Berdosakah Aku Jika Menciumnya?

Ada-ada saja ulah kelompok-kelompok sempalan di zaman ini. “Ini bid’ah… itu bid’ah,” begitulah kata-kata yang sering mereka lontarkan. Bahkan mereka mengatakan bahwa kita tidak perlu mencium Al-Qur`an, tidak pula kita diperbolehkan mencium tangan ulama. Mereka berkata, “Hal itu adalah syirik. Janganlah kamu menyembah yang selain Allah.”

Apakah mencium tangan seseorang adalah suatu penyembahan kepada orang tersebut? Dari mana mereka bisa berkata seperti itu? Atas dasar apa? Sedangkan Allah telah memerintahkan malaikat untuk sujud kepada Adam dalam rangka menghormati Adam. Jika mencium tangan ulama adalah syirik, maka malaikat telah berbuat syirik, karena telah sujud kepada selain Allah.

Bahkan para shahabat, apabila Rasul berwudhu, maka mereka berebut untuk dapat meminum air bekas wudhu beliau shollallohu ‘alayhi wa alihi wa sallam. Jika Rasul bercukur, mereka berebut untuk mendapatkan rambut beliau SAAW. Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal ingin agar dikubur bersama dengan tiga helai rambut Rasul yang beliau miliki. Para shahabat bukan hanya ingin mencium tangan Rasul, bahkan ada di antara mereka yang menelan darah bekam Rasul.

Jika mencium tangan seseorang adalah syirik, maka para shahabat adalah musyrikin terparah yang pernah ada dalam sejarah ummat ini, dan Rasul adalah orang yang membiarkan kesyirikan terbesar itu berlangsung di depan matanya, dan Rasul membiarkan dirinya sebagai objek kesyirikan. Sungguh tidak masuk aqal tuduhan kelompok sempalan itu.

Bagaimana mungkin mencium tangan seseorang bisa dikatakan pekerjaan syirik, sedangkan para shahabat telah melakukan yang lebih besar dari itu, dan Rasulullah membiarkannya? Maka jelaslah, tuduhan mereka membongkar kedok mereka. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang membenci sunnah Rasul. Mereka benci kepada perbuatan-perbuatan yang dicontohkan oleh para shahabat yang disetujui oleh Rasul. Mereka lebih suka mengikuti perkataan ustadz-ustadz mereka yang menyimpang daripada mengikuti Syari’ah Islam yang lurus ini.

Mereka telah menjadikan ustadz-ustadz mereka sebagai pembuat syari’at (Syari’). Mereka telah jelas-jelas menyembah ustadz-ustadz yang menyimpang itu. Mereka selalu menggembar-gemborkan pelurusan aqidah. Padahal mereka itulah yang telah menyimpang aqidahnya.

Mereka mungkin tidak peduli jika Anda tidak mencium Al-Qur`an setelah Anda membacanya. Mereka tidak peduli di mana Anda meletakkan Al-Qur`an Anda setelah Anda membacanya. Tetapi, apa kiranya reaksi mereka jika Anda menduduki peci atau topi mereka? Apa kiranya reaksi mereka jika Anda berani memegang dan mendorong-dorong kepala atau jidat ustadz-ustadz mereka?

Berdosakah kita jika kita mencium Mush-haf Al-Qur`an karena kita mencintai dan menghormati Al-Qur`an? Berdosakah kita jika kita mencium tangan para ulama shalih, sedangkan mereka adalah para pewaris Nabi? Sungguh aneh kelompok-kelompok sempalan itu.

Benarlah apa yang disabdakan Nabi tentang kelompok-kelompok sempalan itu. Mereka adalah pemuda-pemuda yang lemah aqal. Mereka mempelajari Al-Qur`an, tetapi mereka tidak memahaminya. Mereka membaca Al-Qur`an, tetapi tidak memperbaiki hatinya. Mereka keluar dari agama, seperti anak panah yang melesat dari busurnya.

Tidakkah mereka membaca dalam Al-Qur`an bahwa Allah telah memerintahkan kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam? Apakah itu sujud ta’bud? Bukan, itu adalah sujud ta’zhim. Tidakkah mereka memahami akan hal ini? Betapa jahilnya.

Wallahu a’lam.

Komentar

3 tanggapan untuk “Berdosakah Aku Jika Menciumnya?”

  1. Avatar Djodjo Ardja
    Djodjo Ardja

    Bagaimana dengan banyak beredarnya arikel Jaringan Islam Liberal ?
    Mohon penjelasan lengkap mengenai JIL tersebut.

    Terima kasih
    Djodjo

  2. Avatar toocool
    toocool

    Untuk Djodjo, kami mohon maaf. Kami belum bisa memberi penjelasan tentang JIL ini. Tapi ditengarai bahwa JIL ini adalah salah satu bentukan Freemasonry Global. Mereka juga banyak membuat blogsite. Ciri mereka adalah mengaku muslim tetapi menohok para ulama. Pemikirannya terkesan plural, tapi anti Islam. Jika benar bahwa semua agama itu benar, lalu mengapa mereka menolak kebenaran Islam?

    Mungkin pengunjung lainnya bisa memberi tambahan?

    Terimakasih

    Lihat juga Islam X

  3. […] 6. Mengharamkan mencium tangan ulama shalih.[8] […]

Tinggalkan Balasan ke Djodjo Ardja Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *