Mustahil Itu Mengkuduskan

Allah dapat dikenal oleh aqal, dan Alkitab setuju akan hal ini. Maka kasihilah Allah, tidak hanya dengan hati, tetapi juga dengan aqal budi. Sembahlah Ilah yang kau kenal sifat-Nya sehingga engkau tak terjebak pada Ilah palsu. Jangan kau menyembah sesuatu yang tidak kau kenal sifatnya.

Dapat dikenal oleh aqal tak berarti dibatasi oleh aqal. ‘Mustahil’ tidak selalu berarti tidak sanggup. ‘Mustahil’ bisa berarti pembersihan dari sifat yg tidak pantas. Mustahil Allah memerlukan makhluq-Nya, Allah tak butuh makan untuk bertahan hidup, Allah Mahahidup tanpa membutuhkan makhluq-Nya.

Mustahil Allah dibatasi, itu benar. Mustahil Allah dibatasi ruang dan waktu. Bukankah Nabi Sulaiman yang sangat mengenal Allah telah berkata, “Bahkan langit yang mengatasi langit tak dapat menampung engkau.”

Mustahil Allah menciptakan batu yang sangat besar dan sangat berat hingga Dia sendiri tak dapat memindahkannya. Mustahil Allah mengantuk dan tidur. Mustahil Allah merasa lelah. Mustahil Allah ketakutan setengah mati. Mustahil Allah mengalami kematian.

Mengapa Ibrahim tak mau menyembah matahari? Karena matahari dapat dihalangi oleh benda lain. Apakah engkau akan menyembah sesuatu yang dapat dikalahkan makhluq walau sesaat?

Engkau akan menyembah sesuatu yang dapat dikalahkan rasa kantuk sehingga ia tertidur, atau yang dikalahkan rasa lapar sehingga membutuhkan makhluq untuk diambil manfaatnya? Itu bukanlah sifat Tuhan. Aku dapat mengenal Tuhan dari sifat-Nya.

Aku menyembah Ilah yang aku kenal mempunyai sifat yang pantas bagi-Nya dan tidak melekat pada-Nya sifat yang mustahil ada pada-Nya. Aku menyembah Ilah yang aku kenal. Sedangkan Yesus bukanlah yang aku kenal sebagai Ilah.

Ilah yang aku kenal tidaklah merasa lelah ataupun mengantuk. Ilahku tidak tidur dan tidak lapar. Ilahku tidak melahirkan tidak pula dilahirkan. Ilahku bukanlah manusia bukan pula anak manusia.

Bacalah Al-Quran dan Alkitab, maka engkau akan temukan sifat-sifat Ilahnya Isa, Ilahnya Musa, dan Ilahnya Ibrahim. Kenalilah Ilahnya Yesus, yang kepada-Nya Yesus telah menyembah, bersujud dan berdoa.

Sesungguhnya Allah Yang kaya dari pada alam semesta. [QS. Al-Ankabut: 6]

Allah Mahakaya dan tidak membutuhkan makhluqnya, tidak membutuhkan alam semesta, tidak membutuhkan makanan, udara, air, atau apa pun.

Allah berbuat seperti apa yang Dia Kehendaki. [QS. Al-Buruj: 16]

Allah itu tidak membutuhkan petunjuk dari yang lainnya. Sedangkan Yesus memerlukan pengajaran dari Allah dan mengikuti Kehendak Allah.

Yohanes 4:34 Kata Yesus kepada mereka: “Makananku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakimanku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.

Yohanes 6:38 Sebab aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendakku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus aku.

Baik Yahya, Isa, maupun para nabi Allah lainnya, mereka semua diutus dari sorga untuk melakukan kehendak Allah yang mengutus mereka.

Yohanes 4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Bangsa Yahudi di sini tentunya bangsa Yahudi yang monotheis yang masih menjunjung hukum Taurat yang murni.

Mazmur 84:3 Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

Sifat Allah adalah “yang hidup”, Allah bukanlah “yang mati” dan tak mungkin mati. Mahasuci Allah dari mengalami kematian walau sesaat.

1Raja-raja 8:27 Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.

Bilangan 23:19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

Allah itu bukan manusia, mustahil Allah itu manusia, mustahil Allah itu berdusta, mustahil Allah itu menyesal. Ataukah Anda mau katakan bahwa Allah Mahakuasa untuk berdusta?

Tiada yang serupa dengan Dia sesuatu pun. [QS. Asy-Syura: 11]

Keluaran 9:14 tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi.

Yesaya 40:18 Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?

Dan Allah terhadap tiap sesuatu adalah Mahamengetahui. [QS. Al-Hujurat: 16]

Yesaya 40:14 Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?

Tuhan tidak meminta petunjuk dari yang selain Dia dan tidak pula ia belajar. Belajar adalah dari tidak tahu menjadi tahu, sedangkan Tuhan adalah yang Mahatahu tanpa belajar, bahkan Dialah yang memberi kita pengetahuan. Sedangkan Yesus itu menjalani proses belajar. Mustahil Allah itu pernah bodoh lalu belajar untuk menjadi Mahatahu.

Masih banyak ayat-ayat Al-Qur`an dan Alkitab yang memberi kita pengenalan akan sifat-sifat Ilah yang sebenarnya. Mereka yang menyembah ilah-ilah selain Ilah yang diperkenalkan oleh para nabi Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang tertipu yang telah menyembah ilah yang tidak dikenal para Nabi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *