Penulis: adminSN

  • MASALAH KELEBIHAN WANITA

    Alam tampaknya berperang dengan manusia. Kelihatannya ia ingin membalas dendam atas kepintarannya. Seorang pria tidak akan mendengar solusi praktis dan sehat untuk masalah ini, yang ditawarkan oleh Tuhan yang penuh kebajikan. Maka dikatakan “mendidihlah dalam sup Anda!” (boleh dikatakan demikian).

    Hal ini adalah fakta yang dapat diterima bahwa perbandingan kelahiran pria dan wanita adalah sama di semua tempat. Tetapi dalam kematian anak, pria yang mati lebih banyak dari wanita. Mengherankan! “Jenis kelamin yang lebih lemah?” Pada setiap periode waktu terdapat lebih banyak janda di dunia dari pada duda. Setiap bangsa yang beradab mempunyai kelebihan wanita. Inggris 4 juta. Jerman 5 juta. Soviet Rusia 7 juta dan lain-lain. Tetapi sebuah solusi yang dapat diterima di Amerika untuk masalah tersebut, akan menjadi sebuah solusi yang dapat diterima untuk semua bangsa di mana saja. Hasil statistik dari negara yang paling canggih di muka bumi ini sudah membuktikan hal itu.

    AMERIKA, OH AMERIKA!

    Kita mempelajari bahwa Amerika mempunyai kelebihan 7.8 juta wanita. Ini berarti bahwa bila setiap pria di Amerika menikah, masih ada 7.800.000 wanita yang tertinggal, wanita yang tidak akan mendapatkan seorang suami. Satu hal yang kita ketahui, adalah bahwa setiap pria tidak akan pernah dapat menikah untuk berbagai macam alasan. Seorang laki-laki menderita ejakulasi dini dan menemukan banyak alasan. Seorang wanita, bahkan jika frigid, tidak akan keberatan untuk menikah. Dia akan menikah, meskipun hanya untuk mendapatkan tempat berteduh dan perlindungan.

    Tetapi masalah kelebihan wanita. di Amerika sangatlah kompleks. 98% dari penghuni penjara adalah pria. Kemudian ada 25 juta para pelaku sodomi. Secara halus mereka menyebutnya “gay” sebuah kata indah yang berarti -senang dan gembira- sekarang diselewengkan!

    Amerika melakukan segala sesuatu dengan sebuah cara yang besar Dia menghasilkan segala sesuatu yang hebat. Termasuk dalam memperkenalkan Tuhan dan syetan. Marilah kita sekali ini, bergabung dengan pendeta yang sering berbicara di TV Jimmy Swaggart, dalam doanya. Dalam buku penelitiannya yang bagus -“Homosexuality” – dia menangis,

    “Amerika -Tuhan akan mengadilimu (maksudnya Tu-han akan menghancurkanmu), Jika Dia tidak mengadilimu (menghancurkan kamu) Dia (Tuhan) mungkin harus meminta maaf kepada Sodom dan Gomorrah” untuk kegegabahan mereka, kerusakan yang parah karena kelakuan homoseksual mereka atau kepuasan asusila dari nafsu mereka yang tidak alami.

    NEW YORK SEBAGAI SEBUAH CONTOH

    Kota New York memiliki lebih dari satu juta wanita lebih banyak daripada pria. Bahkan jika semua populasi pria yang cukup berani untuk menikah dengan lawan jenisnya di kota ini dikumpulkan; masih tetap ada 1.000.000 wanita tanpa suami.

    Tetapi yang terburuk adalah reputasi bahwa sepertiga dari populasi pria di kota ini adalah “gay” (homoseksual/ melakukan sodomi). Orang-orang Yahudi, yang paling ribut dalam setiap debat, tetap diam seperti tikus, karena takut dicap bangsa timur yang terbelakang. Gereja, dengan jutaan penggemar kelahiran kembali yang mengklaim mendiami rumah Roh Kudus, juga tak bersuara tentang topik ini.

    Pendiri Gereja Mormon, Joseph Smith dan Brigham Young, dengan mengklaim sebuah wahyu baru pada tahun 1830 mengajarkan dan melaksanakan poligami tak terbatas untuk memecahkan masalah kelebihan wanita. Saat ini Nabi Mormonism telah membatalkan ajaran gereja pendahulu mereka tersebut untuk mendamaikan tuduhan Amerika pada masalah poligami. Apa yang harus dilakukan oleh wanita-wanita Amerika/Barat/Eropa yang malang ini? Mereka benar-benar akan menjadi tua merana.

    SATU-SATUNYA PEMECAHAN: POLYGAMI

    Al-Amin, Nabi Kebenaran, Roh Kebenaran, berdasarkan ilham Tuhan memberikan pemecahan terhadap keadaan yang tidak menguntungkan itu. Tuhan menetapkan:

    “.. kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah)seorang saja.” (QS. An-Nisaa: 3).

    Dunia Barat pura-pura bertoleransi terhadap jutaan pelaku sodomi dan lesbian di tengah-tengah mereka. Di Barat, seorang pria yang menyimpan selusin kekasih dan mendapatkan selusin anak haram setiap tahun bukanlah masalah. Perbuatan bejat tersebut dengan bangga diberi julukan “stud”. “Biarkan mereka bersenang-senang, tapi jangan menganggap dia bertanggungjawab!”, kata orang-orang Barat.

    Islam berkata, “Buat seorang pria bertanggung jawab atas kesenangannya.” Ada tipe pria yang bersedia mengambil tanggungjawab ekstra, dan ada pula tipe wanita yang bersedia berbagi suami. Mengapa menghalangi jalan mereka? Anda mengejek poligami, yang telah dilakukan oleh Nabi Tuhan seperti ditulis dalam kitab Injil, Anda lupa bahwa Salomo yang bijaksana mempunyai 1000 istri dan selir seperti terdapat dalam The Good Book (1 Raja-raja 11: 3), pemecahan yang sehat untuk masalah penting Anda, dan kepuasan yang sekejap untuk memenuhi nafsu yang tidak alami dengan melakukan perbuatan sodomi atau lesbian! Betapa tidak wajarnya!

    Poligami telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan penyembah berhala pada masa Yesus: Dia tidak berkata sepatah kata pun untuk menentangnya. Ini bukan salahnya. Orang-orang Yahudi tidak memberikan kedamaian kepadanya untuk mengemukakan pemecahan. Dia hanya menjerit sambil berkata, “Apabila Ia, Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.” (Injil -Yohanes 16: 13).

    Siapa Roh Kebenaran yang memimpin kita kepada SELURUH KEBENARAN? Apakah Roh Kudus memberikan solusi untuk masalah ini? Apakah Paulus memberikan solusi untuk masalah ini? Tidak. Muhammad Rasulullah SAAW yang telah datang dengan membawa Kebenaran di segala bidang itulah yang telah memberi solusi dalam masalah ini. Muhamamd Rasulullah (Shollallahu ‘alayhi wa alihi wasallam) itulah Sang Nabi yang dijanjikan, Sang Utusan yang ditunggu-tunggu. Dia itulah Sayyidun Nas (Tuan Manusia).

    Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. (QS. Al-Fath: 28)

    “Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Kata mereka kepada-Nya: “Anak Daud.” Kata-Nya kepada mereka: “Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” (Matius 22:42-45)

    Dari Abu Hurairah ra katanya: Pada suatu hari Rasulullah saaw dibawakan dengan seketul daging, lalu diberikan daging paha tersebut kepada baginda yang sememangnya baginda sangat sukai. Baginda menggigitnya sekali lalu bersabda: Aku adalah Tuan Manusia (Sayyidun Naas) pada Hari Kiamat. Tahukah kamu apa sebabnya? Pada Hari Kiamat, Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian pada satu kawasan yang luas. Ada penyeru yang memperdengarkan kepada mereka dan ada penglihatan yang mengawasi setiap orang dari mereka. Jarak matahari begitu dekat sehingga manusia pada ketika itu berada pada puncak kesusahan dan kepayahan yang amat dahsyat, mereka tidak berkuasa untuk menanggung keadaan tersebut. Sebahagian daripada mereka berkata kepada sebahagian yang lain: Tidakkah kamu tahu apa yang sedang kamu alami. Tidakkah kamu rasai kepayahan yang telah menimpa kamu? Tidakkah kamu mempunyai pandangan sesiapa yang dapat memintakan syafaat kepada Tuhan kamu? Maka setengah dari mereka mengusulkan agar menemui Nabi Adam as.
    Maka mereka menemui Nabi Adam as lalu berkata: Wahai Adam! Engkau adalah bapa manusia. Allah telah menciptakanmu dengan tanganNya dan meniupkan roh ke dalam dirimu. Dia juga memerintahkan para Malaikat supaya sujud kepadamu. Mintakankah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang kami alami? Tidakkah engkau melihat kepayahan yang menimpa kami? Nabi Adam as berkata: Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku sangat marah, kemarahan yang belum pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan terjadi selepas ini. Dulu, aku ditegah mendekati sebatang pohon, tetapi aku mendurhakaiNya. Selamatkan diriku, selamatkan diriku. Pergilah kepada orang lain. Pergilah kepada Nabi Nuh as.
    Maka mereka pun pergi menemui Nabi Nuh as lalu berkata: Wahai Nuh! Engkau adalah Rasul pertama di atas bumi dan Allah menyebutmu hamba yang banyak bersyukur. Mintakanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami? Beliau berkata kepada mereka: Pada hari ini, Tuhanku sangat marah, kemarahan yang belum pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan terjadi selepas ini. Dulu aku berdoa dengan doa yang mencelakakan kaumku. Selamatkan diriku, selamatkan diriku. Pergilah kamu kepada Nabi Ibrahim as.
    Mereka pun pergi menemui Nabi Ibrahim as lalu berkata: Engkau adalah Nabi dan kekasih Allah di antara penduduk bumi. Mintakanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami? Nabi Ibrahim a.s berkata: Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku sangat marah, kemarahan yang belum pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan terjadi selepas ini. Beliau menyebut pembohongan-pembohongannya. Selamatkan diriku, selamatkan diriku. Pergilah kamu kepada orang lain. Pergilah kamu kepada Nabi Musa as.
    Maka mereka pun pergi menemui Nabi Musa as lalu berkata: Wahai Musa! Engkau adalah Utusan Allah. Allah telah mengutamakanmu dengan risalahNya dan KalamNya, melebihi manusia lain. Mintakanlah untuk kami syafaat kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami? Nabi Musa as berkata: Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku sangat marah, kemarahan yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi selepas ini. Dulu aku membunuh orang padahal aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Selamatkan diriku, selamatkan diriku. Pergilah kamu kepada Nabi Isa as.
    Maka mereka pun pergi menemui Nabi Isa as lalu berkata: Wahai Isa! Engkau adalah utusan Allah. Engkau telah berbicara kepada manusia semasa engkau masih dalam buaian. Engkau adalah kalimahNya yang Dia sampaikan kepada Mariam dan roh dariNya. Mintakanlah untuk kami syafaat kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami? Nabi Isa as, berkata: Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku sangat marah, kemarahan yang tidak pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan terjadi selepas ini. Beliau tidak menyebutkan dosanya. Selamatkan diriku, selamatkan diriku. Pergilah kepada orang lain. Pergilah kepada Nabi Muhammad saaw.
    Maka mereka telah mendatangiku dan berkata: Wahai Muhammad! Engkau adalah Utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampunimu, dosa yang terdahulu dan yang terkemudian. Syafaatilah kami di hadapan Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami?
    Akupun berangkat. Sesampainya di bawah Arasy, aku merebahkan diri bersujud kepada Tuhanku. Kemudian Allah membukakan kepadaku dan memberiku ilham, berupa puji-pujian bagiNya dan sanjungan kepadaNya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepada seorangpun sebelumku. Kemudian difirmankan: Wahai Muhammad angkatlah kepalamu. Mintalah, engkau pasti diberi. Berikanlah syafaat, syafaatmu diterima. Aku mengangkat kepala sambil berkata: Wahai Tuhanku. Selamatkan umatku, selamatkan umatku. Maka Allah berfirman: Wahai Muhammad. Masukkanlah umat-umatmu yang tidak harus dihisab ke dalam Syurga melalui pintu sebelah kanan di antara pintu-pintu Syurga. Mereka juga boleh masuk bersama orang lain iaitu ahli Syurga yang bukan termasuk golongan di atas dari pintu-pintu lain. Demi Zat yang menguasai jiwa Muhammad Sesungguhnya jarak antara dua pintu Syurga itu, sama dengan jarak antara Mekah dan Hajar sebuah Kota di Bahrain atau sama dengan jarak antara Mekah dan Busyra dekat Damsyik. (HR. Bukhori, Muslim, At-Tirmidzi)

  • MENGIRIM PAHALA BAGI MAYIT

    Abu Muhammad As Samarkandy, Ar Rafi’iy dan Ad Darquthniy, masing-masing menunjuk sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib k.w.bahwa Rasul saaw bersabda: “Barangsiapa lewat melalui kuburan, kemudian ia membaca “Qul Huwallahu Ahad” sebelas kali dengan niat menghadiahkan pahalanya pada para penghuni kubur, ia sendiri akan memperoleh sebanyak yang diperoleh semua penghuni kubur”.

    Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwasanya Nabi saaw bersabda: “Barangsiapa yang berziarah di kuburan, kemudian ia membaca ‘Al Fatihah’, ‘Qul Huwallahu Ahad’ dan ‘Alhakumut takatsur’, lalu ia berdoa Ya Allah, kuhadiahkan pahala pembacaan firmanMu pada kaum Mu’minin dan Mu’minat penghuni kubur ini, maka mereka akan menjadi penolong baginya(pemberi syafaat) pada hari kiamat”.

    Hadits-hadits tersebut diatas dijadikan dalil yang kuat oleh para ulama untuk menfatwakan kebolehan membaca Al Quran bagi orang yang telah wafat. Imam Nawawi dalam “Syarhul Muhadzdzib” mengatakan: ‘disunnahkan bagi orang yang berziarah ke kekuburan membaca beberapa ayat Al Qur’an dan berdoa untuk penghuni kubur’.

    Pernyataan ini dibenarkan oleh Imam Syafi’i dan disepakati bulat oleh para sahabatnya. Setelah menjelaskan pendapat-pendapat dan fatwa para ulama dari empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali), Imam Nawawi menyimpulkan bahwa membaca Al Qur’an bagi arwah orang-orang yang telah wafat dilakukan juga oleh kaum Salaf.

    Imam Nawawi mengutip penegasan Syaikh Taqiyyuddin Abul Abbas Ahmad bin Taimiyyah yang menegaskan: “Barangsiapa berkeyakinan bahwa seseorang hanya dapat memperoleh pahala dari amal perbuatannya sendiri, ia menyimpang dari ijma’ para ulama dan dilihat dari berbagai sudut pandang, keyakinan demikian itu tidak dapat dibenarkan.”

    Berkata Imam Nawawi, “Yang lebih terkenal dari madzhab Syafi’i, bahwa pahalanya tidak sampai pada mayat. Sedangkan menurut Ahmad bin Hanbal, dan segolongan sahabat-sahabat Syafi’i, sampai (pahalanya) kepada mayat. Maka sebaiknya setelah membaca, si pembaca mengucapkan: Ya Allah, sampaikanlah pahala seperti pahala bacaan saya itu kepada si fulan.” Hanya saja disyaratkan agar si pembaca tidak menerima upah atas bacaannya itu. Jika diterimanya, haramlah hukumnya, baik bagi si pemberi maupun si penerima, sedang bacaannya itu hampa, tidak beroleh pahala apa-apa.

    Jika Anda masih ragu akan sampai/tidaknya pahala tersebut kepada mayit, maka janganlah Anda tinggalkan amalan ini (mengirim pahala). Sebab siapa tahu memang benar-benar sampai. Toh yang dipermasalahkan itu sampai/tidaknya pahala pembacaan; dan tidak ada larangan bagi kita untuk berbuat demikian (mengirim pahala). Tidak ada hadits ataupun ayat yang melarang kita mengirim pahala bagi mayit.

