Penulis: adminSN

  • YOHANES 20:17

    Kata Yesus kepadanya: “… Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.” [Yohanes 20:17]
    Lihatlah bagaimana Yesus memberitahukan tentang siapa yang dia sembah, Allahnya, Bapa dan Allah Israel. Jika Yesus itu adalah Allah, mengapa ia menyembah Allah? Jeruk kok minum jeruk?

    (Isa berkata:) “Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” [QS. Ali Imran (3): 51]

    Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun. [QS. Al-Maidah (5): 72]

    Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” [Markus 12:29]

    Dalam Markus 12:29, sebagaimana Musa, Yesus telah berkata bahwa Hua itu adalah Allahnya dan Allah Israel. Dia tidak berkata, “Hua adalah Allahmu,” tetapi dia berkata, “Hua Allah kita.” Ilah yang disembah Yesus adalah Ilah yang disembah Ya’qub (Israel), Ishaq dan Ibrahim, yaitu Ilah Yang Esa.

  • YOHANES 17:3-8

    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah memper-muliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu (bukan dari Iblis ataupun ilah palsu), dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. [Yohanes 17:3-8]
    Dalam ayat-ayat di atas begitu jelas digambarkan bahwa Tuhan itu Esa, dan Yesus adalah utusan Tuhan yang mengemban tugas untuk menyampaikan firman Tuhan. Apa yang disampaikan Yesus adalah bukan berdasarkan hawa nafsu Yesus, tetapi berdasarkan firman yang berasal dari Tuhan. Sebagaimana layaknya para nabi, Yesus hanya menyampaikan apa yang diwahyukan kepadanya. Orang Yahudi bukannya tidak percaya bahwa Yesus itu Tuhan. Sebab memang Yesus tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Tuhan, Yesus hanya mengklaim dirinya sebagai utusan Tuhan. Tetapi banyak orang Israel pada saat itu tidak percaya. Kemudian dalam ayat ini Yesus menyatakan bahwa sekarang mereka telah percaya bahwa hanya ada satu Allah, dan Yesus adalah benar utusan Allah. Allah hanya satu, tidak ada Allah Putra, tidak ada Allah Roh Kudus. Ilah yang benar hanya ada satu, adapun ilah-ilah palsu itu ada banyak. Tetapi hanya satu Ilah yang benar, yaitu Ilah yang disembah Abraham, Ismael, Ishak, Yakub, Yesus, dan Muhammad.

    Katakanlah: “… Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. [QS. Al-An’am (6): 50]

    Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. [QS. Al-Kahfi (18): 110]

    Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” [Matius 19:17]

    Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. [Markus 10:18]

    Yesus menjelaskan bahwa dia bukanlah ‘yang baik’, ‘yang baik’ itu hanyalah Allah Yang Esa, sedang Yesus bukanlah Allah. Turuti segala perintah Allah, maka engkau akan masuk ke dalam hidup yang sejati.

  • ULANGAN 6:4

    Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! [Ul. 6:4]

    Ayat itu tidak tertulis:  “TUHAN itu Allah tritunggal, TUHAN, yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus itu tiga dalam satu!”  Ayat ini menyebutkan bahwa Tuhan itu esa. Lalu bagaimana caranya mereka menafsirkannya menjadi “tiga dalam satu”? Jelaslah, mereka menafsirkannya bukan berdasarkan budaya orang Israel dan keyakinan tauhid yang dianut bangsa Israel. Mereka menafsirkannya berdasarkan hawa nafsu orang-orang Roma dan Yunani yang suka menyembah berhala. Maka mereka pun tersesat dari jalan lurus.

    (lebih…)

  • ULANGAN 4:35

    Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa HUA adalah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. [Ulangan 4:35 TL]

    Katakanlah bahwa Dia adalah Allah, tiada Ilah yang benar kecuali Dia. Dia tidak bergantung kepada apa pun, bahkan kepada Dia segala sesuatu bergantung. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Tiada yang setara dengan Dia. Begitulah Sifat Allah di dalam Al-Qur`an, terutama dalam surat Al-Ikhlash, begitu pula yang terdapat dalam beberapa ayat di Alkitab. Ayat-ayat yang merupakan mutiara yang teronggok di tumpukan sampah.

