Blog

  • KEHANCURAN SUNNAH

    Maha Suci Allah Yang Maha Menguasai setiap sudut Angkasa Raya semesta yang Tunggal adalah milik Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Tunggal menghamparkan Jagad Raya dengan kemegahan dan kesempurnaan, Maha Suci Allah Yang Maha Abadi dalam Kesempurnaan dan Keindahan Nya,Segala Puji Bagi Allah Yang Menyemarakkan Angkasa Raya dengan cahaya Keagungan Nya, Segala Puji Bagi Allah Yang Menampilkan keajaiban ciptaan Nya di segenap langit dan bumi, Allah.. Nama Yang Maha Abadi dan Tunggal dalam Kekuasaan, Allah.. Nama Yang Maha Abadi dan Tunggal dalam Menentukan, Gema kewibawaan Nya menundukkan seluruh Alam Semesta, ketika kekuatan Nya ditampilkan Nya maka runtuhlah benteng kekuatan hamba Nya, direnggut Nya kekuasaan Raja penguasa dengan kematian.., mereka terenggut dari singgasana mulia untuk berlutut ketakutan mempertanggungjawabkan setiap nafasnya,

    Telah Kuciptakan engkau dari ketiadaan, kutumbuhkan sel dirimu pada tubuh ayahmu, lalu kubenamkan sel dirimu di rahim ibumu, lalu Aku Mengasuhmu siang dan malam di rahim ibumu dalam kesendirian, hingga terangkailah 40 hari sebagai air mani, 40 hari kemudian sebagai gumpalan darah, 40 hari kemudian menjadi gumpalan daging, 40 hari kemudian kupecah-pecah bentuk tubuhmu dengan panca indera, lalu kuhembuskan padamu ruh.. (rujuk shahih Bukhari hadits no.3036, 3154, 6221, 7016).

    Lalu kubuat kau lahir ke muka bumiku, hidup, makan dan minum dari rizki yang kuciptakan, engkau bertebaran diatas bumiku, kusiapkan untukmu nafkahmu, ayah ibu yang menyayangimu, teman-teman yang menemanimu, pohon-pohon yang menaungimu, kubuat kau melihat dan mendengar, kuciptakan dua kaki agar kau bisa berjalan, kujadikan milyaran sel tubuhmu taat pada keinginanmu…

    Akan datang waktu Aku akan memanggilmu, Kuperintah Kau untuk menghadap Ku dengan perintah yang tak mampu kau tolak, kau harus berpisah dengan penglihatanmu, pendengaranmu, hartamu, kerabatmu, kehidupanmu, karena itu semua memang bukan milikmu, itu semua adalah Milik Ku, dan dirimu pun sepenuhnya adalah Milik Ku..

    “Apakah manusia tidak memandang bahwa sungguh kami menciptakannya dari air mani, maka kemudian ia hidup dan mendebat (menentang dan membangkang) pada kami” (QS Yaasiin 77). “Sungguh mereka melihatnya jauh (hari kiamat) dan kami melihatnya (hari kiamat) sangat dekat, hari dimana langit luluh mencair, dan jadilah gunung-gunung bagai debu berserakan, maka saat itu para bunda yang mengasuh bayinya tak lagi memperdulikan bayi yang diasuhnya, ketika diperlihatkan atas mereka, hari saat para pendosa bermaksud menukar azab dengan anak-anaknya, atau menukar azab itu dengan suami atau istrinya, atau dengan kelompok teman-temannya yang dahulu bersamanya, atau menukar azab dengan seluruh penduduk di bumi asal ia selamat sendiri, sungguh itu sia-sia.., namun itulah Api yang bergejolak, (Api yang demikian dahsyatnya) Mencerai beraikan tulang rusuk satu sama lain, Bergemuruh memanggil mereka yang berbuat jahat dan berpaling dari kebenaran, (QS Alma’arij 1-17).

    Saudara-saudaraku yang kumuliakan, sungguh musuh-musuh islam terus mengobarkan api kegelapan yang menghanguskan sunnah Muhammad saw, alangkah mengejutkannya ketika justru dirimu terlibat dalam penghancuran sunnah Nabi kita saw, kita jadikan bibir ini terlibat menghancurkan sunnah Nabi kita saw, kita jadikan akal logika kita untuk merubuhkan sunnah Nabi kita saw, Saudara-saudaraku yang kumuliakan, sungguh Poligami adalah salah satu dari ajaran Nabi Kita Muhammad saw, dan telah berjaya diatas ummat ini berabad-abad lamanya, namun hari-hari ini muncullah musuh-musuh islam yang mengobarkan api itu, maka kitapun bermunculan pula untuk mendukung mereka menghancurkan ajaran Nabi kita saw, Tak ada ikhtilaf oleh seluruh Ulama, Muhaddistin, para Imam, sahabat, yang punya satu pendapatpun melarang poligami, hanya muncul di zaman kita ini yang mengingkari ajaran Nabi kita saw, Poligami diperbolehkan tanpa syarat apapun selain syarat akad nikah biasa..,

    Sungguh.. kita ini diperintahkan menyembah Allah dan bukan menyembah logika, apakah kita harus menjadikan hukum Nya itu dibawah logika kita?, kita tak perlu menjadikan hikmah yang tersimpan dalam poligami atau sunnah lainnya sebagai syarat untuk membenarkannya, lalu bila hikmahnya belum kita temukan maka kita kufur dan menolaknya, kita menyembah Nya dan sungguh Dzat Nya swt tak terpecahkan oleh Logika, karena yang paling gaib adalah Dia swt, maka bila kita menolak hukum hanya karena tak masuk akal, maka kita sudah menentang Nya, menyembah akal kita dan tidak beriman kepada Nya dan tidak pula mengakui Muhammad saw sebagai utusan Nya, karena ada hal yang kita akui merupakan kesalahan dari ajaran sang Nabi saw,

    Sungguh.. Poligami ini menjadi momok yang mengerikan bagi kaum istri, mengapa?, bukankah Allah Yang Maha menentukan segala-galanya, dan selama ini semua orang tahu bahwa poligami adalah boleh dalam islam, namun barangkali tidak 1 dari 1000 suami yang melakukan poligami walaupun itu diperbolehkan, lalu apa yang mereka risaukan?, seakan mereka sudah tidak punya tuhan untuk dijadikan sandaran perlindungan, Betul, banyak kaum istri yang belum mampu bersabar dalam hal ini, namun belum mampu bukanlah menginkari, sama halnya dengan orang yang tak punya uang untuk Umrah dan haji yang sunnah (sudah melakukan yang wajibnya), maka apakah kita mengatakan haji sunnah itu batil dan dilarang?, apa hak kita mengatakan batil pada sunnah Nabi saw?, jauh beda antara yang tidak mampu dengan yang mengingkari,

