Melihat acara Metro Files tempo hari yang mengulas tentang Kartini, saya jadi teringat dengan buku Ridwan Saidi dan Rizki Ridyasmara, yaitu Fakta dan Data yahudi Indonesia. Di antara yang diulas dalam acara Metro Files tersebut dikatakan bahwa Kartini berteman dengan seorang Yahudi bernama Estelle atau Stella. Hal ini membuat saya mendekati pesawat televisi. Saya berusaha memperhatikan sambil sesekali berdiskusi dengan kedua adik saya. Ternyata pernyataan Ridwan Saidi tentang Kartini juga diakui oleh budayawan dan sejarawan lainnya.
(lebih…)
Blog
-
Kartini, Pendahulu Musdah Mulia
-
Jadwal Habib Umar bulan April 2009
Alhamdulillah pada bulan April 2009 yang bertepatan dengan bulan Rabiul Akhir 1430 H, kita kembali akan kedatangan tamu agung, yaitu Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, dari Tarim Hadramaut. Beliau akan melakukan kunjungan da’wah beliau khususnya untuk melakukan ijtima’ dengan ulama dari berbagai daerah di Indonesia.Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini memang Habib Umar bin Hafidz singgah ke Indonesia dua kali, yang pertama Beliau hadir pada bulan Januari yang lalu atau bertepatan dengan bulan Muhamrram 1430 H, dan yang kedua beliau hadir pada pertengahan bulan April yang jadwalnya terlampir dibawah ini.
InsyaAllah dengan hadirnya guru mulia kita tersebut, banyak manfaat yang bisa kita terima khususnya buat kita pribadi, Umat Islam dan Bangsa Indonesia pada umumnya.
Jadwal Kegiatan Habib Umar bin Hafidz Selama Di IndonesiaHARI TANGGAL KETERANGAN Rabu 15 April 2009 Tiba di Jakarta Kamis 16 April 2009 Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi dDi Solo Jum’at 17 April 2009 Maulid di Solo Jum’at 17 April 2009 Sholat Jumat di Masjid Agung Semarang Jum’at 17 April 2009 Ijtima’ Ulama Jawa Tengah di Semarang (undangan khusus) Sabtu 18 April 2009 Ijtima’ Ulama Jawa Tengah di Semarang (undangan khusus) Ahad 19 April 2009 Ijtima’ Ulama Jawa Timur di Batu – Malang (undangan khusus) Senin 20 April 2009 Ijtima’ Ulama Jawa Timur di Batu – Malang (undangan khusus) Senin 20 April 2009 Haul Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi di Surabaya Selasa 21 April 2009 Ijtima’ Ulama Kalimantan di Banjarmasin (undangan khusus) Rabu 22 April 2009 Ijtima’ Ulama Kalimantan di Banjarmasin (undangan khusus) Kamis 23 April 2009 Haul dan Maulid di Singapura Ahad 26 April 2009 Maulid Di Masjid Istiqlal di Jakarta Senin 27 April 2009 Ijtima’ Ulama Sumatera di Palembang (undangan khusus) Selasa 28 April 2009 Ijtima’ Ulama Sumatera di Palembang (undangan khusus) Rabu 29 April 2009 Ijtima’ Ulama Jawa Barat di Ciater (undangan khusus) Kamis 30 April 2009 Ijtima’ Ulama Jawa Barat di Ciater (undangan khusus) Kamis 30 April 2009 Perjalanan Ke Australia Ijtima’ di Sydney Sumber : rabithah.net
-
Lima Orang Israel Ditangkap Setelah 9/11
Pada bulan September tanggal 11 tahun 2001, menara kembar World Trade Center diserang oleh sekelompok teroris. Diduga bahwa pelaku teror itu adalah dari kalangan Muslim. Tetapi laporan-laporan media massa Amerika banyak yang membantah dugaan tersebut. Berikut kutipan-kutipan tentang 5 orang Israel yang merekam peristiwa WTC dengan suka cita. Hal ini menimbulkan kecurigaan yang mengarahkan pada dugaan bahwa Zionis itulah yang telah melakukan penyerangan melalui agen Mossad. Dan hampir semua orang Israel yang bekerja di WTC itu telah mengetahuinya, sehingga hampir semua orang Israel tersebut selamat, kecuali 1 orang menurut salah satu sumber.
The New York Times melaporkan pada hari Kamis bahwa sekelompok orang terdiri dari 5 pria telah menyiapkan video kamera ditujukan pada Menara Kembar sebelum serangan pada hari Selasa, dan telah dilihat saling memberi selamat setelah serangan tersebut satu sama lain. [1]
Polisi menerima panggilan dari beberapa warga New Jersey yang marah yang mengklaim bahwa ada laki-laki “timur tengah” dengan van putih yang membuat rekaman video peristiwa WTC itu dengan sukacita dan juga mengolok-olok. [2]“Mereka sepertiny bahagia, Anda tahu … Mereka tidak terlihat terkejut,” kata seorang saksi. [3]
Mereka terlihat oleh warga New Jersey pada 11 September tengah membuat kesenangan/kelucuan dari World Trade Center dan reruntuhannya serta memoto diri mereka di depan reruntuhan. [4]
Saksi melihat mereka melompat kegirangan di Liberty State Park setelah tubrukan pertama [5]. Kemudian, saksi lain melihat mereka merayakan di atap Weehawken. [6]
“Sepertinya mereka terkait dengan kasus ini. Seakan terlihat bahwa mereka tahu apa yang akan terjadi.” [7]
Bagaimana Mereka Tahu Akan Terjadi Peristiwa Tersebut Sehingga Mereka Sengaja Mendokumentasikannya?
Tidak perlu Sherlock Holmes untuk menghubungkan titik-titik agen Mossad Israel yang menari, inilah skenario yang paling logis:
1. “Pemandu sorak” Israel merayakan keberhasilan serangan 9-11.
2. Salah satu dari mereka kemudian menelpon 911 dan melaporkan bahwa ada orang Palestina pembuat bom di van putih menghadap terowongan Holland Tunnel. (Mereka berharap bahwa mereka terlihat seperti orang Palestina).
3. Setelah itu, mereka meluncur ke jembatan George Washington, di mana mereka meninggalkan van mereka yang berisi bom waktu dan kabur. (Hal ini untuk memperkuat tuduhan bahwa pelaku serangan WTC dan peledakan van putih adalah orang Palestina)
4. Tetapi polisi bertindak dengan bijak dan proaktif dengan menutup semua jembatan dan terowongan, tidak hanya Holland Tunnel. Hal ini secara tidak sengaja menggagalkan permainan tersebut dan tertangkaplah 5 orang Israel tadi karena rencana mereka sendiri.
5. Untuk menutupi hal ini, Departemen Kehakiman AS kemudian menangkap sekitar 1000 imigran Arab dengan alasan pelanggaran imigrasi. Sehingga orang Israel yang tertangkap tersebut menjadi tidak kentara karena pemerintah dan media kemudian mengklaim bahwa 5 orang Israel tersebut ditangkap hanya karena persoalan imigrasi seperti orang Arab lainnya.
6. Setelah beberapa bulan, FBI dan Departemen Kehakiman dapat berangsur-angsur menepiskan agen FBI lokal dan membebaskan orang Israel tersebut dengan diam-diam.Osama bin Laden langsung disalahkan untuk serangan 9/11 walaupun dia sebelumnya tidak mempunyai catatan melakukan sesuatu pada skala seperti itu. Segera setelah Penerbangan 11 menabrak World Trade Center 1, Direktur CIA George Tenet berkata “Anda tahu, pada semua ini terdapat sidik jari bin Laden.” [7]
Dilaporkan oleh New York Times dan The Jerusalem Post bahwa 4000 orang Israel selamat dari peristiwa WTC tersebut. Bagaimana bisa 4000 orang tersebut tahu bahwa akan terjadi peristiwa tersebut dan memilih untuk tidak masuk kantor dengan berbagai alasan?
-
Jamaluddin Al-Afghani dan Para Muridnya
Berikut ini merupakan terjemahan salah satu bab dari buku Terrorism Illuminati oleh David Livingstone. Saya tidak katakan bahwa ini seratus persen benar. Tetapi cukup menarik untuk dibagi dan didiskusikan. Terjemahan ini saya ambil dari akhirzaman.info. Walau judul babnya “The Salafi”, namun sebenarnya Jamaluddin Al-Afghani lebih cenderung kepada Mu’tazilah.

Jamaluddin al Afghani Pada awal tahun 1800-an, sebuah kelompok misionaris yang ditunjuk oleh gabungan gerakan Universitas Oxford, Gereja Anglikan dan Kings College of London University, yang berada di bawah Scottish Rite Freemasonry, sebagai bagian dari persekongkolan untuk membantu mengembangkan pembentukkan okult persaudaraan di dunia Islam, yang berdedikasi kepada penggunaan terorisme atas nama Illuminati di kota London [ 1 ]
Pimpinan promotor the Oxford Movement adalah Perdana Menteri Benjamin Disraeli, Lord Palmerston dari the Palladian Rite, dan Edward Bullwer-Lytton, pimpinan dari sebuah cabang aliran Rosicrucian yang dikembangkan dari the Asiatic Brethren. The Oxford Movement juga didukung oleh Jesuit. Juga terlibat keluarga Kerajaan Inggris, dan banyak didukung oleh Jesuit. Juga terlibat keluarga Kerajaan Inggris, dan banyak tokoh kantor perdana menteri serta para pembantunya. Lytton, pimpinan dari sebuah cabang aliran Rosicrucian yang dikembangkan dari the Asiatic Brethren. The Oxford Movement juga didukung oleh Jesuit. Juga terlibat keluarga Kerajaan Inggris, dan banyak tokoh kantor perdana menteri serta para pembantunya.
Benjamin Disraeli adalah seorang Grand Master Freemasonry, juga Knight of the Order of the Garter. Adalah di dalam bukunya Coningsby ia mengakui, melalui seorang karakter bernama Sidonia, untuk memerankan temannya Lionel de Rothschild, bahwa , “dunia diperintah oleh orang-orang yang sangat berbeda dari apa yang dibayangkan oleh mereka yang bukan berada di belakang layar”. Sebagai pengaruh dari perkumpulan-perkumpulan rahasia, Disraeli juga berkata dalam sebuah debat Parlemen sbb:
Adalah sia-sia untuk menyangkal … sebagian besar Eropa – keseluruhan Italia dan Perancis, dan sebagian besar Jerman, tidak perlu menyebutlan negara-negara lain – adalah tertutup dengan sebuah jaringan dari perkumpulan rahasia, seperti permukaan bumi yang sekarang tertutup dengan jala-jalan kereta api. Dan apakah tujuan mereka?. Mereka tidak berusaha menyembunyikan dirinya. Mereka tidak menghendaki pemerintahan yang konstitusional. Mereka tidak menginginkan melakukan perbaikan lembaga, mereka juga tidak mau dewan provinsi maupun catatan hasil suara ; mereka hanya ingin mengakhiri gereja kristen. … [ 2 ]

Benjamin Disraeli Bulwer-Lytton adalah the Grand Patron of the Societas Rosicruciana di Anglia (SRIA), didirikan pada tahun 1865 oleh Robert Wentworth Little, dan berdasarkan atas the Asiatic Brethren. Banyak anggota the Asiatic Brethren., atau Fratres Lucis, menjadi anggota sebuah loji Masonik Jerman yang disebut L’Aurore Naissante, atau “the Nascent Dawn”, didirikan di Frankfurt-on-Main pada tahun 1807. Di loji inilah dimana Lord Bulwer Lytton diinisiasi. [ 3 ] Bulwer-Lytton, yang menjabat senagai kepala Britain’s Colonial Office dan India Office, juga anggota penganut the cult of Isis and Osiris. Dia menulis the Last Days of Pompeii, dan The Coming Race, atau Zanoni, dimana dia membentuk yayasan untuk kemudian diusulkan untuk rasist Nazi. Dia menjadi pendiri the Pre-Raphaelite Brotherhood of John Ruskin, the Metaphysical Society of Bertrand Russell, dan perkumpulan okult seperti the Golden Dawn of Aldous Huxley, dan the Theosophical Society of Madame Blavatsky.
Di Mesir, gerakan Oxford memusatkan perhatiannya dalam membentuk sebuah “reformasi” gerakan Islam, dikenal sebagai Salafi, untuk mengabdi kepada Illuminati dalam rangka memproteksi kepentingan mereka yang semakin meningkat di Terusan Suez, yang kemudian akan menjadi penting untuk pengapalan minyak ke Eropa dan ke seluruh dunia. Pada tahun 1856, Ferdinand de Lesseps memperoleh konsesi dari Said Pasha, seorang raja muda Mesir, yang memberikan kewenangan mendirikan sebuah perusahaan untuk tujuan pembangunan sebuah terusan terbuka untuk kapal laut seluruh bangsa di dunia. Terusan tersebut mempunyai dampak kuat yang menimbulkan perubahan terhadap perdagangan dunia, memainkan perang penting dalam meningkatkan penetrasi Eropa dan kolonisasi Afrika.
Pada tahun 1875, hutang pengganti Said Pasha, Ismail Pasha meningkat, memaksanya menjual saham Terusan kepada Inggris. Dengan demikian, pemerintah Inggris, di bawah Benyamin Disraeli, dibiayai oleh temannya, Lionel Rothschild, mencapai hampir setengah keseluruhan jumlah saham dalam Perusahaan Terusan Suez, dan meskipun bukan merupakan kepentingan terbesar, hanya sebagai tujuan praktis untuk mengontrol kepentingannya. Sebuah komisi penyelidikan terhadap kelemahan keuangan Ismail pada tahun 1878, dipimpin oleh Evelyn Baring, First Earl of Cromer, dan yang lainnya, telah memaksa raja muda untuk menyerahkan tanah milik bangsanya, untuk tetap berada di bawah pengawasan Inggris dan Perancis, dan menerima posisi berdaulat sesuai dengan UUD. Orang-orang Mesir yang marah bersatu diseputar Ahmed Urabi, sebuah kerusuhan yang akhirnya memberikan sebuah alasan kepada Inggris untuk bergerak dalam rangka “melindungi” Terusan Suez, diikuti oleh invasi resmi dan pendudukan yang menjadikan Mesir sebuah koloni
Agen provokator kerusuhan melawan Ismail diorganisir oleh gerakan Jamal ud Din al Afghani, pendiri apa yang disebut gerakan “pembaharuan” Salafi dalam Islam. Melalui seorang Afghani inilah misi Inggris bertindak, namun tidak hanya menggulingkan pemerintahan Mesir, tetapi juga menyebarkan pengaruh okult di seluruh wilayah Timur Tengah.

Edward G. Brown berpakaian seperti orang Persia Selama 40 tahun karirnya sebagai seorang agen intelijen Inggris, Jamal ud al Afghani dibimbing oleh dua orang Inggris yang memahami soal-soal Islam dan spesialis cult, yaitu Wilfred Scawen Blunt dan Edward G. Browne. [ 4 ] E. G. Browne adalah seorang Orientalis terkemuka Inggris abad ke-19, dan anggoata diantara para anak didiknya – protégés – di Universitas Cambridge, departemen Orientalis, Harry “Abdullah” St. John B. Philby, seorang spesialis intelijen Inggris di belakang gerakan Wahhabi. Wilfred S. Blunt, anggota lainnya dari the British Orientalist school, diberikan tanggungjawab oleh the Scottish Rite Masons untuk mengorganisir loji-loji di Persia dan di Timur Tengah. Al Afghani merupakan agen utama [ 5 ]
Sedikit sekali diketahui mengenai asal-usul Jamal ud Din al Afghani. Walaupun sebutan “Afghani”, dipakai dibelakang namanya yang dengan mana ia dikenal, namun terdapat beberapa laporan bahwa ia adalah seorang Yahudi.[ 6 ] Pada sisi lain, beberapa sarjana percaya bahwa dia bukan seorang Afghan, akan tetapi seorang Syi’ah Iran. Dan meskipun menyandang sebagai seorang pembaharu ortodoks Islam, al Afghani juga bertindak sebagai juru dakwah kepercayaan Bahai, proyek pertama dari the Oxford Movement, sebuah kepercayaan yang akan menjadi jantung agenda satu agama dunia – one-world-religion – Illuminati.

Edward Scawen-Blunt Pada tahun 1645, keluarga Afghani mendaftarkan dia pada sebuah madrasah (sekolah Islam) di kota suci Najaf, sekarang Iraq. Disana, Afghani diinisiasi menjadi anggota “the mysteries” oleh pengikut Sheikh Ahmad Ahsai. Sheikh Zeyn ud Din Ahmad Ahsai adalah pendiri the Shaikhi school. Setelah meninggal, Ahsai digantikan oleh Seyyed Mohammad Rashti, yang memperkenalkan sebuah gagasan “perfect Shiah – Shi’ah yang Sempurna, disebut Bab, artinya “pintu gerbang”, yang akan datang. Pada tahun 1844, Mirza Mohammad Ali mengklaim sebagai Bab yang dijanjikan, dan mendirikan Babiisme, diantara para pengikutnya adalah Afghani, yang juga mempunyai hubungan keluarga tertentu.. [ 7 ]
Salah seorang pengikut Bab, Mirza Hoseyn Ali Nuri, mengumumkan bahwa dia adalah merupakan penjelmaan dari the “One greater than Himself”, yang telah diprediksikan oleh Bab, dengan diberikan gelar Baha Ullah, artinya dalam bahasa Arab “Kemuliaan Tuhan – Glory of God”. Baha Ullah merupakan keturunan dari penguasa Mazandaran, sebuah provinsi di sebelah utara Iran, berbatasan dengan Laut Kaspia di utara. Mereka adalah dinasti Ismailiah, yang melakukan perkawinan silamg dengan keturunan keluarga Bostanai, Exilarch (salah satu garis keturunan para penguasa komunitas Yahudi di Babilonia kira-kira abd ke-2 sampai abad ke-11 M)pada abad ke-7 M. [ 8 ] Menunjuk kepada dirinya sendiri, Baha Ullah menyatakan, “The Most Great Law is come – Hukum Paling Agung sudah datang”, dan Kemolekan Masa Lalu memerintah di atas singgasana Daud – and the Ancient Beauty ruleth upon the throne of David. – Jadi izinkanlah Penaku berbicara mengenai sejarah abad masa lalu – Thus hath My Pen spoken that which the histories of bygone ages have related.”

Bahaullah Baha Ullah pendiri kepercayaan Bahai, yang mencampurankan beberapa agama menjadi satu , yaitu dari Islam, Kristen, Zoroaster dan Yahudi, namun mengklaim menggantikan semua agama dalam “sebuah kepercayaan dunia”. Prinsip-prinsip dasar ajaran Bahai adalah persatuan semua agama dan persatuan umat manusia. Bahai percaya bahwa semua pendiri agama-agama besar dunia merupakan penjelmaan Tuhan dan agen-agen rencana progresif tuhan untuk pendidikan ras manusia. Karena itu menurut Bahai, meskipun terdapat perbedaan-perbedaan, agama-agama besar dunia mengajarkan kebenaran yang serupa.
