Penulis: adminSN

  • Perjanjian Allah dengan Ibrahim

    Tuhan telah berjanji kepada Ibrahim sebelum Ibrahim mempunyai keturunan. Dalam kitab Kejadian 12:2-3 dikatakan:
    Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (lebih…)

  • Paulus dan Injil Gnostik

    Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? (Galatia 3:1)

    Apakah Paulus menyaksikan Yesus disalib? Apakah Paulus pernah melihat wajah Yesus sebelum ia mengaku telah dipilih Yesus dalam penampakan? Paulus tidak punya pengetahuan yang dapat dipertanggung-jawabkan dalam hal ini. Pengetahuan Paulus atas penyaliban Yesus adalah pengetahuan yang meragukan, karena dia sebenarnya tidak menyaksikan penyaliban Yesus. Dia tidak benar-benar tahu apakah Yesus itu benar disalib atau tidak. (lebih…)

  • Paulus vs Murid Yesus

    Paham Trinitas hanyalah salah satu paham yang berkembang di masyarakat pada abad-abad awal Masehi. Paham lain yang juga berkembang adalah paham Unitas (Tauhid) yang pada abad keempat dibela oleh Arius dan para pendukungnya. Lalu mengapa Kaisar Konstantin memilih Trinitas? Apakah karena Trinitas itu adalah kebenaran sejati? Melihat latar belakang Kaisar yang pagan, kami tidak heran jika kaisar lebih memilih Trinitas daripada Unitas. (lebih…)

  • Bersabarlah Hingga Berjumpa Aku

    Pada Hujjatul Wada’, hajji perpisahan, dimana Rasul saw keluar dari Madinatul Munawwarah pada tanggal 25 Dzulqa’dah tahun 11 Hijriah dalam pendapat lain tahun 10 Hijriah keluarlah beliau bersama para sahabat untuk melakukan Haji. Haji itu disebut Hujjatul Wada (Haji perpisahan) karena itulah haji yang pertama dan haji yang terakhir yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

    (lebih…)

  • Nabiyur Rahmah

    Disifatkan di dalam taurat tentang kemuliaan Sang Nabi dari sifat-sifat beliau. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari “Wa laa yadfa’us-sayyi’atu bis-sayyi’ah” Rasul saw itu tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, akan tetapi beliau saw memaafkan dan mengampuni. Inilah budi pekerti manusia yang paling mulia, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, bahkan semakin jahat musuhnya semakin lembut beliau, bahkan semakin keras keinginan Beliau mendoakan mereka dan mengajak kepada keluhuran, “wa laakin ya’fu wayaghfir”, Beliau memaafkan dan mengampuni.

    (lebih…)

  • Kuil Cinta

    Para Sahabat radhiyallahu’anhum dan para pengikutnya, dan para Shalihin dan Muqarrabien, mereka menginginkan kebersamaan selalu dengan mausia yang paling dekat kepada Allah, yaitu Sayyidina Muhammad saw. Mengapa? Karena mereka merasakan kelezatan saat mereka bersama Nabi Muhammad saw. Mereka merasakan puncak kekhusyuan saat mereka bersama Nabi Muhammad saw dan mereka tidak merasakan kelezatan hidup melebihi saat-saat mereka bersama Rasulullah saw.

    (lebih…)

  • Isa dan Adam

    Adam tercipta tanpa dilahirkan manusia manapun, tanpa persetubuhan dari manusia manapun, berarti Adam bukanlah manusia biasa. Adam manusia istimewa, tercipta tanpa ayah dan tanpa ibu, tak mempunyai silsilah. Rohnya juga berasal dari Allah (min Ruhillah). Roh Yesus juga berasal dari Allah. Roh kita juga berasal dari Allah. Kalau bukan dari Allah, lalu siapa yang menciptakan roh kita selain Allah? (lebih…)

  • Isa dan Adam

    Adam tercipta tanpa dilahirkan manusia manapun, tanpa persetubuhan dari manusia manapun, berarti Adam bukanlah manusia biasa. Adam manusia istimewa, tercipta tanpa ayah dan tanpa ibu, tak mempunyai silsilah. Rohnya juga berasal dari Allah (min Ruhillah). Roh Yesus juga berasal dari Allah. Roh kita juga berasal dari Allah. Kalau bukan dari Allah, lalu siapa yang menciptakan roh kita selain Allah?

    Penciptaan Adam tercatat jelas dalam Alkitab dan dalam Al-Qur`an:
    Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS. Ali ‘Imran: 59)

    Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh-Ku (ruuhii), maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (menghormat kepada Adam sebagai wakil Allah di muka bumi). (QS. Al-Hijr: 29)

    Allah tidak meletakkan kalimat-Nya, yaitu “Jadilah!”, pada rahim siapa pun ketika menciptakan Adam, tetapi Dia langsung mengatakan kalimat itu kepada Adam. Maka jadilah Adam.

    Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan tiupan/roh dari-Nya (ruuhum minHu). Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS. An-Nisaa: 171)

    Anda tahu mengapa ruh disebut ruh? Ruh secara bahasa berarti tiupan, sesuatu yang ditiup, sesuatu yang berhembus, angin. Mungkin itulah sebabnya orang Kristen mengistilahkannya dengan nafas. Ruh disebut ruh karena dia dimasukkan ke dalam jasad dengan ditiupkan, dengan dihembuskan.

    Dalam ayat itu dikatakan ‘kalimat-Nya yang Dia letakkan’, jadi jelas bukan Allah yang diletakkan dalam rahim, tetapi ketetapan-Nya, kehendak-Nya untuk mencipta. Dia tidak butuh siapa pun ketika mencipta Adam, maka Dia juga sanggup mencipta manusia tanpa benih dari laki-laki. Misal penciptaan Isa adalah seperti penciptaan Adam. Tetapi penciptaan Adam lebih luar biasa lagi, tanpa ayah, tanpa ibu. Allah langsung berkalam: “Jadilah!”. Dengan logos Tuhan… Adam dijadikan. Tanpa benih siapa pun, tanpa rahim siapa pun. LUAR BIASA!

    Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh-Nya (ruhiH), dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS. As-Sajdah: 7-9)

    Lihat ayat di atas, ruh yang ditiupkan ke dalam jasad kita adalah ruhiHi, ‘Hi’ disini berarti Dia, yaitu Allah. Kenapa? Karena ruhku dan ruhmu, ruh Adam dan ruh Isa, ruh dari segala makhluq hidup adalah milik Allah. Allah adalah pemilik alam semesta, langit dan bumi, ruh dan jasad kita. Segala sesuatu adalah milik-Nya.

    Katakanlah: “Ruhul Qudus menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (muslimin)”. (QS. An-Nahl: 102)

    Silahkan Anda menyebut Isa sebagai manusia suci, karena semua nabi, semua rasul, mereka semua adalah manusia suci (saint). Namun sesuci apa pun manusia, manusia tetaplah manusia. Janganlah Anda menganggapnya sebagai Tuhan. Anggapan orang Kristen terhadap Yesus adalah anggapan yang bathil.

    Hai Ahli Kitab, marilah berpegang kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.

    (david servetus)

  • ISLAMLAH ANDA

    Islam berdasarkan bahasa berarti tunduk, patuh, berserah, menyerahkan diri, selamat, damai. Muslim, berarti orang yang Islam, orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah, orang yang tunduk patuh kepada Allah, orang yang ‘bertekuk-lutut’ di hadapan Allah. (lebih…)

  • LAA ILAAHA ILLALLAAH

    Tiada yang pantas disembah kecuali Allah
    Ia menciptakan pohon dan tumbuhan
    Ia menciptakan lebah dan burung-burung
    Ia menciptakan laut dan samudra (lebih…)