Kelemahan Alkitab

Alkitab terdiri dari 2 bagian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama merupakan Kitab-Kitab yang ditulis sebelum kedatangan Nabi Isa, sedangkan Perjanjian Baru adalah tulisan-tulisan yang dianggap suci setelah Nabi Isa diangkat ke langit.

Alkitab sebagai karangan manusia tentunya memuat kelemahan-kelemahan. Di sini, kami berusaha mengungkapkan sedikit contoh dari kelemahan-kelemahan tersebut yang menjadi bukti akan tidak layaknya Alkitab itu menyandang predikat suci. Bagaimana ia akan menjadi suci sedangkan ia dikarang oleh manusia yang tidak lepas dari dosa dan kesalahan.

Pengarang Perjanjian Lama Bukanlah Para Nabi

Kaum Muslimin mengakui bahwa Allah menurunkan kitab dan shuhuf suci kepada beberapa Nabi. Sedangkan kepada Nabi-Nabi lainnya, kita serahkan urusannya kepada Allah Yang Mahamengetahui. Sedangkan kaum Nashrani menyangkal adanya kitab yang turun dari langit. Mereka hanya mengenal kitab yang mereka klaim telah dikarang oleh para Nabi dan orang-orang yang ereka anggap suci (saint). Padahal para Nabi tak pernah mengarang sebuah kitab pun. Adapun kitab-kitab dalam Perjanjian Lama itu disusun pada masa pengasingan orang-orang Yahudi di Babilon.

Ulangan 34:5-8 Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini. Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu.

Dalam ayat-ayat di atas, kita dapat melihat jelas bahwa penyusun Taurat yang dipegang kaum Nashrani saat ini bukanlah Nabi Musa dan tidak didasarkan kepada Taurat yang diterima Nabi Musa dari Allah. namun mereka mengambil sebagian dari Taurat lalu mengubah sebagiannya, menambah sebagian, dan menghilangkan sebagian yang lain.

Pengarang Perjanjian Baru

Lukas 3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

Dalam ayat di atas kita lihat bahwa kebenaran dalam Alkitab tidaklah sampai kepada derajat kebenaran sejati. Kebenaran alkitab hanya smpai kepada kebenaran “menurut anggapan orang”.

Kisah Para Rasul
8:1a Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh.
8:1b Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.
8:2 Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat.
8:3 Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Pada ayat-ayat di atas dapat dilihat bagaimana kualitas Saulus alias Paulus itu. Dia adalah seorang Farisi tulen yang telah berbuat jahat kepada para pengikut Nabi Isa. Bahkan hingga Nabi isa di angkat ke langit, ia belum pernah menyatakan keimanannya. Lalu, pantaskah saulus ini dipercaya? Atau mungkinkah ia adalah serigala berbulu domba yang dinubuatkan? Bagaimana orang-orang Kristen saat ini bisa percaya kepada perkataan orang ini dan menjadikan surat-suratnya sebagai bagian dari kitab suci?

Kisah Para Rasul 9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.

Kisah Para Rasul 22:9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.

Inilah kualitas Alkitab yang dianggap suci oleh orang Kristen. Di ayat yang satu dikatakan “mendengar suara tetapi tidak melihat yang berkata,” namun di ayat yang lain dikatakan “melihat cahaya tetapi tidak mendengar suaranya”. Suatu pertentangan yang sangat jelas.

Kesalahan Bilangan

Kesalahan-kesalahan bilangan dalam Alkitab telah diakui oleh para pakar Alkitab. dan kita pun telah sering membacanya dan mungkin bosan membacanya. Namun kami cantumkan juga beberapa contohnya di sini.

Empat Puluh Ribu atau Empat Ribu?

2Tawarikh 9:25 Salomo mempunyai juga empat ribu kandang untuk kuda-kudanya dan kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda, yang ditempatkan dalam kota-kota kereta dan dekat raja di Yerusalem (And Solomon had four thousand stalls for horses and chariots, and twelve thousand horsemen; whom he bestowed in the chariot cities, and with the king at Jerusalem).

1Raja-raja 4:26 Lagipula Salomo mempunyai kuda empat puluh ribu kandang untuk kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda (And Solomon had forty thousand stalls of horses for his chariots, and twelve thousand horsemen).

Tiga atau Tujuh?

2Samuel 24:13 Maka datanglah Gad kepada Daud, diberinya tahu kepadanya firman itu, lalu katanya: Maukah engkau suatu bala kelaparan tujuh tahun lamanya berlaku dalam negerimu? atau maukah engkau lari tiga bulan lamanya dari hadapan musuhmu, yang mengusir akan dikau? atau maukah engkau suatu bala sampar tiga hari lamanya dalam negerimu? Sekarang hendaklah engkau berfikir dan menimbang baik-baik, apa jawab akan kubawa kembali kepada Dia yang sudah menyuruhkan daku. (Terjemahan Lama)

2Samuel 24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: “Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku. (Terjemahan Baru)

Setelah ditulis “tujuh tahun” dalam Terjemahan Lama, kemudian mereka mengubahnya menjadi “tiga tahun” dalam Terjemahan Baru. Artinya, orang Kristen Indonesia telah salah membaca Alkitab selama 30 tahun. Suatu hal yang tidak pernah terjadi pada Al-Qur`an. Al-Qur`an yang resmi digunakan ummat Islam di Indonesia sama dengan yang digunakan oleh ummat Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah di seluruh dunia sejak zaman Nabi. Kesalahan dalam Alkitab tidak hanya perbedaan antara terjemahan lama dan terjemahan baru. Bahkan dalam situs alkitab.or.id yang merupakan situs resmi Lembaga Alkitab Indonesia, diakui bahwa kesalahan juga terjadi saat masa-masa penterjemahan di abad-abad yang lalu. Sungguh suatu pernyataan yang cukup untuk menyatakan bahwa Alkitab saat ini tidaklah otentik.

Mengenai kontradiksi lainnya bisa Anda cari di situs-situs lain. Jika Anda tidak menemukan perbedaan yang dimaksud dalam terjemahan baru, coba bandingkan ayat yang dimaksud dengan ayat yang sama pada terjemahan lama.

Komentar

6 tanggapan untuk “Kelemahan Alkitab”

  1. Avatar polorida karoline
    polorida karoline

    Lukas 3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

    Maksudnya disini adalah orang2 memakai logika awam, mereka mengenal Yesus anak Yusuf dari sudut pandang duniawi.

    Jadi intinya Alkitab itu karangan manusia yg bisa salah dan bisa benar kan?

    Andai kita bebas membaca Injil (Perjanjian Baru) secara jujur, tetapi tidak membacanya dengan mencari-cari ayat yang kita maksudkan negatif, atau hanya bermaksud membandingkan dengan logika kepercayaan yang anda anut, maka hasilnya akan lain dari komentar anda diatas?

    Seandainya Anda membaca Alquran secara jujur dan tdk mencari2 ayat yg Anda maksudkan negatif, insya Allah Anda akan menemukan kebenaran haqiqi.

    Tahukah anda? Aturan2 hidup Perjanjian Lama katakan mirip2 sedikit dengan Alquran, sebenarnya semua itu hanya bermaksud agar kita mengenal Dosa. Secara logika sebenarnya aturan2 hidup ini andai kita uraikan secara keseluruhan maka jumlahnya tak terhingga. itulah sebabnya umat muslim sampai sekarang masih berusaha mengenal Dosa sebanyak-banyaknya dengan aturan2 baru yang dilegalisir semacam MUI. boleh ini apa tidak, boleh itu apa tidak, tak terbayangkan kapan selesainya usaha anda untuk mengenal dosa, dan anda semua terbelenggu oleh aturan2 yang sudah ada dan yang akan datang setelah dilegalisir MUI.

    Inilah contoh kekeliruan Kristiani trhdp Islam. MUI tidak pernah melegalisir atau membuat hukum. Yang membuat hukum itu Allah. MUI hanya menjelaskan hukum Allah bagi mereka yg mempertanyakan hukum Allah.

    Yesus cukup mengatakan hanya satu kata untuk menggugurkan semua aturan itu yakni “KASIH”

    Coba Anda renungkan sejenak :
    Muslim mampu dengan kekuatan sendiri masuk Sorga, semisal dengan memberi jakat, melaksanakan ke-5 rukun Islam, anda tahu nggak siapa pemilik sorga?

    Dosa tidak dapat dihitung secara matematis, jangan anda gunakan logika untuk menghitung Dosa, dengan memberi jakat dosa terhapus? gampang bangat tuh.

    Jadi inget ama surat pengampunan dosa nih :mrgreen:
    Inget juga dg doktrin yg mengatakan percayalah dg penyaliban Yesus, maka kamu masuk surga. :mrgreen:
    Apa terhadap 2 hal itu kamu akan berkata, “gampang banget tuh”?

    apakah anda dapat jamin uang yang anda gunakan memberi jakat itu bukan bersumber dari dosa?, apakah anda memberi jakat merasa bangga?

    Lalu bagaimana dg uang persepuluhan yg Anda keluarkan? Jangan2 bersumber dari dosa dan Anda keluarkan dg merasa bangga….

    berapa jakat yang anda beri supaya dosa anda terhapus? jutaan pertanyaan akan muncul. itulah sebabnya aturan2 itu semua hanya bekerja untuk mengenal dosa semata.

    Kami bukan berusaha mengenal dosa, tetapi kami berusaha mengenal Allah lebih dekat lagi. Kami berusaha mengenal perintah dan larangan Allah itu dalam rangka mengenal Allah, bukan untuk mengenal dosa semata. Tolong agak cerdas sedikit….

    Contoh lain :
    Bila ada orang mencuri ayam anda, bagaimanakah anda memandang sipencuri? marahkah anda? bila sipencuri mencuri untuk makan anaknya gimana pendapat anda, nah andai sipencuri mintaayam anda untuk makan keluarganya mungkinkah anda beri padahal sepencuri tersebut tidak anda kenal? coba anda jawab secara jujur.

    Bila seseorang sehat, gagah, sempurna secara pisik, mata melihat, kaki lengkap dan bisa berjalan, tangah lengkap dan bisa bekerja, tapi dia mengatakan dia miskin, apakah anda beri orang tersebut jakat? muncul tak terhingga aturan pengenalan dosa.

    Ini kesalahan cara pandang Kristiani yg lainnya.
    Manusia diciptakan untuk mengenal Allah. Setelah mengenal Allah, Ilah yg sesungguhnya, timbullah cinta kepada-Nya. Cinta kepada-Nya membimbing kita untuk menjalankan apa yang diperintahkan-Nya kepada kita dan berusaha sekuatnya untuk menghindari segala yg dilarang-Nya. Begitulah cara menjalankan hukum yg utama.
    Jika kami berzakat, sholat dan ibadah lainnya, itu semua dalam kerangka hukum yg utama, yaitu tidak ada yg kami sembah kecuali Allah, tidak ada yg kami cintai dg sebenar-benarnya kecuali Allah. Kasihilah Tuhan dengan segenap jiwa-ragamu, segenap hati dan aqalmu. Esakan Dia dengan lisanmu, esakan Dia dengan menyembah hanya kepada-Nya. Dialah Allah yang esa, yang kepada-Nya segala sesuatu bergantung. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.

    Orang Kristen dan para pendahulunya mungkin pada males untuk mengenali dosa dan segala perintah Tuhan.
    Jadi inget anekdot murid males. Banyak menghafal akan banyak yg lupa. Sedikit menghafal akan sedikit yg lupa. Tidak pernah menghafal tidak akan pernah lupa. Bagaimana mau lupa, wong ga ada yg dihafal :mrgreen:
    Banyak aturan akan banyak pelanggaran. Sedikit aturan akan sedikit pelanggaran. Ga ada aturan ga bakalan ada pelanggaran. Begitulah cara berfikir orang jahil.

    Ketahuilah, hukum utama bukanlah satu2nya hukum. Hukum utama tetaplah hukum utama, namun hukum utama tentunya punya hukum cabang. Hukum utama tidak menghapus hukum cabang, justeru hukum utama itu menumbuhkan hukum cabang. Hukum utama, yaitu mengesakan Allah dan mencintai-Nya, menumbuhkan hukum perintah dan larangan. Perintah dan larangan yg Allah buat adalah bentuk kasih-sayang Allah kepada para pecinta-Nya. Aturan2 itu Allah buat agar manusia ini mempunyai sistem yg membuat mereka hidup selamat di dunia dan bahagia di akhirat. Dengan zakat, terciptalah hubungan antar manusia. Dengan sholat, terciptalah komunikasi antara manusia dg Allah. Dg hajji, terciptalah hubungan antara manusia dg manusia, antara manusia dg alam, dan antara manusia dg Allah. Dg puasa, terciptalah hubungan antara manusia dg jiwanya, dimana manusia menempa jiwanya untuk menjadi jiwa yg lebih baik. Dg hukum qishash, manusia akan berfikir dua kali sebelum membunuh saudaranya. Dg hukum rajam, manusia akan berfikir dulu sebelum berzina. Apa jadinya manusia jika membunuh manusia tanpa alasan yg benar itu dihalalkan Allah? Apa jadinya manusia jika memakai narkoba itu dihalalkan Allah? Apa jadinya jika berzina, berzina dg menantu, dan berzina dg anak sendiri itu dihalalkan?
    Pahamilah bahwa semua perintah dan larangan itu adalah masih dalam kerangka hukum utama, yaitu mengesakan dan mencintai Allah dg segenap jiwa-raga, aqal-budi, dan hati.
    Jadi, mencintai Allah itu tidak cuma dg mengucapkan, “I love Allah” tetapi harus dg hati yg percaya bahwa Allah itu esa, harus dg aqal yg membenarkan Adanya Allah, dan keyakinan serta cinta itu harus dibuktikan dan diwujudkan melalui ibadah.

    Anda sebaiknya ulang membaca Injil tanpa embel2 logika lain, telanjangi dulu diri anda.

    Akupun sedang membaca Alquran.
    Trims.

    Anda sebaiknya ulang membaca Alquran tanpa embel2 logika lain, telanjangi dulu diri anda.

    Akupun membaca Alkitab.
    Trims.

  2. Avatar Arwana

    Ya Allah! Tampakkanlah kepadaku dan mereka yang mengingkari FirmanMu bhw yang haq (benar) adalah haq, yang bathil (salah) adalah bathil. Agar kami berada pada jalan yang benar.

  3. Avatar seseorang
    seseorang

    tolong baca Alkitab jgn sepotong-sepotong. Dan kata2 anda (penulis) ini sangat2 tidak menandakan orang yg beragama. Setahu saya org2 muslim yg baik dan bijak selalu menghormati sesama manusia walau beda keyakinan. Anda tidak lebih dari seorang PEMBUAL.
    saya ingin bertanya apa tujuan utama artikel ini? memanas2i umat Kristiani ato mencoreng agama anda sendiri?

    Tujuan saya bukan kedua-duanya. Saya cuma ingin mengajak berfikir dg akal budi yg sehat dan jernih, tanpa hawa nafsu.

  4. Avatar seseorang
    seseorang

    anda bukan mengajak berfikir, anda mengajak BERKELAHI bung!
    anda boleh menyalahkan orang atas perbuatannya yg salah, anda boleh menyalahkan sistem pemerintahan yang sudah bobrok. tapi JANGAN SEKALI-SEKALI menyalahkan sesuatu yang diyakini oleh seseorang terkait dengan agama dan Tuhannya, dalam hal ini kitab yg dianggap suci oleh umat Nasrani selama ribuan tahun sebagai pedoman mereka beribadah.

    Jangan mempermasalahkan isi kitab yang tersurat, tapi apa yg tersirat : KASIH.

    mengapa kita tidak hidup dlm damai? sesuai keyakinan kita masing2 sampai akhir hayat kita? bukankah yang diinginkan Sang Pencipta adalah kedamaian dan hidup dengan kasih?

    jika anda ingin menyebarkan agama, sebarkanlah dengan kasih, lewat ajaran Alquran, lewat perilaku yg baik, niscaya pintu hati akan diketuk. Bukan dengan menyalah2kan Alkitab dan mengklaim Alquran yg paling benar.

    Saya menghormati Alquran, saya menghormati Tripitaka, saya menghormati kitab suci agama lain.
    Bagaimana dengan anda?

    saya ngajak berkelahi? 🙂 Itu cuma ada dalam prasangka anda yg penuh hawa nafsu dan tak kenal kasih. 🙂 Jika Anda memang cerdas, cobalah bantah artikel di atas, dan bukannya menilai ina inu tentang saya. Saya ini, mau anda bilang ina inu, terserah Anda. Tapi apa ngaruh kpd artikel di atas? Anda mau diskusi tentang saya atau tentang artikel di atas? Kalo mau diskusi tentang artikel di atas, ya saya akan tanggapi sesuai dg topiknya. Tapi kalo anda malah diskusi tentang saya, maaf saja kalo saya tanggapi dlm konteks tsb. Anda menilai saya ina inu, saya juga bisa menilai anda ina inu. Ngerti kan maksud saya? Ngerti dong.. Anda kan cerdas dan open mind… :mrgreen:

  5. Avatar teamoi
    teamoi

    Pusing banding2kan semua kitab. Banyak jalan menuju Tuhan. Itu semua hak dasar manusia utk beribadah dan mengimani siapa yg mau diimani. Semua itu pilihan dan mungkin ada yg “dipanggil” atau ada yg “dipilih”.

    mending pusing di sini drpd pusing di sono.

  6. Avatar ....
    ….

    dan satu lagi.
    saya lupa ada di perjanjian lama.
    saya kolektor alkitab dari tahun ke tahun
    anda tahu? babi adalah haram bagi kristiani, terbitan alkitab tahun versi 50-an. tiap 5 tahun diganti menjadi babi hutan, kemudian kembali lagi ke babi, sampai tahun 2000. dan sampai sekarang, sudah ditambahkan menjadi babi hutan 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *