Penulis: adminSN

  • TELAH DATANG ROH KEBENARAN

    Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS. Ash-Shaff: 6)

    Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (Yohanes 16:13)

    Jikalau Penghibur (Parakletos) itu datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang aku. (Yohanes 15:26)

    Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (Yohanes 16:7)

    Yesus telah menubuatkan tentang datangnya Roh Kebenaran atau Penghibur (Parakletos). ‘Roh’ bisa berarti malaikat, bisa berarti setan (yang biasa disebut roh jahat), bisa berarti nabi. Jika yang dimaksud dengan roh di sini adalah roh kudus, maka hal itu tidaklah mungkin. Karena pada Yohanes 16:7 di atas dijelaskan bahwa Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa itu baru akan datang setelah Yesus pergi, sedangkan roh kudus telah datang dan menemani Yesus dalam da’wahnya. Yesus mengatakan ‘pergi’ bukan mati. Karena sesungguhnya Yesus diangkat ke langit bersama 4 malaikat. Kemudian Allah mengubah seseorang menjadi mirip dengan Yesus dalam hal rupa dan suara. Jadi bukan Yesus yang mati di tiang salib.

    Maka jelaslah bahwa ‘roh’ di sini berarti nabi. Siapakah nabi yang dimaksud? Tentu Nabi tersebut mempunyai ciri-ciri yang telah diceritakan oleh Yesus dan para Nabi sebelumnya. Dalam Yohanes 16:13 dikatakan bahwa Nabi yang akan datang itu adalah Nabi Kebenaran yang membawa kebenaran dan memimpin manusia kepada kebenaran. Nabi itu adalah Nabi Muhammad saaw.

    Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS. Al-Isra`: 81)

    Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa`: 170)

    Dalam Yohanes 15:26 dikatakan bahwa Roh itu adalah ‘Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa’. Dalam Al-Qur`an istilah ini menjadi ‘cahaya dari Allah’.

    Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya (roh kebenaran yang keluar) dari Allah, dan kitab yang menerangkan. (QS. Al-Maidah: 15)

    Dalam Yohanes 15:26 dikatakan bahwa Nabi itu adalah seorang ‘Penghibur’ (Parakletos), pembawa berita gembira, pembawa berita penghiburan. Dan Penghibur itu akan bersaksi tentang Nabi Isa.

    Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syari`at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan: “Tidak datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan”. Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira (parakletos) dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Maidah: 19)

    Diriwayatkan daripada Ubadah bin As-Somit r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Sesiapa yang mengucap Dua Kalimah Syahadat, yaitu: “Aku bersaksi bahwa tidak ada yang pantas disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah,” dan bersaksi bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah, anak hambanya dan kalimah Allah, yaitu Nabi Isa as dijadikan oleh Allah tidak berbapa hanya dengan kalimah KUN yang berarti jadilah engkau maka jadilah dia, yang disampaikan kepada Mariam dan juga tiupan roh daripadaNya, serta bersaksi bahwa balasan Syurga adalah pasti begitu juga balasan Neraka adalah pasti; niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam Syurga melalui salah satu dari lapan pintu Syurga sebagaimana yang dikehendakinya. (HR. Bukhori, Muslim, dan Ahmad)

    Dalam Yohanes 16:13 dikatakan bahwa Roh itu tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri, melainkan apa yang didengarnya (diwahyukan kepadanya) dari Allah. Dalam Al-Qur`an, Allah menyifatkan Nabi Muhammad saw dengan demikian:

    Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (QS. An-Najm: 4)

    Dalam Yohanes 16:13 dikatakan bahwa Roh itu akan memberitakan hal-hal yang akan datang. Nabi Muhammad saaw di dalam banyak hadits telah menubuatkan tentang kejadian yang akan datang, baik kejadian yang kemudian disaksikan para shahabat, maupun kejadian yang baru akan disaksikan oleh generasi setelahnya, bahkan mengenai tanda-tanda akhir zaman, tentang hari berbangkit, tentang hari pengadilan, dan sebagainya.

    Maka jelaslah bahwa Roh Kebenaran atau penghibur yang dijanjikan itu tidak lain adalah Nabi Muhammad Rasulullah saaw.

    Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. Ali ‘Imran: 64)

    Lihat juga:
    Paraclete Bukanlah Roh Kudus

  • Nama Para Nabi Tertulis dalam Prasasti Ebla

    Berasal dari masa sekitar 2500 SM (1500 tahun sebelum Taurat), prasasti Ebla memberikan keterangan teramat penting mengenai sejarah agama-agama. Sisi terpenting mengenai prasasti Ebla, yang ditemukan para ahli arkeologi pada tahun 1975 dan yang sejak itu telah menjadi pokok bahasan dari banyak penelitian dan perdebatan, adalah terdapatnya nama tiga orang nabi yang disebutkan dalam kitab-kitab suci.

    Penemuan prasasti Ebla setelah ribuan tahun dan informasi yang dikandungnya sungguh sangat penting dari sudut pandang perannya dalam memperjelas letak geografis kaum-kaum yang disebutkan dalam Al Qur’an.

    Sekitar 2500 SM, Ebla adalah sebuah kerajaan yang meliputi suatu wilayah yang di dalamnya termasuk ibukota Syria, Damaskus, dan Turki bagian tenggara. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bidang kebudayaan dan ekonominya, namun setelah itu, sebagaimana yang menimpa banyak peradaban besar, menghilang dari panggung sejarah. Tampak dari catatan yang terawetkan tersebut bahwa Kerajaan Ebla merupakan pusat utama kebudayaan dan perdagangan di masanya.(1) Penduduk Ebla memiliki sebuah peradaban yang membangun lembaga-lembaga arsip negara, mendirikan perpustakaan-perpustakaan dan mencatat aneka perjanjian perdagangan secara tertulis. Mereka bahkan memiliki bahasa mereka sendiri, yang disebut sebagai Eblaite.

    Sejarah Agama-Agama Zaman Dahulu

    Peran penting sesungguhnya Kerajaan Ebla, yang dianggap sebagai sebuah keberhasilan besar bagi arkeologi klasik ketika pertama kali ditemukan di tahun 1975, mengemuka dengan ditemukannya sekitar 20.000 prasasti dan penggalan tulisan paku. Naskah ini empat kali lebih banyak daripada seluruh naskah bertulisan paku yang diketahui para arkeolog selama 3.000 tahun terakhir.

    Ketika bahasa yang digunakan dalam prasasti-prasasti tersebut diterjemahkan oleh seorang berkebangsaan Italia Giovanni Pettinato, penerjemah naskah-naskah kuno dari Universitas Roma, nilai penting prasasti tersebut semakin dipahami. Alhasil, penemuan Kerajaan Ebla dan kumpulan naskah negara yang luar biasa tersebut tidak hanya menarik perhatian di bidang arkeologi, tapi juga bagi kalangan agamawan. Hal ini dikarenakan selain nama-nama seperti Mikail (Mi-ka-il) dan Thalut (Sa-u-lum), yang berperang bersama Nabi Dawud, prasasti-prasasti ini juga menuliskan nama-nama nabi yang disebutkan di dalam tiga kitab suci: Nabi Ibrahim (Ab-ra-mu), Nabi Dawud (Da-u-dum) dan Nabi Ismail (Ish-ma-il). (2)

    Pentingnya Nama-Nama yang Disebut dalam Prasasti Ebla

    Nama para nabi yang ditemukan dalam prasasti Ebla memiliki nilai teramat penting karena ini adalah kali pertama nama-nama tersebut dijumpai dalam naskah bersejarah setua itu. Informasi ini, yang berasal dari zaman 1500 tahun sebelum Taurat, sangatlah mengejutkan. Kemunculan nama Nabi Ibrahim di dalam prasasti tersebut menyatakan secara tertulis bahwa Nabi Ibrahim dan agama yang dibawanya telah ada sebelum Taurat.

    Para sejarawan mengkaji prasasti Ebla dari sudut pandang ini, dan penemuan besar tentang Nabi Ibrahim dan misi yang diembannya menjadi bahan penelitian dalam kaitannya dengan sejarah agama-agama. David Noel Freedman, arkeolog dan peneliti Amerika mengenai sejarah agama-agama, melaporkan berdasarkan penelitiannya nama-nama nabi seperti Ibrahim dan Ismail di dalam prasasti tersebut. (3)

    Nama-Nama Lain di dalam Prasasti

    Sebagaimana disebutkan di atas, nama-nama yang ada di dalam prasasti adalah nabi-nabi yang disebutkan di dalam tiga kitab suci, dan prasasti tersebut jauh lebih tua daripada Taurat. Selain nama-nama ini terdapat pula hal-hal lain dan nama-nama tempat di dalam prasasti tersebut, yang dengannya dapat diketahui bahwa penduduk Ebla adalah para pedagang yang sangat berhasil. Nama Sinai, Gaza dan Yerusalem, yang tidak terlalu jauh letaknya dari Ebla, juga terdapat di dalam tulisan tersebut, yang menunjukkan bahwa penduduk Ebla memiliki hubungan yang sangat baik dengan tempat-tempat tersebut di bidang perdagangan dan kebudayaan. (4)

    Satu rincian penting yang diketahui dari prasasti tersebut adalah nama-nama wilayah seperti Sodom dan Gomorrah, tempat berdiamnya kaum Luth. Diketahui bahwa Sodom dan Gomorrah adalah sebuah wilayah di pesisir Laut Mati tempat bermukimnya kaum Luth dan tempat di mana Nabi Luth mendakwahkan risalahnya dan menyeru masyarakat untuk hidup mengikuti nilai-nilai ajaran agama. Selain dua nama ini, kota Iram, yang tercantum di dalam ayat-ayat Al Qur’an, juga di antara yang tersebut di dalam prasasti Ebla.

    Sisi paling penting untuk dicermati dari nama-nama ini adalah bahwa selain dari naskah-naskah yang disampaikan oleh para nabi, nama-nama tersebut belum pernah muncul di dalam naskah mana pun sebelumnya. Ini adalah bukti tertulis penting yang menunjukkan bahwa para nabi yang medakwahkan risalah satu agama yang benar di masa itu telah mencapai wilayah-wilayah tersebut. Dalam sebuah tulisan di majalah Reader’s Digest, tercatat di masa itu bahwa terdapat pergantian agama dari penduduk Ebla selama masa pemerintahan Raja Ebrum dan bahwa masyarakat mulai menambahkan imbuhan di depan nama-nama mereka dalam rangka meninggikan nama Tuhan Yang Mahakuasa.

    Janji Allah Adalah Benar…

    Sejarah Ebla dan prasasti Ebla yang ditemukan setelah 4.500 tahun sesungguhnya mengarahkan kepada satu kebenaran yang teramat penting: Allah telah mengirim utusan-utusan kepada penduduk Ebla, sebagaimana yang Dia lakukan ke setiap kaum, dan para utusan ini menyeru kaum mereka kepada agama yang benar.

    Sebagian orang memeluk agama yang sampai kepada mereka sehingga mereka berada di jalan yang benar, sedangkan yang lain menentang risalah para nabi dan lebih memilih kehidupan yang nista. Tuhan, Penguasa langit dan bumi, dan segala sesuatu di antara keduanya, mewahyukan kenyataan ini dalam Al Qur’an:

    Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An Nahl, 16: 36)

    ——————————————————————————–

    Daftar pustaka:
    1) “Ebla”, Funk & Wagnalls New Encyclopaedia, © 1995 Funk & Wagnalls Corporation, Infopedia 2.0, SoftKey Multimedia Inc.
    2) Howard La Fay, “Ebla: Splendour of an Unknown Empire,” National Geographic Magazine, December 1978, h. 736; C. Bermant and M. Weitzman, Ebla: A Revelation in Archaeology, Times Books, 1979, Wiedenfeld and Nicolson, Great Britain, h. 184.
    3) Bilim ve Teknik magazine (Science and Technology), No. 118, September 1977 and No. 131 October 1978
    4) For detailed information, please see Harun Yahya’s Miracles of the Qur’an.

    (pesanharunyahya.com)

  • LUBANG HITAM

    Abad ke-20 menyaksikan banyak sekali penemuan baru tentang peristiwa alam di ruang angkasa. Salah satunya, yang belum lama ditemukan, adalah Black Hole [Lubang Hitam]. Ini terbentuk ketika sebuah bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakarnya ambruk hancur ke dalam dirinya sendiri, dan akhirnya berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan kerapatan tak hingga dan volume nol serta medan magnet yang amat kuat. Kita tidak mampu melihat lubang hitam dengan teropong terkuat sekalipun, sebab tarikan gravitasi lubang hitam tersebut sedemikian kuatnya sehingga cahaya tidak mampu melepaskan diri darinya. Namun, bintang yang runtuh seperti itu dapat diketahui dari dampak yang ditimbulkannya di wilayah sekelilingnya. Di surat Al Waaqi’ah, Allah mengarahkan perhatian pada masalah ini sebagaimana berikut, dengan bersumpah atas letak bintang-bintang:

    Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (QS. Al Waaqi’ah, 56: 75-76)

    Istilah “lubang hitam” pertama kali digunakan tahun 1969 oleh fisikawan Amerika John Wheeler. Awalnya, kita beranggapan bahwa kita dapat melihat semua bintang. Akan tetapi, belakangan diketahui bahwa ada bintang-bintang di ruang angkasa yang cahayanya tidak dapat kita lihat. Sebab, cahaya bintang-bintang yang runtuh ini lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari sebuah lubang hitam disebabkan lubang ini merupakan massa berkerapatan tinggi di dalam sebuah ruang yang kecil. Gravitasi raksasanya bahkan mampu menangkap partikel-partikel tercepat, seperti foton [partikel cahaya]. Misalnya, tahap akhir dari sebuah bintang biasa, yang berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir setelah nyala apinya padam dan mengalami keruntuhannya sebagai sebuah lubang hitam bergaris tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil)! Lubang hitam berwarna “hitam”, yang berarti tertutup dari pengamatan langsung. Namun demikian, keberadaan lubang hitam ini diketahui secara tidak langsung, melalui daya hisap raksasa gaya gravitasinya terhadap benda-benda langit lainnya. Selain gambaran tentang Hari Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga merujuk pada penemuan ilmiah tentang lubang hitam ini:

    Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan (QS. Al Mursalaat, 77: 8)

    Selain itu, bintang-bintang bermassa besar juga menyebabkan terbentuknya lekukan-lekukan yang dapat ditemukan di ruang angkasa. Namun, lubang hitam tidak hanya menimbulkan lekukan-lekukan di ruang angkasa tapi juga membuat lubang di dalamnya. Itulah mengapa bintang-bintang runtuh ini dikenal sebagai lubang hitam. Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam ayat tentang bintang-bintang, dan ini adalah satu bahasan penting lain yang menunjukkan bahwa Al Qur’an adalah firman Allah:

    Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)

    PULSAR: BINTANG BERDENYUT

    Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)

    Pulsar adalah sisa-sisa bintang padam yang memancarkan gelombang radio teramat kuat yang menyerupai denyut, dan yang berputar pada sumbunya sendiri dengan sangat cepat. Telah dihitung bahwa terdapat lebih dari 500 pulsar di galaksi Bima Sakti, yang di dalamnya terdapat Bumi kita.

    Kata “Thaariq,” nama surat ke-86, berasal dari akar kata “tharq,” yang makna dasarnya adalah memukul dengan cukup keras untuk menimbulkan suara, atau menumbuk. Dengan mempertimbangkan arti yang mungkin dari kata tersebut, yakni “berdenyut/berdetak,” “memukul keras,” perhatian kita mungkin diarahkan oleh ayat ini pada sebuah kenyataan ilmiah penting. Sebelum menelaah keterangan ini, marilah kita lihat kata-kata selainnya yang digunakan dalam ayat ini untuk menggambarkan bintang-bintang ini. Istilah “ath-thaariqi” dalam ayat di atas berarti sebuah bintang yang menembus malam, yang menembus kegelapan, yang muncul di malam hari, yang menembus dan bergerak, yang berdenyut/berdetak, yang menumbuk, atau bintang terang. Selain itu, kata “wa” mengarahkan perhatian pada benda-benda yang digunakan sebagai sumpah – yakni, langit dan Ath Thaariq.

    Melalui penelitian oleh Jocelyn Bell Burnell, di Universitas Cambridge pada tahun 1967, sinyal radio yang terpancar secara teratur ditemukan. Namun, hingga saat itu belumlah diketahui bahwa terdapat benda langit yang berkemungkinan menjadi sumber getaran atau denyut/detak teratur yang agak mirip pada jantung. Akan tetapi, pada tahun 1967, para pakar astronomi menyatakan bahwa, ketika materi menjadi semakin rapat di bagian inti karena perputarannya mengelilingi sumbunya sendiri, medan magnet bintang tersebut juga menjadi semakin kuat, sehingga memunculkan sebuah medan magnet pada kutub-kutubnya sebesar 1 triliun kali lebih kuat daripada yang dimiliki Bumi. Mereka lalu paham bahwa sebuah benda yang berputar sedemikian cepat dan dengan medan magnet yang sedemikian kuat memancarkan berkas-berkas sinar yang terdiri dari gelombang-gelombang radio yang sangat kuat berbentuk kerucut di setiap putarannya. Tak lama kemudian, diketahui juga bahwa sumber sinyal-sinyal ini adalah perputaran cepat dari bintang-bintang neutron. Bintang-bintang neutron yang baru ditemukan ini dikenal sebagai “pulsar.” Bintang-bintang ini, yang berubah menjadi pulsar melalui ledakan supernova, tergolong yang memiliki massa terbesar, dan termasuk benda-benda yang paling terang dan yang bergerak paling cepat di ruang angkasa. Sejumlah pulsar berputar 600 kali per detik.1

    Kata “pulsar” berasal dari kata kerja to pulse . Menurut kamus American Heritage Dictionary, kata tersebut berarti bergetar, berdenyut. Kamus Encarta Dictionary mengartikannya sebagai berdenyut dengan irama teratur, bergerak atau berdebar dengan irama teratur yang kuat. Lagi menurut Encarta Dictionary, kata ” pulsate “, yang berasal dari akar yang sama, berarti mengembang dan menyusut dengan denyut teratur yang kuat.

    Menyusul penemuan itu, diketahui kemudian bahwa peristiwa alam yang digambarkan dalam Al Qur’an sebagai “thaariq,” yang berdenyut, memiliki kemiripan yang sangat dengan bintang-bintang neutron yang dikenal sebagai pulsar.

    Bintang-bintang neutron terbentuk ketika inti dari bintang-bintang maharaksasa runtuh. Materi yang sangat termampatkan dan sangat padat itu, dalam bentuk bulatan yang berputar sangat cepat, menangkap dan memampatkan hampir seluruh bobot bintang dan medan magnetnya. Medan magnet amat kuat yang ditimbulkan oleh bintang-bintang neutron yang berputar sangat cepat ini telah dibuktikan sebagai penyebab terpancarnya gelombang-gelombang radio sangat kuat yang teramati di Bumi.

    Di ayat ke-3 surat Ath Thaariq istilah “an najmu ats tsaaqibu,” yang berarti yang menembus, yang bergerak, atau yang membuat lubang, mengisyaratkan bahwa Thaariq adalah sebuah bintang terang yang membuat lubang di kegelapan dan bergerak. Makna istilah “adraaka” dalam ungkapan “Tahukah kamu apakah Ath Thaariq itu?” merujuk pada pemahaman. Pulsar, yang terbentuk melalui pemampatan bintang yang besarnya beberapa kali ukuran Matahari, termasuk benda-benda langit yang sulit untuk dipahami. Pertanyaan pada ayat tersebut menegaskan betapa sulit memahami bintang berdenyut ini. (Wallaahu a’lam)

    Sebagaimana telah dibahas, bintang-bintang yang dijelaskan sebagai Thaariq dalam Al Qur’an memiliki kemiripan dekat dengan pulsar yang dipaparkan di abad ke-20, dan mungkin mengungkapkan kepada kita tentang satu lagi keajaiban ilmiah Al Qur’an.

    BINTANG SIRIUS (SYI’RA)

    Bintang Sirius [Syi’ra] muncul di Surat An Najm (yang berarti “bintang”). Bintang ganda yang membentuk bintang Sirius ini saling mendekat dengan sumbu kedua bintang itu yang berbentuk busur setiap 49,9 tahun sekali. Peristiwa alam tentang bintang ini diisyaratkan dalam ayat ke-49 dan ke-9 dari Surat An Najm.

    Ketika pengertian-pengertian tertentu yang disebutkan dalam Al Qur’an dikaji berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah abad ke-21, kita akan mendapati diri kita tercerahkan dengan lebih banyak keajaiban Al Qur’an. Salah satunya adalah bintang Sirius (Syi’ra), yang disebut dalam surat An Najm ayat ke-49:

    … dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi’ra (QS. An Najm, 53: 49)

    Kenyataan bahwa kata Arab “syi’raa,” yang merupakan padan kata bintang Sirius, muncul hanya di Surat An Najm (yang hanya berarti “bintang”) ayat ke-49 secara khusus sangatlah menarik. Sebab, dengan mempertimbangkan ketidakteraturan dalam pergerakan bintang Sirius, yakni bintang paling terang di langit malam hari, sebagai titik awal, para ilmuwan menemukan bahwa ini adalah sebuah bintang ganda. Sirius sesungguhnya adalah sepasang dua bintang, yang dikenal sebagai Sirius A dan Sirius B. Yang lebih besar adalah Sirius A, yang juga lebih dekat ke Bumi dan bintang paling terang yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Tapi Sirus B tidak dapat dilihat tanpa teropong.

    Bintang ganda Sirius beredar dengan lintasan berbentuk bulat telur mengelilingi satu sama lain. Masa edar Sirius A dan B mengelilingi titik pusat gravitasi mereka yang sama adalah 49,9 tahun. Angka ilmiah ini kini diterima secara bulat oleh jurusan astronomi di universitas Harvard, Ottawa dan Leicester.2 Keterangan ini dilaporkan dalam berbagai sumber sebagai berikut:

    Sirius, bintang yang paling terang, sebenarnya adalah bintang kembar… Peredarannya berlangsung selama 49,9 tahun. 3

    Sebagaimana diketahui, bintang Sirius-A dan Sirius-B beredar mengelilingi satu sama lain melintasi sebuah busur ganda setiap 49,9 tahun. 4

    Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah garis edar ganda berbentuk busur dari dua bintang tersebut yang mengitari satu sama lain.

    Namun, kenyataan ilmiah ini, yang ketelitiannya hanya dapat diketahui di akhir abad ke-20, secara menakjubkan telah diisyaratkan dalam Al Qur’an 1.400 tahun lalu. Ketika ayat ke-49 dan ke-9 dari surat An Najm dibaca secara bersama, keajaiban ini menjadi nyata:

    dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi’ra (QS. An Najm, 53: 49)

    maka jadilah dia dekat dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). (QS. An Najm, 53: 9)

    Penjelasan dalam Surat An Najm ayat ke-9 tersebut mungkin pula menggambarkan bagaimana kedua bintang ini saling mendekat dalam peredaran mereka. (Wallaahu a’lam). Fakta ilmiah ini, yang tak seorang pun dapat memahami di masa pewahyuan Al Qur’an, sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur’an adalah firman Allah Yang Mahakuasa.

    ——————————————————————————–

    Daftar pustaka:
    1. Double Pulsar Found,” January 9, 2004; www.atnf.csiro.au/news/press/double_pulsar/
    2. Leicester edu dept of Physics & astronomy; www.star.le.ac.uk/astrosoc/whatsup/stars.html; University of Ottowa;
    www.site.uottawa.ca:4321/astronomy/index.html#Sirius; Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics;
    http://cfa-www.harvard.edu/~hrs/ay45/Fall2002/ChapterIVPart2.pdf
    3. “Exposes Astronomiques, La troisième loi de KEPLER;” http://www.astrosurf.com/eratosthene/HTML/exposetheoastro.htm
    4. http://www.dharma.com.tr/dkm/article.php?sid=87

    (pesanharunyahya.com)

  • Stres dan Depresi: Akibat Tidak Menjalankan Agama

    “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta…” (QS. Thaahaa, 20:124)

    “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. ” (QS. Al An’aam, 6:125)

    Keengganan orang-orang yang jauh dari agama untuk taat kepada Allah menyebabkan mereka terus-menerus menderita perasaan tidak nyaman, khawatir dan stres. Akibatnya, mereka terkena berbagai ragam penyakit kejiwaan yang mewujud pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka lebih cepat mengalami kerusakan, dan mereka mengalami penuaan yang cepat dan melemah.

    Sebaliknya, karena orang-orang beriman sehat secara kejiwaan, mereka tidak terkena stres, atau berkecil hati, dan jasmani mereka senantiasa prima dan sehat. Pengaruh baik akibat ketundukan mereka kepada Allah, tawakal mereka kepada-Nya dan kepribadian kokoh mereka, kemampuan melihat kebaikan dalam segala hal, dan ridha dengan apa yang terjadi sembari berharap akan janji-Nya, tercermin dalam penampilan raga mereka. Hal ini tentu saja dialami oleh mereka yang menjalani hidupnya sesuai ajaran Al Qur’an, dan yang benar-benar memahami agama. Tentu saja mereka pun dapat menderita sakit dan pada akhirnya mengalami penuaan, namun proses alamiah ini tidak disertai dengan kerusakan pada sisi kejiwaan sebagaimana yang dialami oleh selainnya.
    Stres dan depresi, yang dianggap sebagai penyakit zaman kita, tidak hanya berbahaya secara kejiwaan, tapi juga mewujud dalam berbagai kerusakan tubuh. Gangguan umum yang terkait dengan stres dan depresi adalah beberapa bentuk penyakit kejiwaan, ketergantungan pada obat terlarang, gangguan tidur, gangguan pada kulit, perut dan tekanan darah, pilek, migrain [sakit kepala berdenyut yang terjadi pada salah satu sisi kepala dan umumnya disertai mual dan gangguan penglihatan] , sejumlah penyakit tulang, ketidakseimbangan ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan jantung, dan pembengkakan otak. Tentu saja stres dan depresi bukanlah satu-satunya penyebab semua ini, namun secara ilmiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan semacam itu biasanya bersifat kejiwaan.

    Stres, yang menimpa begitu banyak orang, adalah suatu keadaan batin yang diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat; penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi tubuh.

    Oleh karena stres yang parah, khususnya, mengubah fungsi-fungsi normal tubuh, hal ini dapat berakibat sangat buruk. Akibat stres, kadar adrenalin dan kortisol di dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-gangguan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan, penyakit pernapasan, eksim dan psoriasis [ sejenis penyakit kulit yang ditandai oleh pembentukan bintik-bintik atau daerah berwarna kemerahan pada kulit, yang tertutupi oleh lapisan tanduk berwarna perak] . Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak pada terbunuhnya sel-sel otak. Sejumlah gangguan akibat stres digambarkan dalam sebuah sumber sebagaimana berikut:

    Terdapat kaitan penting antara stres dan tegang [penegangan], serta rasa sakit yang ditimbulkannya. Penegangan yang diakibatkan stres berdampak pada penyempitan pembuluh darah nadi, gangguan pada aliran darah ke daerah-daerah tertentu di kepala dan penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut. Jika suatu jaringan mengalami kekurangan darah hal ini akan langsung berakibat pada rasa sakit, sebab suatu jaringan yang di satu sisi mengalami penegangan mungkin sedang membutuhkan darah dalam jumlah banyak dan di sisi lain telah mendapatkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-ujung saraf penerima rasa sakit. Di saat yang sama zat-zat seperti adrenalin dan norepinefrin, yang mempengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung, juga dikeluarkan. Hal ini secara langsung atau tidak langsung meningkatkan dan mempercepat penegangan otot. Demikianlah, rasa sakit berakibat pada penegangan, penegangan pada kecemasan, dan kecemasan memperparah rasa sakit.

    Akan tetapi, salah satu dampak paling merusak dari stres adalah serangan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang agresif, khawatir, cemas, tidak sabar, dengki, suka memusuhi dan mudah tersinggung memiliki peluang terkena serangan jantung jauh lebih besar daripada orang yang tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat tersebut.