    Imam Nawawi telah menceritakan adanya ijma’ bahwa sedekah berlaku atas mayat dan sampai pahala padanya, baik ia berasal dari anak, maupun dari lainnya.

    Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAAW, “Ayahku meninggal dunia, dan ia meninggalkan harta serta tidak memberi wasiat. Apakah dapat menghapus dosanya bila saya sedekahkan?” Ujar Nabi SAAW, “Dapat!” [HR. Ahmad, Muslim dari Abu Hurairah]

    Dan tidak disyariatkan mengeluarkan sedekah itu di pekuburan, dan makruh hukumnya bila dikeluarkan beserta jenazah.

    Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a katanya: Seorang wanita telah datang menemui Rasulullah s.a.w dan berkata: Ibuku telah meninggal dunia dan masih mempunyai puasa ganti selama sebulan. Baginda bertanya kepada wanita itu dengan sabdanya: Bagaimana pendapatmu jika ibumu itu masih mempunyai hutang, adakah kamu akan membayarnya? Wanita itu menjawab: Ya. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: Hutang kepada Allah itu lebih berhak untuk dibayar. (HR. Bukhori dan Muslim)

    Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa seorang wanita dari Juhainah datang kepada Nabi SAAW lalu bertanya, “Ibuku bernadzar akan melakukan hajji, tapi belum juga dipenuhinya sampai ia meninggal. Apakah akan saya lakukan hajji itu untuknya?” Ujar Nabi SAAW, “Ya, lakukanlah! Bagaimana pendapatmu jika ibumu berhutang, adakah kamu akan membayarnya? Bayarlah, karena Allah lebih berhak untuk menerima pembayaran.” (HR. Bukhori)

    Diriwayatkan oleh Daruquthni bahwa seorang laki-laki bertanya, “Ya Rasulullah SAAW, saya mempunyai ibu bapak yang selagi mereka hidup, saya berbakti kepadanya. Maka bagaimana caranya saya berbakti kepada mereka, setelah mereka meninggal dunia?” Ujar Nabi SAAW, “Berbakti setelah mereka meninggal, caranya ialah dengan melakukan shalat untuk mereka disamping shalatmu, dan berpuasa untuk mereka disamping puasamu!”

    Berkata Ibnu ‘Ukeil, “Jika seseorang melakukan amal kebajikan seperti shalat, puasa, dan membaca Al Qur`an dan dihadiahkannya, artinya pahalanya diperuntukkannya bagi mayat muslim, maka amal itu didahului oleh niat yang segera disertai dengan perbuatan.”

    Dalam Al-Mughni oleh Ibnu Qudamah: Berkata Ahmad bin Hanbal, “Apa pun macam kebajikan, akan sampai kepada si mayat, berdasarkan keterangan-keterangan yang diterima mengenai itu, juga disebabkan kaum muslimin biasa berkumpul di setiap negeri dan membaca Al-Qur`an lalu menghadiahkannya kepada orang-orang yang telah meninggal di antara mereka, dan tak seorang pun yang menentangnya, hingga telah merupakan ijma’.”

    Berkata Ibnu Al-Qayyim, “Ibadah itu dua macam, yaitu mengenai harta dan badan. Dengan sampainya pahala sedekah, syara’ mengisyaratkan sampainya pada sekalian ibadah yang menyangkut harta, dan dengan sampainya pahala puasa, diisyaratkan sampainya sekalian ibadah badan (badaniyah). Kemudian dinyatakan pula sampainya pahala hajji, suatu gabungan dari ibadah maliyah (harta) dan badaniyah. Maka ketiga macam ibadah itu, teranglah sampainya, baik dengan keterangan nash maupun dengan jalan perbandingan.”

    Baca juga WAHABI MERACUNI PEMUDA

  • MASALAH ALKOHOL

    Republik Afrika Selatan dengan populasi kulit putih yang sedikit, 4 juta di antara seluruh populasi yang berjumlah 30 juta, lebih 300.000 penduduknya adalah pencandu alkohol. Di dekat Zambia, Kenneth Kaunda menyebut orang-orang ini “pemabuk!”. Perlu diingat bahwa “kulit berwarna” di Afrika Selatan mempunyai jumlah pencandu minuman alkohol 5 kali lebih banyak dari ras lain dalam negara tersebut. Untuk orang-orang Indian dan Afrika tidak ada statistik yang tersedia untuk masing-masing pemabuk.

    Jimmy Swaggart seorang pendeta yang sering melakukan ceramah di TV mencatat dalam bukunya “Alcohol” bahwa Amerika mempunyai 11 juta pencandu minuman alkohol, dan 44 juta “pencandu berat minuman alkohol!”, dan dia, seperti seorang Muslim yang baik, mengatakan bahwa dia melihat tidak ada perbedaan antara keduanya. Baginya mereka semua adalah pemabuk! Kejahatan yang menjadi-jadi akibat keadaan mabuk sudah umum. Roh Kudus belum membuat keputusan pada kejahatan ini melalui setiap gereja. Umat Kristen pura-pura tidak melihat para pemabuk dalam 3 alasan lemah berdasarkan Injil:

    1. Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada orang yang susah hatinya. Biarkanlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya. (Injil – Amsal 31: 6-7).
    Filsafat yang bagus untuk mempertahankan subyek bangsa-bangsa di bawah penaklukan, Anda akan setuju.

    Keajaiban Pertamanya 2. Yesus bukanlah “orang yang suka merusak kesenangan orang lain”, para peminum berkata, dia mengubah air menjadi anggur dalam catatan keajaibannya yang pertama dalam Injil:
    Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu, “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka, “Sekarang ciduklah…” Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu, … dan berkata kepadanya, “Engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” (Injil – Yohanes 2: 7-10)
    Sejak keajaiban yang dinyatakan ini, anggur meneruskan untuk mengalir seperti air dalam umat Kristen.

    Nasihat Yang Bijaksana 3. Paulus yang menunjuk dirinya sendiri menjadi murid ketigabelas Yesus, pendiri Kristen yang sesungguhnya, menasehatkan muridnya yang baru pindah agama – Timotius, lahir dari seorang ayah Yunani dan ibu Yahudi: “Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.” (Injil – 1 Timotius 5: 23)

    Umat Kristen menerima semua pengucapan Injil tentang minumam yang membangkitkan semangat dan yang memabukkan diberikan di atas sebagai firman Tuhan yang mutlak. Mereka percaya bahwa Roh Kudus mengilhami penulis untuk menulis nasehat yang membahayakan tersebut. Pendeta Dummelow (lihat pembicaraan pada halaman sebelumnya) kelihatannya menyesalkan/mencemaskan ayat ini. Dia berkata,

    “Hal tersebut mengajarkan kita bahwa jika tubuh butuh rangsangan anggur, tidak apa-apa mengambilnya dalam jumlah yang tidak berlebihan.”

    JAWABANNYA HANYA MENAHAN NAFSU

    Terdapat ribuan pendeta Kristen yang telah tergoda menjadi pencandu alkohol dengan meminum sedikit demi sedikit apa yang dinamakan anggur ringan dalam Perjamuan suci dalam upacara Gereja. Islam adalah satu-satunya agama di dunia yang melarang minuman keras secara keseluruhan. Nabi suci Muhammad telah berkata, “Berapa pun minuman keras dalam jumlah lebih besar, dilarang bahkan dalam jumlah yang sedikit.” Tidak ada pengecualian dalam Islam untuk sedikit atau banyak. Kitab al-Haq, kitab kebenaran (Haq) sebuah nama dari Al-Qur’an menghukum dalam istilah yang sangat keras tidak hanya kejahatan alkohol tetapi juga no 2, 3, dan 4 yang dinamakan “perjudian”, “Ramalan/nujum”, dan “pemujaan berhala” dengan hanya satu pukulan:

    “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi; (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maaidah: 90).

