Pilih yang Asli

Semua orang Kristen percaya bahwa Alkitab memang karangan manusia. Tidak ada yang menyangkal ini. Namun tidak semua Kristiani rela untuk berkata bahwa Alkitab itu tidak otentik walau telah banyak pakar Alkitab menyatakan demikian.

Pakar Alkitab dari luar negeri dan juga dari dalam negeri, bahkan Lembaga Alkitab Indonesia, telah mengakui bahwa Alkitab yang ada saat ini pasti berbeda dengan Alkitab pada masa awal. Ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa Alkitab tidaklah otentik. Bahkan Alkitab pada masa awal juga dikarang oleh manusia yang bisa saja salah.

Hal ini jauh berbeda dengan Al-Qur`an yang memang wahyu dari Allah dan terjaga keasliannya. Walau sebagian manusia mengatakan bahwa Al-Qur`an itu hanyalah karangan Nabi Muhammad, namun pernyataan itu tidak timbul kecuali dari rasa benci mereka dan bukan dari penelitian yang benar.

Orang yang benar-benar meneliti Al-Qur`an akan melihat bahwa Al-Qur`an tidak mengalami pengeditan, pengubahan, pengurangan, penambahan, dan pengubahan lainnya. Al-Qur`an yang ada saat ini sama dengan Al-Qur`an yang diterima oleh Nabi Muhammad dari Allah SWT dan diajarkan kepada para shahabatnya. Orang yang jujur juga akan mengakui bahwa Al-Qur`an tidak memuat kontradiksi dan bahkan Al-Qur`an sangat sesuai dengan ilmu pengetahuan modern.

Sementara itu, Dr. Welter Lempp menyatakan, “Susunan semesta alam yang diuraikan dalam Kitab Kejadian pasal I tidak dapat dibenarkan lagi oleh ilmu pengetahuan modern. Pandangan kitab Kejadian pasal I dan seluruh Alkitab tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan zaman.”

Adapun Dr. R. Soedarmo menyatakan, “Dengan memandang bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan.” (Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47).
Dr. R. Soedarmo juga menyatakan, “Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan antara lain Surat Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram” (Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal. 49)

Setelah melihat semua hasil penelitian para pakar, masihkah kita akan lebih mengunggulkan Alkitab dari Al-Qur`an? Mungkin Kristiani masih berkata bahwa Nabi Muhammad adalah pengarang Al-Qur`an. Tetapi Alkitab mereka juga karangan manusia. Namun keunggulan Al-Qur`an adalah keotentikannya dan kesesuaian ayat-ayatnya serta relevansinya dengan imu pengetahuan modern. Dengan menyatakan bahwa Al-Qur`an itu karangan Nabi Muhammad, berarti mereka mengakui bahwa Nabi Muhammad lebih jenius daripada para pengarang Alkitab. Padahal para pengarang Alkitab itu jumlahnya banyak dan punya pengalaman ratusan tahun. Namun dapat dikalahkan oleh Nabi Muhammad yang tidak bisa baca-tulis, yang artinya beliau terputus dari informasi ratusan tahun itu.

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang (kualitasnya) semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. [QS. Al-Baqoroh: 23-24]

Peliharalah dirimu dengan beriman kepada Allah, kepada Al-Qur`an dan kepada Nabi Muhammad. Bersaksilah bahwa tidak ada yang pantas disembah kecuali Allah. Akuilah bahwa Al-Qur`an itu memang firman Allah yang suci. Bersaksilah bahwa Nabi Muhammad memang utusan Allah. Maka bagimu surga yang mengalir sungai-sungai yang indah di dalamnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *