Kategori: Aqidah

  • RUKUN IMAN

    Termasuk kunci sukses dunia-akhirat adalah beriman. Sebagai mu`min kita harus beriman kepada Allah, Malaikat-MalaikatNya, Kitab-KitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhir, dan taqdir. Sebagaimana difirmankan Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 177:

    Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.( Q.S. Al-Baqarah ayat 177)

    Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).( Q.S. Ar Ra’du: 39)

    Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Pada suatu hari, ketika Rasulullah s.a.w berada bersama kaum muslimin, datang seorang lelaki kemudian bertanya kepada baginda: Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksudkan dengan Iman? Lalu baginda bersabda: Kamu hendaklah percaya iaitu beriman kepada Allah, para Malaikat, semua Kitab yang diturunkan, hari pertemuan denganNya, para Rasul dan percaya kepada Hari Kebangkitan. (HR. Bukhori, Muslim, An-Nasa`i, Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal)

    Berdasarkan dalil-dalil di atas, seorang mu`min harus beriman akan 6 perkara, yaitu:

    1. Allah.
    2.
    Para Malaikat Allah.
    3.
    Semua Kitab yang Allah turunkan.
    4.
    Para Rasul
    5.
    Hari Kebangkitan.
    6.
    Taqdir baik dan buruk

    ORIENTASI DAN KEYAKINAN

    Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (Q.S. Al-Baqarah: 207)

    Iman adalah orientasi. Orang yang beriman memiliki orientasi atau tujuan yang jelas. Orang yang beriman kepada Allah akan memiliki sandaran/pegangan yang jelas, kokoh, dan kekal. Adapun orang-orang kafir atau musyrik, maka mereka berpegang kepada yang selain Allah. Padahal yang selain Allah itu adalah fana. Di saat yang selain Allah itu rusak, mereka pun kehilangan pegangan. Tetapi jika kita berpegang hanya kepada Allah, maka hati kita akan mantap.

    Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

    Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (Q.S. Ibrahim: 24-27)

    Iman adalah keyaqinan dan motivasi. Orang yang beriman memiliki keyaqinan dan motivasi serta semangat yang kuat, pantang menyerah. Tidak akan sukses orang yang di dalam hatinya ada keraguan dan mudah menyerah.

    Orang yang beriman benar melakukan segala sesuatu dengan orientasi dan motivasi yang disandarkan kepada Allah. Motivasi dan orientasi orang beriman hanyalah Allah. Orang yang beriman benar akan memiliki mental yang kuat. Ia tidak takut kepada kepada apa pun kecuali Allah. Orang yang beriman memiliki semangat baja disebabkan mereka yaqin akan adanya Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Tidak ada yang mereka cari, kecuali Allah. Dan mereka sadar bahwa dengan Allah itulah mereka bisa hidup dan berbuat segala sesuatu.

  • KEHANCURAN SUNNAH

    Maha Suci Allah Yang Maha Menguasai setiap sudut Angkasa Raya semesta yang Tunggal adalah milik Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Tunggal menghamparkan Jagad Raya dengan kemegahan dan kesempurnaan, Maha Suci Allah Yang Maha Abadi dalam Kesempurnaan dan Keindahan Nya,Segala Puji Bagi Allah Yang Menyemarakkan Angkasa Raya dengan cahaya Keagungan Nya, Segala Puji Bagi Allah Yang Menampilkan keajaiban ciptaan Nya di segenap langit dan bumi, Allah.. Nama Yang Maha Abadi dan Tunggal dalam Kekuasaan, Allah.. Nama Yang Maha Abadi dan Tunggal dalam Menentukan, Gema kewibawaan Nya menundukkan seluruh Alam Semesta, ketika kekuatan Nya ditampilkan Nya maka runtuhlah benteng kekuatan hamba Nya, direnggut Nya kekuasaan Raja penguasa dengan kematian.., mereka terenggut dari singgasana mulia untuk berlutut ketakutan mempertanggungjawabkan setiap nafasnya,

    Telah Kuciptakan engkau dari ketiadaan, kutumbuhkan sel dirimu pada tubuh ayahmu, lalu kubenamkan sel dirimu di rahim ibumu, lalu Aku Mengasuhmu siang dan malam di rahim ibumu dalam kesendirian, hingga terangkailah 40 hari sebagai air mani, 40 hari kemudian sebagai gumpalan darah, 40 hari kemudian menjadi gumpalan daging, 40 hari kemudian kupecah-pecah bentuk tubuhmu dengan panca indera, lalu kuhembuskan padamu ruh.. (rujuk shahih Bukhari hadits no.3036, 3154, 6221, 7016).

    Lalu kubuat kau lahir ke muka bumiku, hidup, makan dan minum dari rizki yang kuciptakan, engkau bertebaran diatas bumiku, kusiapkan untukmu nafkahmu, ayah ibu yang menyayangimu, teman-teman yang menemanimu, pohon-pohon yang menaungimu, kubuat kau melihat dan mendengar, kuciptakan dua kaki agar kau bisa berjalan, kujadikan milyaran sel tubuhmu taat pada keinginanmu…

    Akan datang waktu Aku akan memanggilmu, Kuperintah Kau untuk menghadap Ku dengan perintah yang tak mampu kau tolak, kau harus berpisah dengan penglihatanmu, pendengaranmu, hartamu, kerabatmu, kehidupanmu, karena itu semua memang bukan milikmu, itu semua adalah Milik Ku, dan dirimu pun sepenuhnya adalah Milik Ku..

    “Apakah manusia tidak memandang bahwa sungguh kami menciptakannya dari air mani, maka kemudian ia hidup dan mendebat (menentang dan membangkang) pada kami” (QS Yaasiin 77). “Sungguh mereka melihatnya jauh (hari kiamat) dan kami melihatnya (hari kiamat) sangat dekat, hari dimana langit luluh mencair, dan jadilah gunung-gunung bagai debu berserakan, maka saat itu para bunda yang mengasuh bayinya tak lagi memperdulikan bayi yang diasuhnya, ketika diperlihatkan atas mereka, hari saat para pendosa bermaksud menukar azab dengan anak-anaknya, atau menukar azab itu dengan suami atau istrinya, atau dengan kelompok teman-temannya yang dahulu bersamanya, atau menukar azab dengan seluruh penduduk di bumi asal ia selamat sendiri, sungguh itu sia-sia.., namun itulah Api yang bergejolak, (Api yang demikian dahsyatnya) Mencerai beraikan tulang rusuk satu sama lain, Bergemuruh memanggil mereka yang berbuat jahat dan berpaling dari kebenaran, (QS Alma’arij 1-17).

    Saudara-saudaraku yang kumuliakan, sungguh musuh-musuh islam terus mengobarkan api kegelapan yang menghanguskan sunnah Muhammad saw, alangkah mengejutkannya ketika justru dirimu terlibat dalam penghancuran sunnah Nabi kita saw, kita jadikan bibir ini terlibat menghancurkan sunnah Nabi kita saw, kita jadikan akal logika kita untuk merubuhkan sunnah Nabi kita saw, Saudara-saudaraku yang kumuliakan, sungguh Poligami adalah salah satu dari ajaran Nabi Kita Muhammad saw, dan telah berjaya diatas ummat ini berabad-abad lamanya, namun hari-hari ini muncullah musuh-musuh islam yang mengobarkan api itu, maka kitapun bermunculan pula untuk mendukung mereka menghancurkan ajaran Nabi kita saw, Tak ada ikhtilaf oleh seluruh Ulama, Muhaddistin, para Imam, sahabat, yang punya satu pendapatpun melarang poligami, hanya muncul di zaman kita ini yang mengingkari ajaran Nabi kita saw, Poligami diperbolehkan tanpa syarat apapun selain syarat akad nikah biasa..,

    Sungguh.. kita ini diperintahkan menyembah Allah dan bukan menyembah logika, apakah kita harus menjadikan hukum Nya itu dibawah logika kita?, kita tak perlu menjadikan hikmah yang tersimpan dalam poligami atau sunnah lainnya sebagai syarat untuk membenarkannya, lalu bila hikmahnya belum kita temukan maka kita kufur dan menolaknya, kita menyembah Nya dan sungguh Dzat Nya swt tak terpecahkan oleh Logika, karena yang paling gaib adalah Dia swt, maka bila kita menolak hukum hanya karena tak masuk akal, maka kita sudah menentang Nya, menyembah akal kita dan tidak beriman kepada Nya dan tidak pula mengakui Muhammad saw sebagai utusan Nya, karena ada hal yang kita akui merupakan kesalahan dari ajaran sang Nabi saw,