    Alasannya adalah bahwa rangsangan berlebihan pada sistem saraf simpatetik [yakni sistem saraf yang mengatur percepatan denyut jantung, perluasan bronkia, penghambatan otot-otot halus sistem pencernaan makanan, dsb.], yang dimulai oleh hipotalamus, juga mengakibatkan pengeluaran insulin yang berlebihan, sehingga menyebabkan penimbunan kadar insulin dalam darah. Ini adalah permasalahan yang teramat penting. Sebab, tak satu pun keadaan yang berujung pada penyakit jantung koroner memainkan peran yang sedemikian paling penting dan sedemikian berbahaya sebagaimana kelebihan insulin dalam darah.

    Para ilmuwan telah mengetahui bahwa semakin parah tingkat stres, maka akan semakin lemahlah peran positif sel-sel darah merah di dalam darah. Menurut sebuah penelitian yang dikembangkan oleh Linda Naylor, pimpinan perusahaan alih teknologi Universitas Oxford, pengaruh negatif berbagai tingkatan stres pada sistem kekebalan tubuh kini dapat diukur.

    Terdapat kaitan erat antara stres dan sistem kekebalan tubuh. Stres kejiwaan memiliki dampak penting pada sistem kekebalan dan berujung pada kerusakannya. Saat dilanda stres, otak meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, yang melemahkan sistem kekebalan. Atau dengan kata lain, terdapat hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan tubuh dan hormon. Para pakar di bidang ini menyatakan:

    Pengkajian terhadap stres kejiwaan atau stres raga telah mengungkap bahwa selama stres berat berlangsung terjadi penurunan pada daya kekebalan yang berkaitan dengan keseimbangan hormonal. Diketahui bahwa kemunculan dan kemampuan bertahan dari banyak penyakit termasuk kanker terkait dengan stres.

    Singkatnya , stres merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia. Mengalami keadaan yang tidak normal ini secara terus-menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh. Para ahli menggolongkan dampak buruk dari stres terhadap tubuh manusia dalam sejumlah kelompok utama sebagaimana berikut:

    – Cemas dan Panik: Suatu perasaan yang menyebabkan peristiwa tidak terkendali.
    – Mengeluarkan keringat yang semakin lama semakin banyak
    – Perubahan suara: Berbicara secara gagap dan gugup
    – Aktif yang berlebihan: Pengeluaran energi yang tiba-tiba, pengendalian diabetik yang lemah
    – Kesulitan tidur: Mimpi buruk
    – Penyakit kulit: Bercak, bintik-bintik, jerawat, demam, eksim dan psoriasis .
    – Gangguan saluran pencernaan: Salah cerna, mual, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan
    – Penegangan otot: gigi yang bergesekan atau terkunci, rasa sakit sedikit tapi terus-menerus pada rahang, punggung, leher dan pundak
    – Infeksi berintensitas rendah: pilek, dsb.
    – Migrain
    – Denyut jantung dengan kecepatan yang tidak wajar, rasa sakit pada dada, tekanan darah tinggi
    – Ketidakseimbangan ginjal, menahan air
    – Gangguan pernapasan, pendek napas
    – Alergi
    – Sakit pada persendian
    – Mulut dan tenggorokan kering
    – Serangan jantung
    – Melemahnya sistem kekebalan
    – Pengecilan di bagian otak
    – Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri
    – Bingung, ketidakmampuan menganalisa secara benar, kemampuan berpikir yang rendah, daya ingat yang lemah
    – Rasa putus asa yang besar, meyakini bahwa segalanya berlangsung buruk
    – Kesulitan melakukan gerak atau diam, memukul-mukul dengan irama tetap
    – Ketidakmampuan memusatkan perhatian atau kesulitan melakukannya
    – Mudah tersinggung dan sangat peka
    – Bersikap yang tidak sesuai dengan akal sehat
    – Perasaan tidak berdaya atau tidak berpengharapan
    – Kehilangan atau peningkatan nafsu

    Kenyataan bahwa mereka yang tidak mengikuti nilai-nilai ajaran agama mengalami “stres” dinyatakan oleh Allah dalam Al Qur’an :

    “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta…” (QS. Thaahaa, 20:124)

    Dalam sebuah ayat lain, Allah telah menyatakan bahwa

    ” … hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja…” (QS. At Taubah, 9:118)

    Kehidupan yang “gelap dan sempit” ini, atau stres, nama yang diberikan di masa kini, adalah akibat ketidakmampuan orang-orang tak beriman untuk menaati nilai-nilai akhlak yang diajarkan agama. Kini, para dokter menyatakan bahwa jiwa yang tenang, damai dan penuh percaya diri sangatlah penting dalam melindungi pengaruh stres. Kepribadian yang tenang dan damai hanya dimungkinkan dengan menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur’an . Sungguh, telah dinyatakan dalam banyak Al Qur’an bahwa Allah akan memberikan “ketenangan” dalam diri orang-orang beriman. (Al Qur’an , 2:248, 9:26, 40, 48:4, 18) Janji Tuhan kita terhadap orang-orang beriman telah dinyatakan sebagaimana berikut:

    Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS, An Nahl, 16: 97)

    (www.pesanharunyahya.com)

  • Shodaqoh dan Kesyukuran

    Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (qs. Ibrahim: 7)

    Seseorang yang bershodaqoh tentu merasa bahwa Allah telah memberi dirinya rizqi yang banyak, cukup untuk dirinya, keluarga dan dapat dibagi untuk orang lain yang membutuhkan. Seakan dia berkata, “Terimakasih wahai Allah! Sungguh Engkau telah memberi aku rizqi yang banyak hingga aku bisa bershodaqoh.”

    Adapun orang yang bakhil tentu merasa bahwa rizqi yang Allah beri adalah terlalu sedikit untuk dibagi. Ini adalah bukti atas pengingkarannya (kekufurannya) terhadap rizqi dan ni’mat yang Allah beri. Seakan dia berkata, “Ya Allah! Rizqi dariMu ini sangat sedikit untuk dibagi dengan orang lain.”

    Maka orang yang bershadaqoh itu adalah orang yang bersyukur dan akan mendapatkan tambahan ni’mat dari Allah di dunia dan akhirat. Adapun orang yang bakhil lagi kufur, maka Allah mengancamnya dengan siksaan.

    Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. (Al-Lail: 5-7)

    Sebaliknya, jika kita bakhil, maka Allah akan menyiapkan bagi kita jalan yang sukar. Sukar di sini tidak selalu sukar penghidupan. Bisa saja ekonominya mapan, tetapi kita mudah sekali berbuat ma’siat dengan fasilitas yang disediakan itu. Sedangkan ma’siat itu akan menjadi jalan yang sukar bagi kita di akhirat. Bahkan sukarnya akibat ma’siat itu dapat dirasakan juga di dunia dengan adanya berbagai mushibah seperti anak yang durhaka, sakit yang berat, dlsb.

    Adapun mereka yang senang bersyukur dengan cara bershodaqoh, maka bagi mereka ada kemudahan kepada jalan yang mudah. Mudah di dunia dan juga di akhirat. Mudah beribadah, punya lingkungan yang baik, keluarga yang baik, dijaga dari mushibah, dlsb.