    Ketika ayat ini diwahyukan, berbarel-barel anggur di tumpahkan dijalan jalan Madinah, tidak pernah diisi kembali. Keterusterangan yang sederhana telah menjadikan umat Islam sebagai komunitas bukan peminum minuman keras terbesar di dunia:

    AMERIKA GAGAL DENGAN “LARANGAN”

    Pertanyaannya adalah, bagaimana Roh kebenaran itu Nabi Suci Muhammad sukses dengan satu ayat sementara Amerika yang berkuasa dengan kekuatan akal bangsanya dan kekuatan uang pemerintahannya, yang didukung dengan kekuatan penuh mesin (perlengkapan) propaganda gagal dengan “Larangan”, hukum yang tidak mensahkan alkohol?

    Siapa yang memaksa bangsa Arnerika untuk membuat larangan? Apakah Bangsa Arab mengancam negara adidaya ini dengan “jika Anda tidak melarang alkohol di negara Anda, kami tidak akan menyediakan minyak untuk Anda? Tidak, orang-orang Arab tidak pernah menjadikan minyak sebagai “alat politik” di tangan bangsa Arab selama tahun 20-an untuk menghasut Amerika. Adalah kesadaran intelektual di antara para pendiri Amerika, berdasarkan kajian dan statistik yang membawa mereka sampai pada kesimpulan bahwa minuman keras harus dilarang.

    Mereka gagal, meskipun pada kenyataannya mayoritas terbesar dari bangsa tersebut adalah umat Kristen, dan bahwa merekalah yang telah memilih orang-orang kongres sehingga berkuasa. Perlu dikatakan bahwa sesuatu yang datang dari akal (intelektual) akan menggelitik akal, tetapi yang datang dari hati dan jiwa seseorang, akan menggerakkan hati. Ayat yang baru dikutip di atas dari kitab suci Al-Qur’an tentang larangan, telah dan selalu mempunyai kekuatan untuk mengubah; Thomas Carlyle mengucapkan sumber kekuatan tersebut:

    “Jika sebuah buku datang dari hati, dia akan berusaha untuk mencapai hati yang lain; Semua seni dan pekerjaan tangan penulis (kreasi?) adalah jumlah yang kecil untuk itu. Orang seharusnya berkata bahwa karakter utama dari Al-Qur’an adalah keasliannya, menjadi kitab yang dapat diper-caya.”

    KERUHANIAN YANG TINGGI – SEBUAH SUMBER KEKUATAN

    Semua pemikiran yang indah, kata-kata, dan ekspresi, tidak peduli bagaimana artistiknya konstruksi, tetap seperti bunyi bel atau gemerincing gembreng jika mereka tidak didasari kepribadian yang kuat yang diisi dengan keruhanian yang tinggi. Dan jenis keruhanian yang hebat hanya datang sewaktu Yesus meletakkannya melalui “puasa dan doa”. (Injil – Matius 17: 21).

    Muhammad melaksanakan apa yang dia ajarkan. Sesudah kematiannya seseorang bertanya kepada istri tercinta-nya Aisyah tentang gaya hidup suaminya. Dia berkata, “Dia adalah Al-Qur’an dalam perbuatan.” Dia adalah Al-Qur’an berjalan. Dia adalah Al-Qur’an berbicara. Dia adalah Al-Qur’an yang hidup.

    “Jika pria dan wanita ini, mulia, cerdas, dan tentunya tidak kurang pendidikannya daripada nelayan Galilee, telah merasakan sedikit saja tanda keduniawian, penipuan, atau kebutuhan akan keyakinan terhadap Sang Guru itu sendiri, harapan Muhammad tentang regenerasi moral dan perbaikan sosial akan hancur menjadi debu dalam seketika.” (Spirit of Islam oleh Sayed Amir Ali, hal. 21).

    KRITIK (TERHADAP) PAHLAWAN

    Jika dikatakan bahwa ini adalah kata-kata dari pengikut setia tentang yang dicintainya, maka marilah kita dengar apa yang dikatakan oleh seorang pengkritik Kristen yang simpatik tentang “Nabi pahlawan!”nya.

    “Seorang miskin, pekerja keras, orang yang merasakan rasa sakit, ceroboh/sembrono, bukan seorang pria buruk, seharusnya saya katakan; sesuatu lebih baik dalam dirinya daripada segala bentuk kelaparan, atau orang-orang Arab yang liar ini, berperang dan berebut selama dua puluh tiga tahun karenanya, dengan selalu kontak dekat dengannya, tidak akan pernah menghormatinya juga!
    “… mereka menyebutnya Nabi, begitu? Mengapa? Dia berdiri di sana berhadapan dengan mereka, sederhana. Tidak nengandung misteri; Nampak menjahit jubahnya; Memperbaiki sepatunya sendiri; berperang, memberikan nasihat, memberi pesan di tengah-tengah mereka: Mereka harusnya telah melihat tipe manusia seperti apa dia, biarkan dia disebut sesukamu! Tidak ada kaisar dengan hiasan di kepala dipatuhi seperti laki-laki yang menjahit sendiri jubahnya ini. Selama 23 tahun dalam cobaan berat dan sukar Saya menemukan sesuatu tentang kebutuhan pahlawan sejati untuk itu, dari hal itu sendiri.” (Hero dan Hero-worship oleh Thomas Car-lyle, hal. 93.)

    Sumber: Ahmed Deedat, dalam bukunya ‘The Choice’

  • HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHALAT

    Siapa beramal tanpa ilmu, maka amalnya itu tertolak. [Al-Hadits]

    Banyak ummat Islam yang tidak mengisi hari-harinya dengan menuntut ilmu. Padahal menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan. Ilmu yang wajib dipelajari antara lain adalah ilmu mengenai ibadah-ibadah fardhu. Tanpa mengetahui ilmunya, khawatir ibadah kita akan menjadi batal tanpa kita ketahui. Dan kita tidak bisa berkata dengan enteng, “Allah memaafkan kesalahan orang yang tidak tahu.” Perkataan seperti ini biasa keluar dari orang yang malas menuntut ilmu. Padahal, sekali lagi menuntut ilmu itu wajib bagi muslimin dan muslimah. Jika ia enggan menuntut ilmu, yang kemudian menyebabkan amalnya batal, maka ketidak-tahuan yang seperti itu adalah tidak bisa dimaafkan. Hal ini disebabkan ketidak-tahuannya bukan karena belum sampainya ilu, melainkan karena enggan menuntut ilmu. Maka dari itu, ilmu mengenai ibadah fardhu itu wajib dipelajari.

    Diantara ilmu yang patut diperhatikan oleh ummat Islam adalah mengenai hal-hal yang membatalkan shalat. Sebab shalat adalah amal ibadah utama di dalam Islam. Jangan sampai seseorang itu batal shalatnya, tetapi ia tidak sadar bahwa shalatnya telah batal, sehingga ia pun tidak tergerak untuk mengulangi shalatnya, atau menggantinya (mengqadhanya).

    Shalat itu menjadi batal dan hilang maksud-tujuannya disebabkan melakukan perbuatan-perbuatan berikut:

    1. Makan dan minum dengan sengaja. Maka tidak sah seseorang yang shalat sambil memakan permen, misalnya.

    2. Berkata-kata dengan sengaja dan bukan untuk kepentingan shalat.
    Berkata-kata dengan sengaja maksudnya adalah seseorang sengaja berbicara kepada manusia atau berkata-kata yang bukan termasuk rukun shalat dan bukan pula termasuk sunnah shalat. Adapun berkata-kata yang pada lahirnya tampak seperti kepentingan shalat, tetapi dikatakan dalam bahasa selain bahasa Arab, maka hal ini juga bisa membatalkan shalat. Seseorang yang mengingatkan imam dengan bahasa selain Arab, atau ia berdoa dalam shalat dengan bahasa selain Arab, maka shalatnya telah rusak. Adapun berbicara untuk kepentingan shalat, misalnya seseorang membaca tasbih guna mengingatkan imam akan kesalahannya, maka hal ini tidaklah membatalkan shalat. Di luar tasbih pengingat itu, maka haruslah dihindari. Maka tidaklah batal otang yang bertasbih dengan niat mengingatkan imam, walau ini termasuk berbicara kepada manusia, tetapi ini termasuk untuk kepentingan shalat.

    3. Banyak bergerak dengan sengaja.
    Banyak bergerak di sini maksudnya adalah banyak bergerak dengan sengaja yang bukan rukun shalat atau pun sunnah shalat. Tetapi ada perbedaan dalam mendefinisikan kata ‘banyak’. Ada yang mendefinisikan bahwa yang dimaksud dengan ‘banyak bergerak’ di sini ialah jika seseorang melakukannya dengan berturut-turut hingga tampak seperti orang yang sedang tidak shalat saja. Imam Nawawi berkata: “Para shahabat sepakat bahwa bergerak banyak yang membatalkan itu ialah jika berturut-turut. Jadi kalau berantara, maka tidak membatalkan; seperti melangkah selangkah kemudian berhenti sebentar, lalu melangkah lagi selangkah atau dua langkah. Seandainya ini diulang-ulang walau pun sampai seratus langkah atau lebih, maka tidak apa-apa. Adapun gerakkan enteng seperti menggerakkan jari untuk menghitung tasbih atau disebabkan gatal dan sebagainya, hal itu tidaklah membatalkan walaupun dilakukan berturut-turut, dan hukumnya hanya makruh saja. Dan Syafi’i telah menegaskan bahwa seseorang yang menghitung-hitung bacaan ayat dengan cara menggenggamkan tangan, tidaklah membatalkan, hanya sebaiknya hal itu ditinggalkan (makruh).”

    4. Sengaja meninggalkan rukun atau syarat tanpa udzur.
    Maka tidak sah orang yang meninggalkan thuma`ninah dalam ruku’, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Thuma`ninah ialah tenang/tidak bergerak sementara waktu setelah stabil atau mentapnya posisi anggota tubuh, yang jangka waktunya oleh ulama diperkirakan sekurang-kurangnya selama membaca satu kali tasbih. Dan tidak sah seseorang yang shalat fardhu dengan cara duduk padahal dia tidak memiliki udzur. Adapun pada shalat sunnah, tidak mengapa jika seseorang melakukan sambil duduk walau ia tidak memiliki udzur. Hanya saja nilainya adalah setengah dari shalat dengan berdiri.

    5. Tertawa dalam shalat.
    Berkata Imam An-Nawawi: “Pendapat ini dimaksudkan jika tertawa itu sampai keluar dengan jelas dua buah huruf.” Adapun tersenyum itu tidak mengapa.

  • PAHAM KHAWARIJ

    Di abad ini, muncul kelompok-kelompok pergerakan muslim yang membuat para pemuda muslim tertarik untuk bergabung. Kelompok-kelompok ini memang selalu mengobarkan semangat juang para pemuda, sehingga tidak sedikit pemuda muslim yang memiliki jiwa mujahid yang kemudian bergabung. Tetapi sayangnya, ilmu pemuda itu tidak setinggi semangat jihad mereka, sehingga tidak jarang mereka terjerumus kepada kelompok-kelompok yang beraqidah menyimpang. Di antara kelompok-kelompok itu ada yang berpaham mirip dengan paham khawarij.

    BERHUKUM KEPADA KITABULLAH

    Di antara kelompok-kelompok itu ada yang berpandangan begitu piciknya. Bahkan mereka berani mengkafirkan orang-orang di luar jama’ah mereka. Mereka menghukum kafir, zhalim, dan fasiq kepada orang-orang yang masih berhukum kepada hukum manusia, apa pun alasannya. Mereka berpegang kepada QS. Al-Maidah ayat 44,45,47. Tetapi mereka lupa kepada ayat-ayat lain dan hadits yang menerangkan batasan-batasan dan rincian-rincian mengenai hal ini. Di antaranya:

    Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. [QS. An-Nahl: 106]

    Dari Abu Said Al-Khudry ra berkata: aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka dia hendaklah mengubah kemungkaran itu dengan tangannya, yaitu kuasanya. Jika tidak mampu, hendaklah diubah dengan lidahnya. Kemudian kalau tidak mampu juga, hendaklah diubah dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman.” [HR. Bukhari (903), Muslim (70), At-Tarmidzi (2098), An-Nasa`i (4922), Abu Daud (963), Ibnu Majah (1265), Ahmad ibnu Hanbal (juz` 3 hal. 10, 20, 49)]

    Jadi berdasarkan ayat dan hadits di atas, seseorang yang tidak mengakui adanya hukum yang lebih baik dari hukum Allah, tidaklah ia bisa dihukum kafir, zhalim atau pun fasiq. Orang yang melapangkan hatinya terhadap hukum selain hukum Allah, maka orang seperti itulah yang dibicarakan dalam QS. Al-Maidah ayat 44, 45, dan 47 tersebut. Adapun orang-orang yang hatinya menolak hukum selain hukum Allah, maka mereka itu telah mengesakan Allah sebagai Al-Hakim. Mereka itu tidak bisa disebut kafir, zhalim, fasiq, atau pun musyrik. Darah mereka haram untuk dialirkan. Barangsiapa membunuh mereka tanpa alasan yang benar, maka dia haruslah dijatuhi hukum jinayat.

    Dari Abdullah bin Mas’ud ra katanya: Rasulullah saw bersabda: “Mencaci dan memaki orang-orang Islam adalah fasik dan memerangi mereka adalah kafir.” [HR. Bukhori (5584), Muslim (97), At-Tarmidzi (1906), An-Nasa`i (4036), Ibnu Majah (68), Ahmad ibnu Hanbal]

    BERSYAHADAH DI HADAPAN IMAM

    Ada beberapa kelompok yang meyakini bahwa orang yang belum bersyahadah di hadapan imam mereka dengan disaksikan jama’ah mereka, maka orang itu belumlah Islam. Entah berdasarkan apa mereka berfatwa seperti ini. Padahal bersyahadah di hadapan orang banyak itu adalah bagi orang yang telah keluar dari Islam di saat aqil baligh kemudian dia ingin masuk Islam. Adapun bagi orang yang belum aqil baligh atau pun orang yang sudah aqil baligh tetapi dia belum keluar dari Islam, dia tetaplah Islam dan tidak harus bersyahadah di hadapan imam atau pun kaum muslimin.

    Dari Abu Hurairah ra katanya: Rasulullah saw bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orangtuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi. Sebagaimana seekor ternak yang melahirkan anaknya (dengan sempurna kejadian dan anggotanya), adakah kamu menganggap hidung, telinga dan lain-lain anggotanya terpotong?” [HR. Bukhori (1270), Muslim (4803), At-Tarmidzi (2064), Abu Daud (4091), Ahmad ibnu Hanbal, Malik]

    Maka jelaslah, bahwa dalam Islam tidak ada upacara semacam pembaptisan dalam Kristen, di mana orang yang belum dibaptis berarti dia belum Kristen. Di dalam Islam, setiap orang yang lahir itu adalah dalam fitrah Islam, dia tidak membawa dosa dan tidak pula dihukum kafir atau pun musyrik.

    Dari Abu Dzar ra katanya: aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memanggil seseorang dengan kafir atau menyatakan musuh Allah, padahal sebenarnya tidak demikian, maka tuduhan itu akan kembali kepada dirinya.” [HR. Bukhori (3246, 5585), Muslim (93), Ibnu Majah (2310), Ahmad ibnu Hanbal (juz` 5 hal.166)]

  • TABARRUK

    Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwa : “Rasulullah saw bila selesai shalat subuh, datanglah beberapa Khadim (ajudan/pembantu) Madinah dengan bejana-bejana mereka yang berisi air, maka setiap kali datang kepada Rasul saw setiap bejana itu, maka Rasul saw menenggelamkan tangannya pada bejana tersebut, dan sering pula hal itu terjadi di musim dingin, maka Rasul saw tetap memasukkan jarinya pada bejana-bejana itu” (Shahih Muslim Bab : keakraban Rasul saw dan Tabarruk sahabat pada beliau saw/ hadits no.2324). (lebih…)

  • ISLAM AGAMA WAHYU

    Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma`il, ishak, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. [QS. An-Nisa`: 163]

    Islam adalah agama wahyu, yaitu agama yang didasarkan kepada wahyu dari Allah. Agama Islam adalah agama yang didasari Al-Qur`an (wahyu dari Allah) dan Hadits Rasul (kata-kata Rasulullah yang dilandasi wahyu, lihat QS. An-Najm: 4). Sedangkan agama Kristen adalah agama yang didasari pada kata-kata manusia yang menulis kitab-kitab kemudian berkata bahwa dia menulisnya berdasarkan inspirasi dari Tuhan, tetapi yang mereka tulis itu tetap saja bukan wahyu itu sendiri. Paling tinggi apa yang mereka tulis itu adalah seperti hadits. Tetapi dilihat dari kenyataannya, apa yang mereka tulis itu bukanlah hadits, tetapi sesuatu yang mereka akui sebagai karangan manusia tetapi bersifat ilahi, padahal tidak sama sekali.

    Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan. [QS. Al-Baqarah: 79]

    DR. W. Graham Scroggie dari Institut Alkitab Moody, yaitu salah satu Misi Penyebaran Injil Kristen yang terkenal di dunia, menulis dalam bukunya, “Injil adalah karangan manusia, walaupun demikian ada orang yang terlalu fanatik buta -tanpa berpedoman kepada ilmu pengetahuan- menyangkal kenyataan ini. Kitab-kitab itu telah muncul melalui fikiran manusia, ditulis dalam bahasa manusia, diabadikan dengan tangan-tangan manusia dan memiliki gaya yang menunjukkan karakteristik manusia.”

    Tidak demikian dengan Al-Qur`an. Al-Qur`an memiliki gaya bahasa yang tinggi dan sulit ditandingi oleh orang Arab sekali pun. Para pengarang Alkitab telah menulis kitab-kitab mereka hanya untuk mendapatkan kedudukan di dunia yang sementara ini.

    WAHYU

    Dikatakan wahaytu dan awhaytu, bila kita berbicara kepadanya agar tidak diketahui orang lain. Wahyu adalah isyarat yang cepat. Itu terjadi melalui pembicaraan yang berupa rumus dan lambang, dan terkadang melalui suara semata, dan terkadang pula melalui isyarat dengan sebagian anggota badan.

    Wahyu dalam arti bahasa meliputi:
    1. Ilham sebagai bawaan dasar manusia, seperti wahyu kepada ibu Nabi Musa dalam QS. Al-Qoshosh [28]: 7.
    2. Ilham yang berupa naluri pada binatang, seperti wahyu kepada lebah dalam QS. An-Nahl [16]: 68.
    3. Isyarat yang cepat melalui rumusan dan kode, seperti Zakaria dalam QS. Maryam [19]: 11.
    4. Bisikan dan tipu daya setan untuk menjadikan yang buruk kelihatan indah dalam diri manusia. Lihat QS. Al-An’am [6]: 112,121.
    5. Apa yang disampaikan Allah kepada para malaikatnya berupa suatu perintah untuk dikerjakan. Lihat QS. Al-Anfal [8]: 12.

    Adapun wahyu Allah kepada para nabi-Nya secara syara’ didefinisikan sebagai “kalam Allah yang diturunkan kepada seorang nabi”.

    SEPERTI SUARA LONCENG

    Terkadang wahyu turun seperti suara lonceng, dan ini adalah yang paling berat bagi Rasul. Apakah yang dimaksud dengan ‘seperti suara lonceng’? ‘Seperti suara lonceng’ tidak menunjukkan bahwa suara itu bersumber dari lonceng, sebab lonceng adalah senjata Iblis. Hanya saja wahyu itu seperti suara lonceng. Pertama, mungkin untuk menunjukkan kedahsyatannya, kemudian Nabi mengibaratkan kerasnya suara wahyu seperti suara lonceng yang paling keras. Kedua, mungkin wahyu turun dengan benar-benar menyerupai suara dencingan lonceng dan juga keras.

    Lalu bagaimana Nabi bisa memahami suara yang seperti suara lonceng? Itulah wahyu, isyarat yang cepat. Kita mungkin akan menganggap bahwa orang cina yang sedang berbicara itu sebagai orang yang sedang mengeluarkan bunyi-bunyian aneh. Tetapi mereka dapat mengerti. Kita yang tidak mengerti sandi Morse juga tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan seseorang melalui mesin telegraph. Tetapi mereka yang mengerti sandi Morse akan memahaminya. Wallahu a’lam.

  • The Seeds of Dajjal Troops in Our House

    My brothers and sisters may Allah bless you all, the signs of the Doom’s Day (kiamat) have many been found on this earth, and more than 200 hadits shahih informed about the arrival of Dajjal who will spread out the denial from West to East. The arrival of Dajjal was before the resurrection of Isa bin Maryam as explained in some hadist from shahihain, and Dajjal will control and rule the whole world except for Mecca and Medina which are guarded by the angels. Dajjal will appear as the leader of violence, and his followers are definitely cruel and rude people, his troops are the troops of death makers who will demolish this world with brutality and slaughter for those who refuse to follow his rules.

    Dajjal is not a super power country, or politician, etc, as being described and interpreted by the liberal group, Dajjal is a Creature with one eye blind, as explained in a comprehensible Nash (authoritative texts) in Shahihain Buhkhari and Muslim. This Dajjal surely has followers, who are they?, obviously they are human beings, could be from our family, or could be from our offspring, could be our neighbors, and could be from any groups from descendants of Adam a.s. This Dajjal appears and brings slander to destroy the Followers of Muhammad s.a.w and make them drawn with atheism. When we believe that Dajjal will appear with his troops and his ‘followers’, then our logic will inform us to be alert, who will be the candidates to follow this Dajjal?, we understand that Dajjal is the Leader of violence, cruelness and never understands morals and love or compassion, obviously his followers will be the same, … those of rough and violent people being Tarbiyah (trained) with violence and cruelty, they are men who idolize the cruel people who don’t understand the meaning of love…. These people are definitely the candidates of Dajjal troops.

    One morning, when I was watching the news on TV, I was shocked.., young kids and little children in almost all part of this archipelago were greatly influenced by a horrible epidemic, they were addicted to a TV show “Smack Down”, to make it worse, they killed their peers with cool expression or even with joking around, many have become victims, some have bruises and wounded, or even dead. Why would these little children fight, having school brawls, demo, while in fact they were only trying to have fun and play around?

    Play around to have fun that brings death, my heart was trembling….Naudzubillah since they were kids.., they had become cruel murderers; they were even crueler and more violent compared to any cold-blooded murderer.., why? Because these kids killed while having fun, their naïve faces that have never done teenage crimes now have become killers… one of the biggest sins after being polytheist or worshipping other than Allah, is the sin from murdering, which is bigger than committing adultery, getting drunk and others. We would then say: “Well.. they did that by coincidence, they were just playing around”, my brothers, in the name of Allah, playing around and doing it accidentally are even more harmful, because they underestimated the meaning of killing their friends since they were kids.. They idolized the Barbarians, a group of cruel and uncivilized people who never know the meaning of love, hundreds of those unbelievers who didn’t like gentleness, those who would cheer and be joyful watching violence and slaughter..

    Our little brothers, our children.., their idols are those barbarian group.., they know and memorize the names, Naudzubillah even if they were shown those barbarian faces on the Judgment Day they would recognize these idols…

    One thing that really tore my heart apart was when I saw on TV; those sadistic and scary faces of the barbarian group from the TV show have been easily memorized by elementary school students. These students recognized the faces of their idols, these faces have been carved in their hearts, perhaps even when they sleep they would be dreaming of meeting with and be friend with those cruel men. Our children’s imagination and dream would be how to become barbarians, with the same haircut, with the same attitudes, with the same cruelness, with the same immorality.

    Perhaps the Moslem kids nowadays feel disgusting when seeing white Moslem caps, feel disgusting with Majelis Taklim (religious gatherings), disgusting with sarong and praying mat, because they have become barbarians in thoughts and behavior, you don’t believ this?, try give them two gifts, one is a praying mat (sajadah).., the other is a mask of the barbarian face, which one would they choose? Ask them to choose, to go to Majelis Taklim or to watch ‘smack down’ show? what would they choose?, O…perhaps they still prefer to play, which is natural… ask them to choose, to watch smack down or to get ice cream, toy cars, chocolate.., what would they choose?. Ask them to choose, to meet up with Rasulullah s.a.w or to meet up with smack down stars??

    Our young generations would mostly live in the era of Dajjal resurrection, they are getting used to idolize a cruel and rude hero, which is different than the old hero like Superman, a heroic man who has a kind heart but unfortunately exposed his private parts. But now their idol have become even worse than that, a heroic man with devil heart, slaughter his own pal, cowardly attack from behind, torture his companion who has lied down hopelessly, to talk big and brag in midst of loud music, these are the lessons from smack down and the Jewish’ trickiest ways to destroy the young generations of our Moslem at the present time.

    While the young generations now have been ruined by narcotics, imagine the generation of our leaders in the near future, it would be a gangster generation and the leaders of this biggest Moslem country will soon be those of drug addicts, while the next generation following them would be the barbarian generation, sadistic, killers, torturers, tricky, and idolizing cruel people. Hence Dajjal appears and is welcomed warmly by his followers, Dajjal who offers satisfaction in cruelty, trickiness and authority.

    And when I see the children and little brothers in Moslem houses… the seeds of Dajjal attitudes started to grow in their hearts.. and the result is clearly shown, this smack down show has just been introduced to our country for about one year, but there have been many victims, either dead or wounded, etc, showing the victorious result in destroying the young generation of Moslem people.. They succeeded. The responsibility is in the hand of each father and mother.., have the father and mother introduced the holy idol to their children?.

    My brothers, our Majelis dakwah keeps on striving days and nights to ask people to idolize the Prophet Muhammad s.a.w. We have coordinated 66 majelis in mosque, musholla, majelis taklim, etc to be visited regularly in order to encourage Moslem people to love Prophet s.a.w. We will keep struggling, day and night without complaining, rainy or hot days would never hamper us together with the youth to keep on flying the flags of Dakwah Muhammad s.a.w each night. We have coordinated thousands of young people, thousand of children who idolize Prophet s.a.w, love the sunnah, love the shalawat, and love the comrades of Rasul s.a.w.

    Therefore I call out all Moslem brothers and sisters to take part in this dakwah together, with their thoughts, abilities, profession, wealth, energy, with prayer and munajat (silent prayer), to make this dakwah go forward. Prove your Love towards Rasulullah s.a.w, prove your loyalty towards Muhammad s.a.w, make your loyalty towards Prophet s.a.w carved in your heart and ages, make your loyalty towards Prophet s.a.w carved in your profession, make your loyalty towards Prophet s.a.w carved in your skills and abilities, make your loyalty towards Prophet s.a.w carved in your wealth, make your loyalty towards Prophet s.a.w carved on your lips. Glorify them the way the comrades being glorified with their loyalties towards Rasulullah s.a.w.

    The shadows of the generation from Dajjal troops have started to be visible, but the shadows of the generation from the troops of sunnah defenders who will fight against Dajjal have also been visible.

    (Habib Munzir, majelisrasulullah.org)

  • BUDDHISME DAN ATHEISME

    Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. Al-Jatsiyah: 23-24)

    Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim dan menjadikan ‘Ketuhanan Yang Mahaesa’ sebagai salah satu dasar negara ternyata sangat toleran kepada para pemeluk agama yang sesungguhnya bukanlah penganut ‘Ketuhanan Yang Mahaesa’. Bukan hanya terhadap Kristen, Katholik, dan Hindu, tetapi juga terhadap agama Buddha yang sesungguhnya berpaham atheis (tak bertuhan).

    Kebanyakan orang berfikir bahwa orang Buddha itu menyembah Buddha sebagaimana orang Kristen menyembah Yesus. Padahal tidak demikian. Dalam agama Buddha tidak ada sembah-menyembah. Buddha bukanlah sembahan, tetapi Guru yang mengajarkan bagaimana caranya keluar dari 31 alam dan lepas dari ruang dan waktu hingga berada di suatu alam yang disebut Nirvana.

    Dalam ajaran Buddha, alam itu terdiri dari 31 alam. Di bawah ini adalah alam-alam tersebut berikut batas waktunya.

    I. ALAM LINGKUP INDERA (11 alam)
    A. Alam menderita
    1. Neraka (tak tentu)
    2. Binatang (tak tentu)
    3. Setan Kelaparan (tak tentu)
    4. Raksasa (tak tentu)

    B. Alam Bahagia
    5. Manusia (+/- 75-100 th)
    6. Empat raja besar (500 ts)
    7. 33 Dewa (1.000 ts)
    8. Yama (2.000 ts)
    9. Tusita (4.000 ts)
    10. Bergembira dlm ciptaan makhluk lain (8.000 ts)
    11. Penguasa ciptaan para makhluk lain (16.000 ts)

    II. ALAM BENTUK (16 alam)
    A. Alam Jhana pertama
    12. Pengikut-pengikur Brahma (1/3 ak)
    13. Menteri-menteri Brahma (1/2 ak)
    14. Mahabrahma (1 ak)

    B. Alam Jhana kedua
    15. Cahaya terbatas (2 mk)
    16. Cahaya tak terukur (4 mk)
    17. Cahaya gemerlap (8 mk)

    C. Alam Jhana ketiga
    18. Keagungan terbatas (16 mk)
    19. Keagungan tak terukur (32 mk)
    20. Keagungan yang memancar (64 mk)

    D. Alam Jhana keempat
    21. Pahala besar (500 mk)
    22. Non persepsi (500 mk)
    23. Kediaman tak bergerak (1.000 mk)
    24. Kediaman Suci (2.000 mk)
    25. Kediaman Indah (4.000 mk)
    26. Kediaman Pandangan terang (8.000 mk)
    27. Kediaman murni tertinggi (16.000 mk)

    III. ALAM TANPA BENTUK (4 alam)
    28. Ruang tanpa batas (20.000 mk)
    29. Kesadaran tanpa batas (40.000 mk)
    30. Ketiadaan (60.000 mk)
    31. Bukan persepsi bukan pula non persepsi (84.000 mk)

    MK= MAHA KAPPA
    AK= ASANKHEYYA KAPPA
    TS= TAHUN SURGAWI

    Dalam Sutta 8 Jaya Manggala dijelaskan bahwa Mahabrahma kekuatanya sangat jauh melebihi matahari terbit sampai melebihi matahari terbenam, tetapi di atas Mahabrahma masih ada 17 alam yang lebih dahsyat lagi kekuatannya. Dan agama Buddha beranggapan bahwa Mahabrahma ini adalah alam yang biasa disebut oleh agama lain sebagai Tuhan. Jadi mereka beranggapan bahwa Tuhan itu sendiri adalah salah satu dari alam, dan bukan pencipta alam. Tentu anggapan ini adalah keliru dalam Islam. Rabb adalah Pencipta segala alam. Rabb bukanlah alam itu sendiri.

    Rabb, dalam pandangan Islam adalah Yang Menciptakan, Mengatur, dan Menguasai segala alam (makhluq). Rabbul ‘alamin dalam Islam adalah Allah. Tetapi dalam agama Buddha, segala alam itu ada dengan sendirinya tanpa diciptakan, sebagaimana diklaim juga oleh para evolusionist. Ajaran Buddha juga mengakui adanya evolusi alam. Namun berbeda dengan Darwinisme, Buddha tidak mengatakan bahwa manusia berasal dari kera yang berevolusi.

    Dari sini kita dapat melihat bahwa Buddhisme merupakan paham tanpa tuhan (atheisme). Dalam agama Buddha, alam ada dengan sendirinya tanpa diciptakan. Buddhisme juga menolak konsep taqdir. Karena dalam Buddhisme, manusia mendapat kebahagiaan atau pun penderitaan adalah disebabkan perbuatannya sendiri yang timbul dari kehendaknya sendiri, yang mereka sebut dengan Karma.

    Karena mereka menolak penciptaan, itu berarti bahwa alam ini ada tanpa awal. Alam ada tanpa diawali dengan ketiadaan. Maka alam juga tidak mempunyai akhir. Itu artinya, alam ini kekal. Maka Buddhisme juga menolak konsep kiamat.

    Dalam Buddhisme dikenal konsep ‘purnabhava’ atau kelahiran kembali. Dengan demikian, manusia yang mati dapat menghuni kembali alam yang kekal ini sebagai manusia atau sebagai makhluq lainnya. Sungguh, ini hanya merupakan konsep takhyul yang hanya ada dalam khayalan para atheis untuk menolak eksistensi Allah. Mereka hanyalah kaum yang mengikuti hawa nafsunya dan berkata bahwa mereka ada tanpa campur tangan Tuhan.

    Lihat juga:
    ‘Origin of Species’ dalam Buddhisme
    Siapakah Tuhan
    Sifat Salbiyah Tuhan

  • ‘Origin of Species’ dalam Buddhisme

    Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. Al-Jatsiyah: 23-24)

    Dalam Buddhisme, dunia, manusia, dan segala sesuatu itu ada dengan sendirinya tanpa diciptakan. Hal ini mempunyai kemiripan dengan klaim Darwin dan para pendukungnya. Darwin mempunyai suatu pandangan sendiri tentang asal-usul makhluq hidup yang dia tuangkan dalam bukunya ‘The Origin of Species’. Lalu bagaimana asal-usul makhluq hidup dalam ajaran Buddha?

    Menurut Buddhisme, manusia terlahir secara tersendiri ke dunia ini. Tetapi bentuknya sangat kecil dan bercahaya. Sedangkan dunia ini masih lunak seperti bubur, belum ada tanah.

    Dalam jangka waktu yang lama, makhluq-makhluq ini (calon manusia) terbang di atas bubur tersebut. Kemudian ada sebagian makhluq (yang terlihat lebih pintar) turun ke permukaan bubur dan mencicipi bubur tersebut. Setelah mencicipi, muncul sebuah kenikmatan atau rasa lezat (mulai belajar mengetahui rasa enak dan mulai belajar makan). Kemudian makhluq yang lainnya juga ikut mencicipi bubur tersebut.

    Dalam jangka waktu yang lama, hal tersebut terus terjadi, akhirnya lapisan bubur tersebut menjadi keras, dan tumbuh sejenis tumbuhan yang menghasilkan biji-bijian. Makhluq tersebut tidak makan sari tanah (bubur) tersebut lagi, melainkan biji-bijian yang dihasilkan oleh tanaman tersebut.

    Dalam jangka waktu yang lama, hal tersebut terus terjadi. Tetapi mulai ada sebagian dengan otaknya yang penuh ketamakan mulai menimbun bijian tersebut untuk dimakan bila diperlukan, yang sebelumnya mereka petik bila dibutuhkan.

    Hal tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, akhirnya tumbuhan tersebut tumbuh dan berbuah berdasarkan musimnya. Lalu mulai muncul tanam-tanaman yang lain. Ada yang berbuah dan ada yang tidak (evolusi tumbuh-tumbuhan sudah terjadi dizaman ini). Semua proses ini diperhatikah oleh seorang makhluq yang derajatnya sangat tinggi dari pada makhluq yang lain, dia duduk di alam ke 14 (Mahabrahma) memperhatikan (mungkin kurang lebih juga mengatur) proses yang terjadi untuk menbentuk alam 1 hingga 13.

    Hal ini tejadi dalam waktu yang lama. Karena terus makan dan makan lagi, akhirnya cahaya tubuh makhluq ini menjadi redup. Lambat laun, karena semakin tertimbunnya makanan di dalam tubuh karena semakin tamak dan terikat oleh keni’matan makanan, maka terjadilan proses pembuangan. Supaya bisa membuang, maka perlu adanya alat pengeluaran yakni anus, dan saluran kencing.

    Hal tersebut juga terjadi dalam waktu yang lama. Saluran kencing terbentuk dengan bentuk yang berbeda antara makhluq yang satu dengan yang lainnya. Ada yang diluar (laki-laki), ada yang di bagian dalam (wanita). Pada zaman ini mulai terbentuk apa yang disebut jenis kelamin.

    Hal tersebut dibiarkan dalam waktu yang lama. Kemudian pada suatu masa, ada sebagian makhluq yang mulai mengexplorasikan tubuhnya dengan tubuh yang lainnya dan disebabkan rasa ingin tahunya, terjadilah hubungan kelamin. Hal ini menimbulkan sensasi keni’matan yang kemudian diikuti oeh makhluq yang lainnya. Setelah terjadi hubungan kelamin terjadilah kelahiran. Siapa yang perlu dilahirkan, sedangkan semua makhluq berada di 31 alam ini. Di alam 15 – 31, hidup mereka sangat lama, jadi tidak mungkin menunggu mereka dilahirkan dialam ini. Maka terjadilah yang disebut ‘kematian’ yang dialami makhluq yang berada di alam ini. Kematian terjadi untuk mendukung proses adanya kelahiran.

    Semua dilahirkan menurut karmanya masing masing. Ada yang baik dan ada yang jahat. Yang jahat terlahir dengan fisik yang kurang sempurna seperti manusia, dan dijauhi oleh manusia, sehingga mereka berhubungan dengan sejenisnya. Mulailah terbentuk alam binatang.

    Mulailah makhluq yang di alam ke-14 (Mahabrahma) memasukkan orang berdasarkan karmanya ke alam surga (Alam Bahagia) ataupun neraka (Alam Menderita). Pada zaman ini mulai ada alam neraka, binatang, manusia, surga, dan lain-lain. Sehingga terbentuklah alam 1 hingga 14.

    Pada zaman awalnya makhluq ini sangat panjang umurnya. Diperkirakan umur mereka sekitar ratusan ribu tahun. Semakin lama, umur manusia semakin pendek. Kelak akan hanya mencapai umur 10 tahun dengan kesanggupan reproduksi pada umur sekitar 3 tahun.Kenapa hal ini terjadi? Karena ketamakan, kebodohan, kebencian yang merupakan dasar dari perbuatan jahat terus tumbuh dengan subur pada zaman ini. Manusia paling tamak diangap contoh yang baik. Manusia paling bengis diangap paling pintar.

    Tetapi pada zaman ketika umur manusia rata-rata 10 tahun, sebagian mulai sadar akan kekacauan ini. Jalan menuju kebaikan semakin banyak karena semuanya semakin sadar. Lalu dikuti oleh yang lainnya. Akhirnya manusia berbuat semakin baik.

    Hal ini berlangsung sangat lama, lama sekali. Proses perbaikan mulai terjadi. Alam binatang, neraka, hantu dan sebagainya menjadi kosong. Semua terlahir di alam manusia.
    Sedangkan yang di alam manusia juga semakin sadar. Makhluq yang disurga juga semakin sadar. Dan pada akhirnya semua makhluq tersebut terlahirkan ke alam 15 hingga 31. Sebagian yang lebih bijak atau tercerahkan/tersadarkan dilahirkan di alam 0 atau Nirvana).

    Pada proses ini, alam 1 hingga 14 menjadi kosong. Mahabrahma (Tuhan) juga akan tidak ada. Selesailah 1 Asankheyya Kappa.

    Semua mahluk di alam 15 hingga 31 ini pada suatu saat akan selesai masanya di alam masing-masing. Jadi akhirnya mereka akan terlahir kembali di alam manusia, sedangkan alam manusia belum ada. Jadi mulailah lagi cerita dari awal, yakni terciptanya sebuah makhluq bercahaya yang terbang di atas sari tanah yang berbentuk seperti bubur.

    Sedangkan mereka yang sudah menjadi arahat dan Buddha tetap di alam 0 atau Nirwana dan tidak lagi mengalami purnabhava (kelahiran kembali). Karena di alam 0 ini tidak ada waktu yang membatasi kehidupan mereka.

    Jadi mereka beranggapan bahwa mereka tidak diciptakan oleh Allah. Setelah mereka mati dan dilahirkan kembali sebagai makhluq di alam 15 hingga 31, tidak ada yang membinasakan mereka kecuali batas waktu hidup mereka di masing-masing alam tersebut. Konsep bathil para pengikut hawa nafsu ini digambarkan dengan tepat dalam Al-Qur`an surat Al-Jatsiyah ayat 23 hinga 24.

    Baca juga:
    Buddhisme dan Atheisme

    Cek juga dalam diskusi di http://asia.groups.yahoo.com/group/daunbodhiindonesia/ pada posting ke 304 hingga 361.