Blog

  • TANDA-TANDA KEDATANGAN AL-MAHDI

    Perang Iran-Irak

    Akan ada huru hara di bulan Syawal (bulan kesepuluh dalam kalender Hijriyah), pembicaraan tentang perang di bulan Dzulqa’dah (bulan kesebelas dalam kalender Hijriyah) dan pecahnya perang di bulan Dzulhijjah (bulan kedua belas). (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn ‘Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat’is-saat, hal. 166)

    Tiga bulan yang dimaksudkan dalam hadits ini kebetulan bertepatan dengan bulan-bulan berkecamuknya Perang Iran Irak. Pemberontakan pertama atas Shah Iran berlangsung pada 5 Syawal 1398 (8 September 1976), seperti yang ditunjukkan oleh hadits ini, dan perang meletus antara Iran dan Irak pada bulan Dzulhijjah 1400 (Oktober 1980).

    Hadits lain menjelaskan keterangan perang ini sebagai berikut:
    Sebuah bangsa/suku akan datang dari arah Persia, dengan menyeru, “Kamu bangsa Arab! Kamu begitu bersemangat! Apabila Kamu tidak memberi hak mereka yang sebenarnya, tidak satu pun akan bersekutu denganmu … Hak itu harus diberikan kepada mereka satu hari dan kepadamu pada hari berikutnya, dan janji-janji kerja sama harus ditepati…! Mereka akan berangkat ke Mutekh; umat Islam akan turun ke lembah itu … Orang-orang musyrik akan berdiri di sana di tepi sebuah sungai hitam (Rakabeh) di sisi lain. Akan ada perang di antara mereka. Allah akan mencabut kedua pasukan itu dari kemenangan … (Al Barzeenji, Signs of the Judgment Day, p. 179)

    – Bangsa yang datang dari arah Persia: bangsa yang datang dari wilayah Iran
    – Persia: Iran, orang-orang Iran
    – Turun ke lembah: Lembah, Lembah Iran
    – Mutekh: Nama sebuah gunung di wilayah itu
    – Rakabeh: Wilayah tempat sumur-sumur minyak terpusat

    Hadits ini menarik perhatian karena pecahnya perselisihan rasial yang akan menyebabkan kedua belah pihak turun ke lembah (Lembah Iran) dan terjadinya perang. Kemudian, seperti yang dicatat di hadits ini, Perang Iran Irak berlangsung selama 8 tahun, dan walaupun ribuan korban telah berjatuhan, tetapi tidak satu pun pihak dapat menyatakan kemenangan atau keunggulan yang mutlak.

    Berhentinya aliran sungai Eufrat

    Berhentinya dan terganggunya aliran sungai Eufrat merupakan salah satu tanda kedatangan Al Mahdi.
    Segera sungai Eufrat akan memperlihatkan kekayaan (gunung) emas, maka siapa pun yang berada pada waktu itu tidak akan dapat mengambil apa pun darinya. (HR Bukhari)

    Sungai itu (Eufrat) akan memperlihatkan sebuah gunung emas (di bawah sungai itu). (Abu Daud)

    Berbagai buku hadits menyebutkan kedua peristiwa ini. Al-Suyuti menyebutkan hadits ini sebagai ‘berhentinya air.’ Sebenarnya Bendungan Keban telah menghentikan aliran air sungai ini. Tanah sekitarnya telah menjadi sama nilainya dengan emas karena berbagai alasan, seperti dihasilkannya aliran listrik dan begitu suburnya tanah pertanian melalui fasilitas irigasi dan transportasi sejak bendungan itu dibuat. Bendungan ini menyerupai gunung betun, dan kekayaannya senilai emas yang keluar dari sungai itu. Oleh karena itu, dam ini menyerupai sifat-sifat ‘gunung emas’ (Allah-lah Yang Maha Tahu).

