Kategori: Fikrah

  • Jangan Lemah Hatimu!

    Saudara-saudariku, janganlah lemah hatimu menghadapi kaum puritan dan non-Muslim! Tindakan Anda meluruskan para penyempal adalah baik. Allah menyertai Anda sekalian. Ketahuilah bahwa kita memang perlu meluruskan dan menyadarkan mereka, serta berusaha menyelamatkan mereka dari firqah (sempalan) yang membawa mereka ke neraka.

    Diantara firqah yang ghuluw (ekstrim) itu adalah Salafy. Salafy bukan hanya menyempal dari Al-Jama’ah. Saat ini, salafy juga membawa pengikutnya kepada perpecahan di antara mereka. Salafy ada yang pro khawarij, ada yang pro IM. Ada yang pro Luqman (Semarang), ada yang pro Abduh ZA. Di antara aktivis Hizbut Tahrir juga ada yang membuat kelompok lagi bernama Al-Muhajirun dengan pemikiran yang agak berbeda dari Hizbut Tahrir.

    (lebih…)

  • Jangan Lemah Hatimu!

    Saudara-saudariku, janganlah lemah hatimu menghadapi kaum puritan dan non-Muslim! Tindakan Anda meluruskan para penyempal adalah baik. Allah menyertai Anda sekalian. Ketahuilah bahwa kita memang perlu meluruskan dan menyadarkan mereka, serta berusaha menyelamatkan mereka dari firqah (sempalan) yang membawa mereka ke neraka.

    Diantara firqah yang ghuluw (ekstrim) itu adalah Salafy. Salafy bukan hanya menyempal dari Al-Jama’ah. Saat ini, salafy juga membawa pengikutnya kepada perpecahan di antara mereka. Salafy ada yang pro khawarij, ada yang pro IM. Ada yang pro Luqman (Semarang), ada yang pro Abduh ZA. Di antara aktivis Hizbut Tahrir juga ada yang membuat kelompok lagi bernama Al-Muhajirun dengan pemikiran yang agak berbeda dari Hizbut Tahrir.

    Dengan demikian, maka jelaslah bahwa firqah-firqah ini tidak bisa disebut sebagai firqatun najiyah, kelompok yang selamat. Karena kelompok yang selamat ini tidak menamakan diri mereka dan tidak pula memiliki sifat kecuali dengan nama dan sifat yang digambarkan Rasulullah SAAW.

    Kelompok yang selamat ini adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Siapa itu Ahlus Sunnah? Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang mengikuti Rasulullah SAAW dan para shahabat beliau SAAW. Sedangkan Al-Jama’ah adalah kelompok yang terbesar dari kaum Muslimin. Maka tidak bisa disebut Ahlus Sunnah wal Jama’ah mereka yang membentuk kelompok-kelompok kecil dan membid’ahkan apa-apa yang memang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAAW dan para shahabatnya.

    Maka kuatkan hati Anda, dan mohonlah pertolongan Allah dalam menghadapi kaum muda yang lemah aqal itu! Mereka memang pandai membaca Al-Qur’an dan bahkan menghafalnya. Namun Al-Qur’an itu hanya di lisan mereka dan tak sampai masuk kecuali sebatas ke kerongkongan mereka.

    Kuatkan pula hati Anda dalam menghadapi non-Muslim yang coba menafsirkan Al-Qur`an dan hadits semau mereka. Sabarlah dalam menghadapi ocehan-ocehan mereka. Ingat, tidak semua ocehan mereka perlu ditanggapi. Jangan menghabiskan energi Anda untuk menanggapi mereka. Perbanyaklah doa, untuk kita, untuk saudara-saudara kita yang menyempal, dan untuk mereka yang mengingkari atau menyekutukan Allah Yang Mahaesa. Ya Allah, berikanlah kami hidayah akan jalan lurus. Aamiin.