    Sungguh.. Poligami ini menjadi momok yang mengerikan bagi kaum istri, mengapa?, bukankah Allah Yang Maha menentukan segala-galanya, dan selama ini semua orang tahu bahwa poligami adalah boleh dalam islam, namun barangkali tidak 1 dari 1000 suami yang melakukan poligami walaupun itu diperbolehkan, lalu apa yang mereka risaukan?, seakan mereka sudah tidak punya tuhan untuk dijadikan sandaran perlindungan, Betul, banyak kaum istri yang belum mampu bersabar dalam hal ini, namun belum mampu bukanlah menginkari, sama halnya dengan orang yang tak punya uang untuk Umrah dan haji yang sunnah (sudah melakukan yang wajibnya), maka apakah kita mengatakan haji sunnah itu batil dan dilarang?, apa hak kita mengatakan batil pada sunnah Nabi saw?, jauh beda antara yang tidak mampu dengan yang mengingkari,

    Betul.. poligami banyak diselewengkan oleh para suami, hingga dijadikan alat pengumbar syahwat, merebut kekayaan, menyombongkan diri, berkhianat pada istri, dan contoh lainnya, dan banyak pula diselewengkan oleh istri muda untuk merebut harta atau lainnya, namun itu semua adalah oknum, dan penyelewengan itu terjadi dalam segala hal dan bukan hanya dalam poligami, contohnya dalam pernikahan monogami pun demikian, banyak terdapat penyelewengan dalam pernikahan yang demi keduniawian atau demi kelicikan, atau demi syahwat dan lainnya, demikian pula pada shalat, bisa saja diselewengkan dengan untuk mencari perhatian misalnya, atau agar dianggap shalih, atau lainnya, demikian pula puasa, haji, zakat dan lainnya, penyelewengan mestilah ada, dan penyelewengan oknum tak dapat menafikan (menghapuskan) suatu ajaran syariah, kesalahan adalah pada oknum dan bukan pada hukum,

    Tak mustahil sebentar lagi akan bermunculan pula pendapat mengingkari hal-hal yang fardhu, tak mustahil pula pendapat kelak mengingkari puasa, kenapa harus menahan lapar?, atau mengingkari haji, kenapa harus tawaf dan sa’i?, kenapa harus melempar batu di Mina dengan 7 batu selama 3 hari berturut-turut..?, kenapa harus berpanas-panas terik berdesak-desakan bahkan bisa mati terinjak injak hanya sekedar untuk melempar batu-batu kerikil?, bukankah ini merusak kulit?, bisa pula tertular wabah batuk, atau penyakit-penyakit yang dibawa dari seluruh dunia..?, akhirnya kita akan terjebak pada puncak kekufuran, yaitu.. : kenapa aku menyembah sesuatu yang tak terlihat.., tak terdengar, tak terasa, kenapa harus menyembunyikan diri Nya, kenapa tak tunjukkan..?

    Maka jadilah logika kita menjadi tuhan kita, runtuhlah seluruh kemuliaan iman dan tauhid dari sanubari kita, sirnalah seluruh amal ibadah kita, dalam jurang kemurtadan yang menuju kehinaan yang abadi.. diawali dari hembusan penolakan pada Poligami, yang kita turut berperan serta untuk menghancurkan sunnah Nabi saw, ketika dipadang Mahsyar kelak.., ketika terdengar seruan.., Fulan bin fulan maju kehadapan Allah..!, maka satu wajah tertunduk maju.. maka Allah swt berkata : Engkau.., Engkau.., Engkau kah yang terlibat menghancurkan sunnah Nabi Ku?, Engkau… Engkau.. engkau kah yang turut mencari 1000 dalil agar sunnah Nabi Ku diubah..?

    Saudaraku, adakah kau calonkan dirimu sebagai pengkhianat Nabimu?, Naudzubillah dari hal ini.., saudara-saudaraku bangkitlah.., saudari-saudariku bangunlah.. bela sunnah Nabimu, mereka sedang menghanguskan bendera sunnah Nabimu saw, mereka menginjak panji sunnahnya saw, siapa mereka?, mereka saudara-saudaramu, kerabatmu, tetanggamu, teman-temanmu.. Saudaraku bangkitlah.. jangan berpangku tangan atas penghinaan pada sunnah Nabimu saw, tunjukkan baktimu pada nabi kita saw.

    Katakanlah : “AKU MENCINTAI SUNNAH NABIKU MUHAMMAD SAW, WALAUPUN SELURUH BARAT DAN TIMUR MENGANGGAPNYA BURUK, DIMATAKU TETAP SUNNAH NABIKU JAUH LEBIH AGUNG DIATAS SEMILYAR LOGIKA KUFFAR..! AKU BERIDOLAKAN NABIKU MUHAMMAD SAW, DAN BAGIKU SEMUA SUNNAH NYA INDAH, DAN TAK ADA YANG LEBIH INDAH DIMATAKU SELAIN SUNNAH NABIKU SAW..!”,

    Dan ketika namamu terpanggil bertemu dengan nabimu Muhammad saw, jelanglah wajahnya dengan gembira, katakanlah : “WAHAI KEKASIHKU, WAHAI NABIKU, WAHAI KEBANGGAANKU, AKU DIKELOMPOK PEMBELA SUNNAHMU SAAT BANYAK ORANG MENGINKARINYA..!”

    Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yang bepaling dari sunnahku maka ia bukan dari golonganku” (shahih Bukhari hadits no. 4776, shahih Muslim hadits no.1401), “Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku maka sungguh ia mencintaiku, dan yang mencintaiku akan bersamaku di sorga” (HR Tirmidziy) “Barangsiapa yang berpegang pada sunnahku dimasa rusaknya ummatku, maka baginya pahala 100 orang yang mati syahid” (Azzuhdulkabir hadits no.207).

    Dalam kegelapan di lobang kubur yang panas dan sempit terdengarlah rintihan memelas… Gusti… kasihanilah aku.. yang telah lancang menolak kemuliaan-kemuliaan yang diajarkan Nabi Mu saw.. Gusti… adakah kesalahan lebih besar kuperbuat daripada menentang sunnah Nabi Mu.. Gusti… aku telah berani mengangkat akalku diatas hukum Mu dan menganggap buruk apa-apa yang kau muliakan, Gusti… ada apakah pada diriku ini.. Gusti.. hanya engkaulah yang memiliki diriku sepenuhnya, maafkan hamba, kasihani hamba..

    “Mereka beriman kepada Rasul dengan apa-apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya dan juga orang-orang mukmin, kesemuanya beriman kepada Allah dan malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab Nya, dan Rasul-Rasul Nya, (mereka berkata), kami tidak membeda-bedakan (mendustakan) diantara Rasul-Rasul Nya, dan mereka berkata : Kami dengar maka kami taat, maka pengampunan Mu wahai Tuhan Kami dan hanya kepada Mu lah kami kembali, tiadalah Allah memaksa seseorang kecuali menurut kemampuannya, maka baginya pahala semua yang ia kerjakan dan baginya dosa yang dikerjakannya, Wahai Tuhan Kami Jangan Kau siksa kami bila kami lupa atau kami salah, Wahai Tuhan Kami jangan Kau bebani kami beban berat sebagai beban yang telah kau bebankan pada mereka yang sebelum kami, Wahai Tuhan Kami janganlah kau bebani kami apa-apa yang kami tak mampu menanggungnya, maafkanlah kami, ampunilah kami, kasihanilah kami, Engkaulah Tuan kami, maka tolonglah kami atas orang-orang kafir (QS Albaqarah 285-286).

    (Dari www.majelisrasulullah.org)

  • KELEMBUTAN ALLAH DALAM MUSIBAH

    Gempa Bumi, Gunung Meletus, Banjir, Wabah Penyakit, Hama, Angin Taufan, Matahari, Bulan, kesemuanya merupakan tentara Rabbul ‘Alamiin yang bergerak dan bertugas dengan Kehendak Nya dan Perintah Nya. Maka Dia Yang Maha Agung dalam Kekuasaan Nya yang Tunggal dan Abadi telah berfirman kepada Pemimpin para Duta Nya, Sayyidina Muhammad saw : “Sungguh Kuutus Engkau Sebagai Pembawa Rahmat Bagi Seluruh Alam”. (QS Al Anbiya – 107). 

    Maka sebagaimana disebutkan pada Tafsir Imam Attabari Juz 17 hal. 106, bahwa Rasul saw adalah Rahmat Allah (Kasih Sayang Allah) untuk seluruh manusia, muslim dan kafir, Rahmat Nya pada orang kafir adalah dengan tertundanya siksa mereka di muka bumi, tidak seperti ummat-ummat terdahulu yang mana saat mereka kafir pada Nabi Nya maka Allah segera menumpahkan musibah pada mereka, namun untuk ummat ini walaupun mereka Kufur dan kufur, Allah tetap tidak segera menjatuhkan siksa. 

    Maka fahamlah kita bahwa Bumi ini sejak Kebangkitan Rasul saw hingga akhir zaman, dalam naungan Rahmat Nya swt, yaitu Muhammad saw. Alangkah luhurnya nabi yang satu ini, hingga muslim dan kafir di masa beliau hingga akhir zaman tetap terjaga dari siksa kekufuran (Tafsir Imam Qurtubi Juz 4 hal 63). Bila kita menjenguk sedikit pada ayat yang lain Allah swt berfirman : “Hampir Saja Seluruh Langit Itu Pecah, Bumi Terbelah dan Gunung-Gunung Itu Hancur, Ketika Mereka Mengatakan Allah Mempunyai Putra”. (QS Maryam 90-91), Allah menahan alam ini hancur padahal seluruh alam ini murka terhadap manusia yang menghina Rabbul ‘Alamin, sebagaimana kita murka bila orang yang kita cintai dihina, atau ayah atau guru yang kita muliakan dihina, demikian pula alam, namun Allah menahannya karena masa ini adalah Masa Muhammad saw, Nah.. Rahmatan Lil’alamin ini adalah Penangkal Musibah bagi alam, dan ternyata bukan hanya itu, namun para ummat beliau saw pun mewarisi Rahmat itu, yaitu mereka yang beriman kepada beliau saw, Allah jadikan mereka itu penangkal musibah bagi kaumnya, sebagaimana firman Allah swt : “Dan Ketika Mereka (orang-orang kafir) Berkata: Wahai Allah, Bila Ini (Muhammad saw) Merupakan Kebenaran Dari Sisi Mu, Maka Turunkan Pada Kami Hujan Batu Atau Datangkan Pada Kami Siksaan Yang Pedih, dan Tiadalah Allah Akan Menyiksa Mereka Selama Engkau (Wahai Muhammad saw) Berada Diantara Mereka, dan Tiadalah Allah Akan Menyiksa Mereka Selama Ada Diantara Mereka (ada diantara muslimin diantara mereka) Yang Beristigfar” (QS Al Anfal 33). 

    Nah..jelaslah bahwa orang-orang yang beristighfar menahan siksa/ azab pula bagi kaumnya yang kufur, bahkan ayat lainnya : “Kalau Bukan Karena Lelaki-Lelaki Mukmin dan Wanita-Wanita Mukminat, Yang Kalian Tidak Mengetahui dan Hampir Kalian Membunuhnya, Maka Kalian Akan Mendapat Kesulitan Bila Mencelakai Mereka, dan Agar Allah Mengumpulkan Siapa Yang Dikehendaki Nya Dalam Kasih Sayang Nya, Dan Bila Mereka Itu Pergi, Maka Niscaya Kami Tumpahkan Siksaan Pada Orang Yang Kafir Diantara Mereka Dengan Siksaan Yang Pedih” (QS Al Fath 25) dan kini Allah menjelaskan bahwa orang-orang mukmin membuat kesejahteraan pada kaumnya, walaupun mereka kufur dan jahat, namun keberadaan orang-orang mukmin diantara mereka membuat Allah menahan siksa Nya. 

    Bahkan Rasul saw bersabda : “Tidaklah akan datang hari kiamat selama masih ada yang mengucapkan Allah.., Allah..”. (Shahih Muslim hadits no.148) dan sabda Rasul saw : “Tidak terjadi Kiamat diatas seseorang yang berkata Allah, Allah”. (Shahih Muslim no.149). Tentunya seorang muslim dari Ummat Muhammad saw, maka fahamlah kita bahwa Dzikir orang-orang muslim menahan datangnya Kiamat, dan kiamat adalah Musibah terbesar sepanjang usia Alam diciptakan, dan apalah artinya musibah banjir, gunung meletus dan lainnya yang tak sedebu dari kejadian Kiamat..?, Ketahuilah makin banyaknya musibah dimuka bumi ini adalah disebabkan semakin berkurangnya orang-orang yang berdzikir, semakin kurangnya orang yang beristighfar, semakin kurangnya orang yang berdoa, bermunajat, dan bertahajjud di malam hari. Lalu kelaparan, gunung meletus, gempa, banjir, dan segala bencana alam ini semakin santer dimuka bumi, maka jawabannya segera kita temukan, karena semakin berkurangnya orang-orang yang berdzikir dan beristighfar kepada Allah swt. 

    Maka muncullah segala musibah ini, mengapa?, dari Rahmat Nya swt tentunya, sebagaimana hadits-hadits dibawah ini, Sabda Rasululllah saw : “Tiadalah musibah menimpa seorang muslim, terkecuali penghapusan dosa baginya, walaupun hanya duri yang menusuknya”. (Shahih Muslim hadits no.2752, Shahih Bukhari hadits no.5317), Sabda Rasulullah saw : “Tiadalah seoang mukmin mendapat musibah berupa kesulitan, permasalahan, kesedihan, penyakit, bahkan kegundahan hati yang menyelimuti hatinya, kecuali merupakan penghapusan dosa baginya” (Shahih Musli hadits no. 2573, Shahih Bukhari hadits no.5318). Ketika turunnya ayat : “Semua Yang Berbuat Dosa Pasti Akan Dibalas”, maka para sahabat tampak kebingungan dan sangat ketakutan, maka Rasul saw memanggil mereka dan berkata : “Kemarilah kalian.., mendekatlah dan duduk berkumpullah padaku.., ketahuilah bahwa semua yang menimpa muslimin adalah penghapusan dosa, bahkan kesusahan dan pula duri yang melukainya” (Shahih Muslim hadits no.2754). 

    Wahai saudaraku, semakin banyak dosa kita maka telapak tangan penghapus dosa segera menyeka dosa-dosa kita, bila tak kita bersihkan maka akan datang “Tangan Penyeka” yang mengajak kita kembali kepada Nya dalam keadaan suci, “Tangan Penyeka” itu menyeka dosa disertai antibiotik pembersih penyakit di tubuh, bila dosanya kecil maka hanya perlu sedikit diusap maka akan bersih, namun bila kotoran itu sudah berkerak dan menular sekampung pula, bahkan sewilayah, bahkan sedunia, maka alat penyeka itu akan bertebaran dibelahan barat dan timur.., 

    Wahai Saudaraku bangkitlah, Majelis Rasulullah saw ditegakkan dengan tujuan agung, yaitu memperbanyak orang-orang bertobat dan mengenal Allah, menghidupkan dzikir, mengguncang jakarta dengan dzikir Allah, Allah.., dan menumbuhkan semangat dihati muslimin agar mewarisi semangat Muhammad saw, yang dengan jiwa seperti inilah musibah akan sirna, Anda lihat di Aceh?, bagaimana Pekuburan para shalihin tidak disentuh musibah?, bagaimana Air setinggi 30 meter dengan kecepatan rata-rata 300km/jam dengan kekuatan ratusan juta ton itu terbelah di masjid-masjid dan pekuburan orang shalih?, ada di masjid itu?, ada apa di kubur itu?, Singkat saja, ini adalah isyarat Nya kepada seluruh penduduk Bumi bahwa tempat-tempat sujud kepada Ku, dan tempat berdzikir bekas peninggalan hamba-hamba Ku yang shalih tak akan disentuh musibah, demikian pula pusara-pusara mereka yang telah wafat dari Hamba Ku yang shalih pun tak akan disentuh musibah…!” 

    Dan begitulah.. air bah yang sedemikian dahsyatnya itu tunduk dan menyingkir dari tempat-tempat beribadah mereka, siapa?, para ahli dzikir tentunya, hamba-hamba yang sujud dengan khusyu pada Nya, merekalah penangkal musibah, maka kita mesti memperbanyak kelompok masyarakat yang seperti ini.. Kita sering terlalu jauh, tak mungkin kita bisa menjadi penangkal musibah, kita adalah pendosa.., opini semacam ini sering meracuni pemikiran kita.. Ok kita buktikan, bukankah tempat yang paling banyak maksiatnya di seluruh Indonesia adalah jakarta?, berarti jakarta lah yang paling berhak ditimpa “Tangan Penyeka”, namun mengapa musibah selalu menimpa wilayah luar jakarta?, betul di jakarta ada kebanjiran, ada wabah, namun sangat tak seberapa dibanding musibah diluar jakarta, mengapa?, Ketahuilah bahwa jakarta inipun kota yang paling banyak majelis taklimnya di seluruh Indonesia, paling banyak majelis Dzikir, majelis maulid dll. 

    Maka semakin kita meramaikan masjid-masjid dan majelis-majelis, maka kasih sayang Nya terlimpah, sebagaimana Firman Nya dalam hadits Qudsiy : “Sudah Kupastikan Kasih Sayangku Pada Mereka Yang Saling Mengasihani Karena Aku, Saling Berkumpul Karena Aku, Dan Saling Berkorban Karena Aku” (Imam Hakim dalam Mustadrak ala Shahihain hadits no.7314 yang menyebutkan bahwa hadits ini memenuhi syarat shahihain sebagai hadits shahih), demikian pula dengan makna yang sama pada Shahih Ibn Hibban hadits no.575. Maka sudah selayaknya kita segera bangkit meramaikan masjid-masjid kita, rumah-rumah kita, wilayah kita, dengan dzikrullah dan majelis-majelis dzikir dan Ibadah, inilah yang mesti kita makmurkan, jangan kita terfokus kepada kemajuan dan kemajuan, yang pada dasarnya kemajuan tanpa iman adalah kepastian datangnya musibah, Gempa Bumi, Gunung meletus, taufan dan masih banyak lagi tentara Rabbul ‘Alamin yang akan diutus Nya sebagai alat penyeka.. 