    Gerhana bulan dan matahari di bulan Ramadhan

    Ada dua tanda untuk kedatangan Al Mahdi … Yang pertama adalah gerhana bulan di malam pertama Ramadhan, dan kedua adalah gerhana matahari di pertengahan bulan ini. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 47)

    Akan ada dua gerhana matahari di bulan Ramadhan sebelum kedatangan Al Mahdi. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)

    … Gerhana matahari di pertengahan bulan Ramadhan dan gerhana bulan di akhirnya …. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, h. 37)

    Telah sampai kepadaku bahwa sebelum Al Mahdi datang bulan akan gerhana dua kali di bulan Ramadhan (Diriwayatkan oleh by Abu Nu’aym in al-Fitan)

    Yang menarik di sini adalah, tidak mungkin akan ada dua gerhana matahari dan gerhana bulan dalam satu bulan. Hal ini tidak dapat terjadi pada keadaan biasa. Akan tetapi, sebagian besar tanda-tanda Hari Akhir merupakan peristiwa-peristiwa yang dapat dijangkau dan diwujudkan oleh pikiran manusia, dan tergantung pada alasan tertentu.

    Apabila peristiwa-peristiwa ini dianalisis lebih lanjut, sejumlah perbedaan menjadi jelas. Yang terbaik dilakukan dalam keadaan seperti ini adalah menentukan hal-hal yang menjadi kesepakatan. Dugaan yang ada adalah sebagai berikut: akan ada gerhana matahari dan bulan selama bulan Ramadhan. Keduanya akan berjarak sekitar 14-15 hari dan gerhana-gerhana ini akan berulang dua kali.

    Sejalan dengan perhitungan ini, ada sebuah gerhana bulan pada tahun 1981 (tahun Hijriyah 1401) pada hari ke-15 bulan Ramadhan dan gerhana bulan pada hari ke-29 pada bulan tersebut. Ada pula sebuah gerhana bulan “kedua” pada tahun 1982 (tahun Hijriyah 1402) pada hari ke-14 bulan Ramadhan dan gerhana matahari pada hari ke-28 pada bulan tersebut.

    Ini juga penting, terutama karena dalam contoh khusus ini, akan ada sebuah gerhana bulan penuh di pertengahan bulan Ramadhan, sebuah ramalan yang paling mendekati kebenaran.
    Kejadian peristiwa-peristiwa ini selama kurun waktu yang sama bertepatan dengan tanda-tanda kedatangan Al Mahdi. Hal tersebut, beserta kejadian ulangannya yang menakjubkan di permulaan abad keempat belas Hijriah selama dua tahun berturut-turut (1401-02), menjadikan kejadian-kejadian ini mungkin adalah tanda-tanda yang disebutkan oleh hadits.

    Munculnya sebuah komet

    Sebuah bintang dengan ekor bercahaya akan muncul dari Timur sebelum munculnya Al Mahdi. (Ka’b al-Ahbar)

    Sebuah komet akan muncul di Timur dengan mengeluarkan cahaya sebelum tiba. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 53)

    Munculnya bintang itu akan terjadi setelah gerhana matahari dan bulan. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32).

    Seperti yang disebutkan oleh sejumlah hadits,
    Pada tahun 1986 (1406 Hijriyah), komet Halley melintasi bumi. Komet ini merupakan sebuah bintang terang bersinar yang melintas dari Timur ke Barat. Ini terjadi setelah gerhana matahari dan bulan pada tahun 1981 dan 1982 (1401-1402 Hijriyah).
    Kejadian munculnya bintang ini dengan tanda-tanda lain kemunculan Al Mahdi menunjukkan bahwa komet Halley adalah bintang seperti yang dimaksudkan di hadits ini.

    Baca lebih lengkap di Hari Akhir dan Al Mahdi
    Saksikan juga filmnya:
    Akhir Zaman dan Imam Mahdi
    Zaman Keemasan

    Sumber:
    www.harunyahya.com/indo
    www.pesanharunyahya.com

  • My Hero is…

    Sewaktu kecil, pahlawan saya adalah John Rambo. Seorang prajurit yang patuh kepada komandannya. Selalu berhasil dalam setiap misi untuk negaranya. Tak peduli apakah negaranya benar atau pun salah. Tubuhnya kekar, tampangnya dingin, dan jarang senyum.

    Itulah saya sewaktu kecil. Maklum, saya dibesarkan di keluarga yang tak terlalu religius. Adalah anugerah Tuhan bahwa saya mempunyai rasa ingin mengenal Tuhan. Sejak kecil, saya sudah sering berfikir tentang Tuhan dan alam semesta. Saya selalu tertarik dengan bahasan Ketuhanan. Tidak hanya Tuhan dalam pandangan Islam, tetapi juga dalam pandangan agama lain.

    Saat SMP, saya sudah mulai belajar kristologi. Ketika SMA, saya mempelajari lagi ilmu Tauhid dari kitab Shifat Duapuluh oleh Habib Utsman ibnu Yahya. Saya juga tertarik dengan kitab Matnul Hikam oleh Syaikh Ibnu ‘Athoillah.

    Saya semakin mengenal Allah dan diri saya. Sekali lagi, ini merupakan anugerah yang besar hingga aqal saya sanggup menerima pengetahuan ini. Saya belajar hanya dari kitab. Saya sering mendapat kesimpulan dan hikmah luar biasa. Saya tidak terlalu berani memaparkan kesimpulan-kesimpulan itu kepada orang lain. Saya khawatir kalau kesimpulan saya itu ternyata salah kemudian diterima oleh orang tersebut. Sejak kecil, saya bukanlah orang yang ‘dekat’ dengan pengajian atau pun majelis ilmu. Sehingga saya juga sungkan mendiskusikan pandangan saya kepada ustadz-ustadz di dekat tempat tinggal saya.

    Alhamdulillah, ketika SMA, saya punya teman yang senang mengaji kepada ustadz-ustadz yang bisa diakui keilmuannya. Ketika saya memaparkan beberapa pandangan saya, dia membenarkannya. Namun saya masih agak ragu, apakah dia benar-benar mengerti akan apa yang saya maksud.

    Pengenalan saya kepada Allah semakin mantap ketika menyaksikan film Secret Beyond the Matter yang dibuat berdasarkan karya Harun Yahya. Apa yang saya pahami selama ini ternyata tidak salah. Saya kagum kepada Harun Yahya yang dapat menjelaskan dengan mudah apa yang selama ini sulit saya jelaskan kepada orang lain. Penjelasannya begitu teratur dan ilmiah, serta mudah dicerna.

    Sejak saat itu, saya senang membaca atau menyaksikan karya-karya beliau. Saya semakin kagum ketika membaca riwayat singkat perjuangan beliau.

    Adnan Oktar, penulis asal Turki yang lebih kita kenal dengan nama pena Harun Yahya, ternyata adalah seorang mujahid di jalan Allah. Beliau lebih hebat dari John Rambo yang fiktif belaka. Harun Yahya adalah orang yang ma’rifah kepada Allah. Beliau adalah seorang mujahid yang siap mati di jalan-Nya. Jiwa-raga dan hartanya siap dikorbankan untuk membela Islam.

    Enyahlah John Rambo! Selamat datang Aaron John! You are my hero now!

    Bagaimana dengan Anda?

    Riwayat Hidup Harun Yahya
    Download film-film karya Harun Yahya
    Rahasia Dibalik Materi (Secret Beyond The Matter)
    Ma’rifatullah – Mengenal Allah Lewat Akal
    Paham Zionisme dan Israel
    Perjalanan ke Akhirat

    Keterangan:
    Jika dengan klik kiri tidak berhasil, coba klik kanan dan ‘save target/link as’ untuk download.

    Sumber:
    www.harunyahya.com/indo
    www.pesanharunyahya.com

  • Liem Thin, Dia Mengundangmu

    Namaku Liem Thin, sebut saja begitu. Riwayat kejahatanku cukup panjang. Waktu kecil, aku sering mengambil uang pamanku. Dia punya uang banyak, yang diam-diam sering aku ambil. Mungkin dia tidak tahu sehingga tidak pernah marah. Saat itu mulai tumbu bibit kejahatan pada diriku.

    Ketika remaja, aku pernah menodong seorang pedagang yang sangat kaya. Tetapi dia berteriak-teriak, dan beberapa centengnya datang lalu mengejar serta menghajarku. Aku merasa sakit sekali dan dendam. Beberapa waktu kemudian aku mengajak teman-teman menyerang kediaman pedagang itu, dan tentu saja juga menyerang para centeng yang tempo lalu menyiksaku.

    Kemudian aku semakin sering melakukan perbuatan kriminal kecil-kecilan. hal itu membuatku sering berurusan dengan polisi. “Kamu lagi, kamu lagi!” Kata mereka kesal.

    Tetapi sesungguhnya aku berbuat jahat karena terdesak himpitan hidup. Tetapi mungkin, ini hanya alasan pembenaranku saja. Kalau aku menodong, biasanya aku mencari orang-orang yang benar-benar kaya. Jadi aku tidak sembarang menodong.

    Apakah aku beragama? Ketika masuk sekolah dasar, di buku raportku tertulis bahwa aku beragama Islam. Tetapi aku sendiri tidak tahu apa itu agama Islam. Aku hanya tahu bahwa agama itu sesuatu yang menyeramkan. Bagiku agama hanyalah mimpi yang menakutkan. Dan Tuhan menurut gambaranku, mungkin lebih kejam dari Hitler. Hanya memasukkan orang ke neraka. Makanya aku tidak pernah tertarik untuk belajar agama, apalagi mendekat ke masjid atau tempat ibadah orang Islam.

    Sampai suatu saat, ketika sedang nongkrong malam hari di daerah Pancoran, secara tak sengaja aku mendengar pengajian di Masjid Al-Munawar, Pancoran, yang suaranya terdengar sampai ke jalan.

    “Wahai para pendosa, Dia memanggilmu untuk mendekat kepada-Nya. Jangan putus asa dari kasih-sayang-Nya. Dia Maharaja Tunggal Nan Abadi di alam semesta,” begitu terdengar suara yang berwibawa namun menyejukkan. Hatiku benar-benar bergetar saat itu, sampai aku hafal kalimat demi kalimat yang menyejukkan itu, yang seolah-olah ditujukan khusus pada diriku.

    Aku bertanya siapa orang itu. Temanku menjawab bahwa itu pengajian Habib Munzir Al-Musawa, dan itu suara beliau. Malamnya aku menangis mendengar seruan yang menyentuh hatiku itu. “Akulah pendosa itu yang selama ini tidak tahu apa itu agama dan siapa itu Tuhanku.”

    Senin malam berikutnya, aku berpapasan dengan Habib Munzir yang akan masuk ke Masjid Al-Munawar. Dia menoleh kepadaku dan tersenyum. Hatiku benar-benar lumer. Aku menyerah, tidak tahan melihat kharisma dan wibawanya. Aku benar-benar berjanji dalam hati bahwa aku akan mempelajari agama dan mengikuti ta’limnya.

    “Wahai para pendosa, sungguh kasih-sayang dan ampunan-Nya melebihi dosa-dosa yang dilakukan seluruh manusia.” Beberapa kali aku mengikuti ta’limnya, seolah aku dilahirkan kembali, menjadi manusia baru yang siap menorehkan catatan suci dalam lembaran kehidupanku. Aku bertekad ingin menjadi manusia baru yang pasrah dan tunduk kepada aturan Allah.

    Dalam hatiku, aku juga ingin menjadi pembantu Habib Munzir Al-Musawa. Dengan demikian, setiap hari aku bisa mendengar nasihat dan kalimat-kalimatnya yang menyejukkan.

    Aku mulai belajar mengaji, mulai dari huruf alif. Aku hafalkan bacaan shalat yang menggunakan huruf latin. Aku benar-benar ingin menjadi manusia baru yang memulai hidupku dengan tuntunan dan bimbingan-Nya.

    Setiap aku mengikuti ta’lim Habib Munzir, bertambah semangat keagamaanku. Senyum Habib Munzir yang begitu tulus seolah memberikan energi yang luar biasa kepadaku untuk selalu mendekat kepada-Nya. “Wahai para pendosa, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, karena rahmat-Nya melebihi alam semesta dan seisinya.”

    Aku tata kembali hidupku. Aku mencari rizqi yang halal. Aku bulatkan niat dan tekad untuk tetap di jalan lurus yang diridhoi-Nya. Sungguh aku ingin meraih kasih-sayang-Nya, yang akan Dia berikan kepada siapa pun yang bersungguh-sungguh ingin meraihnya.

    (Sumber: Alkisah No. 14/2-5 Juli 2007)

  • AL-QUR`AN: THE RULES OF GAME

    Semua manusia menginginkan kesuksesan. Kesuksesan yang diinginkan manusia bukan kesuksesan sesaat di satu sisi. Melainkan kesuksesan abadi, selama-lamanya di berbagai sisi; kesuksesan yang sempurna. Maka diperlukan cara yang sempurna untuk dapat meraih kesuksesan seperti ini. Sebuah metode sempurna yang tidak bercacat. Maka tidak ada jalan lain kecuali mengikuti metode dari Yang Menciptakan kehidupan itu sendiri. Dia Yang Tahu dengan pasti bagaimana sifat-sifat kehidupan dan cara menjalani kehidupan ini. Pembuat game pasti tahu bagaimana cara mudah dan jitu untuk menyelesaikan game dengan sempurna. Begitu juga Sang Pembuat game kehidupan. Tentu Dia tahu bagaimana cara menyelesaikan game ini dengan mudah dan selamat. Orang-orang yang tidak mengikuti metode ini, tentu akan mengalami kegagalan.

    Mahasuci Allah Yang mencipta game kehidupan dan memberikan buku panduan (player guide) untuk memainkan game ini dengan ni’mat dan selamat. Buku panduan itu adalah Al-Qur`an. Dan Allah juga mengutus seorang pemandu game yang handal untuk memandu kita dalam membaca buku panduan dan dalam menjalankan game sesuai buku panduan ini. Beliau adalah Muhammad Rasulullah SAAW. Manusia yang paling pandai membaca, memahami dan menerapkan game guide ini. Beliau telah menguasai buku panduan itu dalam dadanya. Beliau adalah game master. Beliau (SAAW) adalah Al-Qur`an Berjalan. Dengan begitu, setiap player (pemain) yang menemukan masalah dalam memainkan game ini dapat bertanya kepada beliau. Beliau akan menjawab sesuai dengan buku panduan yang telah diajarkan kepada beliau dari Sang Pembuat game. Tidak semua orang dapat memahami atau menerapkan panduan tersebut. Tetapi dengan adanya The Game Master, kita dapat lebih mudah memahami bagaimana menerapkan instruksi-instruksi dalam buku panduan. Siapa yang mengikuti beliau, pasti akan dapat menyelesaikan game dengan lebih cepat.

    Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali ‘Imran: 31)
    Tetapi tidak semua manusia percaya dengan The Rules of Game (Peraturan Permainan) yang telah Allah turunkan. Orang yang percaya belum tentu mau memainkan game sesuai aturan tersebut. Semoga kita dimasukkan ke dalam golongan orang yang berusaha untuk memainkan game ini sesuai The Rules of Game secara total dengan penuh keimanan. Aamiin.

    Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (Al-Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa). (QS. Ali Imran: 3-4)

    Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. (QS. Ali Imran: 83)

    Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan, untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. (QS. An-Naml: 1-3)

    Lebih lanjut tentang kemulyaan Al-Qur`an dan Surat Al-‘Ashr, silahkan download file berikut:
    AL-QUR`AN AL-IMAM (Word Document 273kb)

  • Cara Tidur Rasulullah

    Al-Bara’ bin ‘Azib ra. berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW bila berbaring di tempat tidurnya, beliau letakkan telapak tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan, seraya berdoa: Robbi qinii ‘adzaabaka yawma tab’atsu ‘ibaadaka (Ya Robbi, peliharalah aku dari azab-Mu pada hari Kau bangkitkan seluruh hamba-Mu).” [HR. At-Tarmidzi]

    Hudzaifah ra. berkata: “Bila Rasulullah SAW berbaring di tempat tidurnya, maka beliau berdoa: Alloohumma bismika amuutu wa ahyaa (Ya Allah, dengan Asma-Mu aku mat dan aku hidup). Dan jika bangun dari tidurnya beliau berdoa: Alhamdu lillaahil-lladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilayhin-nusyuur (Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkan daku kembali setelah mematikan daku, dan kepada-Nya tempat kembali).” [HR. At-Tarmidzi]

    Aisyah ra. berkata: “Bila Rasulullah SAW berbaring di tempat tidurnya, beliau kumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya dan dibaca pada keduanya surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. Kemudian disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua tangannya. Beliau mulai dari kepalanya, mukanya dan bagian depan dari badannya. Beliau lakukan hal ini sebanyak tiga kali.” [HR. At-Tarmidzi]

  • Apa Itu Islam?

    Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Pada suatu hari, ketika Rasulullah s.a.w berada bersama kaum muslimin, datang seorang lelaki.
    Kemudian lelaki itu bertanya kepada baginda: “Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksudkan dengan Iman?”
    Lalu baginda bersabda: “Kamu hendaklah percaya iaitu beriman kepada Allah, para Malaikat, semua Kitab yang diturunkan, hari pertemuan denganNya, para Rasul dan percaya kepada Hari Kebangkitan.”

    Lelaki itu bertanya lagi: “Wahai Rasulullah! Apakah pula yang dimaksudkan dengan Islam?”
    Baginda bersabda: “Islam ialah mengabdikan diri kepada Allah dan tidak menyekutukanNya dengan perkara lain, mendirikan sembahyang yang telah difardukan, mengeluarkan Zakat yang diwajibkan dan berpuasa pada bulan Ramadan.”

    Kemudian lelaki tersebut bertanya lagi: “Wahai Rasulullah! Apakah makna Ihsan?”
    Rasulullah s.a.w bersabda: “Engkau hendaklah beribadat kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya, sekiranya engkau tidak melihatNya, maka ketahuilah bahawa Dia sentiasa memerhatikanmu.”

    Lelaki tersebut bertanya lagi: “Wahai Rasulullah! Bilakah Hari Kiamat akan berlaku?”
    Rasulullah s.a.w bersabda: “Sememangnya orang yang bertanyakannya lebih mengetahui dariku. Walau bagaimanapun aku akan ceritakan kepadamu mengenai tanda-tandanya. Apabila seseorang hamba melahirkan majikannya maka itu adalah sebahagian dari tandanya. Seterusnya apabila seorang miskin menjadi pemimpin masyarakat, itu juga sebahagian dari tandanya. Selain dari itu apabila masyarakat yang pada asalnya pengembala kambing mampu bersaing dalam menghiasi bangunan-bangunan mereka, maka itu juga dikira tanda akan berlakunya Kiamat. Hanya lima perkara itulah sahaja sebahagian dari tanda-tanda yang diketahui dan selain dari itu Allah sahaja Yang Maha Mengetahuinya. Kemudian Rasulullah s.a.w membaca Surah Luqman ayat 34 yang bermaksud: Sesungguhnya Allah lebih mengetahui bilakah akan berlaku Hari Kiamat, di samping itu Dialah juga yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim ibu yang mengandung. Tiada seorang pun yang mengetahui apakah yang akan diusahakannya pada keesokan hari iaitu samada baik atau jahat dan tiada seorang pun yang mengetahui di manakah dia akan menemui ajalnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Amat Meliputi pengetahuanNya.”

    Kemudian lelaki tersebut beredar dari situ. Rasulullah s.a.w terus bersabda kepada sahabatnya: “Sila panggil orang itu kembali.”
    Lalu para sahabat berkejar ke arah lelaki tersebut untuk memanggilnya kembali tetapi mereka dapati lelaki tersebut telah hilang.
    Lantas Rasulullah s.a.w bersabda: “Lelaki tadi ialah Jibril a.s. Kedatangannya adalah untuk mengajar manusia tentang agama mereka.” [HR. Bukhori (48), Muslim (10)]

    “Dibangun Islam itu atas lima perkara: Memberi kesaksian bahwa tiada Ilah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhajji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan.” [HR. Bukhori dan Muslim dari Abi Abdurrahman (Abdullah) bin Umar bin Khoththob radhiyallahu ‘anhuma]

  • Kumpulan Ringtone Midi Opick

    Di sini Anda bisa download kumpulan ringtone midi lagu-lagu religi dari Opick.

    Bismillah
    Buka Mata Buka hati
    Irhamna
    Semesta Bertasbih
    Taqdir
    Teranglah
    Ya Rasul
    Alhamdulillah

    Download Midi Opick

  • Surat Yaa Siin (Flash)

    Di sini Anda bisa mendownload surat Yaa Siin dalam bentuk flash.
    Bagi Anda yang sedang gundah gulanah.
    Bagi Anda yang sedang remuk hatinya.
    Bagi Anda yang sedang putus cinta.
    Bagi Anda yang sedang menghadapi segala persoalan.
    Ada baiknya jika Anda mengistirahatkan diri Anda sejenak untuk mendengarkan penghiburan dari Tuhan.
    Satukan hati Anda dengan hati Al-Qur`an, yaitu… Yaa Siin.

    Download Yasin Flash

  • Kuasa Gelap, Adakah?

    Kuasa gelap, kekuatan jahat, atau pun sihir memang ada. Ummat Islam haruslah beriman akan adanya perkara-perkara tersebut. Kemudian kita harus berhati-hati agar tidak ikut mengerjakannya dan agar kita tidak terkena sihir.

    Sihir bisa didapat seseorang melalui ritual-ritual penyembahan kepada jin, setan, atau pun Iblis. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan tentang orang-orang Mesir Kuno yang mempelajari sihir dari para firaun. Juga dijelaskan bagaimana kekuatan sihir para penyihir bisa dikalahkan oleh Nabi Musa yang mendapat kekuatan dari Allah. (Silahkan lihat Al-A`raf ayat 115 hingga ayat 122)

    Dalam banyak hadits juga dijelaskan tentang amalan-amalan yang dapat menangkal sihir. Hadits-hadits tersebut selain menunjukkan adanya sihir, juga menunjukkan bahwa kita harus berhati-hati dari sihir dan membentengi diri dengan iman dan amal shalih.

    Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesiapa yang membaca: “Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu, wa Huwa ‘alaa kulli syai`in qodiir” dalam sehari sebanyak seratus kali, nescaya dia mendapat pahala sebagaimana memerdekakan sepuluh orang hamba. Dia juga diampunkan seratus kejahatan, dibuat untuknya benteng sebagai pelindung dari syaitan pada hari tersebut hingga ke petang. Tidak diganjarkan kepada orang lain lebih baik daripadanya kecuali orang tersebut melakukan amalan lebih banyak daripadanya. Manakala mereka yang berkata: dalam sehari sebanyak seratus kali nescaya terhapuslah segala dosanya sekalipun dosanya itu banyak seperti buih di lautan. [HR. Bukhori (3050, 5926), Muslim (4857)]

    Perlu diklarifikasi juga di sini bahwa pada pekan lalu, kami bukan ketakutan atau pun panik. Tetapi kami menghimbau agar kita semua berhati-hati terhadap hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Hanya saja pemberitaan yang begitu serempak membuat sebagian orang menganggap hal tersebut sebagai sebuah ketakutan. Ketakutan tersebut sebenarnya tidak ada, hanya salah tafsir saja atas aksi pemberitaan yang begitu gencar.

    Saya maklum atas salah tafsir mereka. Saya juga bisa salah tafsir terhadap tindakan pengamanan yang tidak biasa di Gereja-Gereja beberapa hari ini. Tetapi saya rasa, mereka bukannya takut kepada aksi pemboman. Mereka hanya berhati-hati, seperti kita berhati-hati kemarin. Bukankah demikian?