Kategori: Kenali Kitabmu

  • Al-Qur`an Digital

    Download Al Qur’an Digital

    Besar File : 9 MB
    Deskripsi : Software ini sangat membantu dalam pencarian cepat. Terdapat index Al Quran untuk memudahkan pencarian berdasarkan kategori. Juga pencarian teks dan kalimat. Dilengkapi dengan teks arab dan terjemahan Indonesia juga asbabun nuzul ayat.
    Download Al Qur’an Untuk MS Word


    Microsoft Word

    Besar File :
    Deskripsi : Sebelum peng-installan pastikan applikasi Office tidak ada yg terbuka. Lakukan peng-installan seperti biasa, setelah selesai software ini akan include ke dalam tools MS Word. Menu Qur’an ini akan muncul di sebelah kanan menu help. Jika tidak bisa muncul, coba dengan merestart komputer.
  • Al-Qur`an Menjiplak Taurat

    Orang-orang Kristen berusaha mengejek Islam dengan mengatakan bahwa Al-Qur’an itu menjiplak Taurat. Dengan cara seperti itu, sebenarnya menunjukkan bahwa mereka kurang mengerti apa itu ajaran Tuhan. Islam memang memiliki sumber yang sama dengan ajaran yang dibawa oleh para Nabi. Sama-sama berasal dari Allah, Rabbul-‘alamin. Jadi, ucapan mereka tidak menggugurkan kebenaran Islam, justru menguatkan bahwa Islam memang berasal dari Allah. Terbukti, ada banyak persamaan antara ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad dengan ajaran yang dibawa oleh para Nabi Allah sebelumnya. Mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Isa as.

    Bahkan Nabi Isa selalu mengajarkan ajaran para Nabi sebelumnya. Dalam banyak pembicaraan, Nabi Isa sering mengutip perkataan Nabi Musa, Nabi Daud, Yesaya, dan Nabi-Nabi lainnya. Bahkan dengan tegas Nabi Isa menjelaskan bahwa beliau datang bukan untuk menghapus hukum Taurat, melainkan menggenapkannya dan menyempurnakan pelaksanaannya.

    Justeru yang harus dipermasalahkan adalah apabila ada suatu agama yang diklaim berasal dari Tuhan, tetapi ajarannya tidak memiliki akar dan kesamaan dengan ajaran para Nabi terdahulu. Apalagi jika ternyata ajaran itu malah banyak pertentangannya dengan ajaran para Nabi terdahulu dan bahkan menghidupkan kembali kebiasaan serta symbol-symbol ajaran pagan. Suatu ajaran Rabbul-‘alamin tetapi menghidupkan ajaran musyrik dan simbol-simbol pagan? Bukankah itu aneh?

    Jika ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW mirip dengan ajaran yang dibawa Nabi Musa, itu wajar, karena Nabi Musa dan Nabi Muhammad adalah Nabi Allah.

    Ajaran Paulus berbeda dengan ajaran yang dibawa Nabi Musa dan Nabi Isa. Ajaran Paulus itulah yang tidak wajar. Itu menunjukkan bahwa Paulus bukanlah Nabi Allah. Paulus itulah Nabi palsu utusan Iblis. Dia mengaku sebagai domba, padahal dialah srigala.

  • Atlas Penciptaan

    Para pemikir Prancis telah mengemukakan pemikiran-pemikiran paling menyimpang terhadap hal-hal suci dan nilai-nilai ajaran agama, yang berujung pada gerakan pemberontakan dan perlawanan atas nama kebebasan. Para cendekiawan Prancis yang sangat berpengaruh seperti Voltaire, Rousseau, Diderot, Helvetius, Holbach, Auguste Comte, Jean-Paul Sartre dan Albert Camus telah memainkan peran utama dalam pergeseran Eropa ke arah materialisme dan penyebaran ateisme. (lebih…)

  • Pelarangan Tadzkirah

    Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) menganggap bahwa kitab sucinya adalah Alquran, Hadis, dan Tadzkirah. Yang terakhir merupakan hasil pemikiran Mirza Ghulam Ahmad (MGA) dan ia dianggap nabi juga oleh JAI. Dalam kitab itu dikatakan bahwa barang siapa yang tidak mempercayainya sebagai nabi akan dianggap sesat (Republika online, 7 Januari 2008). (lebih…)

  • ISLAM MENGANUT GEOSENTRIS?

    Sebagian orang Kristen dan orang Salafy berfikir bahwa Islam menganut teori geosentris, di mana dikatakan bahwa Bumi adalah pusat tatasurya dan matahari mengelilingi Bumi. Hal ini disebabkan mereka telah salah tafsir terhadap Al-Qur`an disebabkan kebodohan mereka. Seperti kita ketahui bahwa orang-orang Salafy telah sering mengutarakan pandangan-pandangan sesat karena kebodohan mereka dalam memahami Al-Qur`an dan Hadits. (lebih…)

  • Firman Tuhankah Alkitab?

    Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. [QS. An-Nahl (16): 68]

    Wahyu dalam ayat di atas bermakna ilham/inspirasi. Allah mengilhamkan kepada segenap makhluq-Nya akan apa yang mesti mereka perbuat. Allah juga yang telah memberi ilham/inspirasi kepada para pelukis, penulis, filsuf, dan semua manusia. Namun, kepada manusia, Allah berikan dua jalan, dua macam ilham yang bisa mereka pilih. (lebih…)

  • Firman Tuhankah Alkitab?

    Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. [QS. An-Nahl (16): 68]

    Wahyu dalam ayat di atas bermakna ilham/inspirasi. Allah mengilhamkan kepada segenap makhluq-Nya akan apa yang mesti mereka perbuat. Allah juga yang telah memberi ilham/inspirasi kepada para pelukis, penulis, filsuf, dan semua manusia. Namun, kepada manusia, Allah berikan dua jalan, dua macam ilham yang bisa mereka pilih.

    Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. [QS. Al-Balad (90): 10]
    Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. [QS. Asy-Syams (91): 8]

    Allah mengilhamkan kefasikan kepada manusia melalui syaithan dan mengilhamkan ketaqwaan kepada manusia melalui malaikat-Nya. Hal ini juga mestinya diakui oleh orang-orang Kristen ketika mereka membaca dua ayat berikut:

    Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.” (II Samuel 24: 1)
    Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel. (I Tawarikh 21:1)

    Siapakah yang telah mengilhamkan kepada Daud agar melawan orang Israel dan menyuruh Yoab untuk menghitung jumlah mereka? Tuhan atau Iblis? Tentu mereka akan menjawab bahwa dua ayat itu dapat dikompromikan. Tuhan memang menginspirasikan kepada Daud melalui setan.

    Maka jelaslah bahwa inspirasi yang datang kepada manusia itu bisa melaui malaikat, bisa pula melalui setan. Lalu apa hubungannya dengan pertanyaan utama kita kali ini? Apa hubungannya dengan “Firman Tuhankah Alkitab”?

    Orang-orang Kristen mengakui bahwa “Alkitab itu diberikan melalui ilham Allah sebagaimana Rohkudus bekerja di dalam orang-orang yang dipilih, menyatakan kepada mereka pikiran Allah dan memampukan mereka untuk menggunakan kata-kata yang tepat untuk mengkomunikasikan kebenaran Allah tanpa kesalahan. Ilham (inspirasi) berasal dari kata latin yang artinya “bernafas dalam” atau “ke dalam” (in dan spiro) dan dari kata Yunani yang artinya “nafas Allah” (Theopneustos) (lihat kembali definisi wahyu). Allah menaruh Rohkudus ke dalam para penulis Alkitab dan melalui Dia, membimbing mereka di dalam menuliskan Alkitab, maka “inspirasi” dapat didefinisikan sebagai proses melalui mana Allah menghembuskan Roh-Nya ke dalam manusia untuk memampukan mereka untuk menerima dan mengkomunikasikan kebenaran Ilahi tanpa kesalahan. Alkitab adalah Allah berbicara!”

    Melihat pengakuan mereka tentang Alkitab, kita tidak bisa mengatakan bahwa Alkitab adalah Injil yang Allah turunkan kepada Nabi Isa. Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa dan Alkitab adalah dua hal yang berbeda. Maka kita harus beriman kepada Injil yang Allah turunkan kepada Nabi Isa tetapi kita tidak boleh beriman kepada Alkitab.