    Wahai Yang Maha Luhur dan selalu memuliakan hamba Nya yang berzikir kepada Nya, muliakanlah setiap pembaca risalah ini dengan pengampunan Mu, penyelesaian dari segala kesulitan dan musibah, pengabulan segala doa dan munajat, dan pula Curahkan kemuliaan Mu dengan kenikmatan dan kebahagiaan Dunia dan Akhirat bagi saudara saudara kami muslimin yang tertimpa musibah di Jogja dan seluruh belahan bumi muslimin, gantikan harta mereka dengan yang lebih indah di dunia dan akhirat, muliakan yang wafat dari mereka dengan mati syahid, dan kumpulkan arwah mereka bersama para syuhada di alam barzakh, amiin amiin..
    Dan mudahkanlah perjuangan Majelis Rasulullah saw dan seluruh majelis taklim dan dzikir di muka bumi, selesaikan kesulitan dan hambatan kami, maafkan seluruh dosa pendukung kami, dan curahkan shalawat sebanyak banyaknya dan semulia-mulianya kepada Imam kami dan Idola kami Sayyidina Muhammad saw serta keluarga dan sahabatnya, muliakan pula semua orang orang yang memuliakannya, walhamdulillahi ala dzalik..

     

    (Habib Munzir Al-Musawa, www.majelisrasulullah.org) 

  • GOG DAN MAGOG

    Gog adalah salah satu keturunan Magog. Gog dan Magog memiliki keturunan yang membentuk suku yang cukup besar. Dalam dialek Arab disebut sebagai Yajuj dan Majuj (tanpa hamzah) atau Ya`juj dan Ma`juj (dengan hamzah). Ya`juj dan Ma`juj merupakan keturunan Yafits (Yafet) bin Nuh.
    Dari Samurah bin Jundub ra, Rasulullah saaw bersabda, “Putera Nuh ada tiga, yaitu Sam, Ham, dan Yafits.” (HR. Ahmad dan Hakim)

    Kalangan sejarawan mengatakan bahwa putera Nuh ada tiga, yaitu Sam bapak orang Arab dan Persia; Ham bapak orang Habsyi/Ethiopia, Negro, dan Naubah; danYafits bapak orang Turki, Slavia, Ya`juj dan Ma`juj. Ibnu Abdul Barr menyebutkan ijma’ ulama bahwa Ya`juj dan Ma`juj adalah putera Yafits bin Nuh. Imam Nawawi berkata, “Pendapat ini menurut mayoritas ulama.”

    Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka. Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras. (Kejadian 10:1-2)

    Pemilik Dua Tanduk

    Dzul Qornain berarti ‘yang memiliki dua tanduk’, maksudnya yang memiliki dua kerajaan atau dua kekuasaan, yaitu kerajaan di timur dan di barat. Menurut sebagian pendapat, Dzul Qornain adalah Alexander dari Macedonia. Namun menurut pendapat lain, Dzul Qornain adalah Raja Qurusy (Koresh) dari Persia. Raja Qurusy berpegang pada agama yang benar, yaitu agama Zeradsyat yang masih tauhid; yang kemudian agama tersebut berubah menjadi agama Majusi yang menyembah api.
    Pada masa Dzul Qornain, Ya`juj dan Ma`juj ‘dipenjarakan’ pada sebuah bukit. Dzul Qornain membuat dinding dari lempengan besi yang dilas dengan tembaga.

    Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu).” Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu.” Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. (QS. Al-Kahfi: 94-97)

    Namun demikian, jika hari yang dijanjikan telah tiba, dinding itu akan roboh dan mereka keluar untuk membinasakan manusia.

    Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.” (QS. Al-Kahfi: 98)

    Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (QS. Al-Anbiya`: 96)

    Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. (Wahyu 20:7-8) Namun Allah menolong orang-orang beriman dan membinasakan Ya`juj dan Ma`juj. Allah mengirimkan ulat yang keluar dari tengkuk-tengkuk Ya`juj dan Ma`juj dan mereka semua binasa.

    Dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Sa’id Al-Khudry diriwayatkan bahwa kelak benteng Ya`juj dan Ma`juj akan terbuka, lalu mereka keluar dan membuat kerusakan di muka bumi. Nabi Isa as dan kaum muslimin berlindung di benteng-benteng. (Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa Isa berlindung bersama sekelompok kaum muslimin di Palestina di suatu daerah bernama Babul Lud atau Pintu Lud). Ya`juj dan Ma`juj melewati lahan pertanian kaum muslimin. Setiap melewati sungai, mereka meminum airnya hingga kering, hingga kelompok setelhanya yang melewati sungai tersebut berkata, “Sungguh dahulu sungai ini ada airnya.” Ketika tidak ada seorang pun penduduk bumi yang tersisa kecuali yang berlindung di benteng kota, salah seorang dari mereka berkata, “Penduduk bumi telah kita binasakan, tinggal penduduk langit.” Lalu dia mengayunkan tombaknya, lalu dilemparkan ke langit, tetapi kembali kepadanya dengan berlumuran darah, sebagai tanda bala bencana. Secara tiba-tiba Allah mengirimkan ulat di pundak-pundak mereka seperti gerakan belalang yang keluar dari kepompong. Ya`juj dan Ma`juj mati seketika. Lalu kaum muslimin mengirim seseorang untuk melihat keluar benteng. Lalu orang itu berseru, “Wahai kaum muslimin, bergembiralah! Sesungguhnya Allah telah membinasakan musuh kalian.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Hakim) At-Turmudzi berkata bahwa Isa dan kaum muslimin berdoa kepada Allah dan Dia mengirimkan burug seperti leher unta, lalu burung itu membawa bangkai Ya`juj dan Ma`juj dan melemparkannya ke Mahbal. Lalu Allah menurunkan air hujan sehingga tak satu rumah pun yang tertutup debu dan kapas. Lalu kaum muslimin menyalakan api dari uang dinar, anak panah, dan busur panah selama tujuh tahun.

    Zaid bin Aslam berkata, “Kaum muslimin memanfaatkan uang logam dan anak panah mereka selama bertahun-tahun.” (HR. Nu’aim bin Hamad dalam kitab Al-Fitan) Dan engkau, anak manusia, bernubuatlah melawan Gog dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, hai Gog raja agung negeri Mesekh dan Tubal dan Aku akan menarik dan menuntun engkau dan Aku akan mendatangkan engkau dari utara sekali dan membawa engkau ke gunung-gunung Israel. Aku akan memukul tangan kirimu sehingga busurmu jatuh dan membuat panah-panahmu berjatuhan dari tangan kananmu. Di atas gunung-gunung Israel engkau akan rebah dengan seluruh bala tentaramu beserta bangsa-bangsa yang menyertai engkau; dan engkau akan Kuberikan kepada burung-burung buas dari segala jenis dan kepada binatang-binatang buas menjadi makanannya… Dan yang diam di kota-kota Israel akan keluar dan menyalakan api serta membakar semua perlengkapan senjata Gog, yaitu perisai kecil dan besar, busur dan panah, tongkat pemukul dan tombak, dan mereka membakarnya selama tujuh tahun. Mereka tidak akan mengambil kayu dari hutan belukar atau membelah kayu api di hutan-hutan, sebab mereka akan menyalakan api itu dengan perlengkapan senjata itu. Mereka akan merampas orang-orang yang merampas mereka dan menjarah orang-orang yang menjarah mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH. (Yehezkiel 39:1-4,9-10) Perlu diketahui juga bahwa dalam Alkitab, anak manusia bisa berarti manusia, bisa berarti nabi atau orang pilihan, terkadang juga mengacu pada Nabi Isa as, dan terkadang mengacu pada Nabi Muhammad saaw.

  • TANDA KIAMAT

    Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Di antara tanda-tanda hampir Kiamat ialah terhapusnya ilmu Islam, munculnya kejahilan, ramainya peminum arak dan perzinaan dilakukan secara terang-terangan. (HR. Bukhori dan Muslim)

    TERHAPUSNYA ILMU

    Terhapusnya ilmu ini bukan dengan Allah cabut ilmu itu dari ulama. Akan tetapi dengan cara Allah wafatkan banyak ulama pada suatu masa. Ada ilmu-ilmu yang jarang dikuasai oleh muslimin saat ini. Tetapi sebelum ilmu itu bisa dikuasai oleh penuntut ilmu, sang guru sudah keburu wafat. Maka hilanglah beberapa ilmu itu. Semakin banyak ulama-ulama besar yang wafat, maka tinggallah ulama-ulama kecil. Begitu seterusnya hingga tidak satu orang ahli ilmu pun yang hidup di dunia ini. (lebih…)

  • PEMURTADAN MASSAL

    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al-Baqoroh: 120)

    Sebagian manusia ada yang selalu benci kepada Nabi Muhammad saaw dan apa yang beliau bawa dari Allah SWT. Sebenarnya tidak ada alasan yang valid untuk membenci Nabi Muhammad saaw. Namun begitulah anak-anak Iblis dalam menghalangi da’wah Hamba Allah yang terpilih, Muhammad Al-Musthofa.More…

    POLYGAMI

    Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. An-Nisa`: 3)

    Saat ini ada gerakan untuk menentang polygami. Pada zahirnya, penentang polygami ini kebanyakan adalah dari kalangan Muslimah. Tetapi siapa gerangan yang telah menggerakkan Muslimah-Muslimah ini untuk menentang syariat Nabi mereka? Non-Muslim mungkin ada di belakang mereka. Non-Muslim merekayasa pemberitaan sedemikian rupa dan membuat penggerakkan massa melalui agen-agen mereka yang mengaku Muslim untuk menentang polygami. Polygami mereka jadikan suatu hal yang harus ditentang seperti mereka telah menentang Rancangan Undang-Undang Anti Phornographi dan Phornoaksi (RUU APP). Ketika syariat ditentang dan ma’siat di dukung, maka siapa lagi yang merekayasa semua itu kalau bukan anak-anak Iblis yang ingin membinasakan keturunan manusia?

    Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqoroh: 208)

    Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. (Yohanes 8:44)

    Apakah polygami merupakan alasan yang valid untuk membenci Muhammad Rasulullah saaw? Tentu saja tidak. Bukankah dalam Alkitab pun dikisahkan bahwa para Nabi sebelum Muhammad Rasulullah saaw juga berpolygami? Daud, Sulaiman, Ibrahim, Ya’qub. Bukankah mereka semua berpolygami? Beranikah Anda menyebut Sulaiman, Daud, Ya’qub, dan Ibrahim sebagai ‘maniak seks’ atau ‘tukang kawin’? Tidaklah membenci polygami kecuali orang-orang yang ditipu daya oleh Iblis.

    Apakah UU Polygami itu sesuai syariat Islam? Tentu saja tidak. Setiap laki-laki diperbolehkan berpolygami dan tidak masalah apakah ia seorang PNS, tokoh agama, atau apa pun. Kebanyakan wanita tidak siap dimadu karena mereka lebih melihat cinta manusia daripada cinta Ilahi. Seandainya semua manusia ini menjadikan cinta Ilahi di atas segala cinta dalam hatinya, maka polygami bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. Ketahuilah, setulus apa pun seorang suami mencintai isterinya, suatu saat pasti keduanya akan berpisah. Tetapi jika yang diharapkan manusia itu adalah cinta Ilahi, maka ketahuilah bahwa Allah itu Kekal. Manusia di zaman ini lebih mementingkan cinta makhluq. Makhluq menjadi segala-galanya. Pernikahan hanya dihubungkan dengan seks dan cinta. Padahal pernikahan adalah suatu lembaga suci yang tujuannya adalah membentuk keluarga yang sakinah dan dicintai Allah. Jika seorang wanita menikah dengan seorang pria hanya dengan tujuan seks dan cinta, maka dia tidak akan pernah siap untuk dimadu. Tetapi kesiapan seorang wanita untuk dimadu adalah indikasi bahwa dia menikah dengan seorang pria adalah karena Allah SWT.

    Kemudian ketahuilah oleh kalian bahwa jumlah wanita di dunia saat ini adalah lebih banyak daripada kaum pria. Wahai kaum ibu, jika kamu tidak ingin puteri-puterimu terjerembab dalam lembah kenistaan, maka ajarilah mereka untuk siap dimadu. Karena menjadi madu seseorang lebih mulya daripada dia menjadi pelacur. Dan berbagi cinta dengan wanita lain adalah lebih mulya dari pada membiarkan wanita lain menjadi pelacur. Penolakan terhadap Syari’atul Muthohharoh hanya timbul dari hati egois yang telah dipengaruhi oleh syaithan. Maka berhati-hatilah, janganlah Anda jauh dari majelis ta’lim. Karena orang yang jauh dari majelis ta’lim itu seperti seekor domba yang jauh dari kawanannya, maka dia akan diterkam serigala buas.

    Ingatlah, tidak sempurna imanmu hingga kamu mencintai saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Pahamilah perasaan wanita lain yang tidak bersuami. Siapa yang melindungi mereka? Siapa yang mengasihi dan menyayangi mereka? Siapa yang memberi kehangatan dan kemesraan bagi mereka? Apakah Anda lebih senang jika saudari kandung Anda mendapatkan semua itu dengan jalan tidak halal? Apakah Anda lebih senang jika putri kandung Anda mendapatkan semua itu dengan jalan tidak halal?

    Setiap wanita mempunyai hak untuk dikasihi, disayangi, dilindungi, dsb. Kewajiban seorang pria untuk memberikan semua hak wanita itu dengan jalan yang halal. Maka nikahilah dua, tiga, atau empat wanita. Tetapi jika Anda adalah orang yang TAKUT tidak bisa berbuat adil, maka nikahilah satu wanita saja. Semoga Allah menjadikan aku dan kalian, wahai para pria sejati, sebagai pria-pria pemberani yang dapat berbuat adil kepada para isteri. Pria pemberani seperti Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, dan Nabi Muhammad saaw.

    Memang benar bahwa manusia tidak bisa adil seperti Tuhan, tetapi setidaknya manusia bisa mendekati keadilan. Sebagaimana hakim di dunia tidak mungkin bisa adil seperti Tuhan, tetapi setidaknya dengan mengikuti syariat Islam, seorang hakim bisa mendekati keadilan Tuhan. Tetapi sayangnya, di Indonesia, hukum yang di pakai bukanlah hukum yang bersumber dari Kitab Allah. Bangsa Indonesia di zaman ini lebih memilih peraturan buatan penjajah dan menentang peraturan buatan Tuhan. Padahal peraturan buatan manusia tentu bukan peraturan yang adil. Karena manusia memang tidak bisa adil seperti Tuhan. Jika manusia mau adil, maka ikutilah hukum Tuhan.

    Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir … maka mereka itulah orang-orang yang zhalim (aniaya dan tidak adil) … maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. Al-Maidah: 44, 45, 47)

    JIHAD

    Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan (pencitraan) terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar). (QS. Al-Isra`: 48)

    Salah satu pencitraan yang keji adalah ketika jihad dicitrakan sebagai terorisme dan mujahid adalah teroris. Padahal perang ala Amerika itulah yang merupakan terorisme hakiki. Jihad bukanlah terorisme. Karena jihad adalah membela kebenaran dan menghancurkan kebathilan. Dan salah satu tokoh kebathilan di dunia saat ini adalah George W. Bush.

    Jihad bukanlah alasan yang tepat untuk memusuhi Nabi Muhammad saaw. Karena para Nabi sebelum Muhammad Rasulullah saaw pun berjihad mengangkat pedang. Bacalah Al-Qur`an dan Alkitab, maka akan Anda dapati bahwa Daud pun berjihad mengangkat pedang. Musa pun berjihad mengangkat pedang. Menyebut Muhammad Rasulullah saaw sebagai teroris adalah pencitraan yang sangat keji. Tidak ada seorang pun yang percaya bahwa Muhammad Rasulullah saaw itu adalah teroris, kecuali orang-orang bodoh yang tidak memiliki ilmu tentang hal ini. Sungguh tolol orang yang menyebut Muhammad Rasulullah saaw sebagai teroris. Sungguh dungu dan idiot pemimpin agama yang menyebut Muhammad Rasulullah saaw sebagai teroris.

    Tahukah Anda, bahwa ketika Anda mengingkari salah satu syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad saaw, ketika Anda menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah, maka syahadat Anda perlu dipertanyakan kesahihannya? Sebab, salah satu hal yang membatalkan syahadat seseorang adalah mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah serta menghalalkan apa yang diharamkan oleh-Nya. Dan berhati-hatilah terhadap anak-anak Iblis yang menghasut kita agar mengatur polygami dan jihad berdasar keinginan mereka dan bukan berdasar peraturan Allah. Dan berhati-hatilah terhadap anak-anak Iblis yang menganjurkan Anda untuk meminum khamr. Bahkan mereka menganjurkan untuk memakan roti yang telah dicelup ke dalam khamr di tempat ibadah mereka. Ketahuilah, Nabimu bersabda bahwa khamr itu bukanlah obat, bahkan khamr itu adalah penyakit.

    Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah. (I Timotius 5:23)

    Mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. (QS. At-Taubah: 37)

    Dari Anas bin Malik ra katanya: Rasulullah saaw bersabda: Di antara tanda-tanda hampir Kiamat ialah terhapusnya ilmu Islam, munculnya kejahilan, ramainya peminum arak dan perzinaan dilakukan secara terang-terangan. (HR. Bukhori dan Muslim)

  • TASYABBUH (2)

    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.[QS. Ali Imran: 100]

    Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. [QS. Al-Ahzab: 59]

    Tasyabbuh adalah menyerupai gaya, sikap, cara atau kebiasaan suatu kaum. Dan tidak boleh kita bertasyabbuh terhadap non-muslim sebagaimana Abu Sa’id al-Khudry ra telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saaw bersabda, “Kamu telah mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga mereka masuk ke dalam lubang biawak kamu tetap mengikuti mereka.” Lalu para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani?” Baginda bersabda, “Kalau bukan mereka, siapa lagi?” [HR. Bukhori, Muslim, Ahmad]

    Sebelum TV dan film Barat masuk ke Indonesia, kita masih mudah mengenali dan membedakan, mana yang muslimah dan mana yang bukan, mana “wanita baik-baik” dan mana yang “bukan wanita baik-baik”. Tetapi lihat sekarang, begitu banyak wanita mengaku sebagai muslimah dan wanita baik-baik berpakaian seperti wanita-wanita jahiliyah. Sehingga “mata yang khianat” mengganggu mereka di jalan-jalan, di pasar-pasar, dan tempat lainnya. Jika Anda mempunyai isteri yang “dipandangi” dengan sedemikian rupa oleh laki-laki lain, apakah Anda tidak merasa terganggu? Padahal laki-laki itu tidak mengucapkan sesuatu yang mengganggu, tidak pula menggodanya, hanya memandangnya saja. Tetapi Anda tentu merasa terganggu dengan pandangan laki-laki itu. Begitu pula jika Anda memiliki seorang puteri yang dipandangi laki-laki bermata khianat. Apakah Anda, para wanita yang masih “sehat aqal”, tidak terganggu oleh “pandangan” mata yang khianat? Maka julurkanlah jilbab Anda ke seluruh tubuh, wahai ukhti, wahai saudariku, agar engkau mudah dikenali dan tidak diganggu. Bagi Anda yang telah mengenakan “jilbab gaul”, hentikanlah keujuban Anda yang merasa lebih baik dari pada yang tidak berjilbab sama sekali, dan sempurnakanlah dengan memanjangkan jilbab Anda hingga ke dada dan kenakanlah baju kurung yang longgar dan rapat bahannya, bukan yang ketat dan tembus pandang.

    Jika benar bahwa Anda mencintai Allah, maka ikutilah syariat yang dibawa oleh Sang Nabi (saaw). Berhentilah dari mengikuti syariat kafirin yang menyesatkan! Berhentilah dari menteladani gaya kafirin yang tidak beradab! Apakah tidak ada sesuatu yang harus Anda ikuti dalam Islam? Apakah tidak ada yang harus Anda teladani dalam Islam? Tidakkah Anda mengetahui bahwa Nabi telah memerintahkan isteri-isteri dan puteri-puteri beliau untuk menutup aurat? Lalu mengapa Anda tidak mengikuti beliau untuk memerintahkan yang demikian? Apakah Anda takut dihina oleh dunia karena Anda tidak mengikuti trend dunia? Dan Anda tidak takut dihina Allah karena tidak mengikuti syariat Sang Nabi (saaw)?

    Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Ali Imran: 31]

    Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. [QS. Al-Ahzab: 21]

    Orang yang meyakini akan datangnya hari akhir akan mempertimbangkan hal ini. Karena mereka sadar bahwa dunia ini tak lebih dari tiga jam. Setelah itu ia akan hidup selamanya di akhirat. Jika satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia, bukankah itu berarti 100 tahun di dunia sama dengan 2 jam 24 menit di akhirat?

    1000 tahun dunia = 1 hari akhirat = 24 jam akhirat

    100 tahun dunia = 24 jam akhirat : 10 = 2,4 jam akhirat = 2 jam 24 menit

    Dan pada saat ini jarang manusia yang hidup hingga seratus tahun. Ada yang hidup 90 tahun kemudian selesai. Hidup 80 tahun atau 70 tahun, kemudian selesai. Bahkan ada yang hidup 20 tahun, kemudian selesai. Tidakkah datang kepadamu berita bahwa ada seorang bayi yang baru lahir dan satu menit kemudian hidupnya berakhir?

    Sekarang, mungkin Anda dapat tertawa terbahak-bahak. Tetapi tidak ada jaminan bahwa esok Anda masih bisa tertawa terbahak-bahak di atas tumpukan dosa Anda yang menyeret Anda ke dalam siksaan beribu-ribu tahun lamanya. Sudahkah datang janji Allah kepada Anda bahwa Anda telah dijamin masuk sorga tanpa mampir ke neraka? Bahkan seorang Abu Bakar Ash-Shiddiq, salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga tanpa dihisab telah berkata, “Seandainya aku hidup sebagai rumput ini. Dia hidup, dimakan ternak, mati, dan selesai. Sedangkan aku… Aku hidup, mati, kemudian dihidupkan lagi untuk menghadapi hari berbangkit.”

    Apakah Abu Bakar tidak percaya akan janji Tuhannya? Bukan, melainkan ia percaya bahwa hari berbangkit itu adalah memang hari yang sangat berat sebagaimana yang diberitakan Tuhan. Pada hari itu matahari didekatkan ke atas kepala kita. Dan kita harus menunggu bersama trilyunan manusia yang berdesak-desakkan dengan peluh mereka yang membanjir. Dan tidak tahu kita, apakah kita akan masuk surga langsung, ataukah harus mampir ke neraka, ataukah akan masuk neraka selama-lamanya karena kita telah murtad tanpa kita sadari? Namun bukan soal surga dan neraka yang digelisahkan Abu Bakar, melainkan ia malu menghadap Tuhannya sedangkan dia sebelumnya tentu telah pernah berbuat dosa. Dosa-dosanya yang menururt kita tak seberapa telah membuat dia lupa kepada segala amal shalihnya yang begitu banyak. Abu Bakar Ash-Shiddiq tidak pernah menganggap besar segala amal shalihnya. Dia hanya memandang kepada Kasih-Sayang Tuhannya dan bersyukur atas segala anugerah dari Tuhannya. Abu Bakar Ash-Shiddiq baru merasa tenang ketika beliau mengingat dan mengharap Kasih-Sayang Allah. Coba Anda bayangkan, orang yang pernah berbuat dosa ini, yang dosanya kemudian telah diampuni Tuhan sebelum dia wafat, dia masih malu dan gelisah memikirkan pertemuan dengan Tuhannya. Tetapi kita masih bisa tertawa seakan dosa-dosa kita yang bertumpuk-tumpuk itu telah diampuni Tuhan. Padahal tidak ada pada kita amal-amal shalih seperti amal-amal yang dimiliki Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ingatlah bahwa amal shalih itu adalah salah satu tanda dari Kasih Sayang Allah. Tidaklah kita dapat beramal shalih, kecuali dengan adanya Kasih-Sayang Allah. Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang itulah yang telah menggerakkan Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk beramal shalih dan kemudian memasukkan beliau ke dalam surga-Nya. Maka berlomba-lombalah kita dalam meraih tanda-tanda Kasih-Sayang Allah ini.

    Wahai akhi, wahai ukhti, tidak adakah seseorang yang harus kita teladani sehingga kita mesti meneladani orang-orang kafir? Pergilah ke pusat-pusat perbelanjaan! Perhatikanlah! Maka kamu temukan, seakan tidak tersisa satu pun dari pengikut Muhammad Rasulullah saaw di sana. Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang lalai. Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang ittiba’ (mengikut) kepada kafirin. Ketahuilah wahai ukhti wa akhi, ketahuilah wahai saudara dan saudariku, bahwa seseorang yang mengikuti gaya suatu golongan, maka dia termasuk ke dalam golongan tersebut! Apakah kita akan tetap mengikuti gaya dari golongan kafir dan termasuk ke dalam golongan mereka serta keluar dari golongan Muhammad Rasulullah saaw? Ataukah semestinya kita ittiba’ kepada Rasulullah saaw sang suri tauladan yang baik dan sempurna? Sungguh, jika kita mengaku cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sudah semestinya kita ittiba’ kepada Rasulullah saaw dan menundukkan hawa nafsu kita di bawah syariat yang di bawa oleh Sang Pesuruh Allah saaw. Tidak ada golongan yang pantas kita serupai selain golongan yang ittiba’ kepada Muhammad Rasulullah saaw.

