Kategori: Menanggapi Kristen

  • Horus and Jesus

      

    Comparison of some life events of Horus and Jesus:

    Event Horus Yeshua of Nazareth, a.k.a. Jesus
    Conception: By a virgin. There is some doubt about this matter By a virgin. 8
    Father: Only begotten son of the God Osiris. Only begotten son of Yehovah (in the form of the Holy Spirit).
    Mother: Meri. 9 Miriam (a.k.a. Mary).
    Foster father: Seb, (Jo-Seph). 9 Joseph.
    Foster father’s ancestry: Of royal descent. Of royal descent.
    Birth location: In a cave. In a cave or stable.
    Annunciation: By an angel to Isis, his mother. By an angel to Miriam, his mother. 8
    Birth heralded by: The star Sirius, the morning star. An unidentified “star in the East.
    Birth date: Ancient Egyptians paraded a manger and child representing Horus through the streets at the time of the winter solstice (typically DEC-21). Celebrated on DEC-25. The date was chosen to occur on the same date as the birth of Mithra, Dionysus and the Sol Invictus (unconquerable Sun), etc.
    Birth announcement: By angels. By angels. 8
    Birth witnesses: Shepherds. Shepherds. 8
    Later witnesses to birth: Three solar deities. Three wise men. 8
    Death threat during infancy: Herut tried to have Horus murdered. Herod tried to have Jesus murdered.
    Handling the threat: The God That tells Horus’ mother “Come, thou goddess Isis, hide thyself with thy child. An angel tells Jesus’ father to: “Arise and take the young child and his mother and flee into Egypt.
    Rite of passage ritual: Horus came of age with a special ritual,  when his eye was restored. Taken by parents to the temple for what is today called a bar mitzvah ritual.
    Age at the ritual: 12 12
    Break in life history: No data between ages of 12 & 30. No data between ages of 12 & 30.
    Baptism location: In the river Eridanus. In the river Jordan.
    Age at baptism: 30. 30.
    Baptized by: Anup the Baptiser. John the Baptist.
    Subsequent fate of the baptiser: Beheaded. Beheaded.
    Temptation: Taken from the desert of Amenta up a high mountain by his arch-rival Sut. Sut (a.k.a. Set) was a precursor for the Hebrew Satan. Taken from the desert in Palestine up a high mountain by his arch-rival Satan.
    Result of temptation: Horus resists temptation. Jesus resists temptation.
    Close followers: Twelve disciples. There is some doubt about this matter as well. Twelve disciples.
    Activities: Walked on water, cast out demons, healed the sick, restored sight to the blind. He “stilled the sea by his power.” Walked on water, cast out demons, healed the sick, restored sight to the blind. He ordered the sea with a “Peace, be still” command.
    Raising of the dead: Horus raised Osirus, his dead father,  from the grave. 10 Jesus raised Lazarus from the grave.
    Location where the resurrection miracle occurred: Anu, an Egyptian city where the rites of the death, burial and resurrection of Horus were enacted annually. 10 Hebrews added their prefix for house (‘beth“) to “Anu” to produce “Beth-Anu” or the “House of Anu.” Since “u” and “y” were interchangeable in antiquity, “Bethanu” became “Bethany,” the location mentioned in John 11.
    Origin of Lazarus’ name in the Gospel of John:   Asar was an alternative name for Osirus, Horus’ father, who Horus raised from the dead. He was referred to as “the Asar,” as a sign of respect. Translated into Hebrew, this is “El-Asar.” The Romans added the prefix “us” to indicate a male name, producing “Elasarus.” Over time, the “E” was dropped and “s” became “z,” producing “Lazarus.10
    Transfigured: On a mountain. On a high mountain.
    Key address(es): Sermon on the Mount. Sermon on the Mount; Sermon on the Plain.
    Method of death By crucifixion. By crucifixion.
    Accompanied by: Two thieves. Two thieves.
    Burial In a tomb. In a tomb.
    Fate after death: Descended into Hell; resurrected after three days. Descended into Hell; resurrected after about 30 to 38 hours (Friday PM to presumably some time in Sunday AM) covering parts of three days.
    Resurrection announced by: Women. Women.
    Future: Reign for 1,000 years in the Millennium. Reign for 1,000 years in the Millennium.

    horizontal rule

    Comparison of some characteristics of Horus and Jesus:

    Characteristics Horus Yeshua of Nazareth, a.k.a. Jesus
    Nature” Regarded as a mythical character. Regarded as a 1st century CE human man-god.
    Main role: Savior of humanity. Savior of humanity.
    Status: God-man. God-man.
    Common portrayal: Virgin Isis holding the infant Horus. Virgin Mary holding the infant Jesus.
    Title: KRST, the anointed one. Christ, the anointed one.
    Other names: The good shepherd, the lamb of God, the bread of life, the son of man, the Word, the fisher, the winnower. The good shepherd, the lamb of God, the bread of life, the son of man, the Word, the fisher, the winnower.
    Zodiac sign: Associated with Pisces, the fish. Associated with Pisces, the fish. (Dagon?)
    Main symbols: Fish, beetle, the vine, shepherd’s crook. Fish, beetle, the vine, the shepherd’s crook.

    horizontal rule

    Comparison of some teachings of Horus and Jesus:

    Characteristics Horus Yeshua of Nazareth, a.k.a. Jesus
    Criteria for salvation at the place of judgment: I have given bread to the hungry man and water to the thirsty man and clothing to the naked person and a boat to the shipwrecked mariner.” 11 For I was an hungred, and ye gave me meat: I was thirsty, and ye gave me drink: I was a stranger, and ye took me in: Naked, and ye clothed me…” Matthew 25:35-36 (KJV).
    I am” statements

    bullet I am Horus in glory…I am the Lord of Light…I am the victorious one…I am the heir of endless time…I, even I, am he that knoweth the paths of heaven.12
    bullet I am Horus, the Prince of Eternity.”
    bullet I am Horus who stepeth onward through eternity…Eternity and everlastingness is my name.”
    bullet I am the possessor of bread in Anu. I have bread in heaven with Ra.

     

    bullet I am the light of the world….I am the way, the truth and the life.”
    bullet Before Abraham was, I am
    bullet Jesus Christ, the same yesterday, and today and forever.”
    bullet I am the living bread that came down from heaven.

    (From the Gospel of John)

    horizontal rule

    Baca juga:
    Ordo Rosicrucian (AMORC)

  • Paus Matahari

    Musyrikin Babilonia memuja matahari sebagai dewa, dan musyikin Roma juga memuja matahari. Gereja Katolik Roma, dengan bantuan Konstantin, mengubah hari kebaktian dari hari Sabtu ke Minggu (Sunday = hari Matahari) dan biasanya menggunakan lambang dan gambaran matahari. Pada hari itu, para hakim dan semua penduduk kota dibiarkan beristirahat dalam rangka memulyakan matahari.

    Naskah kuno Justinianus mengatakan bahwa pada hari yang digunakn untuk memuliakan matahari, dibiarkanlah para hakim beristirahat, dan dibiarkan semua tempat kerja tertutup. Namun di negeri itu, orang-orang yang terlibat dalam pertanian boleh dengan bebas dan dengan sah melanjutkan pekerjaan mereka; sebab biasanya pada hari berikutnya itu tidak terlalu bagus untuk menanam anggur.

    Shamash TabletDi samping kiri ini adalah suatu tablet dari awal abad ke 9 SM yang melukiskan Dewa Matahari Babilonia, yang bernama Shamash, duduk di sisi kanan, memegang lencana kekuasaannya, sebuah tongkat dan cincin, dan raja dengan dua penjaga pada sisi kiri. Di tengah, pada suatu altar, adalah matahari dengan 4 sinar utama ditambah dengan sinar yang berombak kecil diantara sinar-sinar utama itu. Klik gambar tersebut, dan Anda akan masuk ke Musium Britania, di mana Anda dapat melihat dan membaca tulisan sekitar tablet ini yang melukiskan dewa matahari, Shamash.

