Blog

  • Plugin Waktu Shalat untuk WordPress

    Bagi Anda yang ingin menampilkan waktu shalat pada sidebar blog Anda yang menggunakan wordpress, plugin yang satu ini cukup berguna.

    Anda dapat mendownload filenya di sini.

    INSTALASI

    1. Dapatkan kode di IslamicFinder.org.
    a. Tentukan negara tempat Anda tinggal. (lebih…)

  • Imam Ahmad bin Hanbal

    Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal dilahirkan di Baghdad tahun 164 H / 780 M, dan wafat pada 241 H / 855 M. Ayahnya bernama Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Anas bin Idris bin Abdullah bin Anas bin Auf bin Qasit bin Mazin bin Syaiban. Ayahnya meninggal ketika Ibnu Hanbal masih remaja. Namun, ia telah memberikan pendidikan Al-Qur’an kepada Ibnu Hanbal.

    Pada usia 16 tahun, ia belajar Al-Qur’an dan ilmu-ilmu agama yang lainnya kepada ulama-ulama Baghdad. Lalu mengunjungi ulama-ulama terkenal di Kuffah, Bashrah, Syam, Yaman, Makkah dan Madinah. Diantara guru-guru beliau adalah Hammad bin Khalid, Ismail bin Aliyyah, Muzaffar bin Mudrik, Walid bin Muslim, Muktamar bin Sulaiman, Abu Yusuf Al-Qadi, Yahya bin Zaidah, Ibrahim bin Sa’id, Al-Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i, Abdur Rozaq bin Humam, dan Musa bin Tariq. Dari guru-gurunya, Ibnu Hanbal mempelajari ilmu fiqh, hadits, tafsir, kalam, ushul, dan bahasa Arab.

    Ibnu Hanbal dikenal sebagai orang yang zuhud. Hampir setiap hari ia berpuasa dan hanya tidur sebentar di malam hari. Ia juga dikenal sebagai seorang dermawan. Pada suatu hari, khalifah Ma’mun Ar-Rasyid membagi-bagikan beberapa keping emas kepada para ulama Hadits, yang telah menjadi kebiasaan para khalifah masa itu. Namun, Ibnu Hanbal menolaknya. Bahkan Syaikh Abdur Rozaq, salah satu guru beliau, pernah menengok beliau ketika beliau berada dalam kesulitan keuangan di Yaman, Syaikh Abdur Rozaq mengambil segenggam dinar dari kantongnya dan memberikannya kepada Ibnu Hanbal, tetapi justeru Ibnu Hanbal mengatakan, “Saya tidak membutuhkannya.”

    Karena begitu teguh dalam pendirian, ketika khalifah Al-Ma’mun mengembangkan paham Mu’tazilah, Ibnu Hanbal menjadi korban milnah (inquisition) karena tidak mengakui bahwa Al-Qur’an itu makhluq. Akibatnya, beberapa kali ia harus masuk penjara. Nasib serupa dialaminya pada masa pemerintahan pengganti Al-Ma’mun, yakni Al-Musta’in dan Al-Watsiq. Namun, setelah Al-Mutawakil naik tahta, Ibnu Hanbal memperoleh kebebasan. Pada masa ini, beliau memperoleh penghormatan dan kemulyaan.

  • Ayat Tasybih

    Mengenai ayat mutasyabih yg sebenarnya para Imam dan Muhadditsin selalu berusaha menghindari untuk membahasnya, namun justru sangat digandrungi oleh sebagian kelompok muslimin sesat masa kini, mereka selalu mencoba menusuk kepada jantung tauhid yang sedikit saja salah memahami maka akan terjatuh dalam jurang kemusyrikan, seperti membahas bahwa Allah ada dilangit, mempunyai tangan, wajah dll yang hanya membuat kerancuan dalam kesucian Tauhid ilahi pada benak muslimin, akan tetapi karena semaraknya masalah ini diangkat ke permukaan, maka perlu kita perjelas mengenai ayat-ayat dan hadits tersebut.

    (lebih…)

  • Perlukah Ta’wil?

    Mayoritas salaful ummah beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat tanpa menjelaskan maknanya. Namun bukan berarti mena’wil ayat-ayat tersebut adalah terlarang. Mena’wilkan atau menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan kaidah tafsir yang telah ditetapkan adalah boleh jika diperlukan.

    Perlukah ta’wil itu saat ini? Ketika ahlul bid’ah muncul dan berkata bahwa ayat-ayat mengenai sifat-sifat Allah seperti istiwa, turun, dsb bukanlah ayat-ayat tasybih, sehingga tidak ada ta’wil bagi ayat-ayat tersebut, artinya ayat-ayat tersebut harus dimaknai secara harfiah, maka pada saat itulah ta’wil diperlukan untuk menyelamatkan aqidah kebanyakan orang. Ahlul bid’ah yang dimaksud adalah kaum mujassimah dan musyabbihah.

    (lebih…)

  • Pemikiran Asy’ariyah

    Konsep Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang berkembang hingga saat ini banyak berpijak kepada konsep yang disusun oleh Imam Al-Asy’ari atau pun Imam Al-Maturidi. Walau ada beberapa perbedaan, namun konsep mereka sangat mirip.

    (lebih…)

  • Imam Al-Asy’ari

    Nama lengkap beliau adalah Abul Hasan Ali bin Isma’il bin Ishaq bin Salim bin Isma’il bin Abdillah bin Musa bin Bilal bin Abi Burdah bin Abu Musa Al-Asy’ari.[1] Datuknya, Abu Musa Al-Asy’ari merupakan salah satu shahabat terkemuka. Menurut beberapa riwayat, Abul Hasan Al-Asy’ari lahir di Bashrah pada tahun 260 H / 875 M. Ketika berusia lebih dari 40 tahun, ia hijrah ke kota Baghdad dan wafat di sana pada tahun 324 H / 935 M.[2]

    (lebih…)

  • Ucapan Mempengaruhi Jiwa dan Partikel

    Assalamu’alaikum warohmatullallhi wabarokaatuh,

    Hamdan li Robbin Khosshona bi Muhammadin

    Wa anqodznaa bi dzulmatiljahli waddayaajiri

    Alhamdulillahilladzii hadaanaa bi ‘abdihilmukhtaari man da’aanaa ilaihi bil idzni waqod naadaanaa labbaika yaa man dallanaa wa hadaanaa

    Shollallahu wa sallama wa baarok’alaih

    Alhamdulillahilladzi jam’anaa fi hadzalmahdhor, Limpahan puji kehadirat Allah, dengan terpanggilnya jiwa untuk menyebut nama Allah, limpahan puji kehadirat Allah, Maha Raja langit dan bumi, yang selalu mengizinkan bibir pendosa untuk terus menyebut nama Allah, mengizinkan jiwa yang penuh kegelapan dan kesalahan untuk memanggil namanya, untuk meminta pengampunan, dan pengampunannya adalah gerbang terluas di alam semesta, Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, melebihi semua pemilik sifat kasih sayang, Allah, Allah SWT Maha mendahului hajat dan kebutuhan hambanya untuk melewati kehidupan, sebelum hambanya meminta (lebih…)

  • Buku Sekolah Elektronik

    Buku merupakan salah satu sarana penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu permasalahan perbukuan dalam era otonomi daerah dewasa ini adalah ketersediaan buku yang memenuhi standar nasional pendidikan dengan harga murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Dalam rangka menyediakan buku yang memenuhi standar nasional pendidikan, bermutu dan murah, Departemen Pendidikan Nasional telah membeli hak cipta buku teks pelajaran dari penulis/penerbit. Selanjutnya buku-buku tersebut disajikan dalam bentuk buku elektronik(e-book) dengan nama Buku Sekolah Elektronik (BSE).

  • Maulid, Rutinitas Sia-Sia

    Perayaan Maulid telah menjadi kebiasaan (sunnah) yang dilakukan oleh mayoritas ummat Islam. Suatu kebiasaan yang baik. Tidak hanya di Indonesia, maulidur Rasul juga dirayakan di negeri-negeri Muslim lain seperti Mesir, bahkan Arab Saudi. Lalu datanglah kaum sempalan yang mengatakan perayaan Maulid ini sebagai perkara bid’ah, dan setiap bid’ah adalah dholalah, serta setiap dholalah fin-naar.

    Sebagian masyarakat yang awam tentang dalil-dalil perayaan Maulid pun ada yang termakan omongan penuh tipuan itu. Sedikit demi sedikit, masyarakat menjadi jarang melakukannya. Bertambahlah dekadensi akhlaq. (lebih…)

  • Al-Jama’ah dan Sempalan

    Al-Jama’ah adalah kelompok yang Rasulullah dan para shahabat ada di dalamnya. Al-Jama’ah adalah mereka yang berjalan sesuai Sunnah Rasul dan khulafa ar-rosyidin. Maka Al-Jama’ah juga dikenal sebagai Ahlus Sunnah. Ahlus Sunnah dan Al-Jama’ah adalah dua istilah yang memiliki kesamaan makna.

    Sedangkan sempalan adalah segala kelompok yang melangkah keluar dari As-Sunnah dan Al-Jama’ah, walau hanya sejengkal saja. (lebih…)