    Dari Anas ra katanya: Nabi saaw bersabda: “Barangsiapa yang tidak suka sunnahku, dia bukanlah termasuk golonganku.” [HR. Bukhori]

    Shalawat serta salam tercurah atas Tuan kami Muhammad dan atas keluarga beliau dan para shahabat beliau dan para pengikut beliau hingga akhir zaman. Keberkahan Allah atas Partai Muhammad saaw.

  • SUBUH KEMENANGAN

    Sholat-sholat yang ada, secara umum memiliki banyak peran dalam mendatangkan kemenangan dalam menghadapi musuh. Dahulu, Nabi saaw mengumandangkan seruan jihad setelah dilaksanakannya sholat. Beliau memberangkatkan pasukan dan sariyah-sariyahnya dari Masjid. Dan menyerahkan bendera kepada mereka, juga di Masjid. Maka batalyon-batalyon –di mana tidak seorang pun yang tidak ikut dalam shalat berjamaah- itu pun berangkat dalam kondisi yaqin terhadap janji Robbnya.

    Imam Bukhori meriwayatkan dengan sanadnya, bahwa apabila Rasulullah saaw hendak menghadapi suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu Shubuh, jika beliau tidak memerangi di pagi hari, beliau tunggu hingga matahari tergelincir dari tengah-tengah (masuk waktu Zhuhur). (Dalam hadits no.2965 Kitabul Jihad).

    An-Nu’man bin Muqrin ra berkata, “Aku ikut berperang bersama Rasulullah saaw, biasanya kalau beliau saaw tidak memulai perang di pagi hari, beliau menunggu sampai jiwa-jiwa siap dan menunggu waktu shalat tiba.” (HR. Bukhori no. 3160 Kitabul Jizyah wal Muwada’ah)

    Al-Hafizh Ibnu Hajar rahmatullah ‘alayh berkata, “Dari sini nampak bahwa faedah di akhirkannya perng karena waktu shalat adalah saat kemungkinan besar doa akan dikabulkan.”

    Barangkali, di antara kemenangan paling populer yang ada kaitannya dengan sholat Shubuh adalah kemenangan atas kaum Yahudi Khaibar. Di mana ketika itu Nabi saaw bersabda, “Hancurlah khaibar… Sesungguhnya jika kita telah menempati halaman rumah suatu kaum, maka itulah seburuk-buruk pagi hari bagi orang-orang yang telah diberi peringatan (namun tidak mau mendengarkan peringatan tersebut).”

    Sesungguhnya generasi yang mampu meraih kemenangan –dengan izin Allah- tentunya adalah generasi yang giat memakmurkan Masjid-Masjid ketika shalat Subuh seperti ketika mereka meramaikan Masjid dalam shalat Zhuhur dan Ashar. Mereka adalah generasi yang paham bahwa perintah agar barisan shalat dirapatkan dan diluruskan itu merupakan awal mula lurusnya barisan mujahidin yang akan meraih kemeangan atas musuh.

    Sedangkan generasi kita sekarang ini, boleh dibilang cukup mengherankan. Shalat Subuh seolah-olah shalat yang khusus bagi orang-orang yang telah lanjut usia. Lantas kemanakah para pemuda?

    Para pemuda –selain yang dirahmati Allah- tidak mampu bershabar mendengarkan petuah-petuah imam sholat yang memerintahkan agar meluruskan dan merapatkan barisan shalat dan sebagainya.

    Musuh-musuh Islam tahu betul pengaruh lemahnya kaum Muslimin dalam menghadiri sholat Subuh dalam kekalahan kaum Muslimin. Dikisahkan, pasca perang pada tahun 1973 antara Mesir dan Israel, ada salah seorang tentara Mesir mengajak bicara salah seorang tentara Yahudi yang bisa berbahasa Arab. Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon atau batu, kemudian pohon atau batu itu berkata, ‘Hai Muslim, hai hamba Allah, ini ada Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia!’ Tentara Mesir ini memaksudkan nubuwah Nabi saaw Al-Ma’shum dalam sebuah hadits.

    Apa jawab Yahudi itu? Ia berkata, “Semua itu tidak akan terjadi hingga sholat Subuh kalian sama dengan sholat Jum’at kalian.”

    Maksudnya kemenangan Muslimin akan terwujud ketika kaum Muslimin menghadiri shalat Shubuh seperti mereka menghadhiri sholat Jum’at, di mana jama’ahnya membludak sampai ke jalan-jalan.

    Dari sini, tidakkah Anda melihat bagaimana pandangan orang Yahudi yang menohok leher orang-orang yang terbuai oleh angan-angannya? Dan mereka hanya bisa mengandalkan semua kabar gembira dari Nabi saaw tanpa mau melakukan usaha untuk merealisasikannya melalui tangan-tangan mereka.

    Si Yahudi tadi memberi tahu bahwa kemenangan akhir memang ada di pihak Muslim, namun hal itu baru terjadi ketika Masjid-Masjid kaum Muslimin telah penuh sesak oleh jama’ah sholat Shubuh, sama penuh sesaknya seperti mereka melaksanakan shalat Jum’at.

    Saat ini, sebagian ulama memfokuskan untuk mengajak kaum Muslimin agar melaksanakan sholat Subuh berjama’ah. Bahkan ada suatu program yang bernama sholat Subuh Berjama’ah Gabungan. Hal ini dimaksudkan agar kaum Muslimin semakin giat melaksanakan sholat Subuh berjama’ah. Dan sebagian ulama menganggap makruh begadang dan ‘mengobrol’ setelah shalat Isya berjama’ah. Sebab dapat menyebabkan sulit bangun untuk melaksanakan sholat Subuh berjama’ah.

    Ya Allah, anugerahkanlah kami sholat Subuh yang setelahnya kami menyerang kaum Yahudi di pagi harinya, sebagaimana kekasih-Mu, Muhammad saaw, telah mengusir mereka.

  • KEDAHSYATAN DZIKRULLAH

    Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS. Al-Anfal: 45)

    Sebagian orang kafir ada yang membiasakan dirinya untuk berkata, “Aku bisa!” sebanyak 100 kali di pagi hari dengan suara yang dapat ia dengar. Hal ini mereka lakukan untuk menseting otak bawah sadar mereka agar menjadi otak yang sukses. Mereka yakin bahwa kesuksesan itu berawal pada otak yang sukses. Dan mereka menjadikan rasa percaya diri sebagai sesuatu hal yang harus ada dalam otak mereka. Mereka berpijak pada rasa percaya diri. Banyak orang percaya akan hal ini. Bahkan kaum muslimin juga ikut-ikutan melakukannya, bahkan banyak kaum muslimin yang menganggap bahwa rasa percaya diri adalah sesuatu yang diajarkan oleh agama.

    Sebelum menjelaskan hal ini, saya ingin sedikit mengingatkan Anda tentang kisah Nabi Sulaiman dalam Al-Qur`an yang bertanya kepada para ningrat di kerajaannya, siapa di antara mereka yang sanggup membawa singgasana Ratu Balqis kepadanya. Maka tampillah Jin Ifrit yang cerdas dan telah meneliti ayat-ayat kauniyah di alam semesta ini yang menyatakan kesanggupannya dan berkata, “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”

    Pada saat itu, berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Kitabullah, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.”

    Dari sini kita dapat memahami bahwa ayat-ayat Allah dalam Kitab-Nya itu lebih dahsyat dan akurat dalam memberikan data dan kesimpulan kepada para peneliti. Sedangkan ayat-ayat-Nya yang berupa alam semesta, jika tidak dikaji secara seksama, hanya akan menghasilkan kesimpulan parsial.

    Konsep kesuksesan orang kafir sangat mirip dengan konsep kesuksesan Qarun yang berkata, “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” Qarun beranggapan bahwa harta dan kesuksesan itu datang dengan kehebatan dirinya sendiri. Dia hanya melihat apa yang ada pada dirinya dan tidak melihat apa yang ada pada Allah. Dia berfikir bahwa dengan rasa percaya diri, dia dapat melanggengkan hartanya. Dia lupa bahwa ada Allah Yang Mahasanggup membuatnya binasa sebagaimana Dia telah membinasakan ummat sebelumnya yang lebih kuat darinya dan lebih banyak hartanya.

    Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl: 96)

    Sekarang kita telah paham bahwa pemikiran tentang percaya diri ini adalah sesuatu yang tidak kuat dasar-dasarnya dalam agama. Bahkan Al-Qur`an mengajarkan kepada kita, bahwa ketika kita merasa gentar dalam menghadapi tantangan hidup, pada saat itulah kita harus meneguhkan keyakinan kita kepada Allah dan berdzikir kepada Allah Yang Mahabesar, Allahu Akbar. Uang 1 milyar, kesembuhan dari penyakit, dan segala hal itu adalah kecil di hadapan Allah Yang Mahabesar. Allah Mahasanggup untuk menyembuhkan kita dan menjadikan kita kaya.