    Satupun tiada yang setara dengan Allah, hai Yesyurun! [Ulangan 33:26]

    Ingatlah akan segala perkara yang dahulu dari pada awal zaman, bahwa Aku ini Allah; tiada lagi Allah yang lain atau sesuatu yang setara dengan Aku. [Yesaya 46:9]

  • Matius 28:19

    Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. [Matius 28:19]

    Ayat di atas tidak bisa digunakan sebagai dalil tritunggal.

    (lebih…)

  • MATIUS 4:9-10

    Dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” [Matius 4:9-10]

    (lebih…)

  • MALEAKHI 2:15

    Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. [Maleakhi 2:15]

    (lebih…)

  • 1 TIMOTIUS 2:5

    Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus. [1 Timotius 2:5]

    (lebih…)

  • TUAN MANUSIA

    Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.” [Mazmur 110:1]

    Diriwayatkan daripada Abu Hurairah ra katanya: Pada suatu hari Rasulullah saw dibawakan dengan seketul daging, lalu diberikan daging paha tersebut kepada baginda yang sememangnya baginda sangat sukai. Baginda menggigitnya sekali lalu bersabda: Aku adalah pemimpin manusia pada Hari Kiamat. Tahukah kamu apa sebabnya? Pada Hari Kiamat, Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian pada satu kawasan yang luas. Ada penyeru yang memperdengarkan kepada mereka dan ada penglihatan yang mengawasi setiap orang dari mereka. Jarak matahari begitu dekat sehingga manusia pada ketika itu berada pada kemuncak kesusahan dan kepayahan yang amat dahsyat, mereka tidak berkuasa untuk menanggung keadaan tersebut. Sebahagian daripada mereka berkata kepada sebahagian yang lain: Tidakkah kamu tahu apa yang sedang kamu alami. Tidakkah kamu rasai kepayahan yang telah menimpa kamu? Tidakkah kamu mempunyai pandangan sesiapa yang dapat memintakan syafaat kepada Tuhan kamu?

    Maka setengah dari mereka mengusulkan agar menemui Nabi Adam as. Maka mereka menemui Nabi Adam as lalu berkata: Wahai Adam! Engkau adalah bapa manusia. Allah telah menciptakanmu dengan tanganNya dan meniupkan roh ke dalam dirimu. Dia juga memerintahkan para Malaikat supaya sujud kepadamu. Mintakankah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang kami alami? Tidakkah engkau melihat kepayahan yang menimpa kami? Nabi Adam as berkata: Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku sangat marah, kemarahan yang belum pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan terjadi selepas ini. Dulu, aku dicegah mendekati sebatang pohon, tetapi aku mendurhakaiNya. Diriku, diriku. Pergilah kepada orang lain. Pergilah kepada Nabi Nuh as.

    Maka mereka pun pergi menemui Nabi Nuh as lalu berkata: Wahai Nuh! Engkau adalah Rasul pertama di atas bumi dan Allah menyebutmu hamba yang banyak bersyukur. Mintakanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami? Beliau berkata kepada mereka: Pada hari ini, Tuhanku sangat marah, kemarahan yang belum pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan terjadi selepas ini. Dulu aku berdoa dengan doa yang mencelakakan kaumku. Diriku, diriku. Pergilah kamu kepada Nabi Ibrahim as.

    Mereka pun pergi menemui Nabi Ibrahim as lalu berkata: Engkau adalah Nabi dan kekasih Allah di antara penduduk bumi. Mintakanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami? Nabi Ibrahim as berkata: Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku sangat marah, kemarahan yang belum pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan terjadi selepas ini. Beliau menyebut pembohongan-pembohongannya. Diriku, diriku. Pergilah kamu kepada orang lain. Pergilah kamu kepada Nabi Musa as.

    Maka mereka pun pergi menemui Nabi Musa as lalu berkata: Wahai Musa! Engkau adalah Utusan Allah. Allah telah mengutamakanmu dengan risalahNya dan KalamNya, melebihi manusia lain. Mintakanlah untuk kami syafaat kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami? Nabi Musa as berkata: Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku sangat marah, kemarahan yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi selepas ini. Dulu aku membunuh orang padahal aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Diriku, diriku. Pergilah kamu kepada Nabi Isa as.