    PalliumLambang tersebut nampak lagi pada Paus. Perhatikan salib hitam kecil pada bahunya (bandingkan juga dengan gambar di bawah), pada apa yang disebut Pallium: “Pallium modern adalah suatu pita melingkar selebar kira-kira dua inci, dikenakan di leher, dada, dan bahu, dan mempunyai dua pendant, satu tergantung di depan dan satu di belakang…. Ornamen pallium terdiri dari enam salib hitam kecil– di dada, di punggung, bahu kiri dan kanan, dan pada pendant yang di depan dan di belakang.”

    Di bawah pada sisi kiri adalah suatu batu Neo-Asyiria (stele/stela) bertanggal sekitar 824-811 SM, yang melukiskan Raja Shamshi-Adad V. Perhatikan kalung yang dikenakan Raja. Padanya terdapat apa yang saat ini disebut Salib Maltese. Dua ribu delapan ratus (2.800) tahun yang lalu, bentuk itu adalah simbol pemujaan matahari.

    Maltese CrossPope Pallium
    Dewasa ini, Paus memakai lambang yang serupa di sekitar leher dan dadanya, pada Pallium, yang mana Paus juga menganugerahkannya kepada uskup terpilih sebagai ornamen, dan ini juga dikenakan oleh uskup besar dan uskup sebagai lambang otoritas mereka, berasal dari kesatuan dengan Paus. Paus juga mempunyai suatu tongkat dan cincin otoritas, sungguh serupa dengan lukisan dewa matahari Shamash pada Tablet Babilonia yang ditunjukkan sebelumnya.

    Topi dan Pergelangan AsyurTiara dan Sarung Tangan Paus
    Perhatikan tangan Raja Asyur Nasir Pal II yang lebih rendah pada stele di atas. Pada pergelangan tangannya terdapat lambang pancaran matahari. Pada sisi kanan, pancaran matahari musyrik itu terdapat pada sarung tangan Sri Paus Yohanes XXIII.

    Lukisan raja pagan pada batu stela di atas, menunjukkan suatu potongan kain (lappet) menggantung dari belakang tutup kepala itu. Lappet ini juga terlihat pada tiara kepausan, seperti ditunjukkan pada gambar di atas.
    Lappet

    Dagon

    Topi Kepala IkanDagown, daw-gohn’; dewa ikan; Dagon, dewa orang Palestina kuno: Dagon. Dagon berarti “seekor ikan”. Dewa kesuburan Palestina kuno; dilambangkan dengan tangan dan wajah seorang laki-laki dan ekor ikan

    Bentuk seperti ikan adalah suatu lambang kesuksesan, dan sepertinya diadopsi oleh suku bangsa yang berlayar di laut di dalam menggambarkan dewa mereka. Roma, yang dapat menaklukkan laut dengan mudah, mengadopsi agama misteri dari orang Palestina. Di sini kita melihat ukiran dan diagram pendeta Dagon dan topi kepala ikan mereka di samping gambar Sri Paus dengan topi kepala ikan yang sama. Ukiran pada sisi kiri menunjukkan pendeta Dagon yang mencipratkan air suci.

    MonstranIni adalah Sri Paus Yohanes Paulus II yang memegang apa yang disebut Monstran atau Ostensorium. Gereja Katolik Roma mengakui Monstran sebagai pancaran matahari.

    Naga GregoriusPaus Gregorius XIII mengusulkan penanggalan Gregorian melalui Gereja Katholik/ Konstantin dalam perintah keempat mengenai hari sabat yang diubah menjadi hari Minggu. Cukup menarik, sedikitnya dua Paus menggunakan ular naga pada perisai mereka dan salah satunya, secara kebetulan adalah Sri Paus Gregorius XIII.

    (Gambar di kanan melukiskan lambang Gregorius XIII. Ini dapat ditemukan di atas pintu galeri peta, di Vatican.)

    Naga Gregory

    Kitab Wahyu pasal 13

    13:1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
    13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
    13:3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
    13:4 Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: “Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?”
    13:5 Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
    13:6 Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

    Wahyu 17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.