    Saya pernah mengikuti pelatihan di mana sang presenter menanyai orang di sebelah saya, “Apakah Anda sanggup menjadi orang yang berpenghasilan 7 juta rupiah per bulan pada 7 bulan yang akan datang?” Sang presenter mencoba untuk membangun rasa percaya diri dan menseting otak orang ini. Namun tampaknya belum berhasil. Orang di sebelah saya masih ragu-ragu dan berfikir agak lebih lama. Karena ini baru latihan menseting otak sukses, maka sang presenter menurunkan angka nominalnya hingga orang di sebelah saya berkata, “Ya, 3 juta per bulan.”

    Lalu saya berkata kepadanya, “Apa masalah Anda? Ketahuilah, Allah Yang sanggup membuat Anda mendapatkan 3 juta rupiah per bulan juga sanggup untuk membuat Anda mendapatkan 7 juta rupiah per bulan.” Tidak semestinya kita melihat apa yang ada pada kita, tetapi pada apa yang ada di sisi Allah.

    Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang hal ini. Yang penting kita telah mendapatkan kesimpulan bahwa kesuksesan itu diawali dengan hati yang yakin kepada Allah, kemudian menseting otak kita dengan berdzikir mengucapkan “Allahu Akbar” 33 kali setiap selesai shalat agar otak kita menjadi otak yang percaya kepada Kemahakuasaan Allah, kemudian kita menjadikan ikhtiar kita sebagai bukti kefakiran kita di hadapan Allah, bukan sebagai penyebab datangnya kesuksesan seperti yang dianut orang kafir dan Qarun. Sungguh, kita tidak dapat meraih sukses dan surga-Nya tanpa Kasih-Sayang dari Dia Yang membimbing kita di jalan-Nya yang lurus. Jalan Lurus akan dapat ditempuh oleh orang yang berhati lurus, berakal lurus, berlisan lurus, beramal lurus, dan berketeguhan yang lurus. Teguh dan pantang menyerah, shabar dan istiqomah, jiwa yang tegak lurus dalam menanti janji Allah dalam setiap langkahnya akan menemukan kesuksesan demi kesuksesan. Dan di ujung jalan itu akan dia temui kesuksesan besar, surga dan Wajah Tuhan-Nya.

    Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. Al-Fatihah: 6-7)

    Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-Nisa: 69)

    Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran: 31)

  • TRITUNGGAL, Aqidah Pagan

    Aqidah atau kepercayaan yang dianut oleh kaum Nasrani adalah berasal atau berdasar pada Tritunggal Suci. Tri berarti tiga, Tunggal berarti satu. Jadi tiga unsur yang menjadi satu dalam kesatuan.

    Ringkasnya ialah bahwa Tritunggal itu terdiri dari tiga macam unsur atau oknum, yaitu:

    1. Allah Bapa.

    2. Anak.

    3. Roh Kudus.

    Ketiganya merupakan tiga macam jauhar (unsur) dan masing-masing unsur itu berdiri sendiri. Tetapi kesatuan dari ketiga-tiganya itulah yang merupakan Tuhan Yang Mahaesa.

    Kaum Nasrani mengatakan: “Tuhan adalah Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Ketiga-tiganya menjadi satu yang tidak terbagi (tunggal).”

    Sebenarnya faham adanya tritunggal dalam ketuhanan itu tidaklah merupakan faham yang khusus bagi pemeluk agama Nasrani belaka. Baiklah kiranya di sini kami kutipkan secara singkat sekedarnya apa yang ditulis dalam Dairah Ma’arif Abad ke-19 (Perancis) dalam memberikan definisi kata ‘Tritunggal Ketuhanan’. Di antaranya ditulis demikian:

    “Tritunggal adalah kesatuan dari tiga tubuh yang berbeda-beda yang menjelmakan sebutan Tuhan Yang Esa. Faham demikian ini terdapat dalam kepercayaan agama Kristen dan sebagian agama-agama lain. Oleh sebab itu seringkali dikatakan: Tritunggal dalam agama Kristen, Tritunggal dalam agama Hindu, dsb.”

    Almarhum Prof. Ust. Farid Wajdi berkata:

    “Memang benar bahwa faham Tritunggal itu sudah ada sejak dahulu dalam keagamaan bangsa Mesir kuno untuk menyebutkan ‘Tuhan-Tuhan’ kebangsaan mereka. Kini agama itu telah sirna dari permukaan bumi.

    Adapun faham tritunggal bagi pemeluk agama Hindu, maka sampai sekarang inipun masih ada, yaitu yang dianut oleh berjuta-juta manusia dari bangsa India dan China. Golongan kasta Brahmana meyakini bahwa Mahapencipta itu mula-mula menjelmakan dirinya dalam bentuk yang disebut dewa ‘Brahma’, kemudian dalam dewa ‘Wisnu’, dan akhirnya dalam dewa ‘Syiwa’. Mereka menggambarkan ketiganya itu bergandengan antara yang satu dengan yang lainnya dan ini memberikan pengertian sebagai lambang adanya perangkaian tiga tubuh menjadi satu.

    Sementara itu pemeluk agama Budha meyaqini bahwa dewa Wisnu yang merupakan salah satu bagian dari tritunggal yang dipercayai oleh agama Hindu itu sering menjelmakan dirinya dalam tubuh kasar untuk menyelamatkan alam dunia ini dari berbagai keburukan, kejahatan dan dosa. Penjelmaan dirinya dalam tubuh kasar yang akhirnya menjadi pujaan pemeluk agama Budha itu adalah untuk kesembilan kalinya.”

    Jadi kepercayaan adanya tritunggal ini pada hakikatnya adalah ‘aqidah keberhalaan, kemudian menyelinap secara aneh sekali ke dalam agama Allah Ta’ala setelah Isa Al-Masih (as) diangkat ke langit. Padahal Allah Ta’ala adalah Mahasuci dari penyerupaan atau persamaan dengan sesuatu apa pun. Dia tidak akan menyamai atau menyerupai benda yang selain-Nya.

    Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. (QS. Asy-Syura: 11)

    Tidak ada Ilah selain daripada-Ku. Siapakah seperti Aku? (Yesaya 44: 6-7)

    Akulah Ilah, dan tidak ada yang lain, Akulah Ilah, dan tidak ada yang seperti Aku. (Yesaya 46: 9)

    Dalam halaman lain Dairah Ma’arif Abad XIX itu tertulis:

    “Aqidah atau kepercayaan tritunggal tidak ada uraiannya dalam Kitab Perjanjian Baru atau Injil, dan tidak terdapat pula dalam Kisah Para Rasul, bahkan tidak pula dalam ajaran para murid mereka yang terdekat…Para murid Al-Masih yang pertama-tama dahulu yang mengenal betul pribadi Al-Masih dan mendengar sendiri ucapan-ucapannya adalah yang paling menjauhi adanya kepercayaan bahwa Al-Masih itu sebagai salah satu kesatuan dari tiga unsur yang menjelmakan Dzat Mahapencipta.

    Petrus, salah seorang pengikut Al-Masih yang dianggap sebagai pembelanya yang sejati, menganggap Al-Masih tidak lain hanyalah sebagai orang yang diberi wahyu dari sisi Allah.

    Adapun Paulus, maka orang inilah yang sangat berbeda ajaran-ajarannya dari apa yang dianut oleh murid-murid Al-Masih yang terdekat pada Isa (as). Paulus berkata: “Al-Masih adalah lebih luhur kedudukannya dari manusia, ia sebagai lambang manusia baru, yakni akal yang tinggi, diperanakkan dari Allah. Ia ada sebelum wujudnya alam semesta ini. Al-Masih telah menjelmakan dirinya dalam tubuh kasar itu adalah untuk menyelamatkan seluruh ummat manusia, tetapi sekalipun demikian ia tetap mengikuti kepada Tuhan Allah.”

    Dari uraian di atas, dapatlah kita ketahui bahwa kekeliruan dari kepercayaan tritunggal itu sangat jelas sekali sebgaimana terang benderangnya matahari di siang hari. Namun demikian, kita tetap tidak mengerti dan sangat heran sekali, mengapa pemeluk-pemeluk agama Nasrani masih gigih benar mempertahankan faham tritunggal yang sudah jelas salah itu. Mereka sangat fanatik dengan cara yang membuta (fanatik buta), tanpa landasan sejarah atau pun hujjah (argumen) yang layak diterima oleh aqal fikiran.

    Maka sesungguhnya yang buta bukanlah penglihatan-penglihatan itu, akan tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada. (QS. Al-Hajj: 46)

    Orang-orang yang membentuk patung, semuanya adalah kesia-siaan, dan barang-barang kesayangan mereka itu tidak memberi faedah. Penyembah-penyembah patung itu tidaklah melihat dan tidaklah mengetahui apa-apa; oleh karena itu mereka akan mendapat malu. (Yesaya 44: 9)

    (Sumber: Sayyid Sabiq dalam Kitab “Aqidah Islam, Pola Hidup Manusia Beriman”)