Blog

  • Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa

    Berikut ini merupakan autobiografi Habib Munzir bin Fuad al-Musawa yang kami kutip dari MajelisRasulullah.org

    Ayah saya bernama Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatera selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana, (lebih…)

  • Dagelan Natal

    Herbert W. Armstrong, kepala editor majalah Kristen “Plain Truth”, mengungkap kebenaran dibalik 25 Desember. Dia menjelaskan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Lalu siapa yang lahir pada tanggal 25 Desember? Hari Natal/Kelahiran siapa tanggal 25 Desember itu? Apakah pada 25 Desember memang patut diadakan perayaan atau justeru perayaan pada tanggal 25 Desember itu seharusnya ditinggalkan? Jika memang harus ditinggalkan, mengapa? Untuk menjawab semua itu, sebaiknya Anda download saja e-booknya agar lebih jelas.

    Download Terjemahan Dagelan Natal

    (hotarticle.org)

  • Plugin dan Kontak pada Blog Nashron Aziza

    Di Nashron Aziza, Anda dapat mengaktifkan beberapa plugin yang telah disediakan. Seperti Akismet, Counterize, dan WP Contact Form. Untuk mengaktifkan plugin, Anda harus masuk ke dashboard blog Anda. Lalu pilih menu “Plugin”. Biasanya Anda hanya perlu mengklik “Aktifkan” (Activate) untuk mengaktifkan plugin tersebut. Tetapi untuk beberapa plugin, Anda perlu melakukan hal-hal tertentu agar plugin itu benar-benar berfungsi. (lebih…)

  • Al-Habib ‘Umar bin Hafiz

    Beliau adalah al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafiz putera dari Abd-Allah putera dari Abi Bakr putera dari‘Aidarous putera dari al-Hussain putera dari al-Shaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abd-Allah putera dari ‘Abd-al-Rahman putera dari ‘Abd-Allah putera dari al-Shaikh ‘Abd-al-Rahman al-Saqqaf putera dari Muhammad Maula al-Daweela (lebih…)

  • Telah Datang Nashron Aziza

    Alhamdulillah, setelah kemarin mencoba mengutak-atik nasru.co.cc, akhirnya berhasil juga saya menginstal WordPress Multi-User. Awalnya cuma iseng-iseng. Tetapi setelah melihat beberapa hal, sepertinya saya akan lebih serius mengelola nasru.co.cc ini. (lebih…)

  • Firqah dalam Islam

    Dalam sejarah Islam telah tercatat adanya firqah-firqah (faham/golongan) dalam lingkungan umat, dimana satu dengan lainnya bertentangan faham secara tajam dan sulit untuk didamaikan, apalagi disatukan.

    (lebih…)

  • Artikel Tidak Bermutu

    Jika Anda seorang blogger, jangan terlalu memikirkan mutu tulisan Anda. Blog memang bukan situs resmi sebuah majalah ataupun perusahaan tertentu yang menuntut mutu tulisan. Walau artikel bermutu itu bagus, tetapi jangan terlalu mengejar mutu hingga Anda mengurungkan niat Anda untuk mempublikasikan tulisan Anda yang mungkin kurang bermutu menurut Anda. (lebih…)

  • Penghinaan Mereka terhadap Para Nabi

    Kartun dan komik Nabi Muhammad merupakan bukti pelengkap bahwa mereka memang suka menggambarkan para nabi Allah dengan gambaran yang merendahkan. Coba lihat bagaimana mereka menggambarkan para nabi Allah dalam kitab mereka. (lebih…)

  • Widgets.php Blog WordPress Anda Error?

    Pernahkah Anda mendapat pesan error seperti ini?

    Warning: array_keys() [function.array-keys]: The first argument should be an array in /…/wp-includes/widgets.php on line 686

    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /…/wp-includes/widgets.php on line 686

    Jika ya, cobalah Anda masuk ke cpanel situs Anda, buka file manager, lalu buka public_html, lalu buka wp-includes, lalu edit widgets.php. (lebih…)

  • Mematikan Sunnah Rasul

    Pada saat ini bertambah banyak golongan, yang sadar tidak sadar, telah mengajak ummat untuk mematikan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Ada dua cara mereka dalam mematikan sunnah-sunnah Rasulullah yang akan kami bahas sedikit di sini.

    Issue Bid’ah Dholalah

    Salah satu cara yang mereka gunakan adalah dengan menebarkan syubhat (keraguan), yaitu dengan mengatakan bahwa tradisi Islam yang telah lama dijalankan ummat, seperti maulidan, tahlilan, yasinan, dan sebagainya itu merupakan perbuatan bid’ah dholalah. Padahal tradisi itu merupakan tradisi yang didukung oleh banyak hadits shahih dan hasan. Walaupun berbagai hadits yang mendukung perbuatan tersebut telah dikemukakan, tetapi tetap saja mereka berusaha agar tradisi-tradisi mulya yang Rasul ajarkan itu ditinggalkan. Karena mereka memang pengikut hawa nafsu. Mereka hanya taqlid kepada ustadz mereka yang sanad ilmunya terputus dari Rasulullah dan para salaful ummah. Paling jauh sanad mereka hanya sampai kepada seorang guru di abad keenam hijriyah yang oleh para ahli ilmu aqidah dianggap telah beraqidah menyimpang dari aqidah 4 imam madzhab Ahlus Sunnah. Kita semua tahu bahwa Imam Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad mengusung aqidah yang benar. Sedang sang guru dari abad keenam hijriyah itu telah mengusung aqidah berbeda dari yang diusung oleh 4 imam.

    Menghindari Ikhtilaf

    Cara lain untuk mematikan sunnah Rasul adalah dengan dalih menghindari ikhtilaf. Padahal dalam hal sampainya mengirim pahala bagi mayit, sunnahnya bertawassul dengan nabi, sunnahnya merayakan maulid dsb itu tidak terdapat ikhtilaf pada 4 madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

    Jika dengan alasan menghindari ikhtilaf ini kemudian kita meninggalkan merayakan maulid Nabi dan tawassul dengan Nabi, maka lambat laun tradisi tersebut menjadi sirna. Maka janganlah terkecoh oleh propaganda busuk seperti ini.

    Hidupkan Sunnah Rasul

    Maka marilah kita hidupkan sunnah Rasul walau kita dicap sebagai ahlul bid’ah, tukang adu domba (namimah), tukang fitnah, pemecah belah ummat, dsb. Ketahuilah bahwa mereka yang mematikan sunnah Rasul itulah yang memisahkan diri dari Al-Jama’ah. Jika mereka mematikan sunnah, lalu bagaimana mereka akan disebut sebagai Ahlus Sunnah?

    Hidupkanlah sunnah dan sadarkanlah mereka yang mematikan sunnah walau Anda dicap munafiq oleh mereka. Janganlah Anda lemah hanya karena celaan mereka. Sungguh, menghidupkan sunnah di zaman seperti ini akan dibalas dengan pahala syahid.