    Maka mereka pun pergi menemui Nabi Isa as lalu berkata: Wahai Isa! Engkau adalah utusan Allah. Engkau telah berbicara kepada manusia semasa engkau masih dalam buaian. Engkau adalah kalimahNya yang Dia sampaikan kepada Mariam dan roh dariNya. Mintakanlah untuk kami syafaat kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami? Nabi Isa as berkata: Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku sangat marah, kemarahan yang tidak pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan terjadi selepas ini. Aku bukanlah orang yang layak dimintai pertolongan. Diriku, diriku. Pergilah kepada orang lain. Pergilah kepada Nabi Muhammad saw.

    Maka mereka telah mendatangiku dan berkata: Wahai Muhammad! Engkau adalah Utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampunimu, dosa yang terdahulu dan yang terkemudian. Syafaatilah kami di hadapan Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami?

    Akupun berangkat. Sesampainya di bawah Arasy, aku merebahkan diri bersujud kepada Tuhanku. Kemudian Allah membukakan kepadaku dan memberiku ilham, berupa puji-pujian bagiNya dan sanjungan kepadaNya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepada seorangpun sebelumku. Kemudian difirmankan: Wahai Muhammad angkatlah kepalamu. Mintalah, engkau pasti diberi. Berikanlah syafaat, syafaatmu diterima. Aku mengangkat kepala sambil berkata: Wahai Tuhanku. Umatku, umatku. Maka Allah berfirman: Wahai Muhammad. Masukkanlah umat-umatmu yang tidak harus dihisab ke dalam Syurga melalui pintu sebelah kanan di antara pintu-pintu Syurga. Mereka juga boleh masuk bersama orang lain yaitu ahli Syurga yang bukan termasuk golongan di atas dari pintu-pintu lain. Demi Zat yang menguasai jiwa Muhammad Sesungguhnya jarak antara dua pintu Syurga itu, sama dengan jarak antara Mekah dan Hajar sebuah Kota di Bahrain atau sama dengan jarak antara Mekah dan Busyra dekat Damsyik. [HR. Bukhori, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal]

    Lihatlah, ketika para nabi berkata, “Selamatkan diriku, selamatkan diriku!”, Muhammad Rasulullah SAAW tetap ingat kepada ummatnya dan berkata, “Selamatkan ummatku, selamatkan ummatku!”. Dan lihatlah bahwa Muhammad Rasulullah adalah Tuan/Lord/Sayid. Dia itulah Penghibur/Comforter. Dia itulah Jurusyafaat. Dia itulah Parakletos. Dia itulah Sang Penolong yang akan menolong manusia di hari berbangkit. Di tangan Nabi Muhammad itulah diserahkan Kerajaan Tuhan.

    Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu (wahai orang Israel) dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu (yaitu bangsa Arab yang dari bangsa itu lahir Nabi Muhammad SAAW). [Matius 21:43]

    Katanya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat (tapi belum datang). Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” [Markus 1:15]

    Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (yang dijanjikan) itu (yaitu Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [QS. An-Nisa: 170]

    Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. [QS. Al-Maidah: 15]
    Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syari`at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan: “Tidak datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan”. Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [QS. Al-Maidah: 19]
    Kepada Muhammad Rasulullah SAAW telah diberikan hikmah, pengertian dan nasihat yang baik serta keperkasaan, juga ma’rifah (pengenalan) kepada Allah serta ketaqwaan kepada Allah. Dialah yang dipilih oleh Allah, yang Allah ridha/berkenan/puas kepadanya. Dia diutus untuk menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang sengsara dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberikan pembebasan kepada orang-orang yang ditawan oleh dunia. Dunia merupakan penjara bagi orang-orang beriman dan nerupakan surga bagi orang-orang kafir. Orang-orang beriman itulah anak-anak Allah yang akan mewarisi Kerajaan Allah.

    Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. [Ali ‘Imran: 164]

    Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung. [QS. Al-Mujadilah: 22]

  • Mohammad Asad Leopold Weiss*

    Tahun 1922, saya meninggalkan tanah air saya, Austria, untuk melakukan perjalanan ke Afrika dan Asia, sebagai wartawan khusus untuk beberapa harian besar di Eropa. Sejak saat itu, hampir seluruh waktu saya habiskan di negeri-negeri Timur-Islam.

    Hasil pengamatanku, ada perbedaan struktur masyarakat dan pandangan hidup antara mereka dengan orang-orang Eropa. Menurut saya, pandangan hidup mereka lebih manusiawi ketimbang cara hidup Eropa yang serba terburu-buru dan mekanistik.

    Mengapa bisa berbeda? Itulah yang membuatku penasaran untuk mempelajari. Dan salah satu yang saya pelajari adalah Islam, agama mereka. Secara teori, Islam itu mengagumkan. Tetapi mengapa ada kesenjangan antara ajaran Islam dengan kehidupan ummat Islam itu sendiri? Tentang ini saya telah bertukar fikiran dengan banyak ahli fikir kaum Muslimin di seluruh negara yang terbentang antara gurun Libia dan pegunungan Parmir di Asia Tengah, dan antara Bosporus sampai laut Arab.

    Saya kerap memberi pendapat atau saran, bagaimana agar kesenjangan itu bisa diperpendek. Perhatian terhadap hal itu, ternyata melebihi perhatian saya pada bidang lain.

    Perkembangan ini tidak terasa oleh saya, sampai pada suatu hari musim gugur di pegunungan Afghanistan, seorang Gubernur yang masih muda berkata kepada saya, “Tapi Tuan adalah seorang Muslim, hanya Tuan sendiri tidak menyadarinya.” Saya sangat kaget dengan kata-katanya itu dan secara diam-diam terus memikirkannya.

    Ketika kembali ke Eropa pada tahun 1926, saya fikir, satu-satunya konsekuensi logis dari pendirian saya ialah saya harus memeluk agama Islam. Saya pun kemudian menyatakan ke-Islaman saya. Sejak itu pula datang bertubi-tubi pertanyaan-pertanyaan yang berbunyi, “Mengapa Anda memeluk Islam? Apanya yang telah menarik Anda?”

    Menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam itu, saya akui bahwa saya tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan selain keterangan bahwa tidak ada satu ajaran tertentu dalam Islam yang merebut hati saya. Sebab Islam itu adalah satu kesatuan yang mengagumkan; satu struktur yang tidak bisa dipisah-pisahkan tentang ajaran moral dan program praktek hidup. Saya tidak bisa mengatakan bagian manakah yang lebih menarik perhatian saya. (Intinya dia memandang bahwa Islam itu seluruhnya adalah menarik dan mengagumkan)

    Dalam pandangan saya, Islam itu laksana sebuah bangunan yang sempurna segala-galanya. Semua bagiannya, satu sama lain merupakan pelengkap dan penguat yang harmonis, tidak ada yang berlebih dan tidak ada yang kurang, sehingga merupakan satu keseimbangan yang mutlaq sempurna dan perpaduan yang kuat.

    * Wartawan dan pengarang

    (Sumber: buku “Mengapa Kami Memilih Islam”, terbitan Rabithah Alam Islamy, Mekah)

    Leopold Weiss telah melihat betapa Islam ini merupakan suatu ajaran yang lengkap untuk segala sisi kehidupan manusia. Mulai dari ideologi, ibadah ritual, moral, ekonomi, sosial, politik, pemerintahan, wanita dan anak-anak, suami-isteri, kesehatan, kenegaraan, cara mendidik dan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan seluruh aspek kehidupan, semua itu telah diberikan panduannya dalam Islam. Islam adalah ajaran yang bisa dijadikan sebagai panduan hidup yang lengkap dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Inilah yang membuat Leopold tertarik terhadap Islam, kesempurnaan dari Tuhan. Tidak ada agama yang dapat menandingi Islam. Saat semua ini terkuak, maka manusia akan berbondong-bondong untuk memeluk Islam. Itulah hari kemenangan (yaumul-fath).

    Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. Al-Maidah: 3)

    Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. (QS. Al-Fath: 28)

    Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat. (QS. An-Nashr)