Meskipun demikian, kepercayaan Bahai dengan cepat mereka tidak disukai di Persia karena ajarannya yang ekstrim. Pada tahun 1852, seorang pemimpin Bahai ditahan karena usaha pembunuhan Shah Persia, setelah gerakannya ditindas, dan banyak dari para pengikutnya dibuang ke Baghdad dan Istambul. Sepanjang kurun waktu ini, sebagaimana dilaporkan oleh Robert Dreyfuss, pimpinan Bahai tetap memelihara hubungan dekat, baik dengan Scottish Rite Freemasonry dan berbagai macam gerakan yang telah mulai menyebar di seluruh India, Kekaisaran Ottoman, Rusia dan bahkan Afrika. [9]
Baha UllahAl Afghani ternyata berasal dari Asadabad, sebuah kota di Persia, dekat dengan Hamadan, sebuah wilayah pemukiman Ismaili. Seperti Ismaili sebelum Afghani, ia yakin bahwa agama perlu untuk rakyat jelata, sambil mengamankan kebenaran atheisme untuk elit. Menurut Nikki R. Keddie, dalam studinya mengenai Afghani, “Banyak doktrin-doktrin esoterik Ismaili permulaan abad disajikan dengan mutu interpretasi yang berbeda dari naskah-naskah yang sama, mengikat rakyat jelata dan elit dalam sebuah rencana yang sama, jadi Jamal ud Din mempraktekan pengajaran dengan tingkat berbeda yang dapat menyatukan elit yang rasionalis dan mengikat rakyat jelata yang religious masuk ke dalam gerakan politik yang sama.[ 10 ]
Beberapa orang dari mereka yang menyaksikan Afghani mengajar dan menegaskan mengenai penyimpangannya dari ajaran ortodoks. Di anatara mereka adalah Lutfi Juma, menceriterakannya bahwa, “kepercyaannya bukan Islam yang benar meskipun dia menyampaikan ajaran Islam, dan Saya tidak bisa menilai mengenai kepercayaan para pengikutnya” Dan yang lainnya, Dr. Shibli Shumayyil, seorang pengagum Afghani, menulis bahwa ketika ia mendengar Afghani menulis sebuah tratise – buku yang membahas dengan mendalam – yang menentang “pengikut-pengikut fahan materialis” ia memberikan komentar, ” Saya terkagum-kagum, karena Saya tahu dia sebelumnya bukanlah seorang yang religius. Adalah sulit bagi Saya setelah pengalaman secara pribadi dengan dia untuk langsung memberikan penilaian mengenai apa yang Saya dengar, dan mengenai dia setelah itu, tetapi Saya lebih cenderung berpikir bahwa ia bukanlah seorang yang beriman” [ 11 ]
Disamping Afghani memperoleh banyak ilmu filsafat Islam, terutama sekali mengenai Persia, termasuk Avicenna, Nasir ud Din Tusi, dan yang lainnya, dan Sufisme. Bukti-bukti menjelaskan bahwa dia menguasai karya-karya tersebut, tetapi juga ia memperlihatkan tertarik kepada subyek-subyek okult, seperti rahasia-rahasia alfabet, kombinasi huruf, alkemi (ilmu kimia abad pertengahan) dan subyek-subyek Kabbalah lainnya. Juga Afghani memperlihatkan ketertarikannya kepada ilmu mistik, dari jenis Neoplatonic, sebuah tratise dua belas halaman mengenai Gnostikisme yang dicatat dengan tulisan tangannya.
Banyak kontroversi terhadap kegiatan Afghani selama periode tahun 1858-1865. Namun, menurut seorang biografer, Salim al Anhuri, seorang penulis yang kemudian mengenalnya di Mesir, yang pertama Afghani melakukan perjalanan di luar Iran adalah ke India. Dia pernah tinggal di sana, ia melanjutkan, disitulah Afghani memperoleh kecenderungan bid’ahnya. Dia mempelajari bidang agama yang ada kaitannya, tukas Anhuri, menjurus kepada ateisme dan panteisme. dengan His studies in religion, relates Anhuri, led into atheism and pantheism. Pada dasarnya Afghani percaya kepada filsafat yang berhubungan dengan Lurianic Kabbalah, mengenai evolusi alamiah dari alam semesta, dimana kemajuan intelektual manusia merupakan bagiannya. Sebagaimana dijelaskan Anhuri, Afghani percaya bahwa:
Manusia mulai dengan mengatakan bahwa setelah mati ia akan dipindahkan ke dalam kehidupan abadi, dan bahwa kayu atau batu yang akan membimbingnya kepada tempat tertinggi jika dia memperlihatkan catatan untuk hal itu serta memperlihatkan ketaatan terhadapnya, dan dari peribadatan seperti ini timbul pembebasan dari kepahitan pikiran mengenai sebuah kematian tanpa adanya kehidupan setelahnya. Dan nampak kepada Afghani bahwa api lebih kuat dan lebih besar dalam manfaat dan kerugian, maka dia berbalik kepadanya. Kemudian dia melihat bahwa awan lebih baik daripada api dan lebih kuat, maka dia melekatkan dirinya dan menggantungkan diri kepada mereka. Hubungan dari mata rantai ini, ditempa oleh dua alat khayal dan hawa nafsu bersama-sama dengan insting dan sifat alami manusia, diteruskan untuk meningkatkan sampai manusia memuncak dalam keadaan yang paling tinggi. Hasil daripada hukum alam adalah reaksi yang membawa kepada pembuktian bahwa semuanya yang di atas adalah pembicaraan tidak beralasan yang bermula dari hawa nafsu, dan bahwa itu tidak mempunyai kebenaran dan tidak ada definisi. [ 12 ]
Pada tahun 1866 Afghani muncul di Qandahar, Afghanistan, kurang dari dua dekade setelah usaha Inggris gagal, bekerjasama dengan Aga Khan. Dan menurut sebuah laporan, dari seorang Afghanistan di dalam pemerintahan lokal Afghanistan, Afghani adalah:
… benar-benar ahli dalam bidang sejarah dan geografi, berbicara bahasa Arab dan Turki dengan fasih, berbicara bahasa Persia seperti orang Iran. Nampaknya ia tidak mengikuti agama tertentu. Cara hidupnya lebih menyerupai orang Eropa daripada seorang Muslim. [ 13 ]
Pada akhir tahun 1866, Afghani menjadi penasihat rahasia Azam, penguasa Afghanistan. Seorang asing bisa menduduki posisi penting dengan cepat menjadi perhatian ceritera masa kini. Beberapa sarjana berspekulasi bahwa Afghani, kemudian menyebut dirinya sendiri “Istanbuli”, ia, atau dirinya adalah seorang agen Rusia yang mampu mendapatkan dukungan uang dan politik untuk Azam dari Rusia untuk melawan Inggris, yang menyebabkan kekuasaannya berakhir. Ketika Azam menyerahkan singasananya kepada salah satu saingannya, Shir Ali, dia mencurigai Afghani, dan mengusir dari wilayahnya dalam bulan Nopember 1868.
Selama tinggal di Afghanistan, Afghani tetap memelihara hubungannya dengan Bahai, Freemasonry Inggris, dan beberapa Sufi yang berbasis di India, dimana ia juga bertemu dengan Muslim Nizari. Menurut laporan intelijen Inggris waktu itu, , selama ia melakukan perjalanan ke India, Afghani menggunakan nama Jamal ud Din Effendi. Kemudian mengunjungi Aga Khan, pimpinan Ismaili. Disamping sebagai seorang Syekh Sufi ordo Mawlavi, atau Mevlevi, yang sangat terpengaruh mistik Iran dan puisi abad ke-13, Jalal ud Din ar Rumi juga sebagai juru dakwah kepercayaan Bahai, yang konon dikirim langsung dalam misi tersebut oleh Baha Ullah sendiri..
Salah satu laporan yang dicatat tahun 1891, dari seorang muslim India yang tidak disebutkan namanya, bertindak sebagai seorang agen Inggris, yang berpura-pura menjadi pengikut Bahai dalam rangka mengumpulkan informasi yang lebih banyak, menyatakan sbb:
Berikut ini adalah isi pernyataan yang dibuat oleh seorang yang jelas mengetahui betul, seperti keadaan sebenarnya atas kehadiran Saiyid Jamal-ud-din di India, yang digambarkan oleh informan sebagai seorang Persia, namun ybs menyebut dirinya sendiri sebagai seorang Turki dari Konstantinopel.
Di kota pantai Akka (Acre?) tinggal seorang yang bernama Husen Ali, seorang Turki, yang menyebut dirinya sebagai Baha-ullah Effendi alias Jamal Mubarik (the Bless Beauty). Orang ini menyatakan bahwa semua agama adalah jelek, dan mengatakan bahwa dia sendiri adalah Tuhan. Dia memurtadkan sejumlah orang memeluk agama Bahai dan mengumpulkannya di Baghdad. Kira-kira empat tahun lalu mereka memberontak melawan Shah, tetapi mereka ditindas dan secara perlahan-lahan keluar dari Persia pindah ke Turki di Asia. Baha-ullah sekarang berada dalam pengawasan di Akka, disebut “Az Maksud” [Ar Maqud, sebuah istilah umum diantara penganut Bahai Iran untuk menyebut Tanah Suci] oleh orang-orang murtad.. Agen-agen Balla-ullah pergi ke seluruh dunia dan berusaha keras untuk meyakinkan semua orang bahwa mereka sedang dikunjungi oleh utusan-utusan Tuhan., dan pengikutnya akan menjadi penguasa-penguasa di muka bumi. Anak laki-laki Baha-ullah, Muhammad Ali, berkunjung ke Bombay dalam rangka misi ini, dan kemudian kembali ke Akka. Para agennya ditugaskan dimana-mana, Saiyid Jamal-ud-din termasuk salah seorang dari agennya.
Dia datang ke Kailaspur dan tinggal selama 10 hari bersama saya. Dia menceriterakan semua mengenai Baha-ullah kepada saya dan misinya, dan mengusulkan untuk menunjuk saya menjadi agennya, dan mengajak saya pergi ke Bombay untuk bertemu dengan Muhammad Ali. Saya menyetujuinya untuk menjadi murid Baha-ullah dalam rangka menemukan mengapa in order to discover mengapa Saiyid Jamal-ud-din datang ke India. Saya setuju menjadi agennya untuk alasan yang sama, dan dia sekarang sering menulis surat kepada saya. Saya tidak menyimpan surat-suratnya, namun bisa di dapat bila diinginkan. Sekarang dia berada di Farukhabad, dan Saya percaya bahwa dia sudah memurtadkan sejumlah orang-orang yang kemudian mengikuti Bahai di India. Dia mempunyai banyak uang dan memnelanjakannya dengan sesuak hatinya, berpergian naik kereta api dengan kelas utama. Di Bombay ada seorang bernama Agha Saiyid Mirza [Afnan], seorang pedagang dari Shiraz, yang memberi dia uang yang banyak. [ 14 ]
… Pada tanggal 21 September 1891, informan yang sama menulis surat langsung kepada Jenderal Supdt., Departmen T. dan D. [Pengawasan Umum, Departemen Thagi dan Dakaiti, bertanggungjawab memonitor para penjahat dan pembuat kerusuhan – General Superintendent, Thagi and Dakaiti Department, responsible for monitoring criminals and trouble-makers], sebagai berikut: “Orang bernama Saiyid Jamal-ud-din Shah bukan ‘Rumi,’ dia seorang yang berasal dari Astrabad Mazinderan di Persia, dan namanya adalah Mirza Muhammad Ali. Dia bukan pengikut ajaran Muhammad [Muslim] tetapi seorang “Babi,” dan kantor pusatnya di Akka, Palestine. [ 15 ]
Kemudian Afghani muncul di Istanbul pada tahun 1870, dibawa ke sana oleh Ali Pasha, seorang Freemason, dan Grand Vizier selama lima kali semasa Sultan Abdul Majid dan Sultan Abdul Aziz berkuasa. Afghani sangat tidak disukai oleh para alim ulama karena pandangan-pandangan bid’ahnya, oleh karena itu Hasan Fahmi, seorang sarjana terkemuka pada waktu itu, dan Syekh al-Islam dari Kekaisaran Ottoman, menyampaikan sebuah Fatwa yang mengumumkan bahwa Afghani seorang kafir, dan kemudian dia diusir dari Turki.
Pada tahun 1871 Afghani pergi ke Kairo, disponsori oleh Perdana Menteri Mustafa Riad Pasha, yang pernah bertemu dengan Afghan di Istanbul, dan menempatkannya dalam pekerjaan dengan gaji yang besar, dan menunjuknya menduduki jabatan yang bergengsi di Universitas Islam Al Azhar. Pada mulanya, Afghani tetap secara ketat ortodoks, tetapi pada tahun 1878, dia pindah ke perkampungan Yahudi di Kairo, dimana di sana ia mulai membuka organisasi politik. Kemudian Afghani mengumumkan pembentukkan the Arab Masonic Society. Meskipun kepada umum diketahui sebagai Islam ortodoks, para anggota lingkaran dalam Afghani menunjukkan dengan jelas ketaatannya kepada Gnostisisme Ismailia. Afghani menyebut kepada persaudaraan Masoniknya sebagai ikhwan al saffa wa khullan al wafa, yang sengaja mereferensi kepada persaudaraan Ismailia yang menggunakan nama yang sama pada abad-ke-10.[ 16 ]
Dengan bantuan Riad Pasha dan Kedutaan Besar Inggris, Afghani mereorganisasi the Scottish Rite dan Grand Orient lodges of Freemasonry, dan mulai mengorganisir disekitar dia sebuah jaringan terdiri dari beberapa negara Islam, terutama sekali Syria, Turki, dan Persia. [ 17 ] Setelah beberapa tahun kemudian gerakan Afghani memikat pengikutnya, dari kalangan penulis muda dan aktivis, diantaranya adalah Mohammed Abduh, yang sudah menjadi pimpinan apa yang sering dianggap sebagai gerakan “modernis” dalam Islam, dengan kata lain dikenal sebagai Salafi, dan Sad Pasha Zaghlul, yang mengaku dirinya seorang Freemason, serta pendiri Wafd, Partai Nasionalis Mesir. [ 18 ]
The Hermetic Brotherhood of Luxor

Madame Helena Petrovna Blavatsky Afghani mengakui sebagai seorang representasi dari sebuah perkumpulan rahasia misterius Egyptian quasi-Masonic, seperti yang diduga mewakili pengajaran peninggalan Sabiin yang masih dipertahankan dari the Grand Lodge of the Ismailis of Cairo, yang menjadi dikenal diantara pengilut okult Barat sebagai the Hermetic Brotherhood of Luxor (H.B. of L.), juga ternyata juga yang mulanya dipengaruhi dibelakang pembentukkan Samuel Honis’ Rite of Mizraim.
Salah seorang teman Afghani yang paling dekat adalah James Sanua. Sanua dilahirkan di Kairo dari keluarga yang berhubungan erat dengan keluarga Yahudi Italia yang berasal dari Yahudi Sephardic. Sanua dibesarkan sebagai Yahudi oleh ayahnya, yang lahir di Italia, dan kemudian menjadi penasihat penting bagi keluarga kerajaan Mesir. Sebagai tambahan sebagai seorang yang dibesarkan dilingkugan keluarga Yahudi, dan menguasai delapan bahasa asing, Sanua begitu menguasai dengan baik Qur’an dan adat-istiadat Islam yang mendapatkan untuk dirinya gelar “sheikh”, sebuah faktor yang menjurus kepada desas-desus mengenai kepindahan agamanya kepada Islam.
Semasa mudanya Sanua belajar di Italia, disana ia berkenalan dengan gagasan Giuseppe Mazzini. Ketika ia kembali ke Cairo, dia dengan sepenuh hati mengabdikan dirinya mengajarkan ajaran Mazzini. Sanua juga bertanggungjawab atas pendirian yayasan teater Mesir Modern, yang mempelopori industri perfilman. Namun demikian, peranannya mengundang kecurigaan di mata pihak berwenang Mesir. Dan ketika ia mengetahui adanya persekongkolan untuk meracuninya, ia terbang ke Perancis, di sana dia lebih menyukai dikenal sebagai Abu Naddara. Di Paris, Sanua mendirikan sebuah jurnal yang didedikasikan terhadap prinsip, yang utamanya kepada Bahai, mengenai sebuah one-world-religion – satu-agama-dunia, seringkali menyajikan tulisan-tulisan Afghani.
Pacar Sanua, Lydia Pashkov adalah wanita asal Rusia dan nekerja sebagai wartawan di harian Le Figaro di Paris. Melalui hubungan dengan mereka, Afghani menjadi bersahabat dengan direktur kantor pusat regional Illuminati di bagian selatan Lebanon, seperti Sheik Medjuel el-Mezrab, yang menikah dengan seorang Inggris who married British dilettante,- pencinta kesenian untuk hiburan – Jane Digby, dan Lydia Pashkov. Antara tahun 1870 dan 1875, nampaknya Illuminati memulai sebuah proyek yang meniru the Italian Carbonari di seluruh negara di Timur Tengah. [ 19 ]
Baik Sanua maupun Lydia Pashkov adalah juga temannya Helena P. Blavatksy yang suka melakukan perjalanan bersama-sama. yang pada tahun 1856, Mazzini diinisiasi ke dalam the Carbonari. Helena P. Blavatsky, medium dan mistis yang terkenal, adalah the godmother dari kebangkitan okult dalam akhir abad ke-19. Setelah menulis karya-karya yang monumental seperti Isis Unveiled, dan The Secret Doctrine, the Theosophical Society dibentuk pada tahun 1875, untuk menyebarkan ajarannya ke seluruh dunia. Dalam The Theosophical Society terdapat anggota Freemasonry, yaitu Henry Steel Olcott dan George H. Felt yang ditunjuk kemudian sebagai presiden dan wakil-presiden. Diantara angota-anggota paling awal termasuk juga Albert Pike. Menurut Manly P. Hall, seorang ahli sejarah terkemuka Masonic, menjelaskan:
The Secret Doctrine dan Isis Unveiled merupakan hadiah dari Madame Blavatsky untuk umat manusia, dan kepada mereka yang visinya dapat menembus awan ancaman malapetaka yang sudah diambang pintu, adalah tidak berlebihan untuk menyatakan bahwa tulisan-tulisan ini merupakan bacaan paling penting yang dikontribusikan kepada dunia modern. Tidak akan bisa mereka dibandingkan dengan buku-buku yang lain, dapatkah cahaya matahari dibandingkan dengan lampu glowworm – ulat yang berkelap-kelip. The Secret Doctrine adalah jelmaan kemuliaan dari sebuah kitab suci. [ 20 ]
Blavatsky mengklaim menerima tanzil dari “Secret Chiefs”, atau ruh “Ascended Masters”, yang membantu umat manusia untuk meningkatkan dirinya menjadi sebuah ras yang super. Pada awalnya Blavatsky memberikan nama kepada para Masternya,seperti “Tuitit Bey”, “Serapis Bey”, dan “Hilarion”, yang nama-nama tersebut diakui milik the “Brotherhood of Luxor”. Menurut Joscelyn Godwin, dalam The Theosophical Enlightenment, jika kita menginterpretasikan the “Brotherhood of Luxor” sebagai sekelompok kecil penganut okult dimana Blavatsky bergabung dengan mereka di Mesir, maka kita dapat menganggap bahwa Jamal ad-Din al Afghani merupakan salah seorang daripada anggotanya.. [21 ]
Meskipun tidak terdapat bukti langsung bahwa Blavatsky telah bertemu dengan Afghani, menurut K. Paul Johnson, dalam The Masters Revealed, kenyataan akan menunjukkan terjadinya kontak. Tidak hanya Afghani yang akrab dengan teman-temannya Sanua dan Pashkov, tetapi dia dengan Blavatsky, kedua-duanya berada di India antara tahun 1857 dan 1858, demikian juga kedunya berada di Tbilisi dalam pertengan 60-an, dan keduanya berada di Cairo pada tahun 1871. Lagi-lagi Afghani meninggalkan Mesir menuju ke India pada akhir tahun 1879, dimana pada tahun yang sama Blavatsky dan Olcott tiba di sana. Setelah meninggalkan India pada akhir tahun 1882, Afghani tinggal di Paris sepanjang tahun 1884, dimana Blavatsky pada tahun itu menghabiskan waktunya di sana.
Melalui Jamal ud Din al Afghani, Blavatsky memperoleh doktrin-doktrin sentral, derivasi dari Ismailisme, yang kemudian dia menghubungi komunitas okult Barat. Sebagaimana Johnson menjelaskan, dalam tulisan Blavatsky, The Eastern Gupta Vidy dan the Kabbalah, dia mengklaim the “real Kabbalah” ditemukan di dalam buku the Chaldean Book of Numbers. Meskipun buku tersebut tidak diketahui oleh para sarjana, Blavatsky sering mengutip buku ini di dalam buku besarnya, Isis Unveiled dan The Secret Doctrine. Dia mengklaim telah menerimanya dari seorang “Sufi dari Persia”, dan sebagaimana juga dijelaskan oleh K. Paul Johnson, Afghani hampir bisa dipastikan sebagai sumbernya.
Menurut Johnson, sebuah struktur penting dalam doktrin Blavatsky hanya dapat menunjuk kepada satu sumber, yang juga berhubungan dengan gagasan pengikut okult lainnya, Gurdjieff: Ismaili Gnosticism. The Chaldean Book of Numbers mengajarkan sebuah kosmologi tujuh lapis mirip dengan elektrik mistikisme Ismaili.
…adalah merupakan petunjuk penting yang menunjuk kepada gnosisi Ismaili sebagai sebuah sumber penting baik bagi Blavatsky maupun Gurdjieff. Henri Corbin’s dalam Cyclical Time and Ismaili Gnosis menjelaskan sebuah doktrin proses evolusi kosmik tujuh lipat, diulang kembali di dalam sebuah skema sejarah tujuh lipat, paralel dengan sebuah tujuh lipats jalan inisiasi untuk adept-ahli individu. Ini sepadan sekali dengan surat-surat Mahatma [dari Blavatsky] yang mengajarkan bahwa “tingkatan seorang Adept-ahli diinisiasi dengan lambang tujuh tahap dimana ia menemukan rahasia dari prinsip-prinsip tujuh lipat secara alami dan manusia membangunkan kekuatan-kekuatan yang tidak aktif.” Doktrin Kehidupan kembali – Resurrection – membutuhkan arti yang spesifik dalam gnosis Ismaili yang menghubungkannya kepada pengajaran Blavatsky. Setiap prinsip-prinsip tujuh dari individu adalah “dibangkitkan” dari pengaruh prinsip berikutnya yang lebih tinggi. HPB tujuh lipat menguraikan prinsip-prinsip manusia yang disuguhkan juga secara bervariasi seperti Chaldean, Tibet, dan Chaldeo-Tibet. Tetapi faktanya analogi sejarahnya yang terdekat adalah Ismaili. [ 22 ]

John Yarker Ajaran Blavatsky juga mempengaruhi penentuan sebuah perkumpulan rahasia terkemuka yang dikenal sebagai the Golden Dawn, yang muncul ke luar karena kontak Afghani dengan pimpinan Egyptian Rite Freemasonry. Setelah bergerak di dalam tanah selama beberapa waktu, sampai tahun 1848, the “Year of Revolutions”, the Egyptian Rite of Freemasonry kemudian dihidupkan kembali kegiatannya di Paris dan pada tahun 1856 juga didirikan di Mesir, Amerika, Romania dan negara-negara lainnya. Pada tahun 1872, ketika the Egyptian Rite yang dikenal sebagai the Ancient and Primitive Rite, the Grand Mastership dari ordo ini dijabat oleh John Yarker, yang dilimpahkan kepadanya oleh Marconis de Negre. Yarker juga akrab dengan Blavatsky, bertemu di Inggris tahun 1878, dan menemuinya untuk merundingkan dengan Blavatsky mengenai sebuah inisiasi Masonic, meskipun terdapat upaya-upaya menyalahkan keterlibatannya dalam Freemasonry.
Di Paris, Yarker bertemu dengan Pascal Beverly Randolph, seorang okultis Africa-Amerika yang mengadakan perjalanan ke Mesir, dimana dia where he was supposedly initiated by a secret priestess of the Ismaili Muslims. Paschal Randolph was a noted medium, healer, occultist and author of his day, and also counted among his personal friends Bulwer-Lytton. Randolph’s Brotherhood of Eulis claimed descent from the Rosicrucian Order, by charter of the “Supreme Grand Lodge of France”, and taught spiritual healing, western occultism and principals of race regeneration through forms of sex magic. Through Randolph, Yarker passed on the tradition of the Hermetic Brotherhood of Luxor, that was reborn as the Hermitic Brotherhood of Light, a continuation of the Frates Lucis, or Asiatic Brethren.

Max Theon Pada tahun 1873, Carl Kellner, seorang rekan Randolph, salah seorang dari para pengikut okult yang berhubungan dengan Freemasonry Mesir, yang melakukan perjalanan ke Cairo pada waktu kegiatan al Afghani. Di Mesir untuk pertama kali bertemu dengan seorang muda misterius, menyandang nama Aia Aziz, juga dikenal sebagai Max Theon. Sebenarnya, Max Theon adalah anak dari pemimpin terakhir sekte Frankist, Rabbi Bimstein dari Warsawa, Polandia.
Max Theon melakukan perjalanan kemana-mana, dan di Cairo bekerja dengan Blavatsky, juga menjadi seorang murid Paulos Metamon, seorang “tukang sihir Coptic”. Paulos Metamon juga merupakan “Master” Blavatsky pertama, yang bertemu di Asia Minor pada tahun 1848, kemudian bertemu lagi di Cairo pada tahun 1870, dialah yang memperkenalkan Blavatsky kepada the Hermetic Brotherhood of Light. Yang menarik adalah, kosmologi tujuh lipat Ismailisme ternyat sudah terbiasa bagi Theon dan Blavatsky. Pada tahun 1873, Metamon menyerahkan the Grand Mastership kepada Aziz, yang menggunakan nama Max Theon, kemudian pindah ke Inggris untuk menyebarluaskan ordo yang sama.
Adalah Carl Kellner dan Thoedore Reuss, anggota lainnya dari Bulwer-Lyttons’ Societas Rosicruciana di Anglia, yang menggabungkan ritus Egyptian Rite Freemasonry, yang diizinkan kepada Reuss oleh John Yarker untuk membawa rahasia orang dalam dari the Hermetic Brotherhood of Luxor. Mengenai Kellner, Reuss menulis:
Selama melakukan perjalanannya yang sering dan ekstensif di Eropa, Amerika dan Timur Jauh, Bro. Kellner melakukan kontak dengan sebuah organisasi yang disebut The Hermetic Brotherhood of Light. Dorongan yang dia peroleh melalui hubungannya dengan wadah ini, juga kenyataan-kenyataan yang tidak bisa disebutkan disini, hingga menyebabkan Bro. Kellner’s berkeinginan untuk mendirikan sejenis Academia Masonica yang akan memungkinkan saudara seiman yang sedang mencari-cari dapat mengenal semua tingkat dan sistem Masonic yang ada. Pada tahun 1895 Bro. Kellner mendiskusikan secara panjang lebar dengan Bro. Reuss di Berlin mengenai bagaimana gagasan ini dapat direalisasikan.. Sewaktu dalam pembicaraan dengan Bro. Reuss ia tidak menyetujui usul mengenai nama Academia Masonica dengan memberikan alasan -alasan termasuk dokumentasi, menyarankan untuk memakai nama Oriental Templars. Namun pada waktu itu, yakni pada tahun 1895 perundingan-perundingan ini tidak membawa hasil yang positif karena Bro. Reuss kemudian disibukkan dengan menggiatkan kembali Ordo Illuminati dan Bro. Kellner tidak bersimpati terhadap organisasi ini atau terhadap orang-orang yang aktif di dalamnya bersama-sama dengan Bro. Kellner. [ 23 ]

Aleister Crowley Adalah John Yarker yang diduga menyiapkan sebuah piagam untuk mendirikan the Ordo Templi Orientis, atau O.T.O., yang dipengaruhi oleh Reuss, yang berusaha untuk menghidupkan kembali tradisi-tradisi dari the Ancient Mysteries, the Knights Templars, the Freemasons, Rosicrucians dan the Illuminati. Ordo Templi Orientis berarti “Order of Eastern Templars”, yang mengacu kepada the Johannite myth dari Sabian atau pengaruh Ismaili. Lingkaran dalam okult the O.T.O. akan di atur paralel dengan tingkat tertinggi dari Egyptian Rite Masonry, dan doktrin-doktrin esoterik Rosicrucian dari the H.B. of L.
Ketua O.T.O., Reuss, kemudian digantikan oleh Aleister Crowley yang terkenal karena kejahatannya. Aleister Crowley menyandang gelar tingkat ke-33 Mason dari the Scottish Rite, juga seorang anggota dari the Isis-Urania Temple of Hermetic Students of the Golden Dawn. Disingkat menjadi The Golden Dawn, ordo ini didirikan pada tahun 1888, oleh Bulwer-Lytton, seorang Masons dan anggota dari the Societas Rosicruciana di Anglia. Kult Isis ini dibentuk sekitar tahun 1877 yang diorganisir berdasarkan naskah Isis Unveiled karya Helena Blavatsky. Anggota-anggota The Order of the Golden Dawn diantaranya termasuk William Butler Yeats, Maude Gonne, istri Oscar Wilde, dan Arthur Edward Waite. The Golden Dawn pada waktu itu dipimpin oleh McGreggor Mathers, yang melacak spiritual leluhur ordonya sampai kepada ordo the Rosicrucians, dan dari sana, melalui Kabbalah sampai ke Mesir Kuno. Dan sewaktu di Mesir pada tahun 1904, dimana Crowley melakukan kontak dengan wujud makhluk bernama Aiwass, yang mendiktekan kepadanya untuk isi bukunya yang kemudian diberi judul Book of the Law, berisi a.l. semboyan terkenal dari okultisme modern, “Do what thou wilt shall be the whole of the Law.”
The Salafi

Muhammad Abduh Setelah Afghani meninggalkan Mesir, muridnya, Mohammed Abduh, dengan alasan yang tidak dapat dijelaskan ditunjuk sebagai the chief editor publikasi resmi pemerintah Mesir yang dikontrol Inggris, the Journal Officiel. Bekerja dibawah Abduh seorang temannya anggota Freemason, Saad Zaghul, yang kemudian mendirikan Partai Nasionalis Wafd. Pada tahun 1883, Abduh bergabung dengan Afghani di Paris, dan kemudian pergi ke London, di sana ia mengajar di Oxford dan Cambridge, serta berkonsultasi dengan pejabat-pejabat Inggris mengenai krisis di Sudan melawan Mahdi.
Di Paris dan London, Abduh membantu Afghani dalam mengatur jurnal berbahasa Perancis dan bahasa Arab di Paris, yang disebut Al Urwah al Wutsqa, atau the “Indissoluble Bond”, juga sebuah nama organisasi rahasia yang dia dirikan pada tahun 1883. Diantara anggota-anggota Afghani di Paris adalah orang-orang Mesir, Turki, India, Siria, Afrika Utara dan banyak juga mereka yang beragama Kristen serta Yahudi, dan Bahai Persia, yang diusir dari Timur Tengah.
Ketika Perancis menekan Al-Urwah al-Wutsqa, Abduh mengadakan perjalanan ke seluruh negara-negara Arab selama beberapa tahun, dibawah berbagai penyamaran, terutama di Tunis, Beirut, dan Siria. Di setiap kota, dia mencoba merekrut orang-orang untuk menjadi anggota perkumpulan rahasia fundamentalisme Afghani. [ 24 ]
Seperti gurunya, Abduh bergabung dengan gerakan Bahai yang sudah berupaya dengan hati-hati dalam menyebarkan kepercayaannya ke Mesir. Bahai mulai didirikan di Alexandria dan Cairo pada tahun 1860. Abduh bertemu dengan Abdul Baha ketika dia mengajar di Beirut, dan keduanya mulai bercengkrama dengan sangat bersahabat, dan keduanya menyetujui falsafah sebuah agama dunia – one-world-religion philosophy. [ 25 ] Memuji keutamaan Abdul Baha dalam ilmu agama dan diplomasi, Abduh mengatakannya bahwa “[dia] lebih dari itu. Sesungguhnya ia seorang besar, dialah orangnya yang patut mendapatkan nama kehormatan yang diterapkan kepadanya.”[26]
Abduh dikenal dengan pandangan reformasinya mengenai Islam. Akan tetapi, dalam How We Defended Orabi, A.M. Broadbent menyatakan bahwa, “Sheikh Abdu bukan seorang fanatik yang berbahaya atau seorang yang beragama dengan antusias, dia termasuk orang yang paling luas pemikirannya dalam Islam, berpegang kepada sebuah keyakinan politik serupa dengan republikanisme murni, dan seorang Master of a Masonic Lodge yang bersemangat.” [ 27 ] Seperti pengikut Ismaili sebelumnya, dia akan meningkatkan murid-muridnya secara progresif masuk jauh ke dalam derajat bid’ah. Kepada initiates yang lebih tinggi, dia akan mengungkapkan doktrin-doktrin the Scottish Rite dan falsafah one-world government – satu-agama-dunia. Meskipun demikian, kepada mereka yang Abduh anggap lebih bersedia, dia akan memperkenalkannya sebagai seorang pejabat intelijen Inggris dari London. [ 28 ]
Dari tahun 1888, sampai dengan kematiannya pada tahun 1905, Abduh secara tetap berkunjung ke rumah kediaman dan kantor Lord Cromer. Pada tahun 1892, dia ditunjuk untuk melaksanakan administrasi Komite Mesjid dan Universitas Al Azhar, lembaga pendidikan Islam paling bergengsi, dan universitas tertua di dunia. Dari jabatan tersebut dan karena reputasi Al Azhar, dia mengatur keseluruhan sistem Islam di Mesir dan banyak dari dunia Islam juga.

M. Rasyid Ridho Pada tahun 1899, Lord Cromer, mengangkat Abduh sebagai Mufti Besar Mesir. Abduh sekarang kepala otoritas hukum Islam, juga sebagai the Masonic Grand Master of the United Lodge of Egypt. Lord Cromer adalah seorang anggota penting dari keluarga perbankan England’s Baring, yang menjadi kaya raya dari hasil perdagangan opium di India dan Cina. Motif Lord Cramer menjadikan Abduh sebagai yang paling berkuasa dalam semua urusan mengenai Islam adalah untuk merubah hukum Islam yang melarang bunga bank, Abduh kemudian mengupayakan sebuah penafsiran Qur’an, untuk menciptakan jalan yang diperlukan untuk memberikan kebebasan kepada bank-bank Inggris berkuasa di Mesir. Mengenai Abduh, Lord Cromer menceriterakan, “Saya curiga teman saya Abduh dalam realitasnya seorang agnostic – orang yang tidak peduli adanya Tuhan – I suspect my friend Abduh was in reality an agnostic,” dan dia mengatakan gerakan reformasi Salafi yang dipimpin Abduh, bahwa “Mereka adalah sekutu alamiah dari reformer Eropa They are the natural allies of the European reformer.” [ 29 ]
Gerakan Salafi kemudian bersekutu dengan Wahhabi dari Saudi Arabia, melalui anggota Freemason, Mohammed Rashid Rida, yang setelah kematian Afghani pada tahun 1897, dan Abduh pada tahun 1905, menjabat pemimpin Salafi, Rida menjadi anggota the Indissoluble Bond pada usia muda. Dia dipromosikan Afghani melalui perkumpulan Masonic dengan membaca Al-Urwah al Wutsqa, yang kemudian dia mengakui sangat besar pengaruhnya dalam kehidupannya. Rida tidak bertemu Afghani, tetapi pada tahun 1897, dia pergi ke Mesir untuk belajar bersama Mohammed Abduh. Meskipun Rida tidak berbagi menggagas opini mengenai gerakan Bahai, hanya karena melalui pengaruhnya saja gerakan Salafi menjadi kuat bersekutu dengan Negara Saudi Arabia.
Footnotes:
[1] Dreyfuss, Hostage to Khomeini , p. 113. [ pdf ]
[2] Hansard’s Parliamentary Debates , quoted from Paul A. Fisher, Their God is the Devil , pp. 18-19.
[3] Ruggiu, Jean-Pascal. “ Rosicrucian Alchemy and the Hermetic Order of the Golden Dawn ”.
[4] Dreyfuss, Hostage to Khomeini . p. 118.
[5] Ibid . p. 123 and 121.
[6] Ibid . p. 118.
[7] Nikki Keddie, Sayyid Jamal ad-Din “al Afghani”: A Political Biography , Berkeley, CA: University of California Press, (1927) p. 87
[8] David Hughes, Davidic Dynasty .
[9] Nikki Keddie, Sayyid Jamal ad-Din “al Afghani”: A Political Biography p. 116.
[10] Ibid . p. 87.
[11] Ibid . p. 91.
[12] Ibid .
[13] Ibid . p. 45.
[14 North West Province Special Branch, 29 August 189. quoted from Momen, Moojan, “ Jamal Effendi and the early spread of the Bahai Faith in Asia ”, Bahai Studies Review, Volume 8, 1998.
[15] (C.S.B.) Report of D.E. McCracken , dated 14 August 1897, in file Foreign: Secret E, Sept. 1898, no. 100, pp. 13-14; national archives of the government of India, New Delhi.
[16] Raafat, Samir. “ Freemasonry in Egypt: Is it still around? ” Insight Magazine, March 1, 1999.
[17] Dreyfuss, Hostage to Khomeini , p. 122.
[18] Ibid . p. 122.
[19] 1941: Iraq and the Illuminati .
[20] Manly P. Hall (33rd degree mason), “The Phoenix, An Illustrated Review of Occultism and Philosophy”, 1960 The Philosophical Research Society , p. 122
[21] p. 280
[22] The Masters Revealed , p. 146.
[23] Howe, Ellic, Theodor Reuss: Irregular Freemasonry in Germany, 1900-23, 16 February 1978; Grand Lodge of BC and Yukon, Ars Quatuor Coronatorum , ” Theodor Reuss: Irregular Freemasonry in Germany, 1900-23 “.
[24] Dreyfuss, Hostage to Khomeini , p. 136.
[25] Ibid. p. 279.
[26] Cole, Juan R. I. “ Rashid Rida on the Bahai Faith: A Utilitarian Theory of the Spread of Religions ”, Arab Studies Quarterly 5, 3 (Summer 1983): 278.
[27] Raafat, Samir. “ Freemasonry in Egypt: Is it still around? ” Insight Magazine, March 1, 1999.
[28] Dreyfuss, Hostage to Khomeini , p. 136.
[29] Goodgame, Peter. The Muslim Brotherhood: The Globalists’ Secret Weapon . -
Mengapa Harus Demokrasi?
Demokrasi, suatu sistem buatan manusia kafir Yunani, yang memberikan kekuasaan di tangan rakyat sebagai kontra dari kekuasaan di tangan raja. Kaum kafir Yunani tak mengenal Allah, Rabbul ‘alamin, Ilahu wahid. Mereka tak kenal kekuasaan di tangan Allah.
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”…. Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [QS. Al-Baqarah: 30, 284]
Dalam ajaran Allah yang dibawa oleh para Nabi, kita mengenal bahwa kekuasaan itu di tangan Allah dan diserahkan kepada manusia sebagai khalifah (pengganti/wakil) Allah. Kekuasaan Allah diserahkan kepada para Nabi dan khalifah mereka setelah mereka wafat. Bahkan mengenai penyerahan kekuasaan Allah kepada para Nabi ini juga dicatat dalam Bible.
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” [Kej. 1:26]
Semua telah diserahkan kepadaku oleh Bapa-Ku (Tuhannya Yesus dan Tuhannya langit serta bumi) [Matius 11:27]
Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar dikatakan dan diakui bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan rahmat dari Allah. Namun sangat disayangkan, bangsa ini menjalankan sistem kafir Yunani bernama demokrasi dan bukan sistem yang diajarkan Allah. Padahal mayoritas penduduknya adalah ummat yang mengaku menyembah Allah yang esa.
Mengapa kita harus menggunakan demokrasi dan bukannya syari’at Islam? Apakah syari’at Islam itu merugikan non-Muslim? Pernahkah syari’at Islam merugikan non-Muslim? Atau justeru menguntungkan bagi semua? Anda dapat mengecek dalam sejarah. Anda dapat membandingkannya dengan sistem manapun di dunia ini. Syari’at Islam jauh lebih baik dari sistem manapun di zaman apa pun.
Bahkan orang-orang yang pernah merasakan kepemimpinan Salibis dan kemudian merasakan kepemimpinan Umar bin Khattab, mereka lebih memilih kepemimpinan Sayyidina Umar bin Khattab. Ini membuktikan bahwa Syari’at Islam lebih disukai mereka yang merindukan kedamaian, keadilan, dan kemakmuran. Dan banyak kasus lain yang menunjukkan keunggulan syari’at Islam dibandingkan sistem lainnya semacam komunisme, demokrasi, sosialisme, kapitalisme, dsb.
Tak ada alasan untuk tak menggunakan syari’at Islam. Mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Dan lainnya ada mereka yang mengaku mempunyai kitab para nabi yang di dalamnya terdapat pengakuan atas kekuasaan di tangan Tuhan, dan bukannya di tangan manusia. Jadi, mengapa masih menggunakan sistem buatan manusia kafir Yunani?
Kita terjebak oleh perangkap orang-orang jahat yang ingin memecah belah ummat melalui demokrasi dan multi partai. Lalu orang-orang ceroboh lainnya berfikir bahwa tidak ikut dalam pemilihan adalah haram. Alasannya karena mempermudah non-Muslim meraih kursi pemerintahan.
Anda ingin menghalangi mereka dari kursi pemerintahan? Haramkan demokrasi, ganti dengan syari’at Islam, atau haramkan multi partai bagi Muslim! Jika hanya ada satu partai Islam, maka 30% suara telah diraih partai Islam, dan lainnya pada partai nasionalis, komunis-sosialis, dan sebagainya yang tak lebih dari masing-masing 25%.
Meninggalkan demokrasi dan beralih kepada syari’at Islam murni adalah lebih baik. Setidaknya harus ada re-embodiment demokrasi dan membuat hanya satu partai bagi ummat Islam. Itu jika Anda masih mau berdemokrasi dan membuang uang trilyunan rupiah untuk sistem setan tersebut. Atau Anda punya pendapat lain?
-
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu
‘Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi, yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Hurairah, adalah seorang Sahabat Nabi yang terkenal dan merupakan periwayat hadits yang paling banyak disebutkan dalam isnad-nya oleh kaum Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Abu Hurairah berasal dari kabilah Bani Daus dari Yaman. Beliau diperkirakan lahir 21 tahun sebelum hijrah, dan sejak kecil sudah menjadi yatim. Nama aslinya pada masa jahiliyah adalah Abdusy-Syams (hamba matahari) dan ia dipanggil sebagai Abu Hurairah (ayah/pemilik kucing) karena suka merawat dan memelihara kucing. Ketika mudanya ia bekerja pada Basrah binti Ghazawan, yang kemudian setelah masuk Islam dinikahinya.
Menjadi Muslim
Thufail bin Amr, seorang pemimpin Bani Daus, kembali ke kampungnya setelah bertemu dengan Nabi Muhammad dan menjadi muslim. Ia menyerukan untuk masuk Islam, dan Abu Hurairah segera menyatakan ketertarikannya meskipun sebagian besar kaumnya saat itu menolak. Ketika Abu Hurairah pergi bersama Thufail bin Amr menemui Nabi, Nabi Muhammad mengubah nama Abu Hurairah menjadi Abdurrahman (hamba dari Yang Maha Pengasih). Abu Hurairah pernah meminta Nabi untuk mendoakan agar ibunya masuk Islam, yang akhirnya terjadi. Beliau selalu menyertai Nabi Muhammad sampai dengan wafatnya Nabi.
Akrab dengan Kelaparan
Shahabat yang satu ini biasa berpuasa sunah tiga hari setiap awal bulan Qamariah, mengisi malam harinya dengan membaca Al-Quran dan shalat tahajjud. Beliau sering mengikatkan batu ke perutnya, guna menahan lapar.
Abu Hurairah pernah berkata, “Aku sudah dengar pergunjingan kalian. Kata kalian, Abu Hurairah terlalu banyak meriwayatkan hadis Nabi. Padahal, para sahabat muhajirin dan anshar sendiri tak ada yang meriwayatkan hadis Nabi sebanyak yang dituturkan Abu Hurairah. Ketahuilah, saudara-saudaraku dari kaum muhajirin disibukkan dengan perniagaan mereka di pasar. Sementara saudara-saudaraku dari anshar disibukkan dengan kegiatan pertanian mereka. Dan aku seorang papa, termasuk golongan kaum miskin shuffah (yang tinggal di pondokan masjid). Aku tinggal dekat Nabi untuk mengisi perutku. Aku hadir (di samping Nabi) ketika mereka tidak ada, dan aku selalu mengingat-ingat ketika mereka melupakan.”
Abu Hurairah adalah shahabat yang sangat dekat dengan Nabi. Ia dikenal sebagai salah seorang ahli shuffah, yaitu orang-orang papa yang tinggal di pondokan masjid (pondokan ini juga diperuntukkan buat para musafir yang kemalaman). Begitu dekatnya dengan Nabi, sehingga beliau selalu memanggil Abu Hurairah untuk mengumpulkan ahli shuffah, jika ada makanan yang hendak dibagikan.
Karena kedekatannya itu, Nabi pernah mempercayainya menjaga gudang penyimpan hasil zakat. Suatu malam seseorang mengendap-endap hendak mencuri, tertangkap basah oleh Abu Hurairah. Orang itu sudah hendak dibawa ke Rasulullah. “Ampun tuan, kasihani saya,” pencuri itu memelas. “Saya mencuri ini untuk menghidupi keluarga saya yang kelaparan.
Abu Hurairah tersentuh hatinya, maka dilepasnya pencuri itu. “Baik, tapi jangan kamu ulangi perbuatanmu ini.”
Esoknya hal ini dilaporkan kepada Nabi. Nabi tersenyum. “Lihat saja, nanti malam pasti ia kembali.”
Benar pula, malam harinya pencuri itu datang lagi. “Nah, sekarang kamu tidak akan kulepas lagi.” Sekali lagi, orang itu memelas, hingga Abu Hurairah tersentuh hatinya. Tapi, ketika hal itu dilaporkan kepada Nabi, kembali beliau mengatakan hal yang sama. “Lihat saja, orang itu akan kembali nanti malam.”
Ternyata pencuri itu benar-benar kembali. “Apa pun yang kamu katakan, jangan harap kamu bisa bebas. Sudah dua kali kulepas, kamu tak kapok-kapok juga.”
Pencuri itu malah menggurui. “Abu Hurairah, sebelum kamu tidur, bacalah ayat kursi agar setan tidak menyatroni kamu.”
Merasa mendapat pelajaran berharga, Abu Hurairah terharu. Ah, ternyata orang baik-baik, pikirnya.
“Apa yang dikatakan orang itu memang benar,” sabda Nabi ketika dilapori pagi harinya. “Tapi orang itu bukan orang baik-baik. Dia adalah setan. Dia katakan itu supaya dia kamu bebaskan.”
Menikah
Meski Abu Hurairah seorang papa, boleh dibilang tuna wisma, salah seorang majikannya yang lumayan kaya menikahkan putrinya, Bisrah binti Gazwan, dengan beliau. Majikannya tak melihat kaya atau miskin, majikan atau buruh. Abu Hurairah dipandang mulia karena kealiman dan keshalihannya. Perilaku Islami telah memuliakannya, lebih dari kemuliaan pada masa jahiliah yang memandang kebangsawanan dan kekayaan sebagai ukuran kemuliaan.
Sejak menikah, Abu Hurairah membagi malamnya atas tiga bagian: untuk membaca Al-Quran, untuk tidur dan keluarga, dan untuk mengulang-ulang hadits. Beliau dan keluarganya meskipun kemudian menjadi orang berada tetap hidup sederhana. Beliau suka bershadaqah, menjamu tamu, bahkan menyedekahkan rumahnya di Madinah untuk pembantu-pembantunya.
Tugas penting pernah diembannya dari Rasulullah. Yaitu ketika beliau bersama Al-Ala ibn Abdillah Al-Hadrami diutus berdakwah ke Bahrain. Belakangan, ia juga bersama Quddamah diutus menarik jizyah (pajak) ke Bahrain, sambil membawa surat ke Amir Al-Munzir ibn Sawa At-Tamimi.
Menolak Jabatan
Ketika Umar menjadi amirul mukminin, Abu Hurairah diangkat menjadi gubernur Bahrain. Tetapi pada 23 Hijriyah, Umar memecatnya karena sang gubernur kedapatan menyimpan banyak uang (menurut satu versi, sampai 10.000 dinar). Dalam proses pengusutan, ia mengemukakan bahwa harta itu diperolehnya dari beternak kuda dan pemberian orang. Khalifah menerima penjelasan itu dan memaafkannya. Lalu ia diminta menduduki jabatan gubernur lagi, tapi beliau menolak. Penolakan itu diiringi lima alasan. “Aku takut berkata tanpa pengetahuan; aku takut memutuskan perkara bertentangan dengan hukum (syari’at); aku tidak mau dicambuk; aku tak mau harta benda hasil jerih payahku disita; dan aku takut nama baikku tercemar.” Beliau memilih tinggal di Madinah, menjadi warga biasa yang memperlihatkan kesetiaan kepada Umar, dan para pemimpin sesudahnya.
Tatkala kediaman Amirul Mukminin Ustman ibn Affan dikepung pemberontak, dalam peristiwa yang dikenal sebagai al-fitnatul kubra (bencana besar), Abu Hurairah bersama 700 orang Muhajirin dan Anshar tampil mengawal rumah tersebut. Meski dalam posisi siap tempur, Khalifah melarang pengikut setianya itu memerangi kaum pemberontak. Pada masa Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah ditawari menjadi gubernur. Namun beliau menolak dan lebih memilih menjadi warga biasa.
Perawi Hadits
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan doa Rasulullah agar Abu Hurairah dianugrahi hafalan yang kuat. Beliau memang paling banyak hafalannya di antara para shahabat lainnya.
Imam Syafi’i berkata, “Abu Hurairah adalah orang yang paling kuat hafalannya di antara periwayat hadits di masanya.”
Imam Bukhari pernah berkata, “Tercatat lebih dari 800 orang perawi hadits dari kalangan sahabat dan tabi’in yang meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah.”
Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Muhammad, yaitu sebanyak 5.374 hadits. Diantara yang meriwayatkan hadist darinya adalah Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah, dan lain-lain.
Marwan bin Hakam pernah menguji tingkat hafalan Abu Hurairah terhadap hadits Nabi. Marwan memintanya untuk menyebutkan beberapa hadits, dan sekretaris Marwan mencatatnya. Setahun kemudian, Marwan memanggilnya lagi dan Abu Hurairah pun menyebutkan semua hadits yang pernah ia sampaikan tahun sebelumnya, tanpa tertinggal satu huruf, dan urutannya pun benar.
Wafat
Di Kota Penuh Cahaya (Al-Madinatul Munawwarah), beliau mengembuskan nafas terakhir pada 57 atau 58 H dalam usia 78 tahun. Meninggalkan warisan yang sangat berharga, yakni hadis-hadis Nabi, bak butiran-butiran ratna mutu manikam.
-
Download Gratis Tema MR untuk SE Z310
Di bawah ini ada tema untuk telepon genggam SE Z310 yang berwalpaper foto Habib Munzir dan background menunya adalah gambar Habib Uamr. Tulisannya berwarana biru. Tema ini juga dilengkapi ringtone berupa intro dari “rodhina ya rodhina”.
Tema ini, insya Allah, juga akan saya buatkan bagi merk dan type lain, tergantung pada request dari pengunjung dan kemampuan saya. Bagi Anda yang mau request, silahkan beritahu kami merk dan type telepon genggam Anda di kolom komentar.
-
Teks dan Terjemah Adh-Dhiya-ul Lami’
Mungkin orang-orang PKS, kaum mu’tazilah, kaum salafy-wahhabi berfikir bahwa kami dan golongan kami adalah orang-orang bodoh dan tolol yang tak mengerti shiroh nabawiyah. Itu karena mereka hanya melihat ke dalam pengajian mereka saja.
Padahal jika mereka mau mengikuti pengajian kita, mereka akan melihat bahwa kita juga membahas shiroh nabawiyah. Ta’lim kita digelar setiap malam oleh guru-guru yang benar-benar mempelajari Islam dari kitab-kitab terdahulu yang berbahasa Arab. Sedangkan mereka belajar hanya sekali seminggu dalam kelompok kecil mirip sel jaringan teroris. Guru yang mengajar mereka adalah guru-guruan yang tak bisa nahwu shorof, dan tak mengerti apa-apa dari agama. Dan kitab yang mereka pegang hanyalah terjemahan kitab para penulis kontemporer yang tak jelas sanadnya. Jangan dikira bahwa kami tak tahu kitab-kitab shirah. Kami telah membaca shirah susunan Husain Haykal, Al-Buthy, Ibnu Hisyam. Kami juga memiliki 14 jilid Fiqh Sunnah yang biasa mereka bahas, dan sebagiannya telah kami baca. Dan dia fikir kami tak tahu apa-apa? 🙂 Jangan-jangan dia pun tak punya kitab Fiqh Sunnah, apalagi mempelajarinya. Sungguh konyol fikiran mereka tentang kita.