    Wahyu 18:3 karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.”

    Kepausan adalah lembaga pengkhianatan kepada Allah Yang Maha Esa. Mereka berpura-pura membawa manusia kepada agama yang benar, padahal mereka adalah srigala-srigala yang menyesatkan manusia dari jalan Allah yang lurus. Para pemimpin dunia telah meminum ajaran bathil si pengkhianat demi kekuasaan dan kekayaan duniawi.

    KardinalScarlet

    Kepausan merupakan lembaga yang dibangun para masonic. Mereka adalah tukang batu yang telah menolak untuk mengakui Ismail sebagai keturunan Nabi Ibrahim, yang darinya lahirlah batu penjuru, Nabi Muhammad SAW. Kepausan telah dengan arogan menghina manusia kudus pilihan Allah, Nabi Muhammad SAW.

    Sebagian orang mungkin menyangkal artikel ini. Mereka berkata bahwa ini hanyalah tipuan klasik. Tetapi mereka tidak bisa membuktikan tuduhan mereka itu. Mereka juga tidak bisa menyanggah tulisan ini dengan alasan yang dapat diterima. Fakta-fakta yang ditampilkan dalam tulisan ini baru sebagian kecil dari bukti kesesatan Kristen. Ketika digabungkan dengan fakta-fakta lainnya, akan terlihat jelas gambaran utuh dari kesesatan Kristen itu, hingga mereka tidak punya pilihan lain, kecuali mengakui kesesatan Kristen.

    Akhirnya, tidak ada keselamatan di luar Islam. Tidak ada agama yang diakui Allah, kecuali Islam. Masuklah ke dalam Islam, maka Anda terselamatkan dari para pengkhianat Allah.

    Artikel luar tentang ini:
    http://www.geocities.com/Athens/Parthenon/5862/sunpope.html

  • Firman Tuhankah Alkitab?

    Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. [QS. An-Nahl (16): 68]

    Wahyu dalam ayat di atas bermakna ilham/inspirasi. Allah mengilhamkan kepada segenap makhluq-Nya akan apa yang mesti mereka perbuat. Allah juga yang telah memberi ilham/inspirasi kepada para pelukis, penulis, filsuf, dan semua manusia. Namun, kepada manusia, Allah berikan dua jalan, dua macam ilham yang bisa mereka pilih.

    Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. [QS. Al-Balad (90): 10]
    Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. [QS. Asy-Syams (91): 8]

    Allah mengilhamkan kefasikan kepada manusia melalui syaithan dan mengilhamkan ketaqwaan kepada manusia melalui malaikat-Nya. Hal ini juga mestinya diakui oleh orang-orang Kristen ketika mereka membaca dua ayat berikut:

    Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.” (II Samuel 24: 1)
    Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel. (I Tawarikh 21:1)

    Siapakah yang telah mengilhamkan kepada Daud agar melawan orang Israel dan menyuruh Yoab untuk menghitung jumlah mereka? Tuhan atau Iblis? Tentu mereka akan menjawab bahwa dua ayat itu dapat dikompromikan. Tuhan memang menginspirasikan kepada Daud melalui setan.

    Maka jelaslah bahwa inspirasi yang datang kepada manusia itu bisa melaui malaikat, bisa pula melalui setan. Lalu apa hubungannya dengan pertanyaan utama kita kali ini? Apa hubungannya dengan “Firman Tuhankah Alkitab”?

    Orang-orang Kristen mengakui bahwa “Alkitab itu diberikan melalui ilham Allah sebagaimana Rohkudus bekerja di dalam orang-orang yang dipilih, menyatakan kepada mereka pikiran Allah dan memampukan mereka untuk menggunakan kata-kata yang tepat untuk mengkomunikasikan kebenaran Allah tanpa kesalahan. Ilham (inspirasi) berasal dari kata latin yang artinya “bernafas dalam” atau “ke dalam” (in dan spiro) dan dari kata Yunani yang artinya “nafas Allah” (Theopneustos) (lihat kembali definisi wahyu). Allah menaruh Rohkudus ke dalam para penulis Alkitab dan melalui Dia, membimbing mereka di dalam menuliskan Alkitab, maka “inspirasi” dapat didefinisikan sebagai proses melalui mana Allah menghembuskan Roh-Nya ke dalam manusia untuk memampukan mereka untuk menerima dan mengkomunikasikan kebenaran Ilahi tanpa kesalahan. Alkitab adalah Allah berbicara!”

