Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan masalah tasawwuf, maulid, talqin mayyit, ziarah dan lain-lain yang terdapat dalam kitab-kitab para ulama pendahulu wahabi. Ironisnya, sikap mereka sekarang justru bertolak belakang dengan pendapat ulama mereka sendiri. (lebih…)
Kategori: Fikrah
-
Salafy = Anti Salafush Shalih?
Belakangan ini kata ‘salaf’ semakin populer. Bermunculan pula kelompok yang mengusung nama salaf, salafi, salafuna, salaf shaleh dan derivatnya. Beberapa kelompok yang sebenarnya berbeda prinsip saling mengklaim bahwa dialah yang paling sempurna mengikuti jalan salaf. Runyamnya jika ternyata kelompok tersebut berbeda dengan generasi pendahulunya dalam banyak hal. Kenyataan ini tak jarang membuat ummat Islam bingung, terutama mereka yang hanya mengandalkan buku-buku terjemahan untuk memperluas wawasan keislamannya. Lalu siapa pengikut salaf sebenarnya? Apakah kelompok yang konsisten menapak jejak salaf ataukah kelompok yang hanya menggunakan nama salafi? Tulisan ini mencoba menjawab kebingungan di atas dan menguak siapa pengikut salaf sebenarnya. (lebih…)
-
ISLAM MENGANUT GEOSENTRIS?
Sebagian orang Kristen dan orang Salafy berfikir bahwa Islam menganut teori geosentris, di mana dikatakan bahwa Bumi adalah pusat tatasurya dan matahari mengelilingi Bumi. Hal ini disebabkan mereka telah salah tafsir terhadap Al-Qur`an disebabkan kebodohan mereka. Seperti kita ketahui bahwa orang-orang Salafy telah sering mengutarakan pandangan-pandangan sesat karena kebodohan mereka dalam memahami Al-Qur`an dan Hadits. (lebih…)
-
Cita-Cita Masyarakat
Tindakan sejarah ialah perlakuan terhadap tindakan seseorang yang memiliki nilai sejarah. Tindakan sejarah itu antara lain seperti penghargaan dan pencatatan sejarah terhadap seseorang. Tindakan sejarah akan terjadi pada seseorang di suatu tempat yang tindakannya berdampak pada orang banyak. Nabi Musa, Nabi Muhammad, Firaun (Ramses II), Abu Lahab, Hitler, dan Sukarno adalah contoh orang-orang yang tindakannya telah berdampak pada orang banyak. Tindakan mereka dalam proses sejarah sangat berkaitan dengan cita-cita masyarakat. (lebih…)
-
Cita-Cita Masyarakat yang Mengandung Nilai-Nilai Ilahiyah
Inilah cita-cita yang dibawa oleh para Rasul dan para penerus mereka. Tidaklah mereka diutus melainkan untuk menegakkan kalimat Tauhid dan membebaskan manusia dari thoghut.
Rasulullah SAW datang bukan membawa Pan-Arabic untuk melawan Imperium Roma dan Persia. Bukan pula membawa jargon marheinisme untuk menentang kaum borjuis. Semua itu hanya menimbulkan pemerintahan manusia (demokrasi) dimana manusia menjadi pembuat hukum. (lebih…)