    Manfaat & Bentuk Shodaqoh

    Manfaat dari bershodaqoh ini dapat dirasakan di dunia dan juga di akhirat. Allah berjanji akan mencukupkan penghidupan seseorang yang bershodaqoh setiap hari. Dan Nabi telah mengajarkan kita agar bershodaqoh setiap hari di dunia ini. Orang yang bershodaqoh akan diampuni dosa-dosanya dan dilindungi dari api neraka.

    Wahai bani Adam, berinfaqlah (di jalan-Ku), niscaya Aku menafkahimu. (Hadits Qudsi)

    Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi s.a.w telah bersabda: Pada setiap hari yang terbit padanya matahari terdapat sedekah di setiap sendi manusia. Seterusnya baginda bersabda: Berlaku adil di antara dua orang manusia adalah sedekah, membantu seseorang naik ke atas binatang tunggangannya atau mengangkatkan barang-barangnya ke atas belakang binatang tunggangannya juga adalah sedekah. Rasulullah s.a.w bersabda lagi: Perkataan yang baik adalah sedekah, setiap langkah menuju sembahyang adalah sedekah dan membuang sesuatu yang berbahaya di jalan adalah sedekah (HR. Bukhori, Muslim)

    Jagalah dirimu dari api neraka walau hanya dengan sebuah kurma. (Al-Hadits)

    Bershodaqah bisa dengan apa saja. Dengan sebuah kurma, sepotong roti, uang seribu rupiah, menunjukkan jalan, membantu seseorang mengangkat barang, memungut/menyingkirkan duri dari jalanan, bahkan menafkahi anak dan istri.

    Diriwayatkan daripada Abu Mas’ud al-Badri r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Sesungguhnya seorang muslim itu apabila memberikan nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala darinya, maka nafkahnya itu dianggap sebagai sedekah. (HR. Bukhori, Muslim)

    Ingatlah bahwa “Kullu ma’rufin shodaqoh” setiap kebaikan itu merupakan shodaqoh.

  • Keni`matan Menyebut Asma Allah

    Dalam suatu hadits qudsi Allah berfirman: “Jika mereka mengingat-Ku dalam suatu kelompok, maku Aku menyebutnya dalam kumpulan yang lebih baik.”

    Ketika orang lain tenggelam dalam kelalaiannya. Ketika orang lain ‘dilalaikan’ oleh Sang Maharaja alam semesta, Anda akan diingat oleh-Nya. Anda, yang hanya sebutir debu di antara trilyunan ciptaan-Nya, disebut-sebut dan dibanggakan oleh Sang Maharaja alam semesta di hadapan para malaikat mulya.

    Jika Anda adalah pecinta Habib Munzir, atau Anda adalah pecinta Harun Yahya, lalu Anda disebut-sebut dan dibanggakan di hadapan jama’ah Majelis Rasulullah atau di situs Harun Yahya, tidakkah Anda merasa senang? Lalu bagaimana jika Anda disebut-sebut oleh Allah Sang Maharaja alam semesta? Diantara trilyunan makhluq-Nya, Sang Maharaja mengingat Anda, merindukan Anda, membangga-banggakan Anda. Tentu Anda akan merasa sangat-sangat senang sekali. Anda, makhluq hina yang pebuh dosa, disebut-sebut oleh Yang Mahasuci lagi Mahaluhur.

    Hal ini mungkin saja, apabila Anda mau mengingat-Nya. Jika Anda mengingat-Nya bersama suatu jama’ah, maka Dia mengingat Anda bersama para malaikat mulya.

    Keni`matan Menyebut Asma Allah (Ceramah Habib Umar Al-Hafizh)

  • Kumpulan Qoshidah 1

    Klik kanan pada judul
    Klik ‘save target as’ atau ‘save link as’

    Tholama Asyku
    Ya Robba Makkah
    Ya Sayyidi Ya Rasulallah
    Allahu Allah
    Mushohabatur Rijal

  • Shalawat Badar

    Right click ‘download’
    Click ‘save target as’ or ‘save link as’

    Download

  • Wahai Ahlu Badr..!

    Ratusan wajah suci pemilik jiwa khusyu menghadap dengan penuh Takdhim kepada manusia yg paling berhak dicintai, yg bakti kepadanya merupakan kesempurnaan Iman, Sayyidina Muhammad saw. Ramadhan tahun kedua Hijriyah adalah ramadhan yg berbeda dari segenap ramadhan sepanjang sejarah Bumi dihamparkan oleh Sang Pencipta swt, Sang Nabi saw berkata kepada mereka : “Beri aku pendapat wahai khalayak..?”, beliau saw mengucapkan itu dengan maksud pada kaum Anshar, maksudnya apakah mereka akan ikut bersama dalam Jihad atau tetap tinggal, sebab saat Bai’at Aqabah mereka bersumpah setia membela Rasul saw sebagaimana mereka mempertahankan keluarga dan anak anak mereka, namun itu jika Rasulullah saw telah masuk ke Madinah, jika diluar maka mereka berlepas diri,

    Maka berkatalah Sa’ad bin Mu’adz ra dari kamu Anshar : “Tampaknya kau mengarahkan pertanyaan pada kami (Anshar) wahai Rasulullah ?”, Rasul saw menjawab : “Benar”, maka berkatalah Sa’ad bin Mu’adz ra:
    “Kami telah beriman kepadamu Wahai Rasulullah..!, dan telah membenarkan tuntunanmu, dan kami telah bersaksi bahwa apa apa yg kau ajarkan adalah kebenaran, dan kami berikan itu sebagai janji dan sumpah penguat kami, untuk selalu taat dan berpanut, berangkatlah wahai Rasulullah kemanapun maumu dan kami bersamamu..!, Demi Allah Yang Telah Membangkitkanmu dengan Kebenaran, jika kau hadapkan kami ke lautan dan kau masuk kedalam lautan maka niscaya kami akan membenamkan diri pula kedalamnya bersamamu, dan tak akan ada yg tersisa dari kami seorangpun!, dan kami tak mengingkarimu jika kau hadapkan kami pada musuh kami esok, sungguh kami orang orang yg sabar menghadapi peperangan, sangat bersungguh sungguh dan mendambakan perjumpaan (dengan Allah swt), Barangkali Allah memperlihatkanmu dari kami apa apa yg membuatmu gembira!, maka berangkatlah bersama kami dalam keberkahan Allah..”.

    Masya Allah.. alangkah agungnya janji setia para sahabat pada Nabi saw, mereka rela mati bersama Rasul saw, rela membenamkan dirinya didasar lautan, rela berbuat segalanya, jika itu membuat gembira hati Rasulullah saw, dan mereka selalu ingin bersama Rasulullah saw kemanapun beliau saw pergi mereka selalu ingin bersama beliau saw dan tak rela berpisah, walaupun kebersamaan mereka harus terancam kematian..

    Pada hari senin malam ke sembilan Ramadhan tahun kedua hijriyah berangkatlah pasukan Ahlu Badr radhiyallahu’anhum, dan didepan Rasulullah saw dua bendera hitam, yg satu dipegang Ali bin Abi Thalib kw dan yg satu dipegang salah seorang Anshar, Mereka hanya memiliki 70 ekor unta, dan mereka berdua dan bertiga diatas satu onta, dan Rasulullah saw bersama Ali bin Abi Thalib kw diatas satu onta, Hamzah bin Abdulmuttalib ra bersama Zeyd bin Haritsah ra diatas satu onta, dan Abubakar shiddiq ra dan Umar bin Khattab ra dan Abdurramhan bin Auf diatas satu onta.

    Maka kejadian Badr adalah pada hari Jumat 17 ramadhan tahun 2 Hijriyah, dan Sang Nabi Mulia bermunajat, mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Yang Maha Mendengar segala doa hamba hamba Nya, sebagaimana doa para Nabi sebelum beliau saw, sebagaimana Doa Nabi Nuh as kepada Allah sebagaimana Allah swt menceritakannya pada Al Qur’an surat Nuh as : “Berkata Nuh : Wahai Tuhan Jangan Kau sisakan diatas Bumi rumah rumah orang kafir, Sungguh Jika Engkau biarkan mereka maka akan menyesatkan hamba hamba Mu, dan mereka tak berketurunan kecuali Fajir dan Kafir pula” (QS Nuh 26-27),

    Maka kini yg berdoa adalah pemimpin para Nabi dan Rasul, Sayyidina Muhammad saw, seraya bermunajat dg mengangkat kedua tangan hingga terjatuh rida (sorban yg dipundak) dari pundaknya, yg diantara doa beliau saw adalah : “Wahai Allah jika celaka dan hancur kelompok kecil ini, maka aku takut tak ada lagi yg menyembah Mu..”

    Demikian besarnya cinta dan bakti beliau saw kepada Allah, sehingga sangat takut dan tidak mau jika sampai terjadi dimuka Bumi tak ada lagi yg menyembah Allah swt, maka Abubakar shiddiq ra memeluknya dari belakang tubuhnya seraya berkata : “cukup.. cukup.. wahai Rasulullah.. sungguh Allah akan menjawab doamu..”, tak lama kemudian Rasul saw berpaling kepada Abubakar ra dengan gembira seraya bersabda : “Kabar gembira wahai Abubakar, telah dating pertolongan Allah, Ini Jibril yg telah siap bertempur”.

    Masya Allah…, saat beliau saw menghadapi cobaan dan rintangan beliau saw selalu menahan diri dari berdoa, namun ketika beliau berdoa, maka sungguh beliaulah saw yg paling berhak mendapat Ijabah dari semua pendoa dilangit dan Bumi, Dan rasul saw bersabda : “Jangan kalian menyerang mereka sebelum mereka menyerang kalian!”, Subhanallah.. betapa indahnya akhlak dan kelembutan beliau saw, bahkan saat kedua barisan sudah berhadapan sekalipun kelembutan dan akhlak beliau saw terhadap musuh masih tetap terlihat, Maka turunlah bantuan dari Allah swt menjawab doa sang Nabi saw :

    “Ketika kalian berdoa pada Tuhan kalian, maka Dia mengabulkan doa kalian, Sungguh Aku membantu kalian dengan seribu dari para Malaikat yg turun berdatangan” (QS Al Anfal 9).

    “Benar, Jika kalian bersabar dan bertakwa dan mereka menyerang kalian, maka Dia (Allah swt) Tuhan kalian membantu kalian dengan lima ribu malaikat yg siap dalam peperangan” (QS Al Imran 125).

    Alangkah Agungnya pertolongan Allah kepada Sang Nabi saw dan para pecinta Sang Nabi saw, sehingga diriwayatkan :

    Dari Abi Usaid Malik bin Rabii’ah ra, yg ikut dalam perang Badr seraya berkata setelah ia menjadi buta : “Kalau sekarang aku di Badr dan aku masih bisa melihat, maka akan kutunjukkan kalian belahan lembah yg keluar darinya para Malaikat, tiadalah aku ragu akan itu dan tidak pula syak”.

    Masya Allah…, Betapa dahysatnya Jumat 17 Ramadhan tahun kedua Hijriyah, hari yg menyaksikan pembelaan Ahlu Badr pada Rasulullah saw, sungguh tak ada orang yg lebih memuliakan dan mencintai Rasulullah saw melebih Ahlu Badr, radhiyallahu ‘anhum ajma’iin, hingga diriwayatkan bahwa Rasul saw bersabda : “Allah swt berfirman kepada Ahlu Badr : “Beramallah semau kalian, sungguh aku telah mengampuni dosa kalian” (Shahih Bukhari).

    Disebut Perang Badr karena kejadian itu terjadi di wilayah yg dinamai “Badr”, Ahlu Badr berarti pejuang yg hadir di perang saat di Medan Badr, mereka adalah dari kelompok Muhajirin dan Anshar dan sebagian Qabilah lainnya, peperangan selesai dengan kemenangan muslimin.. Ternyata semangat perjuangan dan Bakti Ahlu Badr terhadap Rasul saw tidak selesai di Medan Badr, namun berkesinambungan hingga Rasul saw wafat.

    Ketika Rasul saw wafat maka banyak para pembangkang yg menentang Khilafah Abubakar shiddiq ra, maka diantaranya adalah penduduk Yaman, maka terdapat sebuah desa kecil yaitu kota Tarim di hadramaut Yaman yg penguasanya menulis surat kepada Khalifah Abubakar Shiddiq ra untuk meminta bala bantuan, untuk menundukkan mereka yg membangkang pada Khalifah Abubakar Shiddiq ra, maka Khalifah ra mengirimkan bala bantuan pasukan sahabat, diantara mereka ikut pula Ahlu Badr, mereka menuju kota Tarim dan tiba di kota tsb dari Jabal Khailah, (gunung Kuda), dinamai demikian karena dari gunung itulah kuda kuda para sahabat datang dari arah Madinah Al Munawwarah.

    Maka para sahabat itupun berjihad bersama penduduk Tarim dan sebagian diantara mereka wafat dan dimakamkan di Tarim, maka sampailah kabar kepada Khalifah Abubakar Asshiddiq ra bahwa kota Tarim adalah pendukung kebenaran, maka Abubakar shiddiq ra berdoa untuk kota Tarim dan diantara doa beliau yg masyhur : “Wahai Allah tumbuhkan para shalihin dikota itu bagaikan tumbuhnya rumput di musim hujan..!”

    Maka jadilah kota Tarim sebagai kota para wali Allah swt yg sebagian besar penduduknya adalah Ahlul Bait Rasul saw, di kota Tarim lah makam Al Hafidh Al Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad shohiburratib, juga Imam Abdullah bin Abubakar Alaydrus, Al Imam Faqihil Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi, dan ribuan para shalihin lainnya, mereka dimakamkan di pekuburan “Zanbal”, siapa yg pertaman kali dari Imam Ahlul Bait yg dikubur di Tarim?, yaitu Imam Ali bin Alwi Khali’ Qasam, beliau mewakafkan tanah pekuburan untuk pekuburannya dan keturunannya hingga kini, tepat berdampingan dengan Pemakaman Ahlu Badr yg wafat saat berjihad di kota itu,

    Demikian Sejarah para sahabat dan Ahlul Bait Rasul saw, mereka berdampingan dalam perjuangannya, dan bahkan ingin berdampingan pula dalam pekuburannya, hingga Imam Ali bin Alwi Khali Qasam mewakafkan tanah untuk kuburnya dan keturunannya berdampingan dengan makam makam Ahlu Badr..

    Dan hingga kini pekuburan Zanbal telah memendam ribuan jasad para wali dan shalihin berkat Doa Khalifah Abubakar Shiddiq ra, dan banyak diziarahi orang.

    Ternyata perpaduan antara Imam Imam Ahlul Bait Rasul saw dengan Ahlu Badr di Tarim tak putus sampai disitu, namun berkesinambungan dengan keluarnya para Da’I ahlul bait Rasul saw ke pelbagai Negara, hingga Gujarat, dan sampai ke pulau Jawa, 9 orang wali Allah yg dikenal dg nama wali songo, mereka dapat membawa semangat Ahlu Badr, mereka datang tak membawa senjata, tak membawa pasukan, tak membawa harta, mereka datang membawa Jiwa Ahlu Badr, dan mereka meratakan seluruh pulau Jawa dari Ujungkulon hingga Banyuwangi, rata dengan Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah saw,

    Seluruh Kerajaan dan kesultanan, dukun, bangsawan, dan semua golongan masyarakat, tunduk pada mereka dibawah bendera Tauhid, yg diusung oleh para Da’I mulia yg berjiwa Ahlu Badr.. Mewarisi semangat Imam Ahlu Badr, yaitu Sayyidina Muhammad.. Pemimpin Ahlu Badr, Sayyidina Muhammad..

    Rabbiy.. telah berjanji Nabi Mu bahwa seseorang akan bersama dengan orang yg ia cintai, maka saksikanlah sumpah kami bahwa kami mencintai Ahlu Badr, kami beridolakan Ahlu Badr.., maka padukan kami di hari kebangkitan kelak dengan Ahlu Badr.., kami rindu melihat wajah wajah khusyu mereka, kami rindu melihat wajah wajah sopan dan lembut mereka, kami rindu memandang wajah bercahaya mereka..,

    Saat masing masing kelompok dipanggil untuk berdiri di hari kiamat, maka akan dipanggillah Ahlu Badr.., maka berdirilah 313 syuhada Badr dengan wajah yg bercahaya.. Sungguh tak ada wajah yg lebih terang benderang dari wajah mereka di ummat ini.. sungguh tak ada derajat melebih derajat mereka di ummat ini..,

    Sungguh telah sampai riwayat pada kami telah berkata Abu Dzarr ra kepada Rasul saw : “Wahai Rasulullah.. seseorang mencintai suatu kaum namun tak mampu beramal seperti amal mereka”, maka Rasul saw menjawab : “Engkau wahai Abu Dzarr akan bersama orang yg kau cintai”, maka Abu Dzar berkata : “Aku sungguh mencintai Allah dan rasul Nya..!”, maka Rasul saw menjawab : “engkau bersama yg kau cintai” (HR Shahih Ibn Hibban, Adabulmufrad Imam Bukhari, Musnad Ahmad dll)

    Maka kami bersumpah pada Mu wahai Allah bahwa kami mencintai Ahlu Badr..!, maka pastikan pula bahwa kami akan dipanggil di Padang Mahsyar bersama Ahlu Badr..,dan bersama Pemimpin Ahlu Badr, Sayyidina Muhammad saw..

    Dan Rabbiy Bangkitkanlah semangat Ahlu Badr pada jiwa pemuda pemudi kami, penuhi jiwa muslimin hingga beridolakan Ahlu Badr, beridolakan Imam Ahlu Badr, Sayyidina Muhammad saw..!, Rabbiy cabutlah segala cita cita maksiat pada jiwa kami dan jiwa muslimin..,

    Kami bermunajat kehadirat Mu, agar kau gantikan generasi Narkoba, generasi pezina, generasi pemabuk, generasi penjudi.. Rabbiy Gantikan dengan Generasi pemuda pemudi berjiwa Ahlu Badr.., curahkan atas kami dan mereka hujan hidayah..

    Para pezina.., para narkoba.., para pemabuk.., para penjudi.., para koruptor.., curahkan atas mereka hujan hidayah…, goncangkan jiwa mereka untuk bertobat.., untuk bersujud.., untuk memanggil nama Mu Yaa Allaaaah…, Kami bertawassul pada Ahlu Badr.., kami bertawassul pada Imam Ahlu Badr Sayyidina Muhammad.., agar kau kabulkan seluruh doa kami.. amiiin..

    (Semua hadits dan riwayat diatas yg tak disertakan sumber, maka diambil dari Buku Sirah Imam Ibn Hisyam Bab Ghazwat Badr Alkubra)

    Limpahan Shalawat Allah, Limpahan Salam Sejahtera dari Allah Kepada Thaha (Muhammad SAW) Rasulillah utusan ALLAH SWT, Limpahan Shalawat Allah,dan Limpahan Salam sejahtera dari Allah Kepada Yasin (Muhammad SAW) Rasulillah kekasih ALLAH SWT.

    Kami bertawasul dengan Bismillah dan dengan sang Penyampai Hidayah, Rasulillah (SAW), dan demi semua para mujahid di jalan Allah, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    Wahai Tuhanku selamatkanlah umat, dari kejahatan dan kemurkaanMu, Dan dari kegundahan serta kesusahan, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    Wahai Tuhan Ku selamatkanlah kami, dan tolonglah kami dari segala gangguan, dan singkirkanlah siasat-siasat musuh, dan berlemah lembutlah kepada kami, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    Wahai Allah singkirkanlah bencana-bencana dari para pendosa, dan kebinasaaan, Dan segala musibah dan wabah penyakit, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    Betapa banyaknya rahmat yang telah tercurah, dan betapa banyaknya kesulitan yang telah tersingkir, Dan betapa banyaknya kenikmatan yang sampai, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    Betapa banyaknya engkau cukupkan usia-usia (dengan hidayah), dan betapa banyaknya engkau santuni orang-orang faqir (dengan kemuliaan dan pengampunan), Dan betapa banyaknya engkau sembuhkan orang yang sakit (dengan tawassul dan keberkahan), Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    Sungguh telah tersempitkan hati sanubari para penduduk bumi, maka selamatkanlah musibah dan kesulitan, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    Kami datang mengemis kasih sayang, dan munculkanlah kebaikan dan kebahagiaan, Maka Luaskanlah Anugerah dikedua tangan kami, Demi Ahlul Badr Wahai Allah

    Maka janganlah engkau tolak (wahai Allah SWT) hingga membawa kekecewaan, dan jadikanlah kami selalu dalam kebaikan, Dan dilimpahi kehormatan dan kewibawaan, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    Jika engkau menolak kami (wahai ALLAH SWT) maka pada siapa kami meminta, untuk mendapatkan semua hajat-hajat kami, dan tersingkir segala kesedihan, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    Wahai Tuhan Ku ampunilah dan muliakanlah kami, dengan mendapatkan apa-apa yang kami minta, dan terhindarnya keburukan dari kami, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    Wahai Tuhan Ku engkau Pemilik Kasih sayang, Pemilik segala Anugerah dan Pemilik segala Kelembutan, Dan betapa banyaknya kesusahan yang sirna, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    Dan limpahan shalawat semoga tercurah pada Nabi Yang Mulia tiada terhitung dan tiada terbatas beserta keluarga Beliau para pembesar yang bercahaya, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    (Tuan Guru Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa)