Blog

  • Fathimah binti Muhammad Rasulullah SAAW

    Julukannya adalah al-Batuul, yaitu wanita yang memutuskan hubungan dengan yang lain untuk beribadah atau tiada bandingnya dalam keutamaan ilmu, akhlaq, budi pekerti, kehormatan dan keturunannya. Lahir bersamaan dengan terjadinya peristiwa agung yang menggoncangkan Makkah, yaitu peristiwa peletakkan Hajarul Aswad disaat renovasi Ka`bah.

    Beliau adalah anak yang paling dicintai oleh keluarganya, terutama ayahnya. Sebagaimana tampak dalam ucapan Rasulullah SAW ,:”Fathimah adalah bagian dariku, aku merasa susah bila ia bersedih dan aku merasa terganggu bila ia diganggu”.(Ibnu Abdil Barr, Al-Isti`ab). Dalam hadits lain diriwayatkan “Barang siapa telah memarahinya berarti telah memarahiku”. (H.R.Muslim)

    Ketika Fathimah beranjak dewasa, Abu Bakar dan Umar bergiliran untuk meminangnya namun Rasulullah SAW dengan halus menolaknya. Dan kemudian ia dinikahkan Rasulullah SAW dengan Ali bin Abi Thalib ra dengan mahar berupa baju besi pemberian Rasul atas perintah Allah SWT. Ali bin Abi Thalib ra bercerita bahwa disaat ia menikahi Fathimah, tiada yang dimilikinya kecuali kulit kambing yang dijadikan alas tidur pada malam hari dan diletakkan di atas onta pengangkut air pada siang hari.

    Kemudian Rasulullah SAW membekali Fathimah dengan selembar beludru, bantal kulit yang berisi sabut, dua buah penggiling dan dua buah tempayan air. Saat itu mereka tak memiliki pembantu, maka Fathimahlah yang menarik penggiling itu hingga membekas ditangannya, mengambil air dengan tempat air dari kulit biri-biri hingga membekas dipundaknya dan menyapu rumah hingga pakaiannya terkotori oleh asap api.

    Manakala Ali mengetahui bahwa Rasulullah SAW memperoleh banyak pelayan, ia berkata kepada Fathimah agar meminta kepadanya seorang pelayan. Namun Rasulullah SAW tidak mengabulkannya dan sebagai gantinya beliau mengajarinya beberapa kalimat do`a, yaitu membaca tasbih, tahmid dan takbir, masing-masing 10x setelah sholat dan mengajarkan untuk membaca tasbih 30x, tahmid 30x dan takbir 34x ketika hendak tidur. Dari pernikahan Ali dan Fathimah, Rasulullah SAW memperoleh 5 orang cucu, Hasan, Husein, Zainab, Ummi Kultsum dan yang satu meninggal ketika masih kecil.

    Cinta Rasulullah SAW kepaa Fathimah terlukis dalam sebuah hadits dari Musawwar bin Mughromah, ia berkata “Aku mendengar Nabi SAW berkata ketika Beliau sedang berdiri dimimbar: “Sesungguhnya Bani Hasyim bin Mughirah meminta izin kepadaku agar menikahkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib, aku tidak mengizinkan mereka. Kemudian tidak aku izinkan kecuali bila Ali menceraikan putriku dan menikah dengan putri-putri mereka. Sesungguhnya Fathimah adalah bagian dariku, meragukanku apa yang meragukannya dan menyakitiku apa yang menyakitinya.”(H.R Ash-Shohihain)

    Fathimah telah meriwayatkan hadits Nabi SAW sebanyak 18 buah. Beliau wafat pada usia 29 tahun dan dikebumikan di Baqi` pada selasa malam, 3 Ramadhan 11 H. Wallahu A`lam bish-Showab.

  • Kosong

    Manusia …
    Apakah yang telah menipu dia
    Ketika ia berbuat dosa
    Adakah ia mengingat Tuhannya

    Jiwa …
    Apakah yang menggelapkannya
    Bila cahaya telah dipadamkan
    Bila api telah menghanguskan

    Dimanakah ruh manusia
    Yang katanya makhluq termulya
    Sudahkah ia meninggalkan jasadnya

    Jika hanya daging dan tulang
    Apa beda manusia dengan binatang
    Bahkan binatang memuji Tuhannya
    Lalu dimana kemulyaan manusia

    Kosong …
    Ketika cahaya telah pergi
    Ketika hilang akal dan budi
    Ketika sirna cinta dan bakti

  • ANGKUH

    Ketika Kalam Tuhan diremehkan
    Saat perkataan setan diagungkan
    Dimanakah perbedaan
    Antara manusia dengan hewan

    Begitu remehkah Al-Qur`an
    Sehingga manusia mempelajarinya enggan

    Begitu tinggikah manusia
    Hingga tak perlu lagi petunjuk-Nya

    Kelak mereka akan melihat
    Betapa beruntung dan ni’mat
    Ketika Al-Qur`an memberi syafa’at

    Sungguh malang para pengangguran
    Mereka menyiakan masa dalam khayalan
    Hingga nyawa berada di kerongkongan
    Tak guna lagi sejuta penyesalan

  • Pendiri Amerika Penganut Kabbalah

    Komentar Kristolog:
    Jangan berharap bhw dukungan Amerika Serikat kepada Yahudi akan mengendor. Karena, Amerika adalah sejatinya negara Yahudi tulen. seperti yg pernah dikoarkan oleh si terkutuk Ariel Sharon, “Jangan khawatir dengan Amerika Serikat. We have controlled US”.
    ———————————————–

    Dari seluruh negara yang ada di permukaan dunia, hanya Amerika Serikat yang lambang negaranya terdiri dari dua sisi dan masing-masing sisinya sarat mengandung simbol setan. Benarkah itu?

    Dasar filosofi suatu negara terletak pada Lambang atau Simbol negaranya. Di mana pun di dunia ini, maknanya selalu demikian.

    Amerika Serikat yang resmi berdiri pada tahun 1776, memiliki Lambang Negara yang cukup unik karena memiliki dua sisi. Satu sisi bergambar Burung Elang yang mengembangkan sayap dan kedua kakinya mencengkeram anak panah dan daun zaitun, sedangkan sisi lainnya bergambar piramida masonik.

    Di atas kepala burung elang tersebut, ada sekumpulan bintang yang membentuk susunan Bintang David.

    Bila dicermati, lambang negara Amerika Serikat ini dipenuhi dengan berbagai simbol yang seluruhnya mengarah kepada angka 13. Angka 13 sendiri sejak lama sudah dikenal dunia sebagai angka mistis yang sarat dengan pemujaan terhadap setan.

    Selain sebagai angka setan, 13 juga bisa dianggap menyimbolkan 13 suku Israel, di mana suku ke-13 adalah Suku Benjamin yang terbuang. Atau 13 juga menyiratkan banyaknya jumlah koloni Inggris di Amerika saat Inggris masih berkuasa di benua itu. Apa pun, angka 13 ternyata memang banyak terdapat di lambang negara adidaya tersebut. Inilah buktinya:

    Sisi Burung Elang, angka 13 terdapat di:
    • 13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David.
    • 13 garis di perisai atau tameng burung.
    • 13 daun zaitun di kaki kanan burung.
    • 13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.
    • 13 anak panah.
    • 13 bulu di ujung anak panah.
    • 13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.

    Sisi Piramida Masonik, angka 13 terdapat di:
    • 13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’
    • 13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’
    • 13 lapisan batu yang membentuk piramida.

    Selain itu, di sisi belakang lambang negara AS ini, jelas-jelas berbentuk Piramida Yahudi yang lebih popular diistilahkan dengan The All Seing Eyes Pyramid.

    Di dasar piramida terdapat angka Romawi yang jika diterjemahkan ke dalam tulisan latin memiliki makna 1776, tahun kemerdekaan negara AS. Lapisan batu yang membentuk piramida ada 13 lapis yang menyimbolkan ke-13 suku Yahudi.

    Di atas puncak piramida yang belum jadi, bertahta All Seing Eyes, mata Dewa Horus, salah satu Dewa Utama dalam kepercayaan paganisme dan Kabbalah.

    Tahun kemerdekaan Amerika Serikat memang tahun 1776 atau dalam tulisan Romawi MDCCLXXVI. Namun menurut banyak Simbolog, yakni para pakar ilmu simbol, angka Romawi tersebut sebenarnya mengandung kode tersembunyi yang merujuk pada angka satanisme yakni 666. Bagaimana membacanya?

    Menurut mereka, dalam nilai jumlah besar, kadangkala huruf ‘M’ tidak disertakan dan hanya merupakan ‘penghias’. Sebab itu yang tinggal hanya DCCLXXVI yaitu D = 500, C = 100, L = 50, X = 10, V = 5, dan I = 1.

    Mari kita hitung: DC = 600, LX=60, dan VI=6, jadi 666. Mark of the Beast atau dalam bahasa pakar Alkitab juga disebut sebagai The Evil Trinity, Trinitas Iblis!. Inilah Amerika Serikat. (Rz/eramuslim)

    Baca juga artikel:
    Pengubahan Taurat oleh Yahudi
    Yahudi dan Iblis

  • TUHAN YANG MAHABAIK

    Tuhan…
    Ni’matMu selalu turun kepadaku
    Padahal dosaku selalu naik kepadaMu

    Ni’matMu bagai kelembutan seorang ibu
    yang membelai anaknya penuh kasih-sayang

    Ketika aku malu dan ingin menahan diriku dari segala ni’matMu
    Engkau malah menyodorkan segala ni’matMu padaku
    Seakan Engkau berfirman:
    Wahai hambaKu terimalah rizkimu yang halal
    Mengenai dosa-dosamu
    Sesungguhnya Aku Mahapengampun

    Mengapa Engkau begitu baik padaku?
    Padahal aku ingin menghukum diriku sendiri.
    Apakah Engkau tidak bosan mendengar permintaan maafku?
    Padahal aku sendiri merasa bosan mendengar kedustaan lisanku.
    Tetapi Engkau memang Yang tidak bosan.

    Ingin rasanya aku terus berada dalam keridhoanMu
    Tetapi hatiku yang lalai
    membuatku pergi dariMu

    Wahai Tuhan Yang Mahabaik
    Rantailah diriku pada DiriMu
    Kuncilah dan jangan lepaskan
    Kumohon padaMu

    Jawablah… jawablah…
    Wahai Yang Mahamenjawab

    Jika engkau membiarkan aku
    Aku khawatir bahwa aku akan binasa
    Maka berikanlah aku hidup yang kekal
    Jangan biarkan aku dikuasai oleh maut

    Kumohon padaMu
    dengarkanlah permintaanku
    Wahai Engkau Yang Mahahidup lagi Memberi hidup

    Jawablah… jawablah…
    Wahai Engkau Yang Mahabaik

  • Cahaya Allah Bagaikan Quasar

    “Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus (misykat), yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu didalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walauyun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (an-Nur 24 : 35).

    Esensi ayat ini adalah bahwa Tuhan adalah (satu-satunya) pemberi cahaya di alam semesta tanpa sentuhan api. Namun menyangkut perumpamaan, mufasir klasik menghadapi kesulitan untuk menjelaskan lebih rinci.

    Dengan beberapa pengecualian mereka akan menjelaskan bahwa misykat , atau suatu lubang yang tidak dapat ditembus, adalah lubang di rumah-rumah untuk tempat lampu obor, yang ada di dinding rumah. Sedangkan pohon (zaitun) yang dimaksud adalah pohon (zaitun) yang tumbuh di bukit-bukit, sehingga sinar matahari dapat menyinari, baik pada saat matahari terbit maupun matahari terbenam.

    Mufasir modern, seperti Malik Ben Nabi, menjelaskan bahwa misykat adalah lampu bohlam:
    Pohon yang dimaksud adalah kawat wolfram yang berpijar karena efek listrik tanpa disentuh api, dibungkus gelas kaca, untuk memantulkan seluruh sinarnya ke segala arah sehingga dapat menerangi seluruh ruangan. Lampu bohlam adalah sekat yang tak dapat ditembus, karena hampa udara, tidak ada oksigen di sana.

    Tetapi, dalam studi yang lebih mendalam tentang cahaya di langit oleh para astrofisikawan, misalnya Mohamed Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything, perum­pamaan ayat tersebut lebih mendekati kepada fenomena quasar dan gravitasi efek lensa yang menghasilkan cahaya di atas cahaya. Quasar atau Quasi Stellar adalah objek di langit yang ditemukan pertama kalinya pada tahun 1963. Mereka mewakili objek yang paling terang di alam semesta, jauh lebih terang dari cahaya matahari atau bintang. Para astronom menemukan bahwa objek “seperti bintang’ ini terletak miliaran tahun cahaya dari bumi. Objek ini tentunya mempunyai energi yang besarnya sangat luar biasa supaya tetap terlihat dari sini. Energi mereka berasal dari “pusat lubang hitam yang sangat masif”. Karakter pertama dari ayat ini yaitu misykat adalah “lubang hitam”, sedangkan karakter kedua yaitu “pelita dalam kaca” adalah galaksi yang menghasilkan efek gravitasi lensa seperti quasar (pelita) yang terbungkus oleh kaca (gelas). Coba simak keterangan quasar oleh astronom NASA.

    “Efek gravitasi pada galaksi, quasar yang jauh, serupa dengan efek lensa sebuah gelas minum yang memantulkan sinar lampu jalan yang menciptakan berbagai image (lapisan cahaya atas cahaya)”

    Energi quasar yang berasal (dicatu) dari lubang hitam, terjadi ketika “bintang-bintang dan gas” dari galaksi terhisap di dalamnya. Karakter lainnya yang disebut “pohon” oleh al-Qur’an adalah sebutan yang tidak lazim oleh para astronom yang menggambarkan galaksi sebagai “pohon-pohon” yang terdiri dari bintang-bintang. Lihat saja istilah diagram Hertzprung­Russel, dalam buku Timothy Ferris, The Whole Shebang, 1997.

    Barangkali, karakter lainnya yang menarik dari ayat di atas adalah pernyataan “diterangi tanpa tersentuh oleh api”, suatu fenomena fusi nuklir yang menghasilkan cahaya yang sangat terang, di mana di ruang angkasa nyaris tidak ada ok­sigen untuk pembakaran. Bintang-bintang memulai hidupnya dengan unsur kimia yang paling ringan, yakni hidrogen. Gas berkontraksi, karena gravitasi, memanas; atom hidrogen ber­tumbukan dan membentuk helium, unsur yang lebih berat, ketika mengeluarkan energinya. Energi inilah yang membuat objek “bintang- bintang” bersinar tanpa “disentuh api’, energi ini juga yang memelihara keseimbangan posisi bintang-bintang di alam semesta. Sepanjang pengetahuan manusia yang ada sekarang, fenomena quasar inilah yang paling tepat untuk meng­gambarkan ayat di atas. Terlebih lagi perumpamaan dalam ayat tersebut: “seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara”. Bahkan aslinya lebih terang dari sinar bintang, dan memang seperti “mutiara” bila kita lihat dari foto-foto NASA yang ada, gemerlapan, sangat menawan.

    Dengan demikian, terjemahan bebas ayat 35 Surat an-Nur dari sisi sains adalah:
    “Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang (hitam) yang tak tembus (misykat), yang di dalamnya ada pelita besar (quasar). Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca (efek gravitasi lensa dari galaksi) itu seakan­akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan pohon (galaksi yang dicatu oleh lubang hitam) yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon (galaksi) yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (fusi nuklir) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (efek gravitasi lensa), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia,dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

    (Arifin Muftie, Matematika Alam Semesta)

  • Al-Qur`an dan Kelautan

    “Dia membiarkan kedua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing”. (ar-Rahman [55]: 19-20)

    Sedikit penafsir yang mengartikan ini adalah tanah genting yang tidak terlihat. Penafsir lainnya menyebutkan bahwa air tawar di sungai dan air asin di lautan bertemu namun tidak saling melampaui karena perbedaan kepekatannya. Sampai di sini terjemahan belum bermasalah. Keterangan lebih lanjut:

    Fenomena menarik adalah apa yang diungkapkan oleh seorang ilmuwan Prancis Jacques Yves Cousteau yang meneliti berbagai lautan di dekat Selat Jibraltar,1 ditemukan bahwa pertemuan antara air dari Laut Mediteranian (Laut Tengah) dengan air dari Lautan Atlantik tidak bercampur, walaupun keduanya air asin. Salinitas yang berbeda menghasilkan “dam” yang tidak terlihat. Air Laut Tengah dengan salinitas di atas 36,5% dan temperatur sekitar 11,5 derajat Celsius, terisolasi di kedalaman 900 sampai 1100 meter. Sedangkan air yang berasal dari Lautan Atlantik mempunyai salinitas di bawah 35%, membungkus air Laut Tengah dengan temperatur di bawah 10 derajat Celsius.

    Berikutnya adalah fenomena menarik tentang pembentuk­an mutiara.

    “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan” (ar-Rahman 55 : 22)

    Para penerjemah dua puluh tahun yang lalu, dengan satu atau dua pengecualian, menerjemahkan “marjan” dengan “batu koral”. Padahal mayoritas ahli tafsir mengartikan dengan marjan, yang mengandung mutiara kecil yang lebih berkilau. Tetapi ahli tafsir modern, misalnya Sayyid Quthb, berbicara tentang “batu koral”. Disadari bahwa banyak ahli tafsir yang menghadapi persoalan dengan ayat ini. Menurut pengetahuan mereka pada waktu itu, mutiara hanya datang dari air laut. Padahal ayat ini barangkali menjelaskan bahwa mutiara bisa terbentuk baik di dalam air laut maupun air tawar. Bagaimana bisa? Abu Ubaidah, seorang penulis terdahulu, sangat yakin bahwa mutiara hanya datang dari air laut, sehingga ia mencoba berkelit untuk menafsirkan ayat tersebut dengan sesuatu yang lain. Maka ia menulis, “Mutiara hanya datang dari salah sa­tu nya”.

    Tetapi kini telah diketahui bahwa mutiara bisa terbentuk di dalam air tawar. Encyclopedia Britannica, Micropaedia 1977, menulis bahwa di sungai-sungai rimba Bavaria (Eropa) mutiara .libudidayakan. Bahkan budidaya mutiara air tawar di Cina telah dikenal sejak sebelum tahun 1000 SM.

    Dengan demikian, pernyataan al-Qur’an dalam surat ini sesuai dengan arti harfiahnya, tanpa memerlukan penafsiran yang dipaksakan.

    (Arifin Muftie)

  • Metonic Cycle

    Setiap ayat, bahkan jumlah ayat atau kata, dan nama surat dalam Al-Qur`an merupakan kebijakan abadi. Ia mempunyai beberapa lapisan pengertian, sesuai dengan tingkat ilmu pengetahuan manusia yang membacanya. Kata-kata dalam al-Qur’an mempunyai makna yang bertingkat. Beberapa kata mempunyai arti langsung, tetapi yang lain tidak, atau belum tentu. Misalnya saja, kata yang berarti bulan adalah syahr, dalam al-Qur’an disebutkan sebanyak 12 kali. Ini sesuai dengan 12 bulan dalam 1 tahun. Sedangkan kata yang berarti hari adalah yaum, yang disebutkan 365 kali dalam al-Qur`an. Ini juga sesuai bahwa 1 tahun rata-rata sama dengan 365 hari. Tetapi kata yang berarti tahun, yaitu sanah disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak 19 kali! Bagaimana kita memahaminya?

    Terima kasih kepada cabang pengetahuan astronomi. Ang­ka 19 atau 19 tahun adalah satu periode di mana posisi relatif bumi dan bulan kembali ke posisi semula secara berulang sete­lah 19 tahun kemudian. Siklus ini ditemukan oleh Meton orang Yunani dan disebut Metonic cycle.

    “Jika sekarang tanggal 20 Maret tahun 2000, dan bulan purnama terlihat pada posisi dekat bintang Virgo, kapan kita dapat melihat bulan purnama pada posisi yang sama?”

    “Jawabnya bukan bulan depan atau tahun depan, tetapi tanggal 20 Maret tahun 2019, 19 tahun kemudian.”

    Mengapa 19 tahun? Karena fase Tahun Matahari dan Tahun Bulan akan bertemu tepat pada siklus yang ke-19, di mana 235 bulan Kalender Bulan tepat sama dengan siklus 19 tahun berdasarkan Kalender Matahari. (29,53 hari x 235 kira-kira sama dengan 365,24 hari x 19). Meton dari Athena pada tahun 440 SM mengetahui bahwa 235 bulan berdasarkan Kalender Bulan sama dengan 19 tahun Kalender Matahari. Oleh karena itu, siklus ini dikenal dengan siklus Meton8, dan merupakan basis perhitungan kalender di Yunani sampai Kalender Julius Caesar diperkenalkan pada tahun 46 SM. Bagi kaum Muslim, menggunakan Kalender Bulan karena sesuai dengan kebutuhan untuk perhitungan bulan Ramadhan, bulan Haji, dan peristiwa-peristiwa Islam lainnya. Namun sebelumnya, Kalender Bulan ini dipergunakan juga oleh kaum Yahudi, bangsa Babilonia, dan Cina.

    Dengan demikian, jumlah penyebutan kata-kata tertentu dalam al-Qur’an mempunyai,makna yang sangat dalam, dan baru dapat diketahui oleh pembaca jika ia mempunyai penge­tahuan dan sains yang cukup luas.

  • MA`SUMNYA PARA NABI

    Ummat Islam meyakini bahwa para Nabi itu adalah ma’sum, tidak berdosa. Kalau pun mereka banyak beristighfar, banyak bersujud, dan banyak beribadah, itu adalah sebagai tanda syukur mereka kepada Allah.

    Mungkin ummat Kristen menyangka bahwa Yesus tidak pernah memohon pengampunan kepada Allah, karena hal itu memang jarang diceritakan dalam Injil. Tetapi bukan berarti Yesus jarang beristighfar. Sebagai hamba yang taat dan tawadhu, pastilah Yesus banyak beristighfar, banyak berdoa, dan banyak beribadah. Dan jika Anda jeli, maka Anda akan menemukan ayat ini:

    demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.” [Markus 1:4]

    Adakah Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis? Ya, Yesus minta dibaptis. Dan Yesus, dibanyak kesempatan, memanjatkan doa dengan penuh khusyu kepada Allah. Ini menunjukkan lemahnya Yesus. Yesus tidak memiliki kuasa, kuasa Yesus berasal dari Allah, bukan dari dirinya sendiri. Yesus berbeda dengan Allah, Yesus bukanlah Allah.

    Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. [Matius 14:23]

    Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” [Matius 26:39]

    Jika Yesus itu Allah, untuk apa ia berdoa, beribadah, sujud, ruku, shalat menyembah Allah? Jelaslah bahwa Yesus bukanlah Allah.

  • MU’JIZAT YESUS

    Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” [QS. 3:49]

    Orang Kristen menjadikan ayat ini sebagai argumen bahwa Yesus adalah Tuhan. Padahal kalau mau teliti, segala mu’jizat itu dilakukan Isa dengan izin Allah, bukan dengan kuasanya sendiri. Allah menurunkan para nabi-Nya dengan disertai berbagai mu’jizat. Pada masa Musa, orang-orang giat mempelajari sihir, maka kepada Musa Allah memberikan ilmu yang lebih hebat dan suci sehingga bisa mengalahkan para tukang sihir di masanya. Dan di zaman Isa, orang-orang giat mempelajari ilmu ketabiban dan pengetahuan alam, maka Allah memberikan kepada Isa kemampuan menyembuhkan yang lebih hebat dari para tabib di masanya dan diberi izin untuk menenangkan angin. Dalam Perjanjian Lama pun ada nabi-nabi yang bisa menghidupkan orang mati, dan Sulaiman adalah orang yang kerajaannya meliputi jin, manusia, binatang, bahkan dia dapat mengendalikan angin.

    Sedangkan pada masa Nabi Muhammad SAAW, orang-orang sangat gemar dengan ilmu pengetahuan dan sastra. Maka kepada Nabi Muhammad SAAW, selain diberikan mu’jizat-mu’jizat lain, juga diberikan Al-Qur`an yang merupakan Kitab yang sempurna dari berbagai aspek.

    Apakah Nabi Muhammad SAAW punya mu’jizat lain? Dalam banyak hadits diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAAW juga dapat menghidupkan mayat, menyembuhkan orang yang sakit, menyembuhkan kesurupan, memimpin jin dalam shalat, mengeluarkan air dari sela-sela jarinya untuk bersuci, Isra` Mi’raj, telah melihat neraka dan melihat surga, bahkan telah berjumpa dengan Allah muka dengan muka, melihat yang di depan dan yang dibelakangnya, dan masih banyak lagi.

    Orang yang mengatakan bahwa mu`jizat Muhammad Rasulullah SAAW hanyalah Al-Qur`an, berarti belum mengenal Muhammad Rasulullah SAAW dengan benar. Dan sebenarnya jika kepada Muhammad Rasulullah SAW hanya diberikan Al-Qur`an sebagai mu`jizat, maka cukuplah untuk mengalahkan mu’jizat para Nabi, termasuk Isa. Sebab di dalam Al-Qur`an itu terkandung banyak keajaiban yang lebih dahsyat dari menghidupkan orang yang mati fisiknya. Dengan berpegang kepada Al-Qur`an, maka kekallah hidup manusia. Kekekalan hidup dalam kebahagiaan adalah rahmat terbesar. Tapi sayangnya banyak manusia yang meninggalkan Al-Qur`an, bahkan manusia yang mengaku bahwa dirinya muslim.

    Dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” [QS. 3:49]

    Orang Kristen menjadikan ini argumen bahwa Yesus adalah Yang Mahatahu. Padahal Yesus dapat mengetahui hal yang ghaib adalah dengan berdasarkan wahyu dari Allah. Buktinya, baik Yesus maupun Muhammad SAAW, sama-sama tidak tahu kapan tepatnya kiamat itu terjadi, mereka hanya mengetahui tanda-tandanya saja.

    Katakanlah: “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” [QS. 6:50]

    Ayat ini menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAAW bukanlah Tuhan atau pun malaikat. Beliau tidak mengetahui yang ghaib, kecuali jika Allah mewahyukan kepadanya. Begitu juga Isa, dia tidak tahu akan hal yang ghaib kecuali dengan izin Allah. Isa bukanlah Yang Mahatahu. Buktinya dengan izin Allah, Muhammad Rasulullah SAAW dapat mengungkapkan tanda-tanda kiamat.

    (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit (As-Sa’ah), kapankah terjadinya? Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit). [QS. An-Nazi’at: 42-45]

    Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” [Matius 24:36]

    Tetapi orang Kristen, yang telah dibutakan, tetap bersikeras mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Bahkan Yesus yang dianggap Tuhan itu memaki-maki pohon ara, hanya gara-gara pohon itu tidak berbuah saat ia datang kepadanya diwaktu yang bukan musimnya. Mengapa ia memaki-maki pohon itu jika dia memang Tuhan? Tidakkah ia tahu bahwa saat itu memang bukan musimnya? Tidakkah ia sanggup membuat pohon itu berbuah di luar musimnya? Apakah ia depresi gara-gara tidak sanggup membuat pohon itu berbuah hingga akhirnya memaki-maki pohon yang tidak tahu apa-apa kecuali mematuhi perintah Bapa untuk berbuah pada musim yang telah Bapa tentukan?

    Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya. [Markus 11:13-14]

    Betapa aneh tuhan yang satu ini. Manusia saja tahu bahwa saat itu memang bukan musimnya, tetapi dia yang tuhan tidak tahu. Adakah dia itu Yang Mahatahu?