Mematikan Sunnah Rasul

Pada saat ini bertambah banyak golongan, yang sadar tidak sadar, telah mengajak ummat untuk mematikan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Ada dua cara mereka dalam mematikan sunnah-sunnah Rasulullah yang akan kami bahas sedikit di sini.

Issue Bid’ah Dholalah

Salah satu cara yang mereka gunakan adalah dengan menebarkan syubhat (keraguan), yaitu dengan mengatakan bahwa tradisi Islam yang telah lama dijalankan ummat, seperti maulidan, tahlilan, yasinan, dan sebagainya itu merupakan perbuatan bid’ah dholalah. Padahal tradisi itu merupakan tradisi yang didukung oleh banyak hadits shahih dan hasan. Walaupun berbagai hadits yang mendukung perbuatan tersebut telah dikemukakan, tetapi tetap saja mereka berusaha agar tradisi-tradisi mulya yang Rasul ajarkan itu ditinggalkan. Karena mereka memang pengikut hawa nafsu. Mereka hanya taqlid kepada ustadz mereka yang sanad ilmunya terputus dari Rasulullah dan para salaful ummah. Paling jauh sanad mereka hanya sampai kepada seorang guru di abad keenam hijriyah yang oleh para ahli ilmu aqidah dianggap telah beraqidah menyimpang dari aqidah 4 imam madzhab Ahlus Sunnah. Kita semua tahu bahwa Imam Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad mengusung aqidah yang benar. Sedang sang guru dari abad keenam hijriyah itu telah mengusung aqidah berbeda dari yang diusung oleh 4 imam.

Menghindari Ikhtilaf

Cara lain untuk mematikan sunnah Rasul adalah dengan dalih menghindari ikhtilaf. Padahal dalam hal sampainya mengirim pahala bagi mayit, sunnahnya bertawassul dengan nabi, sunnahnya merayakan maulid dsb itu tidak terdapat ikhtilaf pada 4 madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Jika dengan alasan menghindari ikhtilaf ini kemudian kita meninggalkan merayakan maulid Nabi dan tawassul dengan Nabi, maka lambat laun tradisi tersebut menjadi sirna. Maka janganlah terkecoh oleh propaganda busuk seperti ini.

Hidupkan Sunnah Rasul

Maka marilah kita hidupkan sunnah Rasul walau kita dicap sebagai ahlul bid’ah, tukang adu domba (namimah), tukang fitnah, pemecah belah ummat, dsb. Ketahuilah bahwa mereka yang mematikan sunnah Rasul itulah yang memisahkan diri dari Al-Jama’ah. Jika mereka mematikan sunnah, lalu bagaimana mereka akan disebut sebagai Ahlus Sunnah?

Hidupkanlah sunnah dan sadarkanlah mereka yang mematikan sunnah walau Anda dicap munafiq oleh mereka. Janganlah Anda lemah hanya karena celaan mereka. Sungguh, menghidupkan sunnah di zaman seperti ini akan dibalas dengan pahala syahid.

Komentar

2 tanggapan untuk “Mematikan Sunnah Rasul”

  1. Avatar Rozy

    Shollu ‘alannabiy Muhammad !

    Allohumma sholli wa sallim wa barik ‘alayh wa ‘alaa aalih.
    Semoga Anda lebih memahami bagaimana mereka bersikap seolah2 mereka itu baik2 saja, padahal mereka itu telah jelas2 mematikan sunnah Rasul.

  2. Avatar susanto
    susanto

    yang ane tahu bos ke 4 mazhab ga harus dipake yang benar niiih bos pake quran n hadist…hadist bukhori, nasai, muslim, tirmidzi dsb karena banyak dari 4 mazhab ntu menyimpang dari hadist….oke bro..karena kebanyakan ngaku mempelajari hadist tapi gak tahu bentuk hadist…weleh weleh weleh …..

    Astaghfirullah…
    Banyak dari 4 madzhab itu menyimpang dari hadits?
    Masya Allah…
    Anda mungkin merasa sebagai pemuda yg pintar dan terbaik di bidang agama
    Padahal anda adalah orang yg lemah aqal
    Anda membaca Al-Qur`an tetapi tak sampai melewati kerongkongan Anda.
    Anda tahu siapa itu Imam Bukhori? Kapan beliau lahir? Kepada siapa beliau belajar hadits?
    Saya tahu bahwa ustadz2 Anda telah memvonis sesat Imam ibnu Hajar Atsqolani, tetapi Anda memvonis bahwa 4 madzhab telah menyimpang dari hadits? Ustadz2 Anda mungkin bangga terhadap Anda.

Tinggalkan Balasan ke susanto Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *