapat para ulama adalah riwayat Abdullah bin Umar ra dari riwayat riwayat shahih yg masyhur dengan berbagai riwayat, diantaranya riwayat yg paling masyhur adalah riwayat Ibn Abdilbarr yg menshahihkan riwayat ini dari Ibn Abbas ra dg riwayat Marfu’ bahwa : “tiadalah seseorang berziarah ke makam saudara uslimnya didunia, terkecuali Allah datangkan ruhnya hingga menjawab salamnya”, dan hal ini dikuatkan dengan dalil shahih (riwayat shahihain) bahwa Rasul saw memerintahkan mengucapkan salam pada ahlilkubur, dan salam hanyalaha diucapkan pada yg hidup, dan salam hanya diucapkan pada yg hidup dan berakal dan mendengar, maka kalau bukan karena riwayat ini maka mereka (ahlil kubur) adalah sama dengan batu dan benda mati lainnya. Dan para salaf bersatu dalam satu pendapat tanpa ikhtilaf akan hal ini, dan telah muncul riwayat yg mutawatir (riwayat yg sangat banyak) dari mereka, bahwa Mayyit bergembira dengan kedatangan orang yg hidup ke kuburnya”. Selesai ucapan Imam Ibn Katsir (Tafsir Imam Ibn Katsir Juz 3 hal 439).

    Riwayat lainnya Rasul saw bertanya2 tentang seorang wanita yg biasa berkhidmat di masjid, berkata para sahabat bahwa ia telah wafat, maka rasul saw bertanya : “mengapa kalian tak mengabarkan padaku?, tunjukkan padaku kuburnya” seraya datang ke kuburnya dan menyolatkannya, lalu beliau saw bersabda : “Pemakaman ini penuh dengan kegelapan (siksaan), lalu Allah menerangi pekuburan ini dengan shalatku pada mereka” (shahih Muslim hadits no.956)

    Abdullah bin Umar ra bila datang dari perjalanan dan tiba di Madinah maka ia segera masuk masjid dan mendatangi Kubur Nabi saw seraya berucap : Assalamualaika Yaa Rasulallah, Assalamualaika Yaa Ababakar, Assalamualaika Ya Abataah (wahai ayahku)”. (Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits no.10051)

    Berkata Abdullah bin Dinar ra : Kulihat Abdullah bin Umar ra berdiri di kubur Nabi saw dan bersalam pada Nabi saw lalu berdoa, lalu bersalam pada Abubakar dan Umar ra” (Sunan Imam Baihaqiy ALkubra hadits no.10052)

    Sabda Rasulullah saw : Barangsiapa yg pergi haji, lalu menziarahi kuburku setelah aku wafat, maka sama saja dengan mengunjungiku saat aku hidup (Sunan Imam Baihaqiy Alkubra hadits no.10054).

    diriwayatkan bahwa Imam Al Utbiy berkata : Aku duduk dekat kubur Nabi saw, maka datanglah seorang dusun dan berkata : Assalamu alayka Yaa Rasulallah.. (salam sejahtera atasmu wahai Rasulullah), aku telah dengar Allah berfriman : “Dan mereka itu jika telah berbuat dosa mendholimi diri mereka sendiri, lalu mereka datang padamu, maka mereka beristighfar pada Allah, dan lalu Rasul beristighfar pula untuk mereka, maka mereka akan menemui Allah maha menerima taubat dan berkasih sayang”, maka kini aku datang padamu wahai rasul, untuk beristighfar pada Allah, dan minta bantuanmu pada tuhanku, lalu ia melantunkan syair (saya ringkas saja yg diantara syairnya) : pada kuburmu itu tersimpan kedermawanan dan kemuliaan”, lalu pergilah orang dusun itu, dan aku tertidur,dan kulihat Rasul saw yg berkata padaku : Wahai Utbiy, kejarlah orang itu, katakan padanya Allah telah mengampuni dosanya” (selesai ucapan Imam Ibn Katsir). (Tafsir Imam Ibn Katsir pada QS Annisa 64).

    yg unik dalam riwayat ini bukan riwayatnya, tapi yg unik adalah yg meriwayatkan riwayat ini, yaitu Imam Ibn Katsir, beliau adalah pujaan para wahabi, ia adalah murid Ibn Taimiyyah.., banyak para wahabi tak percaya akan ucapan ini, monggo dibuka tafsirnya Annisa 64 Tafsir Ibn Katsir.

    Admin: Mas Bayu, apakah Anda melihat kami seperti orang yg menyembah kuburan dan meminta-minta kepada kuburan atau pun penghuninya? Kami tidak seperti itu.

    2. Sebagian kaum muslimin yang mewajibkan tahlilan dan Yasinan yang wajib di 3 hari, 7 hari, 40 hari, 1000 hari, dst. Bagaimana menurut antum? Ana lebih sepakat pendapat yang mengatakan bahwa yasin dan tahlil boleh tapi tidak harus di hari-hari tertentu, harus 3 hari lah, di 7 harinya lah, di 1000 harinya lah, dst.

    Admin: Saya baru tau ada yg mewajibkan. Siapa yg mewajibkan mas? Setau saya tidak ada yg mewajibkan. Pertama, tahlilan tersebut tidak wajib. Kedua, tidak wajib pula pelakasanaannya pada 3, 7, 40, atau 1000 hari dari kematian.

    Makasiiihh ya =)

    Afwan

  20. Avatar MANTAN

    asw admin bukannya nasyid itu haram ?????

    ‘Alaykum salam wr wb.
    Nasyid atau pun senandung itu halal selama tidak mengandung kelalaian atau melalaikan. Ketika membangung Masjid Nabawi dan menggali parit dalam menghadapi pasukan musuh, Nabi dan para shahabat juga bernasyid untuk menyemangati dan mengusir rasa lelah.

    Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras dan musik.” (HR. Bukhari dan Abu Daud)

    Musik di sini tentu musik yg melalaikan. Adapun tabuhan seperti rebana dan hadroh adalah boleh selama untuk syiar.

    truzz juga bukannya zikir itu ibadah individu ??? klo ada Hadith tentang zikir berjamaah tlg sebutkan

    Habib Abdullah Al-Haddad dalam Nashaihud Diniyah wa Washoyal Imaniyah telah membahas hal ini. Silahkan klik disini. Dan bukankah takbiran itu merupakan salah satu bentuk dzikir berjama’ah?

  21. Avatar bayu imantoro
    bayu imantoro

    waaah berarti emank udah terlalu banyak orang zaman sekarang yang sotoy.
    ngaku-ngaku paling nyunnah, paling tau dalil, menshohihkan dan mendhaifkan. Mudah sekali mengaku paling ahlussunnah yang lain ahlul bid’ah,, bahkan saya pernah ngaji sama jamaahnya imam samudra, tapi sehari doank, abiz mereka mengkafirkan kaum muslimin diluar mereka, menganggap jihad skrg fardhu ain, jadi yang belum jihad perang itu udah kafir. Mereka menghalalkan darah kaum kafir di mana pun mereka berada di bumi ini. Pantesan ngebom bali.

    syukron ustadz.
    syukron katsiro.

    Admin: Mas Bayu, apakah Anda melihat kami seperti orang yg menyembah kuburan dan meminta-minta kepada kuburan atau pun penghuninya? Kami tidak seperti itu.

    Mas Bayu: tidak. Saya hanya bertanya pendapat ustadz soal itu. Saya tidak pernah melihat antum dan jamaah antum menyembah kuburan dan meminta kepada kuburan ataupun penghuninya. Afwan.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Afwan.
    ‘Alaykum salam wa rahmatulahi wa barakatuh.

  22. Avatar Jaisy01

    Apakah ketika KH. Ali Yafie, Din Syamsudin, KH. Ma’ruf Amin, dan ulama lainnya di Indonesia ini menjabat sebagai ketua MUI itu berarti mereka lebih alim daripada ulama2 lainnya di Indonesia? Yusuf Qordhowi menjabat sebagai ketua organisasi, bukan berarti beliau lebih alim dan tak terbantahkan. Apakah Yusuf Qardhawi punya sanad ilmu yg bersambung kepada Rasulullah SAW? Apakah kapasitas beliau lebih tinggi dari para ulama terdahulu yg membolehkan tawassul dg Nabi?
    Apa argumen Anda dalam mengharamkan tawassul dg Nabi?

    Kalau begini saya malah balik bertanya.
    Eh siapa yang bilang alim2an? Eh, apakah anda sudah berdialog dengan Yusuf Qaradhawi? Apakah anda mengira hanya anda yang punya sanad yang bersambung kepada Rasulullah? Dan Yusuf Qaradhawi tidak?

    Lha ‘kan saya nanya: “Apakah Yusuf Qardhawi punya sanad ilmu yg bersambung kepada Rasulullah SAW?” Kalau memang punya, jawab aja punya, terus sebutin salah satu jalur sanad ilmu beliau itu.

    Apakah, Yusuf Qaradhawi mengharamkan tawassul? Dan atas dasar apa anda menyatakan saya mengharamkan tawassul?

    Jadi yg betul itu gimana? Apakah Yusuf Qardhawi lebih cenderung untuk tidak membolehkan bertawassul dg diri Nabi dan orang2 sholeh, atau beliau lebih cenderung untuk membolehkannya? Dan Anda sendiri bagaimana? Apakah Anda lebih cenderung untuk tidak membolehkan bertawassul dg diri Nabi dan orang2 shalih, atau lebih cenderung untuk membolehkannya?

    (Wah, saya nggak banyak2 ah. Dah kasihan sama pemilik blog ini. Sudah terlalu banyak saya membuat admin blog ini bingung 😀 )

    Kalau begitu, jawablah yg tegas. Perlihatkan sikap Anda sesungguhnya dalam masalah tawassul dg Nabi dan orang2 shalih ini.

  23. Avatar Rian

    Terkadang umat islam terlalu sibuk dengan
    perdebatan-perdebatan yang panjang,
    Meruncingkan perbedaan di antara mereka
    Loyalitas berlebihan terhadap golongan.
    Jangan sampai,……. Lihatlah mereka (musuh-musuh islam sedang merancang strategi canggih untuk menghncurkan qta seraya menertawakan apa yang qta ributkan).
    Saudaraku, di luar sana banyak saudara-saudara seiman qta yang “terancam menggadaikan aqidahnya”.
    Yuk, Qta luruskan kembali niat qta. Perbedaan yang ada adalah anugerah. “Katakanlah yang haq meskipun pahit” tentu saja semua harus berbesar hati jika memang kebenaran hakiki itu bersumber dari al-qur’an dan alhadist.

  24. Avatar hery
    hery

    Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

    Sepakat dengan mas rian…
    memang ini masalah khilafiyah…

    tentang alasan hanya sekedar mempertahankan diri dari “serangan” masing-masing…
    bagi saya tak masalah asal santun…

    namun jangan lupa untuk memperjuangkan masalah akidah…
    bantu teman-teman kita di blog tetangga yang keras memperjuangkan itu, kasihan mereka…
    mereka dan kami butuh orang-orang berilmu agama tinggi seperti anda-anda ini…

    seperti di :
    http://kemanusiaan.wordpress.com/ atau
    http://suakahati.wordpress.com

    terima kasih

    saya pikir itu sangat amat jauh bermanfaat

    Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

  25. Avatar razifuddin

    harusnya ente-ente ini sadar kalao sahih bukhari dan sahih muslim sudah dipublikasikan oleh Amerika

    http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/

    sekarang kalau mau jujur dan berbicara sanad orang yang membawa shahiain tsb pasti ada sanadnya, mahasiswa sekarang pada keminter sok tahu hadis ngomong demo “hancurkan Amerika!” “hancurkan Yahudi” tapi pada ngga tahu kalo gerakan ente-ente ini ditunggangi Zionis, mahasiswa yang ngutip hadis-hadis dalam web mereka ada sanadnya ngga sih?

    ndak perlu sok santun, ngomong masalah santun Pastor aja bicaranya santun!

  26. Avatar yukira
    yukira

    mas admin…

    udah diemin aja jaisy01,,, dia emang kepala batu,,,

    ngebantah mulu…. die gag bakal pernah mau ngalah….

    hhuuuufffttt

  27. Avatar yukira
    yukira

    yooo bersatulah…..

    hihihihihihihihihi

  28. Avatar abu hijaz

    bersatu okey….tapi tidak dengan golongan anda selama anda masih melakukan perkara-perkara bid’ah

    🙂 makin jelas hawa nafsu anda

  29. Avatar Sabeni
    Sabeni

    Ana emang bukan termasuk Fanatik Sama Habib..tapi ane termasuk keluarga ASWAJA..ga usah didengerin orang2 wahabi..mereka MUNAFIKIN..liat aja HNW ngakunya BUKAN WAHABI tapi asli orang Muhammadiyah..giliran mau deket2 waktu coblos berkoar2 ikut2an majelis tahlil..

  30. Avatar hasim
    hasim

    kank admin aku punya cita2 tentang masa depan anak, agar tdk salah pilih pesantren. yg benar masuk pesantren mana ya? makasih

    Banyak pesantren Habaib yg bagus. Misalnya pesantren Habib Umar Al-Athos yg di Cipayung. Atau Pesantren Al-Fachriyah di Ciledug yg sekarang diasuh oleh Habib Jindan bin Novel dan Habib Ahmad bin Novel. Semoga anak2 Anda menjadi para pecinta ilmu, penuntut ilmu, dan penyebar ilmu yg bermanfaat dunia-akhirat. Aamiin

  31. Avatar emka

    untuk teman-teman NU bisa cari kitab Risalatul Bid’ah Wa Sunnah karya KH Hasyim Asy’ari,

Tinggalkan Balasan ke razifuddin Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *