Saya sudah sering melihat blog-blog yang menyudutkan ajaran Islam. Itu membuktikan bahwa orang Kristen itu ada juga yang membuat blog untuk menyudutkan Islam. Mereka membuat tulisan-tulisan berdasarkan kebencian dan tanpa dasar yang valid. Banyak informasi-informasi keliru yang mereka terima, lalu mereka gunakan untuk membuat artikel. Atau mereka karang sekenanya. Contohnya mengenai syahadat.
Syahadat itu memang telah dikenal sejak zaman Nabi Adam. Itu bukan kebiasaan pagan. Jika mereka katakan itu kebiasaan pagan, coba lihat bagaimana ketika Yesus mengajarkan syahadat/kesaksian:
Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Adapun ibadah hajji itu merupakan ibadah yang Allah ajarkan. Ritual-ritualnya Allah ajarkan melalui sejarah keluarga Nabi Ibrahim, bapak para utusan. Nabi Ibrahim, Sayyidah Hajar, dan Nabi Ismail telah memperlihatkan betapa mereka mencintai ALLOH. Sayyidah Hajar dan Nabi Ismail pergi dari negerinya ke negeri yang ALLOH pilih. Dengan bekal seadanya. Ketika air mereka habis, dan Sayyidah Hajar mulai mencari air, ALLOH perlihatkan keajaiban kepada hamba-hamba-Nya. ALLOH telah mendengar tangisan Ismail, dan memberi mereka air. Lalu Sayyidah Hajar berkata, “Zam, zam, kumpullah, kumpullah.” Maka mata air itu pun masih ada hingga saat ini dan dikenal dengan mata air Zamzam. Peristiwa Sayyidah Hajar ketika mencari air itulah yang kemudian dijadikan ritual sa’i. Begitu juga ritual-ritual lainnya.
Semua ritual hajji itu, jika dikerjakan dengan penuh kekhusyuan, kepahaman sejarah, dan kesadaran spiritual yang tinggi, maka akan membawa jiwa ini bersatu dengan makhluq-makhluq mulya di alam ini. Jiwa kita seakan bersatu dengan para hamba Allah yang sejati. Di situlah muncul rasa kehambaan sesungguhnya. Jiwa ini juga bersatu dengan segala makhluq tak bernyawa yang ada di alam ini. Walau mereka tak bernyawa, tetapi mereka memiliki kesadaran spiritual. Dari mulai atom hingga kumpulan galaksi, semua memperlihatkan gerakan thawaf. Thawaf mengajarkan kita bahwa seluruh alam semesta ini telah tunduk patuh kepada Ar-Rahman. Lalu mengapa kita, manusia yang diberi nyawa dan aqal tak mau tunduk patuh kepada-Nya? Bukankah dengan aqal ini seharusnya kita memiliki kesadaran lebih bahwa Allah itu memang pantas disembah? Kita menyembah Allah bukan karena paksaan, karena Allah memang tidak membutuhkan ibadah kita. Tetapi kita menyembah Allah karena kita punya aqal yang dapat mengetahui dan mengenal bahwa Allah adalah satu-satunya Ilah yang benar.
Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya). [QS. Ibrahim: 33]
Jika makhluq-makhluq dahsyat seperti matahari saja tunduk patuh dan berthawaf mengelilingi pusat bimasakti karena perintah Allah, lalu mengapa kita yang kecil ini sombong dari beribadah kepada Allah? Lihatlah bagaimana keislaman Nabi Ibrahim ketika Allah berfirman kepada beliau, “Aslim! Tunduk-patuhlah wahai Ibrahim!” Maka nabi Ibrahim menjawab, “Aslamtu li Robbil ‘alamin. Aku tunduk-patuh kepada Tuhan alam semesta.” Jika alam semesta raya telah Islam kepada Allah, jika bapak para utusan telah Islam kepada Allah, maka mengapa kita enggan Islam kepada Allah, Robbul ‘alamin? Siapalah kita ini jika dibandingkan nabi Ibrahim? Lalu mengapa kita sombong dan tak mau mengakui bahwa ALLOH itu satu-satunya Ilah yang benar? Lalu mengapa kita tak mau Islam kepada Allah, Rabbul ‘alamin?
Aku datang memenuhi panggilan-Mu, wahai Allah! Aku datang dengan tunduk dan patuh! Tidak ada sekutu bagi-Mu! Sesungguhnya segala puji, segala ni’mat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu! Sungguh tidak ada sekutu bagi-Mu!
Tinggalkan Balasan ke wanendi Batalkan balasan