Dalam pengajian kita, dalam tiap kelurahan, ada yang menggelar kajian shiroh seminggu sekali ada yang 2 minggu sekali. Di hari yang lain digelar pengajian fiqih oleh guru-guru terpercaya. Sedang dalam pengajian mereka, paling sebulan sekali. Pengajiannya saja hanya 4 kali sebulan. Sedangkan bidang ilmu Islam itu lebih dari 15.
Sungguh konyol orang PKS yang berkomentar bahwa kami tak mengerti Adh-Dhiyaul Lami’. Oleh sebab itu, kami sediakan di sini teks dan terjemahan Adh-Dhiyaul Lami.
🙂 Mereka fikir kami tak mengerti shiroh nabawi? Begitulah mereka merendahkan kita. Mereka merasa sebagai kaum terpelajar dan manusia berkualitas. Begitulah mereka dalam hadits Nabi SAW.
Diriwayatkan daripada Ali r.a katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya. Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. Mereka membaca al-Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan. Apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka kerana sesungguhnya, membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah pada Hari Kiamat. [HR. Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Daud]
-
PKS, Partai Komunis Sosialis
Makin lama, PKS makin konyol. Mereka memaksakan akronim PKS dalam berbagai kampanyenya. PKS terlihat lebih sering memberikan slogan-slogan kosong dari pada visi misi yang jelas. Lebih sering membuat citra gaul dan merangkul semua kalangan daripada langkah kerja kongkrit. Tetapi itu semua tetap tak dapat menghapus kesan kaku dan eksklusif para kadernya.
Inilah diantara celotehan mereka yang terlihat tidak dewasa.
SBY itu PKS, Presiden Keren Sekali.
Jusuf Kala itu PKS, Putera Kelahiran Sulawesi.
Megawati itu PKS, Puteri Keluarga Soekarno.
Gus Dur itu PKS, Priayi Kalangan Santri.
Rasulullah itu PKS, Panutan Kita Semua.Untuk hal ini, saya pinjam komentar Romy Rafael di acara audisi magician, “So what?” Apa yang ingin ditunjukan oleh slogan-slogan anak kecil seperti ini? Apakah mereka fikir bahwa mereka sedang bicara kepada anak kecil? Apakah itu menunjukkan dalil bahwa PKS berada di jalan yang benar? Bagaimana kalau saya buat akronim seperti di bawah?
PKS= Partai Komunis Sosialis
PKS= Pemuda Kurang Sehat
PKS= Pemuda Kurang Sholawat
PKS= Pijat Karaoke Seks
PKS= Pencetak Kader Sesat
PKS= Pengikut Kiyai Sableng
PKS= Partai Kedekut SangatDan masih banyak lagi slogan-slogan aneh yang bisa Anda buat dari akronim PKS. Akan tetapi… so what?
Itulah sebagian dari kekonyolan demokrasi. Slogan-slogan kosong, janji-janji palsu, pertemanan semu, dan berbagai hal yang memuakkan. Mereka ingin mensejahterakan rakyat, padahal untuk mensejahterakan kadernya saja mereka tak sanggup. Dengan sistem yang bagaimana mereka akan mensejahterakan rakyat?
Ya Allah, percepatlah munculnya Imam Al-Mahdi!
-
Re-embodiment Demokrasi Indonesia
Apakah demokrasi di Indonesia telah sesuai dengan nilai-nilai di Indonesia? Kita bukanlah bangsa komunis, bukan pula bangsa liberal. Keadilan menurut kita bukanlah keadilan menurut komunis dimana setiap orang punya porsi yang sama tanpa dilihat tanggung-jawab yang diembannya.
Apakah adil jika seorang direktur digaji sama dengan gaji bagi petugas kebersihan? Siapakah yang menunjuk seseorang sebagai kepala adat? Apakah orang-orang awam ataukah orang-orang yang memahami adat? Jika semua orang, baik berilmu maupun tidak, memang mempunyai hak yang sama dalam pemilihan, mengapa anak-anak di bawah umur tak berhak? Karena mereka dianggap belum paham. Jadi, sebenarnya, yang berhak untuk memilih adalah mereka yang paham.
Di Amerika, orang yang telah berumur 18 tahun dianggap telah paham tentang siapa yang berhak menjadi pemimpin dan wakil rakyat. Tetapi di Indonesia, melihat nilai-nilai budaya Indonesia, mereka yang pantas memilih adalah orang-orang bijak dan cendikia di bidang kepemimpinan. Saya tidak tahu apakah dalam Kristen diatur bagaimana memilih pimpinan yang benar. Tetapi di dalam Islam, masalah kepemimpinan ini telah dibahas dalam Al-Qur’an dan Hadits. Ulama-ulama atau pun para cendikia Muslim banyak yang paham tentang hal ini.
Di negara liberal, seorang pendeta mempunyai hak suara yang sama dengan seorang bandar narkoba ataupun mucikari. Tetapi di Indonesia, di mana budaya luhurnya tidak membenarkan seorang penjahat dan orang awam ikut dalam pemilihan kepala adat, sistem demokrasi memerlukan re-embodiment. (Orang-orang JIL sering bicara tentang re-embodiment hukum Islam, tetapi tak pernah bicara tentang re-embodiment sistem barat. Mereka menerima sepenuhnya sistem barat, tetapi mereka merombak hukum Islam. Terciumlah westerenisasi mereka yang sangat busuk.)
Adilkah jika hak memilih hanya diberikan kepada para pakar? Kita tidak memberikan hak memilih kepada anak di bawah umur dan mereka yang cacat mental serta terganggu jiwanya. Kenapa? Karena mereka dianggap tidak paham. Apakah setelah mereka berusia 17 tahun atau dinyatakan sembuh kemudian ada jaminan bahwa mereka paham? Pahamkah seseorang yang hadir dalam kampanye hanya untuk dangdutan? Pahamkah seseorang yang hadir dalam kampanye hanya karena dibayar? Pahamkah seseorang yang memilih hanya karena slogan-slogan manis sang juru bicara partai? Pahamkah seseorang yang memilih hanya karena akronim-akronim yang dipaksakan?
Kepahaman seseorang dalam suatu bidang tidak hanya ditentukan dari usia dan kesehatan aqal dan jiwa. Tetapi dari pembelajaran yang mendalam. Tidak sama kedudukan mereka yang paham dan yang tidak paham. Apakah Anda akan menyerahkan pemilihan material dan komposisi material bagi rumah Anda kepada orang yang tak paham soal membangun rumah? Tentu Anda akan menyerahkan persoalan itu kepada ahlinya, yaitu insinyur yang telah belajar secara mendalam dan menyeluruh serta berpengalaman di bidang bangunan.
Jauh di masa lalu, kitalah yang pertama kali meneriakkan di tengah-tengah kelompok masyarakat kata-kata, “Kebebasan (Liberte), persamaan (egalite) dan persaudaraan (fraternite)” Kata-kata yang berulang kali diucapkan sejak saat itu oleh para pembeo yang bodoh yang mengejar-ngejar umpan ini dan mempengaruhi kesejahteraan dunia, kebebasan individu sesungguhnya, yang sebelumnya sangat dijaga terhadap tekanan masyarakat. Orang-orang non-Yahudi tidak dapat mengerti apa pun berkenaan dengan kata-kata yang mudah diucapkan tersebut, karena keabstrakannya; tidak mencatat kontradiksi dalam makna dan hubungan timbal-baliknya; tidak melihat bahwa di alam tidak ada kesetaraan, tidak mungkin ada kebebasan; bahwa alam itu sendiri telah mengokohkan ketidak-setaraan fikiran, karakter, dan kapasitas, sebagaimana kekalnya alam dalam menegakkan subordinasi terhadap hukumnya. (Protokol Zionis 1:25)
Para administrator yang akan kita pilih dari masyarakat, dengan pertimbangan yang ketat atas kepatuhan dan loyalitas mereka, bukanlah orang-orang yang dilatih dalam hal seni pemerintahan. Oleh karena itu, mereka dengan mudah dapat menjadi pion-pion dalam permainan kita. (Protokol Zionis 2:2)
Yahudi paham bahwa masing-masing orang itu memiliki kapasitas yang berbeda dalam berbagai bidang. Orang yang pantas menjadi pemimpin harusnya adalah yang memang ahli benar dalam hal kepemimpinan, politik, dan hukum. Sedangkan yang tak mengerti politik, walau pun ia seorang insinyur mesin yang jenius, ia tak pantas dijadikan pemimpin suatu negara. Persamaan hak dalam demokrasi hanyalah jerat-jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai sarana yang dapat menarik orang-orang dari seluruh pelosok dunia agar mendukung perjuangan Zionis. Kontradiksi ini, yang digambarkan dengan burung berkepala dua dan saling bertolak-belakang, merupakan awal dari kekacauan (chaos).
Satu orang insinyur tentu lebih utama dari seribu orang awam di bidang tertentu. Siapa yang Anda dengar ketika Anda ingin membuat mobil? Apakah suara dari dua ribu orang awam, ataukah dua
orang insinyur? Siapa yang lebih Anda dengar ketika memilih pakaian? Seribu orang awam, ataukah satu orang desainer busana?Jika dalam hal-hal seperti itu kita mengutamakan orang yang paham seribu kali dari orang awam, mengapa tidak kita berlakukan dalam memilih wakil rakyat dan presiden? Mengapa tidak ada syarat yang lebih ketat untuk calon pemilih? Misalnya hanya boleh bagi para sarjana hukum, sarjana agama terutama yang paham kekhalifahan, sarjana ekonomi, atau bahkan dipersempit lagi menjadi bagi mereka yang benar-benar diakui kepakarannya.
Saya memang tak setuju sama sekali dengan demokrasi. Karena, demokrasi merupakan sistem yang digembar-gemborkan Zionist agar digunakan oleh bangsa non-Yahudi guna menciptakan orde kekacauan. Tetapi, jika memang mau menggunakan sistem demokrasi, hendaknya perlu dire-embody sehingga sesuai dengan nilai-nilai luhur di Indonesia.