Tidaklah sama antara mu’min yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar. (Q.S. An-Nisaa`: 95)
Pada saat ini keadaan ummat Islam sangatlah memprihatinkan. Secara fisik, mereka ada yang ditindas oleh Israel dan Amerika. Secara moral mereka dihajar oleh narkoba, tontonan seronok, trend pakaian yang menampakkan aurat, dll.
Israel dan Amerika mampu berbuat biadab terhadap muslim disebabkan dana yang kuat. Dana itu didapat dari penjualan produk-produk mereka. Pengusaha-pengusaha mereka memiliki andil besar dalam tindakan-tindakan biadab tersebut. Ternyata para pengusaha itu memberi sumbangan dana yang besar kepada pemerintahan Israel dan Amerika guna mendukung kegiatan penyerangan ke negeri-negeri muslim.
Jika Anda melihat banyak remaja putri saat ini yang memperlihatkan aurat mereka; maka salah satu penyebab fenomena ini adalah televisi. Tontonan tv pada saat ini banyak yang destruktif, merusak moral pemuda bangsa. Padahal generasi muda adalah gambaran masa depan bangsa. Kita harus bertanggung-jawab atas rusaknya moral bangsa.
Televisi dapat menayangkan tontonan destruktif disebabkan mereka memiliki dana dari para pengusaha yang memasang iklan di stasiun tv mereka. Anda tahu dari mana biaya iklan itu berasal? Ya! Dari para konsumen yang membeli produk tersebut. Sekitar 20% dari uang yang didapat produsen tersebut digunakan untuk biaya iklan.
Sekarang coba bayangkan jika Anda ditawari barang oleh tetangga Anda yang berkata, “Pak, tolong beli barang ini. Saya sedang butuh uang untuk membeli VCD phorno.†Anda mungkin membutuhkan barang tersebut. Tetapi Anda tentu tidak akan membeli barang tersebut. Sebab Anda tahu akan diapakan uang hasil jual-beli tersebut. Artinya jika Anda tidak mau Amerika dan Israel menyerang negeri-negeri muslim; jika Anda tidak mau generasi ini dirusak tontonan seronok; maka semestinya Anda mau memboikot produk-produk tersebut. Bukan berarti Anda berhenti menggunakan produk sejenis. Tetapi cukuplah Anda ‘hijrah produk’ dari produk tersebut kepada produk muslim yang tidak diiklankan di tv. Dengan melakukan hal ini dapatlah Anda dikatakan berjihad dan berhijrah. Maka marilah kita berjihad dan berhijrah sambil terus meluruskan hati kita kepada Allah.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. (Q.S. Al-Baqarah: 218)
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. At Tahrim:6)
Survey di Cianjur menyatakan bahwa 60% remaja di sana telah berhubungan seks diluar nikah. Ini adalah salah satu akibat dari ummat Islam yang tidak lagi mengindahkan jihad, amar ma’ruf nahi munkar. Orang yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar malah dimusuhi dan dianggap radikal atau pun anarkis. Hal seperti ini tidak hanya diketemukan di Cianjur. Bangsa Indonesia memang sedang berjalan mengikuti jejak kaum terdahulu, kecuali jika kita mau berjihad.
Abu Sa’id berkata bahwa Muhammad Rasulullah saaw bersabda, “Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah dia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya (kuasanya). Jika tidak mampu, hendaklah dicegah dengan lidahnya. Kemudian kalau tidak mampu juga, hendaklah dicegah dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman.†(HR. Bukhari, Muslim, At-Tirmdzi, Nasa`I, Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal)
Abu Sa’id al-Khudry ra telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saaw bersabda, “Kamu telah mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga mereka masuk ke dalam lubang biawak kamu tetap mengikuti mereka.†Lalu para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani?†Baginda bersabda, “Kalau bukan mereka, siapa lagi?†(HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)