    Betul.. poligami banyak diselewengkan oleh para suami, hingga dijadikan alat pengumbar syahwat, merebut kekayaan, menyombongkan diri, berkhianat pada istri, dan contoh lainnya, dan banyak pula diselewengkan oleh istri muda untuk merebut harta atau lainnya, namun itu semua adalah oknum, dan penyelewengan itu terjadi dalam segala hal dan bukan hanya dalam poligami, contohnya dalam pernikahan monogami pun demikian, banyak terdapat penyelewengan dalam pernikahan yang demi keduniawian atau demi kelicikan, atau demi syahwat dan lainnya, demikian pula pada shalat, bisa saja diselewengkan dengan untuk mencari perhatian misalnya, atau agar dianggap shalih, atau lainnya, demikian pula puasa, haji, zakat dan lainnya, penyelewengan mestilah ada, dan penyelewengan oknum tak dapat menafikan (menghapuskan) suatu ajaran syariah, kesalahan adalah pada oknum dan bukan pada hukum,

    Tak mustahil sebentar lagi akan bermunculan pula pendapat mengingkari hal-hal yang fardhu, tak mustahil pula pendapat kelak mengingkari puasa, kenapa harus menahan lapar?, atau mengingkari haji, kenapa harus tawaf dan sa’i?, kenapa harus melempar batu di Mina dengan 7 batu selama 3 hari berturut-turut..?, kenapa harus berpanas-panas terik berdesak-desakan bahkan bisa mati terinjak injak hanya sekedar untuk melempar batu-batu kerikil?, bukankah ini merusak kulit?, bisa pula tertular wabah batuk, atau penyakit-penyakit yang dibawa dari seluruh dunia..?, akhirnya kita akan terjebak pada puncak kekufuran, yaitu.. : kenapa aku menyembah sesuatu yang tak terlihat.., tak terdengar, tak terasa, kenapa harus menyembunyikan diri Nya, kenapa tak tunjukkan..?

    Maka jadilah logika kita menjadi tuhan kita, runtuhlah seluruh kemuliaan iman dan tauhid dari sanubari kita, sirnalah seluruh amal ibadah kita, dalam jurang kemurtadan yang menuju kehinaan yang abadi.. diawali dari hembusan penolakan pada Poligami, yang kita turut berperan serta untuk menghancurkan sunnah Nabi saw, ketika dipadang Mahsyar kelak.., ketika terdengar seruan.., Fulan bin fulan maju kehadapan Allah..!, maka satu wajah tertunduk maju.. maka Allah swt berkata : Engkau.., Engkau.., Engkau kah yang terlibat menghancurkan sunnah Nabi Ku?, Engkau… Engkau.. engkau kah yang turut mencari 1000 dalil agar sunnah Nabi Ku diubah..?

    Saudaraku, adakah kau calonkan dirimu sebagai pengkhianat Nabimu?, Naudzubillah dari hal ini.., saudara-saudaraku bangkitlah.., saudari-saudariku bangunlah.. bela sunnah Nabimu, mereka sedang menghanguskan bendera sunnah Nabimu saw, mereka menginjak panji sunnahnya saw, siapa mereka?, mereka saudara-saudaramu, kerabatmu, tetanggamu, teman-temanmu.. Saudaraku bangkitlah.. jangan berpangku tangan atas penghinaan pada sunnah Nabimu saw, tunjukkan baktimu pada nabi kita saw.

    Katakanlah : “AKU MENCINTAI SUNNAH NABIKU MUHAMMAD SAW, WALAUPUN SELURUH BARAT DAN TIMUR MENGANGGAPNYA BURUK, DIMATAKU TETAP SUNNAH NABIKU JAUH LEBIH AGUNG DIATAS SEMILYAR LOGIKA KUFFAR..! AKU BERIDOLAKAN NABIKU MUHAMMAD SAW, DAN BAGIKU SEMUA SUNNAH NYA INDAH, DAN TAK ADA YANG LEBIH INDAH DIMATAKU SELAIN SUNNAH NABIKU SAW..!”,

    Dan ketika namamu terpanggil bertemu dengan nabimu Muhammad saw, jelanglah wajahnya dengan gembira, katakanlah : “WAHAI KEKASIHKU, WAHAI NABIKU, WAHAI KEBANGGAANKU, AKU DIKELOMPOK PEMBELA SUNNAHMU SAAT BANYAK ORANG MENGINKARINYA..!”

    Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yang bepaling dari sunnahku maka ia bukan dari golonganku” (shahih Bukhari hadits no. 4776, shahih Muslim hadits no.1401), “Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku maka sungguh ia mencintaiku, dan yang mencintaiku akan bersamaku di sorga” (HR Tirmidziy) “Barangsiapa yang berpegang pada sunnahku dimasa rusaknya ummatku, maka baginya pahala 100 orang yang mati syahid” (Azzuhdulkabir hadits no.207).

    Dalam kegelapan di lobang kubur yang panas dan sempit terdengarlah rintihan memelas… Gusti… kasihanilah aku.. yang telah lancang menolak kemuliaan-kemuliaan yang diajarkan Nabi Mu saw.. Gusti… adakah kesalahan lebih besar kuperbuat daripada menentang sunnah Nabi Mu.. Gusti… aku telah berani mengangkat akalku diatas hukum Mu dan menganggap buruk apa-apa yang kau muliakan, Gusti… ada apakah pada diriku ini.. Gusti.. hanya engkaulah yang memiliki diriku sepenuhnya, maafkan hamba, kasihani hamba..

    “Mereka beriman kepada Rasul dengan apa-apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya dan juga orang-orang mukmin, kesemuanya beriman kepada Allah dan malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab Nya, dan Rasul-Rasul Nya, (mereka berkata), kami tidak membeda-bedakan (mendustakan) diantara Rasul-Rasul Nya, dan mereka berkata : Kami dengar maka kami taat, maka pengampunan Mu wahai Tuhan Kami dan hanya kepada Mu lah kami kembali, tiadalah Allah memaksa seseorang kecuali menurut kemampuannya, maka baginya pahala semua yang ia kerjakan dan baginya dosa yang dikerjakannya, Wahai Tuhan Kami Jangan Kau siksa kami bila kami lupa atau kami salah, Wahai Tuhan Kami jangan Kau bebani kami beban berat sebagai beban yang telah kau bebankan pada mereka yang sebelum kami, Wahai Tuhan Kami janganlah kau bebani kami apa-apa yang kami tak mampu menanggungnya, maafkanlah kami, ampunilah kami, kasihanilah kami, Engkaulah Tuan kami, maka tolonglah kami atas orang-orang kafir (QS Albaqarah 285-286).

    (Dari www.majelisrasulullah.org)

  • YESUS MEMILIH DUA BELAS MURID

    Yesus turun dari bukit Zaitun, dan melewati malam sendirian ke sebelah sisi lebih jauh dari Yordan lalu puasa 40 hari 40 malam. Tiada makan sesuatu baik siang maupun malam, mengajukan terus-menerus permohonan kepada Allah untuk keselamatan umatnya, yang mana kepada umat itu Allah mengutus dia. Lalu muncullah setan untuk menggodanya dengan pelbagai janji, akan tetapi Yesus mengusirnya dengan kekuatan Firman-Firman Allah.(1)

    Setelah itu Yesus kembali ke daerah Yerusalem. Telah ditemui lagi oleh umat dengan kegembiraan yang luar biasa senangnya. Dan mereka memohonkannya supaya dia mau tinggal bersama mereka, karena amanat-amanatnya bukanlah sebagaimana penulis-penulis (ahli Torat) itu tetapi dengan kekuatan kaena uraiannya menyentuh hati.

    Yesus mengetahui bahwa banyak memang jumlah mereka yang kembali kepada hati mereka untuk berjalan dalam hukum Allah. Yesus pergi naik bukit itu, dan tinggal sepanjang malam berdoa. Dan ketika hari telah siang dia turun dari bukit itu, lalu memilih 12 orang, kepada mereka dia menamai apostolus(2) diantaranya ialah Yudas yang mati di tiang salib(3). Nama-nama mereka adalah Andreas dan Petrus saudaranya, penangkap ikan; Barnabas, Matius pemungut cukai, Yohanes dan Yakobus, anak-anak Zebedus; Tadeus dan Yudas; Bartolomeus dan Filipus; Yakobus anak Alfeus; dan Yudas Iskariot pengkhianat itu.(4)

    Yesus mengirim kedua-belas muridnya kepada dua belas suku bani Israel. Yesus memang diutus untuk bani Israel saja, maka dia hanya menunjuk 12 murid utama. Yesus mengajar kepada 12 murid utama, dan masing-masing murid utama mengajar kepada masing-masing suku. Yesus sangat melarang muridnya agar tidak mengajar kepada bangsa non-Yahudi. Karena Yesus memang diutus hanya kepada bani Israel, bukan kepada bangsa lain.(5)

    (1) Lihat Markus 1:12-13; Lukas 4:1-13; Matius 4:1-11.
    (2) Islam: Hawariyun/Shahabat.
    (3) Maksudnya Yudas Iscariot pengkhianat yang mati di tiang salib, sebutan ini untuk membedakan dengan Yudas yang lain, sebab ada dua Yudas yang menjadi apostolus.
    (4) Lihat Lukas 6: 12-16; Matius 10: 1-4; Markus 3: 13-19; Barnabas Psl. 14.
    (5) Adapun Matius 28: 17-20 adalah ayat-ayat yang diragukan keotentikannya oleh para ahli dari kalangan Kristen.

  • YESUS BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI MAKAR

    Beberapa hari telah berlalu, Yesus telah mengerti keinginan dari para pejabat agama. Maka beliau mendaki Bukit Zaitun, tempat di mana ia biasa berdoa dan mengadu kepada Allah. Di kepagian itu Yesus berdoa, “Oh Allah, aku tahu bahwa para penulis purbakala (penatua, ahli Torat) itu benci padaku, dan para pejabat agama itu berkemauan untuk membunuh aku, hamba-Mu; karena itu, Allah Tuhan Mahakuasa dan Mahapengasih, dalam kasih dengarkanlah doa-doa dari hamba, dan selamatkanlah aku dari jerat-jerat mereka, demi Engkau adalah juru selamatku.”
    Setelah selesai berdoa, datanglah malaikat Gabriel, berkata, “Jangan gentar, oh Yesus, karena beribu-ribu yang berdiam di atas langit menjaga pakaian-pakaian engkau, dan engkau tiada akan wafat sampai segala sesuatu digenapi, sedangkan dunia ini akan hampir menjelang pengakhirannya.”
    Yesus menjatuhkan mukanya ke tanah seraya bersujud dan berkata, “Oh Mahabesar Allah, betapa besar Kasih-Mu kepadaku, dan apakah gerangan yang akan aku berikan pada-Mu, Allah, untuk imbalan semua yang telah Engkau Anugerahkan kepadaku?”
    Malaikat Gabriel menjawab, “Bangkitlah Yesus, dan ingatlah Abraham, yang sudi membuat korban kepada Allah dengan anak kandungnya Ismail, untuk menggenapi Firman Allah dan pisau tidaklah mempan memotong anaknya, percayalah dialihkan dengan seekor kibas untuk korban. Bahkan demikian justeru akan engkau laksanakan, oh Yesus, hamba Allah.”
    Yesus menjawab, “Mau, tetapi di mana akan aku jumpai anak domba itu, padahal aku tiada mempunyai uang, dan adalah tidak sesuai undang-undang untuk mencurinya.”
    Pada hal itu Malaikat Gabriel telah menyediakan kepadanya seekor domba, yang dipersembahkan Yesus dalam korban, seraya memuja dan memuliakan Allah Yang Mahaluhur selama-lamanya.(1)
    Demikianlah Yesus juga melakukan korban selayaknya ajaran Ibrahim, begitu pula Nabi Muhammad dan ummatnya. Dan Jibril juga menunjukkan bahwa Yesus tidak akan wafat hingga menjelang akhir zaman. Setelah Yudas menggantikan posisinya di tiang salib, sebagaimana kibas yang menggantikan Ismail, Yesus diangkat ke langit. Dan menjelang akhir zaman, Yesus diturunkan kembali untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad, suatu hal yang sangat diinginkannya. Yesus begitu ingin menjadi pelayan Muhammad Rasulullah saaw hingga berkata, “Aku harap aku pantas untuk membuka tali kasutmu, wahai Muhammad Rasulullah!”(2) Yesus begitu merendah di hadapan tuannya, Muhammad Rasulullah saaw, bahkan ia rela untuk membungkuk untuk membuka tali sepatu beliau saaw. Bagi Yesus, kaki Muhammad Rasulullah berada di atas kepalanya. Sebagaimana malaikat telah sujud menghormat Adam, begitu juga Yesus sangat ingin membungkuk dan melayani Muhammad Rasulullah saaw.

    (1) Lihat Barnabas Psl. 13.
    (2) Barnabas pasal 44.

  • KHOTBAH PERTAMA

    Peristiwa penyembuhan Yesus terhadap penderita kusta telah menggemparkan seluruh kota. Penduduk kota berlarian menuju rumah ibadahuntuk melihat Yesus, yang telah masuk di situ untuk alat. Sehingga mereka tidak cukup termuat di sana.

    Maka pejabat-pejabat agama memohon kepada Yesus, berkata, “Umat ini berkeinginan melihat engkau dan mendengar engkau, oleh sebab itu naiklah ke mimbar, dan sekiranya Allah memberi engkau firman, bicarakanlah itu dengan Nama Allah (Bismillah).”

    Maka Yesus naik ke tempat itu dimana pengarang-pengarang zaman dahulu, yaitu para ahli Torat, biasa berpidato. Dan seraya memberi isyarat dengan tangan untuk tenang, dia membuka mulutnya, berkata, “Maha Berkat Nama Suci Allah Yang dari kemurahan dan rahmat-Nya telah berkehendak untuk Menciptakan makhluq-makhluq-Nya, sehingga mereka dapat memulyakan-Nya. Maha Berkat Nama Suci Allah Yang telah Menciptakan peragaan darisegala pertanda kebesaran dan para Nabi sebelum segala sesuatu untuk mengutusnya bagi keselamatan dunia, sebagaimana Dia telah berfirman melalui hamba-Nya Daud, berkata, ‘Sebelum Bintang Timur dalam kecemerlangan segala pertanda kebesaran, Aku telah menciptakan engkau.’ Maha Berkat Nama Suci Allah Yang telah Menciptakan para Malaikat sehingga mereka, para malaikat itu, dapat mengabdi kepada-Nya. Maha Berkat Nama Suci Allah yang telah Menghukum dan Melaknat Iblis beserta para pengikutnya, yang tiada mau sujud kepada siapa yang dikehendaki Allah untuk dihormati. Maha Berkat Nama Suci Allah Yang telah Menciptakan manusia keluar dari tanah suci, dan mengaturnya atas amal-amalnya.(1) Maha Berkat Nama Suci AllahYang telah mengusir manusia keluar jannah, karena telah melanggar petunjuk peraturan-Nya Yang Suci. Maha Berkat Nama Suci Allah Yang dengan Belas-Kasih telah memandang cucuran air mata Adam dan Hawa, orangtua pertama dari jenis manusia.(2) Maha Berkat Nama Suci Allah Yang dengan adil telah menghukum Kain(3) pembunuh saudara sendiri, telah mengirim air bah di atas bumi(4), telah membakar habis tiga buah negeri durjana(5), telah menimpakan malapetaka kepada Mesir(6), telah menghancurkan Firaun dalam Laut Merah(7), telah mencerai-beraikan musuh-musuh ummat-Nya, telah menyiksa orang-orang yang tidak beriman, dan telah menghukum orang yang tidak bertobat. Maha Berkat Nama Suci Allah Yang dengan Belas-Kasih memandang makhluq-makhluq-Nya, dan oleh karena itu telah mengutus kepada mereka para Nabi-Nya Suci, sehingga mereka boleh berjalan dalam kebenaran dan keadilan di hadapan-Nya, yang telah membebaskan hamba-hamba-Nya dari setiap kejahatan, dan berkenan menganugerahkan tanah ini kepada mereka, sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya kepada Bapak kita Abraham serta kepada puteranya selama-lamanya.(8) Kemudian melalui hamba-Nya Musa, Dia telah berkenan memberikan kepada kita hukum-Nya yang suci(9), bahwa setan tiada akan memperdayakan kita, dan Dia telah Mengangkatkan derajat kita di atas sekalian bangsa-bangsa.(10) Tetapi saudara-saudara, apa yang telah kita lakukan hari ini?!”

    Dan pada waktu itu Yesus dengan kehebatan yang paling besar memberikan peringatan keras kepada orang banyak, karena mereka telah melupakan firman Allah itu, dan diri mereka hanya ria bersifat suka dipuji-puji(11), dia telah memperingatkan dengan keras para pejabat agama terhadap kelalaiannya dalam kebaktian kepada Allah dan terhadap keserakahan mereka terhadap dunia(12), dia memperingatkan keras kepada para penulis, karena mereka mengembangkan ajaran agama yang tiada berfaedah, lalu meninggalkan hukum Allah, dia memperingatkan dengan keras para tabib, justeru mereka telah menjadikan hukum Allah tiada berhasil-guna lewat tradisi-tradisi lapuknya. Dan dengan kebijaksanaan semacam itu Yesus berpidato kepada umat, sehingga mereka semua menangis, dari terisak-isak hingga menjadi keras, menjerit mohon ampun, dan seraya bermohon kepada Yesus supaya dia mau berdoa untuk mereka; kecuali hanya para pejabat agama dan pemimpin-pemimpin mereka, yang pada hari dapat dibayangkan kebencian menantang para pejabat agama, para pengarang, dan para tabib. Lalu mereka telah menginginkan terhadap kematian Yesus, tetapi karena takut kepada orang ramai, yang telah menerima Yesus sebagai Nabi utusan Allah, mereka tiada berbicara sepatah kata pun.

    Yesus mengangkat kedua tangannya lalu berdoa kepada Allah, sedangkan orang ramai seraya menangis berkata, “Mohon jadilah demikian, O Allah, mohon jadilah demikian,”(13)

    (1) Allah Yang Menciptakan manusia dan apa yang mereka perbuat (Alquran 37:96). Allah jua Yang telah mentakdirkan segala sesuatu sebelum segala sesuatu itu diciptakan.
    (2) Adam menerima petunjuk untuk salat dan bertobat kepada Allah hingga diampuni oleh Allah. Lihat Alquran 2: 37; 36: 36.
    (3) Islam: Qabil yang telah membunuh Habil. Lihat Alquran 5: 27-31.
    (4) Air bah pada zaman Nabi Nuh. Lihat Alquran 11: 40; 23: 27; 26: 120; 29: 14; 37: 82.
    (5) Tiga negeri itu: negeri kaum Ad umat Nabi Hud (Alquran 11: 58-60; 41: 16; 46: 24-25; 54: 19; 69:6-7); negeri kaum Tsamud umat Nabi Salih (Alquran 7: 78; 11: 67; 26: 158; 27: 51-52; 54: 31); negeri Sodom umat Nabi Luth (Lot) (Alquran 7: 84; 15: 74; 26: 173; 27: 58; 29: 34). Contoh negeria lain yang disiksa Allah ialah Midian negeri kaum Nabi Syuaib (Alquran 7: 91; 11: 94; 26: 189; 29: 37)
    (6) Sepuluh malapetaka untuk Mesir, lihat Keluaran Psl. 7-11; Alquran 7: 130,133.
    (7) Lihat Alquran 2: 49.
    (8) Lihat Alquran 21: 71-73. Adapun untuk Bangsa Israel dikisahkan juga dalam Alquran, tetapi bangsa Israel enggan memasukinya; lihat Alquran 2:58; 5: 21-26; 7: 137; 20: 80.
    (9) Lihat Alquran 2: 51; 7: 142-145; 26: 21.
    (10) Lihat Alquran 2: 47,122.
    (11) Bangsa Israel pada saat itu sangatlah rusak moralnya. Dan yang paling parah adalah mereka mengubah-ubah Kitab-Kitab yang diberikan Allah kepada para nabi suci dan mengada-adakan bidat. Lihat Alquran 7: 165-166; 2: 83-85, 93,100; 4: 155; 5: 14. Mereka malas beribadah, kalau pun beribadah, mereka melakukannya untuk pamer. Mereka itulah kaum munafiq yang dicela Alquran dan Alkitab. Lihat Alquran 4: 142 dan Injil Matius 6:2.
    (12) Lihat Alquran 7: 169; 9:34; 4:161.
    (13) Mungkin maksudnya: Amin, Ya Allah, Amin. Hal ini dapat dibaca pada Injil Barnabas pasal 12.

  • YESUS MENYEMBUHKAN PENDERITA KUSTA

    Sedang Yesus turun dari bukit itu untuk pergi menuju Yerusalem, telah menemukan seseorang yang berpenyakit kusta, yang dengan firasat ilham telah mengetahui Yesus menjadi seorang Nabi. Oleh sebab itu dengan air mata ia memohon kepadanya sambil berkata, “Yesus, engkau Putera Daud, limpahkanlah belas-kasih padaku!” Yesus menjawab, “Apa kehendakmu, saudara, bahwa aku akan melakukan bagimu.”
    Orang yang berpenyakit kusta itu menyahut, “Tuan, berilah aku kesehatan!” Yesus mencelanya, berkata, “Kamu adalah bodoh. Berdoalah kepada Allah Yang telah Menciptakan engkau, dan Dia akan Memberi engkau kesehatan. Aku tidak bisa memberi engkau kesehatan, karena aku adalah seorang manusia seperti engkau.”
    Orang yang berpenyakit kusta itu menjawab, “Saya tahu bahwa engkau tuan, adalah seorang manusia, tetapi engkau seorang yang suci utusan Allah. oleh sebab itu mohon engkau doakanlah kepada Allah, dan semoga Dia berkenan memberikan daku kesehatan!”
    Kemudian Yesus sambil merintih berkata, “Allah Tuhan Maha Kuasa, demi kecintaan para nabi suci, Engkau berilah kesehatan terhadap orang yang sakit ini!” Ketika setelah selesai mengucapkan ini, penyakit kusta itu telah bersih, akhirnya bahwa daging dari penyakit kusta itu telah lenyap pada jasadnya sehingga seperti seorang kanak-kanak.(1)
    Ini menjelaskan bahwa Yesus bukanlah Tuhan Yang dapat Menyembuhkan. Yesus hanya manusia biasa. Kalau pun orang itu sembuh, itu adalah dengan Kehendak Allah, sebagaimana para dokter atau tabib tidak dapat menyembuhkan seseorang kecuali dengan Kehendak Allah. Dan hal ini juga menjelaskan bolehnya meminta tolong kepada manusia dalam menyembuhkan. Boleh juga kita meminta didoakan oleh manusia. Dan sewaktu berdoa kita dianjurkan untuk memuji Tuhan serta menyebut derajat para nabi suci. Semoga dengan kecintaan Allah terhadap para nabi suci yang kita cintai atau disebabkan kecintaan kita kepada para nabi suci, Allah Berkenan untuk Mengabulkan doa kita.

    (1) Lihat Matius 8: 1-4; Markus 1: 40-44; Lukas 5:12-15; Barnabas Psl. 11.

  • YESUS MENERIMA INJIL

    Yesus setelah berusia 30 tahun, sebagaimana dia sendiri telah mengatakan kepada Barnabas, pergi ke atas Bukit Zaitun dengan bundanya mengumpulkan Zaitun. Pada waktu itu ketika tengah hari, seraya ia sedang solat, waktu ia sampai kepada salam di akhir solatnya, dikelilingi oleh suatu cahaya terang luar biasa dan oleh sejumlah besar tak terbatas banyaknya para malaikat yang memberi salam, berkata, “Semoga diberkati Allah!”
    Malaikat Jibril itu mempertunjukkan sebuah kitab kepadanya seperti sebuah cermin berkilau, yang diwahyukan ke dalam hati Yesus, dalam hal mana dia telah memiliki ilmu pengetahuan tentang apa yang diperbuat Allah dan apa yang telah difirmankan dan apa yang dikehendaki Allah, akhirnya, sehingga segala sesuatu adalah terurai jelas dan terbuka baginya, seperti telah dikatakannya kepada Barnabas, “Imanlah Barnabas bahwa aku mengetahui tiap-tiap nabi dengan segala nubuat, akhirnya, sehingga apa pun juga yang aku katakan, seluruhnya keluar dari kitab itu.”(1)

    (1) Lihat Barnabas Psl. 10.

  • PERDEBATAN YESUS PADA USIA 12 TAHUN

    Yesus menginjak usia 12 tahun, berangkatlah dengan Maria naik ke Yerusalem untuk beribadah di sana sesuai dengan hukum petunjuk Allah yang telah tertulis di dalam kitab Musa. Ketika solat-solat mereka telah diakhiri, lalu berangkatlah Maria dan kehilangan Yesus. Maria pikir Yesus telah kembali bersama kaum keluarga mereka. Oleh karena itu Maria mencari Yesus diantara sanak famili serta orang-orang dekatnya.
    Pada hari yang ketiga mereka menjumpai putera itu di dalam rumah ibadah di tengah-tengah para tabib sedang berdebat dengan mereka mengenai hukum. Dan setiap orang kagum pada pertanyaan-pertanyaannya dan jawaban-jawabannya. Para tabib itu berkata, “Bagaimana bisa asas-asas agama begitu dikuasainya, padahal dia masih kecil dan lagi tiada belajar membaca?”
    Maria menegurnya, “Puteraku, apa yang telah engkau perbuat pada kami? Aku telah mencari engkau selama tiga hari sambil berduka cita.”
    Yesus menjawab, “Tiadakah Bunda tahu, bahwa pelayanan terhadap perintah Allah wajib ditunaikan lebih dahulu daripada orangtua?”
    Kemudian Yesus pergi turun bersama bundanya ke Nazareth. Dia berkhidmat pada orangtuanya dengan kerendahan hati dan memberikan penghormatan.(1)

    (1) Lihat Lukas 2:41-52; Barnabas Psl. 9.

  • KELAHIRAN YESUS

    KELAHIRAN MARIA PUTERI IMRAN

    Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Abraham dan keluarga Imran melebihi segala umat di masa mereka masing-masing. Suatu ketika istri Imran berkata: “O Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau putera yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat di Bait Allah. Karena itu terimalah nazar itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: “O Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maria dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada pemeliharaan Engkau daripada setan yang terkutuk.” Maka Tuhannya menerimanya sebagai nazar dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakharia pemeliharanya. Setiap Zakharia masuk untuk menemui Maria di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakharia berkata: “O Maria dari mana kamu memperoleh makanan ini?” Maria menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.(1)

    BERITA KELAHIRAN YOHANES PUTERA ZAKHARIA

    Di mihrab Zakharia mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “O Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. Kemudian Malaikat Gabriel memanggil Zakharia, sedang ia tengah berdiri melakukan solat di mihrab katanya: “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran seorang putramu Yohanes, yang membenarkan kalimat yang datang dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri dari hawa nafsu dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.” Zakharia berkata: “O Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul?” Berfirman Allah: “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya”. Berkata Zakharia: “Berilah aku suatu tanda bahwa istriku telah mengandung”. Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah Nama Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”.(2)

    KELAHIRAN YESUS PUTERA MARIA

    Suatu ketika Malaikat Gabriel berkata: “O Maria, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). O Maria, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. O Maria, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan dengan kalimat yang datang daripada-Nya, namanya Yesus Mesiah putra Maria, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah, dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh.”
    Maria berkata: “O Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.” Allah berfirman dengan perantaraan Gabriel: “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.
    Lalu kata Malaikat itu lagi, “Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Alkitab, Hikmah(3), Torat dan Injil. Dan sebagai Rasul kepada Bani Israel yang berkata kepada mereka: “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda berupa mukjizat dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda kebenaran kerasulanku bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. Dan aku datang kepadamu meluruskan Torat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda mukjizat dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”.(4)
    Maka Maria mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.
    Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini”.
    Maka Maria membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maria, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”, maka Maria menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?” Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) solat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.
    Itulah Isa putra Maria, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.(5)

    MASALAH SEPUTAR KELAHIRAN YESUS

    Benarkah Yesus Lahir pada 25 Desember?

    Pada abad IV, rakyat Romawi masih beragama polytheisme paganisme (musyrik). Hal ini menyebabkan bangsa Romawi tidak bersatu. Diantara dewa-dewa itu adalah dewa matahari. Dan mereka merayakan hari lahir dewa matahari pada tanggal 25 Desember (awal musim di mana siang lebih panjang dari malam). Mereka merayakannya dengan berpesta, berfoya-foya, meminum arak, dan segala hal yang melalaikan.
    Murid Paulus memperkenalkan agama Katholik kepada Kaisar Konstantin. Kemudian pada tahun 325 M. Kaisar Konstantin mengadakan Konsili untuk melantik Yesus sebagai Tuhan. Hal ini dilakukan untuk menyatukan bangsa Romawi. Bangsa Romawi khawatir kalau mereka menerima keyakinan tersebut menyebabkan acara perayaan tanggal 25 Desember ditiadakan. Kaisar menangkap kekhawatiran bangsa Romawi. Kemudian mengatakan bahwa perayaan tanggal 25 Desember tetap diadakan, sebab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember. Lalu Bangsa Romawi berfikir, jika demikian berarti Yesus adalah putra dewa matahari. Kaisar Konstantin pun membenarkan hal tersebut. Maka kita melihat pada gambar Yesus terdapat lingkaran terang di belakang kepalanya.
    Di dalam Alkitab dikatakan bahwa Yesus lahir pada malam hari di saat bintang gemerlapan dan gembala menggembalakan dombanya. Ini menandakan bahwa Yesus lahir bukan pada musim salju, tetapi di musim kering/panas (menggembalakan domba di malam hari pada musim salju adalah hal yang bodoh). Artinya Yesus lahir bukan pada bulan Desember. Dalam kitab Yahudi dikatakan bahwa Yesus lahir pada bulan Ilul (Juli-Agustus).

    Dimanakah Yesus Lahir?

    Yesus lahir di Betlehem, Palestina. Di sana tidak ada pohon cemara dapat tumbuh, yang ada adalah pohon Kurma. Lalu apa hubungannya Natal dengan pohon cemara?
    Pada masa Imperium Romawi sudah kuat kembali, mereka ingin memperluas wilayahnya ke Jerman. Maka Roma mengirim para Pastur dari ordo Jesuit untuk menyelidiki agama orang Jerman. Ternyata orang Jerman menyembah dewa pohon cemara. Kemudian para Pastur itu menyebarkan agama ke Jerman dengan mengatakan bahwa Yesus lahir di bawah pohon cemara. Lalu orang Jerman berfikir bahwa Yesus adalah anak dewa cemara. Maka mereka pun menerima agama Katholik dan merayakan Natal dengan adanya hiasan pohon cemara.

    Bolehkah Merayakan Natal?

    Pada tahun 1740 M, Pendeta Danhover dari Strassburg yang mengherankan adanya hari raya Natal, menulis bahwa itu merupakan perkara-perkara kecil yang menyibukkan waktu-waktu manusia sebagai ganti kesibukan untuk mengkaji firman-firman Tuhan. Dia mempertanyakan, “Saya tidak tahu dari mana datangnya kebiasaan ini? Itu merupakan kebiasaan anak-anak kecil.” Kemudian perlu diketahui bahwa Pastur Ketua Dyunisius Junior, tidak merayakan peringatan-peringatan ini.
    Jadi, peringatan Natal bukanlah peringatan yang berasal dari keyakinan yang benar. Ini adalah peringatan yang diada-adakan. Ini adalah keyakinan yang tidak memiliki dasar dan argumen yang benar. Ini hanyalah mitos. Ini adalah takhyul (pengkhayalan), khurafat, bidat. Peringatan Natal dan segala yang berhubungan dengannya –pohon cemara, St. Klaus- adalah mitos belaka. Mirip dengan keyakinan Charles Darwin terhadap teori evolusi yang sampai saat ini tidak terbukti kebenarannya.

    YESUS DIKHITAN

    Ketika genaplah delapan hari sesuai dengan hukum Allah, sebagaimana tertulis dalam kitab Musa, mereka bopong anak itu dan membawanya ke rumah ibadat untuk mengkhitankannya. Dan begitulah mereka sunatkan anak itu, lalu memberinya nama Yesus, sebagaimana Malaikat utusan Allah telah mengatakan lebih dahulu, sebelum ia dikandung ibunya.(6)

    (1) Alquran 3: 33-37
    (2) Alquran 3: 38-41
    (3) Menurut sebagian pendapat mengatakan bahwa yang dimaksud Alkitab di sini adalah Alquran. Dan yang dimaksud Hikmah adalah perkataan dan ajaran Muhammad. Sebab kelak Yesus akan diangkat ke langit dan akan dikembalikan ke bumi menjelang akhir zaman. Lihatlah tentang Yesus yang berdoa di Bukit Zaitun untuk memohon perlindungan Allah dari makar para pejabat agama.
    (4) Alquran 3: 42-51; Lukas 1: 28-38
    (5) Alquran 19: 22-36
    (6) Lukas 2: 21; Barnabas Psl. 5.

  • KEHANCURAN KAUM TERDAHULU

    Kehancuran sebuah kaum itu disebabkan adanya percampuran metode antara yang haq dengan yang bathil. Padahal kebathilan itu akan menyebabkan kerusakan. Kesyirikan dan pengabaian akan hukum Allah menyebabkan peradaban menjadi jauh dari kedamaian, keteraturan, ketentraman, kema’muran, dan kebahagiaan. Kesyirikan dan pengabaian hukum Allah akan menyuburkan peradaban jahil, biadab, rusak dan sengsara.

    Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? (Q.S. Ali Imran: 71)

    Berapa banyak kaum yang mengalami kehancuran disebabkan mereka mengabaikan dan mengingkari ajaran Allah? Berapa banyak pribadi-pribadi yang binasa disebabkan mencampur-adukkan antara yang haq dengan yang bathil? Maka dari itu, untuk meraih kesuksesan yang diharapkan, kita harus membersihkan hati dan diri kita dari niat dan metode yang bathil.

    Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Al-An’am: 82)
     

    KEHANCURAN BANGSA SHODDUM

    Rusaknya bangsa Shoddum adalah disebabkan mereka melakukan homosex. Hal itu adalah perbuatan yang sungguh keji. Perbuatan seperti itu sangatlah tidak sesuai dengan keadaan tubuh manusia. Hubungan sex seperti itu dapat menimbulkan penyakit dan mengurangi pertumbuhan populasi manusia. Jika perbuatan ini dilakukan semua manusia, maka manusia dapat mengalami kepunahan.

    Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (Q.S. Al-A’raf: 80-81)

    Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. (Q.S. Al-A’raf: 84)
     

    KEHANCURAN BANGSA MADYAN

    Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu`aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S. Al-A’raf: 85)

    Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu`aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di
    kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu`aib mereka itulah orang-orang yang merugi.
    (Q.S. Al-A’raf: 91-92)
     

    KEHANCURAN BANGSA MESIR

    Bangsa Mesir pada masa Pharao Ramses II mengalami kehancuran yang telak. Hal itu disebabkan pemerintahan yang bathil dan zhalim. Mereka menjadikan Pharao (Fir’aun) sebagai Tuhan atau dewa. Fir’aun lebih ingkar dibandingkan Iblis. Sebab Iblis saja tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Tuhan.

    (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim. (Q.S. Al-Anfal: 54)

    TAKHYUL

    Takhyul merupakan keyaqinan yang tidak berdasar pada kebenaran. Keyakinan takhyul itu tidak memiliki bukti yang dapat diterima aqal, tidak logis. Contoh keyaqinan takhyul ini adalah perkataan orang yang menyatakan bahwa alam ini terbentuk dengan sendirinya tanpa diciptakan, tanpa mengalami ketiadaan, dan akan tetap ada. Ini adalah takyul orang-orang Yunani yang dihidupkan kembali oleh Charles Darwin dan para pendukungnya. Adapun Islam adalah ajaran yang logis, dapat diterima aqal. Islam itu sesuai fitrah. Walau Al-Qur`an bukanlah kitab pengetahuan, tetapi di dalam Al-Qur`an ada ‘cetak biru’ dari penciptaan segala makhluq. Barangsiapa ingin mengetahui tentang alam semesta bacalah Al-Qur`an, barangsiapa yang ingin mengetahui hukum yang berlaku pada alam semesta, bacalah Al-Qur`an, barangsiapa yang ingin selamat dunia akhirat, bacalah Al-Qur`an.

    Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” (Q.S. Al-Baqarah: 170)
     

    HEDONISME

    Dahulu ada sebuah kota/polis di Yunani yang bernama Hedon. Penduduk polis tersebut begitu gemar dengan kesenangan duniawi. Bahkan mereka tidak pernah menyembah dewa mereka. Mereka begitu asyik dengan kehidupan berhura-hura. Mereka tidak terlalu memperhatikan kehidupan religius. Dalam fikiran mereka hanya ada hura-hura dan kesenangan duniawi belaka. Itulah sebabnya gaya hidup yang cenderung kepada hura-hura dan kesenangan duniawi belaka biasa disebut hedonisme.

    Hedonisme merupakan racun yang samar dan mudah merasuki ummat manusia. Sebab, penyebarannya bukan melalui doktrin seperti Darwinisme dan Marxisme yang membutuhkan pemikiran. Hedonisme tidak melibatkan teory-teory, tetapi ia melibatkan emosi dan nafsu. Sudah sifat manusia suka mencontoh dari apa yang ia lihat. Sewaktu yang sering dilihat itu baik, maka tidak mengapa jika ia meniru yang demikian. Tetapi, di zaman teknologi informasi seperti sekarang, kita lebih sering disuguhkan kehidupan bermewah-mewah, berhura-hura, dan kesenangan duniawi. Hasilnya, pemuda muslim terjerembab dalam perangkap Yahudi dan Nashara yang selalu berusaha agar ummat Islam mengikuti cara-cara dan
    gaya hidup mereka.

    Pemuda muslim yang telah terserang virus hedonisme tidak lagi peduli dengan ibadah dan kehidupan akhirat. Mereka terjebak dalam kesenangan duniawi yang melalaikan. Terjauh dari Allah. Terkikis rasa kehambaan dalam hati mereka. Rasa malu untuk berbuat ma’syiat diganti dengan rasa malu untuk berbuat tha’at. Mereka takut dibilang kolot and nggak gaul jika ketahuan melakukan ibadah ritual. Mereka takut dibilang nggak funky kalau berpakaian yang menutup aurat. Sebaliknya mereka tidak segan untuk masuk ke diskotik hanya untuk disebut anak gaul. Mereka senang jika dibilang
    funky disebabkan mengenakan pakaian yang ngablak and ketat.

    Rencana Yahudi untuk memanfaatkan TV sebagai alat perang sudah menampakkan hasil yang gemilang. Kini manusia lebih mementingkan pujian manusia daripada pujian dari Allah. Mereka lebih suka bergaul dengan manusia-manusia lalai daripada bermesra dengan Allah. Mereka terjebak dalam cinta nafsu dan terjauh dari cinta suci. Sungguh
    malang nasib generasi ini.

    Tidak ada jalan keluar, kecuali dengan kembali kepada Allah. Bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Meninggalkan kebiasaan dan pergaulan buruk. Kembali kepada ajaran Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah sangat senang menerima taubat hambanya melebihi senangnya orangtua yang menerima kembali anaknya yang telah lama lari dari rumah. Pintu taubat selalu terbuka sebelum matahari terbit dari barat. Pintu taubat masih terbuka sebelum sakaratul maut tiba. Adakah Anda tahu bagaimana cara Anda mati? Adakah Anda tahu ke mana Anda akan ditempatkan? Adakah Anda tahu kapan ajal menjemput? Bisa jadi tulisan ini adalah nasihat terakhir bagi Anda sebelum malaikat maut datang menyapa Anda. Wallahu a’lam.

    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Q.S. Al-Baqarah: 120)
     

  • BAGIAN-BAGIAN AL-QUR`AN

    Menurut sudut pandang kami, Al-Qur`an sebagai player guide dibagi dalam 3 bagian, yaitu pembukaan, perincian, dan kesimpulan. Surah Al-Fatihah sebagai pembukaan berisi penjelasan global tentang The Big Game (lihat Gambaran Kehidupan). Surah-surah lain berisi perincian tentang game dan cara memainkannya. Kemudian Surah Al-‘Ashr sebagai kesimpulan berisi kunci-kunci sukses memainkan game kehidupan. Surah Al-‘Ashr merupakan ikhtisar dari The Rules of Game yang merupakan tujuan dari diturunkannya Al-Qur`an sebagai player guide. Dengan menjalankan The Rules of Game yang telah diringkas dalam surah Al-‘Ashr, manusia akan terhindar dari kegagalan dan berhasil meraih kebahagiaan (al falah). Itulah tujuan Allah menurunkan Al-Qur`an; agar manusia mendapat panduan untuk menjadi pemenang (muflihun).

    Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung/menang. (QS. Al-Baqarah: 1-5)

    AL-‘ASHR: KUNCI SUKSES

    Al-Qur`an sebagai Kalamullah merupakan petunjuk bagi manusia untuk meraih kebahagiaan. Dan RasulNya sebagai pemandu merupakan penuntun bagi manusia untuk menerapkan Al-Qur`an. Allah bermaksud untuk menyelamatkan manusia dengan menurunkan Al-Qur`an. Al-Qur`an menjelaskan bagaimana haqiqat kehidupan ini dan cara meraih kebahagiaan dalam menjalani kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Dan ikhtisar dari cara meraih kebahagiaan itu terdapat pada surah Al-‘Ashr.

    Al-Ashr menyebutkan dua sumber daya manajemen terpenting, yaitu waktu dan manusia. Kemudian Al-Ashr menyebutkan kunci sukses, yaitu:

    1. Tazkiyah, membersihkan diri dari segala hal yang merugikan, membersihkan diri dari paham dan aqidah yang bathil, membersihkan diri dari penyembahan kepada ilah palsu, membersihkan diri dari metode bathil.

    2. Iman, meyaqini segala yang ghaib. Hal yang ghaib itu antara lain: Allah, akhirat, surga, cita-cita, impian. Kita harus meyaqini akan wujudnya segala yang ghaib itu. Dan kita juga harus yaqin bahwa ketika kita melakukan kesalahan, maka hal ghaib yang lain juga bisa menimpa kita. Termasuk hal yang ghaib juga adalah semangat, rencana, tekad, niat, dan ketulusan.

    3. Amal shalih, langkah nyata yang baik dan benar. Setelah kita yaqin kepada yang ghaib. Kita harus berusaha mengaktualisasi segala rencana yang telah kita buat untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan kita. Dan sebagai seorang hamba, tentu tujuan utama kita adalah bertemu dengan Allah yang telah menciptakan kita.

    4. Nasihat. Menasihati, mengingatkan, menyemangati, baik terhadap diri sendiri mau pun orang lain. Seperti halnya baterai handphone, semangat kita juga perlu diisi ulang. Kita juga perlu mengingat kembali tujuan hidup kita. Kita juga perlu mengingat segala konsekuensi dari perbuatan kita.

    Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Q.S. Al-‘Ashr)