    Kemudian kita dapat menyimpulkan dari definisi mereka bahwa Alkitab bukanlah Firman Allah kepada Nabi Isa melalui malaikat Jibril. Alkitab hanyalah karangan manusia yang mereka akui mendapat inspirasi. Saya tekankan di sini, bahwa para pengarang itu hanya mendapat inspirasi, bukan Firman Tuhan. Inspirasi ini bisa melaui malaikat, bisa pula melalui setan. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Tidak ada satu orang Kristen pun yang dapat mengatakan secara gamblang bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan yang Allah sampaikan kepada Nabi Isa. Mereka hanya berani berputar-putar dan berkata bahwa Alkitab itu adalah tulisan orang-orang terdahulu yang mendapat inspirasi. Anda tentu tahu bahwa buku-buku novel juga merupakan tulisan orang-orang yang mendapat inspirasi. Alkitab, dalam definisi ini, hanya bisa disejajarkan dengan buku-buku novel seperti Harry Potter, Sherlock Holmes, DaVinci’s Code, dsb. Mungkin ada fakta-fakta di dalam Alkitab, tetapi juga ada berjuta kebohongan di dalamnya.

    Dengan definisi seperti di atas, tidak ada seorang pun yang boleh memastikan bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Firman Tuhan yang kita maksud di sini tentunya adalah wahyu dari Allah yang disampaikan kepada para Nabi untuk membimbing manusia. Sedangkan Alkitab bukanlah dalam definisi tersebut, karena para pengarang Alkitab bukanlah para Nabi.

    Lalu mungkin ada yang berkata, “Katakanlah bahwa para pengarang Perjanjian Baru bukanlah para Nabi. Tetapi bukankah para pengarang Perjanjian Lama adalah para Nabi?” Tidak ada yang dapat memastikan bahwa Pentateuch adalah Firman Tuhan kepada Musa, bahwa kitab Yesaya adalah Firman Tuhan kepada Yesaya. Pada faktanya, Perjanjian Lama yang tercantum dalam Alkitab saat ini baru ditulis ulang setelah ratusan tahun kitab-kitab asli para nabi tersebut menghilang. Perjanjian Lama ditulis oleh generasi yang kesekian berdasarkan ingatan semata. Berbeda dengan Al-Qur`an yang ditulis oleh generasi yang pernah bertemu dengan Rasulullah SAW berdasarkan hafalan dan catatan yang shahih disaksikan oleh para shahabat yang terpercaya. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru tidak bisa memenuhi syarat-syarat ini. Tidak ada satu kitab pun dari Perjanjian Baru yang ditulis oleh murid langsung dari Nabi Isa.

    Roh Kudus

    Menjadi pertanyaan di benak kita, jika Roh Kudus itu Tuhan, bagaimana ia bisa diletakkan pada manusia biasa? Tuhan meletakkan Diri-Nya sendiri pada sesuatu? Pernyataan mereka tentang hal ini justeru membatalkan ketuhanan Roh Kudus itu sendiri.

    Kemudian, tidak ada yang bisa menjamin bahwa para pengarang Alkitab itu dibimbing oleh Roh Kudus dan tak pernah salah. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa para penerjemah Alkitab itu tidak akan melakukan kesalahan dalam menerjemahkan Alkitab dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Terjemah Alkitab di Indonesia saja sudah mengalami 3 kali penerjemahan untuk Perjanjian Baru, yaitu Terjemahan Lama, Terjemahan Baru dan Terjemahan Baru Kedua. Mengapa? Karena ada kata-kata yang dirasa kurang cocok dengan teks yang mereka anggap asli, atau ada sumber teks yang dianggap lebih asli dari sumber teks sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus tidak membimbing mereka. Jika Roh Kudus memang membimbing mereka, tentu Roh Kudus akan membimbing mereka kepada teks asli sejak awalnya dan membimbing mereka untuk menterjemahkan ayat-ayat itu secara tepat sehingga tidak ada ummat yang membaca Alkitab palsu selama 30 tahun. Intinya, Anda tidak bisa mengatakan bahwa Alkitab dalam bahasa Indonesia itu suci dari kesalahan. Alkitab dalam bahasa Indonesia itu bukanlah kitab suci. Begitu juga KJV, dan Alkitab-Alkitab dalam terjemahan lain. Lalu bagaimana dengan Alkitab dalam bahasa Yunani?

    Kami ingatkan, seasli apa pun Alkitab, Alkitab tetaplah bukan Firman Tuhan. Karena dia bukanlah wahyu yang Allah sampaikan kepada para nabi-Nya, melainkan karya tulis manusia biasa dengan gaya bahasa manusia biasa. Dan dalam menulis suatu karya tulis, baik fiksi mau pun non-fiksi, setiap penulis memerlukan inspirasi. Menyebut para pengarang Alkitab sebagai orang-orang yang mendapat inspirasi, tidak membuatnya menjadi suci. Ditambah lagi, tidak ada terjemahan yang benar-benar tepat. Jika Anda benar-benar membaca sejarah Alkitab, tentu Anda akan mengerti bahwa Alkitab jelas bukan Firman Tuhan.

    Lihat juga:
    Wahyu

  • AL-QUR`AN: THE RULES OF GAME

    Semua manusia menginginkan kesuksesan. Kesuksesan yang diinginkan manusia bukan kesuksesan sesaat di satu sisi. Melainkan kesuksesan abadi, selama-lamanya di berbagai sisi; kesuksesan yang sempurna. Maka diperlukan cara yang sempurna untuk dapat meraih kesuksesan seperti ini. Sebuah metode sempurna yang tidak bercacat. Maka tidak ada jalan lain kecuali mengikuti metode dari Yang Menciptakan kehidupan itu sendiri. Dia Yang Tahu dengan pasti bagaimana sifat-sifat kehidupan dan cara menjalani kehidupan ini. Pembuat game pasti tahu bagaimana cara mudah dan jitu untuk menyelesaikan game dengan sempurna. Begitu juga Sang Pembuat game kehidupan. Tentu Dia tahu bagaimana cara menyelesaikan game ini dengan mudah dan selamat. Orang-orang yang tidak mengikuti metode ini, tentu akan mengalami kegagalan.

    Mahasuci Allah Yang mencipta game kehidupan dan memberikan buku panduan (player guide) untuk memainkan game ini dengan ni’mat dan selamat. Buku panduan itu adalah Al-Qur`an. Dan Allah juga mengutus seorang pemandu game yang handal untuk memandu kita dalam membaca buku panduan dan dalam menjalankan game sesuai buku panduan ini. Beliau adalah Muhammad Rasulullah SAAW. Manusia yang paling pandai membaca, memahami dan menerapkan game guide ini. Beliau telah menguasai buku panduan itu dalam dadanya. Beliau adalah game master. Beliau (SAAW) adalah Al-Qur`an Berjalan. Dengan begitu, setiap player (pemain) yang menemukan masalah dalam memainkan game ini dapat bertanya kepada beliau. Beliau akan menjawab sesuai dengan buku panduan yang telah diajarkan kepada beliau dari Sang Pembuat game. Tidak semua orang dapat memahami atau menerapkan panduan tersebut. Tetapi dengan adanya The Game Master, kita dapat lebih mudah memahami bagaimana menerapkan instruksi-instruksi dalam buku panduan. Siapa yang mengikuti beliau, pasti akan dapat menyelesaikan game dengan lebih cepat.

    Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali ‘Imran: 31)
    Tetapi tidak semua manusia percaya dengan The Rules of Game (Peraturan Permainan) yang telah Allah turunkan. Orang yang percaya belum tentu mau memainkan game sesuai aturan tersebut. Semoga kita dimasukkan ke dalam golongan orang yang berusaha untuk memainkan game ini sesuai The Rules of Game secara total dengan penuh keimanan. Aamiin.

    Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (Al-Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa). (QS. Ali Imran: 3-4)

    Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. (QS. Ali Imran: 83)

    Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan, untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. (QS. An-Naml: 1-3)

    Lebih lanjut tentang kemulyaan Al-Qur`an dan Surat Al-‘Ashr, silahkan download file berikut:
    AL-QUR`AN AL-IMAM (Word Document 273kb)

  • AL-QUR`AN ITU ILMIAH DAN LOGIS

    Tidak layak seorang muslim beranggapan bahwa ada Kitab yang lebih baik daripada Al-Qur`an. Dengan beriman kepada Al-Qur`an, maka seorang muslim dituntut untuk menolak segala paham yang bertentangan dengan Al-Qur`an. Paham-paham tersebut antara lain adalah paham Darwinisme, komunisme, atheisme, liberalisme, sekulerisme, dan materialisme. Karena semua paham tersebut sama sekali tidak ilmiah. Tidak pernah ada bukti ilmiah bahwa manusia ini berasal dari kera. Tidak pernah ada bukti ilmiah bahwa dunia ini tercipta dengan sendirinya atau terjadi secara kebetulan. Sungguh tidak masuk di akal apabila desain yang demikian kompleks ini tercipta tanpa adanya Designer yang Mahabijaksana. Untuk membuat helikopter saja diperlukan rancangan cerdas dari para pakar yang cerdas. Apalagi untuk membuat seekor lalat atau seekor capung yang tentunya lebih canggih daripada helikopter.

    PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

    Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-An’am: 101)

    Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (Q.S. Adz-Dzariyat: 47)

    Pada tahun 1929, A.E. Hubble seorang astronom berkebangsaan Amerika menghadirkan sebuah penemuan besar. Ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia mendapati cahaya dari bintang-bintang itu berubah ujung spektrumnya menjadi merah. Hal ini berarti, bintang tersebut menjauh dari tempat observasi. Artinya bintang menjauhi bumi secara tetap. Sebelumnya ia juga mendapati bahwa galaksi-galaksi dan bintang-bintang bergerak saling menjauh satu dengan yang lainnya. Ini menjelaskan bahwa ternyata alam semesta ternyata meluas –tidak statis sebagaimana diklaim oleh kaum atheis. Alam semesta yang meluas ini menunjukkan bahwa jika alam semesta dapat bergeak mundur dalam hal waktu, maka didapati bahwa alam semesta berasal dari ‘titik tunggal’. Perhitungan menunjukkan bahwa titik tunggal ini, mengandung pengertian semua zat atau materi yang ada di alam semesta, mempunyai ‘volume nol’ dan ‘kerapatan tak terbatas. Alam semesta tercipta melalui ledakan titik tunggal yang bervolume nol ini. Ledakan luar biasa dahsyatnya yang disebut Ledakan Dahsyat (Big Bang) ini menandai dimulainya alam semesta. Adapun yang dimaksud dengan ‘volume nol’ adalah ketiadaan.

    Ini adalah bukti bahwa agama Islam bukanlah takhyul. Sebab keyaqinan bahwa alam semesta itu diciptakan oleh Allah dapat dijelaskan secara ilmiah. Justeru teori yang mengatakan bahwa alam semesta ini tidak diciptakan itulah yang merupakan kepercayaan takhyul yang tidak logis, tidak masuk aqal, tidak ilmiah, jahil, sesat. Jika tidak diatur oleh Allah, mana mungkin sebuah ledakan dahsyat dapat menghasilkan tatanan yang teratur seperti yang kita lihat pada alam semesta. Sebagaimana kita ketahui, setiap ledakan itu hanya menghasilkan kekacau-balauan. Tidak mungkin ledakan dinamit menghasilkan bangunan megah yang kokoh dan indah. Tanpa Kekuasaan Allah, tentu zat-zat itu akan berhamburan tanpa kontrol. Tetapi pada kenyataannya, setelah peristiwa Big Bang, zat-zat itu bergerak dengan kecepatan dan arah yang sangat terkendali. Tentu saja Allah Yang telah menahan zat-zat tersebut agar tidak berhamburan tanpa kendali.

    ORBIT

    Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (Al Anbiya: 33)

    dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.(Yaa Siin: 38)

    Demi langit yang mempunyai jalan-jalan (orbit-orbit). (Q.S. Adz-Dzariyat: 7)

    Matahari berputar mengelilingi suatu titik bersama bintang-bintang di galaksi Bima Sakti, Matahari bergerak 17.280.000 km/hari dalam sebuah garis edar (orbit) ‘menuju’ bintang vega.

    Banyak orbit di langit tetapi tidak ada yang bertabrakan. Semua benda langit beredar sesuai garis edarnya dengan teratur di dalam pengaturan Allah Yang Mahasempurna.

    ATAP PELINDUNG

    Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. (Q.S. Al-Anbiya: 32)

    Atmosfir dan sabuk van Allen melindungi bumi dari bahaya luar angkasa berupa meteor, radiasi, dsb.