  • Hadits Taqdir

    Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra katanya: Rasulullah saw, seorang yang benar serta dipercayai bersabda: “Kejadian seseorang itu dikumpulkan di dalam perut ibunya selama empat puluh hari. Ketika genap empat puluh hari kedua terbentuklah segumpal darah beku. Ketika genap empat puluh hari kali ketiga bertukar pula menjadi segumpal daging. Kemudian Allah SWT mengutuskan malaikat untuk meniupkan roh serta memerintahkan supaya menulis empat perkara yaitu ditentukan rezeki, tempo kematian, amalan serta nasibnya apakah mendapat kecelakaan atau kebahagiaan. Maha suci Allah SWT di mana tiada tuhan selainNya. Seandainya seseorang itu melakukan amalan sebagaimana yang dilakukan oleh penghuni Syurga sehinggalah kehidupannya hanya tinggal sehasta dari tempo kematiannya, tetapi disebabkan ketentuan taqdir niscaya dia akan bertukar dengan melakukan amalan sebagaimana yang dilakukan oleh penghuni Neraka sehinggalah dia memasukinya. Begitu juga dengan mereka yang melakukan amalan ahli Neraka, tetapi disebabkan oleh ketentuan taqdir niscaya dia akan bertukar dengan melakukan amalan sebagaimana yang dilakukan oleh penghuni Syurga sehinggalah dia memasukinya. [HR. Bukhori dan Muslim]

    (lebih…)

  • Hadits Taqdir

    Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra katanya: Rasulullah saw, seorang yang benar serta dipercayai bersabda: “Kejadian seseorang itu dikumpulkan di dalam perut ibunya selama empat puluh hari. Ketika genap empat puluh hari kedua terbentuklah segumpal darah beku. Ketika genap empat puluh hari kali ketiga bertukar pula menjadi segumpal daging. Kemudian Allah SWT mengutuskan malaikat untuk meniupkan roh serta memerintahkan supaya menulis empat perkara yaitu ditentukan rezeki, tempo kematian, amalan serta nasibnya apakah mendapat kecelakaan atau kebahagiaan. Maha suci Allah SWT di mana tiada tuhan selainNya. Seandainya seseorang itu melakukan amalan sebagaimana yang dilakukan oleh penghuni Syurga sehinggalah kehidupannya hanya tinggal sehasta dari tempo kematiannya, tetapi disebabkan ketentuan taqdir niscaya dia akan bertukar dengan melakukan amalan sebagaimana yang dilakukan oleh penghuni Neraka sehinggalah dia memasukinya. Begitu juga dengan mereka yang melakukan amalan ahli Neraka, tetapi disebabkan oleh ketentuan taqdir niscaya dia akan bertukar dengan melakukan amalan sebagaimana yang dilakukan oleh penghuni Syurga sehinggalah dia memasukinya. [HR. Bukhori dan Muslim]

    Timbullah pertanyaan di benak kita: “Bukankah dalam Al-Qur’an semua perbuatan baik dan buruk dicatat walau perbuatan sebesar biji zarah, dan perbuatan tersebut akan tetap dapat balasan dari ALLAH SWT?”

    Saudara-saudariku yang kumuliakan, hadits tersebut sebenarnya menjelaskan besarnya kekuatan hati. Banyak orang yang beramal baik tetapi hatinya jahat, mengkufurkan orang Islam, mencaci para wali Allah, mencaci para shalihin, melarang orang bertabarruk atau bertawassul pada nabi dan shalihin, atau mencaci sahabat Nabi saw. Kelihatannya amal mereka baik, banyak qiyamullail, banyak puasa, banyak menghafal Alqur`an, banyak berinfak sedekah, membangun Masjid, dsb. Bahkan caci maki merekapun dianggap orang awam adalah kebenaran, karena mereka berkedok membasmi kebathilan, yaitu dengan memusyrikkan orang ziarah dsb.

    Mereka yang seperti itulah yang akan Allah balikkan hatinya di saat hampir wafat hingga mati dalam su`ul khatimah. Allah SWT telah berfirman dalam hadits Qudsiy riwayat Shahih Bukhari : “Barangsiapa memusuhi wali-waliKu maka kuumumkan perang padanya”.

    Jika Allah sudah mengumumkan perang padanya, sudah bisa dipastikan ia akan mati dalam kekufuran dan su’ul khatimah. Sebaliknya ada orang yang banyak bermaksiat misalnya, namun ia sangat cinta pada shalihin, cinta pada Allah, cinta pada Rasul, namun ia masih terus terjebak dosa-dosa, maka Allah SWT akan balikkan keadaannya di wafatnya dalam keadaan husnul khatimah. Allah berikan padanya hidayah dan keinginan bertobat. Allah SWT berikan dan penuhi hatinya dengan penyesalan atas semua dosa, lalu ia menangis, bersujud, merintih pada Allah, dan wafat dalam keadaan itu.

    Sebagaimana hadits Nabi SAW riwayat shahih Bukhari: ketika Abu Dzar ra bertanya pada Rasul saw : “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan suatu kaum yang mencintai kaum lainnya tetapi ia tak mampu menyusul seperti amal shalih mereka?” Rasul saw menjawab : “Engkau akan bersama orang yang engkau cintai wahai Abu Dzar!” Anas bin malik ra berkata ketika mendegar hadits ini, “Sungguh aku sangat gembira, karena aku bisa bersama Rasul SAW, aku mencintai Rasul SAW, Abubakar dan Umar, walau aku tak mampu menyusul dengan amal mereka” (Shahih Bukhari)

    Wallahu a’lam
    (majelisrasulullah.org)

  • Jaminan Rasulullah SAW Terhadap Ahlus Sunnah

    Limpahan puji kehadirat Allah swt Yang Maha menurunkan rahmatNya setiap waktu dan kejap. Sepanjang zaman, alam semesta menyaksikan kedermawanan Allah Yang Mahamemelihara setiap hamba-hambaNya dengan kasih sayang yang melebihi segenap kasih sayang, kasih sayang tunggal dari Rabbul a’lamin yang telah berfirman, “Wa Huwa ma’akum ayna maa kuntum……” Dia, Allah, bersama kalian dimanapun kalian berada. Sejauh manapun langkah seorang hamba, ia tetap bersama Allah dengan kebersamaan yang tidak akan pernah berpisah, selalu bersama Rabbul a’lamin. Sebelum mereka lahir ke muka bumi, mereka di alam rahim sendiri, belum ada yang mengenal wajahnya, belum pula ia mengenal apapun. Namun Allah telah bersamanya dan memeliharanya hingga ia datang ke permukaan bumi dengan izin Allah untuk hidup diatas bumiNya. Kemudian ia akan wafat, diturunkan oleh tangan-tangan sahabat dan kekasihnya ke dalam kubur dan ditinggalkan oleh semua keluarga dan kekasihnya, sendiri, dan tanah pun dibenam dan ditutupkan. Setelah itu, ia dalam kesendirian, ia bersama Allah.

    Sungguh Allah swt selalu bersama hamba-hambaNya dalam kehidupan dan dalam kematian. Dan Dialah yang paling dekat kepada. Tetapi, kedekatan kepada Allah sering dibatasi dengan tirai dosa. Ketika tirai dosa itu menutup, maka walaupun tidak jauh antara kita dengan Allah, tetapi terasa lebih jauh dari perjalanan ribuan tahun karena tertutup dengan tirai dosa, walaupun ia sangat dekat dengan Allah.
    Seperti orang yang duduk di sebelah dinding, disebelah dinding satunya adalah temannya. Hampir saja ia berdampingan, hanya dibatasi dinding saja. Ia sangat dekat dan tidak ada yang lebih dekat dengannya selain temannya. Tapi ia terbatasi dan tidak akan pernah bersatu bersama.
    Demikianlah tirai yang menghalangi sebagian hamba-hamba Allah dengan Allah. Akan tetapi tirai yang demikian hebatnya itu, yang bila telah menutup maka seakan-akan kita jauh dari Allah dengan jarak ribuan tahun ini, akan tersingkap dan terbuka dengan taubat dan inabah. Ketika jiwa kita memanggil nama Allah, ingin dekat kepadaNya, ketika tidak ingin menyembah kepada Ilah selain-Nya, meminta dan mengemis, maka hilanglah jarak penghalang antara dia dengan Allah. Jadilah ia orang yang mendapatkan kedekatan dengan Allah.

    Akan datang suatu masa kita akan dikuburkan dan selesai. Disaat itu ia sendiri bukan satu dua hari, bukan satu dua tahun, mungkin ribuan tahun dalam kesendirian. Ketika kita tidak bisa berbicara pada siapapun, tidak bisa pula berbuat apa-apa, hanya pasrah akan ketentua Allah. Tidak bisa berbuat apapun selain pasrah kepada ketentuan Ilahi, bukan satu dua tahun, tetapi ribuan tahun. Di dalam kegelapan barzakh, dalam keadaan sendiri, apa yang mereka perbuat? Hanya menanti dan menunggu saja, itu saja yang mereka perbuat. Menunggu…menunggu…menunggu sidang akbar.
    Berbahagialah mereka yang di masa hidupnya dipenuhi dengan berlian-berlian ibadah. Sehingga perhiasan mulia itu menemaninya pula di alam barzakh, di dalam penantiannya akan sidang akbar.

    Merugilah mereka yang wafat dalam keadaan miskin akan ibadah. Maka ribuan tahun di dalam kegelapan. Ribuan tahun dalam rintihan. Ribuan tahun dalam penyesalan. Ribuan tahun sendiri, sendiri, tidak ada teman, tidak ada musuh. Tidak ada kekasih, tidak siapa pun menemani. Demikian keadaan setiap manusia yang wafat. Demikian keadaan kita kelak. Akan tetapi, ketika seorang hamba didalam iman, maka amal ibadahnya akan menemaninya. Barangkali lebih dari itu, ruhnya berkumpul bersama Shiddiqqin, nanti saat-saat perjumpaan sidang akbar dg Allah.

    Beruntung orang-orang yang wafat dalam kerinduan kepada Allah. Ia wafat dalam kedaan rindu kepada Allah. Maka ia menunggu ribuan tahun dalam barzakh dalam kerinduan. Sehingga ia dibangkitkan di Yaumil Qiyamah bersama orang oaring yang rindu kepada Allah. Betapa indah ketika perjumpaan antara Allah dan dirinya tang telah ribuan tahun menanti perjumpaan dengan Allah. Sedangkan Allah telah menjelaskan kepada Sang Nabi, dan sang Nabi menjelaskan kepada kita ‘Man ahabba liqa’allah, ahabballahu liqa’ah…’ barang siapa yang rindu perjumpaan dengan Allah maka Allah rindu berjumpa dengannya.

    Demikian Tuntunan Ilahi agar kita mencapai kebahagiaan yang kekal di dunia, di barzakh dan di Yaumil Qiyamah. Demikian beruntungnya orang-orang yang mengikuti Sang Nabi saw. Beliau telah menjelaskan kepada kita bahwa tidak akan ada habis-habisnya kaum dari kelompok umatku (dari kalangan ulama dan fuqaha) yang membela kebenaran yang terus di dalam kesucian, yang terus mengajak kepada kemuliaan hidup, mengajak kepada meninggalkan perpecahan dan permusuhan, mengajak kepada akhlak mulia, mengajak kepada hal-hal yang luhur sampai mereka berjumpa dengan Allah tetap mereka terlihat dengan jelasnya. Maka berkata Sayyidina Abdullah bin Mas’ud, “Sungguh, berpadulah kalian bersama jamaah. Sungguh, Allah tidak akan menjadikan kelompok terbesar pada ummat Muhammad dalam kesesatan.” Demikian berkata Sayyidina Abdullah bin Mas’ud ra. Tidak akan terjadi kelompok terbesar ummat Nabi Muhammad SAW dalam kesesatan.