    Melihat pengakuan mereka tentang Alkitab, kita tidak bisa mengatakan bahwa Alkitab adalah Injil yang Allah turunkan kepada Nabi Isa. Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa dan Alkitab adalah dua hal yang berbeda. Maka kita harus beriman kepada Injil yang Allah turunkan kepada Nabi Isa tetapi kita tidak boleh beriman kepada Alkitab.

    Kemudian kita dapat menyimpulkan dari definisi mereka bahwa Alkitab bukanlah Firman Allah kepada Nabi Isa melalui malaikat Jibril. Alkitab hanyalah karangan manusia yang mereka akui mendapat inspirasi. Saya tekankan di sini, bahwa para pengarang itu hanya mendapat inspirasi, bukan Firman Tuhan. Inspirasi ini bisa melaui malaikat, bisa pula melalui setan. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Tidak ada satu orang Kristen pun yang dapat mengatakan secara gamblang bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan yang Allah sampaikan kepada Nabi Isa. Mereka hanya berani berputar-putar dan berkata bahwa Alkitab itu adalah tulisan orang-orang terdahulu yang mendapat inspirasi. Anda tentu tahu bahwa buku-buku novel juga merupakan tulisan orang-orang yang mendapat inspirasi. Alkitab, dalam definisi ini, hanya bisa disejajarkan dengan buku-buku novel seperti Harry Potter, Sherlock Holmes, DaVinci’s Code, dsb. Mungkin ada fakta-fakta di dalam Alkitab, tetapi juga ada berjuta kebohongan di dalamnya.

    Dengan definisi seperti di atas, tidak ada seorang pun yang boleh memastikan bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Firman Tuhan yang kita maksud di sini tentunya adalah wahyu dari Allah yang disampaikan kepada para Nabi untuk membimbing manusia. Sedangkan Alkitab bukanlah dalam definisi tersebut, karena para pengarang Alkitab bukanlah para Nabi.

    Lalu mungkin ada yang berkata, “Katakanlah bahwa para pengarang Perjanjian Baru bukanlah para Nabi. Tetapi bukankah para pengarang Perjanjian Lama adalah para Nabi?” Tidak ada yang dapat memastikan bahwa Pentateuch adalah Firman Tuhan kepada Musa, bahwa kitab Yesaya adalah Firman Tuhan kepada Yesaya. Pada faktanya, Perjanjian Lama yang tercantum dalam Alkitab saat ini baru ditulis ulang setelah ratusan tahun kitab-kitab asli para nabi tersebut menghilang. Perjanjian Lama ditulis oleh generasi yang kesekian berdasarkan ingatan semata. Berbeda dengan Al-Qur`an yang ditulis oleh generasi yang pernah bertemu dengan Rasulullah SAW berdasarkan hafalan dan catatan yang shahih disaksikan oleh para shahabat yang terpercaya. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru tidak bisa memenuhi syarat-syarat ini. Tidak ada satu kitab pun dari Perjanjian Baru yang ditulis oleh murid langsung dari Nabi Isa.

    Roh Kudus

    Menjadi pertanyaan di benak kita, jika Roh Kudus itu Tuhan, bagaimana ia bisa diletakkan pada manusia biasa? Tuhan meletakkan Diri-Nya sendiri pada sesuatu? Pernyataan mereka tentang hal ini justeru membatalkan ketuhanan Roh Kudus itu sendiri.

    Kemudian, tidak ada yang bisa menjamin bahwa para pengarang Alkitab itu dibimbing oleh Roh Kudus dan tak pernah salah. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa para penerjemah Alkitab itu tidak akan melakukan kesalahan dalam menerjemahkan Alkitab dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Terjemah Alkitab di Indonesia saja sudah mengalami 3 kali penerjemahan untuk Perjanjian Baru, yaitu Terjemahan Lama, Terjemahan Baru dan Terjemahan Baru Kedua. Mengapa? Karena ada kata-kata yang dirasa kurang cocok dengan teks yang mereka anggap asli, atau ada sumber teks yang dianggap lebih asli dari sumber teks sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus tidak membimbing mereka. Jika Roh Kudus memang membimbing mereka, tentu Roh Kudus akan membimbing mereka kepada teks asli sejak awalnya dan membimbing mereka untuk menterjemahkan ayat-ayat itu secara tepat sehingga tidak ada ummat yang membaca Alkitab palsu selama 30 tahun. Intinya, Anda tidak bisa mengatakan bahwa Alkitab dalam bahasa Indonesia itu suci dari kesalahan. Alkitab dalam bahasa Indonesia itu bukanlah kitab suci. Begitu juga KJV, dan Alkitab-Alkitab dalam terjemahan lain. Lalu bagaimana dengan Alkitab dalam bahasa Yunani?

    Kami ingatkan, seasli apa pun Alkitab, Alkitab tetaplah bukan Firman Tuhan. Karena dia bukanlah wahyu yang Allah sampaikan kepada para nabi-Nya, melainkan karya tulis manusia biasa dengan gaya bahasa manusia biasa. Dan dalam menulis suatu karya tulis, baik fiksi mau pun non-fiksi, setiap penulis memerlukan inspirasi. Menyebut para pengarang Alkitab sebagai orang-orang yang mendapat inspirasi, tidak membuatnya menjadi suci. Ditambah lagi, tidak ada terjemahan yang benar-benar tepat. Jika Anda benar-benar membaca sejarah Alkitab, tentu Anda akan mengerti bahwa Alkitab jelas bukan Firman Tuhan.

    Lihat juga:
    Wahyu

  • Cita-Cita Masyarakat

    Tindakan sejarah ialah perlakuan terhadap tindakan seseorang yang memiliki nilai sejarah. Tindakan sejarah itu antara lain seperti penghargaan dan pencatatan sejarah terhadap seseorang. Tindakan sejarah akan terjadi pada seseorang di suatu tempat yang tindakannya berdampak pada orang banyak. Nabi Musa, Nabi Muhammad, Firaun (Ramses II), Abu Lahab, Hitler, dan Sukarno adalah contoh orang-orang yang tindakannya telah berdampak pada orang banyak. Tindakan mereka dalam proses sejarah sangat berkaitan dengan cita-cita masyarakat. (lebih…)

  • Cita-Cita Masyarakat yang Mengandung Nilai-Nilai Ilahiyah

    Inilah cita-cita yang dibawa oleh para Rasul dan para penerus mereka. Tidaklah mereka diutus melainkan untuk menegakkan kalimat Tauhid dan membebaskan manusia dari thoghut.

    Rasulullah SAW datang bukan membawa Pan-Arabic untuk melawan Imperium Roma dan Persia. Bukan pula membawa jargon marheinisme untuk menentang kaum borjuis. Semua itu hanya menimbulkan pemerintahan manusia (demokrasi) dimana manusia menjadi pembuat hukum. (lebih…)

  • Jizyah, Beratkah?

    Suatu hari Umar bin Khoththob berjalan di suatu jalan. Lalu ia melihat seorang laki-laki tua yang sedang meminta-minta. Ia berkata, “Kenapa engkau meminta-minta, wahai orang tua?”

    Orang tersebut menjawab, “Aku adalah seorang Yahudi. Dan aku meminta-minta untuk membayar jizyah.” (lebih…)

  • YESUS, TUHAN YANG DIKHITAN

    Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21)

    Orang Kristen menganggap bahwa Isa (Yesus) putera Maryam adalah Tuhan. Apakah Anda bisa membayangkan Tuhan yang dikhitan? (lebih…)

  • Muslimin Barbarian

    Ketika Sayyidina Abu Bakar akan memberangkatkan pasukan Muslimin, beliau berkata, “Jangan curang! Jangan membunuh bayi! Jangan membunuh orang yang lanjut usia! Jangan membunuh perempuan! Jangan menyembelih binatang ternak! Jangan merusak pohon! Jangan menghancurkan rumah! Jangan membakar ladang pertanian! Jika kalian melihat orang-orang yang menghususkan diri untuk beribadah di gereja-gereja, maka jangan ganggu mereka! Jangan menyerang musuh di waktu subuh!” (lebih…)

  • Abdullah vs Abdul Masih

    Dari Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sebentar lagi akan datang Ibnu Maryam sebagai pemimpin yang adil, akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan meletakkan aturan jizyah, dan akan menyebarkan uang sehingga tidak ada satu pun yang mau menerimanya lag, sehingga satu kali sujud kepada Allah SWT itu lebih berharga dari dunia dan apa-apa yang ada di dalamnya.” (HR. Bukhori, Muslim, Turmudzi, dan Ahmad)

    Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. [QS. An-Nisa (4): 159]

    Hal yang dijanjikan itu tidak lama lagi akan terjadi. Maka bertaubatlah wahai Ahlul Kitab!

    Yesus Dalam Al-Qur`an (Jawaban untuk Abdul Masih)
    Keruntuhan Doktrin Kristen Trinitarian
    Menanggapi Doktrin Trinitarian

  • Dan Yesus Pun Bersujud

    (Isa berkata:) “Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. [QS. Ali Imran: 51]

    Maka ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, katanya: “Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” [Matius 26:39]

    Dalam sejarah agama di seluruh dunia, mungkin hanya Kristen saja yang mencatat bahwa Tuhannya bersujud dan berdoa kepada Tuhan. Kita tentu maklum bahwa Tuhan adalah Substansi Yang Mahakuasa. Tuhan tidak membutuhkan substansi lain untuk mewujudkan kehendak-Nya. Penyembahan kepada Tuhan dengan cara bersujud dan berdoa hanya menunjukkan kefaqiran hamba/makhluq kepada Tuhan/Pencipta dan ketidak-mampuannya dalam mewujudkan keinginannya tanpa kekuasaan dari Tuhan.

    Dari sini, setiap manusia yang beraqal budi dan berhati jernih harusnya sadar bahwa Yesus hanyalah makhluq/hamba yang lemah dan membutuhkan Tuhan untuk menolongnya. Hanya saja, awan kegelapan telah menghalangi aqal dan hati mereka dari kebenaran yang sangat terang ini. Dogma-dogma sinting telah membuat mereka melakukan hal terbodoh di dunia. Adakah hal yang lebih bodoh daripada menyembah makhluq?

    Tidak hanya itu, sementara sang tuhan menyembah Tuhannya dengan cara bersujud, sang hamba malah menyembah sang tuhan dengan duduk di kursi atau berdiri sambil bernyanyi. Apakah Perjanjian Baru telah mendongengkan bahwa Yesus bernyanyi di tempat ibadah untuk menyembah Tuhannya?

    Berhentilah menyembah Yesus. Mulailah mengesakan Tuhan yang haqiqi. Itulah yang dia inginkan. Kami ummat Islam telah mengesakan Tuhan yang disembah Isa. Tuhan kami dan Tuhan yang disembah Isa adalah Tuhan yang esa. Kami bersujud kepada Tuhan yang disembah Isa. Inilah hidup yang kekal. Inilah jalan yang lurus.

    Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Yahuwa adalah Ilah kita, Yahuwa itu esa.” [Markus 12: 29]

    Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang aku, sebab aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Ilahku dan Ilahmu.” [Yohanes 20:17]

    Nabi Isa mengajarkan ummatnya bahwa jalan yang lurus, kehidupan yang kekal, adalah dengan mengakui keesaan Allah dan mengakui kerasulan nabi Isa. begitulah syahadat bagi ummat nabi Isa.

    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. [Yohanes 17:3]

    Adapun syahadat ummat Nabi Muhammad, nabi akhir zaman, adalah asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullooh, aku bersaksi bahwa tiada ilah yang benar kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.