    Demi langit yang mengandung hujan (raj’i). (Q.S. Ath-Thariq: 11)

    Raj’i artinya kembali. Hujan disebut dengan raj’i dalam ayat ini, sebab hujan itu adalah uap air yang berasal dari bumi. Pada titik jenuh, uap air itu akan kembali ke bumi dalam bentuk titis-titis air (hujan). Selain itu langit juga memiliki kemampuan mengembalikan yang lain. Misalnya:

    v Troposphere (13-15 km dari bumi) mengembalikan uap air dalam bentuk hujan

    v Ozonosphere (25 km dari bumi) mengembalikan ultraviolet dan radiasi dari matahari

    v Ionosphere mengembalikan pancaran gelombang dari bumi sehingga kita dapat berkomunikasi (melalui radio, tv, dsb) tanpa kabel.

    LAPISAN LANGIT

    Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al Baqarah: 29)

    Kemudian Dia menuju langit (tata surya kita) dan langit itu masih merupakan asap (kabut/gas), lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Fushshilat: 11-12)

    Atmosphere ada 7 lapisan yang dibedakan menurut ciri fisik dan fungsi-fungsinya. Lapisan-lapisan itu adalah:

    1. Troposfer mengembalikan uap air.
    2.
    Stratosfer.
    3.
    Ozonosfer bagian dari Stratosfer yang mengembalikan ultraviolet.
    4.
    Mesosfere.
    5.
    Termosfer.
    6.
    Ionosfer bagian dari Termosfer yang mengionisasi gas-gas dan mengembalikan gelombang dari bumi.
    7.
    Eksosfer 480-960 km di atas bumi.

    FUNGSI GUNUNG

    Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu tidak goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. (Al Anbiya: 31)

    Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan,dan gunung-gunung sebagai pasak? (An Naba`: 6-7)

    Gunung itu muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya. Sementara yang diatas melipat dan membentuk gunung-gunung. Lapisan yang bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti, gunung memiliki bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tidak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi. Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan. Sehingga gunung memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau diantara lempengan-lempengannya. Fungsi gunung yang seperti ini mirip dengan pasak atau paku yang menahan sambungan lempengan kayu. Dalam istilah ilmiah kita menyebut fungsi gunung seperti ini dengan proses isostasi. Isostasi adalah kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi.

    PERJALANAN GUNUNG

    Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (An Naml: 88)

    Pada tahun 1980, teori Alfred Wegner tentang pergerakan benua (continental drift) dibenarkan para ilmuwan. Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempengan tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1-5 cm per tahun. Lempengan-lempengan itu terus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun misalnya, Samudera Atlantik menjadi sedikit lebih lebar.

    BESI (BATU BINTANG)

    Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Q.S. Al-Hadid: 25)

    Logam besi yang kita temukan di bumi berasal dari bintang-bintang raksasa di luar angkasa. Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya bisa dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa nova atau super nova. Akibatnya meteor-meteor yang mengandung besi bertebaran di alam semesta dan bergerak melalui ruang hampa udara hingga ditarik oleh gravitasi planet (benda angkasa)

    PEMBENTUKAN HUJAN

    Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (Q.S. Al-Hijr: 22)

    Ternyata angin tidak hanya mengawinkan tumbuh-tumbuhan. Tetapi juga membantu proses terjadinya hujan.

    Di atas permukaan laut dan samudera gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil (aerosol) dengan diameter 1/100 milimeter. Aeroso bercampur dengan debu-debu daratan yang terbawa oleh angin. Selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun disekeliling partikel-partikel ini dan berubah jadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air berkumpul membentuk awan dan jatuh ke bumi dalam bentuk hujan. Angin mengawinkan uap air dengan partikel-partikel aeoroso yang dibawanya.

    PEMBAGIAN HUJAN

    Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). (Az Zukhruf:11)

    Setiap detik 16 juta ton air menguap dari bumi atau 513 trilyun air per tahun. Angka ini sesuai dengan jumlah air yang jatuh ke bumi tiap tahun. Dan hal ini terus terjadi tanpa berubah. Jika setiap tahun terjadi perubahan 0,1% saja, maka kehidupan di bumi akan berakhir.

    PEMBATAS DUA LAUTAN

    Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. (Ar Rahman: 19-20)

    Ahli kelautan telah menemukan bahwa dua luatan yang berbeda tidak akan menyatu disebabkan adanya perbedaan masa jenis air.

    JENIS KELAMIN BAYI

    Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani, apabila dipancarkan. (An Najm:45-46)

    Cabang ilmu genetika dan biologi molekuler membenarkan hal ini. Kromosom menentukan jenis kelamin bayi. 2 Dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia, diketahui sebagai kromosom jenis kelamin. Dua kromosom ini adalah XY pada laki-laki dan XX pada wanita. Kromosom Y membawa gen yang mengkode sifat laki-laki, dan kromosom X membawa gen yang mengkode sifat perempuan. Pada perempuan kedua komponen sel kelamin yang terbelah menjadi dua selama ovulasi membawa kromosom X. Sebaliknya sel kelamin laki-laki menghasilkan dua sperma yang berbeda. Satu mengandung kromosom X dan yang lain mengandung kromosom Y. Jika semua kromosom X dari wanita bergabung dengan sebuah sperma yang mengandung kromosom X, maka bayi tersebut adalah perempuan. Jika bertemu dengan sperma yang mengandung kromosom Y, maka bayi tersebut adalah laki-laki. Jadi jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom laki-laki yang bergabung dengan sel telur perempuan.

    Hal-hal ini mungkin tidak diketemukan pada kitab-kitab lain. Galileo Galilei dan Copernicus adalah dua contoh korban dari kebodohan Gereja. Maka para ilmuwan berpendapat bahwa dengan mendekati ‘agama’, manusia akan mengalami kegelapan. Padahal bukan agama yang perlu dijauhi, tetapi agama yang bathil itulah yang perlu dijauhi. Sedangkan dengan mendekati agama yang shahih, maka kita akan mendapatkan pencerahan di dunia dan di akhirat. Hanya dengan mendekati Islam dan mengkaji Al-Qur`an serta menerapkan ajaran dari agama yang shahih inilah, ummat manusia akan berjalan menuju kejayaan (al-falah).

  • KEHANCURAN KAUM TERDAHULU

    Kehancuran sebuah kaum itu disebabkan adanya percampuran metode antara yang haq dengan yang bathil. Padahal kebathilan itu akan menyebabkan kerusakan. Kesyirikan dan pengabaian akan hukum Allah menyebabkan peradaban menjadi jauh dari kedamaian, keteraturan, ketentraman, kema’muran, dan kebahagiaan. Kesyirikan dan pengabaian hukum Allah akan menyuburkan peradaban jahil, biadab, rusak dan sengsara.

    Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? (Q.S. Ali Imran: 71)

    Berapa banyak kaum yang mengalami kehancuran disebabkan mereka mengabaikan dan mengingkari ajaran Allah? Berapa banyak pribadi-pribadi yang binasa disebabkan mencampur-adukkan antara yang haq dengan yang bathil? Maka dari itu, untuk meraih kesuksesan yang diharapkan, kita harus membersihkan hati dan diri kita dari niat dan metode yang bathil.

    Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Al-An’am: 82)
     

    KEHANCURAN BANGSA SHODDUM

    Rusaknya bangsa Shoddum adalah disebabkan mereka melakukan homosex. Hal itu adalah perbuatan yang sungguh keji. Perbuatan seperti itu sangatlah tidak sesuai dengan keadaan tubuh manusia. Hubungan sex seperti itu dapat menimbulkan penyakit dan mengurangi pertumbuhan populasi manusia. Jika perbuatan ini dilakukan semua manusia, maka manusia dapat mengalami kepunahan.

    Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (Q.S. Al-A’raf: 80-81)

    Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. (Q.S. Al-A’raf: 84)
     

    KEHANCURAN BANGSA MADYAN

    Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu`aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S. Al-A’raf: 85)

    Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu`aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di
    kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu`aib mereka itulah orang-orang yang merugi.
    (Q.S. Al-A’raf: 91-92)
     

    KEHANCURAN BANGSA MESIR

    Bangsa Mesir pada masa Pharao Ramses II mengalami kehancuran yang telak. Hal itu disebabkan pemerintahan yang bathil dan zhalim. Mereka menjadikan Pharao (Fir’aun) sebagai Tuhan atau dewa. Fir’aun lebih ingkar dibandingkan Iblis. Sebab Iblis saja tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Tuhan.

    (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim. (Q.S. Al-Anfal: 54)

    TAKHYUL

    Takhyul merupakan keyaqinan yang tidak berdasar pada kebenaran. Keyakinan takhyul itu tidak memiliki bukti yang dapat diterima aqal, tidak logis. Contoh keyaqinan takhyul ini adalah perkataan orang yang menyatakan bahwa alam ini terbentuk dengan sendirinya tanpa diciptakan, tanpa mengalami ketiadaan, dan akan tetap ada. Ini adalah takyul orang-orang Yunani yang dihidupkan kembali oleh Charles Darwin dan para pendukungnya. Adapun Islam adalah ajaran yang logis, dapat diterima aqal. Islam itu sesuai fitrah. Walau Al-Qur`an bukanlah kitab pengetahuan, tetapi di dalam Al-Qur`an ada ‘cetak biru’ dari penciptaan segala makhluq. Barangsiapa ingin mengetahui tentang alam semesta bacalah Al-Qur`an, barangsiapa yang ingin mengetahui hukum yang berlaku pada alam semesta, bacalah Al-Qur`an, barangsiapa yang ingin selamat dunia akhirat, bacalah Al-Qur`an.

    Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” (Q.S. Al-Baqarah: 170)
     

    HEDONISME

    Dahulu ada sebuah kota/polis di Yunani yang bernama Hedon. Penduduk polis tersebut begitu gemar dengan kesenangan duniawi. Bahkan mereka tidak pernah menyembah dewa mereka. Mereka begitu asyik dengan kehidupan berhura-hura. Mereka tidak terlalu memperhatikan kehidupan religius. Dalam fikiran mereka hanya ada hura-hura dan kesenangan duniawi belaka. Itulah sebabnya gaya hidup yang cenderung kepada hura-hura dan kesenangan duniawi belaka biasa disebut hedonisme.

    Hedonisme merupakan racun yang samar dan mudah merasuki ummat manusia. Sebab, penyebarannya bukan melalui doktrin seperti Darwinisme dan Marxisme yang membutuhkan pemikiran. Hedonisme tidak melibatkan teory-teory, tetapi ia melibatkan emosi dan nafsu. Sudah sifat manusia suka mencontoh dari apa yang ia lihat. Sewaktu yang sering dilihat itu baik, maka tidak mengapa jika ia meniru yang demikian. Tetapi, di zaman teknologi informasi seperti sekarang, kita lebih sering disuguhkan kehidupan bermewah-mewah, berhura-hura, dan kesenangan duniawi. Hasilnya, pemuda muslim terjerembab dalam perangkap Yahudi dan Nashara yang selalu berusaha agar ummat Islam mengikuti cara-cara dan
    gaya hidup mereka.

    Pemuda muslim yang telah terserang virus hedonisme tidak lagi peduli dengan ibadah dan kehidupan akhirat. Mereka terjebak dalam kesenangan duniawi yang melalaikan. Terjauh dari Allah. Terkikis rasa kehambaan dalam hati mereka. Rasa malu untuk berbuat ma’syiat diganti dengan rasa malu untuk berbuat tha’at. Mereka takut dibilang kolot and nggak gaul jika ketahuan melakukan ibadah ritual. Mereka takut dibilang nggak funky kalau berpakaian yang menutup aurat. Sebaliknya mereka tidak segan untuk masuk ke diskotik hanya untuk disebut anak gaul. Mereka senang jika dibilang
    funky disebabkan mengenakan pakaian yang ngablak and ketat.

    Rencana Yahudi untuk memanfaatkan TV sebagai alat perang sudah menampakkan hasil yang gemilang. Kini manusia lebih mementingkan pujian manusia daripada pujian dari Allah. Mereka lebih suka bergaul dengan manusia-manusia lalai daripada bermesra dengan Allah. Mereka terjebak dalam cinta nafsu dan terjauh dari cinta suci. Sungguh
    malang nasib generasi ini.

    Tidak ada jalan keluar, kecuali dengan kembali kepada Allah. Bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Meninggalkan kebiasaan dan pergaulan buruk. Kembali kepada ajaran Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah sangat senang menerima taubat hambanya melebihi senangnya orangtua yang menerima kembali anaknya yang telah lama lari dari rumah. Pintu taubat selalu terbuka sebelum matahari terbit dari barat. Pintu taubat masih terbuka sebelum sakaratul maut tiba. Adakah Anda tahu bagaimana cara Anda mati? Adakah Anda tahu ke mana Anda akan ditempatkan? Adakah Anda tahu kapan ajal menjemput? Bisa jadi tulisan ini adalah nasihat terakhir bagi Anda sebelum malaikat maut datang menyapa Anda. Wallahu a’lam.

    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Q.S. Al-Baqarah: 120)
    Â