    Oleh sebab itu, Al Imam Ibn Hajar Asqalani di dalam kitabnya Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari menukil tentang riwayat Ibn Mas’ud ini, yang dimaksud di dalam hadits ini bahwa Ahlus Sunnah wal Jama’ah akan terus bersabar. Rasul menjamin bahwa kelompok mulia ini akan terus ada dari sejak zaman Sang Nabi saw terus sampai hari kebangkitan, walau di sana-sini bermunculan kaum pengingkar. Alhamdulillah. Juga penjelas dari hadits ini adalah ucapan Sayyidina Abdullah bin Mas’ud ra bahwa Allah tidak akan menjadikan jamaah ummat Nabi Muhammad saw di dalam kesesatan. Mereka yang dalam kesesatan adalah yang memisahkan diri sedikit-sedikit.

    Demikian saudara-saudaraku, jangan sampai kita tergoyang dengan pemahaman-pemahaman baru yang keluar dari 4 Madzhab besar Ahlussunnah wal Jamaah. Karena telah dikatakan oleh Sayyidina Abdullah bin Mas’ud ra bahwa ummat Nabi Muhammad saw yang merupakan jamaah yang terbesar tidak akan berkumpul di dalam kesesatan.

    Jadi, tidak benar tuduhan perkumpulan baru yang mengatakan bahwa ummat muslimin sekarang ini kebanyakan di dalam kesesatan. Karena ummat dalam 4 Madzhab besar ini telah dijamin kebenarannya dengan Sabda Nabi Muhammad saw, tidak akan habis-habisnya kelompok dari ummatku akan terus zhahir, akan terus eksis sampai mereka berjumpa dengan Allah SWT. Hadist ini menenangkan kita.

    Alhamdulillah, Rasul SAW telah menjamin, bahwa kelompok itu pasti terus ada dan terlihat. Jadi jangan tertipu kalau ada yang bilang ini sesat, itu batil, ini bid’ah terhadap ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Hal itu munculnya baru. Justru Rasul SAW telah berkata mereka, Ahlus Sunnah wal Jama’ah, akan tetap ada dan tidak sirna. Inilah kelompok terbesar dari kaum Muslimin.

  • Sikap Habib Munzir terhadap Demo 20 April 2008

    ImageImageAssalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, Bismillahirrahmanirrahiim
    Alhamdulillahirabbil Alamin,
    Wasshalatu wassalamu ala sayyidil mursalin,
    Wa ala alihi washahbihi ajmaiin,

    Semoga kebahagiaan dan kesejukan jiwa selalu menerangi hari hari saudaraku dimanapun kalian berasa, Wahai saudara saudaraku seperjuangan, Wahai para Pembela Sayyidina Muhammad, Wahai yg berbakti kepada Muhammad Rasulullah, Dengan ini saya, Hamba Allah yg hina, Khadim Majelis Rasulullah saw, Munzir bin Fuad Almusawa, menghimbau kepada saudara saudaraku sekalian, (lebih…)

  • Keyakinan dan Logika

    Keyakinan… dapatkah dilogikakan? Apa maksud dari ‘dilogikakan’? Diterima oleh aqal? Jika ini yang dimaksud, maka keyakinan kepada ajaran wahyu harusnya dapat diterima oleh aqal. Jika tidak dapat diterima oleh logika, kenapa Allah mengajarkan keyakinan itu melalui firman (logos)?

    (lebih…)

  • Keyakinan dan Logika

    Keyakinan… dapatkah dilogikakan? Apa maksud dari ‘dilogikakan’? Diterima oleh aqal? Jika ini yang dimaksud, maka keyakinan kepada ajaran wahyu harusnya dapat diterima oleh aqal. Jika tidak dapat diterima oleh logika, kenapa Allah mengajarkan keyakinan itu melalui firman (logos)?

    Firman Allah yang suci, yang belum tercemar oleh fikiran manusia, tentu mengandung keyakinan yang dapat diterima oleh logika. Bahkan dalam Alkitab dikatakan agar kita mencintai Allah dengan segenap hati, aqal, dan jiwa. Artinya, Allah tidak hanya dikenal oleh hati, tetapi juga dapat dikenal oleh aqal. Jika aqal tidak dapat mengenal Allah, bagaimana aqal dapat mencintai-Nya? Bukankah cinta itu timbul setelah adanya pengenalan?

    Jika di hadapan Anda terdapat gula merah, maka mata Anda dapat mengenalnya melalui bentuk dan warnanya. Kulit Anda dapat mengenalnya melalui teksturnya. Hidung Anda dapat mengenalnya melalui aromanya, dan lidah Anda dapat mengenalnya melalui rasanya. Setelah itu timbul rasa suka Anda kepada gula merah.

    Hati dapat mengenal ajaran yang benar dan lurus melalui caranya. Begitu juga dengan aqal, dia punya cara sendiri untuk mengenal ajaran yang lurus. Aqal kita sungguh unik.

    Sebagian orang dapat memahami apa yang ingin disampaikan pelukis melalui lukisannya, atau ekspresi seorang perupa melalui patung karyanya. Sebagian orang dapat memahami apa yang tersirat dari kata-kata tersurat seorang penulis atau pun penyair.

    2 Timotius 3:8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.

    Aqal budi yang jernih sanggup membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Penyidik yang cakap dan jujur akan dapat mengungkap siapa pelaku kejahatan sesungguhnya dan siapa yang sesungguhnya dijebak.

    Begitulah, aqal budi yang murni akan sanggup membedakan mana kitab suci dan mana kitab buatan manusia atau kitab yang tercemar. Logika juga dapat mengenal siapa Tuhan yang haqiqi dan siapa yang bukan tuhan. Setidaknya, aqal dapat mengenal siapa yang bukan tuhan. Sehingga aqal dapat menolak segala tuhan-tuhan palsu sampai saatnya dinyatakan kepada aqal dan hatinya akan satu-satunya Tuhan yang benar.

    Astrofisikawan terkenal, Hugh Ross menuturkan, “Jika permulaan waktu bersamaan dengan awal keberadaan alam semesta, seperti dijelaskan teorema-angkasa, maka penyebab alam semesta harus merupakan kesatuan yang berfungsi dalam suatu dimensi waktu yang sepenuhnya terpisah, dan sudah ada sebelumnya. Kesimpulan ini sangat penting untuk pemahaman kita tentang Siapa Yang Tuhan dan siapa/apa yang bukan Tuhan. Rabb bukanlah alam semesta (makhluq) itu sendiri dan tidak terkandung dalam alam semesta (baik ruang maupun waktu).”

    Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu

  • Mari Bersatu!

    Rasul bersabda, “Ummatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya masuk neraka kecuali satu golongan.” Ditanyakan kepada beliau: “Siapakah mereka (yang satu golongan itu), wahai Rasul Allah?” Beliau menjawab: “Orang-orang yang mengikutiku dan para sahabatku.” [HR Abu Dawud, At-Tirmizi, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darami dan Al-Hakim]

    (lebih…)

  • Sejarah Wahhabi

    Menanggapi banyaknya permintaan pembaca tentang sejarah berdirinya Wahabi maka kami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan asal usul dan sejarah perkembangannya semaksimal mungkin berdasarkan berbagai sumber dan rujukan kitab-kitab yang dapat dipertanggung-jawabkan, diantaranya, Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, I’tirofatul Jasus AI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan lain-lain. Nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab (lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M). Asal mulanya dia adalah seorang pedagang yang sering berpindah dari satu negara ke negara lain dan diantara negara yang pernah disinggahi adalah Baghdad, Iran, India dan Syam. Kemudian pada tahun 1125 H / 1713 M, dia terpengaruh oleh seorang orientalis Inggris bernama Mr. Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah. Sejak itulah dia menjadi alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran barunya. Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru di tengah umat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Bahkan Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasuk dalam target program kerja kaum kolonial dengan alirannya Wahabi. (lebih…)